Anda di halaman 1dari 4

SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL

CASE STUDY:

ENTERPRISE RESOURSE PLANNING (ERP)

KELOMPOK 8:

1. Utami Notarianan Apriadi 414074


2. Vita sekarini 414078
3. Vitria Rahma Anindya 414079
4. Wicaksono Abdinur Muhamad 414081
5. Yutta Dana Paramaresi 414084

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAK)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
1. Menjelaskan apa yang menjadi pendorong bagi PT PLN menggunakan
aplikasi ERP dalam bisnisnya!
Jawab:
PT PLN menggunakan ERP dalam proses bisnisnya sebagai langkah untuk
mencapai visi dan misi perusahaan. Dimana PT PLN akan
mengintegrasikan seluruh kantor PLN baik pusat mupun daerah secara
online sehingga seluruh kantor PLN tersebut akan terstandarisasi secara
internasional.
Beberapa hal yang menjadi alasan implementasi SAP ERP di PT. PLN
(Persero), yaitu:
1. PT. PLN (Persero) membutuhkan standarisasi proses bisnis melalui
sistem back office yang terpadu (integrated system)
2. Untuk mengadopsi Utility Best Practices

2. Bagaimana PT PLN melakukan implementasi ERP sehingga dapat secara


signifikan membantu operasionalnya?
Jawab:
Untuk mencapai performa yang terbaik dalam hal kinerja operasi
(pembangkitan, transmisi dan distribusi), PT PLN mengimplementasikan
ERP dengan cara menstandarisasi data dan informasi dengan cara sebagai
berikut :
Data dan informasi Manajemen Keuangan (Financial Management)
salah satunya Administrasi pegawai yang mencakup tanggal pada
surat penggajian harus konsisten, pengelolaan informasi keluhan
dan kedisiplinan pegawai dapat dilakukan di dalam system, dan
perpindahan pegawai dapat dimonitor di dalam system
Data dan informasi Sumber Daya Manusia (Human Resource)
salah satunya Administrasi Waktu Kerja yang mencakup
manajemen data berkaitan dengan waktu kerja pegawai termasuk
waktu lembur dan lain sebagainya dilakukan tersentralisasi di
dalam sistem. Oleh karena itu, proses penggajian akan dipusatkan
di kantor pusat tiap unit, data tentang administrasi penggajian di
kerjakan di kantor unit bersangkutan, data tentang penggajian
harus diintegrasikan dengan bagian keuangan, agar memudahkan
bagian pembukuan untuk mencatat penggajian pegawai

3. Inovasi apa yang dimunculkan oleh PT PLN ketika ERP sudah berjalan
terutama dalam proses transaksinya?
Jawab:
Inovasi yang dimunculkan oleh PT PLN dengan melakukan
penandatangan kontrak pengembangan dan implementasi Enterprise Asset
Management (EAM). Tujuan implementasi EAM adalah untuk memonitor
kinerja aset, evaluasi kinerja vendor terkait pemeliharaan, proses bisnis
yang terintergrasi dengan sistem informasi SAP (System Aplication and
Product), informasi bagi manajemen untuk pengambilan keputusan yang
akurat dan cepat, mekanisme kontrol dan monitoring sistem pemeliharaan
yang lebih baik dan terukur.

4. Faktor apa yang menyebabkan implementasi ERP berjalan lancar?


Jawab:
Faktor utama yang menentukan keberhasilan implementasi ERP adalah
human resource, dengan mengubah pola pikir seluruh karyawan. Dengan
penerapan ERP di lingkungan PLN, setiap pegawai harus beradaptasi
dengan perubahan sistem karena pengimplementasian ERP tentu akan
mengubah pola kerja suatu perusahaan. Tanpa pola pikir yang baru, ERP
tidak akan memberikan manfaat bagi perusahaan karena sesempurna
rancangan dan penerapan ERP tidak akan berguna jika tidak didukung oleh
sumber daya manusia.
Selain itu, PLN juga membentuk Tim Imbangan ERP yang terdiri dari
orang-orang yang ahli di bidangnya terutama pada bisnis proses. Tim
Imbangan ini bertanggungjawab langsung kepada Direksi PLN via
Direktur keuangan dan direktur niaga dan pelayanan pelanggan. Mereka
dituntut untuk bekerja keras dalam melakukan perubahan serta
menyediakan waktu untuk melaksanakan proyek tersebut di luar waktu
sebagai karyawan. Tugas Utama dari Tim Imbangan ini adalah
menyukseskan pelaksanaan penerapan ERP di PLN pusat beserta uji coba
di 3 kantor PLN yang telah disebutkan diatas, dan mempersiapkan
kebutuhan akan pengembangan lanjutan yaitu integrasi antar sistem.
Tim ini terdiri atas 2 tim:
1. Tim Sentral, beroperasi di kantor pusat, beranggotakan atas wakil dari
PLN pusat dan unit pelaksana.
2. Tim Roll-Out, merupakan representasi dari Tim Sentral, yang
beranggotakan atas wakil-wakil dari unit PLN yang bekerja di
lokasinya masing-masing.

5. Untuk menghadapi lingkungan enterprise system, anda diminta


memberikan rekomendasi ke depan untuk mengoptimalkan ERP yang
telah dijalankan.
Jawab:
Untuk mengoptimalkan ERP dalam menghadapi lingkungan enterprise
system, sebaiknya PLN:
a. Memberikan pelatihan kepada SDM setiap dua bulan sekali dengan
mendatangkan tim ahli (update ilmu) dan juga diadakan kursus
sekaligus sertifikasi SAP guna menunjang kompetensi yang dimiliki
SDM PT PLN.
b. Pada saat melaksanakan recruitment, panitia menambahkan syarat
kualifikasi (dapat mengoperasikan SAP) agar mendapatkan SDM
dengan kualitas yang baik.