Anda di halaman 1dari 2

1.

NILAI THEONOM
adalah nilai sosial yang bersumber dari Tuhan yaitu melalui ajaran yang
disampaikan oleh Tuhan melalui agama. Agama berisi nilai-nilai sosial yang
memberikan pedoman bagaimana cara bersikap dan bertindak bagi manusia.
Contoh: Berpuasa bagi orang muslim pada bulan ramadhan; kewajiban untuk
memberikan persepuluhan bagi setiap orang protestan.
2. NILAI HETERONOM
adalah nilai sosial yang dirumuskan dari kesepakatan banyak anggota
masyarakat. Berisi nilai yang harus dipedomani oleh seluruh warga
masyarakat.
3. NILAI OTONOM
adalah nilai sosial yang bersumber dari setiap individu. Contohnya adl J.J
Rousseau dari Prancis yang merumuskan konsep Trias Politika, Dr. Sun Yat
Sen dari China yang merumuskan konsep San Min Chu I ( nasionalisme,
demokrasi dan sosialisme )

Berdasarkan Tingkat Keberadaannya


Kita mengenal dua jenis nilai berdasarkan tingkat keberadaannya, yaitu nilai yang berdiri
sendiri dan nilai yang tidak berdiri sendiri.

1. Nilai yang berdiri sendiri, yaitu suatu nilai yang diperoleh semenjak manusia atau benda
itu ada dan memiliki sifat khusus yang akhirnya muncul karena memiliki nilai tersebut.
Contohnya pemandangan alam yang indah, manusia yang cantik atau tampan, dan lain-
lain.
2. Nilai yang tidak berdiri sendiri, yaitu nilai yang diperoleh suatu benda atau manusia
karena bantuan dari pihak lain. Contohnya seorang siswa yang pandai karena bimbingan
dan arahan dari para gurunya. Dengan kata lain nilai ini sangat bergantung pada
subjeknya.

FUNGSI NILAI SOSIAL


Bagi manusia, nilai berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku,
dan perbuatannya. Nilai mencermin kan kualitas pilihan tindakan dan pandangan hidup
seseorang dalam masyarakat. Kehidupan bersama di masyarakat memerlukan pengertian yang
harus diperhatikan, yaitu pem bentukan pribadi manusia sebagai warga masyarakat. Dengan
demikian kemajuan masyarakat dan perkembangan sosial budaya dapat tercapai. Dari ketiga
hal tersebut, ditetapkan fungsi nilai sosial sebagai berikut.

Sebagai Faktor Pendorong


Tinggi rendahnya individu dan satuan manusia dalam masyarakat bergantung pada tinggi
rendahnya nilai sosial yang menjiwai mereka. Apabila nilai sosial dijunjung tinggi oleh sebagian
besar masyarakat, maka harapan ke arah kemajuan bangsa bisa terencana. Hal ini merupakan
cita-cita untuk menjadi manusia yang berbudi luhur dan beradab sehingga nilai sosial ini
memiliki daya perangsang sebagai pendorong untuk menjadi masyarakat yang ideal.

Sebagai Petunjuk Arah


Nilai sosial menunjukkan cita-cita masyarakat atau bangsa. Adapun nilai sosial sebagai
petunjuk arah tergambar dalam contoh berikut ini.
1. Cara berpikir dan bertindak warga masyarakat secara umum diarahkan oleh nilai-nilai
sosial yang berlaku. Setiap pendatang baru harus dapat menyesuaikan diri dan
menjunjung tinggi nilai sosial masyarakat yang didatanginya agar tidak tercela, yang
menyebabkan pandangan masyarakat menjadi kurang simpati terhadap dirinya. Dengan
demikian, pendatang baru dapat menghindari hal yang dilarang atau tidak disenangi
masyarakat dan mengikuti pola pikir serta pola tindakan yang diinginkan.
2. Nilai sosial suatu masyarakat berfungsi pula sebagai petunjuk bagi setiap warganya
untuk menentukan pilihan terhadap jabatan dan peranan yang akan diambil. Misalnya
dalam memilih seorang pemimpin yang cocok bukan saja berdasarkan kedudukan
seseorang, melainkan juga berdasarkan kualitas yang dimiliki, atau menentukan posisi
seseorang sesuai dengan kemampuannya.
3. Nilai sosial berfungsi sebagai sarana untuk mengukur dan menimbang penghargaan
sosial yang patut diberikan kepada seseorang atau golongan.
4. Nilai sosial berfungsi sebagai alat untuk mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan
atau kelompok tertentu.

Sebagai Benteng Perlindungan


Pengertian benteng di sini berarti tempat yang kokoh karena nilai sosial merupakan tempat
perlindungan yang kuat dan aman terhadap rongrongan dari luar sehingga masyarakat akan
senantiasa menjaga dan mempertahankan nilai sosialnya. Misalnya, nilai-nilai keagamaan, dan
nilai-nilai Pancasila. Pengkhianatan G 30 S/PKI terhadap Pancasila sebagai dasar negara
merupakan bukti sejarah bangsa Indonesia, tetapi dengan keyakinan bahwa Pancasila harus
tegak dari setiap usaha yang akan meruntuh kannya maka pengkhianatan tersebut dapat
dipatahkan.
Nilai sosial merupakan tempat perlindungan bagi penganutnya. Daya perlindungannya begitu
besar, sehingga para penganutnya bersedia berjuang mati-matian untuk mempertahankan nilai-
nilai itu. Misalnya perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan nilai-nilai Pancasila dari
nilainilai budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita, seperti budaya minum-minuman
keras, diskotik, penyalahgunaan narkotika, dan lain-lain. Nilai-nilai Pancasila seperti sopan
santun, kerja sama, ketuhanan, saling menghormati dan menghargai merupakan benteng
perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia dari pengaruh budaya asingy
ang merugikan.

Fungsi nilai sosial bagi kehidupan manusia:


1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan "harga" sosial dari suatu
kelompok.
2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
3. Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat
memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok.
5. Sebagai alat pengawas perilaku manusia.