Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sumber-sumber data kependudukan atau demografi yang pokok adalah sensus, sistem

registrasi kejadian-kejadian vital, registrasi penduduk dan survey-survey terbatas atau

survey center. Lain sumber tambahan yang sering berguna adalah catatan-catatan dan

dokumen-dokumen instansi pemerintah. Diantara sumber-sumber ini, sensus merupakan

sumber data yang paling utama diberbagai negara terlebih di negara-negara berkembang.

Dewasa ini di negara-negara maju, sistem registrasi kejadian, kejadian vital dan registrasi

penduduk telah berkembang cukup teratur sehingga memungkinkan reit vital dibanyak

negara maju diperoleh dengan menggunakan sumber ini sedangkan dikebanyakan negara

berkembang tradisi untuk memelihara secara teratur sistem registrasi kejadian-kejadian

vital dan registrasi penduduk belum ada, kalaupun ada, sering tidak lengkap dan

keberadaannya perlu dipertanyanyakan. Karenanya di negara-negara berkembang reit

vital seperti reit kelahiran kasar (CBR) dan reit kematian kasar (CDR) sering perlu

diperkirakan secara tidak langsung dengan menggunakan data sensus atau dari hasil-hasil

survey terbatas.

Untuk mendapatkan data jumlah penduduk yang valid pada suatu negara atau daerah

dibuat sistem pengumpulan data penduduk, yaitu Sensus Penduduk atau Cacah Jiwa

digunakan untuk stuktur penduduk dan dilaksanakan pada waktu tertentu. Registrasi

Penduduk digunakan untuk data penduduk yang dinamis dan dilaksanakan setiap saat dan

Survei Penduduk digunakan untuk data khusus mengenai karakteristik penduduk dan

dilaksanakan oleh instansi tertentu. Dalam hal ini penulis mencoba untuk menjabarkan

1
dan menguraikan sumber-sumber data kependudukan seperti survey, sensus dan registrasi

penduduk.

B. Rumusan Masalah

1. Apa maksud dan tujuan dari survey, sensus dan registrasi penduduk.?

2. Bagaimana cara melakukan survey, sensus dan registrasi penduduk.?

3. Apakah Perbedaan antara survey, sensus dan registrasi penduduk.?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui maksud dan tujuan survey, sensus dan registrasi

penduduk

2. Untuk mengetahui proses atau cara melakukan survey, sensus dan registrasi

penduduk

3. Untuk mengetahui perbedaan dari survey, sensus dan registrasi penduduk

D. Manfaat

Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai wadah bagi kami untuk

mengembangkan wawasan yang berkaitan dengan sumber data kependudukan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sumber Data Kependudukan

Adalah segala tampilan data dalam bentuk resmi atau tidak resmi yang diterbitkan

oleh badan-badan pencatatan kependudukan (pemerintah/non pemerintah), dalam

berbagai bentuk baik angka, grafik,gambar, dll. Sumber data :

Primer

Segala catatan asli sesuai definisi sumber data diatas.

Sekunder

Data yang telah diolah dan disajikan dalam bentuk teks atau narasi, laporan

penelitian, karya tulis, dan terbitan periodek lainnya.

Sumber data demografi yaitu :

1. Sensus Penduduk

2. Survei Penduduk

3. Registrasi Penduduk

3
B. Sensus

1. Sejarah Sensus Penduduk

Sensus Penduduk (Cacah Jiwa) pertama kali dilakukan di Babilonia

4000 th SM, di Mesir 2500 BC, di Cina 3000 BC, di Italia, Sisilia, dan

Spanyol abad ke 16 & 17. Tujuan sensus saat itu untuk militer, pemungutan

pajak, dan perluasan teritorial kerajaan.

a) Sensus Awal

1) Babilonia 4000 SM

2) Mesir 2500 BC

3) Cina 3000 BC

4) Italia, Sisilia, Spanyol abad 16 & 17

b) Sensus Modern

1) Quebec (1666)

2) Swedia (1749)

3) Amerika Serikat (1790)

4) Inggris (1801)

2. Sensus Penduduk di Indonesia

1) 1961

Hari Sensus

2) 1970 1971

Sensus baru bisa dilaksanakan pada tahun 1971 karena

kesulitan dana & persiapan pelaksanaan

3) 1980

a) 20 September 30 Oktober Pencacahan Sensus Lengkap

4
b) 6 31 Oktober Pencacahan Sensus Sampel

4) 1990

a) Dilaksanakan 2 tahap pada bulan September Oktober

5) 2000

a) Dilaksanakan sensus lengkap

3. Pengertian Sensus

Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah keseluruhan proses pengumpulan

(collecting) menghimpun dan menyusun (compiling) dan menerbitkan data-

data demografi, ekonomi, sosial yang menyangkut semua orang pada waktu

tertentu di suatu negara/wilayah tertentu.

4. Tujuan Sensus

Untuk mencacah seluruh penduduk yang ada diwilayah suatu negara

meliputi penduduk de jure dan penduduk de facto.

a) de jure penduduk yang resmi tinggal di daerah tersebut

b) de facto penduduk yang berada di suatu wilayah tetapi tdk

trmsk penduduk resmi diwilayah bersangkutan

5. Karakteristik Sensus

a) Unit cacah pada sensus adalah perorangan/individu bukan

keluarga/rumah tangga

b) Universal/semua orang artinya semua orang/penduduk (yang

hidup) dalam wilayah yang dicacah (perseorangan)

c) Waktu tertentu artinya sensus haruslah dilaksanakan pada saat

tertentu dan serentak di seluruh wilayah negara

5
d) Sensus dilakukan secara periodik pada tiap tahun yang berakhir

angka nol (0)

6. Data Sensus

a) Geografi dan migrasi penduduk

b) Rumah tangga

c) Karakteristik sosial dan demografi

d) Kelahiran dan kematian

e) Karakteristik pendidikan

f) Karakteristik ekonomi

7. Kesalahan Sensus

a) Kesalahan Cakupan

Dimana tidak semua penduduk tercacah & ada yang

tercacah 2 kali.

b) Kesalahan Isi Pelaporan

Kesalahan responden dalam mengisi balngko

pertanyaan sensus.

c) Kesalahan Ketepatan Laporan

Kesalahan pencataan data penduduk yang menyebabkan

kesulitan analisa.

6
8. Tahapan Sensus di Indonesia

a) Pemerintah memberi mandat pada Badan Pusat Statistik untuk

melakukan sensus lalu BPS menyiapkan draft pertanyaan

b) Melatih petugas sensus untuk mendapatkan data sensus dengan

draft tersebut

c) Membagi wilayah dalam wilayah pencacahan (wilcah)

d) Wilcah dibedakan antara wilcah pedesaan dan wilcah perkotaan

e) Pencacahan dilaksanakan dengan sistem langsung pada hari

f) Melaksanakan PODES (Pencacahan Potensi Desa) & Pemetaan

Desa

g) Hasil sensus diolah oleh BPS dan diumumkan

h) Dilakukan sensus khusus berdasarkan sampel, misal sensus

pertanian dan industri

9. Konsep Sensus

a) Penduduk yang dicacah

b) Blok sensus

c) Klasifikasi daerah perkotaan atau pedesaan

d) Bangunan

e) Anggota Rumah Tangga

f) Rumah Tangga

1) Orang yang tinggl di asrama

2) Orang yang tinggal di LP

3) Indekost

7
C. Registrasi

1. Pengertian Registrasi

Merupakan kumpulan keterangan mengenai terjadinya

peristiwa/kejadian lahir dan mati serta kejadian penting yang merubah status

sipil sejak lahir sampai mati setiap saat karena sensus hanya memberikan

informasi pada waktu dilaksanankan dan hanya data statis kependudukan.

Registrasi dilakukan oleh kantor pemerintahan dalam negeri secara

pasif dan dapat menimbulkan masalah ketidak lengkapan data pelaporan.

2. Sejarah Registrasi Penduduk

a) 1815

Raffles melakukan pendataan penduduk tentang nama,

umur, pekerjaan, catatan kematian, kelahiran, , perkawinan, dll

b) 1850

Gubernur Jenderal Merkus menugaskan P. Bleeker

untuk meninjau data penduduk pada seluruh karesidenan di

Jawa. (diterbitkan 1870)

c) 1880

1) Belanda memberlakukan pelaporan penduduk dengan

sistem kartu mingguan.

8
2) Setelah Jepang datang, diganti dengan sistem Registrasi

Vital menyangkut kelahiran, kematian, perkawinan dan

perceraian.

d) 2003

Diadakan penataan administrasi kependudukan oleh

Dirjen Administrasi Kependudukan Depdagri untuk

memberikan identitas pada tiap penduduk

D. Survei

1. Pengertian Survei

a) Hasil sensus dan regristrasi mempunyai keterbatasan.

b) Hanya menghasilkan statistik kependudukan dan kurang

memberikan informasi tentang sifat dan perilaku

c) Maka perlu dilakukan survei untuk untuk informasi yang lebih

spesifik namun terbatas

d) Survei dilakukan dengan sistem sampel

9
2. Perbedaan Sensus dengan Survei

Perihal Sensus Survei

Cakupan penduduk yang Mencacah sebagian


Mencacah seluruh penduduk
dicacah penduduk (sampel)

Harus memenuhi peryaratan


Fleksibilitas Bisa diadakan kapan saja
periodik

Berganti-ganti topik/dapat

Mengenai demografi, menekankan pada aspek-


Materi yang dikumpulkan
ekonomi, dan sosial aspek tertentu sesuai

kebutuhan

3. Survey sebagai Pelengkap Sensus

a) Jika dilaksanakan sesudah sensus diadakan survey untuk

memeriksa/mengecek hasil sensus itu sendiri.

b) Jika dilaksanakan sebelum sensus maka sebagai bahan

pertimbangan bagi sensus yang akan dilaksanakan

c) Sensus setiap 10 tahun hanya menggambarkan perubahan yang

terjadi tiap 10 tahun. Sedangkan survei ingin melihat perubahan

yang terjadi dalam waktu singkat

d) Survey bisa terjadi kesalahan karena pengambilan sampling

(sampling eror).

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah disajikan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa

Ilmu kependudukan adalah ilmu yang memepelajari proses dan struktur masyarakat di

suatu wilayah tertentu. Untuk mendapatkan data jumlah penduduk suatu negara atau

daerah dibuat sistem pengumpulan data penduduk, yaitu Sensus penduduk. Pertamabahan

dan pengurangan jumlah penduduk di sebabkan karena kelahiran, kematian dan migarsi.

Ketiga faktor ini disebut dengan komponen pertumbuhan penduduk. Selain ketiga faktor

tersebut struktur penduduk ditentukan juga oleh faktor yang lain misal perkawinan dan

perceraian.

Dalam ilmu kependudukan juga menjelaskan tentang registrasi penduduk dan adanya

survai, yang mana registrasi penduduk adalah proses pencatatan penduduk yang dilakukan

secara mandiri oleh warga ketika terjadi perubahan-perubahan jumlah penduduk.

Registrasi Penduduk digunakan untuk data penduduk yang dinamis dan dilaksanakan

setiap saat dan Survei Penduduk digunakan untuk data khusus mengenai karakteristik

penduduk dan dilaksanakan oleh instansi tertentu.

Survey dan sensus merupakan cara dari pemerintah untuk mengetahui jumlah dari

penduduknya dengan cara pendataan langsung. Sedangkan sistem registrasi penduduk

merupakan hal-hal yang diperlukan sebagai arsip negara seperti halnya setiap kelahiran,

kematian, adopsi, kematian, perceraian, perubahan pekerjaan, pekerjaan nama dan

perubahan tempat tinggal dicatat.

Selain itu sensus, survey dan sistem registrasi penduduk memiliki tujuan yang

berbeda dimana survey memiliki tujuan untuk mengetahui jumlah kepadatan penduduk,

11
persebaran, dan mengetahui atribut osial penduduk. Survey memiliki tujuan dan dibagi

menjadi 2 hal yaitu penelitian murni dan penelitian terapan. Dan yang terakhir registrasi

penduduk memiliki tujuan untuk mencatat, mendata dan proses untuk registrasi penduduk

seperti kelahiran, kematian, adobsi, kematian, perceraian perubahan pekerjaan, perubahan

nama dan perubahan tempat tinggal.

Proses pelaksanaan dari sensus, survey dan registrasi penduduk memiliki tahap yang

cukup kompleks. Seperti yang diketahui bahwa sensus dan survey langsung di data

kerumah-rumah dan registrasi penduduk lebih kepada masyarakat mendatangi instansi

terkait dalam prosesnya.

B. Saran

Sensus, survey dan registrasi penduduk di Indonesia masih belum menyeluruh karena

biasanya hanya dilakukan di tempat atau daerah yang sudah cukup terjangkau dan sudah

terdapat cabang dari instansi yang akan melakukan pendataan, namun di Indonesia

banyak terdapat warga negara yang masih hidupnya terisolir seperti suku-suku yang

masih tinggal di daerah pedalaman hutan. Sehingga data yang di dapat di Indonesia

kurang valid. Oleh sebab itu perlunya perbaikan dari menejemen, fasilitas, IPTEK dan

kemauan dari pemerintah dalam mengelola masyarakatnya khususnya agar bisa

mendapatkan data yang valid dari seluruh daerah di Indonesia.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2015. Kependudukan. (Online)

http://www.bps.go.id/webbeta/frontend/Subjek/view/id/12#subjekViewTab2. Diakses

pada Jumat 6 Maret 2015 Pukul 18.08 WIB.

Effendi, Sofian. Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survey. LP3ES: Jakarta.

Muin, Idianto. 2004. Pengetahuan Sosial Geografi II. PT. Grafindo: Jakarta.

Rusli, Said. 1995. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta Barat: LP3ES.

Septiana, Nana dkk. 2007. IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi Sejarah).

Bandung : PT. Grafindo Media Pratama.

Utoyo, Bambang. 2009. Geografi: Membuka Cakrawala Dunia. Bandung:

PT.Grafindo Media Pratama.

13