Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

IDENTITAS NASIONAL

PENYUSUN :

Ariza Hernaldi (207)


Dwi agus Handriana (206)
Hikmah Hariyati (212)
Muhammad Narendra (210)
Muhammad Sarahsi (209)
Vita Diana Rosyada (208)
Yudha Nurma Yunita (169)
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-
Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Kewargaegaraan dengan judul Identitas
Nasional dengan baik tanpa adanya kendala apapun yang berarti.

Tugas makalah ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah
Kewarganegaraan. Tujuan lain penyusunan tugas ini adalah supaya para pembacanya dapat
memahami tentang arti identitas nasional dan menumbuhkan rasa nasionalisme kepada
negara.

Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam


penyelesaian makalah ini. Yang utama kami mengucapakan terimakasih kepada Bapak Tukina
selaku dosen mata kuliah Kewaganegaraan.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kami
sebagai penulis pada khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih
jauh dari sempurna untuk itu kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan kearah sempurna. Kami mengucapkan terimakasih.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Setiap negara di dunia memiliki berbagai ciri sebagai identitas bangsa dan negaranya.
Berbagai macam ciri yang diantaranya berbentuk lambang negara, bahasa nasional, lagu
nasional, budaya, dan lain-lain. Tujuan dan cita-cita bangsa pun juga merupakan sebuah
identitas. Dan sebagai contoh Indonesia memiliki lambang negara berbentuk Burung Garuda.

B. Permasalahan

1. Pengertian identitas nasional


2. Karakteristik identitas nasional
3. Proses berbangsa dan bernegara
4. Identitas nasional dan globalisasi

C. Tujuan

Memahami dan membangun kembali identitas nasional dan menumbuhkan rasa


nasionalisme.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Identitas Nasional

Terminologi Identitas berasal dari Bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian ciri-ciri,
sifat khas atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakanya dengan
hal-hal lainnya. Kata nasional berasal dari kata nation yang memiliki arti bangsa, menunjukkan
kesatuan komunitas social cultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan, serta
ideologi bersama.

Menurut Srijanti dkk (2008), identitas nasional dapat didefinisikan sebagai manifestasi nilai-
nilai budaya yang tumbuh dam berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation)
dengan ciri- ciri khas, dan dengan ciri-ciri khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa yang
lain dalam kehidupannya.

B. Karakteristik Identitas Nasional

Sejarah menjadi unsur pembentuk identitas nasional yang paling signifikan. Karena
parasaan senasib dan sepenanggungan dalam menghadapi gejolak kehidupan di masa lampau.
Perjalanan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan nasib bangsa dan negaranya menjadi
identitas nasional dan sekaligus menjadi sebuah kebanggaan bangsa Indonesia untuk dapat
berjalan tegak diantara bangsa-bangsa lain di dunia.

Bangsa memiliki 2 konsep, yaitu Cultural Unitiy dan Political Unitiy, maka identitas juga
terdiri dari dua, yaitu identitas suku kebangsaan dan identitas kebangsaan.

1.) Identitas Cultural Unity (Identitas kesukubangsaan)

Cultural Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian kebudayaan. Cultural unitiy
disatukan oleh adanya kesamaan yang bersifat alamiah dan etnik, seperti ras, suku, agama,
adat dan budaya, keturunan dan daerah asal. Unsur-unsur ini menjadi identitas kelompok
bangsa yang bersangkutan sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain.

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam
kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dalam belajar (Koentjaranigrat). Oleh
karena itu, kebudayaan menjadi salah satu faktor pembentuk identitas nasional.
2.) Identitas Political Unity (Identitas Kebangsaan)

Political Unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik, yaitu bangsa-negara.
Kesamaan primordial dapat saja menciptakan bangsa tersebut untuk bernegara, namun dewasa
ini negara yang relatif homogen yang hanya terdiri dari satu bangsa tidak banyak terjadi.

Identitas kebangsaan merupakan kesepakatan dari banyak bangsa didalamnya. Identitas


kebangsaan bersifat buatan, sekunder, etis dan nasional. Beberapa bentuk identitas nasional
adalah bahasa nasional, lambang nasional, semboyan nasional, bendera nasional dan ideologi
nasional.

Sebagai contoh ragam bahasa di Indonesia sangatlah banyak, Bahasa Indonesia yang berasal
dari bahasa Melayu akhirnya digunakan untuk komunikasi oleh suku bangsa yang berbeda-beda
ini. Bahasa merupakan salah satu unsur penting pembentuk identitas nasional, karena bahasa
merupakan sarana untuk manusia berkomunikasi.

Beberapa bentuk identitas nasional Indonesia:

a. Pancasila sebagai dasar falsafah Negara


b. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa persatuan
c. Bendera merah putih sebagai bendera Negara
d. Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
e. Lambang Negara yaitu Garuda Pancasila
f. Semboyan Negara yaitu Bhineka Tunggl Ika
g. Konstitusi negara yaitu UUD 19945
h. Bentuk Negara kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat
i. Konsepsi wawasan nusantara
j. kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional

C. Proses berbangsa dan bernegara

Proses bangsa yang menegara memberikan gambaran tentang bagaimana terbentuknya


bangsa dimana sekelompok manusia yang berada didalamnya merasa sebagai bagian dari
bangsa. Negara merupakan organisasi yang mewadai bagsa-bangsa tersebut merasakan
pentingnya keberadaan Negara sehingga tumbuhlah kesadaran untuk mempertahankan untuk
tetap tegaknya dan utuhnya negara melalui upaya bela negara.

Dalam upaya untuk memahami proses berbangsa dan bernegara, merupakan bagian yang
tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan kehidupan suatu masyarakat. Kesadaran
terhadap sejarah menjadi penting ketika suatu masyarakat itu mulai menyadari bagaimana
posisinya sekarang dan seperti apa jati diri atau identitasnya serta apa yang akan dilakukannya
kedepan.
Dalam hal ini, masyarakat dituntut untuk menciptakan suatu identitas bersama, karena
hal ini dapat memberikan masyarakat disuatu wilayah teretentu suatu perasaan solidaritas
sosial. Nilai dan norma-norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang
menunjukkan bagaimana nila-nilai tersebut akan diwujudkan.

Dengan terwujudnya identitas bersama sebagai bangsa dan negara Indonesia dapat
mengikat ekstensinnya serta memberikan daya hidup sebagai bangsa dan negara yang merdeka
dan berdaulat dalam hubungan internasional akan dihargai dan sejajar dengan bangsa dan
negara lain. Identitas bersama itu juga dapat menunjukkan jati diri serta kepribadiannya. Rasa
solidaritas sosial, kebersamaan sebagai kelompok dapat mendukung upaya mengisi
kemerdekaan. Dengan identitas bersama itu juga dapat memberikan motivasi untuk mencapai
kejayaan bangsa dan negara dimasa depan.

D. Identitas nasional dan globalisasi

Nasional sebuah bangsa merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memperkenalkan
sebuah bangsa atau negara ke mata dunia. Dengan adanya Globalisasi, identitas sebuah bangsa
dan negara dapat mudah dikenalkan ke mata internasional atau juga identitas tersebut mudah
tenggelam karena terpengaruh oleh bangsa dan negara lain.

Salah satu identitas bangsa Indonesia adalah dikenal sebagai sebuah bangsa yang
majemuk. Kemajemukan Indonesia dapat dilihat dari sisi sejarah, kebudayaan, suku bangsa,
agama, dan bahasa.

Sejarah: Menurut catatan sejarah, sebelum menjadi sebuah negara, bangsa Indonesia
pernah mengalami masa kejayaan yang gemilang. Kebesaran dua kerajaan nusantara telah
membekas pada semangat perjuangan Bangsa Indonesia pada abad-abad berikutnya.
Semangat juang bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah, yang telah menjadi ciri khas
tersendiri bagi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu unsur pembentuk
identitas nasional Indonesia.

Kebudayaan: aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentukan identitas nasional


meliputi tiga unsur, yaitu akal budi, peradaban, dan pengetahuan.

Suku bangsa: Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Kemajemukan


alamiah bangsa Indonesia dapat dilihat pada keberadaan lebih dari ribuan kelompok suku,
beragam bahasa, budaya, dan ribuan kepulauan.
Agama: Keanekaragaman agama merupakan identitas lain dari kemajemukan alamiah
Indonesia. Dengan kata lain, keragaman agama dan keyakinan diIndonesia tidak hanya
dijamin oleh konstitusi negara, tetapi juga merupakan suatu rahmat Tuhan Yang Maha Esa
yang harus tetap dipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia.

Bahasa: Bahasa Indonesia adalah salah satu identitas nasional Indonesia yang penting.
Sekalipun Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa Indonesia yang
digunakan sebagai bahasa penghubung berbagai kelompok etnis yang mendiami kepulauan
Nusantara memberikan nilai identitas tersendiri bagi bangsa Indonesia.

PENTING!

Indonesia memiliki Pancasila sebagi sebuah pandangan hidup bangsa Indonesia yang
bersifat terbuka dan dinamis, merupakan perpaduan antara nilai-nilai keIndonesiaan yang
majemuk dan nilai-nilai yang bersifat universal. Dan Pancasila merupakan simpul nasional yang
paling tepat bagi bangsa Indonesia yang majemuk.

Secara umum globalisasi adalah suatu perubahan sosial dalam bentuk semakin
bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat
transkulturasi dan perkembangan teknologi modern. Memahami globalisasi adalah suatu
kebutuhan, mengingat majemuknya fenomena tersebut.

Globalisasi merupakan fenomena berwajah majemuk. Istilah globalisasi sering


diidentikkan dengan: Internasionalisasi, Liberalisasi, Universalisasi, Westernisasi, Amerikanisasi,
dan de-Teritorialisasi.

Beberapa pengertiam globalisasi :

Pertama, globalisasi sebagai transformasi kondisi spasial-temporal kehidupan.


Kedua, globalisasi sebagai transformasi lingkup cara pandang.
Ketiga, globalisasi sebagai transformasi modus tindakan dan praktik.

Dengan demikian, peningkatan saling keterkaitan antara seseorang atau satu bangsa
dengan bangsa lainnya telah menggiring dunia kearah pembentukan desa global. Desa global
merupakan kenyataan sosial yang saling terpisah secara fisik tapi saling berhubungan dan
memengaruhi secara nonfisik.

Era Globalisasi merupakan era yang penuh dengan kemajuan dan persaingan,
sedangkan Identitas Nasional sebuah bangsa merupakan hal yang sangat diperlukan untuk
memperkenalkan sebuah bangsa atau negara dimata dunia. Dengan adanya Globalisasi,
identitas sebuah bangsa dan negara dapat mudah dikenalkan dimata internasional atau juga
identitas tersebut mudah tenggelam karena terpengaruh oleh bangsa dan negara lain.
Akan tetpai bangsa Indonesia tengah mengalami krisis identitas yang sangat
membahayakan bagi nilainilai dasar Identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Globalisasi yang
terus berkembang pesat membuat nilainilai budaya bangsa Indonesia mulai terkikis oleh
budayabudaya barat yang kurang sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia seperti halnya
budaya berpakaian.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Identitas nasional adalah sebuah ciri khas, sebuah karakteristik, sebuah tanda pengenal
yang dimiliki oleh sebuah negara dan berbeda dari negar-negara lainnya. Dan sebagai sebuah
ciri khas seharusnya sifat itu sangatlah melekat pada seluruh kehidupan bangsa negara
tersebut.

Era Globalisasi yang sekarang menguasai dunia seharusnya tidak dapat berpengaruh
pada sebuah identitas nasional. Namun pada kenyataannya, keadaan tersebut telah banyak
mengubah kehidupan bangsa Indonesia. Krisis identitas yang melanda negeri ini menyebabkan
kehancuran moral dan nilai.

2. Saran

Menghargai dan membiasakan melakukan kegiatan yang berunsur Identitas Nasional Negara
sendiri itu jauh lebih baik di banding mempelajari kebiasaan atau budaya yang di anut oleh
Negara lain.