Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI PHET

FISIKA MODERN

EKSPERIMEN HAMBURAN RUTHERFORD

DISUSUN OLEH :

ANDI MUTIA FITRI I2E016003


IWAN DAHLAN I2E016015
NAPAANI SYAFAATI I2E016023

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS MATARAM

2017

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karuniaNya dan atas kehendakNyalah makalah ini dapat diselesaikan. Sholawat beriring salam,
tidak lupa kita hadiahkan pada Nabi Muhammad SAW junjungan semesta alam.
Makalah ini dibuat penulis untuk memenuhi tugas Fisika Modern. Dalam menyelesaikan
makalah ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
telah membantu penulis dalam pelaksanaan pembuatan makalah ini agar makalah ini dapat
terwujud dengan baik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari upaya lanjut untuk memperbaiki dan
meningkatkan mutu. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat
penulis harapkan demi kesempurnaan di masa mendatang. Semoga makalah ini memberikan
manfaat bagi kita semua. Amin

Mataram, November 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................................ 1


KATA PENGANTAR ............................................................................................... 2
DAFTAR ISI.............................................................................................................. 3
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................... 4
1.1.Latar Belakang .................................................................................. 4
1.2.Rumusan Masalah .............................................................................. 5
1.3.Tujuan ................................................................................................ 5
BAB II. LANDASAN TEORI ............................................................................... 6
2.1.Sejarah ............................................................................................... 6
2.2.Penemuan Inti Atom .......................................................................... 6
2.3.Teori Atom Rutherford ...................................................................... 9
2.4.Kelebihan dan kelemahan Model Atom Rutherford .......................... 9
BAB III. METODE PENELITIAN......................................................................... 11
3.1.Alat .................................................................................................... 11
3.2.Langkah Kerja .................................................................................... 11
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................ 15
4.1.Alat ..................................................................................................... 15
4.2.Pemabahsan........................................................................................ 19
BAB V. PENUTUP................................................................................................ 21
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 22

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Atom merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan, semua materi yang
ada di muka bumi ini tersusun atas atom-atom. Perkembangan model atom ini sangat
mempengaruhi peradaban manusia, khususnya dibidang ilmu pengetahuan, dan membawa
kemajuan baik di bidang fisika, kimia, maupun biologi. Dengan berkembangnya ilmu
tentang atom, kita dapat mengetahahui bagaimana susunan atom atau mengetahui
bagaimana atom itu bereaksi satu sama lain membentuk sebuah ikatan. Dengan adanya
perkembanagan model atom ini, kita dapat dengan mudah memahami reaksi fusi maupun
reaksi fisi atom, dengan perkembangan model atom inI pula kita dapat dengan mudah
mengerti tentang reaksi-reaksi zat yang terjadi di sekitar kita.

Pada 1909 Rutherford mulai percobaan yang mengubah wajah fisika. Ia


menemukan inti atom dan membangun model atom yang mirip dengan sistem tatasurya.
Seperti planet, elektron elektron mengorbit sebuah pusat, inti seperti matahari.

Rutherford bersama dua orang muridnya ( Hans Geigerdan Erners Masreden )


melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa () terhadap lempeng tipis
emas. Sebelumya telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan
positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis
kertas. Percobaan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni
apakah atom itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel
alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta bahwa
apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, maka sebagian
besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1), tetapi dari
pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara 20.000 partikel alfa akan
membelok sudut 90 bahkan lebih.

Namun, teori yang dikemukakan Rutherford memiliki banyak kelemahan di


antaranya adalah elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam
bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan

4
kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti dan belum mampu menjelaskan dimana
letak elektron dan cara rotasinya terhadap ini atom Rutherford hanya mampu membuat
hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti.

1.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dalam praktikum efek fotolistrik antara lain :
1. Bagaimana pengaruh jumlah proton terhadap hamburan partikel alfa?
2. Bagaimana pengaruh jumlah neutron terhadap hamburan partikel alfa?
3. Bagaimana pengaruh energi terhadap hamburan partikel alfa?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dalam praktikum efek fotolistrik antara lain :
1. Mengetahui pengaruh jumlah proton terhadap hamburan partikel alfa.
2. Mengetahui pengaruh jumlah neutron terhadap hamburan partikel alfa.
3. Mengetahui pengaruh energi terhadap hamburan partikel alfa.

5
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Sejarah
Ernest Rutherford lahir pada tanggal 30 Agustus 1871, di Nelson, Selandia Baru.
pada 1871, fisikawan dan peraih Hadiah Nobel bidang Kimia 1908 Ernest Rutherford lahir
di Nelson, Selandia Baru. Rutherford menerima pendidikan dasarnya di sekolah
pemerintah dan pada usia 16 tahun ia masuk Nelson Collegiate School. Pada 1889 ia
memenangkan beasiswa masuk University of New Zealand di Wellington. Ia meraih dua
gelar master sekaligus, ilmu matematika dan fisika pada 1893. Ia kembali mendapatkan
beasiswa untuk belajar di Cambridge University di Inggris. Di sini, ia melakukan riset di
laboratorium dibawah bimbingan J.J. Thomson, yang menjadi awal karier fisika atomnya.
Rutherford dikenal atas sumbangannya dalam fisika atom. ia yang mempopulerkan
istilah sinar alfa, beta dan gamma, proton dan neutron.Ia menjadi tempat berguru para
pendekar fisika seperti Neils Bohr, James Chadwick, dan Robert Oppenheimer.
Pada 1901 hingga 1902 ia bekerja dengan Frederick Soddy untuk membuktikan
bahwa atom-atom dari sebuah unsur radioaktif akan secara spontan berubah, dengan
pengeluaran sepotong atom pada kecepatan tinggi. Banyak saintis pada masa itu
mencemooh gagasan itu sebagai alkimia. Mereka tetap percaya bahwa atom tidak dapat
dibagi atau diubah.
Pada 1909 Rutherford mulai percobaan yang mengubah wajah fisika. Ia
menemukan inti atom dan membangun model atom yang mirip dengan sistem tatasurya.
Seperti planet, elektron-elektron mengorbit sebuah pusat, inti seperti matahari. Penerimaan
model ini berkembang setelah dimodifikasi dengan teori kuantum dari Neils Bohr.
Untuk menghargai penelitiannya mengenai radiasi dan inti atom, Rutherford
mendapatkan Hadiah Nobel bidang Kimia pada 1908. Ia diberi gelar bangsawan pada 1914,
BaronRutherford of Nelson yang pertama.

2.2. Penemuan Inti Atom


Pada tahun 1909 Hans Geiger dan Ernest Marsden dengan petunjuk dari Ernest
Rutherford melakukan eksperimen di Laboratorium Fisika Universitas Manchester untuk
membuktikan kebenaran dari teori atom yang dikemukakan oleh thomson.

6
Pada tahun 1911 Ernest Rutherford bermaksud melanjutkan penelitian Philipp
Lenard, hanya saja Rutherford mengganti partikel elektron dengan partikel dan lempeng
alumunium dengan lempeng emas.
Eksperimen ini melibatkan penembakan partikel alfa (inti atom helium atau ion
helium dengan muatan positif) yang diemisikan oleh unsur Radium pada lempengan logam
emas tipis dan kemudian mendeteksi partikel alfa yang telah melewati lempengan logam
emas tersebut dengan menggunakan layar yang dilapisi seng sulfide (ZnS) sebagai
dtetektor.
Rutherford berpendapat bahwa apabila struktur atom yang dikemukakan oleh
Thomson adalah benar maka sebagian besar berkas partikel alfa akan melewati lempengan
logam emas dan sebagian kecil sekali yang akan didefleksi. Akan tetapi,hasil eksperimen
Rutherford sangat mengejutkan, walaupun sebagian besar berkas partikel alfa melewati
lempengan logam emas, terdapat banyak berkas partikel alfa yang didefleksi dengan sudut
yang besar (lebih dari 900), bahkan terdapat berkas partikel alfa yang direfleksi kembali
kearah sumber tanpa pernah menyentuh layer detector.
Setelah merunut pola-pola partikel alfa yang ditembakkan ke lempeng logam emas,
maka Rutherford mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar ruang dalam atom adalah
ruang kosong, dan terdapat massa yang terkonsentrasi pada pusat atom yang bermuatan
positif dimana ukurannya 10.000 kali lebih kecil dibanding ukuran keseluruhan bagian
atom, dan elektron mengelilingi inti atom tersebut seperti planetplanet kita mengelilingi
matahari.

7
Rutherford menyimpulkan struktur atom tersebut berlandaskan eksperimennya sebagai

Berikut :

1. Sebagian besar berkas partikel alfa yang dapat melewati lempengan logam emas
menunjukan bahwa partikel alfa ini melewati ruang kosong yang ada di dalam atom
sehingga dengan mudah partikel alfa ini melewati ruang kosong tersebut tanpa
hambatan yang berarti.
2. Berkas partikel alfa yang didefleksi menunjukan bahwa partikel alfa tersebut berada
pada posisi yang dekat dengan inti atom yang bermuatan positif. Muatan positif dengan
muatan positif akan saling tolak menolak, hal inilah yang menyebabkan partikel alfa
dibelokan dengan sudut yang besar.
3. Berkas partikel alfa yang di refleksi kembali (dipantulkan kembali) menunjukan bahwa
partikel alfa tersebut bertumbukkan dengan inti atom yang bermuatan positif. Inti atom
emas mempunyai massa dan muatan positif yang lebih besar disbanding dengan massa
dan muatan partikel alfa, hal inilah yang membuat partikel alfa di pantulkan kembali.
4. Atom bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan.
5. Jika lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka
didalam atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
6. Partikel tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta
bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000
merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000
lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan dari percobaan tersebut, Rutherford


mengusulkan model atom yang dikenal dengan Model Atom yaitu Atom yang terdiri dari
inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan
negatif.

8
Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi
mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.

2.3. Teori Atom Rutherford


Hasil penelitian Rutherford sekaligus menggantikan model atom Thomson,
Rutherford mengajukan model atom yang menyatakan bahwa atom tersusun dari inti yang
bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, seperti planet
mengelilingi matahari. Massa atom terpusat pada inti dan sebagian besar volum atom
merupakan ruang hampa/kosong. Karena atom bersifat netral, maka jumlah muatan positif
dalam inti (proton) harus sama dengan jumlah elektron.
Tidak beberapa lama Rutherford mengajukan model atomnya, ternyata terdapat
beberapa kelemahan. Model atom Rutherford bersifat tidak stabil karena bertentangan
dengan hukum fisika klasik Maxwell.

2.4. Kelebihan dan kelemahan Model Atom Rutherford


Kelebihan
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun dari inti atom dan elektron yang
mengelilingi inti. Rutherford menduga bahwa didalam inti atom terdapat partikel netral
yang berfungsi mengikat partikel-partikel positif agar tidak saling tolak menolak.
Berdasarkan hasil percobaan hamburan partikel alfa, Rutherford mengemukakan
gagasannya tentang struktur atom ---> penemu struktur atom yang menyatakan bahwa
atom terdiri atas inti atom dengan elektron yang berputar mengelilinginya dalam
lintasan atau orbit yang dibayangkan seperti tatasurya dimana inti atom sebagai

9
matahari dengan elektron-elektron sebagai planet yang berputar mengelilinginya.
(model atom tata surya)
Kekurangan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom.
Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi
sehingga lama - kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama
akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya
Anda ikatkan sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali
tersebut di atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan
pelan dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal
memegang tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan
lintasan/kedudukan elektron yang nanti disebut dengan kulit.

10
BAB III

METODE PENELITIAN

2.1. Alat

2.2. Langkah Kerja

Secara garis besar, prosedur dan cara kerja analisis dalam PhET adalah :
1. Mendownload program Physics Education Technology (PhET).

11
2. Setelah Photoelectric effect aktif, akan menghasilkan tampilan sebagai berikut :

3. Setelah tampilan tersebut muncul, maka eksperimen secara virtual dapat dilakukan
dengan melakukan manipulasi terhadap sifat atomnya yaitu menentukan banyak nya
Proton dan Neutron yang ditunjukkan oleh kotak merah pada gambar berikut :

12
Dengan rentang nilai banyaknya Proton antara 20 sampai dengan 100, dan interval
point untuk banyaknya neutron yaitu 20 150.

4. Mengubah nilai sifat partikel alfa yaitu dari energy minium ke maksimum dapat
dilakukan dengan menggeser tombol yang ditunjukkan oleh anak pada pada gambar
berikut :

13
5. Jika telah di set sesuai dengan keinginan pada simulasi dapat dijalankan dengan
menekan tombol play, lalu menekan tombol tembak pada point merah dan akan
menghasilkan tampilan sebagai berikut :

6. Untuk dapat melihat jejak dari hamburan partikel alfa dapat dilihat dengan cara
mencentang kolom Tunjukkan Jejak maka akan mengahsilkan gambar sebagai
berikut :

14
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan

4.1.1. Pengaruh Jumlah Proton terhadap Jumlah hamburan Partikel Alfa

Tabel 4.1

No. Jumlah Proton Jumlah Neutron Jumlah Partikel Alfa


1 20 20
2 40 20
Jumlah Proton memperngaruhi
3 60 20
jumlah partikel alfa
4 80 20
5 100 20

Gambar Hasil Pengamatan

Jumlah Proton 20

15
Jumlah Proton 40

Jumlah Proton 60

16
Jumlah Proton 80

Jumlah Proton 100

17
4.1.2. Pengaruh Jumlah Neutron terhadap Jumlah hamburan Partikel Alfa

Tabel 4.2

No. Jumlah Proton Jumlah Neutron Jumlah Partikel Alfa


1 20 20
2 20 40 Jumlah Neutron tidak
3 20 60 mempengaruhi jumlah partikel
4 20 80 Alfa
5 20 100

Gambar Hasil Pengamatan

18
4.1.3. Pengaruh Jumlah Proton dan Jumlah Neutron

Gambar Hasil Pengamatan

4.2. Pembahasan

Dari hasil pengamatan yang telah telah dilakukan untuk percobaan pertama yaitu
pengaruh jumlah proton terhadap jumlah hamburan partikel alfa yang dihasilkan. Dimana
semakin besar jumlah proton yang diberikan, maka partikel yang terhambur semakin
sedikit. Selain itu dari hasil percobaan memperlihatkan semakin banyak jumlah proton
maka semakin jauh jarak pantul hamburan partikel alfa terhadap inti atom.
Sedangkan ketika dilakukan percobaan untuk melihat pengaruh neutron yaitu
dengan menetapkan jumlah proton dan merubah jumlah neutronnya memperlihatkan
bahwa tidak mempengaruhi banyaknya hamburan Alfa yang dihasilkan.
Adapun pengaruuh energi terhadap hambuaran partikel alfa yang dihasilan
meperlihatkan bahwa jika energy bernilai minimum gerakan hamburan partikel alfa yang

19
dihasilan semakin kecil kemudian membentuk sudut 90 dan jarak pantul yang dihasilkan
tidak terlalu dekat oelh inti. Sedangkan ketika diberi energi maksimum hal yang dapat
teramati yaitu gerakan dari partikel yang terhambur semakin cepat. Kemudian jarak
partikel yang terpantul hampir mendekati inti dan membentuk sudut yang lebih besar.
Percobaan terakhir yaitu melihat pengaruh jumlah proton dan jumlah neutron yang
bernilai sama. Dari hasil percobaan terlihat bahwa apabila muatan positif dan negative
bernilai sama, makan inti atom tersebut akan bernilai netral. Sehingga dari hasil hamburan
yang dihasilkan terlijat bahwa partikel alfa menolak mendekati inti.

20
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

1. Atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif dan elektron-elektron yan
bermuatan negatif
2. Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong yang massanya terpusat pada
inti atom.
3. Oleh karena atom bersifat netral maka jumlah muatan positif harus sama dengan jumlah
muatan negatif.
4. Di dalam atom, elektron-elektron bermuatan negatif selalu bergerak mengelilingi inti
atom.

Model atom Rutherford bersifat tidak stabil karena bertentangan dengan hukum
fisika klasik Maxwell. Berdasarkan hukum tersebut, jika ada partikel bermuatan (elektron)
mengelilingi inti atom yang memiliki muatan yang berlawanan (proton) maka elektron
akan memiliki percepatan dan memancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik,
dengan demikian lama kelamaan elektron akan kehilangan energinya. Akibatnya, jari-jari
lintasan semakin kecil, hingga suatu saat elektron akan bergabung inti atom. Padahal
kenyataannya, atom bersifat stabil sehingga elektron tidak bergabung dengan inti atom.

21
DAFTAR PUSTAKA

Basier, Arthur. 2003. Concepts of Modern Physics-Sixth Edition. McGraw-Hill. New York.

Krane,Kanneth S. 1992. Fisika Modern. Universitas Indonesia. Jakarta: UI-press. Hal.217-244

Lybold. 1998. General Cataloque of Physics Experiment.1998

22