Anda di halaman 1dari 13

PEMBAHASAN

1. Identifikasi Lingkungan Internal

Lingkungan internal perusahaan memiliki kemampuan untuk merubah suatu perusahaan


menjadi apa yang dicita-citakan oleh manajemen. Lingkungan internal merupakan proses
pengidentifikasian terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan suatu
perusahaan. Proses internal perusahaan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan
pendekatan fungsional yaitu analisis yang dilakukan oleh masing-masing fungsi dalam
perusahaan dengan mengkaji manajemen, pemasaran, keuangan, produksi, dan
sumberdaya manusia.

Analisis internal merupakan analisis dilakukan terhadap faktor-faktor internal


perusahaan untuk dapat menentukan secara cermat kekuatan dan kelemahan strateginya,
yang dapat menggambarkan profil perusahaan. Suatu faktor dianggap kekuatan jika faktor
tersebut merupakan kompetensi atau keunggulan bersaing yang nyata (distict). Sebaliknya,
suatu faktor dianggap kelemahan jika sesuatu yang dilakukan dengan buruk oleh
perusahaan padahal pesaing mampu melakukannya dengan baik. Dalam mengembangkan
profil perusahaan dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1. Identifikasi faktor-faktor strategik internal.

2. Evaluasi faktor-faktor strategik internal dengan membandingkan kondisi saat ini dengan
kondisi yang lalu.

3. Evaluasi faktor-faktor strategik internal dengan membandingkan dengan:

a. Persyaratan sukses kunci pada berbagai tahap evolusi produk atau pasar yang
relevan.

b. Kapabilitas pesaing-pesaing kunci.

c. Persyaratan sukses dalam industri-pasar dimana perusahaan bersaing.

4. Menyusun profil perusahaan yang dihasilkan dari langkah-langkah sebelumnya. Dibuat


tabel IFAS (Internal Factors Analysis Summary).

1
Pihak-pihak yang pernah terlibat dalam perumusan suatu strategi pasti mengetahui dan
mengakui bahwa melakukan suatu analisis internal sebagai bagian integral dari keseluruhan
upaya menciptakan profil organisasi bukan tugas yang mudah. Upaya tersebut bahkan
mengandung banyak tantangan yang harus dihadapi. Dikatakan demikian karena
perumusan strategi selalu diwarnai oleh berbagai hal, antara lain:

a. Penilaian yang bersifat subyektif

b. Perhitungan-perhitungan yang tidak selalu dapat dikualifikasikan

c. Kenyataan bahwa kegiatan organisasi selalu bergerak dalam kondisi dinamis yang pada
dirinya mengandung ketidakpastian (uncertainity)

d. Adanya faktor-faktor yang berada di luar kemampuan organisasi untuk


mengendalikannya, meskipun para perumus strategi selalu saja dapat memanfaatkan
analisis yang obyektif, rasional dan sudah baku.

2. Proses Analisis dan Diagosis Lingkungan Internal


Lingkungan internal merupakan suatu kondisi yang ada di dalam suatu perusahaan.
Analisis internal adalah proses perencanaan strategis menentukan letak kekuatan dan
kelemahan suatu perusahaan. Lingkungan internal menurut David (2004) merupakan
kekuatan dan kelemahan perusahaan pada area fungsional bisnis, termasuk manajemen,
pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan
sistem informasi manajemen. Analisis lingkungan internal merupakan suatu proses untuk
menentukan aspek-aspek internal/variabel internal perusahaan yang diperlukan dalam
menghadapi lingkungan eksternalnya dan mengevaluasinya apakah berada dalam posisi
yang kuat atau lemah.
Dalam menganalisis lingkungan internal terdapat beberapa unsur yang dianalisis
diantaranya:
1. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi perusahaan merupakan pola hubungan di dalam perusahaan
atau bentuk formal peraturan dan hubungan antar orang sehingga setiap pekerja dapat
diarahkan dalam mencapai tujuan dan misi perusahaan.
2. Budaya Perusahaan

2
Budaya perusahaan adalah sekumpulan kepercayaan, harapan dan nilai yang
dipahami serta dilaksanakan oleh tiap-tiap anggota perusahaan dan akan membentuk
perilaku orang-orang didalam perusahaan tersebut.
3. Sumber Daya Perusahaan
Sumber daya perusahaan adalah segala sesuatu yang dapat oleh perusahaan
dalam mendukung perkembangan perusahaan, diantaranya sumber daya manusia,
sumber daya produksi, sumber daya keuangan, pemasaran serta penelitian dan
pengembangan.
Analisis dan diagnosis keuntungan strategi (internal) menunjukkan adanya
penggunaan waktu dari penentu strategi untuk memeriksa dan mengidentifikasi faktor
keuntungan strategi perusahaan dalam rangka menentukan kekuatan dan kelemahan
perusahaan sehingga penentu strategi dapat memanfaatkan dan mengelolanya secara
efektif dan efisien.
Mengidentifikasi variabel internal merupakan alat untuk menentukan bagian-bagian
internal yang diperlukan didalam membangun kekuatan dan kelemahan perusahaan.
Dalam menemukan variabel yang ingin dianalisis, perlu dilakukan pengkajian untuk hal
tersebut. Hasil kajian tersebut berupa informasi tentang kekuatan dan kelemahan
perusahaan.
Terdapat beberapa cara untuk menganalisis lingkungan internal, diantaranya:
1. Metode Analisis PIMS (Profit Impact of Market Strategy)
Analisis PIMS adalah analisis yang mengidentifikasi faktor-faktor strategis utama
yang mempengaruhi 80% profitabilitas dan pertama kali diperkenalkan pada tahun
1960 sebagai proyek internal perusahaan. Karakteristik yang mencakup analisis ini
diantaranya:
a. Biaya langsung perunit yang tinggi
b. Pangsa pasar yang tinggi
c. Intensitas investasi yang rendah
d. Kualitas pasar yang tinggi
e. Penggunaan kapasitas organisasi yang tinggi

Dari buku karangan M. Suyanto para peneliti PIMS menyatakan bahwa faktor
terpenting yang mempengaruhi kinerja unit bisnis secara relatif terhadap
pesaingnya adalah kualitas produk dan jasa. Kenapa demikian? ketika kita akan
masuk ke dalam segmen tertentu. Pastilah kita akan meneliti pesaing kita dengan

3
menganalisa produk mereka. Kekuatan dan kelemahan harus kita identifikasikan.
Karena bila kita melempar produk yang sama tanpa ada nilai tambah, maka akan
sulit bagi produk kita akan bertahan.

2. Metode Analisis Rantai Nilai


Metode yang disampaikan oleh Porter, merupakan suatu cara menguji sifat dan
luasnya sinergi organisasi di antara aktivitas internal korporasi. Menurut
Porter, setiap organisasi merupakan kumpulan aktivitas yang diciptakan untuk
merancang, menghasilkan, memasarkan, mengirimkan, dan mendukun g
produknya. Analisis rantai nilai mengidentifikasi aktivitas, fungsi dan proses bisnis
yang harus dilaksanakan dalam merancang, mamproduksi, memasarkan dan
mengirimkan produk. Dalam analisis rantai nilai, manajemen harus berusaha
mengidentifikasi berbagai aktivitas yang menambah nilai bahan baku menjadi
barang jadi yang siap dipakai oleh konsumen.

Porter juga mengidentifikasi lima aktivitas utama yang terjadi dalam setiap
organisasi bisnis yaitu:

a. Operasi organisasi
b. Menyediakan logistic bahan baku
c. Melayani pelanggan
d. Melakukan pemasaran dan penjualan
Analisis rantai nilai merupakan suatu cara untuk memahami aktivitas-aktivitas
internal yang dilakukan perusahaan yang dapat menunjukkan kekuatan dan
kelemahan perusahaan serta biaya strategi. Analisis rantai bertujuan untuk
mengidentifikasi dimana keunggulan dan kelemahan biaya rendah yang ada di
sepanjang rantai nilai mulai dari bahan mentah sampai aktivitas layanan konsumen.
Dalam analisis rantai nilai, aktivitas perusahaan dikelompokkan menjadi 2 yaitu
aktivitas primer dan aktivitas pendukung:
1. Aktivitas Primer
Primary activities (aktivitas primer), yaitu aktivitas yang berkaitan dengan
penciptaan fisik produk, penjualan dan distribusinya ke para pembeli, dan
layanan setelah penjualan. Aktivitas primer ini terdiri dari:

4
a. Inbound Logistics (logistik ke dalam), dihubungkan dengan menerima,
menyimpan, dan menyebarkan input-input ke produk dan termasuk di
dalamnya penanganan bahan baku, gudang serta kontrol persediaan.
b. Operations (operasi), segala aktivitas yang diperlukan untuk mengkonversi
input-input yang disediakan oleh logistik masuk ke bentuk produk akhir.
Termasuk di dalamnya permesinan, pengemasan, perakitan, dan
pemeliharaan peralatan.
c. Outbound Logistik (logistik ke luar), aktivitas-aktivitas yang melibatkan
pengumpulan, penyimpanan, dan pendistribusian secara fisik produk final
kepada para pelanggan. Meliputi penyimpanan barang jadi di gudang,
penanganan bahan baku, dan pemrosesan pesanan.
d. Marketing and Sales (pemasaran dan penjualan), aktivitas-aktivitas yang
diselesaikan untuk menyediakan sarana yang melaluinya para pelanggan
dapat membeli produk dan mempengaruhi mereka untuk melakukannya.
Untuk secara efektif memasarkan danmenjual produk, perusahaan
mengembangkan iklan-iklan dan kampanye professional, memilih jaringan
distribusi yang tepat, dan memilih, mengembangkan, dan mendukung
tenaga penjualan mereka
e. Customer Service (pelayanan), aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk
meningkatkan atau memelihara nilai produk. Perusahaan terlibat dalam
sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan jasa, termasuk instalasi,
perbaikan, pelatihan, dan penyesuaian.
2. Aktivitas Pendukung
Support activities (aktivitas pendukung), yaitu aktivitas yang menyediakan
dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktivitas primer atau kegiatan
perusahaan yang mendukung aktivitas primer. Aktivitas pendukung ini terdiri
dari:
a. Procurement (pembelian/pengadaan), aktivitas-aktivitas yang dilakukan
untuk membeli input-input yang diperlukan untuk memproduksi produk
perusahaan. Input-input pembelian meliputi item-item yang semuanya
dikonsumsi selama proses manufaktur produk.
b. Technology development (pengembangan teknologi), aktivitas-aktivitas
yang dilakukan untuk memperbaiki produk dan proses yang digunakan
perusahaan untuk memproduksinya. Pengembangan teknologi dapat

5
dilakukan dalam bermacam-macam bentuk, misalnya peralatan proses,
desain riset, dan pengembangan dasar, dan prosedur pemberian servis.
c. Human resources management (manajemen sumber daya manusia),
aktivitas-aktivitas yang melibatkan perekrutan, pelatihan, pengembangan,
dan pemberian kompensasi kepada semua personel.
d. Firm infrastructure (infrastruktur perusahaan) atau general administration
(administrasi umum), infrastruktur perusahaan meliputi aktivitas-aktivitas
seperti general management, perencanaan, keuangan, akuntansi, hukum,
dan relasi pemerintah, yang diperlukan untuk mendukung kerja seluruh
rantai nilai melalui infrastruktur ini, perusahaan berusaha dengan efektif dan
konsisten mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman-ancaman,
mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas, dan mendukung kompetensi
inti.
3. Metode Analisis Fungsional
H.I.Ansof menyatakan bahwa keahlian dan sumber daya juga d apat
diorganisir ke dalam profil kompetensi berdasarkan tipe fungsi bisnis
yang meliputi:
1. Bidang Produksi
Bidang produksi meliputi biaya dan ketersediaan bahan baku,
hubungan dengan pemasok; sistem pengendalian persediaan; lokasi
fasilitas, tata letak peralatan; skala ekonomis; efisiensi teknis
fasilitas; pemanfaatan sub-kontrak; derajat integrasi vertical; nilai
tambah; serta marjin laba.
2. Bidang Pemasaran
Dalam mengidentifikasi faktor internal bidang pemasaran dapat
dilakukan dengan mencermati faktor-faktor bidang pemasaran
seperti; efektivitas segmentasi pasar; posisi persaingan; pangsa
pasar; organisasi penjualan; riset pasar; kualitas produk dan
pelayanan kepada pelanggan; promosi, periklanan, publisitas;
perencanaan dan penganggaran pemasaran; serta kualifikasi
manajer pemasaran.
3. Bidang Keuangan
Yang dapat diidentifikasi di bidang keuangan yaitu: kemampua n
memperoleh dana jangka pendek; kemampuan memperoleh dana

6
jangka panjang, utang, modal saham; modal kerja; struktur
pendanaan perusahaan; penganggaran modal; kebijakan dividen;
hubungan dengan kreditur, investor, pemegang saham ; serta
kualifikasi manajer keuangan.
4. Bidang Penelitian dan Pengembangan
Bidang litbang terdiri dari: kualifikasi SDM di bidang litbang;
fasilitas litbang; sumberdaya litbang; serta komuniasi dan
koordinasi dengan bidang fungsi yang lainnya.
5. Manajemen dan SDM
Bidang manajemen dan SDM meliputi: struktur o rganisasi;
sistem pengendalian organisasi secara keseluruhan; iklim
organisasi dan budaya organisasi; sistem perencanaan strategik;
keterampilan, kapabilitas dan perhatian manajemen puncak;
manajemen SDM; tingkat keluar masuknya karyawan; skill dan
pengalaman karyawan.
6. Bidang Sistem Informasi
Bidang sistem informasi meliputi: ketepatan waktu dan akurasi
sistem informasi untuk keputusan strategis, taktis dan operasional;
relevansi informasi; informasi untuk mengelola masalah kualitas dan
layanan kepada pelanggan; serta kemampuan karyawan untuk
menggunakan informasi yang tersedia.

3. Penentuan Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan


Menyusun strategi manajemen harus mengidentifikasi berbagai variable intern yang
dapat menunjukkan kekuatan maupun kelemahan perusahaan. Kemampuan identifikasi
manajemen akan membantu perusahaan dalam membangun secara bertahap
kompetensinya. Kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan
eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Mengetahui
kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman-ancaman yang dialami, maka perushaan
dapat menyusun suatu rencana atau strategi yang mencakup tujuan yang telah ditentukan..
Analisis intern lain yang dapat dilakukan yaitu: analisis value chain dan biaya strategis,
analisis penilaian kekuatan persaingan dan analisis 7 S framework yang mencakup
structure, strategy, staff, management style, system dan procedures, skills dan shared
values.

7
a. Analisis SWOT

Analisis SWOT didasarkan pada asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan
memaksimumkan kekuatan dan peluang serta meminimumkan kelemahan dan ancaman.
Analisis SWOT terdiri dari :
Strengths (Kekuatan)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan-keunggulan lain relatif
terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani atau ingin dilayani oleh
perusahaan. Contohnya adalah kekuatan sumber keuangan, memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang lebih, memiliki jaringan organisasi yang luas, citra perusahaan yang
baik , kepemimpinan pasar, hubungan pembeli pemasok dan lainnya.
Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan adalah terdapatnya kekurangan pada kondisi internal perusahaan, akibatnya
kegiatan-kegiatan perusahaan belum maksimal terlaksana. Contohnya adalah
kekurangan dana, memiliki sumber daya manusia yang belum terampil, belum memiliki
pengetahuan yang cukup mengenai perusahaan, karyawan kurang kreatif dan malas,
tidak adanya teknologi, fasilitas kurang memadai, keterampilan pemasaran dan lainnya.
Opportunities (Peluang)
.Peluang merupakan situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan. Contohnya adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan
yang bagus, belum adanya organisasi lain yang melihat peluang tersebut, perubahan
pada situasi persaingan atau peraturan, perubahan teknologi, banyak pemberi dana
yang berkaitan dengan isu yang dibawa oleh perusahaan dan lainnya.
Threats (Ancaman)
Ancaman adalah faktor-faktor lingkungan luar yang mampu menghambat pergerakan
perusahaan. Contohnya adalah masyarakat sedang dalam kondisi apatis dan pesimis
terhadap perusahaan tersebut, masuknya pesaing baru, lambatnya pertumbuhan pasar,
perubahan teknologi, peraturan baru atau yang direvisi dan lainnya
Cara pemanfaatan analisis SWOT untuk membantu analisis strategik diilustrasikan dalam
gambar berikut:

8
Diagram SWOT

Kuadran I : Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Organisasi tersebut


memiliki kekuatan dan peluang, sehingga dapat mengarahkan seluruh potensi internal
organisasi untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam
kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. (Growth oriented
strategy)
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, organisasi ini masih memiliki
kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. Diversifikasi
yakni membuat strategi yang berbeda (lain dari yang biasanya) dengan memanfaatkan
kekuatan internal, sehingga dimasa yang akan datang memungkinkan terciptanya peluang.
Kuadaran III : Organisasi medapatkan peluang (eksternal) yang sangat besar, tetapi
dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/ kelemahan internal. Fokus organisasi ini
adalah meminimalkan masalah-masalah internal organisasi sehingga dapat merebut peluang
dari luar tersebut dengan baik.
Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, organisasi
tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Strategi yang digunakan
yakni mempertahankan diri untuk membangun kekuatan internal dan meminimalisir
kelemahan.
Dengan adanya analisis SWOT organisasi dapat menentukan secara tepat langkah-
langkah strategis apa yang akan diambil di masa yang akan datang. Hal-hal yang telah
disebutkan di atas menunjukkan betapa pentingnya penilaian kondisi internal organisasi
secara mendalam dan sistematis yang dilakukan dalam rangka perumusan dan penetapan
strategi organisasi secara berhasil. Pengalaman berbagai organisasi, terlepas dari layanan
yang dihasilkan, proses organisasional yang berjalan, besarnya organisasi,cakupan luasan

9
organisasi, dan jenis teknologi yang diterapkan,mendukung pendapat tersebut (Siagian,
1998).
b. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
Setiap perusahaan harus mampu menjalankan strategi yang sesuai dengan keahlian
atau kemampuan utamanya (core competency) sehingga memiliki kemampuan bersaing
yang paling kuat dan pada gilirannya akan mampu menempatkan perusahaan dalam posisi
keunggulan pasar (market advantage). Kelemahan merupakan sesuatu kekurangan yang
mungkin dirasakan dibandingkan dengan pesaing atau yang menimbulkan keterbatasan
sehingga tidak dapat meraih apa yang diharapkan. Dimana Core Competencies merupakan
suatu perusahaan dianggap kompeten jika perusahaan mampu melakukan usahanya
dengan sangat baik dibandingkan dengan pesaing. Jika pesaing tidak mempunyai
kemampuan yang sama, akan butuh waktu dan biaya mahal bagi pesaing untuk
menandingi kemampuan perusahaan. Core competence merupakan asset yang
bermanfaat dan menjadi penyangga utama keberhsilan perusahaan.

4. Langkah-Langkah dalam Mengembangkan Tabel IFAS (Internal Factor Analysis


Summary)
Setelah selesai melakukan analisis dan diagnosis terhadap lingkungan internal, maka
hasil analisis dirangkum dalam Tabel Internal Factor Analysis Summary (IFAS). Langkah-
Langkah dalam mengembangkan Tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary):
1. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam
kolom 1.
2. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut
terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh
melebihi skor total 1,00).
3. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala
mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor
tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif
(semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai +1 sampai dengan +4
(sangat baik) dengan membandingkan rata industri atau dengan pesaing utama.
Sedangkan variabel yang bersifat negatif kebalikanya. Contohnya jika kelemahan besar
sekali dibandingkan dengan rata-rata industri yang nilainya adalah 1, sedangkan jika
kelemahan dibawah rata - rata industri, nilainya adalah 4.

10
4. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memeperoleh faktor
pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untutk masing-masing
faktor yangnilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outsanding) sampai 0,0 (poor).
5. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor
tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotan dihitung.
6. Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan
bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan
tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Total skor ini dapat
digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam
kelompok industri yang sama.

Tabel

IFAS Honda Daya Motor

Bobot Rating

Faktor strategi Internal Nilai Komentar

Kekuatan (Strenght)

1. Sparepart asli dan bermutu. 0.15 3 0.45 Dilengkapi dengan sertifi

2. Programpelatihan untuk mekan 0.05 3 0.15 Traning mekanik pemula

pemula. selama 3 bulan.

3. Tarif bengkel maupun pembelian 0.10 4 0.4 Memberikanharga bersaing

motor sangatbersaing harga( dapat menjadi penarik

bersaing terjangkau untuk sem pelanggan lain (promosi)

kalangan).

4. Pemberian garansi mesin yang 0.10 3 0.3 Garansi motor 3 tahundan

11
lebih lama dibandingkan dealer service gratis selama cicila

merek lain berjalan untuk jenis terten

5. Perusahaan menyediakan fasilitas 0.15 3 0.45 Pemasaran melaui website

jaringan internet untuk kegiata secaraonline

pemasaran
secaraonline.

Subtotal 0.50 1.75

Kelemahan (Weakness)

1. Promosi tergantung dari leasing 0.10 2 0.2 Kurangya promosi harga

dan pusat promo

2. Tenaga kerja yang berpendidikan 0.10 3 0.45 Perlujob training bidang

teknisi dan berpengalaman yan kendaraan bermotor

minim

3. Marketing yang belum 0.10 3 0.45 Marketing pemula yang

berpengalaman sebagai masih belajar

tenaga pemasar

4. Fasilitas untuk konsumen 0.10 3 0.3 Bangunan dealer yang

menungg terbatas (tidakada standar

AC). Atau perbedaan hargaspare

part Honda dengan produk lain

5. Varian di masing-masing 0.10 2 0.2 Belum memenuhi seluruh

jenis produk masih kurang. permintaan pelanggan

12
Subtotal 0.50 1.60

Total 1.0 3.35

Sumber: Pengolahan Data Internal AHASS Honda Daya Motor Surabaya

Keterangan:

1) Total bobot dari semua faktor internal perusahaan = 1 yang berarti besarnya pegaruh dari
lingkungan internal terhadap kinerja perusahaan adalah sebesar 1 atau 100%.
2) Rating adalah persepsi yang diberikan terhadap kondisi dari faktor internal, dimana nilai 1
dan 2 mencerminkan kondisi yang lemah dari faktor internal, dan 3 dan 4 mencerminkan
kondisi yang kuat. Yang menjadi cut off untuk kondisi faktor internal adalah (1 + 4) : 2 =
2,5.
3) Berdasarkan perhitungan nilai IFAS (Internal Factor Analysis Summary) di atas hasil
analisis pada tabel IFAS faktor Strength mempunyai total nilai skor 1.75 sedang
Weakness mempunyai total nilai skor 1.60. Jadi total nilai matrik IFAS PT AHASS Honda
Daya Motor adalah sebesar 3.35. Angka ini dapat mencerminkan bahwa perusahan
tersebut memiliki kekuatan internal secara umum karena nilai IFAS (3,35 > 2,5).

13