Anda di halaman 1dari 28

BAB 10

RISIKO DETEKSI DAN


PERANCANGAN UJI SUBSTANTIF
PENDAHULUAN

A. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu untuk:
Mampu memahami risiko deteksi
Mampu memahami rancangan uji substantif
Mampu memahami mengembangkan program audit untuk uji substantif
Mampu memahami pertimbangan khusus dalam rancangan uji substantif

B. RUANG LINGKUP BAHAN MODUL


Modul ini mempelajari mengenai bagaimana risiko deteksi dan rancangan
dalam proses pengujian susbtantif serta pengembangan program audit untuk uji
substantif tersebut bersama dengan pertimbangan khusus dalam
perancangannya.

C. MANFAAT MEMPELAJARI MODUL


Manfaat yang akan diperoleh mahasiswa setelah mempelajari modul ini
diantaranya:
Dapat menjelaskan risiko deteksi
Dapat menjelaskan rancangan uji substantif
Dapat menjelaskan pengembangan program audit untuk uji substantif
Dapat menjelaskan pertimbangan khusus dalam rancangan uji substantif

D. URUTAN PEMBAHASAN
Menentukan risiko deteksi
Merancang pengujian substantif
Mengembangkan program audit untuk pengujian substantif
Pertimbangan khusus dalam merancang pengujian substantif
MATERI PEMBELAJARAN

A. MENENTUKAN RISIKO DETEKSI


Risiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidak akan menemukan salah
satu material yang ada dalam sebuah asersi. Tingkat risiko deteksi yang
direncanakan dapat diterima ditentukan untuk setiap asersi laporan keuangan
yang signifikan. Risiko deteksi yang direncanakan ditentukan berdasarkan
hubungan yang diekspresikan dalam model berikut:

DR=

Model tersebut menunjukkan bahwa untuk tingkat risiko audit tertentu
(audit risk/ AR) yang ditentukan oleh auditor, risiko deteksi (detection risk/
DR) berbanding terbalik dengan tingkat risiko bawaan (inherent risk/ IR) yang
diperhitungkan dan risiko pengendalian (control risk/ CR).
Risiko deteksi yang direncanakan merupakan dasar tingkat pengujian
substantif yang direncanakan (planned level of substantive tests). Selanjutnya,
risiko deteksi dapat dijabarkan ke dalam risiko prosedur analitis dan pengujian
rincian risiko. Akhirnya, auditor harus merencanakan dan melakukan
kombinasi prosedur analitis dan pengujian rincian untuk membatasi risiko
deteksi pada tingkat yang tepat. Sebelum merancang pengujian substantif,
auditor harus menentukan apakah tingkat pengujian substantif yang
direncanakan dan risiko deteksi terkait yang direncanakan perlu direvisi.

MENGEVALUASI TINGKAT PENGUJIAN SUBSTANTIF YANG


DIRENCANAKAN
Pada saat mengevaluasi tingkat pengujian substantif yang direncanakan
untuk setiap asersi laporan keuangan yang signifikan, auditor akan
mempertimbangkan bukti yang diperoleh dari:
Penilaian risiko bawaan,
Prosedur untuk memahami bisnis dan industri klien dan prosedur analitis
terkait yang dilengkapi,
Pengujian pengendalian, meliputi:
- Bukti tentang efektifitas pengendalian intern yang didapat ketika
memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern.
- Bukti tentang efektifitas pengendalian intern yang mendukung penilaian
tingkat risiko pengendalian yang lebih rendah (seperti pengujian
pengendalian manajemen yang berhubungan dengan asersi-asersi
spesifik, pengujian pengendalian umum komputer, pengujian
pengendalian aplikasi komputer, dan pengujian tindak lanjut manual).

Auditor harus membandingkan tingkat aktual atau final tentang


keyakinan yang diperoleh dari prosedur tersebut dengan penilaian tingkat
risiko bawaan yang direncanakan, risiko prosedur analitis dan risiko
pengendalian. Jika tingkat risiko akhir yang dinilai adalah sama dengan
penilaian tingkat risiko yang direncanakan, berarti auditor berhasil
merancang pengujian substantif spesifik berdasarkan strategi audit
pendahululan. Di pihak lain, tingkat pengujian substantif harus direvisi
sebelum merancang pengujian substantif spesifik untuk mengakomodasi
suatu revisi dari tingkat risiko deteksi yang dapat diterima.

MEREVISI RISIKO DETEKSI YANG DIRENCANAKAN


Jika diperlukan, tingkat risiko deteksi yang direvisi atau tingkat risiko
deteksi final yang dapat diterima ditentukan untuk setiap asersi dengan cara
yang sama dengan penentuan risiko deteksi yang direncanakan, kecuali bahwa
hal tersebut didasarkan pada penilaian aktual atau final atas risiko
pengendalian, bukan penilaian tingkat risiko pengendalian yang direncanakan
utnuk asersi tersebut. Jika auditor memilih untuk mengkuantifikasi penilaian
risiko, maka tingkat risiko deteksi yang direvisi dapat ditentukan dengan
menggunakan model risiko audit untuk risiko deteksi. Jika penilaian risiko
tidak dikuantifikasi, risiko deteksi yang direvisi ditentukan dengan
pertimbangan (judgement) atau dengan penambahan matriks risiko.
MENSPESIFIKASIKAN RISIKO DETEKSI UNTUK PENGUJIAN
SUBSTANTIF YANG BERBEDA PADA ASERSI YANG SAMA
Risiko deteksi adalah risiko di mana seluruh pengujian substantif yang
digunakan untuk menemukan bukti tentang asersi ternyata gagal mendeteksi
salah saji material. Dalam merancang pengujian substantif, auditor mungkin
ingin menspesifikasi berbagai tingkat risiko deteksi yang digunakan pada
pengujian substantif yang berbeda atas asersi yang sama.

B. MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF


Agar mempunyai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat tentang
laporan keuangan klien, auditor harus memperoleh bukti kompeten yang cukup
sebagaimana dipersyaratkan oleh standar pekerjaan lapangan yang ketiga.
Pengujian substantif memberikan bukti tentang kewajaran setiap asersi laporan
keuangan yang signifikan. Selain itu, pengujian substantif juga dapat
menemukan kesalah moneter atau salah saji dalam pencatatan atau pelaporan
transaksi dan saldo. Perancangan pengujian substantif meliputi beberapa hal
yang akan dijelaskan lebih rinci lagi.

SIFAT
Sifat pengujian substantif mengarah pada jenis dan efektivitas prosedur
pemeriksaan yang dilakukan. Jika tingkat risiko deteksi yang dapat diterima
rendah, auditor harus menggunakan prosedur yang lebih efektif, dan biasanya
lebih mahal. Jika tingkat risiko deteksi yang dapat diterima tinggi, prosedur
yang kurang efektif dan murah dapat digunakan. Program audit meliputi 4 jenis
pengujian substantif yaitu:
1. Prosedur Analitis
Penggunaan prosedur analitis dalam perencanaan audit untuk mendukung
strategi audit top-down dan untuk mengidentifikasi bidang risiko yang lebih
besar atas salah saji. Untuk beberapa asersi, prosedur analitis dianggap
kurang efektif dibanding pengujian rincian. Namun demikian, dalam
beberapa kasus, belaku kebalikannya.
AU 329.11, Analytical Procedures (SAS 56), menunjukkan bahwa
efektivitas dan efisiensi yang diharapkan dari prosedur analitis bergantung
pada:
- Sifat asersi
- Kelayakan dan kemampuan memprediksi suatu hubungan
- Ketersediaan dan keandalan data yang digunakan untuk
mengembangkan harapan
- Ketepatan harapan

Pada saat hasil prosedur analitis sesuai dengan yang diharapkan, dan
tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untuk asersi adalah tinggi, tidak
perlu dilakukan pengujian rincian.
Prosedur analitis pada umumnya merupakan pengujian yang paling
murah. Dengan demikian, perhatian harus diberikan pada bagaimana
prosedur analitis dapat membantu mencapai tingkat risiko deteksi yag dapat
diterima sebelum memilih pengujian rincian. Jika risiko deteksi dievaluasi
secara keseluruhan, seringkali penilaian akhir atas risiko prosedur analitis
sebelum pelaksanaan pengujian rincian merupakan kegiatan yang efisien
dari segi biaya.

2. Pengujian Rincian atas Transaksi


Pengujian rincian atas transaksi terutama melibatkan penelusuran dan
pemeriksaan. Fokus auditor dalam melaukan pengujian ini adalah
penemuan kesalahan moneter, bukan penyimpangan dari pengendalian.
Dalam pengujian tersebut, audit menggunakan bukti yang diperoleh
tentang beberapa (sampel) atau seluruh pendebetan dan pengkreditan secara
individual dalam sebuah akun untuk membuat kesimpulan.
Pengujian atas transaksi biasanya lebih banyak memakan waktu sehingga
lebih mahal daripada prosedur analitis, walaupun masih lebih murah
dibanding pengujian rincian atas saldo. Pengujian rincian atas transaksi
dapat efektif dalam hal tertentu jika ditargetkan pada kesalahan potensial.
Efisiensi biaya pada pengujian rincian atas transaksi juga dapat
ditingkatkan jika dilakukan bersamaan dengan pengujian pengendalian
sebagai sebuah pengujian bertujuan ganda.

3. Pengujian Rincian atas Saldo


Pengujian rincian atas saldo berfokus pada perolehan bukti secara
langsung tentang saldo akun, bukan debet dan kredit secara individual yang
ada dalam neraca.

4. Pengujian Rincian atas Estimasi Akuntansi


Estimasi akuntansi merupakan perkiraan elemen laporan keuangan, item,
atau akun atas tidak adanya pengukuran yang tepat. Pengujian estimasi
akuntansi biasanya meliputi pengujian atas saldo, tetapi selalu memerlukan
bukti yang unik.
AU 342.07, Auditing Accounting Estimates (SAS 57), menyebutkan
bahwa tujuan auditor dalam mengevaluasi estimasi akuntansi adalah untuk
memperoleh bukti kompeten yang cukup untuk memberikan kepastian yang
layak bahwa:
- Seluruh estimasi akuntansi yang penting dalam laporan keuangan telah
dikembangkan.
- Estimasi akuntansi telah sesuai dengan lingkungan atau situasi yang ada.
- Estimasi akuntansi telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku dan diungkapkan secara memadai.
Untuk mengevaluasi kelayakan estimasi di atas, AU 342.09 menguraikan
bahwa auditor harus mengkonsentrasikan pada asumsi-asumsi dan faktor-
faktor penting yang digunakan manajemen seperti signifikansi terhadap
estimasi akuntansi, sensitivitas terhadap variasi, penyimpangan dari pola
lama, dan subjektif serta dapat berpengaruh pada salah saji dan bias.
Bukti tentang kewajaran estimasi tersebut dapat diperoleh auditor dari
satu atau beberapa pendekatan berikut:
- Melakukan prosedur untuk me-review dan menguji proses manajemen
dalam membuat estimasi.
- Membuat ekspektasi yang independen (independen expectation) atas
estimasi.
- Me-review transaksi dan kejadian berikutnya yang terjadi sebelum
menyelesaikan audit yang berkaitan dengan estimasi tersebut.

Prosedur yang dilakukan meliputi pertimbangan relevansi, reliabilitas, dan


kecukupan data serta faktor-faktor lain yang digunakan oleh manajemen,
pengevaluasian kelayakan dan konsistensi asumsinya, dan melaksanakan
ulang (reforming) perhitungan yang telah dilakukan manajemen.

5. Ilustrasi Sifat Pengujian Substantif


Aplikasi empat jenis pengujian substantif yang dibahas pada bagian
sebelumnya dapat digambarkan dalam konteks akun-akun berikut:

Piutang Usaha Pendapatan Penjualan Beban Komisi


Saldo awal xx Retur & Transaksi Komisi ak-
Transaksi Penagihan potongan xx penjualan rual xx
penjua- dari pelang- kredit xx xx
lan kredit xx gan xx xx xx
xx xx xx xx
xx penghapu- xx xx
xx san xx xx xx
xx xx xx xx
xx retur & xx xx
potongan xx xx xx
xx xx
Saldo akhir xx Saldo akhir xx Saldo akhir xx

Diasumsikan bahwa saldo awal piutang usaha telah disajikan secara wajar
berdasarkan audit tahun-tahun sebelumnya. Untuk menentukan bahwa saldo
akhir piutang usaha disajikan dengan wajar, auditor dapat
mempertimbangkan bukti-bukti yang diperoleh dari beberapa pengujian
substantif berikut:
Prosedur analitis. Kemungkinannya meliputi:
- Membandingkan nilai absolut saldo akhir tahun tersebut dengan saldo-
saldo tahun sebelumnya, jumlah yang dianggarkan, atau nilai lain yang
diperkirakan, berdasarkan perubahan aktivitas penjualan dan kebijakan
kredit.
- Menggunakan saldo akhir untuk menentukan persentase piutang usaha
terhadap aktiva lancar untuk perbandingan dengan tahun sebelumnya,
data industri, atau nilai yang diharapkan lainnya.
- Menggunakan saldo akhir untuk menghitung rasio perputaran piutang
usaha untuk membandingkan dengan tahun sebelumnya, data industri,
atau nilai yang diharapkan lainnya, berdasarkan perubahan aktivitas
penjualan dan kebijakan kredit.

Pengujian rincian atas transaksi. Kemungkinannya meliputi:


- Pemeriksaan (vouching) sampel pendebetan dan pengkreditan secara
individual dalam akun pelanggan untuk kelompok transaksi yang
diindikasikan ke ayat jurnal yang mengoffset (misalnya, memvouching
debet ke kredit yang mengoffset pendapatan penjualan) dan dokumen-
dokumen pendukungnya (seperti faktur penjualan, otorisasi
penghapusan piutang tak tertagih, dan memo kredit untuk retur dan
potongan penjualan).
- Penelusuran data transaksi dari dokumen symber dan jurnal (seperti
jurnal pernjualan) ke ayat jurnal terkait dalam akun pelanggan untuk
kelompok transaksi yang ditunjukkan tersebut.
Pengujian rincian atas saldo. Kemungkinannya meliputi:
- Menentukan bahwa saldo akhir dalam akun pelanggan individu sama
dengan saldo akun pengendalinya.
- Mengkonfirmasi saldo akhir pada sampel akun pelanggan secara
langsung kepada pelanggan yang bersangkutan.
Pengujian rincian atas saldo yang melibatkan estimasi akuntansi.
Kemungkinannya meliputi:
- Menguji penetapan umur piutang dengan memvouching jumlah-jumlah
dalam kategori penetapan umur piutang untuk akun-akun sampel ke
dokumen pendukung.
- Untuk akun-akun yang telah berlalu, menguji bukti ketertagihan seperti
korespondensi dengan pelanggan dan agen-agen penagihan luar,
laporan kredit, dan laporan keuangan pelanggan, serta membicarakan
jumlah-jumlah yang dapat ditagih dengan personel manajemen yang
sesuai.
- Mengevaluasi proses manajemen dalam mengestimasi akun penyisihan
piutang tak tertagih dengan peninjauan kembali.
- Mengevaluasi kecukupan penyisihan informasi yang diberikan tentang
kecenderungan industri, kecenderungan industri, kecenderungan
penetapan umur piutang, dan sejarah penagihan untuk pelanggan
tertentu.

PENENTUAN WAKTU
Tingkat risiko deteksi yang dapat diterima mungkin mempengaruhi
penentuan waktu pengujian substantif. Jika risiko deteksi tinggi, pengujian dapat
dilakukan beberapa bulan sebelum akhir tahun. Sebaliknya, pada saat risiko
deteksi untuk suatu asersi rendah pengujian substantif dilakukan pada atau
mendekati tanggal neraca.

Pengujian Substantif Sebelum Tanggal Neraca


Keputusan untuk melakukan pengujian sebelum tanggal neraca harus
berdasarkan apakah auditor dapat:
a. Mengendalikan bertambahnya risiko audit bahwa salah saji yang material
akan ada dalam akun tersebut pada tanggal neraca namun tidak dapat
dideteksi oleh auditor. Risiko tersebut semakin besar jika periode waktu
yang tersisa antara tanggal pengujian interim dan tanggal neraca
diperpanjang.
b. Mengurangi biaya pengujian substantive yang diperlukan pada tanggal
neraca untuk memenuhi tujuan audit yang direncanakan, sehingga
pengujian sebelum tanggal neraca menjadi efektif dalam segi biaya.

AU 313 (SAS No. 45) menyebutkan bahwa kondisi yang memberikan


kontribusi pengendalian risiko tersebut adalah:
1. Pengendalian intern yang efektif selama periode yang tersisa
2. Tidak ada kondisi atau lingkungan yang dapat mendorong manajemen untuk
membuat salah saji dalam laporan keuangan selama periode yang tersisa
tersebut
3. Saldo akhir tahun dari akun yang diuji pada tanggal interim, dengan
pertimbangan yang tepat, dapat diprediksi dalam hal jumlah, signifikansi
relatif, dan komposisi
4. Sistem akuntansi klien dapat memberikan informasi mengenai transaksi
tidak biasa yang signifikan dan fluktuasi signifikan yang dapat terjadi dalam
periode yang tersisa tersebut.

Dalam praktik, pengujian substantif lebih awal atas saldo akun tidak bisa
dilakukan, kecuali pengujian pengendalian telah memberikan bukti bahwa
pengendalian intern beroperasi secara efektif. Pengujian substantif sebelum
tanggal neraca tidak membatasi kebutuhan pengujian substantif pada tanggal
neraca. Beberapa pengujian untuk periode sisa biasanya meliputi:
Perbandingan saldo akun pada dua tanggal untuk mengidentifikasi jumlah
yang kelihatannya tidak biasa dan menyelidiki jumlah tersebut.
Prosedur analitis lainnya atau pengujian substantif rincian lainnya untuk
memberikan dasar yang layak bagi perluasan kesimpulan audit interim
sampai tanggal neraca.
Jika perencanaan dan pelaksanaan telah dilakukan dengan baik, kombinasi
pengujian substantif sebelum tanggal neraca dan pengujian substantif untuk
periode yang tersisa dapat memberikan auditor bahan bukti kompeten yang
cukup untuk menjadi dasar yang memadai dalam menyatakan pendapat tentang
laporan keuangan klien.

LUAS PENGUJIAN SUBSTANTIF


Auditor dapat mengubah jumlah bukti yang diperoleh dengan mengubah
luas pengujian substantif yang dilakukan. Dalam praktik, perluasan digunakan
untuk merata-ratakan jumlah item atau ukuran sampel di mana pengujian atau
prosedur tertentu diterapkan.

PEMILIHAN STAF
AU 230, Due Profesional Care in the Performance of Work, (SAS No.1),
menyebutkan bahwa auditor harus menetapkan tugas dan supervisI yang
sepadan dengan tingkat pengetahuan, keahlian, dan kemampuan mereka
sehingga mereka dapat mengevaluasi bukti audit yang sedang mereka uji.
Pengujian substantif harus ditugaskan kepada personil dengan keahlian,
kemampuan, dan pengalaman yang cukup.

RINGKASAN HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN RISIKO AUDIT DAN


SIFAT WAKTU, SERTA LUAS PENGUJIAN SUBSTANTIF
C. MENGEMBANGKAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN
SUBSTANTIF

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENDUKUNG


PENGUJIAN SUBSTANTIF
Pada saat klien menggunakan teknologi informasi untuk aplikasi akuntansi
yang signifikan, auditor mempunyai kesempatan untuk menggunakan paket
perangkat lunak audit (audit soft packages) untuk membuat audit lebih efektif
dan lebih efisien. Di samping menggunakan teknik audit berbantuan komputer
(cumputer-assisted audit technique) untuk pengujian pengendalian, perangkat
lunak audit telah dikembanglkan untuk berbagai aplikasi pengujian substantif
yang luas.

Perangkat Lunak Audit yang Umum


Satu jenis perangkat lunak audit yang biasa digunakan pada saat ini dikenal
sebagai perangkat lunak audit yang umum. Tergantung pada aplikasi, satu atau
lebih fase berikut ini tercakup dalam penggunaan paket perangkat lunak audit:
- Pengidentifikasian tujuan auditor dan tujuan pengujian yang dilakukan.
- Penentuan kelayakan penggunaan paket perangkat lunak tersebut dengan
sistem klien.
- Perancangan aplikasi, yang meliputi logika, perhityungan, dan bentuk
outpunya.
- Pengkodean dan pengujian aplikasi, termasuk pembuatan bentuk-bentuk
standar dan informasi penting.
- Pemrosesan aplikasi pada data arsip aktual klien dan me-review hasil-
hasilnya.

Beberapa contoh aplikasi pengujian substantif antara lain:


1. Pemilihan dan Pencetakan Sampel-Sampel Audit
Komputer dapat diprogram untuk memilih sampel audit sesuai
kriteria yang dispesifikasi oleh auditor. Sampel-sampel tersebut dapat
digunakan untuk berbagai tujuan. Piutang usaha pelanggan secara
individual mungkin dipilih untuk konfirmasi, atau auditor mungkin tertarik
dalam memperoleh daftar seluruh item yang nilainya melebihi jumlah
normal tertentu.

2. Pengujian Kalkulasi dan Pembuatan Perhitungan


Kegunaan umum lainnya dari komputer adalah untuk menguji
keakuratan perhitungan dalam mesin yang dapat membaca arsip data.
Karena kecepatan pemrosesan komputer, perhitungan ulang dapat
dilakukan secara lebih luas dibandingkan tanpa komputer.

3. Peringkasan Data dan Pelaksanaan Analisis


Auditor biasanya menginginkan data klien disusun kembali dalam
cara yang akan sesuai dengan tujuan tertentu. Sebagai contoh, auditor ingin
menentukan pos-pos persediaan yang bergerak lambat, saldo debet hutang
usaha, atau piutang usaha yang telah jatuh tempo. Demikian juga, dalam
melakukan prosedur analitis, auditor dapat menggunakan komputer untuk
menghitung rasio yang diinginkan dan data komparatif lainnya.

4. Pembandingan Data Audit dengan Catatan-catatan Komputer


Data audit yang dihasilkan dari pekerjaan yang dilaukan oleh auditor
dapat dibandingkan dengan informasi dalam catatan komputer. Uji hitung
yang dibuat oleh audtor atas kuantitas persediaan di tangan dapat
dibandingkan dengan kuantitas yang ditunjukkan pada catatan persediaan
perpetual atau kuantitas yang ditentukan oleh perusahaan sebagai hasil dari
perhitungan fisik persediaan.

HUBUNGAN ANTARA ASERSI, TUJUAN AUDIT KHUSUS, DAN


PENGUJIAN SUBSTANTIF
Dalam perancangan pengujian substantif, auditor harus menentukan bahwa
pengujian yang sesuai telah diidentifikasi untuk emncapai tujuan audit khusus
yang ada dalam setiap asersi. Jika hal tersebut dilakukan untuk setiap akun,
tujuan menyeluruh dari audit laporan keuangan akan terpenuhi.
Tabel berikut menggambarkan hubungan antara asersi, tujuan audit khusus,
dan pengujian substantif untuk persediaan perusahaan manufaktur.
Contoh Pengujian
Asersi Tujuan Audit Khusus
Substantif
Persediaan yang ada Mengobeservasi
dalam neraca secara perhitungan persediaan
fisik ada secara fisik.
Memperoleh konfirmasi
persediaan yang berada di
luar perusahaan
Penambahan Pengujian pisah batas
persediaan (cutoff) prosedur pembelian,
menunjukkan transaksi pergerakan barang-barang
yang terjadi pada tahun melalui manufaktur, dan
Keberadaan atau
berjalan penjualan
keterjadian
Persediaan Me-review catatan
menunjukkan item- persediaan perpetual,
item yang disimpan catatan produksi, dan
untuk penjualan atau catatan pembelian untuk
digunakan dalam bisnis indikasi aktivitas berjalan.
normal Membandingkan persediaan
dengan katalog penjualan
berjalan, penjualan
berikutnya, dan laporan
pengiriman.
Kuantitas persediaan Mengobservasi perhitungan
meliputi seluruh fisik persediaan
produk, bahan baku, Menghitung seluruh kartu
dan persediaan di persediaan dan menghitung
tangan lembar yang digunakan
dalam pembuatan
Kelengkapan
perhitungan fisik persediaan
Me-review secara analitis
hubungan saldo persediaan
terhadap pembelian
berjalan, produksi, dan
aktivitas penjualan.
Menguji pisah batas
prosedur untuk pembelian,
pergrerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.

Kuantitas persediaan Memperoelh konfirmasi


meliputi seluruh persediaan yang berada di
produk, bahan baku, luar perusahaan.
dan persediaan yang Me-review secara analitis
dimiliki perusahaan hubungan saldo persediaan
yang ada dalam ke pembelian berjalan,
perjalanan atau yang produksi, dan aktivitas
disimpan di luar penjualan.
perusahaan Menguji pisah batas
prosedur untuk pembelian,
pergerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.
Perusahaan mempunyai Mengobservasi perhitungan
kepemilikan legal atau fisik persediaan
hak sejenis terhadap Memperoleh konfirmasi
persediaan persediaan pada lokasi di
luar perusahaan.
Persedaiaan tidak Menguji pembayaran faktur
Hak dan Kewajiban
memasukkan item yang pemasok, perjanjian dan
sudah ditagihkan kontrak pengiriman.
kepada pelanggan atau Menguji pisah batas
dimiliki oleh pihak prosedur untuk pembelian,
lain. pergerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.
Catatan persediaan Me-review aktivitas dalam
dikompilasi secara akun-akun buku besar untuk
Penilaian atau
akurat dan jumlah sediaan dan
alokasi
totalnya telah menginvestigasi item-item
dimasukkan dalam yang tidak biasa terjadi.
akun persediaan secara Memverifikasi penjumlah
benar. kuantitas harga per unit dan
totalnya pada catatan
persediaan dan
mencocokkan dengan buku
besar.
Menelusuri catatan uji
hitung selama observasi
fisik persediaan ke catatan
persediaan.
Merekonsiliasi perhitungan
secara fisik ke catatan
perpetual dan saldo buku
besar dan menginvestigasi
fluktuasi yang signifikan.
Persediaan disajikan Memeriksa pembayaran
pada harga pokok faktur pemasok.
secara benar (kecuali Me-review tarif tenaga kerja
pada saat harga pasar langsung
lebih rendah) Menguji pergitungan tariff
overhead standard an biaya
standar jika diterapkan
Menguji analisis varians
biaya standar atas
pembelian dan manufaktur,
jika dapat diterapkan.
Pergerakan yang Menanyakan ke personel
lambat (slow-moving) produksi dan penjualan
kelebihan, kerusakan, mengenai kemungkinan
dan keusangan kelebihan atau keusangan
persediaan telah item-item persediaan
diidentifikasi secara Menguji analisis perputaran
tepat. persediaan
Me-review pengalaman dan
kecenderungan industri
Me-review secara analitis
hubungan saldo persediaan
dengan volume penjualan
yang diantisipasi.
Persediaan dikurangi, Memperoleh kuota nilai
pada saat yang sesuai, pasa berjalan. Mengevaluasi
untuk menyesuaikan nilai bersih yang dapat
dengan harga pokok direalisasi,
atau nilai bersih yang
dapat direalisasi,
Persediaan Me-review rancangan
diklasifikasikan di (draft) laporan keuangan.
dalam neraca sebagai
aktiva lancar dengan
benar.
Dasar penilaian Membandingkan
diungkapkan secara pengungkapan yang dibuat
Penyajian dan memadai dalam dalam laporan keuangan
pengungkapan laporan keuangan. untuk memenuhi
persyaratan prinsip
akuntansi berlaku umum
Perjanjian atau Memperoleh konfirmasi
persetujuan tentang perjanjian atau pertujuan
persediaan persediaan dalam perjanjian
diungkapkan secara peminjaman.
memadai.

PROGRAM AUDIT ILUSTRATIF UNTUK PENGUJIAN SUBSTANTIF


Keputusan auditor mengenai pada rancangan pengujian substantif
diperlukan untuk pendokumentasian pada kertas kerja dalam bentuk program
audit tertulis (AU 311.09). Program audit merupakan daftar prosedur audit yang
akan dilakukan.
Selain untuk daftar prosedur audit, setiap program audit harus mempunyai
kolom untuk referensi silang kertas kerja lainnya yang berisi bukti yang
diperoleh dari setiap prosedur (ketika dapat diterapkan), titik awal auditor yang
melakukan setiap prosedur, serta tampilan tanggal pada prosedur yang telah
diselesaikan.
Dalam beberapa kasus, program audit harus cukup rinci memberikan:
1. Garis besar pekerjaan yang akan dilakukan
2. Dasar koordinasi, supervisi, dan pengendalian audit
3. Catatan pekerjaan yang dilakukan

PROGRAM AUDIT DALAM PERIKATAN AWAL


Dua hal yang memerlukan pertimbangan khusus dalam merancanng
program audit untuk audit awal adalah menentukan ketepatan saldo-saldo akun
pada periode awal audit, dan memastikan prinsip akuntansi yang digunakan
dalam periode sebelumnya sebagai dasar untuk menentukan konsistensi
penerapan prinsip semacam itu dalam periode berjalan.

PROGRAM AUDIT DALAM PERIKATAN BERULANG


Dalam perikatan berulang, auditor mempunyai akses ke program audit yang
digunakan dalam periode sebelumnya (tahun-tahun sebelumnya) dan kertas
kerja yang berkaitan dengan program tersebut. dalam kasus ini, strategi audit
pendahuluan auditor sering didasarkan pada asumsi awal bahwa tingkat risiko
dan program audit untuk pengujian substantif yang digunakan dalam peirode
sebelumnya akan sesuai dalam periode berjalan.

D. PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM MERANCANG PENGUJIAN


SUBSTANTIF

AKUN-AKUN LAPORAN LABA RUGI


Secara tradisional, pengujian rincian atas saldo lebih berfokus pada asersi
laporan keuangan yang berkaitan dengan akun-akun neraca daripada akun
laporan laba rugi. Pendekatan ini efisien dan logis karena setiap akun laporan
laba-rugi berkaitan dengan satu atau lebih akun-akun neraca:

Akun-akun Neraca Akun laporan laba rugi terkait


Piutang usaha Penjualan
Persediaan Harga Pokok Penjualan
Beban dibayar di muka Berbagai beban terkait
Investasi Pendapatan investasi
Aktiva tetap Beban penyusutan
Aktiva tak berwujud Beban amortisasi
Hutang akrual Beban bunga
Kewajiban berbunga

Oleh karena hubungan tersebut, jika dibandingkan dengan uji substantif atas
akun neraca, pengujian laporan laba rugi lebih condong ke prosedur analitis
dan sedikit ke pengujian rincian.

Prosedur Analitis untuk Akun-akun Laporan Laba-Rugi


Jenis pengujian substantif ini dapat digunakan secara langsung atau tidak
langsung. Pengujian langsung terjadi ketika akun pendapatan atau akun beban
dibandingkan dengan data relevan lainnya untuk menentukan kewajaran saldo
tersebut. Pengujian ini tidak langsung terjadi apabila bukti mengenai saldo
laporan laba rugi diperoleh dari prosedur analitis yang dipakai untuk akun
neraca yang berhubungan.
Auditor mungkin memilih untuk menggunakan prosedur analitis sebagai
pengujian langsung atas beberapa saldo laporan laba rugi. Jika pengendalian
terhadap transaksi penyesuaian penjualan cukup andal, hanya prosedur analitis
yang dipakai untuk akun retur penjualan dan penyisihan.

Pengujian Rincian atas Akun-akun Laporan Laba Rugi


Apabila bukti yang diperoleh dari prosedur analitis dan dari pengujian
rincian atas akun-akun neraca yang berkaitan tidak mengurangi risiko deteksi
menjadi lebih rendah. Hal ini dapat terjadi pada saat:
Risiko bawaan tinggi. Hal ini terjadi dalam kasus asersi-asersi yang
dipengaruhi oleh transaksi yang tidak rutin dan pertimbangan serta
estimasi manajemen.
Risiko pengendalian tinggi. Keadaan ini dapat terjadi ketika pengendalian
intern yang berkaitan dengan transaksi rutin dan tidak rutin tidak efektif,
atau auditor memilih untuk tidak menguji pengendalian intern.
Prosedur analitis menentukan adanya fluktuasi hubungan yang tidak bias
dan tidak diharapkan.
Akun memerlukan analisis. Analisis biasanya diperlukan untuk akun-akun
yang (a) membutuhkan pengungkapan khusus dalam laporan laba-rugi, (b)
beisi informasi yang diperlukan dalam mempersiapkan SPT pajak dan
laporan kepada instansi yang berwenang, seperti SEC (amerika) atau
Bapepam (Indonesia), dan (c) mempunyai judul akun yang kemungkinan
mengandung kesalahan klasifikasi dan kekeliruan.

AKUN-AKUN YANG ADA DALAM TRANSAKSI PIHAK YANG


MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Auditor harus mengidentifikasi transaksi pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dalam perencanaan audit. Jenis transaksi ini menjadi
perhatian auditor karena transaksi tersebut tidak dilakukan berdasarkan sikap
yang independen dari pihak-pihak yang bersangkutan. Tujuan auditor dalam
mengaudit transaksi pihak yang mempunyai hubugan istimewa adalah untuk
memperoleh bahan bukti berkenaan dengan tujuan, sifat, dan luas transaksi
tersebut dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan. AU 334.09, Related
Parties menunjukkan bahwa pengujian substantif harus mencakup:
- Memperoleh pemahaman tentang tujuan bisnis dari transaksi tersebut.
- Memeriksa faktur, pelaksanaan persetujuan, kontrak, dan dokumen lain
yang berkaitan, seperti laporan penerimaan dan dokumen pengiriman.
- Menentukan apakah transaksi telah disetujui oleh dewan komisaris atau
pejabat lain yang berwenang.
- Menguji kewajaran kompilasi jumlah yang akan diungkapkan, atau
dipertimbangkan untuk pengungkapan dalam laporan keuangan.
- Menyusun audit atas saldo akun antarperusahaan yang dilakukan berulang
pada tanggal-tanggal berikutnya, meskipun tahun fiskalnya berbeda, dan
untuk pengujian spesifikasi, kepentingan, dan transaksi pihak yang
mempunyai hubhungan istimewa dengan auditor untuk setiap kelompok
tersebut, dengan pertukaran informasi relevan yang sesuai.
- Menginspeksi dan memperoleh kepuasan berkaitan dengan transfer dan
nilai jaminan.

PERBANDINGAN PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN


SUBSTANTIF
Pengujian Pengendalian Pengujian Substantif
Pengujian pengendalian Prosedur analitis.
manajemen atau Pengujian rincian atas
pengendalian manual transaksi.
Jenis
output komputer. Pengujian rincian atas
Pengujian tindak lanjut saldo.
manual.
Menentukan efektivitas Menentukan kewajaran
rancangan dan operasi asersi laporan keuangan
Tujuan prosedur serta kebijakan yang signifikan.
struktur pengendalian
intern.
Frekuensi penyimpangan Kesalahan moneter
Sifat pengukuran dari prosedur dan dalam transaksi dan
pengujian kebijakan struktur saldo.
pengendalian intern.
Pengajuan pertanyaan, Sama dengan pengujian
observasi, inspeksi, pengendalian, ditambah
Prosedur audit pelaksanaan kembali prosedur analitis,
yang dipa pekerjaan, dan teknik audit penghitungan,
kai berbantuan komputer. konfirmasi,
penelusuran, dan
pemeriksaan.
Terutama pekerjaan Terutama pada waktu
Penentuan waktu interim. atau mendekati tanggal
neraca.
Komponen risiko Risiko pengendalian. Risiko deteksi.
audit
Terutama standar Kedua. Ketiga.
pekerjaan lapangan
Persyaratan oleh Tidak. Ya.
GAAS

LATIHAN
1. Kapan dan bagaimana auditor menentukan tingkat risiko deteksi final yang
dapat diterima atau direvisi untuk sebuah asersi?
2. Apa keuntungan dan kerugian penggunaan prosedur analiti sebagai pengujian
substantif?
3. Sebutkan penerapan aplikasi pengujian substantif!
4. Program audit secara rinci memenuhi tiga fungsi. Apa saja fungsi-fungsi
tersebut?

RANGKUMAN
Perancangan pengujian substantif meliputi penentuan sifat, waktu, luas
pengujian, dan penentuan staf audit yang diperlukan guna memenuhi tingkat risiko
deteksi yang dapat diterima untuk setiap asersi.
Pada saat klien menggunakan teknologi informasi untuk aplikasi akuntan yang
signifikan, auditor mempunyai kesempatan untuk menggunakan paket perangkat
lunak audit untuk membuat audit lebih efektif dan efisien seperti dalam pemilihan
pemilihan dan pencetakan sampel-sampel audit, pengujian kalkulasi dan
pembuatan perhitungan, peringkasan data dan pelaksnaan analisis, serta
pembandingan data audit dengan catatan-catatan komputer.
Pertimbangan khusus dalam merancang pengujian substantif berkaitan dengan
akun-akun laporan laba rugi dan akun-akun yang ada dalam transaksi pihak yang
mempunyai hubungan istimewa.
TES FORMATIF
1. Bagaimanakah hubungan antara strategi, risiko deteksi yang direncanakan,
audit pendahuluan, dan tingkat pengujian substantif?
2. Apa saja kondisi yang memberikan kontribusi pengendalian risiko?

UMPAN BALIK ATAU TINDAK LANJUT


Mahasiswa diharap membaca modul dengan cermat dan mengerjakan latihan-
latihan beserta tes formatif untuk mendalami materi.
Mahasiswa diharapkan untuk mencari referensi lain yang memberikan
pendlaaman pemahaman khususnya untuk materi ini.
Cocokkan jawaban latihan anda dengan materi pembelajaran di modul dan tes
formatif anda dengan kunci jawaban tes formatif yang ada di bagian akhir
modul ini. Ukurlah tingkat penguasaan materi kegiatan belajar anda dengan
rumus sebagai berikut:

Latihan

Nilai = 100

Tes Formatif

Nilai = 100

( + )
Tingkat penguasaan materi = x 100%
2

Keterangan tingkat penguasaan materi:


Baik sekali = 90 100%
Baik = 80 89%
Cukup = 70 79%
Kurang = 60 69%

Jika tingkat penguasaan mencapai 80% ke atas, maka mahasiswa dapat


melanjutkan ke bab berikutnya. Namun, bila tingkat penguasaan masih di
bawah 80% maka mahasiswa wajib membaca dan memahami kembali
materi yang terdapat dalam modul ini, terutama materi yang menjadi tujuan
pembelajaran.

KUNCI TES FORMATIF


1. Hubungan antara strategi, risiko deteksi yang direncanakan, audit pendahuluan,
dan tingkat pengujian substantif:
Contoh Pengujian
Asersi Tujuan Audit Khusus
Substantif
Persediaan yang ada Mengobeservasi
dalam neraca secara perhitungan persediaan
fisik ada secara fisik.
Memperoleh konfirmasi
persediaan yang berada di
luar perusahaan
Penambahan Pengujian pisah batas
persediaan (cutoff) prosedur pembelian,
menunjukkan transaksi pergerakan barang-barang
yang terjadi pada tahun melalui manufaktur, dan
Keberadaan atau
berjalan penjualan
keterjadian
Persediaan Me-review catatan
menunjukkan item- persediaan perpetual,
item yang disimpan catatan produksi, dan
untuk penjualan atau catatan pembelian untuk
digunakan dalam bisnis indikasi aktivitas berjalan.
normal Membandingkan persediaan
dengan katalog penjualan
berjalan, penjualan
berikutnya, dan laporan
pengiriman.
Kuantitas persediaan Mengobservasi perhitungan
meliputi seluruh fisik persediaan
produk, bahan baku, Menghitung seluruh kartu
dan persediaan di persediaan dan menghitung
tangan lembar yang digunakan
dalam pembuatan
perhitungan fisik persediaan
Me-review secara analitis
hubungan saldo persediaan
terhadap pembelian
berjalan, produksi, dan
aktivitas penjualan.
Menguji pisah batas
prosedur untuk pembelian,
Kelengkapan
pergrerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.
Kuantitas persediaan Memperoelh konfirmasi
meliputi seluruh persediaan yang berada di
produk, bahan baku, luar perusahaan.
dan persediaan yang Me-review secara analitis
dimiliki perusahaan hubungan saldo persediaan
yang ada dalam ke pembelian berjalan,
perjalanan atau yang produksi, dan aktivitas
disimpan di luar penjualan.
perusahaan Menguji pisah batas
prosedur untuk pembelian,
pergerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.
Perusahaan mempunyai Mengobservasi perhitungan
kepemilikan legal atau fisik persediaan
hak sejenis terhadap Memperoleh konfirmasi
persediaan persediaan pada lokasi di
luar perusahaan.
Hak dan Persedaiaan tidak Menguji pembayaran faktur
Kewajiban memasukkan item yang pemasok, perjanjian dan
sudah ditagihkan kontrak pengiriman.
kepada pelanggan atau Menguji pisah batas
dimiliki oleh pihak prosedur untuk pembelian,
lain. pergerakan barang melalui
produksi, dan penjualan.
Catatan persediaan Me-review aktivitas dalam
dikompilasi secara akun-akun buku besar untuk
akurat dan jumlah sediaan dan
totalnya telah menginvestigasi item-item
dimasukkan dalam yang tidak biasa terjadi.
akun persediaan secara Memverifikasi penjumlah
benar. kuantitas harga per unit dan
totalnya pada catatan
persediaan dan
mencocokkan dengan buku
besar.
Menelusuri catatan uji
hitung selama observasi
fisik persediaan ke catatan
persediaan.
Merekonsiliasi perhitungan
secara fisik ke catatan
perpetual dan saldo buku
besar dan menginvestigasi
Penilaian atau fluktuasi yang signifikan.
alokasi Persediaan disajikan Memeriksa pembayaran
pada harga pokok faktur pemasok.
secara benar (kecuali Me-review tarif tenaga kerja
pada saat harga pasar langsung
lebih rendah) Menguji pergitungan tariff
overhead standard an biaya
standar jika diterapkan
Menguji analisis varians
biaya standar atas
pembelian dan manufaktur,
jika dapat diterapkan.
Pergerakan yang Menanyakan ke personel
lambat (slow-moving) produksi dan penjualan
kelebihan, kerusakan, mengenai kemungkinan
dan keusangan kelebihan atau keusangan
persediaan telah item-item persediaan
diidentifikasi secara Menguji analisis perputaran
tepat. persediaan
Me-review pengalaman dan
kecenderungan industri
Me-review secara analitis
hubungan saldo persediaan
dengan volume penjualan
yang diantisipasi.
Persediaan dikurangi, Memperoleh kuota nilai
pada saat yang sesuai, pasa berjalan. Mengevaluasi
untuk menyesuaikan nilai bersih yang dapat
dengan harga pokok direalisasi,
atau nilai bersih yang
dapat direalisasi,
Persediaan Me-review rancangan
diklasifikasikan di (draft) laporan keuangan.
dalam neraca sebagai
aktiva lancar dengan
benar.
Dasar penilaian Membandingkan
diungkapkan secara pengungkapan yang dibuat
Penyajian dan memadai dalam dalam laporan keuangan
pengungkapan laporan keuangan. untuk memenuhi
persyaratan prinsip
akuntansi berlaku umum
Perjanjian atau Memperoleh konfirmasi
persetujuan tentang perjanjian atau pertujuan
persediaan persediaan dalam perjanjian
diungkapkan secara peminjaman.
memadai.

2. Kondisi yang memberikan kontribusi terhadap pengendalian risiko:


a. Pengendalian intern yang efektif selama periode yang tersisa
b. Tidak ada kondisi atau lingkungan yang dapat mendorong manajemen untuk
membuat salah saji dalam laporan keuangan selama periode yang tersisa
tersebut
c. Saldo akhir tahun dari akun yang diuji pada tanggal interim, dengan
pertimbangan yang tepat, dapat diprediksi dalam hal jumlah, signifikansi
relatif, dan komposisi
d. Sistem akuntansi klien dapat memberikan informasi mengenai transaksi
tidak biasa yang signifikan dan fluktuasi signifikan yang dapat terjadi dalam
periode yang tersisa tersebut.

Anda mungkin juga menyukai