Anda di halaman 1dari 9

PT PLN (Persero) P3B Sumatera

Unit Pelayanan T
Medan
Pekerjaan : Pekerjaan Penggantian pada CB/PMT
Lokasi Kerja : Gardu Induk
Hari,Tanggal : ......, .......... 2017
Diperlukan Pemadaman : YA TIDAK (isi salah satu dengan tanda centang )
Deskripsi Pekerjaan :
1. Menghindari terjadinya kecelakaan kerja baik Manusia dan Peralatan

Peralatan Kerja :
- Tangga - Mobil Craine
- Local Grounding - Schakle 3 ton
- Tool Set - Tali tambang 1 inch 20m
- Webbing Sling 3 ton
Keterangan : T : Risiko Tinggi, M : Risiko Menengah, R : Risiko Rendah

No Langkah Kerja Potensi Bahaya

1 Pemebebasan tegangan 150 kV - Tersengat Listrik, sistem terganggu

2 UnPacking CB/PMT dari Box - tertimpa, terjepit dan CB pecah


3 Pengikatan CB/PMT - tertimpa dan terjepit, CB/PMT Rusak

Pembongkaran
4 - tertimpa, terjepit, CB/PMT Rusak dan Sistem Terganggu
CB/PMT Existing

5 Pemasangan CB/PMT baru - tertimpa, terjepit , CB/PMT Rusak dan sistem terganggu

Keterangan lain-lain :

Dibuat Oleh: Diperiksa : Disetujui :


Penanggung Jawab
Pengawas K3 Pengawas Pek. Pekerjaan

Tanda Tangan dan Nama Terang


Tanda Tangan dan Nama Terang

Al Kahfi Nazhif Qoirul Arifin Cecep Maulana


FORM JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

engan tanda centang )

Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan :


- Helm
- Sepatu safety
- Sarung tangan
- Full Body Harnes

Tingkat Risiko 2
Tingkat Risiko 1 (T/M/R) Prosedur Bekerja Aman yang Direkomendasikan
(T/M/R)
Dipastikan oleh pengawas Manuver Bahwa kondisi peralatan yang akan diganti sud
dipasang Grounding, Pemasangan Grounding harus dilakukan oleh Pengawas manu
T T pengawasan

Pada saat membongkar Box (UnPacking) CB/PMT pastikan alat kerja sudah lengkap
sarung tangan untuk menghindari resiko terjepit, perlakuan pada CB/PMT pastikan m
T T bagian isolator CB/PMT atau bagian Core CB/PMT karna akan merusak susunan core ya
Sebelum melakukan Lifting (pemindahan) CB/PMT terlebih dahulu diikat pada bagian
pabrikan, biasanya pabrikan akan memberikan intruksi kerja lifting (pemindahan). P
mengikuti intruksi tersebut dan tidak mengikat dibagian rawan (tidak memiliki kekuata
atau core karna dapat merusak CB/PMT (pecah). Biasanya Posisi Flange Pengikatan CB/
1. Bagian Bawah (tangki Core)
Posisi ini sangat rawan karena webbing sling di rakit pada keempat flange bagian baw
dan di hubungkan ke pengait craine, perlu diperhatikan apabila hanya dihubungka
terdapat celah kosong yang menungkinkan CB/PMT tersebut mengalami kemiringan ka
pada masing - masing webbing sling tidak seimbang akibatnya sisi bushing CB/PMT me
beresiko bushing patah, untuk case seperti ini perlu dilakukan joint antar webbing
menyelimut Bushing guna meratakan moment tarik tersebut, sehingga kemungkinan C
lebih sedikit. Sebagai informasi Bushing CB/PMT tidak dianjurkan untuk menahan ga
karena bushing hanya di joint menggunakan lem buhsing yang sifatnya bukan mena
beban
2. Bagian Atas (tangki Core)
T T Ada beberapa Bushing yang design flange pengaitnya terdapat pada bagian atas kar
menahan tarikan berada pada sisi atas, biasanya dari segi fisik sudah terlihat posisi fl
pada Instruksi Manual CB/PMT tersebut. Webing sling di join pada bagian flane pengai
craine, dalam hal ini tidak perlu dilakukan joint antar sling karena webbing sling tidak
perlu diperhatikan pada saat moving CB/PMT jangan sampai terbentur dan posisi CB/P

Sebelum melakukan pembongkaran tata cara pengikatan CB/PMT masih tetap men
point 3. Setelah dipastikan sudah terikat dengan rapih hubungkan dengan pengait c
gaya tarik berlebih (sifatnya hanya meluruskan Webbing sling) karena Posisi CB/PMT m
Langkah selanjutnya lepas semua baut pengikat CB/PMT pada support, pastikan jan
karena akan merusak CB/PMT (pecah). Setelah semua baut terlepas lakukan lifting (
ditunjuk oleh pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3
Operator Crane Harus yang memahami resiko bahaya listrik karena pekerjaan di gardu
T T terkena tegangan tinggi yang membahayakan orang sekitar dan menggangu sistem kelis

Lakukan Pengikatan CB/PMT Baru mengikuti langkan pada point 3. Kemudian posisikan
support dan baut, jangan langsung meletakkan CB/PMT sebelum baut terpasang ka
T T pekerjaan tertimpa CB/PMT juga peralatan beresiko jatuh dan rusak. Lakukan Penge
terletak dengan sempurna.
Pada waktu pemasangan CB/PMT tersebut operator crane harus bekerja dibawah pen
dan Pengawas K3

Sketsa/Gambar Lokasi Kerja :

LOKASI
KERJA
Diketahui :

M.Tragi
Rudi Hartono
YSIS (JSA)

Prosedur Bekerja Aman yang Direkomendasikan


Dipastikan oleh pengawas Manuver Bahwa kondisi peralatan yang akan diganti sudah bebas tegangan dan telah
dipasang Grounding, Pemasangan Grounding harus dilakukan oleh Pengawas manuver atau operator di bawah
pengawasan

Pada saat membongkar Box (UnPacking) CB/PMT pastikan alat kerja sudah lengkap dan pelaksana menggunakan
sarung tangan untuk menghindari resiko terjepit, perlakuan pada CB/PMT pastikan martil / Obeng tidak memukul
bagian isolator CB/PMT atau bagian Core CB/PMT karna akan merusak susunan core yang ada didalam CB/PMT
Sebelum melakukan Lifting (pemindahan) CB/PMT terlebih dahulu diikat pada bagian yang sudah ditentukan oleh
pabrikan, biasanya pabrikan akan memberikan intruksi kerja lifting (pemindahan). Pastikan seluruh ikatan sudah
mengikuti intruksi tersebut dan tidak mengikat dibagian rawan (tidak memiliki kekuatan tarik) seperti bagian bushing
atau core karna dapat merusak CB/PMT (pecah). Biasanya Posisi Flange Pengikatan CB/PMT terdapat pada :
1. Bagian Bawah (tangki Core)
Posisi ini sangat rawan karena webbing sling di rakit pada keempat flange bagian bawah kemudian diatarik ke atas
dan di hubungkan ke pengait craine, perlu diperhatikan apabila hanya dihubungkan satu arah ke pengait maka
terdapat celah kosong yang menungkinkan CB/PMT tersebut mengalami kemiringan karena pembagian moment tarik
pada masing - masing webbing sling tidak seimbang akibatnya sisi bushing CB/PMT menahan tarikan dan beban yang
beresiko bushing patah, untuk case seperti ini perlu dilakukan joint antar webbing sling menggunakan tambang
menyelimut Bushing guna meratakan moment tarik tersebut, sehingga kemungkinan CB/PMT mengalami kemiringan
lebih sedikit. Sebagai informasi Bushing CB/PMT tidak dianjurkan untuk menahan gaya moment tarik atau beban
karena bushing hanya di joint menggunakan lem buhsing yang sifatnya bukan menampung tarikan atau menahan
beban
2. Bagian Atas (tangki Core)
Ada beberapa Bushing yang design flange pengaitnya terdapat pada bagian atas karena sisi terkuat yang mampu
menahan tarikan berada pada sisi atas, biasanya dari segi fisik sudah terlihat posisi flange tersebut dan dituangkan
pada Instruksi Manual CB/PMT tersebut. Webing sling di join pada bagian flane pengait dan di hubungkan ke pengait
craine, dalam hal ini tidak perlu dilakukan joint antar sling karena webbing sling tidak melewati bushing. Namun hal
perlu diperhatikan pada saat moving CB/PMT jangan sampai terbentur dan posisi CB/PMT tidak miring

Sebelum melakukan pembongkaran tata cara pengikatan CB/PMT masih tetap mengikuti langkah - langkah pada
point 3. Setelah dipastikan sudah terikat dengan rapih hubungkan dengan pengait crane namun jangan diberikan
gaya tarik berlebih (sifatnya hanya meluruskan Webbing sling) karena Posisi CB/PMT masih terikat pada supportnya.
Langkah selanjutnya lepas semua baut pengikat CB/PMT pada support, pastikan jangan ada baut yang tertinggal
karena akan merusak CB/PMT (pecah). Setelah semua baut terlepas lakukan lifting (pemindahan) ke tempat yang
ditunjuk oleh pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3
Operator Crane Harus yang memahami resiko bahaya listrik karena pekerjaan di gardu induk memiliki resiko tinggu
terkena tegangan tinggi yang membahayakan orang sekitar dan menggangu sistem kelistrikan

Lakukan Pengikatan CB/PMT Baru mengikuti langkan pada point 3. Kemudian posisikan CB/PMT tepat pada dudukan
support dan baut, jangan langsung meletakkan CB/PMT sebelum baut terpasang karena berisiko pada pelaksana
pekerjaan tertimpa CB/PMT juga peralatan beresiko jatuh dan rusak. Lakukan Pengencangan baut setelah CB/PMT
terletak dengan sempurna.
Pada waktu pemasangan CB/PMT tersebut operator crane harus bekerja dibawah pengawasan Pengawas Pekerjaan
dan Pengawas K3