Anda di halaman 1dari 4

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Pokok Bahasan : Asma


Sasaran : Nn. A
Tempat : RS. IMC Bintaro
Hari / Tanggal : Jumat, 24 Novmber 2017
Waktu : 13.00 13.30 WIB
Penyuluh : Nur Santi

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit klien dapat mengetahui tentang penyakit
dan cara Perawatan Asma..

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan wargadapat :
a. Memahami pengertian, tanda dan gejala dan penyebab penyakit asma
b. Memahami pertolongan pertama bagi penderita asma
c. Memahami cara pencegahan kekambuhan penyakit asma

B. METODE
Ceramah dan Tanya jawab

C. MEDIA
Leaflet

D. ISI MATERI
1. Pengertian, tanda dan gejala asma
2. Cara pencegahan kekambuhan asma
3. Cara pernafasan yang benar

E. PEMBAGIAN
No Kegiatan Respon Peserta Waktu
1 Pendahuluan Membalas salam 5 menit
Meympaikan salam Mendengarkan
Menjelskan tujuan Menjawab
pertanyaan
2 Penyampaian materi Mendengarkan dan 15 menit
Menjelaskan pengertian, memperhatikan
penyebab, tanda dan gejala
asma.
Menjelaskan cara
pencegahan kekambuhan
asma
Menjalaskan cara
pernafasan yang benar
3 Penutup Menyampaikan 10 menit
Tanya jawab pertanyaan
Menyimpulkan hasil Mendengarkan
materi Menjawab salam
Mengucapkan salam

F. SETTING TEMPAT
Peserta duduk berhadapan dengan penyuluh

G. EVALUASI
1. Memberi pertanyaan pada klien tentang :
a. Sebutkan pengertian Asma?
b. Sebutkan penyebab Asma?
c. Tanda dan gejala Asma ?
d. Faktor pencetus Asma ?
e. Sebutkan cara perawatan Asma ?
f. Sebutkan cara pencegahan Asma ?

H. REFERENSI
Dainur, 1992, Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, Widya Medika,
Jakarta
Notoatmojoyo, S, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Setyono, Joko; 2001, Keperawatan Medikal Medah, Salemba Medika, Jakarta
Materi Penyuluhan
ASMA

A. Pengertian

Asma adalah penyakit sukar bernapas yang ditandai adanya penyempitan saluran napas,
napas mencuit-cuit atau bengek.. Asma bersifat refersibel. Asma terjadi ketika bronchi
mengalami inflamasi dan hiperresponsif. Penyakit ini menyebabkan penyempitan pada
saluran nafas sehihngga menimbulkan kesulitan bernafas. Asma adalah penyakit obstruksi
saluran peranfasana yang bersifat refersibel dan berbeda dari obstruksi saluran peranafasan
lain seperti pada penyakit empisema maupun bromnkitis kronis yang bersifat ireversibel dan
kontinyu.

B. Etiologi

Etiologi asma mungkin merupakan reaksi alergi yang sering terjadi pada pasien dengan
umur kurang dari 30 tahun. Namun, munculnya asma pada pasien dengan menyebabkan asma
antara lain yaitu beberapa bahan iritan seperti debu-debu yang beterbangan, asap, produk
pembersih atau bau. Pemicu tambahan lainnya adalah udara dingin, infeksi saluran
peranfasan atas atau bawah dan stres.

C. Paofisiologi

Patofiiologi asma diawali dengan reaksi inflamasi pada slauran peranfasan yang memicu
terjadinya perubahan patofisiologi yang berupa bronki menjadi hiperresponsif dna terjadi
bronkospasme. Sehingga mengganggu proses pertukaran udara dan ventilasi. Kebanyakan
pasien berupaya mengatasi penyakit asma dengan baik. Namun begitu, pasien yang mengidap
penyakit asma perlu diangani secara serius karena reaksi asma bisa mengarah pada gagal
nafas dan akhirnya menyebabkan kematian.

D. Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala asma meliputi batuk (krok-krok, krek-krek), dispnea, wheezing,
hiperventilasi (salah satu gejala awal), pusing-pusing, kebiruan di mulut dan sekitarnya,
perasaan yang merangsang, skait kepala, nausea, penigkatan nafas pendek, kecemasan,
diaporesis, dan kelelahan, dan gejala meningkat pada malam dan dini hari. Tingkat keparahan
dari serangan asma tergantung pada tingkat obstruksi pada saluran peranfasan, kadar saturasi
oksigen, pembawaan pola pernafasan, perubahan status mental, dna bagaimana tanggapan
penderita terhadap pernafasannya. Tanda-tanda buruk dari perubahan status mental biasanya
meliputi hal-hal berikut : kurang istirahat yang makin meningkat kemudian diikuti dengan
atau gampang mengantuk.Ketika orang tersebut jatuh akibat kelelahan yang amat sangat,
maka kondisi kritis ini seirng mengarah pada aggal nafas akut. Beberapa penderita memliki
penurunan reaksi asma yang lambat. Tetapi ada beberapa yang cepat, misalnya dalam
hitungan menit. Oleh karena itu, waktu bukanlah parameter yang etrbaik utnuk mennetukan
apakah perlu memamnggil dokter dulu atau mencari pertolongan darurat secepat mungkin.
Sehingga semua indikator yang disebutkan diatas perlu mendapatkan perhatian yang
semestinya.

E. Penyebab kekambuhan asma

Kekambuhan asma terjadi karena terpapar faktor pencetus, yaitu :

Emosi ( keadaan sedih, banyak pikiran, kaget)


Cuaca ( hujan, udara dingin, udara terlalu panas)
Infeksi ( flu, nyeri tenggorokan)
Udara kotor ( asap dapur, asap rokok, asap obat nyamuk ,debu rumah, kapuk,
bulu kucing, kecoa, dll)
Makanan (coklat, kacang tanah, es, bumbu masak, tomat, minyak goreng, dll)
Yang terjadi pada penderita Asma :

Ada 3 hal yang terjadi pada saluran napas:

Otot dinding saluran napas mengerut

Dinding saluran napas membengkak

Saluran napas terisi banyak lendir

Cara pencegahan Kekambuhan asma

Hindari faktor pencetus

Bina suasana hormonis dalam keluarga

Mengenal gejala awal serangan Asma dan selalu tersedia obat.

F. Pentalaksanaan

Manajemen terapeutik difokuskan pada aturan pengobatan, penyuluhan ekstensif bagi

pasien dan keluarganya mengenai penanganan penyakit asma, perubahan gaya hidup dan

terapi pernafasan. Sedangkan terapi obat yang terus dijalani meliputi bronchodilator, b-

adrenergic, pereda sakit, methylxanthines, dan kortikosteroid.