Anda di halaman 1dari 10

SAMBUTAN

KEPALA KANTOR
KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CIREBON
PEMBUKAAN MTQ KE 44
TINGKAT KABUPATEN CIREBON TAHUN 2017

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang Terhormat Bapak Bupati Cirebon,


Yang Terhormat Ibu Wakil Bupati Cirebon,
Yang Terhormat Jajaran FORKOMPIMDA Kabupaten
Cirebon,
Yang Terhormat Ketua DPRD Kabupaten Cirebon,
Yang Terhormat Ketua LPTQ Kabupaten Cirebon,
Yang Terhormat Para Tokoh Agama se-Kabupaten
Cirebon,
Yang Terhormat Jajaran pemerintahan tingkat
Kecamatan Karangsembung,
Yang Terhormat Para Dewan Hakim dan Para Peserta
Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten
Cirebon ke 44,
Para Tamu Undangan serta hadirin sekalian yang saya
muliakan.

Sambutan MTQ-44 Halaman 1







.

.
.

Pertama-tama marilah kita persembahkan
puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita
semua.
Shalawat dan salam marilah kita haturkan
untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW
yang diutus Allah SWT. untuk menyampaikan Al
Qur'an sebagai wahyu Allah dan kitab suci yang
terpelihara keasliannya hingga akhir zaman.
Dengan izin Allah SWT pada malam ini kita
dapat hadir bersama pada acara pembukaan
Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44

Sambutan MTQ-44 Halaman 2


Tingkat Kabupaten Cirebon di Kecamatan
Depok tahun 2017.
Kegiatan "Musabaqah" dalam bidang
tilawah, tafsir, tahfiz dan bidang lainnya kini
sudah tidak asing lagi bagi umat Islam di tanah air
kita. Karena kegiatan seperti ini diselenggarakan
setiap tahun, mulai dari tingkat desa atau
kelurahan hingga tingkat nasional.
Penyelenggaraan musabaqah tentu tidak
hanya sekedar bermakna sebagai peneguhan syiar
Islam, tetapi lebih jauh diharapkan menjadi
parameter untuk mengukur hasil atau outcome
kegiatan pembelajaran Al Qur'an yang
berlangsung di masyarakat, melalui
DTA/TPQ/TKQ/Madrasah Diniyyah dan
Pondok Pesantren yang tersebar di Kabupaten
Cirebon.
MTQ yang diselenggarakan ini juga dapat
dijadikan sebagai parameter sekaligus barometer
untuk mengetahui berhasil atau tidaknya

Sambutan MTQ-44 Halaman 3


pendidikan agama dan keagamaan yang telah
dilaksanakan selama ini.
Apabila suatu daerah mampu
menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Al
Qur'an di lingkungan masing-masing berarti
daerah tersebut dapat melakukan pengkaderan
Qari/Qariah, Hafidz Hafidzah yang berprestasi
secara mandiri sehingga dapat mengirimkan
Qari/Qariah yang baru pada setiap
penyelenggaraan musabaqah.
Namun, jika tiap waktu MTQ tiba, suatu
daerah selalu kebingungan untuk mengirimkan
utusannya, maka menunjukkan masih perlu
ditingkatkan pembinaannya terhadap Al Quran.

Hadirin dan hadirat yang saya hormati,


Sudah tidak diragukan lagi oleh umat Islam
bahkan umat non muslim, bahwa kitab suci Al-
Quran adalah sumber ajaran Islam yang abadi.
Kitab suci ini menempati posisi sentral, bukan
saja dalam perkembangan dan pengembangan
Sambutan MTQ-44 Halaman 4
ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga merupakan
sumber inspirasi, pemandu dan pemadu gerakan-
gerakan umat Islam sepanjang lima belas abad
sejarah pergerakan yang dialami umat Islam ini.
Jika demikian halnya, kajian-kajian Al
Qur'an perlu digiatkan dilingkungan masyarakat
kita, menuju pada pemahaman yang utuh dan
benar serta memerlukan bimbingan dari para
ulama yang berkompeten dibidangnya. Dalam
kaitan dengan ini, kami mengajak semua Sekolah
Islam dari mulai Ibtidaiyah sampai Perguruan
Tinggi Agama Islam, baik Negeri maupun Swasta,
lebih meningkatkan peranannya membina disiplin
ilmu yang berkaitan dengan Al Qur'an.
Karena pemahaman yang utuh terhadap
nilai-nilai universal dari Al-Quran, dapat
memberikan kontribusi dalam membangun
tatanan dunia yang aman, adil, dan bermartabat.
Tatanan dunia yang dibangun atas nilai-nilai ke-
Tuhanan yang luhur dan agung, serta nilai-nilai
kemanusiaan universal.
Sambutan MTQ-44 Halaman 5
Untuk itu marilah kita mencermati
kenyataan sehari-hari, apakah Al Quran telah
membumi dalam kehidupan masyarakat ? Apakah
kita sebagai muslim telah mengamalkan Al Qur'an
dalam kehidupan sehari-hari ? Apakah sistem
nilai, moral dan budaya yang berkembang pada
saat ini telah mencerminkan jati diri sebagai
bangsa dan negara berpenduduk muslim terbesar.
Pertanyaan di atas perlu kita jawab dan buktikan
dengan usaha dan langkah perbaikan secara nyata.
Bukankah Allah berfirman dalam Al Qur'an :

Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak akan


merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka sendiri
lebih dulu merubah apa yang ada pada diri mereka."
(QS Ar Ra'ad : 11).

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan


Sambutan MTQ-44 Halaman 6
Jika kita renungkan, kehidupan remaja saat
ini sudah begitu mengkhawatirkan. Kenakalan
remaja sudah diluar batas kewajaran. Tawuran
antar sekolah karena sebab yang tidak jelas.
Perampokan Warnet dan Minimarket yang
dilakukan oleh geng motor yang anggotanya para
remaja. Pergaulan bebas yang mengarah pada
freesex, yang telah mencoreng nilai-nilai normatif.
Kesemua itu merupakan tanggung jawab
kita, selaku orang tua, selaku guru, dan juga selaku
pemimpin di daerah Cirebon ini. Kita memiliki
kewajiban untuk mengarahkan dan membina
remaja, putra putri kita agar senantiasa akrab
dengan Al Quran, dan dapat mengaplikasikan
nilai-nilai suci nan luhur yang dikandungnya
dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini
saya ingin mengingatkan kembali, agar kita tidak
terjebak pada acara seremonial belaka yang tidak
memiliki makna. MTQ bukan hanya acara rutin
yang banyak membuang biaya saja, selesai acara
Sambutan MTQ-44 Halaman 7
maka selesai juga gema dan syiarnya tanpa ada
upaya untuk merefleksikan makna-makna yang
terdapat di dalam kitab suci tersebut.
Tetapi yang lebih urgen lagi adalah marilah
kita jadikan kegiatan MTQ ini sebagai usaha umat
Islam bangsa Indonesia untuk menjaga dan
memelihara agar al-Quran senantiasa berada
dalam kesucian. Kita jadikan MTQ ini pula,
sebagai bagian dari upaya kita meningkatkan
karakter bangsa yang unggul dan mulia. Mari kita
jadikan Al Quran sebagai rujukan dalam
pembinaan karakter yang tangguh, dalam
menghadapi berbagai masalah, cobaan, dan ujian.

Hadirin Yang Berbahagia,


Sinkron dengan satu program yang
dicanangkan oleh Kementerian Agama, dan
diterjemahkan oleh Bupati Cirebon dalam bentuk
Peraturan Daerah yaitu Gerakan Masyarakat
Maghrib Mengaji (GM3). Saya tidak bosan-
bosannya mengajak kepada segenap komponen
Sambutan MTQ-44 Halaman 8
Masyarakat, marilah kita jadikan momen MTQ ini
sebagai awal untuk membiasakan diri mengisi
waktu maghrib dengan tilawah, tadarrus dan
mutholaah Al-Quran.

Hadirin dan hadirat yang saya muliakan,


Sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin
menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya
kepada pemerintah daerah Kabupaten Cirebon,
yang telah mengefektifkan implementasi Perda
No. 2 tahun 2009 tentang Diniyyah Takmiliyah
Awwaliyah (DTA). Juga yang mengalokasikan
anggaran biaya yang cukup besar untuk
menunjang pelaksanaan kegiatan agama dan
keagamaan di Kabupaten Cirebon, seperti
bantuan stimulan guru DTA dan TPQ, bantuan
Sarana dan Prasarana keagamaan juga pelaksanaan
MTQ seperti saat ini. Semoga usaha yang telah
dilakukan ini dapat menjadikan masyarakat di
Kabupaten Cirebon menjadi masyarakat yang
agamis dan Qurani, yang berakhlak karimah dan
Sambutan MTQ-44 Halaman 9
Allah SWT. senantiasa memberikan rahmat dan
keberkahan bagi kehidupan kita semua.
Terakhir, Kepada para kafilah peserta MTQ
yang datang dari seluruh kecamatan di Kabupaten
Cirebon, saya ucapkan selamat mengikuti
Musabaqah Tilawatil Quran. Semoga
keikutsertaan saudara-saudara dalam MTQ kali
ini, dapat membawa manfaat dan maslahat, dalam
upaya kita mengaktualisasikan ajaran Islam secara
kaffah, benar dan damai.
Sekali lagi, Semoga Allah SWT, senantiasa
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kita
sekalian. Amin.
Terima kasih.
Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamith Thariiq
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Depok, 22 November 2017
Kepala,

Drs. H. Imron, M.Ag

Sambutan MTQ-44 Halaman 10