Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KIMIA ANALISIS DASAR

IDENTIFIKASI CAIRAN INFUS SECARA KUALITATIF

OLEH :
ANNISA SARAH
1601088
S1-II B

DOSEN PENANGGUNGJAWAB :
HAIYUL FADHLI, M.Si., Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU


2017
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR. 3

BAB I PENDAHULUAN.... 4

I.1 Latar Belakang............ 4

I.2 Tujuan.............................. 4

I.3 Rumusan Masalah...................................................................................... 5

BAB II ISI.......................... 6

IDENTIFIKASI CAIRAN INFUS................................ 6

BAB III PENUTUP................................... 12

KESIMPULAN.....................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA.. 13
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Identikasi Cairan Infus ini. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi
Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa
ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi
seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang
menjadi tugas kimia analisis dasar tentang Identifikasi Cairan Infus.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa
bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar
kedepannya bisa diperbaiki.

Pekanbaru, April 2017

Penulis
IDENTIFIKASI CAIRAN INFUS

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Infus adalah proses mengekstraksi unsur-unsur substansi terlarutkan


(khususnya obat) atau terapi dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh.

Infus adalah tindakan memasukkan cairan melalui intravena yang dilakukan


pada pasien untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta sebagai
tindakan pengobatan dan pemberian makanan.

Infus adalah teknik penusukan vena melalui transkutan dengan stilet tajam
yang kaku, seperti angiokateter atau dengan jarum yang disambungkan pada
spuit.

Infus adalah memasukkan cairan (cairan obat atau makanan) dalam jumlah
yang banyak dan waktu yang lama ke dalam vena dengan menggunakan
perangkat infus (infus set) secara tetesan.

Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum
ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan
cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.

Tujuan pemberian infus : Untuk mengembalikan kembali cairan tubuh yang


hilang dan Sebagai pengganti nutrisi.

I.2 TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian terapi cairan/infus

2. Untuk mengetahui tujuan pemberian terapi cairan/infus

3. Untuk mengetahui macam-macam cairan infus

4. Untuk mengetahui cara identifikasi cairan infus

I.3 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana cara mengidentifikasi cairan infus?

2. Apa saja macam-macam cairan infus tersebut?

3. Apa saja kegunaan dari masing-masing cairan infus tersebut?


BAB II

ISI

IDENTIFIKASI CAIRAN INFUS

1. Asering

Cairan dalam tiap liternya memiliki komposisi sebagai berikut :

Na 130 mEq

Cl 109 mEq

Ca 3 mEq

K 4 mEq

Asetat/garam 28 mEq

Fungsi cairan ini dapat diberikan saat pasien dehidrasi (keadaan shock
hipovolemik dan asidosis), demam berdarah dengue, trauma, dehidrasi berat,
luka bakar dan shock hemoragik.

Adapun manfaat cairan asering yaitu:

Dapat menjaga suhu tubuh sentral pada anestasi dan isofluran terutama
kandungan asetatnya pada saat pasien dibedah

Meningkatkan tonisitas sehingga dapat mengurangi resiko edema serebral

2. Cairan Kristaloid

a.) Normal Saline

Komposisi : Na: 154 mmol/l,Cl:154 mmol/l

Kegunaan :

Mengganti cairan saat diare


Mengganti elektrolit dan cairan yang hilang di intravaskuler

Menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit serta membuat peningkatan pada
metabolit nitrogen berupa ureum dan kreatinin pada penyakit ginjal akut.

b.) Ringer Laktat (RL)

Komposisi : (mmol/100 ml : Na = 130, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-


30 mEq /L)

Manfaat cairan Ringer Laktat : Kandungan kaliumnya bermanfaat untuk


konduksi saraf dan otak, mengganti cairan hilang karena dehidrasi, syok
hipovolemik dan kandungan natriumnya menentukan tekanan osmotik pada
pasien.

c.) Deaktrosa

Cairan terdiri dari beberapa komposisi yakni :

Glukosa = 50 gr/l,100 gr/l,200 gr/l

Manfaat deaktrosa adalah cairan yang diperlukan pasien pada saat terapi
intravena,dan diperlukan untuk hidrasi ketika pasien sedang dan selesai
operasi.

d.) Ringer Asetat (RA)

Komposisi cairan ini hampir sama dengan cairan Ringer Laktat namun
keduanya memiliki manfaat yang berbeda bagi pasien yaitu :

berguna sebagai cairan metabolisme di otot pasien

Bermanfaat bagi pasien resusitasi (kehilangan cairan akut) yang mengalami


dehidrasi yang berat dan syok maupun asidosis

bagi pasien diare (yang kehilangan cairan dan bikarbonat masif)

demam berdarah
luka bakar (syok hemoragik)

Manfaat yang dirasakan pasien dengan cairan ini 3-4 kali lebih cepat dan
efektif daripada cairan Ringer Laktat (RL).

3. Cairan Koloid

Cairan ini merupakan cairan yang terdiri dari molekul besar yang sulit untuk
menembus pada membran kapiler. Biasanya cairan digunakan untuk
mengganti cairan yang hilang yakni cairan intravaskuler, digunakan untuk
membuat tekanan osmose plasma lebih terjaga dan mengalami peningkatan.
Jenis cairan koloid yaitu :

Albumin

Komposisi : Protein 69-kDa yang mendapat pemurnian yang berasal dari


plasma manusia (misalnya 5 %).

Adapun manfaat albumin yaitu mengganti jumlah volume yang hilang atau
protein ketika pasien mengalami syok hipovolemia, hipoalbuminemia, saat
operasi ,trauma, gagal ginjal yang akut dan luka bakar. Selain itu, ketika pasien
diterapi dengan albumin dapat memberi pengaruh diuresis yang berkelanjutan
serta membantu dalam penurunan berat badan.

b.) Hidroxyetyl Starches (HES)

Komposisi : Starches (memiliki 2 tipe polimer glukosa:amilosa dan


amilopektin).

Manfaat cairan HES yakni membantu menurunkan permeabilitas pembuluh


darah pada pasien post trauma. SSehingga resiko kebocoran kapiler dapat
terhindarkan dan membantu menambah jumlah volume plasma walaupun
pasien mengalami kenaikan permeabilitas.
c.) Dextran

Komposisi : Polimer glukosa (hasil sintesis bakteri Leuconosyoc mesenteroides


melalui media sukrosa)

Manfaat dextran, membantu menambah plasma ketika pasien mengalami


trauma, syok sepsis, iskemia celebral, vaskuler perifer dan iskemia miokard.
Selain itu, cairan dextran memberi efek anti trombus yakni dapat menurunkan
viskositas darah dan mencegah agregasi platelet.

d.) Gelatin

Komposisi: hidrolisi kolagen bovine

Manfaat : Memberi efek antikoagulan, Dapat membantu menambah volume


plasma pada pasien

4. Cairan Mannitol

Komposisi terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen (C6H14O6). Manfaatnya


yaitu membantu tekanan intrakranial yang tingga menjadi normal atau
berkurang, memberi peningkatan diuresis pada proses pengobatan gagal ginjal
(oliguria), membuateksresi senyawa toksik menjadi meningkat. Bermanfaat
juga sebagai larutan irigasi genitouriner ketika pasien sedang menjalani operasi
prostat atau transuretral.

5. KA-EN 1B

Komposisinya dalam tiap 1000 ml yaitu :

Sodium klorida 2,25 g

Anhidrosa dekstros 37,5 g

Elektrolit (meq/L) yang terdiri dari : Na+ (38,5),Cl- (38,5),dan glukosa (37,5 g/L
Manfaat cairan KA-EN 1B : Dapat menjadi cairan elektrolit pasien pada kasus
pasien yang sedang dehidrasi karena tidak mendapat asupan oral dan pasien
yang sedang demam. Selain itu cairan ini bisa diberikan kepada bayi prematur
maupun bayi yang baru lahir sebagai cairan elektrolitnya.

6. KA-EN 3A & KA-EN 3B

Komposisi :

KA-EN 3A

Sodium klorida 2,34 g

Potassium klorida 0,75 g

Sodium laktat 2,24 g

Anhydrous dekstros 27 g

Cairan elektrolit (meq/L): Na + 60,K+10,Cl-50,glukosa 27g/L,kcal/L:108

KA-EN 3B

Sodium klorida 1,75 g

Ptasium klorida 1,5 g

Sodium laktat 2,24

Anhydrous dekstros 27 g

Cairan elektrolit (mEq/L) : Na + (50),K+ (20),Cl- (50),laktat- (20),glukosa


(27g/L),kcal/L (108)

Manfaat kedua larutan ini adalah :

Membantu memenuhi kebutuhan pasien akan cairan dan elektrolit karena


kandungan kaliumnya (pada KA-EN 3A mengandung kalium 10 mEq/L dan KA-
EN 3B mengandung kalium 20 mEq/L) yang cukup walaupun pasien sudah
melakukan ekskresi harian.
7. KA-EN MG3

Komposisi :

Sodium klorida 1,75 g

Anhydrous dekstros 100 g

Sodium laktat 2,24 g

Cairan elektrolit (mEq/L) yang terdiri dari: Na+ (50),K+ (20),Cl- (50),laktat-
(20),glikosa (100 g/L),kcal/l (400)

Manfaatnya yakni membantu cairan elektrolit harian pasien maupun saat


pasien mendapat asupan oral terbatas, memenuhi kebutuhan kalium pasien
(20 mEq/L) dan sebagai suplemen NPC yang dibutuhkan pasien (400 kcal/L).

8. KA-EN 4A

Memiliki komposisi (per 1000 ml), yang mengandung :

Na 30 mEq/L

Cl 20 mEq/L

K 0 mEq/L

Laktat 10 mEq/L

Glukosa 40 gr/L

Manfaat larutan ini yakni dapat diberikan sebagai larutan infus untuk bayi dan
anak-anak, menormalkan kadar konsentrasi kalium serum pada pasien,
membantu pasien mendapatkan cairan kembali ketika mengalami dehidrasi
hipertonik.
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

-Infus adalah tindakan memasukkan cairan melalui intravena yang


dilakukan pada pasien untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit serta
sebagai tindakan pengobatan dan pemberian makanan.

- Tujuan pemberian infus : Untuk mengembalikan kembali cairan tubuh


yang hilang dan sebagai pengganti nutrisi.
DAFTAR PUSTAKA

http://halosehat.com/review/tindakan-medis/jenis-jenis-cairan-infus