Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian
berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua
penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif
lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun
berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada
ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman
bahasan yang tak terbatas.
Pendekatan kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang secara primer
menggunakan paradigma postpositivist (seperti pemikiran tentang sebab akibat,
reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran
dan observasi, serta pengujian teori) dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,
menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data statistika.
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang
berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah
manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti
kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi
yang alami. Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa
metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang
diamati.
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti
harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas sehingga bisa bertanya,
menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian
ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan
jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk
memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan
kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.
Salah satu unsur terpenting dalam penelitian yang memiliki peran sangat besar
dalam pelaksanaan penelitian adalah teori. Karena teori dengan unsur ilmiah inilah

1
yang akan mencoba menerangkan fenomena-fenomena sosial yang menjadi pusat
perhatian peneliti. Oleh karena itu dalam makalah kami yang berjudul Metodologi
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif akan membahas mengenai teori-teori
metodologi penelitian agar pembaca memiliki pemahaman yang baik sebelum
melakukan penelitian.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah perbedaan berbagai macam penelitian?
2. Bagaimanakah metodologi penelitian kuantitatif?
3. Bagaimanakah metodologi penelitian kualitatif?
4. Bagaimanakah desain penelitian eksperimental?
C. Tujuan
1. Mampu menyebutkan dan menjelaskan perbedaan berbagai macam penelitian
2. Mampu menjelaskan metodologi penelitian kuantitatif
3. Mampu menjelaskan metodologi penelitian kualitatif
4. Mengetahui desain penelitian eksperimental

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Perbedaan Berbagai Macam Penelitian


1. Menurut Tujuan
a. Penelitian Eksploratif
Jenis penelitian eksploratif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk
menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa
pengelompokan suatu gejala, fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini
banyak memakan waktu dan biaya.
b. Penelitian Pengembangan
Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu
pengetahuan. Misalnya penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi
gen untuk penyakit-penyakit menurun.
c. Penelitian Verifikatif
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena.
2. Menurut Sifat Dasar
a. Kohort
Studi kohor adalah studi observasional yang mempelajari hubungan antara
paparan dan penyakit dengan memilih dua atau lebih kelompok studi
berdasarkan status paparan kemudian diikuti hingga periode tertentu agar
dapat diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit. Apabila periode
induksi yaitu kejadian penyakit dapat diamati dalam waktu yang panjang maka
studi kohor rawan terhadap bias penarikan responden (banyak drop out dari
observasi), perlu dana yang besar dan waktu yang panjang. Studi kohor
mempunyai kekuatan dalam membuktikan inferensi kausa dibanding studi
observasional lainnya, didapatkan angka kejadian penyakit (incidence rate)
secara langsung, serta cocok untuk meneliti paparan yang langka.
b. Penelitian Cross Sectional
Penelitian cross sectional adalah penelitian yang mengukur prevalensi
penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penyakit
dengan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara
serentak pada individu dan populasi tunggal pada satu saat atau periode
tertentu.

3
c. Penelitian Case Control (Kontrol Kasus)
Penelitian kasus kontrol adalah rancangan epidemiologis yang mempelajari
hubungan antara paparan (amatan penelitian) dan penyakit, dengan cara
membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status
paparannya. Ciri penelitian ini adalah: pemilihan subyek berdasarkan status
penyakitnya, untuk kemudian dilakukan pengamatan apakah subyek
mempunyai riwayat terpapar atau tidak.
Contoh kasus
Suatu penelitian ingin mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi
terjadinya penyakit thypoid pada Anak-anak. Beberapa faktor yang diduga
sebagai faktor risiko terjadinya penyakit Thypoid adalah kebiasaan jajan di
sekolah dan kebiasaan cuci tangan sebelum makan. Jelaskan bagaimana
penelitian tersebut akan dilakukan dengan desain penelitian yang berbeda:
1) Kohort
a) Prospektif
Thypoid
(+)
Faktor resiko (+)
Tidak cuci tangan Prospektif
Thypoid
Populasi (-)

thypoid+/-
Thypoid
(+)
Faktor resiko (-)
Cuci tangan Prospektif
Thypoid
(-)

b) Retrospektif

Faktor resiko (+)


Tidak cuci tangan
Thypoid
Retrospektif
(+)
Faktor resiko (-)
Cuci tangan
Populasi
thypoid+/-
Faktor resiko (+)
Tidak cuci tangan
Thypoid
Retrospektif (-)
Faktor resiko (-)
Cuci tangan

4
Pada desain kohort berdasarkan status paparan kemudian diikuti hingga
periode tertentu sehingga dapat diidentifikasi dan dihitung besarnya
kejadian penyakit (Disease). Dalam hal ini berdasarkan status paparan
(jajan dan cuci tangan atau jajan dan tidak cuci tangan) baru kemudian
diamati dari paparan-paparan tersebut mana yang menyebabkan penyakit
Thypoid dan mana yang tidak menyebabkan penyakit Thypoid.
2) Cross sectional

Thypoid
(+)
Faktor resiko (+)
Tidak cuci tangan
Thypoid
(-)
Populasi
thypoid+/-
Thypoid
(+)
Faktor resiko (-)
Cuci tangan
Thypoid
(-)

Pada desain Cross Sectional mempelajari hubungan penyakit dan paparan


dengan mengamati status paparan, penyakit atau outcome lain, jadi pada
desain ini juga mencoba mengamati hubungan paparan dan penyakit yang
ditimbulkan dengan menggunaakan beberapa kombinasi paparan.
3) Case Control

Faktor resiko (+)


Tidak cuci tangan
Thypoid
(+)
Faktor resiko (-)
Cuci tangan
Populasi
thypoid+/-
Faktor resiko (+)
Tidak cuci tangan
Thypoid
(-)

Faktor resiko (-)


Cuci tangan

Pada desain studi case control kita menentukan penyakitnya lebih dulu
baru menganalisis penyebab atau paparannya (exposure). Dalam hal ini
kita menentukan adanya penyakit Thypoid atau tidak kemudian

5
menganalisis penyebab terjadinya penyakit Thypoid, apakah karena
dipengaruhi jajan dan tidak cuci tangan atau jajan dan cuci tangan.
3. Menurut Pendekatan
Ada tiga jenis pendekatan dalam penelitian sebagai berikut:
a. Pendekatan Kuantitatif
Suatu pendekatan penelitian yang secara primer menggunakan paradigma
postpositivist (seperti pemikiran tentang sebab akibat, reduksi kepada variabel,
hipotesis dan pertanyaan spesifik, menggunakan pengukuran dan observasi,
serta pengujian teori) dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,
menggunakan strategi seperti eksperimen dan survei yang memerlukan data
statistika.
Dalam pendekatan ini ada beberapa bentuk penelitian :
1) Penelitian Korelasional/survei adalah suatu pendekatan umum untuk
penelitian yang berfokus pada penaksiran pada kovariasi di antara variabel
yang muncul secara alami. Tujuannya adalah untuk mengindentifikasi
hubungan prediktif dengan menggunakan teknik korelasi atau teknik
statistika yang lebih canggih.
2) Penelitian eksperimental (eksperimen) adalah situasi penelitian yang
sekurang-kurangnya satu variabel bebas yang disebut sebagai variabel
eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti.
3) Kausal komparatif (ex post facto) merupakan penyelidikan empiris yang
sistematis di mana ilmuwan tidak mengendalikan variabel bebas secara
langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi.
b. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan yang secara primer menggunakan paradigma pengetahuan
berdasarkan pandangan konstruktivist (pengalaman individu atau pandangan
advokasi. Ada tiga strategi yang digunakan dalam pendekatan ini :
1) Penelitian entografi adalah suatu bentuk penelitian yang berfokus pada
makna sosiologis melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena
sosiokultural.
2) Penelitian grounded theory (teori dasar) adalah teori umum dari metode
ilmiah yang berurusan dengan generalisasi, elaborasi, dan validasi dari
teori ilmu sosial.

6
3) Penelitian tindakan (action research) adalah suatu penelitian informal,
kualitatif, formatif, subjektif, interpretif, reflektif dan suatu model
penelitian pengalaman, di mana semua individu diibaratkan dalam studi
sebagai peserta yang mengetahui dan menyokong.
c. Pendekatan mixed methods (metode gabungan)
Pendekatan didasarkan pada paradigma pengetahuan pragmatik (seperti
orientasi konsekuensi, orientasi masalah dan pluralistik). Pendekatan ini
menggunakan penelitian yang melibatkan pengumpulan data baik secara
simultan maupun sequensial untuk memahami penelitian sebaik-baiknya.
4. Menurut Metoda
a. Penelitian Survey
Penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut,
sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan hubungan-
hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis.
Penelitian survey terdiri dari :
1) Survey Deskriptif (Exploratory Study)
Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk
mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah
maupun fenomena buatan manusia. Penelitian deskriptif merupakan
penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan
sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang
berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang
terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung.
Penelitian deskriptif mempunyai karakteristik-karakteristik bahwa :
(a) Penelitian deskriptif cenderung menggambarkan suatu fenomena apa
adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan
obyektivitas, dan dilakukan secara cermat
(b) Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan
(c) Tidak adanya uji hipotesis.
2) Survey Analitik (Explanatory Study)
Adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan
mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis

7
dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor
efek, antar faktor risiko, maupun antar faktor efek.
Secara garis besar survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan
(jenis), yakni Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case
Control (Retrospective), dan Survey Analitic Cohort (Prospective).
(a) Penelitian Retrospektif (Retrospective Study)
Adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut
bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan
retrospektif. Dengan kata lain efek (penyakit atau status kesehatan)
diidentifikasi pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi
adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu.
(b) Prospektif (prospective Study)
Penelitian kohort sering disebut penelitian prospektif adalah suatu
penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji
hubungan antara faktor risiko dengan efek (penyakit). Artinya, faktor
risiko yang akan dipelajari diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke
depan secara prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu
indikator status kesehatan.
b. Penelitian Experimental
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti
didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain,
penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap
kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan
perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat di kontrol.
5. Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu rencana, struktur dan strategi penelitian yang
dimasuksudkan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi, dengan
mengupayakan optimasi yang berimbang antara validitas dalam dan validitas luar,
dengan melakukan pengendalian varians.
6. Hubungan Rancangan Penelitian dengan Pembuktian Hipotesis, Hubungan
Kausal, Validitas Eksternal dan Internal
Suatu rancangan penelitian merupakan hal yang penting terutama dalam
pembuktian hipotesis, sebagai konfirmasi kebenaran hipotesis dalam rangka
menjawab permasalaan yang ada. Dari permasalahan yang dihadapi dengan

8
menggunakan teori, fakta yang diperoleh pada penelitian terdahulu, dan asumsi
peneliti, dikembangkan kerangka teoritik yang mendasari perumusan hipotesis.
a. Hubungan Kausal
Bentuk-bentuk hubungan kausal
1) Hubungan asimetris : ada dua hubungan variable, tetapi tidak ada
mekanisme pengaruh mempengarui, masing-masing bersifat mandiri.
2) Hubungan simetris : korelasi antara dua variabel, dengan satu
variabel (bebas) bersifat mempengaruhi variabel lain (tinggi kadar
lipoprotein berat jenis benda dalam dara mengakibatkan aterosklerosis).
3) Hubungan timbal balik : korelasi antara dua variabel saling
mempengarui.
b. Validitas
Validitas berkaitan berkaitan dengan tiga unsur; alat ukur, metode ukuran dan
pengukur (peneliti). Ada dua macam validitas penelitian yakni :
1) Validitas internal : kesahihan penelitian yang menyangkut pernyataan
sejauh mana perubahan yang diamati dalam suatu penelitian (terutama
penelitian ekprimental) benar-benar hanya terjadi karena perlakuan yang
di berikan dan bukan pengaruh faktor lain (variabel luar).
2) Validitas eksternal : penelitian yang menyangkut pertanyaan, sejauh mana
hasil suatu penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi induk (asal
sampel) penelitian diambil.
Contoh : apabila kita meneliti tingkat efektifitas suatu metode penyuluhan
baru mengenai program imunisasi dengan mengambil sampel di suatu
desa dan ternyata baik hasilnya.
7. Rancangan Penelitian Survey
Penelitian survey digolongkan menjadi dua, yang bersifat deskriptif dan analitik.
a. Rancangan Penelitian Deskriptif
Rancangan Penelitian Deskriptif merupakan rancangan penelitian non
eksperimental yang bersifat sederhana berupa sampling survey.
Manfaat Penelitian Deskriptif
1) Digunakan untuk menyusun perencanaan pelayanan kebidanan pada
masyarakat
2) Diperlukan untuk mengadakan evaluasi program pelayanan kebidanan
yang telah dilakukan

9
3) Usulan untuk penelitian lanjutan
4) Diperlukan untuk membandingkan prevalensi masalah penyakit tertentu
antar daerah atau satu daerah dalam waktu yang berbeda
b. Metode Penelitian Survei Analitik
Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana
dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis
dinamika kolerasi antara fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek,
antar faktor risiko, maupun antar faktor efek.
8. Rancangan Penelitian Percobaan: Prinsip Dasar dan Jenis Rancangan Percobaan
(RAL/RAK)
Percobaan pada umumnya dilakukan untuk menemukan sesuatu. Oleh karena itu
secara teoritis, percobaan diartikan sebagai tes. Dan rancangan percobaan dapat
diartikan sebagai tes atau serangkaian tes dimana perubahan yang berarti
dilakukan pada variabel dari suatu proses atau sistem sehingga kita dapat
mengamati dan mengidentifikasi alasan-alasan perubahan pada respon output.
Rancangan dasar atau yang dapat juga disebut rancangan lingkungan adalah
pembagian jenis rancangan percobaan berdasarkan kondisi lingkungan dimana
percobaan itu dilaksanakan. Disini rancangan percobaan terbagi menjadi:
a. Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan, misalnya
percobaan-percobaan yang dilaksanakan di laboratorium atau rumah kaca
dimana pengaruh lingkungan secara nisbi lebih mudah dikendalikan. Perlu
dijelaskan disini bahwa yang disebut "lingkungan" adalah faktor-faktor
lain diluar faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan RAL setiap unit
percobaan ditempatkan secara acak serta tidak mengikuti suatu pola baris
atau lajur tertentu.
b. Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak
homogen (heterogen), misalnya percobaan-percobaan yang dilaksanakan
di lapangan, dimana terdapat satu sumber keragaman diluar faktor
penelitian. Dalam percobaan RAK setiap unit percobaan ditempatkan
secara acak dan mengikuti suatu pola baris atau lajur tertentu, tegak lurus
dari sumber keragaman yang ada di lapangan.

10
B. Metodologi Penelitian Kuantitatif
Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data
numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metoda statistik. Pada dasarnya
pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan
kesimpulan hasil penelitian pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis
nihil. Dengan metoda kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau
signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Pada umumnya, penelitian
kuantitatif merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar. Bila disederhanakan
penelitian berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi:
penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.
1. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu
menganalisis dan menyajikan data secara sistematik, sehingga dapat lebih mudah
untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan
secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristrik mengenai populasi atau
mengenai bidang tertentu. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis
persentase dan analisis kecenderungan. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat
umum.
2. Penelitian inferensial
Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antar variabel dengan
pengujian hipotesis. Dengan demikian, kesimpulan penelitian jauh melebihi
sajian data kuantitatif saja, dan diupayakan bersifat umum.
C. Metodologi Penelitian Kualitatif
1. Pengertian
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang
alamiah. Dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks social
secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang
mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti.
2. Dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif ini adalah sesuatu yang diperoleh
melalui suatu metode pengumpulan data yang akan dikelola dan dianalisis dengan
suatu metode tertentu. Data diambil menggunakan metode, yaitu: Wawancara,
Observasi, dokumentasi dan FGD.
a. Wawancara

11
Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi
atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Teknik wawancara yang
digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam.
Wawancara mendalam (indepth interview) adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap
muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai,
dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana
pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktur, dan
dapat dilakukan dengan tatap muka (face to face) maupun menggunakan
telepon.
2) Wawancara terstruktur
Pada wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila
peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang
informasi apa yang akan diperoleh. Dalam prakteknya selain membawa
instrument sebagai pedoman wawancara, maka pengumpul data juga
dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur
dan material lain yang dapat membantu dalam wawancara.
3) Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur maksudnya adalah wawancara yang bebas
di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah
tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.
Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar
permasalahan yang akan ditanyakan.
b. Observasi
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang
(tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu,
dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan
gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk
membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan
pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap
pengukuran tersebut.

12
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan
melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek
sendiri atau oleh orang lain tentang subjek.
d. Focus Group Discussion (FGD)
Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang
umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan
makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Ada beberapa
ketentuan yang harus diperhatikan ketika ingin melakukan
FGD. Pertama, jumlah FGD berkisar antara 5-10 orang. Kedua, Peserta FGD
harus bersifat FGD. Ketiga, perlunya dinamika kelompok.
3. Jenis Penelitian Kualitatif
a. Jenis Metode Etnografi
Menurut para ahli, Miles & Hubberman seperti yang dikutip oleh Lodico,
Spaulding & Voegtle dalam bukunya Methods in Educational Research From
Theory to Practice, disebutkan kalau etnografi berasal dari bahasa Yunani
ethos dan graphos. Yang artinya tulisan mengenai suatu kelompok budaya.
Sedangkan Menurut Le Clompte dan Schensul etnografi yaitu metode
penelitian yang berguna dalam menemukan pengetahuan yang
terdapat/terkandung dalam suatu budaya atau komunitas tertentu.
b. Jenis Metode Fenomenologi
Istilah fenomenologis ini berasal dari bahasa Yunani, yakni phainomenon
(penampakkan diri) dan logos (akal). Ilmu tentang penampakan ialah ilmu
tentang apa yang menampakkan diri pada pengalaman subjek.
Donny Gahrial Adian di dalam buku Pengantar Fenomenologi menyebutkan
bahwa fenomenologis yakni sebuah studi tentang fenomena-fenomena atau
apapun itu yang tampak.
Dengan kata lain fenomenologi merupakan mendapatkan penjelasan tentang
realitas yang nampak.
c. Jenis Metode Studi Kasus
Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus adalah pengujian secara rinci
terhadap satu latar atau satu subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen
atau satu peristiwa tertentu.

13
Surachrnad (1982) telah membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu
pendekatan dengan memusatkan perhatian terhadap suatu kasus secara
intensif serta rinci.
d. Jenis Metode Teori Dasar
Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni
yakni penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang
sebelumnya belum pernah diketahui.
e. Jenis Metode Studi Kritis
Metode Studi kritis yaitu metode yang digunakan untuk penelitian yang
berkembang dari teori kritis, feminis, ras serta pasca modern yang bertolak
dari asumsi kalau pengetahuan itu bersifat subjektif.
f. Jenis Metode Analisis Konsep
Definisi metode analisis konsep yakni penelitian yang memfokuskan pada
suatu konsep yang sudah ada sebelumnya, supaya dapat difahami,
digambarkan, dijelaskan serta implementasinya di lapangan.
g. Jenis Metode Analisis Sejarah
Penelitian ini mencoba untuk merenkonstruksi apa yang terjadi pada masa
yang lampau selengkap dan seakurat mungkin, dan pada umumnya
menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi. Dalam mencari data dilakukan
secara sistematis supaya mampu menggambarkan, menjelaskan, serta
memahami kegiatan/peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.
D. Desain Eksperimental
1. Penelitian Eksperimental-Sungguhan (true-experimental research).
a. Tujuan
Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki
kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada
satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan
memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang
tidak dikenai kondisi perlakuan.
b. Contoh
1) Penelitian untuk menyelidiki pengaruh dua metode mengajar sejarah
pada murid-murid kelas Ill SMA sebagai fungsi ukuran kelas (besar dan
kecil) dan taraf inteligensi murid (tinggi, sedang, rendah), dengan cara

14
menempatkan guru secara random berdasarkan inteligensi, ukuran kelas,
dan metode mengajar.
2) Penelitian untuk menyelidiki efek program pencegahan penyalahgunaan
obat terhadap sikap murid-murid SMP, dengan menggunakan kelompok
eksperimen (yang diperkenalkan dengan program itu), dan dengan
menggunakan rancangan pre test-post test dimana hanya separo dari
murid-murid itu secara random menenma pretest untuk menentukan
seberapa besarnya perubahan sikap itu dapat dikatakan disebabkan oleh
pre-testing atau oleh program pendidikan.
3) Penelitian untuk menyelidiki efek pemberian tambahan makanan di
sekolah kepada murid-murid SD di suatu daerah dengan memperhatikan
keadaan sosial ekonomi orang tua dan taraf inteligensi.
c. Ciri
1) Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara
tertib ketat, baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun
dengan randomisasi (pengaturan secara rambang).
2) Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai garis dasar untuk
dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenal
perlakuan eksperimental.
3) Memusatkan usaha pada pengontrolan variabel
4) Internal validity merupakan tujuan pertama metode eksperimental.
Pernyataan yang perlu dijawab adalah: Apakah manipulasi
eksperimental pada studi ini memang benar-benar menimbulkan
perbedaan?
5) Tujuan ke dua metode eksperimental adalah external validity yang
menanyakan persoalan: seberapa repsentatifkah penemuan penelitian ini
dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasikan kepada subyek atau
kondisi yang semacam?
6) Dalam rancangan eksperimental yang klasik, semua variabel penting
diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja
dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. Misalnya rancangan faktoral
dan analisis variabel, dapat sekaligus menggunakan lebih dan satu
kelompok eksperimental.

15
7) Walaupun cara pendekatan eksperimental itu adalah yang paling kuat
karena cara ini memungkinkan untuk mengontrol variabel-variabel yang
relevan, namun cara ini juga paling nestnktif dan dibuat-buat (artificial).
Ciri inilah yang merupakan kelemahan utama kalau metode ini
dikenakan kepada manusia dalam dunianya, karena manusia sering
berbuat lain apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial,
dimanipulasikan atau diobservasi secara sistematis dan dievaluasi.
2. Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental research)
a. Tujuan
Tujuan penelitian eksperimental-semu adalah untuk memperoleh
informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat
diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang
tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan
semua variabel yang relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti
kompromi apa yang ada pada internal validity dan external validity
rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan
tersebut.
b. Contoh
1) Penelitian untuk menyelidiki efek dua macam cara menghafal
(spaced vs. Massed practice) dalam menghafal suatu daftar kata-kata
asing pada empat buah SMA tanpa dapat menentukan penempatan
murid pada perlakuan secara random atau mengawasi waktu-waktu
latihannya secara cermat.
2) Penelitian untuk menilai keefektifan tiga cara mengajar konsep dasar
dan prinsip ekonomi di SD apabila guru tertentu dapat secara
sukarela menjalankan pengajaran itu karena tertarik akan bahannya.
3) Penelitian pendidikan yang menggunakan pre test-post test, yang di
dalamnya variabel seperti kematangan, efek testing, regresi statistik,
atrisi selektif, dan adaptasi tidak dapat dihindari atau justru terlewat
dan penelitian.
4) Berbagai penelitian mengenai berbagai problem sosial seperti
kenakalan, keresahan, merokok, jumlah penderita penyakit jantung,
dan sebagainya, yang di dalamnya kontrol dan manipulasi tidak
selalu dapat dilakukan.

16
c. Ciri
1) Penelitian eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan
praktis, yang di dalamnya adalah tidak mungkin untuk mengontrol
semua variabel yang relevan kecuali beberapa dan variabel tersebut.
Si peneliti mengusahakan untuk sampai sedekat mungkin dengan
ketertiban penelitian eksperimental yang sebenarnya, dengan hati-
hati menunjukkan perkecualian dan keterbatasannya. Karena itu,
atas identifikasi secara hati-hati mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi internal validity dan external validity.
2) Perbedaan antara penelitian eksperimental-sungguhan dan
penelit1an eksperimental-semu adalah kecil, terutama kalau yang
dipergunakan sebagai subyek adalah manusia misalnya dalam
psikologi.
3) Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status
eksperimental-semu, namun seringkali penelitian tersebut sangat
tidak formal, sehingga perlu diberi kategori tersendiri. Sekali
rencana penelitian telah dengan sistematis menguji masalah
validitas, bergerak menjauhi alam intuitif dan penjelajahan
(exploratory), maka permulaan metode eksperimental telah mulai
terwujud.

17
18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penelitian dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan metode kuantitatif,
kualitatif dan eksperimen. Penelitian kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian
yang secara primer menggunakan paradigma postpositivist (seperti pemikiran tentang
sebab akibat, reduksi kepada variabel, hipotesis dan pertanyaan spesifik,
menggunakan pengukuran dan observasi, serta pengujian teori) dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan.
Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang
berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah
manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti
kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi
yang alami. Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa
metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang
diamati.
B. Saran

Semoga makalah kami mengenai teori-teori metodologi penelitian berguna


bagi pembaca. Kami juga berharap para pembaca memahami teori-teori atau
metodologi penelitian sebelum akan memulai penelitiannya.

19
DAFTAR PUSTAKA

Arjatmo, Tjokro. (2010). Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran. Jakarta: FKUI.

Hidayat, AA. (2007). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba
Medika.

Pujiyanto. (2000). Dasar-dasar Metodologi Penelitian dan Kesehatan. Jakarta: Raja


Grapindo Persada.

Riduwan. (2004). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta.

Sokidjo, Notoatmojo. (1993). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Susila & Suyanto. (2014). Metodologi Penelitian Cross Sectional. Klaten : BossScript.

20