Anda di halaman 1dari 1

HASIL

A. TOTAL SAMPEL 130


B. Penggolongan sampel laki-laki dan perempuan
C. Pelaporan riwayat keracunan ( frekuensi, tindakan pertolongan pertama)
D. Zat zat yang beracun ( produk pestisida)
E. Tanda dan gejala keracunan
F. Cara penyimpanan pestisida
G. Wadah /tempat mencampur pestisida
H. Penggunaan Apd
I. Metode pembuangan ( penguburan, pembakaran, dijual kembali, digunakan kembali)
J. Pengetahuan petani tentang rute paparan pestisida ( kulit, inhalasi)
K. Pengemasan sisa pestisida dikemas ulang dan pelabelan tidak tepat
L. 1) Hubungan fekuensi keracuanan masal lalu dan pelaporan gejala tinggi ( hubungan sedikit
signifikan antara keracunan tinggi dan peralatan penyemprotan cuci yang dekat
dengansumer air; praktik pembuangan pestisida yang tidak aman. 2) Hubungan terbalik
antara keracunan tinggi dengan penyimpanan pestisida di rumah tinggal. 3) ada hubungan
sedikit signifikan antara melaporkan gejala yang tinggi dan sejumlah perilaku beresiko
dengan kegagalan penggunaan APD;kegagalan untuk melatih kalibrasi peralatan; area cuci
(dekat dengan sumber air); area penyimpanan peralatan ( perumahan dan penyimpanan
umum); area penyimpanan pestisida ( tempat tinggal dan penyimpanan umum); usia ( tua
dan muda). KESIMPULANNYA : tidak ada hubungan antara pengetahuan responden dengan
frekuensi keracuanan dan gejal keracuanan; ada hubungan yang signifikan antara
penyimpanan pestisida di rumah dan tingkat pendidikan responden. Responden dengan
pendidikan tinggi cenderung tidak menyimpan pestisida di rumah; ada hubungan antara
pengetahuan dengan praktik pelaporan kalibrasi peralatan; ada hubungan antara pendidikan
responden dan praktik kalibrasi peralatan.

Social ecological framework teori kualitatif.. untuk mengkaji fenomena secara sistematis dari
individu sampai ranah kebijakan.

M.