Anda di halaman 1dari 3

3.

2 Pekerjaan Pembuatan Pile Cap


Pile cap merupakan topi pondasi atau penggabung beberapa pondasi tiang
sebelum didirikan kolom diatasnya. Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban
dari kolom untuk diteruskan oleh pondasi ke tanah keras dibawahnya. Bentuk dan ukuran
pile cap bervariasi tergantung jumlah titik tiang pancang yang digunakan. Semakin
banyak tiang pancang yang diikat, semakin besar dimensi pile cap. Tie Beam/ Ground
Beam dalam istilah umum proyek dikenal sebagai sloof, secara struktural
menghubungkan kaki kolom struktur. Fungsinya yaitu menyalurkan beban geser dari
kolom yang terdekat yang terhubung kemudian disalurkan kedalam pondasi dibawahnya
dan juga menyeimbangkan beban struktur atas atau struktur atas sehingga deformasi
bangunan menjadi seimbang atau tidak ada perbedaan mana yang lebih kuat.

Metode pekerjaannya adalah sebagai berikut

1. Tanah digali menggunakan ekskavator disertai perataan elevasi dasar galian.


Kemiringan galian selama pekerjaan galian disesuaikan supaya tidak terjadi longsor

2. Kepala pondasi diratakan sampai dengan elevasi dasar pile cap.


3. Pembengkokan tulangan pondasi maksimal 45 terhadap garis horizontal.

4. Dasar galian diurug pasir dengan tebal 10 cm sebagai lantai kerja supaya permukaannya
rata.
5. Penulangan tulangan pile cap dan tie beam dipasang sesuai shop drawing.
6. Bekisting pile cap dan tie beam dipasang. Bekisting tersusun dari bata ringan.

7. Bekisting dan penulangan dicek sebelum dilaksanakan pengecoran. Dipastikan


bekisting kuat untuk menahan beton cor dan penulangan sesuai gambar dan syarat.
8. Pengecoran pile cap bersamaan dengan tie beam dilaksanakan dengan menggunakan
3
concrete bucket kapasitas 0,8 m . Kemudian beton cor digetarkan menggunakan
concrete vibrator supaya gelembung udara naik sehingga adukan beton menjadi padat
& homogen.
9. Bekisting dilepas setelah beton cukup keras yaitu antara 24 jam 48 jam setelah
pengecoran.
10. Setelah tahap pengecoran pondasi selesai maka dilanjutkan dengan pelaksanaan curing
atau perawatan beton dengan menggunakan bahan karpet yang terbuat dari non woven
geotextile berbahan polyester (pet) atau polyprophilen (pp) berukuran 1 100 m.
Karpet tersebut dibentangkan diatas beton ccor lalu disiram atau dibasahi. Hal ini
bertujuan agar beton tetap terjaga suhunya agar tidak mengalami keretakan karena air
dalam beton menguap secara berlebihan atau penurunan kekuatan pada beton. Curing
dilakukan selama kurang lebih satu minggu.

Anda mungkin juga menyukai