Anda di halaman 1dari 1

SOP PIL KB

Pengertian
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan
dengan cara per-oral/kontrasepsi oral.

Pelaksana
Bidan

Profil
1. Cocok untuk perempuan menyusui yang ingin memakai pil KB
2. Sangat efektif pada masa laktasi
3. Dosis rendah
4. Tidak menurunkan produksi ASI
5. Tidak memberikan efek samping
6. Efek samping utama adalah gangguan perdarahan, bercak, atau perdarahan tidak teratur
7. Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat

Cara kerja
1. Menekan sekresi gonadotropin dan sintesis steroid seks di ovarium (tidak bagitu kuat)
2. Endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi lebih sulit
3. Mengentalkan lender serviks
4. Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu

Efektivitas
Sangat efektif (98,5%). Pada penggunaan pil jangan sampai terlupa 1 atau 2 tablet atau jangan
sampai terjadi gangguan gastrointestinal (muntah,diare) karena kemungkinan terjadi kehamilan
sangat besar. Tablet digunakan pada jam yang sama (malam hari). Senggama sebaiknya
dilakukan 3-20 jam setelah penggunaan pil.

Waktu mulai menggunakan pil


1. Milai hari 1-5 siklus haid
2. Dapat digunakan setiap saat asal tidak terjadi kehamilan
3. Bila klien tidak haid atau amenorea, digunakan setiap saat asal saja diyakini tidak hamil ,
jangan melakukan hubungan seksual selama 2hari
4. Bila menyusui antara 6minggu dan 6bulan paska persalinan dan tidak haid, bila menyusui
penuh tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan
5. Bila lebih dari 6minggu persalinan telah mendapat haid, dapat dimulai pada hari 1-5 siklus
haid
6. Pil dapat diberikan segera pasca keguguran
7. Bila klien menggunakan kontrasepsi hormonal secara benar ibu tersebut sedang tidak
hamil, tidak perlu menunggu sampai datangnya haid
8. Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi ninhormonal atau hormonal dan ibu ingin
menggantikannya dengan pil maka diberikan pada hari 1-5 siklus haid dan tidak
memerlukan metode kontrasepsi lain.