Anda di halaman 1dari 8

Parafin Bath

1. Pengertian Parafin Bath


Parafin Bath merupakan salah satu modalitas terapi yang menggunakan
metode panas dan lembab, yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan,
merelaksasikan jaringan lunak tubuh dan mengurangi nyeri pada otot.
Terapi ini menggunakan lilin paraffin yang digunakan untuk memperlancar
peredaran darah, mengurangi rasa sakit dan menambah kelenturan sendi, lingkup
gerak, pada tangan dan kaki.. Komponen alami lilin parafin berasal dari minyak
mineral mentah yang dihasilkan melalui proses penyulingan atau pemisahan lilin dari
minyak mineral mentah tsb. Proses pemurniannya melalui proses perebusan,
pendinginan dan penyaringan menjadi zat lilin-minyak berat dan hasil akhir sebagai
lilin parafin. Lilin tersebut tidak berwarna, tidak berasa dan kadang diberi wewangian
aromaterapi, tergantung dari tujuan terapi yang hendak diharapkan. Hasil uji
laboratorium, lilin parafin ini cukup aman untuk penggunaan eksternal dan higienis.

2. Prinsip Kerja
Pada bagian-bagian tubuh yang nyeri atau cedera, akan disiram atau
dicelupkan pada suatu wadah yang berisi lilin parafin yang dilelehkan menggunakan
suhu tertentu.
Efek panas yang diperoleh dari lilin yang mencair akan menenangkan
(merelaksasi) jaringan lunak yang diterapi, membuka pori-pori dan meningkatkan
aliran darah dan sirkulasi tubuh. Hal ini baik untuk mengurangi rasa sakit/nyeri,
kekakuan otot dan sendi karena mampu menghilangkan kelebihan cairan di jaringan
lunak sekitar. Selain itu, sifat lilin itu sendiri mampu melembabkan kulit/tubuh
sehingga memberikan efek peremajaan kulit dan kulit nampak halus dan lembut.
Prinsip kerja alat ini yaitu mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin
bath sampai terbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit kemudian
tarik naik keluar kembali kalau sudah mengisolasi bagian tubuh kemudian bungkus
dengan handuk kering untuk mempertahankan panas sekitar 15-20 menit lamanya
setelah itu sarung tangan parafin di lepas.
Parafin bath merupakan salah satu metode hidroterapi yang digunakan oleh
fisioterapi yang menggunakan paraffin (lilin) sebagai medianya, pada prinsipnya
terapi ini merupakan terapi yang memanfaatkan suhu yang relatif tinggi (panas). Jenis
paraffin yang digunakan untuk terapi ini adalah parafin biasa yang ditambah dengan
paraffin oil, kemudian dipanaskan hingga meleleh dengan suhu 55C.
Sesuai dengan tujuannya untuk mengurangi rasa nyeri pada otot dan sendi,
menenangkan dan mempercepat proses penyembuhan, maka terapi menggunakan lilin
parafin dilakukan pada beberapa kondisi sebagai berikut:
a. Radang sendi
b. Kelainan kulit seperti eksim
c. Fibromyalgia
d. Fibrositis
e. Peradangan otot dan sendi lainnya
f. Kejang otot
g. Terlalu banyak bekerja atau kelelahan
h. Kaku sendi
i. Tendonitis
j. TennisElbow

3. Spesifikasi Alat
Berikut spesifikasi dari alat Parafin Bath:
Merek : Maxwell
Model : NP-20
Daya : 220-240 V~50/60 Hz, 120 V 60 Hz
Heater : 40-90 W
4. Pengoperasian
Berikut ini pengoperasian paraffin bath dengan metode rendaman:
1. Panaskan parafin dengan suhu antara 90-100 C.
2. Setelah parafin mencair, dinginkan terlebih dahulu karena untuk pemakaian
hanya dibutuhkan suhu antara 45-50 C.
3. suhu tersebut, bagian tubuh yang akan diterapi kemudian dicelupkan ke
dalam parafin cair tersebut selama beberapa detik
4. Kemudian diangkat dan didiamkan selama beberapa waktu sampai rasa
hangatnya berkurang
5. Setelah itu bagian tubuh tersebut dicelupkan lagi ke dalam parafin cair
selama beberapa detik dan diangkat lagi serta didinginkan. Begitu
seterusnya sampai parafin yang menempel sudah tebal dan saat dicelup ke
parafin cair pasien tidak merasakan panas lagi.
6. Kemudian bagian tubuh yang sudah tertempel parafin tersebut dibungkus
dengan handuk
7. Diamkan selama 10-15 menit.
8. Lalu handuk dilepas dan parafin yang sudah mengering tadi dilepas
(dikelupas) dari bagian tubuh yang tertempel parafin tadi.

5. Maintenance atau Perawatan


Berikut maintenance atau perawatan pada paraffin bath:
1. Cek kinerja alatnya
2. Pastikan heater sesuai dengan suhu yang dibutuhkan
3. Bersihkan lilin yang berceceran di body.

6. Troube Shooting pada Parafin Bath


Untuk alat parafin bath sangat jarang terjadi kerusakan bahkan sampai saat ini
tidak pernah rusak.
Short Wave Diathermy (SWD)

1. Pengertian dan Fungsi SWD

Short Wave Diathermy (SWD) adalah Suatu alat terapi yang menggunakan
pemanasan yang pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi
panas. Short Wave Diathermy biasa disebut dengan Diathermy gelombang pendek.
Berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang
pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancer.

Berdasarkan penggunaanya diatermi dibagi menjadi 2 yaitu :


1. Short Wave Diatermi yang memiliki frekuensi 160 MHz 27 MHz sumber
frekuensi berasal dari tabung osilator atau spark gap.
2. Micro Wave Diatermi memiliki frekuensi 27 MHz 2450 MHz dengan sumber
frekuensi magnetron.
Berdasarkan frekuensi diatermi dibagi menjadi 4 :
1. Diatermi dengan menggunakan gelombsng panjang (LW) dengan frekuensi 1
MHz.
2. Diatermi dengan menggunakan gelombang pendek (SW) dengan frekuensi 27,12
MHz.
3. Diatermi dengan menggunakan gelombang sangat pendek dengan frekuensi
433,93 MHz.
4. Diatermi dengan menggunakan gelombang microwave dengan frekuensi 2450
MHz.

Macam macam elektroda


1) Elektroda piringan
Bentuk seperti piringan
Terbuat dari metal
Dibungkus oleh bahan isolasi
Bekerja secara bersamaan, terdapat 2 elektroda yang terpisah
2) Elektroda bantalan
Berupa lembaran logam yang tidak laku
Dibungkus lapisan karet dengan tebsl 1 cm
Mudah dibuka / dicuci
Elektroda terhubung langsung dengan kabel
3) Elektroda dipiode
Merupakan elektroda induktif
Panas secara perlahan ditimbulkan sampai menembus kulit
Dapat diatur
Nyaman bagi pasiennya
4) Elektroda kabel
Terdiri dari kabel yang lemas
Panjang elektroda 5 cm
Dibungkus dengan bahan isolasi
Pemakaiannya dililitkan dengan bagian tubuh yang sakit
Sebelum pemakaian, tubuh yang akan dililit di lap terlebih dahulu untuk
menyerap keringat agar selama proses terapi tidak terlalu panas.

2. Prinsip Kerja
Pola pemanasan yang dihasilkan tergantung pada tipe SWD serta kandungan air
dan elektrolit dalam jaringan (jaringan berkadar air tinggi misalnya : otot, kulit,
darah, sedangkan jaringan berkadar air rendah misalnya : tulang dan lemak).
Intensitas SWD sesuai dengan persepsi nyeri pasien. Sebuah kain handuk
digunakan sebagai antara dan untuk menyerap keringat yang sangat konduktif dan
bisa menimbulkan pemanasan fokal yang berbahaya. Waktu pengobatan adalah 15-30
menit.
Gambar Blok Diagram SWD

Keterangan dari blog diagram pada gambar diatas:

1. Power Suplly berfungsi untuk mendistribusikan tegangan keseluruh rangkaian


pesawat short wive diathermy
2. Rangkaian Intensitas berfungsi untuk mengatur dosis teganagan yang masuk
ke HTT
3. Rangkaian Timer befungsi untuk mengatur lamanya pesawata short wave
diathermy bekerja
4. HTT merubaha tegangan yang kecil menjadi besar sehingga menimbulkan
frekuensi yang tinggi
5. Tabung Tyristor berfungsi untuk meneruskan dan memancarkan daya
gelombang pendek dengan intensitas yang besar.
6. Rangkaian Receiver RF berfungsi untuk menangkap gelombang pendek yang
dipantulkan oleh Tabung Tyristor.
7. Rangkaian auto Tuning berfungsi untuk mengatur tegangan yang ingin
dipakai.
8. Probe berfungsi sebagai tempat untuk menyalurkan gelombang kepada pasien.
3. Spesifikasi SWD
Berikut spesidikasi dari alat SWD:
Nama Alat : SWD (Short Wave Diathermy)
Merk : Enraf-Nonius
Type : Curapuls 970
Manufacturer : Holland
Power Supply : 115 240VAC, 50 60 Hz

4. Pengoperasian SWD
Langkah langkah pengoperasian pesawat Short Wave Diatermi sebagai berikut:
a. Hubungkan pesawat dengan jala jala PLN
b. Atur waktu yang akan diperlukan untuk terapi pada pasien
c. Atur dosis yang kana diperlukan untuk terapi pada pasien. Pengaturan dosis
yang diinginkan, mulai dosis yang paling rendah sampai pada dosis yang
diinginkan.
d. Pasang elektroda pada pasien dibagian tubuh yang akan diterapi
e. Posisikan saklar pada posisi ON.

5. Maintenance dan Perawatan


Adapun pemeliharaan Short Wave Diatermi adalah sebagai berikut :
a. Cek dan bersihkan seluruh bagian alat
b. Cek sistem catu daya
c. Cek fungsi selektor, tombol / switch
d. Cek kabel elektroda frekuensi tinggi dari panas yang berlebihan dan
kerusakan, bersihkan konektor bila perlu
e. Cek dan periksa fungsi pewakti (timer), perbaiki bila perlu
f. Cek dan periksa lampu indikator, ganti bila perlu
g. Cek gerakan automatic patient tuning pada emergi maksimum. Perbaiki
bila perlu
h. Cek sistem pengaman, perbaiki bila perlu
i. Lakukan pengukurab arus bocor.
j. Lakukan pengukuran tahanan kabel pembumian alat.
k. Lakukan uji kinerja alat.

6. Trouble Shooting SWD


Trouble Shooting SWD (Short Wave Diatermi)
Permasalahannya :
a. Output pada trafo kecil
b. Elektroda plate tidak menyambung
Solusinya :
a. Apabila trouble shooting terdapat pada output yang ada di trafo HTT
menghasilkan tegangan yang rendah, maka kita dapat mengecek trafo
apabila terdapat kerusakan maka kita dapat menggantinya
b. Apabila elektroda pada plate tidak nyambung, kita dapat
menyambungkannya dengan cara disolder menggunakan timah