Anda di halaman 1dari 5

Pendalaman Alkitab

Sesi 2 Never Ending Discipleship


Retreat Umum Teknik 2017
Beautiful Transformation 2 Korintus 5 : 17

Kesibukan mahasiswa Kristiani saat ini dalam hal akademik maupun hal lain
membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk belajar Firman Tuhan, terlebih lagi
untuk ambil bagian dalam pemuridan Kristus. Jumlah mahasiswa yang mau masuk
pemuridan untuk dimuridkan, terkhusus dalam kelompok kecil, juga tidak banyak. Hal
tersebut menimbulkan keprihatinan akan seberapa besar kerinduan mahasiswa
Kristiani belajar Firman Tuhan.
Selain itu banyak dari mahasiswa yang sudah mengikuti pemuridan, namun
masih ragu menerima pengutusan untuk memuridkan balik adik tingkatnya. Banyak
alasan, contohnya merasa hidupnya belum bisa menjadi teladan dan juga belum siap
dalam menyampaikan Firman Tuhan. Padahal saat ini diperlukan penabur-penabur
yang mau menaburkan rahmat Allah dalam diri adik-adik yang haus akan Firman
Tuhan.
Tuhan Yesus menginginkan agar setiap kita menarik jiwa-jiwa bagi Yesus
(Matius 28:19), dan tidak berhenti sampai di situ saja mereka mendapat pengajaran
dan kebenaran akan Firman Allah (1 Timotius 1:3-4). Sehingga pemuridan mutlak
dilakukan. Salah satu tokoh muda yang dapat menginspirasi dalam hal pemuridan
adalah Timotius. Ia mengemban tugas dan tanggung jawab untuk meneruskan
tongkat estafet berita Injil: dari Kristus kepada Paulus, Paulus kepada Timotius, dan
Timotius kepada jemaat, begitu seterusnya, tetapi tidak sembarang orang dapat
diserahi tongkat estafet berita Injil. Oleh karena itu, keberlanjutan pelayanan menjadi
hal yang penting agar kabar keselamatan dapat didengar sampai ke ujung bumi.

1. Pemuridan
Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah
menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap,
supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Terkadang kita merasa belum siap untuk menjadi murid atau dimuridkan
karena keterbatasan kita atau mungkin kita masih merasa masih dipenuhi dosa.
Hal ini membuat kita memandang bahwa pemuridan adalah sebuah pilihan.
Namun Yesus meyakinkan bahwa kita semua sudah dipilih untuk melakukan
pemuridan pergi dan menghasilkan buah. Kita akan dikuatkan dalam
menjalani proses pemuridan baik sebagai murid maupun sebagai pengajar
apabila kita selalu membuka diri kita akan hadirat Tuhan. Semakin kita
menyerahkan seluruh tubuh kita, semakin dikuatkan dan diyakinkan oleh
Tuhan
1 Timotius 2:3-4
3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
4yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh
pengetahuan akan kebenaran.
2 Timotius 4:1-2
1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan
yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya
dan demi Kerajaan-Nya:
2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa
yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Tuhan Yesus menginginkan agar setiap kita menarik jiwa-jiwa bagi Yesus,
dan tidak berhenti sampai di situ saja mereka mendapat pengajaran dan
kebenaran akan Firman Allah.
1 Timotius 1:3-4
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah
mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang
tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain
4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya
menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan
Allah dalam iman.
Pemuridan tidak hanya sekadar mengajar/berkhotbah, tetapi juga harus
memastikan bahwa orang-orang yang dimuridkannya menyampaikan tertib
hidup keselamatan sesuai Alkitab.
Yohanes 17:14-16
14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka,
karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya
Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
Walaupun saat ini kita tetap di dalam dunia, kita telah dipilih Tuhan untuk
spread out the Gospel. Bahkan, Tuhan Yesus berdoa supaya Bapa
melindungi kita dari segala yang jahat. Tugas kita adalah memberitakan
kebaikan Tuhan tersebut melalu pemuridan.

2. Keberlanjuntan Pelayanan
2 Timotius 2:2
Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu
kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
Timotius ditempatkan sebagai pendengar yang sudah diperlengkapi oleh
Paulus, kemudian ia meminta Timotius untuk mengajarkan apa yang sudah ia
dapat ke orang lain.
Jika kita menginginkan pelayanan yang terus berlanjut dari generasi ke
generasi, maka kita harus mengerti betul siapa orang-orang yang kita percayai
untuk mengemban tugas pelayanan.
Timotius dapat menjadi teladan yang tepat bagi kaum muda dalam hal
pemuridan. Dari sekian banyak kekurangan yang dimiliki oleh Timotius, ia tetap setia
pada pemuridan yang diberikan oleh gurunya, Paulus. Timotius yakin bahwa
sekalipun ia memiliki kekurangan tangan Tuhan tidak kalah panjang untuk menyokong
dia dalam melanjutkan tongkat estafet pemuridan, karena bukan kita yang memilih,
tetapi Tuhan yang memilih kita.
Pemuridan adalah sebuah proses panjang yang tidak mudah. Tidak mudah
bukan berarti mematahkan semangat kita untuk mengambil tanggung jawab itu. Justru
disitu diingatkan bahwa kita tidak dapat melakukan pemuridan hanya dengan kuat
kuasa kita, tetapi kita membutuhkan kuat kuasa Tuhan untuk mau dibentuk melalui
pemuridan. Pun setelah kita melanjutkan tongkat estafet bukan berarti kita berhenti
menjadi murid. Kita terus belajar untuk dapat hidup seperti Yesus.

Perenungan
1. Sudahkah kalian membuka hati untuk dimuridkan/memuridkan?
2. Bagaimana kehidupan pemuridan saudara, baik melalui kelompok besar atau
kelompok kecil seperti KTB/Komsel/Kelompok PA? Sharingkan (sharing
kondisi KTB/Komsel/Kelompok PA)!
3. Apa yang membuatmu ragu/ketakutanmu untuk menjalani kehidupan
pemuridan melalui kelompok kecil? Sharingkan!
4. Maukah anda membuka diri untuk dimuridkan (bagi yang belum pemuridan
kelompok kecil)? Maukah anda membuka diri untuk melanjutkan tongkat
estafet pemuridan (bagi yang sudah mengikuti pemuridan kelompok kecil)?
Sembilan poin arti pemuridan, yaitu:
1. Pemuridan Adalah Kegairahan Kita Dengan Tuhan
2. Pemuridan Adalah Kedalaman Iman
Bukan hanya iman sekedar iman, tetapi iman yang begitu dalam.
3. Pemuridan Adalah Kedewasaan
Komitmen untuk bertumbuh ke arah kedewasaan rohani merupakan indikator
awal keberhasilan dalam satu pemuridan.
4. Pemuridan Adalah Praktek Bukan Teori
5. Pemuridan Adalah Proses Bukan Tujuan
6. Pemuridan Bersifat Interaktif
Artinya harus masuk dalam satu komunitas sebab di sana besi menajamkan
besi dan waktu kita mengalaminya kita menjadi dewasa.
Yang penting adalah respon kita! Itulah yang dinilai oleh Tuhan.
7. Pemuridan Harus Memiliki Banyak Segi
Jadi setiap murid harus bertumbuh dalam pelbagai area kekudusan rohani.
8. Pemuridan Adalah Proses Seumur Hidup
Jangan pernah menganggap bahwa diri kita sekarang sudah sempurna,
seperti perkataan Rasul Paulus dalam Filipi 3:13-14.
9. Pemuridan Adalah Menjadi Seperti Yesus
Teladan kita adalah Tuhan Yesus.

(Manna Sorgawi)