Anda di halaman 1dari 38

BUSINESS IDEA, BUSINESS PLAN & BUSINESS MODEL CANVAS

SOOWEER-MEAT SLICER
Tugas II, Kelompok 3, Kelas 42

Disusun Oleh :

VINDA ZAKIYATUZZ 1113100106

BIMA RASYIDI 2513100161

ANISA HAPSARI K. 3613100020

ELIZIARIA FEBE GOMES 3613100703

ARYO BASKORO 4113100043


INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah Business Produk Sooweer. Makalah ini
disusun dengan tujuan memenuhi tugas kelompok mata kuliah Technopreneurship. Dalam
menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari dosen
pengampu. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Ibu Avilda Mustika, selaku dosen mata kuliah Technopreneurship.
2. Pihak lain yang turut membantu terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna,
untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
perbaikan makalah. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
masyarakat pada umumnya.

Surabaya, 16 November 2016

Penulis

i|Page
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1
1.3 Tujuan.......................................................................................................................... 2
1.4 Sistematika Penulisan ....................................................................................................... 2
BAB II BUSINESS IDEA ....................................................................................................... 3
2.1 Deskripsi Produk Sooweer ............................................................................................... 3
2.2 Keunggulan Produk .......................................................................................................... 3
2.3 Pengembangan Produk ..................................................................................................... 4
2.4 Analisa SWOT ................................................................................................................. 5
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS............................................................................... 9
3.1 Business Model Canvas ................................................................................................... 9
3.1.1 Customer Segments ................................................................................................... 9
3.1.2 Value Prepositions..................................................................................................... 9
3.1.3 Channels .................................................................................................................. 10
3.1.4 Customer Relationships ........................................................................................... 10
3.1.5 Revenue Streams ...................................................................................................... 11
3.1.6 Key Resources.......................................................................................................... 11
3.1.7 Key Activities ........................................................................................................... 11
3.1.8 Key Partnerships ..................................................................................................... 11
3.1.9 Cost Structure .......................................................................................................... 12
BAB IV BUSINESS PLAN ................................................................................................... 14
4.1 Business plan .................................................................................................................. 14
4.2 Business Description ...................................................................................................... 14
4.3 Management and Organization...................................................................................... 15
4.4 Marketing and Sales Management ................................................................................. 18
4.5 Operating Flow .............................................................................................................. 19
4.4.3 Pendekatan Operasional Perusahaan ........................................................................... 22
4.6 Financial Projection ...................................................................................................... 23
4.5.3 Proyeksi Laporan Laba Rugi ................................................................................... 32

ii | P a g e
4.7 Social Impact .................................................................................................................. 33
BAB V PENUTUP................................................................................................................. 34
5.1 Kesimpulan..................................................................................................................... 34
5.2 Saran ............................................................................................................................... 34

iii | P a g e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap orang dapat memiliki ide yang luar biasa, tapi yang dikenang dalam sejarah
adalah orang yang berhasil mewujukannya. Dalam dunia riset mereka adalah inventor, para
menemu yang produknya dipakai oleh masyarakat. Dalam dunia bisnis mereka adalah
wirausahawan yang berhasil menjadikan ide menjadi sebagai bisnis besar.
Ide tidak akan menjadi apa-apa kalau tidak dapat dieksekusi. Sebaliknya eksekusi
langsung sebuah ide juga dapat mengakibatkan pemborosan waktu dan biaya yang luar biasa.
Dalam konteks bisnis, yang diperlukan adalah bagaimana cara mengubah ide menjadi sebuah
bisnis dengan cara yang cepat dan efisien.
Alat yang banyak dipakai untuk mengubah ide menjadi bisnis adalah model bisnis
(business model). Model bisnis menyederhanakan realitas bisnis yang kompleks menjadi
elemen-elemen pokok yang mudah untuk dibuat. Pada umumnya orang mengenal business
plan atau studi kelayakan sebelum memulai sebuah bisnis. Namun business plan umumnya
dibuat dengan sangat rinci padahal masih banyak asumsi yang belum terbukti.
Untuk mengembangkan bisnis pada produk sooweer membutuhkan konsep Business
Model Canvas. Business Model Canvas merupakan alat pembuat model bisnis yang kini sangat
popular dalam dunia keriwausahaan karena kemampuannya dalam menggambarkan elemen
inti dalm sebuah bisnis dengan lebih mudah dalam satu lembar kanvas. Selain itu keunggulan
BMC adalah kemudahannya untuk diubah-ubah model bisnis dengan cepat dan melihat
implikasinya perubahan seuatu elemen pada elemen bisnis yang lain.
Produk sooweer merupakan salah satu alat modern untuk mengiris/ menyuwir daging.
Menyuwir daging salah satu kegiatan yang rutin dilakukan di rumah tangga, warung, UKM,
dll dengan menggunakan pisau tajam untuk mengiris/menyuwir daging. Manusia menciptakan
berbagai macam alat untuk memudahkan aktivitas mereka sehingga lebih praktis, cepat dan
terhindar dari kecelakan saat mengiris atau memotong daging. Banyaknya alat yang sudah
dibuat seperti alat kompetitor graha mesin, kompetitor Indah Mesin, Kompetitor Drawing
mesin, yang biasanya ada di pasaran berfungsi untuk memarut daging; namun, masing-masing
dari alat tersebut masih membutuhkan bantuan alat lainnya dalam pemrosesan (contoh:
membutuhkan listrik, mesin presto, dan kelemahan lainnya).

Oleh karena itu, perusahaan mencoba melakukan kajian mengenai proses


memproduksi, mengelola dan mendistiribusikan hingga ke tangan konsumen secara cepat,
tepat dan terkini.

1.2 Rumusan Masalah


Perumusan masalah adalah Bagaimana melakukan proses pemasaran dan pengenalan produk
sooweer secara inovatif dan terkini sehingga dapat berdaya saing dengan produk yang
kompetitor lainnya?

1|Page
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam pengembangan produk sooweer adalah Untuk memudahkan
aktivitas rumah tangga, warung serta Ukm dalam proses memotong,mengiris/menyuwir
daging

1.4 Sistematika Penulisan


BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisi tentang latar belakang, rumusan masalah dan tujuan.
BAB II BUSINESS IDEA. Bab ini menguraikan ide bisnis, serta model produk yang akan
dikembangkan. Bab ini juga berisi mengenai analisis swot yang menjadi pertimbangan awal
dalam mengembangkan bisnis.
BAB III BUSINESS MODEL CANVAS. Bab ini berisi tentang Customer Segments,Value
Prepositions,Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key
Partnerships, Cost Structure.

BAB IV BUSINESS PLAN. Bab ini menguraikan tentang Business plan, Business
Description, Management and Organization, Marketing and Sales Management, Operating
Flow, Financial Projection, Social Impact.

BAB V PENUTUP. Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari keseluruhan pembahasan
dalam makalah ini.

2|Page
BAB II
BUSINESS IDEA

2.1 Deskripsi Produk Sooweer


SOOWEER merupakan alat yang berfungsi untk menyuwir daging. Alat ini
diperuntukkan UKM yang menggunakan daging suwiran daging sebagai bahan utamanaya,
seperti pada UKM nasi krawu ataupun UKM Abon. Daging yang akan diproses cukup
dimasukkan ke dalam SOOWEER, kemudian pedaldiputar sehingga daging akan tersuwir.

SOOWEER berbentuk kotak dengan dimensi 22x14x19,5 cm. Pada bagian samping
alat, terdapat pedal yang digunakan untuk memutar pisau (slicer stick) yang berfungsi untuk
menyuwir daging. Pisau penyuwir ini berbentuk seperti jarum dengan dimensi 3,8x0,4x0,4 cm
sebnayak lima belas buah dan disusun separti sisir. Mekanisme kerja alat ini adalah, pertama
memasukkan daging ke dalam kotak.Kemudian alat ditutup dan pressor ditekan. Pressor ini
digunakan untuk menekan daging sehingga daging dapat tersuwir dengan baik. Setelah itu
pedal diputar, sehingga slicer stick akan merobek daging.

2.2 Keunggulan Produk


Keunggulan dari produk SOOWEER ini adalah dapat meningkatkan keamanan
penggunanya. Apabila pemrosesan dilakukan secara manual menggunakan garpu, tangan
pengguna dapat terluka oleh ujung garpu yang tajam. Sedangkan dengan menggunakan
SOOWEER, tangan pengguna tidak harus bersentuhan langsung dengan pisau yang tajam,
karena daging dimasukkan ke dalam kotak dan pengguna cukup memutar pedal yang ada di
bagian luar kotak. Kemudian alat ini juga dapat mengurangi kegiatan repetitif yang biasa terjadi
pada pemrosesan manual menggunakan tangan ataupun garpu. Walaupun pada pemrosesan
menggunakan SOOWEER juga terdapat kegiatan repetitif, namun output yang dihasilkan lebih
besar apabila dibandingkan dengan pemrosesan manual. Dengan peningkatan output yang
dihasilkan, maka proses akan menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga dapat mengurangi
jumlah pekerja yang digunakan untuk melakukan proses penyuwiran. Selain itu, dengan
penggunaan alat ini, biaya total yang harus dikeluarkan pun dapat diminimalisir.

Namun, selain memiliki berbagai keunggulan, SOOWEER juga masih memiliki


beberapa kekurangan. Pertama, diperlukannya pemeliharaan mesin. Karena slicer stick
berbentuk seperti jarum, maka dapat memungkinkan terjadinya patah akibat kekerasan daging.
Dikarenakan kerangka alat terbuat dari bahan besi, sehingga juga perlu dilakukan pemeliharaan
agar kerangka alat terhindar dari proses korosi, sebab proses korosi dapat menyebabkan daging
menjadi tidak higenis. Selain itu juga diperlukan pemeliharan pada mekanisme kerja alat,
terutama pada mekanisme pemutar slicer stick. Kedua, kerangka yang terbuat dari besi
menyebabkan alat ini menajdi lebih berat, sehingga alat menjadi kurang fleksibel untuk
dipindahkan. Ketiga, segmen pasar yang terlalu sempit. SOOWEER hanya bisa digunakan
untuk UKM yang memproduksi nasi krawu dan abon saja, karena alat ini hanya bisa digunakan
untuk menyuwir daging. Dan yang keempat adalah harga produk yang terlalu mahal walau
apabila dijumlahkan, biaya total akan lebih rendah, namun UKM yang hanya memiliki modal
yang minim akan kesulitan untuk membeli produk ini.

3|Page
Dari kekurangan-kekurangan yang ada, beberapa aspek dapat dikembangkan lagi, yakni pada
aspek mekanisme kerja, kerangka alat, bentuk pisau yang digunakan dan segmen pasar dari
SOOWEER.

2.3 Pengembangan Produk


Beberapa aspek yang dapat dikembangkan dari alat SOOWEER ialah mekanisme kerja,
kerangka alat, bentuk pisau dan segmen pasar dari SOOWEER. Berikut merupakan tabel aspek
yang dikembangan serta pengembangan yang dilakukan untuk produk SOOWEER.

No Aspek Pengembangan yang dilakukan


1 Bahan kerangka Kerangka menggunakan bahan polikarbonat.
Pisau terdiri dari 3 varian, yakni :
1. pisau untuk daging abon, memiliki lubang dengan diameter 2
mm dan jarak antar lubang yang sangat rapat
2 Bentuk pisau 2. pisau untuk daging krawu, pemarut memiliki lubang dengan
diameter 4-5 mm dan jarak antar lubang yang tidak serapat
pemarut abon
3. pisau pengiris daging barbeque, memiliki lubang berbentuk
persegi panjang dengan lebar 4 mm
3 Mekanisme kerja Pada bagian dalam kotak terdapat sekat yang berfungsi untuk
menahan damaging. Selain itu, mekanisme gerak pisau menjadi
maju dan mundur.
4 Segmen pasar Segmen pasar dilebarkan, tidak hanya untuk pedagang nasi krawu
dan abon, namun juga untuk keperluan rumah tangga, restoran dan
perhotelan.

Aspek pertama yang dikembangkan adalah bahan yang digunakan untuk membuat
kerangka alat. Untuk menghindari proses korosi yang biasa terjadi pada besi dan beratnya
massa besi, maka digunakan bahan pengganti yang aman digunakan untuk produk makanan,
tahan suhu panas, kuat dan harga yang tidak terlalu mahal. Oleh karena itu bahan kerangka
yang akan digunakan adalah plastik polikarbonat. Plastik polikarbonat memiliki sifat tahan
suhu panas, aman digunakan untuk bahan makanan, ringan dan kuat.Bahan ini biasa digunakan
untuk botol bayi.

Gambar 1. Bentuk Produk Sooweer

Aspek kedua yang akan dikembangkan adalah bentuk pisau. Awalnya pisau berbentuk
jarum dan disusun seperti sisir, sehingga pisau hanya dapat digunakan untuk 4 menyuwir saja.
Oleh karena itu bentuk pisau diubah menjadi bentuk lempengan dengan tiga varian berbeda,

4|Page
yakni untuk abon, krawu dan daging lembaran. Untuk abon, pisau pemarut memiliki lubang
dengan diameter 2 mm dan jarak antar lubang yang sangat rapat. Untuk krawu, pisau pemarut
memiliki lubang dengan diameter 4-5 mm dan jarak antar lubang yang tidak serapat pemarut
abon. Dan untuk pengiris, pisau memiliki lubang berbentuk persegi panjang dengan lebar 4
mm. Kerangka alat berukuran 22x14x19,5 cm.

Aspek ketiga yang dikembangkan adalah mekanisme kerja. Mekanisme kerja berubah
akibat dari pengembangan dari bentuk pisau. Awalanya mekanisme kerja dari alat adalah
dengan cara diputar, sebab bentuk pisau eksisting adalah seperti sisir. Setelah dilakukan
pengembangan, mekanisme kerja berubah menjadi maju dan mundur. Untuk menyuwir
ataupun memotong daging, pengguna diharuskan untuk menggerakkan pisau ke depan dan ke
belakangan seperti gerakan memarut. Selain itu, dalam kotak terdapat sekat. Sekat ini akan
berfungsi sebagai tempat meletakkan daging dan menahan daging ketika daging diparut.

Akibat dari perubahan bentuk pisau ini juga dapat menyebabkan pelebaran segmen
pasar. Hal ini disebabkan karena penambahan fungsi alat, yang awalnya hanya dapat digunakan
untuk menyuwir dikembangkan sehingga juga bisa digunakan untuk memotong tipis daging.
Daging yang dipotong tipis ini biasa digunakan untuk membuat steak barbeque, rendang dan
lain sebaiknya. Akibat dari fungsi tersebut, SOOWEER tidak hanya dapat digunakan untuk
UKM nasi krawu dan abon, namun juga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga,
restoran atau catering, hingga hotel. Berikut adalah bentuk Produk Sooweer

Gambar 2. Produk Sooweer

2.4 Analisa SWOT


SWOT merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menganalisa dan menentukan
suatu strategi dari perusahaan atau suatu organisasi. SWOT merupaan singkatan dari Strength
(kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threat (ancaman). Dalam
analisis SWOT dilakukannya identifikasi faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan dari
produk serta faktor internal yang meliputi peluang produk dan ancaman bagi produk itu
sendiri(Rangkuti, 2006). Setelah dilakukannya identifikasi faktor internal dan eksternal dari
SOOWEER kemudian dibuatnya SWOT matriks dengan cara melakukan pembobotan dan
penilaian dari setiap faktor internal dan eksternal yang telah ditentukan. Setelah dilakukannya
perhitungan SWOT matriks dapat ditentukannya posisi dan strategi dari produk. Berikut
merupakan SWOT dari SOOWEER.

5|Page
Tabel 1. Analisis SWOT

Strength Weakness
Pisau SOOWEER dapat diganti sesuai Minimnya pengetahuan dalam proses
S1 dengan ketebalan daging yang akan W1
pembuatan produk
diiris
Material yang digunaakan pada Harga produk yang kurang
S2 SOOWEER merupakan material yang W2 menjangkau seluruh kalangan
foodgrade masyarakat
S3 imensi SOOWEER tidak terlalu besar W3 roduk belum dikenal masyarakat
Opportunities Threat
Supplier penyedia bahan baku mudah Pangsa pasar SOOWEER tidak
O1 T1
didapat mencakup seluruh elemen konsumen
Kebijakan AEC (Asean Ecomic Adanya kompetitor sejenis yang
O2 Comunity) 2015 memudahkan dalam T2
perluasan pangsa pasar ke tingkat sudah dikenal beberapa kalangan
ASEAN
Produk kompetitor hanya melayani
O3 Minimnya persediaan daging di
produksi skala UKM
T3 Indonesia yang membuat harga
Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR)
O4 daging mahal
oleh pemerintah yaitu pinjaman dengan
bunga rendah

Tabel diatas merupakan hasil identifikasi faktor interal dan eksternal yang mempengaruhi
aktivitas bisnis SOOWEER. Berikut adalah penjabaran faktor internal yaitu strenghts dan
weaknesses serta faktor eksternal yaitu opportunites dan threats.

1. Strenghts
a) Pisau SOOWEER dapat diganti sesuai dengan kegunaan
SOOWEER menawarkan berbagai jenis pisau potong sehingga SOOWEER yang
semua hanya digunakan untuk menyuwir daging, kini dapat digunakan untuk
membuat abon dan mengiris daging menjadi lembaran-lembaran tipis. Mekanisme
pemotongan menyerupai pemarut kelapa.

b) Material yang digunaakan merupakan material yang foodgrade


Karena SOOWEER merupaka produk pengolahan makanan sehingga material
yang digunakan haruslah foodgrade dimana makanan yang akan diolah tidak
terkontaminasi kadungan dari material produk tersebut. Material yang digunakan
adalah plastik polikarbonat untuk bagaian kerangkan dan stainless steel untuk
pisau.

c) Dimensi SOOWEER tidak terlalu besar

6|Page
Ukuran SOOWEER yang tidak terlalu besar memudahkan dalam peletakan yang
tidak banyak membutuhkan ruangan. Selain itu memudahkan dalam mobilisasi alat
sehingga dapat dibawa.

2. Weakness
a) Minimnya pengetahuan dalam proses pembuatan produk

Produk SOOWEER merupakan pengembangan dari produk-produk yang ada.


Sehingga dalam perancangan produk memerlukan pengetahuan dalam perakitan
komponen-komponen yang baru.

b) Harga produk yang kurang menjangkau seluruh kalangan masyarakat


SOOWEER menggunakan material yang foodgrade dimana harga material yang
foodgrade relatif mahal. Mahalnya harga material mengakibatkan harga jual
produk menjadi mahal dan tidak dapat menjangkau masyarakat menengah
kebawah.

c) Produk SOOWEER belum dikenal masyarakat

SOOWEER merupakan produk baru sehingga produk tersebut belum dikenal oleh
masyarakat. Selain itu telah terdapat kompetitor sejenis yang terlebih dahulu telah
dikenalkan.

3. Opportunities
a) Supplier bahan baku mudah didapat

Bahan baku utama yang digunakan pada SOOWEER adalah plastik polikarbonat
dan
stainless steel. Di Indonesia telah ada pabrik untuk produksi kedua bahan baku
tersebut sehingga tidak memerlukan perusahaan luar untk memproduksi material
tersebut. Namun untuk bahan baku masih harus impor dari luar karena tidak adanya

b) Kebijakan AEC (ASEAN Economic Comunity) 2015 memudahkan dalam


perluasan penjualan
Tanggal 31 Desember 2015 telah resmi diberlakukannya ASEAN Economic
Comunity (AEC) 2015. Dengan mulai diberlakukannya AEC 2015 maka
perdagangan antar negara di Asia Tenggara akan dipermudah dengan tidak
diberlakukannya biaya cukai pengiriman ke negara luar. Konsumsi daging di
negaranegara ASEAN terutama di Singapura dan Malaysia sangatlah tinggi dengan
konsumsi rata-rata perkapita seminggu daging mencapai 2 kilogram.

c) Produk kompetitor hanya melayani produksi skala UKM


Produk-produk kompetitor sejenis merupakan mesin dengan kapasitas produksi
besar. Hal ini karena produk kompetitor hanya diperuntukan untuk skala UKM.
Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh SOOWEER dengan menyisir pangsa

7|Page
pasar UKM dan rumah tangga. Dengan minimnya persaingan pada skala rumah
tangga menyebabkan SOOWEER memiliki peluang pasar lebih besar

d) Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh pemerintah yaitu pinjaman dengan
bunga rendah
4. Threats
a) Pangsa pasar SOOWEER tidak mencakup seluruh elemen konsumen
SOOWEER didesain dengan ukuran yang tidak terlalu besar karena tujuan dari
SOOWEER hanya ditujukan pada pangsa rumah tangga dan UKM dengan skala
produksi menengah sehingga menyebabkan SOOWEER kurang cocok untuk
produksi dengan skala besar.

b) Kompetitor sejenis sudah terlebih dahulu dikenal beberapa elemen pasar

SOOWEER merupakan produk baru berdasarkan pengembangan dari produk-


produk sebelumnya. Produk kompetitor yang telah ada sudah terlebih dahulu
sehingga SOOWEER belum dikenal.

c) Mahalnya harga daging di Indonesia


Harga daging sapi di Indonesia mencapai Rp 100.000 per kilo dan harga daging
ayam mencapai Rp 35.000 per kilo (Disnak Jatim, Feb 2016). Tingginya harga
daging tersebut membuat minat masyarakat dalam mengonsumsi daging menjadi
redah. Konsumsi daging di Indonesia berada di bawah konsumsi ikan, dimana
konsumsi rata-rata perkapita seminggu daging ayam dan sapi pada tahun 2014
sebesar 0,091 kilogram, jauh dibawah konsumsi rata-rata perkapita seminggu ikan
segar maupun olahan yaitu sebesar 0,317 kilogram.

8|Page
BAB III
BUSINESS MODEL CANVAS
3.1 Business Model Canvas
Menurut Osterwalder & Pigneur (2010) menjelaskan Inovasi model bisnis merupakan
sesuatu yang benar-benar baru. Model bisnis adalah menggambarkan dasar pemikiran tentang
bagaimana menciptakan nilai bagi perusahaan, pelanggan, dan masyarakat. Menurut
Osterwalder & Pigneur, (2010) menjelaskan bahwa Business Canvas Model adalah sebuah
model bisnis menggambarkan dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi menciptakan,
memberikan, dan menangkap nilai. Canvas ini membagi business model menjadi sembilan
buah komponen utama, kemudian dipisahkan lagi menjadi komponen kanan (sisi kreatif) dan
kiri (sisi logika). Persis seperti otak manusia. Kesembilan komponen yang ada tersebut adalah
sebagai berikut, (diurut dari kanan ke kiri). Customer segments, value propositions, channel,
customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, cost
structure. Dengan menggunakan Business Canvas Model, selanjutnya dapat dilakukan
proyeksi analisis finansial dibutuhkan untuk membuat proyeksi analisis finansial adalah,
pertama revenue stream yaitu pendapatan utama dan pendapatan lainnya. Kedua yaitu cost
structure yaitubiaya produksi, biaya marketing, biaya pengembangan dan riset, biaya
administrasi dan pajak. Berikut adalah definisi dari masing-masing komponen-komponen
Business Model Canvas (BMC).

3.1.1 Customer Segments


Adapun target utama dalam penjualan produk sooweer-meat slicer ini adalah pedagang
UMKM nasi krawu, pengusaha abon, dan pengusaha restoran hotel dimana dalam
kesehariannya membutuhkan alat berteknologi canggih untuk melakukan
pemotongan/penyuwiran daging menjadi tipis-tipis dengan waktu yang relatif singkat dan
dapat menjangkau dalam jumlah yang banyak. Selain itu segmentasi customer juga
mengarahkan pada masyarakat yang dalam kehidupan sehari-harinya memerlukan sooweer-
meat slicer dalam keperluan rumah tangganya.

3.1.2 Value Prepositions


Value Prepositions atau nilai lebih yang dimiliki oleh produk sooweer-meat slicer
adalah produk ini memiliki varian jenis pisau yang bermacam macam. Dimana varian ini
tidak dimiliki oleh kompetitor lain. Variannya yakni meliputi : pisau yang memiliki lubang
dengan diameter 2 mm dan jarak antar lubang yang sangat rapat, pisau yang memiliki lubang
dengan diameter 4-5 mm dan jarak antar lubang yang tidak begitu rapat, serta pisau 34 pengiris
yangmemiliki lubang berbentuk persegi panjang dengan lebar 4 mm. 2. Bahan dasar produk
aman digunakan.

Bahan yang digunakan untuk membuat kerangka SOOWEER-MEAT SLICER adalah


plastik polikarbonat. Sedangkan beberapa kompetitor bahan untuk membuat kerangkanya
adalah dengan menggunakan besi, dimana pada besi ini dapat terjadi korosi. Korosi berbahaya
digunakan untuk bahan produk yang akan digunakan untuk mengolah makanan. Plastik
polikarbonat memiliki sifat tahan suhu panas, aman digunakan untuk bahan makanan, ringan
dan kuat.

9|Page
Mekanisme kerja mudah dan tidak membutuhkan listrik Cara kerja alat ini sangat
mudah, karena operator hanya perlu menggerakkan holder secara maju mundur dan kemudian
daging akan tertekan dan membentuk suwiran atau potongan yang diinginkan. Selain itu untuk
menggunakan SOOWEER-MEAT SLICER tidak membutuhkan aliran listrik, sehingga
pengguna dapat menggunakan alat ini kapan saja. Kebanyakan alat yang sudah ada
membutuhkan daya listrik yang cukup tinggi untuk menjalankan alat penyuwir.

Produk memiliki multifungsi Produk dari kompetitor yang sudah ada hanya memiliki
fungsi untuk pembuatan abon, lain halnya dengan SOOWEER-MEAT SLICER yang memiliki
beberapa macam jenis pisau dengan fungsi yang berbeda-beda. Pisau yang ada pada
SOOWEER-MEAT SLICER memiliki fungsi yakni pisau untum daging abon, pisau untuk
daging krawu, serta pisau untuk pengiris daging barbeque

Segmen pasar luas SOOWEER-MEAT SLICER bukan hanya bisa digunakan untuk
membuat daging abon dan daging krawu tetepi juga bisa digunakan untuk mengiris daging
barbeque, sehingga hal ini dapat membuka segmen pasar yang semakin banyak. Karena alat
ini bisa digunakan untuk UKM nasi krawu, abon, ibu rumah tangga, restoran, serta hotel.
SOOWEER-MEAT SLICER dapat mengambil peluang pasar dengan memanfaatkan
multifungsi yang ditawarkan tersebut. Selain itu kebanyakan produk kompetitor hanya mampu
melayani untuk UKM skala besar, sedangkan SOOWEER-MEAT SLICER bisa untuk skala
kecil dan besar. Tentunya hal ini akan menarik banyak pelanggan dipasar karena fungsinya
yang beragam

Alat tergolong praktis SOOWEER-MEAT SLICER hanya terdiri dari kerangka, pisau, serta
alat penekan dan holder. Alat ini tergolong praktis karena massa dari SOOWEER-MEAT
SLICER tidka tergolong berat. Selain itu pisau yang ada fleksibel untuk diganti, sehingga
operator hanya perlu mengganti 35 pisau untuk mendapat jenis fungsi yang berbeda. Bahan
yang digunakan bukan besi yang biasanya digunakan oleh kompetitor, karena SOOWEER-
MEAT SLICER menggunakn plastik polikarbonat yang fleksibel untuk digunakan dan
dipindahkan.

3.1.3 Channels
Elemen yang akan digunakan pada usaha produk sooweer-meat slicer ini, channels
yang digunakan adalah melalui penjualan langsung ke konsumen, penjualan melalui online,
dan dalam perkembangannya, segmentasi pasar akan diperluas diberbagai supermarket yaitu
alfamart dan indomaret.

3.1.4 Customer Relationships


Customer Relationship adalah hubungan yang ingin dijalin dengan para pelanggan.
Customer Relationship yang digunakan sooweer-meat slicer ini adalah menyediakan
lanyanan kepada konsumen seperti melaui BBM, Whatsapps, facebook, blogs dan media
sosial lainnya.

10 | P a g e
3.1.5 Revenue Streams
Sumber pemasukan dari perusahaan kami adalah dari penjualan produk SOOWEER.
Selain dari penjualan produk itu sendiri kami juga menjual replacement untuk pisau-pisau
yang patah.

3.1.6 Key Resources


Key Resources/Sumber Daya Utama menggambarkan aset-aset terpenting yang diperlukan
agar sebuah model bisnis dapat berfungsi. Key Resources dapat berbentuk fisik, financial,
intelektual, atau manusia. Key Resources dapat dimiliki atau disewa oleh perusahaan atau
diperoleh dari mitra utama. Sumberdaya yang utama pada perusahaan produk sooweer dibagi
menjadi empat (4) bagian utama, antara lain:

1. Key Resources dalam bentuk fisik dapat berupa fasilitas pabrikan, bangunan,
kendaraan, mesin, sistem, sistem titik penjualan, dan jaringan distribusi. Dalam hal ini
bagaimana perusahaan produk sooweer dapat menyediakan beberapa penunjang
dalam produksi, distribusi hingga ke tangan konsumsi.
2. Key Resources dalam bentuk manusia tentulah sangat penting. Terutama sumber daya
manusia yang memiliki intelektual tinggi. Seperti ilmuwan dalam industry, business
maupun management keuangan sehingga proses bisnis produk sooweer dapat berjalan
dengan baik.
3. Key Resources dalam bentuk financial, dapat berupa pinjaman modal dari perbankan
atau pasar modal. Biasanya digunakan untuk merekrut tenaga kerja yang handal guna
memajukan perusahaan. Selain itu, modal yang cukup confidence untuk menjalankan
proses produksi, distribusi dan seterusnya dapat diakomodasi dengan persiapan
financial yang terhitung dan terkontrol.

3.1.7 Key Activities


Key Activities adalah kegiatan model bisnis yang memiliki aktivitas utama yang
dilakukan oleh perusahaan. Aktivitas tersebut mencakup pengembangan produk dan proses
produksi produk Sooweer-meat slicer. Pemasaran meliputi penjualan melalui online yaitu
dengan website www.soowerr-meatslicer.ol-shop.net. Promosi yang dilakukan dengan
pemberian informasi secara langsung dari mulut ke mulut. Sarana teknologi dan informasi yang
merupakan media untuk melakukan promosi karena jangkauannya yang luas. Media tersebut
terdiri dari pamphlet.

3.1.8 Key Partnerships


Adapun bentuk kerjasama-kerjasama yang dibutuhkan dapat dibagi menjadi beberapa
bagian, antara lain:
- Kerjasama untuk membantu mendapatkan kerangka bahan produk sooweer-meat slicer
Kerjasama ini dapat dijalin dengan mempertimbangkan bahan-bahan yang diperlukan
untuk membuat priduk sooweer-meat slicer, diantaranya adalah kerangka produk yang
berbahan polikarbonat, pisau stainless, holder produk yang berbahan kayu, alat penekan
produk, dan baut yang digunakan untuk merangkai produk. Dari kebutuhan bahan

11 | P a g e
tersebut, maka dibutuhkan stakeholders yang dapat mempermudah kinerja pengusaha
untuk mendapatkan bahan sesuai keinginan. Bentuk kerjasama ini dapat dijalin dengan
supplier industri polikarbonat, industry pisau stainless, supplier kayu, supplier logam,
dan supplier biji plastik.
- Kerjasama untuk membantu permodalan
Adapun kerjasama-kerjasama yang dibutuhkan pada perusahaan ini adalah kerjasama
dengan pihak bank sehingga dalam membangun modal awal untuk proses produksi
sooweer-meat slicer mendapatkan dana pinjaman untuk melakukan usaha.
- Kerjasama untuk membantu pemasaran produk
- Kerjasama dengan pihak sebagai pasar utama produk sooweer-meat slicer dalam proses
pemasaran dilakukan dengan pihak advertiser yang berperan untuk mengiklankan produk
sooweer-meat slicer ke konsumen baik dari website, social media, ataupun door-to-door
dengan melakukan promosi untuk menghampiri masyarakat yang sekiranya
membutuhkan produk ini
3.1.9 Cost Structure
Adapun biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan yaitu berupa biaya gaji SDM (tenaga
ahli dan tenaga pendukung), biaya publikasi (advertising), biaya penunjang biaya bahan baku
dan juga biaya produksi serta biaya operasional tempat usaha seperti biaya listrik, air, telepon,
PBB, perbaikan gedung, dsb.

12 | P a g e
BUSINESS MODEL CANVAS

13 | P a g e
BAB IV
BUSINESS PLAN
4.1 Business plan
4.2 Business Description
SOOWEER merupakan sebuah alat yang berfungsi menyuwir daging. Alat ini
diperuntukkan UKM yang menggunakan daging suwiran daging sebagai bahan utamanaya,
seperti pada UKM nasi krawu, UKM Abon, restoran, perhotelan, dan juga kebutuhan rumah
tangga. Alat ini merupakan alat yang multifungsi dan efisien bagi para pengguannya. Cara
kerjanya cukup mudah, daging yang akan diproses cukup dimasukkan ke dalam SOOWEER,
kemudian pedal diputar sehingga daging tersuwir.

Kegunaan dari alat ini yaitu dapat mempermudah penggunanya dalam menyuwir
daging, terutama bagi para pedagang yang memiliki kebutuhan untuk menyuwir daging banyak
dalam waktu yang singkat. Dibandingkan cara konvensional, dimana daging disuwir secara
manual menggunakan pisau atau garpu, alat ini mampu meningkatkan keamanan bagi para
penggunanya. Apabila pemrosesan dilakukan secara manual menggunakan garpu, tangan
pengguna dapat terluka oleh ujung garpu yang tajam. Sedangkan dengan menggunakan
SOOWEER, tangan pengguna tidak harus bersentuhan langsung dengan pisau yang tajam,
karena daging dimasukkan ke dalam kotak dan pengguna cukup memutar pedal yang ada di
bagian luar kotak. Kemudian alat ini juga dapat mengurangi kegiatan repetitif yang biasa terjadi
pada pemrosesan manual menggunakan tangan ataupun garpu. Walaupun pada pemrosesan
menggunakan SOOWEER juga terdapat kegiatan repetitif, namun output yang dihasilkan lebih
besar apabila dibandingkan dengan pemrosesan manual. Dengan peningkatan output yang
dihasilkan, maka proses akan menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga dapat mengurangi
jumlah pekerja yang digunakan untuk melakukan proses penyuwiran. Selain itu, dengan
penggunaan alat ini, biaya total yang harus dikeluarkan pun dapat diminimalisir.

SOOWEER berbentuk kotak dengan dimensi 22x14x19,5 cm. Pada bagian samping
alat, terdapat pedal yang digunakan untuk memutar pisau (slicer stick) yang berfungsi untuk
menyuwir daging. Pisau penyuwir ini berbentuk seperti jarum dengan dimensi 3,8x0,4x0,4 cm
sebnayak lima belas buah dan disusun separti sisir.

Produk SOOWEER disusun dengan kerangka yang berbahan aman, awet, dan cukup
ekonomis untuk dapat dijangkau konsumennya. Produk sooweer dibuat dengan bahan utama
plastic polikarbonat. Pemilihan bahan utama ini dimaksutkan agar alat dapat tahan terhadap
suhu tinggi, tidak mudah terjadi reaksi kimia, aman digunakan untuk produk makanan, dan
kuat. Bahan selanjutnya yang digunakan adalah pisau dengan tiga varian yang berbeda, dimana
14 | P a g e
hal ini mengindikasikan fungsi dari ketiga jenis pisau ini juga berbeda. Masing-masing untuk
menyuwir daging nasi krawu, menyuwir daging abon dan untuk memotong tipis.

4.3 Management and Organization


Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran
atau tujuan tertentu organisasi melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya. Usaha-usaha terorganisasi yang diarahkan oleh orang-orang yang bertanggung jawab
atas perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian telah ada pada ribuan
tahun.
Manajemen dalam menjalanankan perencanaan bisnis perlu dilakukan sebagai salah satu
instrument untuk mencapai suatu tujuan organisasi, untuk menjaga keseimbangan di antara
tujuan-tujuan yang saling bertentangan, untuk mencapai efiesiensi atau efektivitas dalam
pencapaian tujuan.
Dalam perencanaan bisnis SOOWEER Meat Slicer, terdapat lima fungsi manajemen,
meliputi:
- Planning (Perencanaan)
Perencanaan adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang
dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara
keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Tahap perencanaan adalah
tahap yang saat ini dilakukan, dimana produk SOOWEER direncanakan tahap demi
tahap, dilakukan berbagai analisis dari mulai analisis kelayakan pasar, analisis finansial,
dan yang lain-lain untuk kemudian dipastikan dapat digunakan sebagai acuan dalam
implementasi bisnis saat sudah dilakukan nantinya.
- Organizing (pengorganisasian), Directing (pengarahan), dan Coordinating
(pengkoordinasian)
Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi
kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara
menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya,
bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas
tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Pengorganisasian kegiatan
ini dapat dilakukan dengan membagi porsi pada setiap orang yang telah diamanatkan
dengan berbeda beda. Pengarahan atau directing adalah suatu tindakan untuk
mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai
dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha. Koordinasi didefinisikan sebagai

15 | P a g e
proses pengintegrasian ( penyatuan ) tujuan dan kegiatan perusahaan pada satuan yang
terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Dalam mendukung proses organisasian bisnis SOOWEER ini, perlu dilakukan kegiatan
perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga
kerja agar sumberdaya manusia yang dipilih sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.
Kemudian setelah didapatkan pegawai/karyawan yang sesuai dengan kriteria, dilakukan
pengarahan untuk sebagai bekal dalam menjalankan proses implementasi bisnis
sehingga apa yang dikerjakan menjadi terarah dan sesuai yang diinginkan.
- Controlling (pengawasan)
Controlling didefinisikan sebagai proses pengawasan dan pengendalian performa
perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan. Dalam tahap ini, dilakukan pengawasan dan monitoring terhadap
seluruh kegiatan yang dilakukan sebelumnya, bahwasanya menilai apakah program-
program yang telah dijalankan oleh perencanaan bisnis produk SOOWEER sesuai yang
ingin dikehendaki dan memenuhi target ataukah belum.
4.3.1. Organization
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk
mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan
pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi
dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa
melapor kepada siapa.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana
fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
Struktur organisasi diperlukan dalam perusahaan agar sumber daya manusia lebih terstruktur
dan dapat terkontrol untuk dibagi-bagi menurut ranah kerjanya, sehingga segala pekerjaan
dalam perusahaan dapat diketahui dengan jelas siapa yang bertanggung jawab pada pekerjaan
tersebut. Seringkali dalam UKM atau perusahaan yang baru berdiri masih belum terdapat
struktur organisasi yang jelas, sehingga setiap orang yang berada di dalamnya harus dapat
berperilaku general, yaitu mampu melakukan apapun pekerjaan yang ada dalam perusahaan
tersebut. Struktur organisasi dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan dan strategi perusahaan.
Seiring berkembangnya perusahaan atau ketika adanya kebutuhan tertentu dapat diadakan
suatu perubahan struktur organisasi.

16 | P a g e
Pada tahap ini SOOWEER masih dalam tahap perencanaan pabrik atau warehouse,
peluncuran produk hingga pengembangan produk. Oleh karena itu struktur organisasi yang
digunakan masih sangat sederhana. Pembagian departemen untuk SOOWEER terdiri dari
departemen desain, produksi, serta finance dan marketing. Berikut ini merupakan struktur
organisasi SOOWEER pada fase preconstruction dan construction.
Berikut akan dijelaskan penggambaran struktur organisasi dalam masing-masing

GENERAL MANAGER

Sekretaris

Majaner Desain Majaner Majaner Finance


Produksi and Marketing

Staf-Staf
Produksi
Gambar 3. Struktur Organisasi Bisnis Sooweer

jabatan:

Tabel 2. Penjelasan Fungsi tugas dalam struktur organisasi


NO NAMA JABATAN FUNGSI DAN TUGAS
1 General Manager - Memutuskan dan menentukan peraturan serta
kebijakan tertinggi
- Bertanggung jawab dalam memimpin berjalannya
perusahaan serta kinerja masing-masing
departemen
- Mengkoordinasi dan mengawasi semua kegiatan di
perusahaan
2 Sekretaris - Membantu General Manager terkait administrasi
perusahaan
- Mengatur jadwal dan menjadi perantara General
Manager dengan pihak lain
3 Manager Desain - Bertanggung jawab terhadap desain produk yang
akan dirilis ke pasar

17 | P a g e
- Bertanggung jawab terhadap desain terakait atribut
produk seperti logo maupun packaging
4 Manager Produksi - Bertanggung jawab terhadap perencanaan produksi
selama jangka waktu tertentu
- Bertanggung jawab terhadap pengadaan untuk
produksi perusahaan
5 Staf Produksi - Membantu dalam melakukan perencanaan produksi
- Pelaksana dalam proses produksi perusahaan
- Membantu pengmatan dan penentu supplier untuk
pengadaan
6 Manager Finance and - Merencanakan strategi pemsaran produk
Marketing perusahaan
- Bertanggung jawab dalam perencanaan pengelolaan
keuangan pada aktivtas perusahaan secara
keseluruhan
- Mengambil keputusan terkait investasi dan berbagai
pembiayaan
Sumber: Hasil kajian, 2016

4.4 Marketing and Sales Management


Manejemen pemasaran (marketing management) adalah proses perencanaan dan
pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang/jasa
untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan
organisasi/perusahaan. Sedangkan Manajemen penjualan (sales manajemen) adalah
pencapaian yang dicapai oleh suatu organisasi/perusahaan penjualannya dengan cara yang
efisien melalui Planning, staffing, training, leading dan controlling.

Ruang lingkup perusahaan produk sooweer meliputi pemenuhan produk (product),


penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan melakukan promosi (promotion).

18 | P a g e
Price

Place
Marketing Promotion
& Sales

Product

Bagan 1. Alur Proses Marketing and Sales pada produk Sooweer

Proses management penjualan dan pemasaran pada perusahaan produk sooweer diawali
dari upaya pemenuhan kebutuhan para UKM, rumah tangga, warung, dll. Selain itu, manusia
cenderung mempunyai keinginan yang berbeda pada setiap masa hidupnya. Oleh karena itu,
perusahaan sooweer menciptakan alat untuk menyuwir daging yang lebih sederhana dan mudah
dipakai. Selain itu, terkait harga ditetapkan berdasarkan tingkat pendapatan masyarakat,
diusahakan agar semurah namun tidak merugikan perusahaan. Berdasarkan survei kuisioner
didaptkan bahwa masyarakat dengan pendapatan diatas Rp. 1.000.000,00 bersedia membeli
produk sooweer. Disamping itu, pertimbangan mengenai tempat penjualan yang mudah
dijangkau dan didaptkan oleh masyarakat. Dalam hal berbagai cara akan dilakukan perusahaan
sooweer dengan melakukan promosi produk dengan menggunakan berbagai macam cara
diantaranya melalui social media seperti facebook, twitter, blogs, dan lainnya.

4.5 Operating Flow


Bisnis penjualan produk soower ini memnuhi alur sebagai berikut :

Pembuatan Distribusi
Penjualan Konsumen
produk Produk

Bagan 2. Bagan Alur Operating Flow

19 | P a g e
Bisnis ini dijalankan seperti bisnis pada umumnya, yaitu produk didistribusikan melalui
distributor untuk sampai pada penjual, dan sampai kepada konsumen. Penjualan produk tidak
hanya melalui toko-toko peralatan rumah tangga, dll. Tetapi penjualan juga akan melalui media
sosial tanpa distributor. Sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar.

Untuk Pembuatan prosuk soower sendiri melalui beberapa tahapan:

1. Pembuatan kerangka : kerangka terbuat dari bahan polikarbonat, dipilih bahan ini karena
selain ringan, plastik polikarbonat tahan terhadap suhu tinggi, tidak mudak terjadi reaksi kimia,
aman digunakan untuk produk makanan, dan kuat.

Lokasi produksi ini berada di Surabaya dengan jangkauan pemasaran yang luas melalui
internet. Dipilih lokasi Surabaya karena Surabaya adalah kota dengan populasi masyarakat
yang banyak sehingga lebih mudak untuk mengenalkan produk dan memasarkannya. Selain itu
di kota Surabaya juga banyak terdapat UKM nasi krawu dan olahan daging lainnya. Untuk
selanjutnya kantor akan dibuka di Gresik, karena kota ini lebih banyak pengusaha nasi krawu.

4.4.1 Lokasi Usaha

Lokasi usaha direncanakn di dua alternative wilayah yaitu Mojokerto dan Karawang. Hal
ini ditentukan berdasarkan jaringan distribusi yang akan dijalankan ketika operasional.

Gambar 4. Pola Distribusi Produk Sooweer

4.4.2 Fasilitas dan Perlengkapan Perusahaan

20 | P a g e
Berikut akan dijabarkan mesin/fasilitas yang akan digunakan selama proses produksi

No Metode Mesin Terpilih Alasan


Mesin ini memiliki dimensi kerja yang lebih
Pemotongan stainless lebar sehingga mampu memproses stainless
steeldan polikarbonat QD-1325 steel lebih banyak dengan tingakt akurasi yang

1 menggunakan laser lebih kecil sebersar 0.05 mm, meskipun dari


cutting segi biaya harga mesin ini lebih mahal namun
hasil yang diapatkan lebih baik
Perpindahan spindle yang lebih luas membuat
Pembentukkan pola
mesin ini mampu melakukan pemotongan lebih
pisau stainless steel MF 5V
dalam dengan diamater driller yang lebih kecil.
2 menggunakan mesin
SOOWEER memerlukan diameter potong yang
miling
kecil untuk membuat lubang pisau yang kecil.
Kedua alternatif mesin memiliki beberapa
Penghalusan persamaan, namun alternatif yang dipilih yaitu
AG-115D2
menggunakan mesin AG-115D2 memiliki kecepatan putar yang
3
gerinda lebih besar sehingga mampu melakukan
penghalusan yang lebih baik dan cepat.
Mesin Hauyang SZ-700A memiliki volume
Pembentukan pola
suntikan yang lebih besar, sedangkan tekanan
kerangka sisi dan suntiknya lebih kecil. Namuh hal ini tidak akan
SZ-700A
kerangka pisau berpengaruh pada hasil yang didapatkan. Untuk
4 menggunakan metode harga mesin Hauyang SZ-700A sebesar 20,000
molding USD dimana lebih murah dari alternatif lainnya
dengan volume plastik yang lebih besar.

21 | P a g e
4.4.3 Pendekatan Operasional Perusahaan

22 | P a g e
Berikut ini disajikan keterangan untuk nomor komponen dan kode proses pada alur proses
produksi SOOWEER.

Keterangan Komponen untuk Alur Proses Produksi SOOWEER

No Nama Komponen Nomor Komponen


1 Biji Polikarbonat 1
2 Polikarbonat 2
3 Stainless steel 3
4 Kerangka 4
5 Pisau 5
6 Penekan 6
7 SOOWEER 7

Keterangan Kode Proses untuk Alur Proses Produksi SOOWEER

No Nama Proses Kode Proses


1 Molding kerangka A
2 Pemotongan Katup B
3 Pemotongan Kerangka Sekat C
4 Pemotongan plat penekan D
5 Molding kerangka pisau E
6 Pemotongan stainless steel F
7 Penghalusan stainless steel G
8 Milling H
9 Inspeksi 1 I
10 Assembly 1 J
11 Inspeksi 2 K
12 Assembly SOOWEER L
13 Packaging M

4.6 Financial Projection


Berikut merupakan Kumpulan kumpulan rencana anggaran biaya untuk memproduksi
produk Sooweer teridiri dari : biaya operator mesin, biaya operator Material Handling, biaya
penggunaan energi dan biaya raw material.

4.5.1 Pernyataan sumber dan penggunaan dana

Sumber dana diperoleh dari pinjaman sebesar 100% modal awal, berikut adalah analisis
kebutuhan biaya produksi

Rekapitulasi Biaya Mesin

23 | P a g e
No Proses Mesin Harga Mesin Jumlah Total Biaya
Terpilih Mesin
1 Memotong Polikarbonat
menjadi katup Rp 104.000.000,00
2 Memotong Polikarbonat
menjadi sekat
Pemotongan
3 polikarbonat menjadi QD-1325 1 Rp 104.000.000,00
plat penekan
4 Pemotongan stainless
steel
5 Mencetak Polikarbonat
menjadi kerangka sisi
Rp 260.000.000,00 1 Rp 260.000.000,00
6 Mencetak polikarbonat SZ-700A
menjadi kerangka pisau
7 Pembentukan pola pisau MF 5V Rp 65.000.000,00 2 Rp 130.000.000,00
8 Penghalusan pola pisau AG- Rp 1 Rp 104.000,00
115D2
Penggabungan pisau 104.000,00
9 Manual Rp 2 Rp
dengan kerangka
Penggabungan holder - -
10 Manual Rp 2 Rp
dengan plat
Pemasangan engsel - -
11 Manual Rp 2 Rp
katup
pada penutup
Penggabungan holder, - -
12 katup penutup, dan Manual Rp 1 Rp
pisau
13 Packaging SOOWEER Manual -Rp 3
-
Rp
kedalam kardus
-
TOTAL BIAYA MESIN - 494.104.000,00
Rp

Rekapitulasi Biaya material Handling

No Proses Pemindahaan Material yang Jenis Material Harga per Unit


Starrting Point End Point Dipindahkan
1 Gudang Laser Cutting Polikarbonat Handling
Forklift Rp
2 Gudang Laser Cutting Stainless steel Forklift 91.000.000,00
Rp
3 Gudang Mesin Molding Polikarbonat Foldable platform 91.000.000,00
Rp
4 Lasser Cutting mesin milling Stainless steel handtruck
Foldable platform 520.000,00
Rp
5 milling mesin mesin gerinda pisau stainless -handtruck 520.000,00
6 Mesin Gerinda Perakitan Pisau steel stainless
pisau Foldable platform Rp
7 Mesin Molding Perakitan Pisau steel
Kerangka pisau handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
8 Gudang Perakitan Pisau mur dan baut handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
9 Mesin laser Perakitan plat katup penekan handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
10 cutting
Gudang penekan plat
Perakitan Holder handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
11 Gudang penekan plat
Perakitan Rivet handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
12 Lasser Cutting penekan
Perakitan Penutup handtruck
Foldable platform 520.000,00
Rp
13 Kerangka
Mesin Molding Perakitan Kerangka sisi handtruckplatform
Foldable 520.000,00
Rp
Kerangka handtruck 520.000,00
24 | P a g e
14 Lasser Cutting Perakitan Sekat Foldable platform Rp
15 Gudang kerangka
Perakitan Engsel handtruck
Foldable platform 520.000,00
Rp
16 kerangka
Perakitan pisau perakitan handtruck
Pisau stainless Belt over roller 520.000,00
Rp
17 produk jadi
Perakitan plat perakitan steelpenekan
plat conveyor
Belt over roller 41.600.000,00
Rp
18 penekan
Perakitan produk jadi
perakitan kerangka sisi conveyor
Belt over roller 41.600.000,00
Rp
19 kerangkaproduk finishing
Perkitan produk jadi conveyor
Belt over roller 41.600.000,00
Rp
TOTAL BIAYA MATERIAL HANDLING conveyor 41.600.000,00
Rp
354.640.000,00

25 | P a g e
Rekapitulasi Biaya Operator Mesin

No Proses Mesin Jumlah Keterangan Biaya Biaya Lembur Total Biaya


Terpilih Operator
1 Memotong Polikarbonat menjadi
2 katup
Memotong Polikarbonat menjadi
3 sekat
Pemotongan polikarbonat menjadi QD-1325 1 1 shift Rp 3.045.000,00 - Rp 36.540.000,00
penekan
plat
4 Pemotongan stainless steel
5 Mencetak Polikarbonat menjadi
kerangka sisi
Mencetak polikarbonat menjadi SZ-700A 1 1 shift Rp 3.045.000,00 - Rp 36.540.000,00
6
kerangka pisau
7 Pembentukan pola pisau MF 5V 2 shif (1 shift
2
penuh,
1 shift 3 jam) Rp 3.045.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 54.540.000,00
8 Penghalusan pola pisau AG-115D2 1 1 shift Rp 3.045.000,00 - Rp 3.045.000,00
9 Penggabungan pisau dengan Manual 2 2 shift (1 shift
1 shift 3 jam)
penuh, Rp 3.045.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 54.540.000,00
kerangka 2 shift (1 shift
10 Penggabungan holder dengan plat Manual 2 Rp 3.045.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 54.540.000,00
1 shift 3 jam)
penuh,
11 Pemasangan engsel pada katup Manual 2 2 shift (1 shift
1 shift 3 jam)
penuh, Rp 3.045.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 54.540.000,00
penutup
Penggabungan holder, katup 2 shift (1 shift
12 Manual 1 Rp 3.045.000,00 Rp 500.000,00 Rp 42.540.000,00
dan pisau
penutup, 1 shift 1 jam)
penuh,
13 Memasukkan SOOWEER kedalam Manual 3 2 shift (1 shift
kardus penuh,
1 shift 4 jam) Rp 3.045.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp 60.540.000,00
TOTAL BIAYA OPERATOR MESIN Rp 397.365.000,00

Rekapitulasi Biaya Operator Material Handling

Proses Pemindahaan Material yang Jenis Material Biaya Operator per

26 | P a g e
Starrting Point End Point Dipindahkan Handling Tahun
No Operator Biaya Operator
1 Gudang Laser Cutting Polikarbonat Forklift 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
2 Gudang Laser Cutting Stainless steel Forklift 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
3 Gudang Mesin Molding Polikarbonat Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
4 Lasser Cutting mesin milling Stainless steel Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
5 milling mesin mesin gerinda pisau stainless steel- - - -
6 Mesin Gerinda Perakitan Pisau pisau stainless steel Foldable platform 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
handtruck
7 Mesin Molding Perakitan Pisau Kerangka pisau Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
8 Gudang Perakitan Pisau mur dan baut Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
9 Mesin laser cutting Perakitan plat penekan katup penekan Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
10 Gudang Perakitan plat penekan holder Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
11 Gudang Perakitan plat penekan Rivet Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
12 Lasser Cutting Perakitan Kerangka Penutup Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
13 Mesin Molding Perakitan Kerangka Kerangka sisi Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
14 Lasser Cutting Perakitan kerangka sekat Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
15 Gudang Perakitan kerangka Engsel Foldable platform
handtruck 1 Rp 3.045.000,00 Rp 36.540.000,00
16 Perakitan pisau perakitan produk jadi Pisau stainless steel Belt over roller - - -
conveyor

27 | P a g e
No Proses Pemindahaan Material yang Jenis Material Handling Operator Biaya Biaya Operator per
Starrting Point End Point Dipindahkan Operator Tahun
17 Perakitan plat penekan perakitan produk jadi plat penekan Belt over roller conveyor - - -
18 Perakitan kerangka perakitan produk jadi kerangka sisi Belt over roller conveyor - - -
19 perkitan produk finishing Belt over roller conveyor - - -
TOTAL BIAYA TENAGA KERJA PADA MATERIAL HANDLING Rp 511.560.000,00

Rekapitulasi Biaya Energi

No Jenis Proses Mesin Jumlah Demand Biaya listrik per Total Biaya Per Proses
Terpilih Mesin Proses produk
1 Memotong Polikarbonat menjadi katup
2 Memotong Polikarbonat menjadi sekat
4 Pemotongan polikarbonat menjadi plat penekan QD-1325 1 72.924 Rp 20,01 Rp 1.459.209,24
5 Pemotongan stainless steel
3 Mencetak Polikarbonat menjadi kerangka sisi SZ-700A 1 73.684 Rp 5.177,61 Rp 381.507.015,24
8 Mencetak polikarbonat menjadi kerangka pisau
6 Pembentukan pola pisau MF 5V 2 72.924 Rp 4.643,41 Rp 677.232.061,68
7 Penghalusan pola pisau AG-115D2 1 72.924 Rp 208,00 Rp 15.168.192,00
9 Penggabungan pisau dengan kerangka Manual 2 70.736 - -
10 Penggabungan holder dengan plat Manual 2 70.736 - -
11 Pemasangan engsel pada katup penutup Manual 2 70.736 - -
12 Penggabungan holder, katup penutup, dan pisau Manual 1 69.321 - -
13 Memasukkan SOOWEER kedalam kardus Manual 3 67.934 - -
TOAL BIAYA ENERGI Rp 1.075.366.478,16

28 | P a g e
Rekapitulasi Biaya Raw Material

No Nama Harga Satuan Kebutuhan Kebutuhan Total Biaya


Komponen Komponen perhari pertahun
1 Polikarbonat Rp 2.850.000 Lembar 4 633 Rp1.804.050.000
2 Stainless steel Rp 157.080 Lembar 15 2.735 Rp 429.613.800
3 Engsel Rp 20.000 Pasang 4 266.300 Rp5.326.000.000
4 Mur baut Rp 1.100 pasang 4 266.300 Rp 292.930.000
5 Rivet Rp 1.000 Buah 1 66.575 Rp 66.575.000
6 Kardus Rp 3.000 Buah 1 66.575 Rp 199.725.000
7 Buble Wrap Rp 3.500 Satuan 1 66.575 Rp 233.012.500
8 Buku Garansi Rp 3.700 Buku 1 66.575 Rp 246.327.500
dan Panduan
TOTA BIAYA RAW MATERIAL Rp8.598.233.800

4.5.2 Lembar Asumsi

Peramalan Permintaan Pasar


Produk SOOWEER belum memiliki data historis permintaan di pasar. Oleh karena
itu, peramalan dilakukan dengan melihat data historis dari calon pengguna produk
SOOWEER, yaitu jumlah perusahaan makro yang bergerak dalam bidang makanan dan
jumlah rumah tanggamenengah keatas di setiap tahunnya. Kedua data tersebut hanya
dibatasi 77 pada daerah Jawa dan Sumatra, yang merupakan daerah pemasaran dari
produk SOOWEER. Pemilihan perusahaan makro yang bergerak dalam bidang makanan
sebagai data historis yang akan digunakan sebagai dasar peramalan permintaan pasar
dikarenakan perusahaan makro tersebut merepresentasikan UKM pengolah daging.
Selain UKM pengolah daging, rumah tangga juga menjadi target pasar dari produk
SOOWEER. Berdasarkan hasil identifikasi segmentasi pada sub bab sebelumnya, rumah
tangga yang menjadi target produk SOOWER adalah rumah tangga yang memiliki
pendapatan sekitar Rp. 1000.000 Rp. 5.000.000. Rumah tangga dengan kriteria tersebut
dapat digolongkan sebagai rumah tangga yang menengah keatas.
Berikut ini merupakan forecast data jumlah perusahaan makro bidang makanan di
Jawa dan Sumatra dengan menggunakan quadratic model selama 10 tahun ke depan dan
pertumbuhan per tahun:

29 | P a g e
Tabel 3. Proyeksi Produk
Tahun Jumlah Perusahaan Makro Pertumbuhan per Tahun

2011 649.603 -
2012 648.881 -723
2013 750.833 101.952
2014 846.234 95.402
2015 1.186.994 340.760
2016 1.536.356 349.362
2017 2.001.777 465.421
2018 2.563.828 562.051
2019 3.222.510 658.682
2020 3.977.823 755.313
2021 4.829.766 851.943
2022 5.778.340 948.574
2023 6.823.545 1.045.205
2024 7.965.380 1.141.835
2025 9.203.846 1.238.466
2026 10.538.942 1.335.096

Peramalan permintaan terhadap produk SOOWEER tidak bisa dilihat dari jumlah
perusahaan makro bidang makanan di setiap tahunnya, namun dapat dilihat dari
pertumbuhan dari perusahaan makro dari tahun ke tahun. Berdasarkan perhitungan
sebelumnya, peramalan permintaan terhadap produk SOOWEER untuk perusahaan
makro selama 10 tahun ke depan adalah sebagai berikut:

Tahun Peramalan Permintaan Tahun Peramalan Permintaan


Produk SOOWER Produk SOOWER
2016 465.421 2022 1.045.205
2017 562.051 2023 1.141.835
2018 658.682 2024 1.238.466
2019 755.313 2025 1.335.096
2020 851.943 2026 1.431.727
2021 948.574

Berikut ini merupakan forecast data jumlah rumah tangga menengah keatasdi Jawa
dan Sumatra dengan menggunakan quadratic model selama 10 tahun ke depan dan
pertumbuhan rumah tangga per tahun:

30 | P a g e
Tahun Jumlah Rumah Tangga Menengah Keatas Pertumbuhan per
Tahun
2010 29.191 -
2011 29.191 0
2012 29.191 0
2013 30.293 1.103
2014 30.610 316
2015 31.745 1.135
2016 33.007 1.262
2017 34.516 1.510
2018 36.274 1.757
2019 38.279 2.005
2020 40.532 2.253
2021 43.033 2.501
2022 45.782 2.749
2023 48.779 2.997
2024 52.024 3.245
2025 55.516 3.493
2026 59.257 3.741

Peramalan permintaan dapat dilihat dari pertumbuhan dari rumah tangga menengah keatas dar
i tahun ke tahun. Berdasarkan perhitungan sebelumnya, peramalan permintaan terhadap produ
k SOOWEER untuk segmen rumah tangga menengah keatas di Jawa dan Sumatra selama 10 t
ahun ke depan adalah sebagai berikut:
Peramalan Permintaan Peramalan Permintaan
Tahun Tahun
Produk SOOWER Produk SOOWER
2016 1.262 2022 2.749
2017 1.510 2023 2.997
2018 1.757 2024 3.245
2019 2.005 2025 3.493
2020 2.253 2026 3.741
2021 2.501

Berikut ini merupakan total peramalan permintaan produk SOOWEER selama 10


tahun kedepan:

Peramalan Permintaan Produk


Tahun
Perusahaan Makro Rumah Tangga Total
2016 1.262 465.421 466.683
2017 1.510 562.051 563.561
2018 1.757 658.682 660.439

31 | P a g e
2019 2.005 755.313 757.318
2020 2.253 851.943 854.196
2021 2.501 948.574 951.075
2022 2.749 1.045.205 1.047.954
2023 2.997 1.141.835 1.144.832
2024 3.245 1.238.466 1.241.711
2025 3.493 1.335.096 1.338.589
2026 3.741 1.431.727 1.435.468
4.5.3 Proyeksi Laporan Laba Rugi
Harga Pokok Produksi

Biaya komponen per tahun = Rp 8.598.233.800,00

Biaya Tenaga Kerja Operator Mesin = Rp 397.365.000,00

Biaya Tenaga Kerja Operator MH = Rp 511.560.000,00

Biaya Overhad = Rp1.075.366.478,16

Unit produksi pertahun = 66.575


s
= 8.598.233.800 + 397.365.000 + 511.560.000 + 1.075.366.478,16
66.575

Harga Pokok Produksi = Rp 158.956,44

Harga Jual
Setelah dilakukannya perhitunggan HPP (Harga Pokok Produksi) berikutnya adalah
dilakukannya perhitungan harga jual dari 1 unit produk SOOWEER. HPP dari produk akan
dikalikan dengan profit yang ditentukan oleh SOOWEER Company, yaitu sebesar 100%.
Penentuan ini ditentukan berdasarkan tingkat investasi yang akan dilakukan pada fase
pembangunan serta biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama masa produksi dan
pengembangan. Sehingga didapat harga jual produk. Contoh perhitungan dari harga jual
adalah sebagai berikut:

Harga Jual = HPP x Margin (100%)

= Rp 158.956,44 x 200%

32 | P a g e
Berdasarkan perhitungan di atas bahwa dapat disimpulksn adalah Rp. 318.000/produk.

4.7 Social Impact


Lingkungan sosial sangat mempengaruhi seorang pebisnis dalam menciptakan peluang
usaha. Seorang pebisnis harus jeli dalam melihat peluang bisnis apa yang dapat diciptakan
dengan melihat kepada faktor sosial ini. Sebagian besar masyarakat di Indonesia sudah
menggunakan internet sebagai alat komunikasi, maka dapat lebih mudah untuk perusahaan
memperkenalkan produk penyuwir daging yang sangat bermanfaat terutama bagi UKM, rumah
tangga, warung, dsb.
Selain itu, masyarakat lebih memudahkan menyuwir apabila dalam keadaan mendesak
seperti para UKM dan warung yang harus menyediakan makanan setiap hari.

33 | P a g e
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
SOOWEER merupakan alat yang berfungsi untk menyuwir daging yang diperuntukkan
untuk skala kecil. Alat ini diperuntukkan UKM yang menggunakan daging suwiran daging
sebagai bahan utamanaya, seperti pada UKM nasi krawu ataupun UKM Abon. Keunggulan
dari produk SOOWEER ini adalah dapat meningkatkan keamanan penggunanya. Target pasar
dari produk SOOWEER adalah wilayah perkotaan. Konsusmen yang dituju mencakup rumah
tangga dan UKM. Produk akan diminati oleh konsumen dengan pendapatan diatas Rp
1.000.000,00. Perantara yang digunakan dalam memasarkan produk SOOWEER adalah
retailer-retailer. Selain melalui retailer pemasaran juga dilakukan melalui media online.
Struktur organisasi yang digunakan masih sangat sederhana. Pembagian departemen untuk
SOOWEER terdiri dari departemen desain, produksi, serta finance dan marketing. Pembagian
departemen ini dinilai cukup efektif untuk industri start up. Lokasi usaha direncanakn di dua
alternative wilayah yaitu Mojokerto dan Karawang. Hal ini ditentukan berdasarkan jaringan
distribusi yang akan dijalankan ketika operasional. SOOWEER direncanakan menggunakan
proses produksi mass produk sehingga proses produksi akan dibantu oleh mesin-mesin yang
telah ditentukan dengan operator yang berperan dalam operasional. Pertimbangan menjadikan
SOOWEER sebagai mass product membuat biaya investasi cukup besar. Namun biaya
investasi tersebut akan kembali dalam proyeksi sepuluh tahun dengan pertimbangan asumsi
pangsa pasar dan market demand yang masih tersedia untuk jangka waktu yang ditentukan
sehingga perusahaan mampu mencapai BEP dan memperoleh profit setelah masa BEP.

5.2 Saran
Produk SOOWEER masih dapat dilakukan pengembangan produk seperti meningkatan
fungsi alat. Untuk rencana finansial jangka panjang perlu dilakukan kajian ulang untuk
wilayah-wilayah yang belum tersentuh dan dapat menjadi target pasar dari produk SOOWEER.
Perusahaan SOOWEER dapat memperoleh keuntungan lebih besar apabila sumber daya yang
dibutuhkan untuk produksi lebih murah, caranya dengan membuat anak perusahaan yang khsus
menangani komponen tersebut. Selain dapat memenuhi kebutuhan produksi juga dapat dijual
ke pasar luar sehingga menambah keuntungan perusahaan.

34 | P a g e