Anda di halaman 1dari 16

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatNyalah sehingga
makalah mengenai Jurnal , Buku Besar dan Buku Besar Pembantu ini dapat tersusun hingga
selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Harapan kami semoga makalah yang kami susun ini dapat memberikan manfaat dan
menunjang bagi proses pembelajaran khususnya pada mata kuliah Pengantar Akuntansi II.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

2
DAFTAR ISI

COVER ........................................................................... Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR .................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB 1 PENDAHULUAN .............................................. Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang ................................................... Error! Bookmark not defined.
1.2 Rumusan Masalah .............................................. Error! Bookmark not defined.
1.3 Tujuan Penulisan................................................ Error! Bookmark not defined.
1.4 Manfaat Penulisan................................................................................................ 5
BAB 2 PEMBAHASAN ................................................. Error! Bookmark not defined.
2.1 Pengertian Jurnal................................................ Error! Bookmark not defined.
2.2 Fungsi Jurnal........................................................................................................ 6
2.3 Jurnal Umum Perusahaan Dagang ....................................................................... 7
2.3.1 Metode Fisik ................................................................................................8

2.3.2 Metode Perpetual .........................................................................................9

2.4 Buku Besar ........................................................................................................ 11


2.4.1 Tujuan Buku Besar Umum ....................................................................... 11

2.4.2 Fungsi Buku Besar Umum ....................................................................... 11

2.4.3 Bentuk Buku Besar ................................................................................... 12

2.5 Buku Besar Pembantu ... ................ 13

2.5.1 Macam-Macam Buku Besar Pembantu .................................................... 13

2.5.2 Fungsi Buku Besar Pembantu .................................................................. 14

2.5.3 Kelebihan Buku Besar Pembantu ............................................................. 14

BAB 3 PENUTUP .......................................................................................................... 15


3.1 Simpulan ............................................................................................................ 15
3.2 Saran .................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 19

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perekonomian Indonesia sedang mengalami masa-masa sulit akibat krisis yang terjadi di
pertengahan tahun 1997 dan sampai sekarang belum mengalami pemulihan secara total.
Banyak perusahaan yang gulung tikar karena menderita kerugian dan tidak bisa bertahan
dalam perekonomian seperti ini. Maka setiap perusahaan dituntut untuk dapat meningkatkan
kinerja perusahaan, baik yang menyangkut perencanaan maupun pengendaliannya. Selain
itu di zaman perdagangan bebas ini, setiap perusahaan harus siap untuk bersaing dengan
perusahaan-perusahaan asing. Setiap perusahaan baik itu perusahaan dagang, perusahaan
jasa maupun perusahaan manufaktur selalu menjalankan aktivitas yang beragam. Setiap
perusahaan tentu akan berbeda cara perhitungannya .
Dalam siklus akuntansi, terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling
berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap tahap tersebut adalah
tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran dan tahap pelaporan. Dalam makalah ini,
pembahasan hanya meliputi tahap pencatatan yaitu membuat jurnal, posting ke buku besar
dan buku besar pembantu.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana bentuk jurnal umum perusahaan dagang?
2. Bagaimana cara memposting ke buku besar?
3. Bagaimana bentuk buku besar pembantu?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui bentuk jurnal umum perusahaan dagang
2. Untuk mengetahui cara memposting dari jurnal ke buku besar
3. Untuk bentuk buku besar pembantu

4
1.4 Manfaat Penulisan
1) Bagi pembaca
Dapat memahami mengenai bentuk jurnal umum perusahaan dagang, mengetahui
cara memposting jurnaal ke buku besar dan mengetahui bentuk buku besar
pembantu.
2) Bagi penulis
Dapat menambah ilmu dari pembuatan ini dan mengetahui dan memahami lebih
detail tentang jurnal umum perusahaan dagang, memposting dari jurnal ke buku
besar dan buku besar pembantu.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN JURNAL

Dalam praktiknya, pencatatan transaksi tidak langsung dicatat dalam buku besar, tetapi
harus melalui jurnal dahulu supaya tidak banyak terdapat kesalahan. Apabila transaksi
dicatat langsung ke dalam buku besar, jika terjadi kesalahan dalam mencatat, akan
mendapatkan kesulitan. Kesalahan tersebut akan memengaruhi siklus atau putaran akuntansi
beriktunya.

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis
(berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun/perkiraan yang harus di debit dan di
kredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya
bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar sehingga jurnal sering
dikatakan sebagai catatan asli (book of original entry).

2.2 FUNGSI JURNAL

Setelah memahami batasan atau pengertian jurnal serta cara-cara dalam membuat jurnal,
selanjutnya akan dipelajari fungsi jurnal. Jurnal termasuk salah satu proses pencatatan dalam
akuntansi dan merupakan penghubung antara transaksi dengan buku besar. Fungsi jurnal
ialah sebagai berikut:

a. Fungsi Pencatatan, artinya semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang
ada harus dicatat.
b. Fungsi Historis, artinya transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan urutan waktu
(kronologis)
c. Fungsi Analisis, artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil
analisis dari bukti-bukti transaksi hingga jelas letak debit/kredit perkiraan beserta
jumlahnya.
d. Fungsi Instruktif, artinya pencatatan dalam jurnal merupakan intruksi atau perintah untuk
melakukan posting atau memindahkan debit/kredit ke dalam buku besar.

6
e. Fungsi Informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai
transaksi yang terjadi.
2.3 JURNAL UMUM PERUSAHAAN DAGANG
Jurnal umum pada perusahaan dagang merupakan pada dasarnya sama dengan jurnal
umum perusahaan jasa. Pada jurnal umum perusahaan dagang digunakan untuk mencatat
seluruh transaksi keuangan yang timbul akibat kegiatan perdagangan. Berikut ini
merupakan bentuk dari jurnal umum perusahaan dagang:

Tanggal Nama Akun dan Reff Debit Kredit


Deskripsi Singkat
(1) (2) (3) (4) (5)

Keterangan:

1. Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
2. Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang didebet dan dikredit,
disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut.
3. Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal
dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan
kosong.
4. Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
5. Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
6. Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar

Pada pencatatan jurnal umum perusahaan dagang, terdapat dua metode, yaitu metode fisik atau
periodik dan metode perpetual.

2.3.1 Metode Fisik (Periodik)


Dalam suatu metode periodik, perusahaan tidak menyediakan pencatatan detail atas
persedian yang dimilikinya sepanjang periode. Penentuan beban perolehan barang yang
terjual, hanya dilakukan pada setiap akhir periode. Tahapan yang dilakukan untuk

7
melakukan besarnya biaya perolehan barang yang terjual pada sistem persediaan periodik
yaitu:
1. Tentukan biaya perolehan persediaan yang ada pada awal periode (persediaan
awal).
2. Tambahkan biaya perolehan barang, yang dibeli sepanjang periode (pembelian)
kebiaya perolehan persediaan awal tahun.
3. Kurangi dengan biaya perolehan barang, yang ada pada akhir periode (persediaan
akhir)

Metode ini pada umumnya digunakan pada perusahaan dagang, yang menjual barang
yang relative tidak mahal, seperti took-toko penjual makanan.

2.3.2 Metode Perpetual


Pada metode ini perusahaan melakukan pencatatan secara detail atas biaya
perolehan persediaan barang dagangan yang dibeli maupun yang dijual. Pencatatan yang
berlangsung terus menerus ini menunjukan persediaan yang seharusnya ada untuk setiap
jenis persediaan. Metode ini diyakini dapat menciptakan pengawasan yang lebih baik,
atas persediaan. Meskipun pencatatan persediaan dilakukan terus menerus, perhitungan
fisik persediaan tetap perlu dilakukan paling sedikit sekali dalam setahun . dengan adanya
perhitungan fisik, dapat ditentukan jumlah persediaan akhir yang benar untuk disajikan di
laporan keuangan, dan sekaligus memeriksa ketelitian pencatatan perpetual.

Contoh Soal :

Selama bulan Desember 2012, Toko Waserba mencatat transaksi-transaksi sebagai berikut:

Des. 3 Membeli 50 Lusin kain baik dari juragan batik Erlangga secara kredit
sebesar Rp. 21.600
4 Membayar ongkos kirim pembelian kain batik pada tanggal 3 Desember
sebesar Rp.500
6 Menjual berbagai oleh-oleh batik kepada Galeri Hatmini dengan termin
kredit 2/10, n/30, FOB shipping point, senilai Rp.8.500. Beban pokok
penjualan barang yang dijual tersebut Rp.5.000

8
14 Galeri Hatmini meretur beberapa barang yang dibeli tanggal 6 Desember
seharga Rp.1.500. Beban pokok penjualan barang yang diretur Rp.900
16 Menerima pelunasan piutang dari Galeri Hatmini
20 Menjual kain batik kepada Butik Konstania dengan termin kredit 1/10,
n/30,FOB shipping point, senilai Rp.26.000. Beban pokok penjualan
Rp.13.200
26 Menerima return barang dari Ibu Eiffeliena, pembeli ritel yang sudah
membayar tunai sebesar Rp.1.200. Beban pokok penjualan dari barang yang
diretur Rp.700
30 Menerima pelunasan piutang dari Butik Konstania atas penjualan tanggal 20
Desember termasuk ongkos kirimnya
Metode Perpetual
Tanggal Uraian Ref Dr. Cr.
Post
2013
3-Des Persediaan Barang Dagang 21.600
Utang Dagang 21.600
4-Des Persediaan Barang Dagang 500
Kas 500
6-Des Piutang Dagang 8.500
Penjualan 8.500
6-Des Beban Pokok Penjualan 5.000
Persediaan Barang Dagangan 5.000
14-Des Retur dan Potongan Penjualan 1.500
Piutang Dagang 1.500
14-Des Persediaan Barang Dagang 900
Beban Pokok Penjualan 900
20-Des Piutang Dagang 26.000
Penjualan 26.000
20-Des Beban Pokok Penjualan 13.200

9
Persediaan Barang Dagangan 13.200
26-Des Retur dan Potongan Penjualan 1.200
Kas 1.200
26-Des Persediaan Barang Dagang 700
Beban Pokok Penjualan 700
30-Des Kas 26.840
Diskon Penjualan 260
Piutang Dagang 27.100

Metode Periodik
Tanggal Uraian Ref Dr. Cr.
Post
2013
3-Des Pembelian 21.600
Utang Dagang 21.600
4-Des Beban Kirim Pembelian 500
Kas 500
6-Des Penjualan 8.500
Piutang Dagang 8.500
14-Des Retur dan Potongan Penjualan 1.500
Piutang Dagang 1.500
20-Des Piutang Dagang 26.000
Penjualan 26.000
26-Des Retur dan Potongan Penjualan 1.200
Kas 1.200
30-Des Kas 26.840
Diskon Penjualan 260
Piutang Dagang 27.100

10
2.4 BUKU BESAR

Buku besar adalah buku yang memuat kumpulan perkiraan-perkiraan yang saling
berhubungan serta mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva,
kewajiban dan modal perusahaan. Banyaknya perkiraan buku besar yang dibutuhkan oleh
perusahaan berbeda-beda, tergantung kepada keuangan dan kekayaan perusahaan, volume
transaksi, serta informasi yang diinginkan. Dalam suatu proses pembukuan, setelah
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, selanjutnya transaksi tersebut di catat ke dalam
buku besar yaitu dengan cara memindahbukukan jumlah-jumlah yang ada pada jurnal ke
dalam buku besar yang sesuai, kegiatan pembukuan ini dinamakan memposting.

Buku Besar Umum (General Ledger): Buku Besar Umum sering disebut juga buku besar
induk, yaitu semua perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang
usaha, persediaan utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri sendiri dan
berfungsi mengikhtisarkan pengaruh transaksi terhadap perubahan aktiva, kewajiban dan
modal perusahaan. Sistem Buku Besar Umum menampilkan proses transaksi untuk Buku
Besar Umum dan Siklus Pelaporan Keuangan.

2.4.1 Tujuan Buku Besar Umum (General Ledger):


1. Mencatat semua transaksi akuntansi secara akurat dan benar.
2. Memposting transaksi-transaksi ke akun yang tepat.
3. Menjaga keseimbangan debet dan kredit pada akun.
4. Mengakomodasi entry jurnal penyesuaian yang dibutuhkan.
5. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan tepat waktu untuk
setiap periode akuntansi
2.4.2 Fungsi Buku Besar Umum (General Ledger):
1. Mengumpulkan data transaksi
2. Mengklasifikasikan dan mengkodekan data transaksi dan akun
3. Memvalidasi transaksi yang terkumpul
4. Meng-update-kan Akun Buku Besar Umum dan File Transaksi
5. Mencatatkan penyesuaian terhadap Akun
6. Mempersiapkan Laporan Keuangan

11
2.4.3 Bentuk Buku Besar

Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

1. Bentuk T (T account)
Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk
seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan
menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun
diletakan di kanan atas. Contoh buku besar bentuk T :

Nama Akun : Kas Kode : 101

2. Bentuk Skontro
Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinya
sebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. Contoh
buku besar skontro :

Nama Akun : Utang Usaha Kode : 201

Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit

3. Bentuk staffle (berkolom saldo tunggal)

Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif
banyak. contohnya dibawah ini :

12
4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya
perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom
kredit, contohnya di bawah ini :

Keterangan:

1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis

2. Diisi penjelasan transaksi

3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal

4. Diisi jumlah uang yang didebet

5. Diisi jumlah uang yang dikredit

6. Dan diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit

2.5 PENGERTIAN BUKU BESAR PEMBANTU

Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun
tertentu dan perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku
besar berfungsi sebagai akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu
merupakan rincian dari akun buku besar tertentu. Dengan bahasa lain, buku besar
pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku besar umum (general
ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu akun
besar umum.

2.5.1 Macam - Macam Buku Besar Pembantu


Buku besar pembantu terdiri dari:

13
1. Buku Besar Pembantu Piutang (Accounts Receivable Subsidiary Ledger)
Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat rincian piutang
perusahaan kepada masing-masing langganan (debitur)
2. Buku Besar Pembantu Utang (Accounts Payable Subsidiary Ledger)
Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat perincian utang
perusahaan kepada masing-masing kreditur
2.5.2 Fungsi Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu berfungsi untuk mencatat rincian akun
tertentu yang ada di Buku Besar Umum. Akun Buku Besar Umum yang
rinciannya dicatat dalam Buku Besar Pembantu disebut Akun Pengawas
(Controlling Account). Sedangkan akun-akun yang merinci akun
pengawas disebut Akun Pembantu (Subsidiary Account). Dua buku besar
pembantu yang umum adalah Buku Pembantu Utang dan Buku Pembantu
Piutang. Untuk entitas sektor publik, setiap akun bisa atau perlu dibuat
buku besar pembantu karena mengingat luasnya akun-akun dalam setiap
entitas. Untuk selanjutnya, buku besar umum sering disingkat menjadi
buku besar dan buku besar pembantu yang disingkat dengan nama buku
pembantu.
2.5.3 Kelebihan Buku Besar Pembantu
1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar
umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini
juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan
saldo dalam akun buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo
dalam buku pembantu.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengerjaan akuntansi.
4. Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung
transaksi kedalam buku pembantu.

14
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dalam jurnal umum perusahaan dagang, terdapat dua metode pencatatannya yaitu
metode periodik dan metode perpetual. Kemudian, setelah selesai membuat jurnal,
transaksi-transaksi dalam jurnal umum tersebut di posting ke buku besar agar semua
transaksi yang ada di catat degan tepat dan akurat. Selain itu, terdapat buku besar
pembantu yang memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum
terdiri dari akun-akun yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi
kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.

3.2 SARAN

Di akhir penulisan makalah ini diharapkan kepada pembaca agar lebih memahami
dan mengetahui mengenai Jurnal Umum Perusahaan Dagang, Posting ke Buku Besar dan
Buku Besar Pembantu.

15
DAFTAR PUSTAKA

Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar Dasar Akuntansi Jilid 1 Edisi 7. Yogyakarta : STIE YKPN

http://www.kaskus.co.id/thread/5369a115138b46db308b4721/buku-besar-pembantu-pengertian-
fungsi-dan-kelebihannya/ (diakses 30 April 2016)

http://basicakuntansi.blogspot.co.id/p/blog-page_9.html (diakses 30 April 2016)

16