Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang berada dalam keadaan diam (statis). Listrik
statis dapat menjelaskan bagaimana sebuah penggaris yang telah digosok-gosokkan ke rambut dapat
menarik potongan-potongan kecil kertas. Gejala tarik menarik antara dua buah benda seperti
penggaris plastik dan potongan kecil kertas dapat dijelaskan menggunakan konsep muatan listrik.

Berdasarkan konsep muatan listrik, ada dua macam muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan
negatif. Muatan listrik timbul karena adanya elektron yang dapat berpindah dari satu benda ke
benda yang lain. Benda yang kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif, sedangkan benda
yang kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif. Elektron merupakan muatan dasar yang
menentukan sifat listrik suatu benda.

Dua buah benda yang memiliki muatan sejenis akan saling tolak menolak ketika didekatkan satu
sama lain. Adapun dua buah benda dengan muatan yang berbeda (tidak sejenis) akan saling tarik
menarik saat didekatkan satu sama lain. Tarik menarik atau tolak menolak antara dua buah benda
bermuatan listrik adalah bentuk dari gaya listrik yang dikenal juga sebagai gaya coulomb.

Muatan Listrik

Muatan listrik, (Q) adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Satuan Muatan listrik
adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Muatan Listrikadalah sifat dasar
yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan
negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan
elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan
tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom
merupakan kelipatan dari satuan Muatan listrik dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton
akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang
netral atau tak bermuatan).

Menurut Benyamin Franklin, ada dua muatan lisrik :

1. Muatan listrik positif


2. Muatan listrik negatif

Sifat Muatan Lisrik


1. Dua muatan yang sejenis apabila didekatkan maka akan tolak menolak
2. Dua muatan yang tidak sejenis apabila didekatkan maka akan tarik menarik

Interaksi Benda Bermuatan Listrik

Ketika penggaris plastik digosok dengan kain wool, maka elektron-elektron dari kain wool
berpindah ke penggaris plastik, sehingga penggaris plastik tersebut bermuatan listrik negatif.
Gaya Coulomb

Gaya coulomb atau gaya listrik yang timbul antara benda-benda yang bermuatan listrik dipengaruhi
oleh dua faktor, yaitu sebanding besar muatan listrik dari tiap-tiap benda dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara benda-benda bermuatan listrik tersebut.

gaya coulomb antara dua benda bermuatan listrik

Jika benda A memiliki muatan q1 dan benda B memiliki muatan q2 dan benda A dan benda B
berjarak r satu sama lain, gaya listrik yang timbul di antara kedua muatan tersebut dapat dituliskan
sebagai berikut

Dimana

F : Besar gaya listrik statis (Newton)

Q : Besar muatan listrik (Coulomb)

r : Jarak dari kedua muatan listrik (meter)

k : Konstanta elektrostatis (9x109 N m2C-2)


konstanta k juga dapat ditulis dalam bentuk

1
k= = 9 x 109 N m2 C-2
4o

= permitivitas medium

Gaya listrik merupakan besaran vektor sehingga operasi penjumlahan antara dua gaya atau lebih
harus menggunakan konsep vektor, yaitu sesuai dengan arah dari masing-masing gaya. Secara
umum, penjumlahan vektor atau resultan dari dua gaya listrik F1 dan F2 adalah sebagai berikut.

untuk dua gaya yang searah maka resultan gaya sama dengan penjumlahan dari kedua gaya
tersebut. Adapun, untuk dua gaya yang saling berlawanan, resultan gaya sama dengan selisih dari
kedua gaya

R = F1 + F2 dan R = F1 F2

untuk dua gaya yang saling tegak lurus, besar resultan gayanya adalah

untuk dua gaya yang membentuk sudut satu sama lain, resultan gayanya dituliskan sebagai berikut

Medan Listrik

Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan listrik adalah daerah di
sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Jika muatan lain berada di dalam
medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik, muatan tersebut akan mengalami gaya listrik
berupa gaya tarik atau gaya tolak.

Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan garis-garis
gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar dari muatan
tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan
tersebut.

Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan listrik. Jika sebuah
muatan uji q diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan, kuat medan
listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar
muatan uji. Jadi, dituliskan

dan F = E q
Adapun kuat medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik q di suatu titik yang berjarak r dari
benda tersebut dapat dituliskan sebagai berikut

Di sini kuat medan listrik dituliskan dalam satuan N/C.

Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan antara
dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari
sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah
medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke muatan
tersebut.

Dua buah benda bermuatan listrik yang terletak berdekatan akan mengalami gaya listrik di antara
keduanya. Suatu usaha diperlukan untuk memindahkan (atau menggeser) salah satu muatan dari
posisinya semula. Karena usaha merupakan perubahan energi, maka besar usaha yang diperlukan
sama dengan besar energi yang dikeluarkan. energi dari muatan listrik disebut energi potensial
listrik. Besar usaha (W) atau perubahan energi potensial listrik dari sebuah muatan uji q yang
dipindahkan dari posisi r1 ke posisi r2 adalah

(gambar)

Dengan demikian, usaha atau energi potensial untuk memindahkan sebuah muatan uji q yang
berjarak r dari sebuah muatan lain q ke jarak tak berhingga dapat dituliskan sebagai berikut

Dimana tanda minus berarti usaha yang dilakukan selalu melawan gaya tarik yang ada (biasanya
usaha yang dilakukan adalah usaha untuk melawan gaya tarik antara dua muatan).

Potensial Listrik

Suatu muatan uji hanya dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain yang memiliki perbedaan
potensial listrik sebagaimana benda jatuh dari tempat yang memiliki perbedaan ketinggian. Besaran
yang menyatakan perbedaan potensial listrik adalah beda potensial. Beda potensial dari sebuah
muatan uji q yang dipindahkan ke jarak tak berhingga dengan usaha W adalah

Dimana V adalah potensial listrik dengan satuan volt (V).

Beda potensial dari suatu muatan listrik di suatu titik di sekitar muatan tersebut dinyatakan
sebagai potensial mutlak atau biasa disebut potensial listrik saja. Potensial listrik dari suatu muatan
listrik q di suatu titik berjarakr dari muatan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut
Dari persamaan di atas tampak bahwa potensial listrik dapat dinyatakan dalam bentuk kuat medan
listrik, yaitu

V=Er

Berbeda dengan gaya listrik dan kuat medan listrik, potensial listrik merupakan besaran skalar yang
tidak memiliki arah. Potensial listrik yang ditimbulkan oleh beberapa muatan sumber dihitung
menggunakan penjumlahan aljabar. Untuk n muatan, potensial listriknya dituliskan sebagai berikut.

Catatan: tanda (+) dan () dari muatan perlu diperhitungkan


dalam perhitungan potensial listrik.

Contoh soal
1. Dua buah muatan masing-masing q1 = 6 C dan q2 = 12 C terpisah sejauh 30 cm. Tentukan
besar gaya yang terjadi antara dua buah muatan tersebut, gunakan tetapan k = 9 x 109 dalam
satuan standar!

Pembahasan
Data dari soal:

q1 = 6C = 6 x 106 C

q2 = 12C = 12 x 106 C

r = 30 cm = 0,3 m = 3 x 101 meter

F = ....?

Dari rumus gaya coulomb didapatkan

2. Dua buah muatan listrik memiliki besar yang sama yaitu 6 C. Jika gaya coulomb yang
terjadi antara dua muatan tadi adalah 1,6 C 1,6 N, tentukan jarak pisah kedua muatan
tersebut!
3. Dua buah benda bermuatan listrik tidak sejenis, tarik-menarik dengan gaya sebesar F. Jika
jarak kedua muatan didekatkan menjadi 1/3 kali semula, maka gaya tarik-menarik antara
kedua muatan menjadi...F

Pembahasan
Dari rumus gaya coulomb di atas terlihat bahwa besarnya gaya berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak kedua muatan. Jadi (1/3)2 adalah 1/9 kemudian dibalik menjadi 9/1 atau 9
saja. Jadi jawabannya adalah menjadi 9 F

Kenapa tiba2 begitu?


Jalan panjangnya seperti berikut ya:

Rumus dasar yang digunakan adalah ini

Untuk keadaan mula-mula, gayanya dikasih nama F1, dimana F1 nanti besarnya sama dengan F
saja. Untuk keadaan kedua (saat jaraknya dijadikan 1/3 semula) gayanya dinamakan F2.

Jika dibandingkan, kedua gaya tadi maka

kQ1Q2 nya bisa dicoret saja, bukan berarti jadi nol, tapi diganti angka satu di bekas bagian yang
dicoret.
Susun lagi yang bagus, pindahkan F1 ke ruas kanan, kita dapat rumus jadi untuk kasus2 seperti
soal ini.

Saatnya dimasukkan datanya, r1 bisa dicoret, hingga diperoleh