Anda di halaman 1dari 10

REKAYASA IDE

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

STRATEGI PENANGGULANGAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

Dosen Pengampu :Prof.Dr Rosmala Dewi, M.Pd

Disusun oleh :

Nama : Segariono Putra Nababan

Nim : 4171111048

Kelas : Reguler E

PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya
penulis mampu menyelesaikan tugas mata kuliah perkembangan peserta didik ini yang mana
tugas ini adalah mengenai Rekayasa Ide .Tugas rekayasa ide ini sangat memberikan
manfaat terutama bagi penulis dimana penulis mampu memberikan ide, pmikiran, dan
argumen mengenai bagaimana strategi penanggulangan narkoba di kalangan remaja.

Penulis memahami isi dan pemaparan dalam tugas sangatlah terbatas dan banyak
kekurangan dan kesalahan baik dalam isi, pemaparan maupun sistematika penulisan dalam
tugas ini. Maka dari itu penulis mengharapkan sebuah kritikan positif yang membangun dan
dapat memotivasi penulis untuk dapat menyempurnakan tugas selanjutnya.

Akhirnya penulis mengucapkan terimah kasih kepada dan semoga tugas ini dapat
bermanfaat , dan membantu pembaca menyelesaikan tugas dan dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari- hari.

Medan, 23 November 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah narkoba adalah masalah yang sangat identik dengan kehancuran, kekacauan,
dan kematian.Apalagi sasaran utama dari narkoba itu adalah para remaja(pelajar). Narkoba
adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan,
pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara
dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.Dan musuh utama narkoba
itu adalah para remaja. Penyebab remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba berasal dari
remaja sendiri terdorong oleh rasa ingin tahu, ingin mencoba, mencari identitas serta
gampang menerima tawaran teman sebaya karena ingin diakui atau diterima oleh kelompok
sebaya, selain itu terdapat pula faktor dari lingkungan yang juga mempengaruhi remaja untuk
menyalahgunakan narkoba.
Penyalahgunaan narkoba juga merupakan masalah perilaku manusia. Perubahan perilaku
dengan peningkatan keterampilan sosial, antara lain keterampilan menolak tawaran narkoba,
keterampilan mengambil keputusan yang baik dan cara meningkatkan harga diri/percaya diri,
sangat diperlukan oleh anak remaja untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba
melalui proses pendidikan. Selain itu, remaja perlu melaksanakan pola gaya hidup sehat serta
meningkatkan kecerdasan spiritual.

1.1 Tujuan
1. Mengetahui bagaimana cara kreatif menanggulangi narkoba di kalangan remaja.
2. Mengetahui bagaimana narkoba bisa merajai para remaja.
3. Mengetahui masalah masalah yang menjadikan remaja menjadi pengguna narkoba.

1.2 Manfaat
1. Dengan tugas ini kita dapat menuangkan ide kreatif tentang narkoba
2. Menambah wawasan kita tentang narkoba.
3. Memberi kita gambaran bagaimana psikologi remaja yang menggunakan narkoba.
BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN/GAMBARAN UMUM
1.1 Tinjauan Pustaka
Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik
sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan. Preukursor narkoba adalah zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang
dapat digunakan dalam pembuatan narkotika yang dibedakan dalam tabel sebagaimana
terlampir dalam Undang-Undang. Penyalahgunaan narkoba adalah pemakaian narkoba di luar
indikasi medik, tanpa petunjuk/resep dokter, secara teratur atau berkala sekurang-kurangnya
selama 1 bulan.
Karena narkoba berpengaruh pada otak , setelah menggunakan narkoba dapat timbul rasa
nikmat seperti rasa rileks, rasa senang, tenang, dan perasaan high. Perasaan itulah yang
dicari oleh pemakainya yang menyebabkan narkoba disalahgunakan. Namun, sesudah
mengalami perasaan high, terjadi perasaan down atau pengaruh sebaliknya seperti cemas,
gelisah, nyeri otot dan sulit tidur.
Bagaiman ketergantungan narkoba itu?
Ketergantungan narkoba adalah suatu keadaan atau kondisi yang diakibatkan
penyalahgunaan narkoba yang disertai dengan adanya toleransi zat (dosis semakin
meningkat) dan gejala putus zat (withdrawal syndrome).
Dengan ketergantungan narkoba itu mengakibatkan ; ketergantungan fisik, gejala putus asa,
sakau (gejala putus asa karena heroin), dan ketergantungan psikologis.
Remaja dan permasalahan narkoba
Menurut WHO remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa. Sedangkan batasan usia remaja WHO adalah 12 sampai 24 tahun, namun jika
pada usia remaja telah menikah maka tergolong dalam remaja. Sedangakan dalam ilmu
psikologi, rentang usia remaja dibagi menjadi tiga, yaitu Remaja Awal (10-13 tahun), Remaja
Pertengahan (14-16 tahun), dan Remaja Akhir (17-19 tahun). Menurut Jean Peaget seorang
tokoh pendidikan menyatakan pandangannya tentang masa remaja : Masa remaja adalah
usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi
merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang
sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak . Integrasi dalam masyarakat (dewasa)
mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber, termasuk
juga perubahan intelektual yang mencolok. Masa remaja ditandai oleh perubahan fisik,
emosional, intelektual, seksual dan sosial. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan dampak
sebagai berikut : pencarian jati diri, pemberontakan, pendirian yang labil, minat yang
berubah-ubah, mudah terpengaruh mode, konflik dengan orang tua dan saudara, dorongan
ingin tahu dan mencoba yang kuat, pergaulan intens dengan teman sebaya dan membentuk
kelompok sebaya yang menjadi acuannya. Selain predisposisi remaja, pola asuh orang tua
turut membentuk perilaku remaja. Sepuluh faktor resiko dan kerentanan remaja terhadap
penyalahgunaan narkoba adalah, sebagai berikut :
1. Pengendalian diri lemah dan cenderung mencari sensasi.
2. Kondisi kehidupan keluarga, seperti : perokok, peminum, pola asuh tidak konsisten,
hubungan anak orang tua tidak baik dan konflik dalam keluarga.
3. Temperamen pemarah dan pemurung.
4. Mengalami gangguan perilaku, misalnya agresif.
5. Suka menyendiri dan memberontak.
6. Prestasi sekolah yang rendah.
7. Tidak diterima dalam kelompok teman sebaya.
8. Berteman dengan pengguna atau pengedar narkoba.
9. Bersikap positif terhadap pengguna narkoba.
Ada beberapa ciri perkembangan remaja yang rentan terhadap permasalahan penyalahgunaan
narkoba antara lain:
1.Perasaan galau Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa
dewasa dan remaja mengalami banyak perubahan baik fisik, mental, emosional dan sosial.
Dengan perubahan ini, anak remaja sering mengalami ketegangan, perasaan tertekan,
keresahan, kebingungan dan frustrasi, sehingga berisiko tinggi menyalahgunakan narkoba.
2.Perasaan ingin tahu Ciri remaja adalah ingin tahu dan ingin mencoba. Pada masa remaja
ada dorongan untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya, mencoba pengalaman baru, termasuk
mencoba-coba narkoba.
3.Kegoncangan emosional Dengan adanya perubahan-perubahan psikologis secara mendalam
dan mendadak pada masa remaja, maka seringkali remaja dalam hal penyalahgunaan narkoba
digolongkan menjadi kelompok berisiko tinggi.
4.Tekana kelompok sebaya Ciri yang menonjol pada masa remaja adalah adanya kebutuhan
dan keterikatan dengan kelompok sebaya, ingin diterima dan diakui oleh kelompok
sebayanya. Melalui kehidupan kelompok, remaja dapat berperan, bereksperimen, dan
mengekspresikan dirinya.
BAB III
IDE BARU/IDE KREATIF

Penyalahgunaaan narkoba (narkotika dan zat addiktif) tidak hanya dapat merugikan
kesehatan tetapi juga mental. Orang yang sudah kecanduan narkoba tidak dapat berpikir atau
berbuat apa-apa selain dari mengkonsumsi barang haram tersebut. Penyalahgunaan narkoba
seperti ganja, heroin, sabu-sabu, dsb di kalangan remaja seringkali berawal dari coba-coba.
Namun bila sudah kecanduan akan sangat sulit untuk mengobati kecanduan tersebut. Oleh
karena itu remaja sebagai generasi muda harapan bangsa harus dapat menjauhkan diri dari
narkoba. Bagaimana cara remaja menghindari narkoba? Berikut beberapa tips menghindari
narkoba bagi remaja.
Strategi bagaimana cara menghindari narkoba, beberapa tipsnya yang dapat
dilakukan adalah sbb:
1.selektif dalam pergaulan
Bergaullah dengan teman-teman yang memiliki perilaku positif. Jika anda banyak bergaul
dengan teman-teman yang memiliki perilaku positif maka anda akan mudah terbawa untuk
berfikir dan bersikap positif pula. Sebaliknya, jika anda bergaul dengan teman-teman yang
berperilaku negatif maka anda akan mudah terbawa untuk berpikir dan berperilaku negatif.
2.Hindari keluyuran malam
Menghindari keluyuran malam adalah salah satu cara untuk menjauhi narkoba. Remaja yang
terbiasa keluyuran malam sangat mudah tergoda untuk melakukan kebiasaan buruk karena
mereka merasa memiliki waktu bebas tanpa ada yang mengawasi. Hal ini menyebabkan
mereka berani mencoba hal-hal ekstrim seperti minum alkohol, berjudi, menggunakan
narkoba, dan lain sebagainya.
3.Jangan melawan orang tua.
Pada dasarnya setiap orangtua menghendaki anaknya menjadi anak yang memiliki akhlak
mulia. Dengarkan dan patuhi nasehat orangtua. Saat anda terbiasa melawan nasehat orangtua,
anda akan cenderung memiliki rasa percaya diri untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.
Hal ini memudahkan anda terbujuk untuk melakukan tindakan yang melanggar norma
termasuk menggunakan narkoba.
4.Memiliki hobi dan kegiatan positif
Isilah masa remaja yang penuh antusiasme dengan menyalurkan hobby yang positif misalnya
dengan olahraga, melukis, menulis, dan lain sebagainya. Hal ini selain meningkatkan
keterampilan, juga membatasi lingkungan pergaulan pada orang-orang yang memiliki ide dan
kreasi yang positif pula. Orang yang tidak memiliki kesibukan lebih mudah untuk diajak
melakukan hal-hal yang negatif termasuk menggunakan narkoba.
5.Jangan takut kehilangan teman
Remaja seringkali berani melakukan hal ekstrim karena diajak oleh teman. Jangan
menyalahkan orang lain saat anda berbuat salah. Jangan takut kehilangan teman jika ia
cenderung mengajak anda untuk melakukan hal tak terpuji termasuk menyalahgunakan
narkoba.
6.Selesaikan masalah anda
Setiap orang pasti pernah memiliki masalah dalam hidupnya. Selesaikan masalah anda agar
anda dapat menjalani hidup dengan lebih tegar. Sekali anda lari dari masalah, anda akan
selalu menghindar dari masalah dengan cara yang buruk, salah satunya adalah dengan
penyalahgunaan narkoba.
7.Bentengi diri dengan agama.
Bentengi diri anda dengan agama agar terhindar dari perbuatan tercela dan merugikan diri
sendiri atau orang lain. Mendekatkan diri dengan Tuhan yang Maha Kuasa akan menjauhkan
seseorang dari perbuatan terlarang dan merugikan diri sendiri atau orang lain.
Penyalahgunaan narkoba umumnya dilakukan oleh remaja yang tidak memiliki ketaatan
dalam beragama.
8.Ingat masa depan
Menyalahgunakan narkoba dapat menghancurkan masa depan. Orang yang kecanduan
narkoba tidak dapat berpikir sehingga tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini akan
menghancurkan masa depan. Orang yang kecanduan narkoba cenderung memiliki perilaku
kriminal karena ia tidak mungkin dapat belajar, bersekolah, atau bekerja.
9.Jangan pernah mencoba coba narkoba
Kesalahan terbesar semua remaja pengguna narkoba adalah mereka pernah mencoba. Sekali
anda mencoba, anda telah menjadi pengguna dan akan kecanduan. Anda tidak akan pernah
menjadi pecandu narkoba jika anda tidak pernah mencoba. Oleh karena itu jangan pernah
mencoba menggunakan narkoba.
10.Jadilah anak yang berbakti kepad orang tua.
Jadilah anak yang berbakti pada orangtua dengan memenuhi harapannya. Setiap orangtua
ingin anaknya sukses dalam hidupnya dan memiliki ahklak yang terpuji. Memiliki perilaku
buruk seperti menyalahgunakan narkoba hanya akan membuat orangtua kecewa dan malu.
11.Nikmati kebersamaan dalam keluarga
Pengguna narkoba seringkali adalah remaja yang tidak betah di rumah sehingga mereka lebih
suka berada di luar rumah tanpa tujuan sampai akhirnya terlibat dalam pergaulan yang salah.
Temukan dan lakukan banyak hal yang positif di rumah yang dapat membuat anda banyak
menghabiskan waktu luang di rumah dan bukan di jalanan.
12.Fokus dalam hal hal positif
Banyak hal-hal positif yang dapat menyibukkan anda dan memberikan manfaat bagi diri
sendiri maupun orang lain. Lakukan hal-hal positif yang dapat mendukung cita-cita anda,
membuat bangga orangtua, meningkatkan kebugaran, meningkatkan keterampilan, dan lain
sebagainya. Hindari membuang waktu dengan nongkrong, begadang, keluyuran, atau
aktivitas tanpa tujuan lainnya.
BAB IV
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Dari penjelasan kerangka pemikiran dan hasil ide kreatif atau ide baru , penulis menarik
kesimpulan bahwa narkoba Narkoba adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau
bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan, hingga kematian.Maka dari itu ada beberapa hal yang
dapat dilakukan pelajar(siswa) agar narkoba itu tidak dapat menyerang kita.Ide itu seperti
jangan keluyuran malam , jangan melawan orang tua, bentengi diri dengan dengan agama,
dan lain-lain.

1.2 Saran
Yang paling utama yang perlu dan wajib dilakakukan siswa(pelajar) adalah meningkatkan
iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dan hal hal lain yang seperti mendekatkan diri pada
orang tua , mengikuti kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan anti narkoba , dan masih
banyak lagi sehingga siswa dapat terhindar dari yang namanya narkoba tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Badan Narkotika Nasional, Republik Indonesia. Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati
(Modul Untuk Remaja), Jakarta, 2007.
Badan Narkotika Nasional, Republik Indonesia. Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati
(Modul Untuk Orang Tua), Jakarta, 2007.
Badan Narkotika Nasional, Republik Indonesia. Modul Pelatihan Tokoh Pemuda Sebagai
Fasilitator Penyuluh Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Jakarta, 2005.