Anda di halaman 1dari 2

Pupuk urea adalah pupuk buatan dengan senyawa kimia organik CO(NH2)2.

Pupuk padat ini


berbentuk butiran bulat kecil (diameter kurang 1mm). Universitas Sumatera Utara Pupuk ini
mempunyai 45-46% kadar N. Urea larut sempurna di dalam air dan tidak mengasamkan tanah
(EA:71) (Hasibuan, 2009). Sifat urea yang tidak menguntungkan adalah sangat higroskopis dan mulai
menarik air dari udara pada kelembapan nisbi 73%. Urea tidak bersifat mengorganisir dalam larutan
sehingga mudah mengalami pencucian, karena tidak capat terjerap oleh koloid tanah. Untuk dapat
diserap oleh akar tanaman urea harus mengalami proses ammonifikasi dan nitrifikasi terlebih
dahulu. Bekerjanya pupuk urea ini adalah lambat (Damanik, dkk, 2010)

Amonium sulfat, (NH4)2SO3 disebut juga ZA, zwavelzure amoniak merupakan jenis pupuk anorganik
tunggal yang terdiri dari unsur sulfur (24% berat) dalam bentuk ion sulfat dan unsur nitrogen (21%
berat) dalam bentuk ion amonium (Speight, 2002). Umumnya, pupuk ini berbentuk kristal putih,
abu-abu, biru kebiru-biruan, atau agak kuning (Isnaini 2006 ). Sifat pupuk ini adalah (1) larut air, (2)
dapat dijerap oleh koloid tanah, (3) reaksi fisiologis asam, (4) mempunyai daya mengusir Ca dari
kompleks jerapan, (5) mudah menggumpal, tetapi dapat dihancurkan kembali, dan (6) asam
bebasnya kalau terlalu tinggi meracuni tanaman (Afandie dan Nasih, 2002).

SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang.Kandungan pupuk
SP-36 adalah P2O5 total : 36 %; P2O5 tersedia : 34 % ; P2O5 larut air : 30 %. Pupuk ini terbuat dari
fosfat alam dan sulfat. Berbentuk butiran dan berwarna abu abu. Sifatnya agak sulit larut didalam air
dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong
netral, tidak higroskopis, dan tidak bersifat membakar (Novizan, 2002).

Pupuk Kalium Sulfat lebih dikenal dengan nama ZK. Kalium sulfat (K2SO4) (juga dikenal sebagai
garam abu sulfur) merupakan garam yang terdiri dari kristal putih yang dapat larut dalam air dan
tidak mudah terbakar. Kadar K2O-nya sekitar48- 52%. Bentuknya berupa tepung putih yang larut
didalam air, dengan sifatnya yang agak mengasamkan tanah ZK digunakan sebagai sumber senyawa
kalium dan sulfur pada tanaman perkebunan seperti rami, kapas dan tembakau (Zikridkk., 2012).

Pupuk KCl dikenal juga dengan nama Muriate of Potash, berbentuk kristal yang berwarna merah dan
ada pula yang berwarna putih kotor. Terdapat dua macam pupuk KCl yakni KCl 80 yang mengandung
52-53% K2O dan KCl 90 dengan kandungan 55-58% K2O. Pupuk ini larut dalam air. Bila dimasukkan
ke dalam tanah akan terionisasi menjadi ion K dan ion Cl. Karena pupuk ini mengandung ion Cl, maka
kurang baik digunakan untuk tanaman yang peka terhadap Cl seperti tanaman tembakau, kelapa
sawit dan kentang. Pupuk ini larut Universitas Sumatera Utara di dalam air, reaksi fisiologis adalah
asam lemak dan sedikit higroskopis (Hasibuan, 2006).

pupuk phonska merupakan jenis pupuk majemuk yang memiliki kandungan unsur hara N 15% P2O5
15% dan KO2 15%. NPK merupakan pupuk majemuk (dalam satu pupuk mengandung beberapa jenis
unsur hara) yang diperlukan tanaman dalam pertumbuhannya. Pupuk ini diperkaya dengan
kandungan unsur hara belerang (S) dalam bentuk larutan air sehingga mudah diresap akar tanaman
(Permadi, 2007).

KNO3 merupakan jenis pupuk kimia dengan kandungan kalium dan nitrogen di dalamnya. Pupuk
KNO3 merupakan kombinasi unsur N (nitrogen) dan K (Kalium) dalam bentuk K2O. KNO (Kalium
Nitrat) adalah pupuk majemuk yang tersusun oleh unsur N (13%) dan K (K2O sebanyak 44%. Kalium
yang terkandung pada KNO3 mempunyai pengaruh sebagai penyeimbang keadaan bila tanaman
kelebihan nitrogen, unsur K juga dapat meningkatkan sintesis dan translokasi karbohidrat, sehingga
meningkatkan ketebalan dindng sel, kekuatan batang dan meningkatkan kandungan gula (Foth,
1994).
Menurut Novizan (2007), pupuk NPK Mutiara (16:16:16) adalah pupuk majemuk yang memiliki
komposisi unsur hara yang seimbang dan dapat larut 12 secara perlahan-lahan. Pupuk NPK Mutiara
berbentuk padat, memiliki warna kebiru-biruan dengan butiran mengkilap seperti mutiara. Pupuk
NPK Mutiara memiliki beberapa keunggulan antara lain sifatnya yang lambat larut sehingga dapat
mengurangi kehilangan unsur hara akibat pencucian, penguapan, dan penjerapan oleh koloid tanah.
Selain itu, pupuk NPK mutiara memiliki kandungan hara yang seimbang, lebih efisien dalam
pengaplikasian, dan sifatnya tidak terlalu higroskopis sehingga tahan simpan dan tidak mudah
menggumpal

pupuk Dolomit merupakan pupuk yang berasal dari endapan mineral sekunder yang banyak
mengandung unsur Ca dan Mg dengan rumus kimia CaMg (CO3)2. Kapur Dolomit Berbentuk bubuk
berwarna putih kekuningan. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH. Dolomit adalah sumber Ca
(30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. Pupuk dolomite tidak hanya mengandung unsur Ca dan Mg
saja, namun juga terkandung Silikat sebagai SiO2, Al2O3, Fe3O3 dan air. Kelarutannya agak rendah
dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Semakin halus butirannya akan semakin baik
kualitasnya (Novizan, 2002).

terdapat 2 jenis pupuk daun gandasil yakni gandasil B dan gandasil D. Perbedaan pupuk daun
gandasil B dan gandasil D terdapat pada unsur hara yang terkandung pada keduanya. Gandasil B
memiliki kandungan unsur hara makro 6% N, 20% P, 30% K dan 3% Mg. Menurut Andalasari et al.
(2014) pemberian pupuk yang berbeda memberi respon pertumbuhan yang berbeda pula pada
tanaman. Pemberian 8 pupuk Gandasil menghasilkan respon yang lebih baik dibandingkan Hyponex
karena kandungan hara yang berbeda. Gandasil D mengandung N 20%, P 15%, K 15% dan Mg 1% dan
tambahan unsur mikro B, Ca, Co, Zn serta adanya vitamin untuk pertumbuhan tanaman seperti
aneurin, laktoflavin, nicotinic acid amide.

Boron terutama berasal dari mineral primer, seperti misalnya borosilikat. Boron terdapat dalam
larutan tanah pada tingkatan yang sangat rendah sebagai asam borat dan diadsorbsi oleh partikel
tanah sebagai borat (Gardner et al., 1985). Dalam lingkungan geologis larutan B kebanyakan
terkandung dalam H3BO3 dan H2BO3 - (Mortvedt et al., 1991). Boron diserap tanaman dalam
bentuk H3Bo3 (Matoh, 1997).