Anda di halaman 1dari 2

2.

Persiapan pasien

a. Persiapan fisik
Menilai keadaan umum meliputi tanda-tanda vital, berat badan, denyut jantung bayi, tinggi
badan.
Memasang dower cateter untuk menilai balance cairan.
Memasang IV line.
Puasa 6-8 jam.
Cukur daerah operasi.
Menanggalkan semua perhiasan, gigi palsu dan membersihkan semua kosmetik.
Personal hygiene jika memungkinkan.
Mengganti pakaian dengan pakaian khusus operasi.
Menanyakan riwayat penyakit, riwayat alergi dan riwayat konsumsi obat-obatan.

b. Persiapan Mental.
Memberikan penjelasan tentang indikasi operasi yang dilakukan demi keselamatan ibu dan
janin.
Memberikan penjelasan tentang tindakan dan pembiusan yang akan dilakukan.
Mengorientasikan klien sebelum operasi kerungan bedah atau kamar operasi.
Memberi kesempatan kepada suami atau orang tua untuk mendampingi pasien di ruang
tunggu sebelum operasi dimulai.
Mengajak klien dan keluarga untuk berdoa demi kelancaran operasi yang kan dilakukan.

c. Persiapan penunjang.
Pemeriksaan laboratorium
Meliputi : HB, AL, AT, CT/BT, HMT, Hbsag, SGOT, SGPT, Ureum Creatinin, Pemeriksaan
urine.
Pemeriksaan ECG
Pemeriksaan USG

d. Informed consent.

3. Persiapan Anestesi.

Operasi SC bisa dilakukan dengan teknik General anestesi maupun Regional anestesi.

a. Persiapan General anestesi


Obat meliputi obat-obat premedikasi, induksi, musculrelaksan, inhalasi, antidotum dan obat-
obat emergency dan obat-obat lain seperti metergin oxitosin.
Cairan kristaloid, koloid dan kalau perlu darah.
Alat meliputi : STATIC

b. Persiapan Regional anestesi


Obat regional anestesi
Alat meliputi : jarum spinal berbagai ukuran sesuai kebutuhan, hanskun, spuit, duk lobang,
kom, cairan antiseptic
Cairan kristaloid, koloid dan kalau perlu darah.

Prinsip perawatan intraoperatif

1. Atur pasien pada posisi yang tepat untuk suatu prosedur tindakan
2. Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.
3. Monitor tanda vital dan jaga hidrasi selama pembedahan
4. Atasi rasa nyeri dengan dukungan emosional dan penggunaan anestesi.
5. Berikan antibiotik profilaksis perioperatif