Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK KASUS ANDERSON ERSON TERHADAP KAP,

PEMERINTAH DAN MANAJEMEN

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Auditing I

Oleh :

Devi Tresa Rachmat


a1021511rb4008

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANGGA BUANA
BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada tuhan yme yang telah memberikan

berkat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul

dampak kasus anderson erson terhadap kap, pemerintah dan manajemen tepat

pada waktunya. adapun maksud dan tujuan dari makalah ini adalah untuk

memenuhi tugas mata kuliah auditing I. selesainya penulisan ilmiah ini tidak

terlepas dari bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Semoga, makalah ini

dapat bermanfaat dan dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi pembaca

guna pengembangan selanjutnya.


A. Pendahuluan

Maraknya kejahatan akuntansi korporat yang terjadi akhir-akhir ini

membuat kepercayaan para pemakai laporan keuangan khususnya laporan

keuangan auditan terhadap auditor mulai menurun. Akibat kejahatan tersebut,

para pemakai laporan keuangan seperti investor dan kreditur mulai

mempertanyakan kembali eksistensi akuntan publik sebagai pihak indepeden

yang menilai kewajaran laporan keuangan.

Beberapa kasus manipulasi yang merugikan pemakai laporan keuangan

melibatkan akuntan publik yang seharusnya menjadi pihak

independen. Kondisi ini membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas

profesi akuntan publik. Erosi kepercayaan terhadap profesi akuntansi semakin

meningkat, padahal eksistensi profesi sangat bergantung pada kepercayaan

masyarakat sebagai pengguna jasa profesi. Perdagangan opini auditor menjadi

hal yang wajar ketika independensi dan objektivitas sudah terabaikan.

Kepercayaan masyarakat perlu dipulihkan dan hal itu sepenuhnya

tergantung pada praktek profesional yang dijalankan para akuntan.

Profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dimiliki oleh setiap

anggota profesi yaitu: keahlian, pengetahuan, dan karakter. Karakter

menunjukkan personality (kepribadian) seorang profesional yang diantaranya

diwujudkan dalam sikap etis dan tindakan etis (Marie, [2002] dalam

Chrismastuti dan Purnamasari,[2003]). Sikap dan tindakan etis akuntan publik

akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya

(Machfoed, [1997]).
Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth

(penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua

perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam

industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas

bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi.

Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading

commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron mulai

terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada

tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di

tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di

belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron, suatu

perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan

terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di

AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2

milyar.

Jeffrey Skilling menjelaskan kebangkrutan Enron disebabkan

terganggunya proses bisnis akibat credit rating perusahaan menurun pada

November 2001. Hal ini dikarenakan sebagai perusahaan trading,

membutuhkan rating nilai investasi untuk melakukan perdagangan dengan

perusahaan lain. Tidak ada nilai yang baik, maka tidak akan ada

perdagangan. Terjadinya penurunan nilai rating investasi perusahaan

disebabkan hutangnya yang terlalu besar, yang sebelumnya tidak tercatat

dalam neraca (off balance sheet) kemudian diklasifikasikan ulang sehingga


tercatat dalam neraca (on balance sheet). Hutangnya tidak hanya sebesar $13

juta tetapi bertambah hingga sebesar $38 juta. Klasifikasi ulang dilakukan

karena terdapat banyak special purpose entity (SPEs) dan kerjasama yang

tidak tercatat dalam neraca yang memiliki banyak hutang. Sehingga terjadi

ketidakcocokan saat dilakukan konsolidasi ulang yang kemudian

menyebabkan nilai ekuitas perusahaan jatuh.

B. Kasus Kap Arthur Enderson Dan Enron

Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang

berbasis di Houston,Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada

akhir 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan

merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas

alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku

penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 miliar. Fortune menamakan

Enron "Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun

berturut-turut. Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika

terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama

oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara

kreatif.

Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30

November 2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron

mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11. Saat itu, kasus itu

merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000

pegawai kehilangan pekerjaan mereka. Tuntutan hukum terhadap para direktur


Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya

menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat

besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya

perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan

dunia bisnis yang lebih luas. Enron masih ada sekarang dan mengoperasikan

segelintir aset penting dan membuat persiapan-persiapan untuk penjualan

atau spin-off sisa-sisa bisnisnya. Enron muncul dari kebangkrutan pada

November 2004 setelah salah satu kasus kebangkrutan terbesar dan paling

rumit dalam sejarah AS. Sejak itu, Enron menjadi lambang populer dari

penipuan dan korupsi korporasi yang dilakukan secara sengaja.

1. Kesalahan KAP Arthur Enderson

Arthur Andersen mempunyai peran yang besar dalam kecurangan

ini. Hal ini dikarenakan Andersen melakukan manipulasi pembentukan

entitas khusus dan memberikan opini yang menyatakan bahwa laporan

keuangan Enron wajar. Hal tersebut sangat bertentangan dengan tugas

seorang auditor untuk memberikan keyakinan pada laporan keuangan yang

dia periksa. Pada tanggal 12 Oktober 2001 Arthur Andersen menerima

perintah dari para pengacara Enron untuk memusnahkan seluruh materi

audit, kecuali berkas-berkas yang paling dasar.

Saat ini, Arthur Andersen menghadapi berbagai tuntutan di

pengadilan. Di dalam pengadilan, akan diajukan pertanyaan dari para

penyidik kepada para eksekutif di Arthur Andersen. Bagaimana bisa

mereka kecolongan selama beberapa tahun tanpa menandai penyimpangan


dalam akuntansi Enron yang agresif, bahkan kriminal itu? Seberapa

banyak Andersen tahu tentang pemusnahan sejumlah dokumen audit

Enron oleh salah satu auditornya? Pertanyaan yang lebih kejam: tidakkah

Andersen ikut terlibat mempermak laporan keuangan mengingat Enron

membayar mahal perusahaan itu-US$ 52 juta pada tahun 2000-tak hanya

untuk jasa audit tapi juga jasa konsultasi?. Dengan kata lain bisa dikatakan

bahwa KAP Arthur Anderson melanggar kode etik profesi dan tidak

independen dalam penugasannya sebagaimana yang seharusnya sebagai

seorang akuntan. terbukti pada tanggal 14 Maret 2002 departemen

kehakiman Amerika memvonis KAP Andersen bersalah atas tuduhan

melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah

menghancurkan dokumen-dokumen yang sedang di selidiki.

2. Masalah dan Kecurangan yang dilakukan oleh Enderson

Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan Enron, Enron

dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron

telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan

menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar Manipulasi

keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati

investor. selain itu, terungkap pula adanya kemitraan Enron dengan

perusahaan kosong, seperti Chewco dan JEDI.

Perusahaan dengan nama yang terkesan main-main (Chewco dan

JEDI adalah karakter dalam Star Wars) ini membuat para eksekutif Enron

yang mengemudikannya kaya raya, dan Enron membuat pembukuan off


balance sheet atas kerugian ratusan juta dolar sehingga tersembunyi dari

mata investor dan pihak lain. Skandal ini semakin ruwet dengan

ditengarainya keterlibatan banyak pejabat tinggi gedung putih dan politisi

di Senat Amerika Serikat yang pernah menerima kucuran dana politik dari

perusahaan ini.

Bahkan tercatat 35 pejabat penting pemerintahan George W. Bush

merupakan pemegang saham Enron. Dalam daftar perusahaan

penyumbang dana politik, Enron tercatat menempati peringkat ke-36, dan

penyumbang peringkat ke-12 dalam penggalangan dana kampanye Bush.

Akibat pertalian semacam itu, banyak orang curiga pemerintahan Bush

dan para politisi telah dan akan memberikan perlakuan istimewa, baik

dalam bisnis Enron selama ini maupun dalam proses penyelamatan

perusahaan itu.

3. Lembaga Lembaga Yang Ikut Bertanggung jawab Dalam Kasus


Enron

a) Auditor

Arthur Anderson (satu dari lima perusahaan akuntansi terbesar)

adalah akuntan Enron. Tugas dari Anderson adalah melakukan

pemeriksaan dan memberikan opini mengenai kewajaran dan

kesesuaian laporan keuangan dengan GAAP (generally accepted

accounting practices). Anderso mengalami konflik kepentingan akibat

pembayaran yang begitiu besar dari Enron. $5juta untuk biaya audit

dan$50 juta untuk biaya konsultasi.


b) Konsultan Hukum

Konsultan hukum Enron, khususnya Vinson & Elkins juga

disewa oleh Enron. Konsultan hukum ini bertanggungjawab untuk

memnyediakan opini hukum atas strategi, struktur dan legalitas umum

atas semua yang dilakukan Enron.

c) Regulator

Sebagai perusahaan publik, enron diharuskan mengikuti

peraturan dari SEC. Akan tetapi dalam pengawasannya SEC, tidak

melakukan investigasi mendalam atau melakukan konfirmasi ulang

terhadap Enron. SEC hanya mengandalkan pada testimoni yang dibuat

oleh lembaga lain (Arthur Anderson), sedangkan NYSE mengharuskan

Enron memenuhi perdagangan di NYSE. Berbeda dengan Sec, NYSE

tidak hanya hanya melakukan verifikasi firsthand.

d) Pasar Hutang

Enron mengingikan dan membutuhkan sebuah rating. Sehingga

Enron membayar Standard & poors serta Moodys untuk membrikan

nilai rating. Rating ini dibutuhkan untuk sekuritas hutang perusahaan

yang diterbitkan dan diperdagangakan di pasar. Yang menjadi

masalah, perusahaan rating tersebut hanya melakukan analisis sebatas

data yang diberikan kepada mereka oleh Enron, operasional dan

aktivitas keuangan Enron.


C. Dampak Kasus Anderson Enron

1. Dampak bagi Enron

Akibat kasus yang meinimpanya, kini enron mengalami

kebangkrutan dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2

milyar. saat itu, Sertifikat saham mereka tak lagi punya nilai-mungkin

hanya layak dipajang dalam pigura untuk mengenang salah satu skandal

keuangan terbesar dalam dunia bisnis.

2. Dampak bagi KAP Arhtur Andersen

Arthur Andersen LLP (member di Amerika Serikat) yang dianggap

ikut bersalah dalam kebangkrutan Enron juga terkena imbasnya. Member

Arthur Andersen di beberapa negara seperti, Jepang dan Thailand, telah

membuat kesepakatan merger dengan KPMG, Australia dan Selandia Baru

dengan Ernst & Young, dan Spanyol dengan Deloitte Touche Tohmatsu.

Di Amerika sendiri, aktivitas seluruh member Andersen dibekukan

pemerintah. Akibatnya, menurut Asian Wall Street Journal klien-klien

Andersen LLP beralih ke berbagai auditor. Antara lain Delotte and Touche

(10 persen), KPMG (11 persen), PriceWaterhouseCooper (20 persen), dan

Ernst & Young (28 persen). Dan yang berpindah ke auditor-auditor kecil

lainnya atau mengaku belum tahu berpindah kemana sebanyak 40 persen.

ini menunjukkan bahwa KAP Andersen terus menerima konsekwensi

negatif dari kasus Enron berupa kehilangan klien, pembelotan afiliasi yang

bergabung dengan KAP yang lain dan pengungkapan yang meningkat

mengenai keterlibatan pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron.


3. Dampak bagi Makro Ekonomi Amerika

Keruntuhan perusahaan energi Enron cukup banyak berdampak

bagi dunia bisnis internasional khususnya Amerika. Akibat kebangkrutan

Enron pada tahun 2001 sedikitnya 4.000 karyawan kehilangan pekerjaan.

Kolapsnya Enron juga mengguncang neraca keuangan para kreditornya

yang telah mengucurkan milyaran dolar (JP Morgan Chase dan Citigroup

adalah dua kreditor terbesarnya). Para karyawan Enron dan investor kecil-

kecilan juga dirugikan karena simpanan hari tua mereka yang musnah.

Sebagian besar dana pensiun dan tabungan 20.000 karyawan Enron terikat

dalam saham yang kini tanpa nilai. Banyak lembaga keuangan

internasional juga ikut menderita kerugian akibat bangkrutnya Enron,

sehingga membuat mereka semakin berhati-hati dalam membidik peluang

investasi. Perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar

modal diharuskan memenuhi persyaratan pembeberan (disclosure) yang

luar biasa ketat.

4. Imbas kasus Enron bagi Indonesia

Berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di

tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek

di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia termasuk

Indonesia yang juga mengalami penurunan Harga saham di bursa efek

Indonesia.
5. Dampak Kasus Enron Terhadap Profesi Auditor di Amerika
Maupun di Indonesia

Akibat kasus Enron kini kredibilitas akuntan publik menjadi jatuh

terutama disebabkan oleh keterlibatan Arthur Andersen salah satu KAP

terbesar di dunia di dalam skandal tersebut. Akuntan Publik tidak lagi

dipandang sebagai profesi yang unik melainkan sebagai industri yang tidak

lepas dari kepentingan bisnis yang sempit. Fenomena ini telah mendorong

berbagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap

profesi akuntan publik. Contoh yang paling nyata adalah inisiatif

Sarbanes-Oxley yang merekomendasikan pembentukan badan pengawas

akuntan publik di pasar modal. Indonesia sendiri tidak terlepas dari

pengaruh skandal tersebut sehingga berbagai pihak seperti IAI dan

BAPEPAM kini tengah membahas pengawasan kompetensi dari Akuntan

publik terutama yang terlibat di pasar modal Indonesia. Bagi perusahaan di

Indonesia sendiri, pelajaran dari AS tersebut harus menjadi acuan agar

tidak sampai terulang di Indonesia.

D. Pembahasan

Dari kasus tersebut bisa di simpulkan bahwa Enron dan KAP Arthur

Andersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman

dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Mungkin saja

pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron, tetapi

akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan

KAP Arthur Andersen. Dalam kasus ini, KAP yang seharusnya bisa bersikap
independen tidak dilakukan oleh KAP Arthur Andersen. Karena perbuatan

mereka inilah, kedua-duanya menuai kehancuran dimana Enron bangkrut

dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakn KAP Arthur

Andersen sendiri kehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari

masyarakat terhadap KAP tersebut, juga berdampak pada karyawan yang

bekerja di KAP Arthur Andersen dimana mereka menjadi sulit untuk

mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini.

Pihak manajemen Enron telah melakukan berbagaimacam pelanggaran

praktik bisnis yang sehat melakukan (deception, discrimination of

information, coercion, bribery) dan keluar dari prinsif good corporate

governance. Akhirnya Enron harus menuai suatu kehancuran yang tragis

dengan meninggalkan hutang milyaran dolar. KAP Andersen sebagai pihak

yang seharusnya menjungjung tinggi independensi dan profesionalisme telah

melakukan pelanggaran kode etik profesi dan ingkar dari tanggungjawab

terhadap profesi maupun masyarakat diantaranya melalui deception,

discrimination of information, coercion, bribery. Akhirnya KAP Andersen di

tutup disamping harus mempertanggungjawabkan tindakannya secara hukum.

Anda mungkin juga menyukai