Anda di halaman 1dari 94

Debat Pak Udin (Muslim Murtad) vs.

Pak Mogokinta (Muslim Mualaf)


PENGANTAR

Buku ini adalah pengalaman real seorang penginjil di medan juang. Pengalmana kebersamaan
dengan Yesus yang telah menyelamatkan hidupnya. Orang seperti dia tidak mungkin percaya
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kalau bukan karena ANUGERAH.

Pada cetakan kedua ini, saya meminta kepada penulis untuk melengkapi lagi dengan
menambah informasi dan bab baru, karena sambutan buku ini juga luar biasa.

Bila Anda membaca buku ini, maka akan tampak sangat gamblang kebenaran Alkitab
dibandingkan dengan kitab manapun, termasuk Al Qur'an yang muncul 600 tahun setelah
Alkitab. Insan Mokoginta beberapa kali telah berdebat dengan penulis, dan perdebatan itu bisa
juga ditonton di Internet.

Insan Mokoginta telah malang melintang berdebat dengan pendeta mana saja, tapi dengan
Saifuddin Ibrahim, dia bertekuk lutut. Keberanian Pak Saifuddin mengungkapkan pendapat
mengagumkan, sepertinya belum pernah dilakukan oleh orang lain. Hal ini terjadi karena cinta
yang tulus kepada Tuhan.

Bacalah buku ini, untuk berselancar mengarungi kedalaman nurani saudara sepupu kita para
Muslim, dan pada akhirnya berempati untuk menyelamatkan mereka dari kebinasaan kekal.
Mereka sedang membangun rumah di pinggir jurang yang lalu akan longsor bersama
bangunan itu. Mereka adalah pocong yang bisa berjalan. Ibadah mereka kering. Kitalah yang
harus membawa Yesus untuk membantu mereka hidup.

Terpujilah Tuhan selamanya.

Junaedi Salat
Pimpinan Fokus Indonesia
KATA SAMBUTAN

Saya mendapat kehormatan untuk menghantar buku ini kepada pembaca.

Saya sangat kenal dengan pengarang buku ini dan cintanya kepada Tuhan tidak ada yang
meragukan. Pertobatannya mengagumkan. Itu bisa kita baca dalam buku yang ditulisnya
KENAPA SAYA MEMILIH KRISTUS. Sudah banyak orang Kedat terima Yesus karena
membaca buku ini. DIa juga menulis buku DIALOG DENGAN SADDAM HUSAIN. Buku ini
telah saya kirim ke mana-mana. Ini penting untuk membuka mata hati mereka yang belum
percaya.

Buku yang sedang Anda pegang ini adalah dialog dengan Insan Mokoginta.

Sebenarnya buku ini adalah pengalaman pribadi penulis berdialog dengan banyak saudara
Muslim sejak menerima Yesus Kristus.

Buku ini pantas untuk menjadi bagian Anda, bergerak bersama, berjalan bergandeng tangan
memberitakan Kabar Baik ke seluruh pelosok Nusantara.

Stigma yang diterapkan oleh saudara kita bahwa Kristen agama penjajah, akan sirna dengan
sendirinya, setelah membaca buku ini. Kristen memang awalnya disebarkan oleh missionaris
Barat, tapi dengan cara yang santun. Bahkan mereka mempertaruhkan nyawa untuk Injil.

Injil tidak boleh disebarkan dengan pedang.

Injil itu adalah ajaran kasih, ajaran kasih harus disebarkan dengan kasih.

Yesus tidak pernah membawa pedang. Jangankan pedang, pisau dapur saja tidak pernah
dibawa Yesus untuk menakuti orang supaya menerima Dia sebagai Tuhan.

Terus terang, bacalah buku ini untuk masuk dalam hati saudara kita.

Tuhan Yesus memberkati.

Dr. Lukas Kusmana


Gembala Senior GKPY
KATA PENGANTAR

Buku ini bermaksud memberi pencerahan kepada saudara agar semakin mencintai keturunan
Ismael, yaitu saudara kita Muslim. Kita tidak dipandang mengasihi Kristus kalau kita tidak
mengasihi mereka.

Dengan membaca buku ini, maka kita merasakan bathin mereka dan denyut jantung mereka
ketika mereka melakukan ibadahnya. Bahkan apa yang menjadi target mereka kita bisa faham.
Kaum teroris dalam bidang agama sering muncul kalau tidak dikatakan SELALU, dari
keturunan Ismael sejak Ismael terusir dari rumah ayahnya Abraham. Roh Ismael dilanjutkan
dengan perkawinan anak Ismael dengan Esau, saudara kembar Israel. Roh kecewa itulah yang
dibawa oleh Bani Israel menitis sampai hari ini kepada keturunannya di Palestina dan di mana-
mana.

Penelitian saya ini bukan yang awal, sudah banyak buku yang berbicara dalam issue yang
berragam. Tapi buku ini ada ciri khasnya yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan orang
Antikris, dan berdialog langsung dengan mereka.

Antikris adalah mereka yang berpendapat Yesus bukan Tuhan, membenci kasih. Buku ini
menjadi sangat khas, karena saya pernah hidup sebagai Muslim radikal, dan memiliki rasa
agama yang kental. Saya dididik oleh seorang ibu yang galak. Kalau tidak mengaji, oleh ibu
perut saya dicubit kecil sampai keluar air mata, bukan karena menangis, tapi karena sakit. Ayah
adalah seorang guru agama Islam, pendiri Muhammadiyah di kota Bima. Dan saya tahu betul
betapa ibu dan ayah sangat mencintai saya.

Saya kuliah di Ushluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta, kuliah bahasa Arab,


komunikasi, kuliah di STT jurusan Theologi. Bahasa kedua saya adalah bahasa Arab.

Jadi kalau saya jadi Kristen, itu kemurahan Tuhan.

Selamat membaca dan bersaat teduh. Tuhan Yesus memberkati.

Yerusalem Baru, Desember 2014

Saifuddin Ibrahim
BAB PENDAHULUAN

SHALOM BE SHEM HAMASIAKH, Salam Damai dalam Nama Yesus Kristus.

Saya SAIFUDDIN IBRAHIM, telah mempertaruhkan apapun untuk KEBENARAN. Saya telah
berjanji setia kepada BAPA, PUTERA, dan ROH KUDUS. Saya terima Yesus Kristus dengan
tulus dan murni hati, tidak karena sesuatu di luar dan keluar dari Kristus, dan janjiNya. Saya
siap membela DIA yang telah menyelamatkan dan mengeluarkan saya dari kegelapan menuju
terang yang ajaib. Meskipun DIA tidak perlu dibela. Saya sanggup berkorban dengan JIWA,
RAGA, dan NYAWA saya serta APAPUN yang ada pada saya bagi kemulianNya. Saya tidak
akan berkhianat kepada BAPA, PUTRA, dan Roh Kudus, kepada semua orang percaya. Bagiku
hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.

Tulisan ini adalah jawaban lugas terhadap buku-buku yang ditulis oleh saudara Muslim,
terutama mereka yang mu'alaf, yang sengaja memojokkan KEBENARAN Injil lalu Muslim yang
tidak pernah baca Alkitab tepuk tangan. Buku ini bersifat apologetika karena membela.
Walaupun Kristen tidak perlu dibela. Tuhan Yesus juga tidak perlu dibela, karena Tuhan bisa
bela diri, bisa kung fu, bisa tinju.

Insan Mokoginta bukan saja menulis buku dan berdebat, tapi tulisannya sangat memojokkan
bahkan provokatif. Mokoginta menulis 11 pertanyaan yang mustahil dijawab Kristen, kalau
bisa menjawab akan dikasih hadiah 10 juta rupiah untuk satu pertanyaan.

Buku ini disarikan dari beberapa kali debat saya dengan Ustadz Insan Mokoginta dan teman-
temannya. Terakhir pada tanggal 1 Maret 2014 di Jakarta dan dihadiri 200 tokoh Kristen dan
Islam. Juga menjawab pertanyaan-pertanyan peserta seminar Islamologi di seluruh Indonesia.

Insan Mokoginta, sudah kondang di dunia Islam karena debatannya dengan para pendeta dan
'selalu menang'. Waktu dialog lintas agama di Bandung, saya sudah ancam pak Insan
Mokoginta, jangan coba-coba debat dengan saya! Kamu boleh menang debat dengan pendeta
lain, tapi dengan saya ente akan bertemu batu sandungan dengan kariermu berdebat. Kamu
sudah menyangkali Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka Tuhan akan
mempermalukanmu hai manusia Antikris! Karena dalam saya ada Yesus!

Dalam Al-Qur'an, Surat Al-Maidah, ayat 47, "Hendaklah orang-orang yang telah diberikan Injil
kepada mereka memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya (Injil)."
Pak Insan pindah dari Injil kepada Al Qur'an. Injil hukum KASIH pindah kepada Al Qur'an
hukum bunuh. Jadi walaupun Bapak sudah menulis puluhan buku, semuanya isinya sampah!
"Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara berdasarkan apa yang diturunkan Allah, maka
mereka adalah orang-orang fasik." Bapak tau arti fasik? BUSUK bin LICIK! Kata saya. Jadi
menurut Al Qur'an, Pak Insan Mokoginta adalah Fasik! Beliau yang sedang menyuap makanan
ke dalam mulut, tangannya gemetar. Dia berjanji untuk debat lagi, tapi diundur-undur terus.

Al-Qur'an, Surat Al-Maidah, ayat 47,


Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Tentu saja buku ini bukan untuk meremehkan kaum Muslim, tapi untuk menampilkan fakta
dan sejarah yang tidak ketahui oleh kaum awam Muslim, lebih-lebih orang Kristen. Hal ini agar
orang Kristen mengenal watak dan perilaku mereka dan semakin mengasihi mereka seperti
Yesus mengasihi semua orang. Mereka merindukan kasih Yesus dalam kehidupan nyata.

Selama ini mereka yang murtad meninggalkan Yesus seperti Ustadz Insan Mokoginta dan
orang semacam dia, getol berdebat dengan para pendeta dan penginjil. Seolah-olah langkah
mereka meninggalkan Yesus adalah benar. Thema yang mereka angkat, selalu Siapakah Yesus
Kristus? Atau tentang Tritunggal benarkah ajaran itu? Mereka tidak berani berdebat
SIAPAKAH MUHAMMAD? Apakah Islam itu? Semua mereka tidak berani debat mengenai
ajaran Islam. Tidak berani! Semua bahan dan makalah mereka contek dari buku-buku tokoh
Ahmadiyah yang bernama Ahmad Deedat imigran India yang menjadi warga Afrika Selatan,
tanpa membuka dan membaca ulang Alkitab.

Sebelum debat, saya bersama team, berdoa dan berpuasa tiga hari tiga malam di Puncak. Siang
mengisi seminar, malam berdoa. Hari kedua sudah lemas. Saya berdoa terus karena 'demam'
menghadapi debat. Saya berdoa sepanjang hari, "BAPA, Engkau telah memanggil aku dari liang
srigala menjadi dombaMu, menahan aku dari lobang maut. Engkau telah memegang tanganku
dan membentuk aku bahkan menjadikan aku perjanjian bagi umat manusia. Menjadi terang
bagi bangsa-bangsa. Seperti Daud aku berdoa, FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi
jalanku. Bila tersingkap memberi sinar dan pengertian bagi yang bodoh sekalipun. BAPA, Aku
tertimpa kesusahan tetapi perintahMu kesenanganku.

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukumMu yang adil. Tuhan
Yesus, jangan mempermalukan diriMu karena aku, tapi permuliakan diriMu dengan hambaMu
yang hina ini. Engkau tahu semua isi hatiku, Engkau mengerti aliran darahku, aku telanjang di
hadapanMu, tidak ada yang tersembunyi bagiMu. Di tempat dingin keringatku menganak
sungai, aku takut Tuhan. Di tempat panas aku menggigil dan cemas. Di tempat sunyi aku
menangis memelukMu, YESUS! Biarlah Engkau yang berbicara, Engkau yang berkata-kata,
hambaMu ini diam saja. Bungkam mereka yang fasik dan telah meninggalkan Engkau. Mereka
berbohong kepada manusia, berdusta demi perutnya. Mereka seperti singa mengaum-ngaum
mencari orang lemah untuk diterkam. Dengan mulut mereka, radio mereka, koran mereka, TV
mereka, mereka hendak menghentikan matahari yang naik. Bila fajar menyingsing, siapa yang
mampu menahan cahaya matahari bersinar walau sedetik? TIDAK ADA! Bila kebenaran yang
berbicara, hakim mana yang bisa curang? TIDAK ADA! Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab
terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan
menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu,
dan kemuliaanNya menjadi nyata bagimu. Terima kasih Tuhan. Satu lagi permintaan hamba,
besok pagi hamba akan berdebat dengan cecunguk-cecunguk, begundal-begundal Antikris
penghujat kebenaran, mereka adalah pencinta tipu muslihat! Berbicaralah lewat lidah bibir
hambaMu ini. Roh Kudus tolong lembutkan aku, tenangkan aku, teduhkanlah jiwaku. Amen."
Buku ini membuka tabir misteri ajaran Islam yang tidak terjangkau oleh saudara Kristen,
karena susah memahami Islam. Semua ajaran itu seperti terkunci karena harus memulai dari
mana kalau belajar agama tersebut. Ibadahnya harus memakai bahasa Arab, yang tidak
dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktek juga susah, orang Islam sendiri juga akan putus
asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari sholat? Orang Islam sendiri jarang yang sholat.
Tidak sholat masuk neraka, kalau sholat tidak sempat. Lalai sholat, masuk neraka. Apalagi
kalau dia tukang ojek, atau tukang becak, petani, hanya sebagai pekerja rendahan, ataukah dia
boss, sama saja. Ibadah yang paling sulit adalah sholat. Susah dimengerti, karena semuanya
hafalan. Lakukanlah perintah Allah semampumu, demikian kata Mamah Dedeh di TV, tetapi
tetap tidak mampu, Mamah!

"Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan
memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripadaKu, dan ibadahnya
kepadaKu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan" (Yesaya 29:13). Pantaslah dalam Al
Qur'an disindir sendiri bahwa orang Islam sholat hanya bertepuk tangan saja, "Sembahyang
mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakan
azab disebabkan kekafiranmu itu" (QS 8:35). Kenapa kafir? Karena sholat Senin-Kamis. Kenapa
kafir? Karena tidak mampu naik haji. Kenapa kafir? Karena tidak memberlakukan hukum
Islam. Kenapa kafir? Karena memang ibadah sholat sudah dilakukan jauh sebelum Muhammad
datang. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya, petunjuk dan
cahaya, yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang
menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka,
disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi
terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, takutlah kepadaKu. Dan
janganlah kamu menukar ayat-ayatKu dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak
memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-
orang kafir" (QS 5:44). Kenapa kafir? Karena mempermainkan agama. "Bangsa ini memuliakan
Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu. Percuma mereka beribadah padaKu,
sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia" (Matius 15:8-9).

"Dan orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan


pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima
taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS 9:102)

Puasa juga hanya sebulan dalam setahun. Naik haji hanya bagi yang mampu. Muhammad
bersabda demikian

alhajjum mabruurun laisa lahu illal jannah,
artinya: orang naik haji mabrur balasannya adalah surga. Tidak mampu yaa gigit jari. Memulai
melaksanakan ajaran Islam juga bingung. Semua orang Islam berangan-angan naik haji
sekeluarga, mereka nonton artis naik haji. Bahagia rasanya kalau bisa naik haji, atau menaikkan
haji kedua orangtua kita. Saya juga begitu, cita-cita saya adalah naik haji dengan mama saya.
Ada orang yang menabung puluhan tahun baru bisa naik haji. Bahkan fenomena baru di
Indonesia adalah menghajikan orang yang sudah meninggal dunia. Biayanya 2,5 juta seorang.
Di Malaysia biaya untuk Badal Haji adalah 1500 ringgit. Aneh!
Pak kiai Abu Nawas bilang, khan bisa diganti dengan amal yang lain. Kalau bisa diganti
dengan amal yang lain, kenapa harus dibuatkan syariatnya? Dalam sejarah semua agama-
agama, ibadah tidak bisa diganti dengan ibadah yang lain. Sholat tidak bisa diganti dengan haji,
puasa tidak bisa diganti dengan zakat. Syahadat tidak bisa diganti dengan berbuat bakti kepada
kedua orangtua. Perpuluhan tidak bisa diganti dengan kebaktian. Perang tidak bisa diganti
dengan ronda malam. Semua ibadah mengandung sakral masing-masing. Dan masing-masing
tidak melebihi bentuk ibadah yang lain.

Akhirnya pembaca harus paham bahwa semua tulisan Insan Mokoginta dan para pendukung
Antikris itu mengambil dari tulisan dan buku Ahmad Deedat. Beliau seorang ulama
Ahmadiyah, imigran asal India, lahir 1918, yang menjadi warga negara Afrika Selatan. Dia
mendapat penghargaan KING FAISAL AWARD dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di tahun
1986 atas karya-karyanya. Waktu masih Muslim, saya sangat kagum dengan Ahmad Deedat,
tapi setelah membaca Alkitab, ternyata isi Alkitab dia plintirkan. Di tahun 1996, dia tiba-tiba
mengalami stroket tepat di hari raya Paskah sewaktu dia ceramah di Sidney, Australia,
menghina Yesus. Deedat kehilangan suara, leher kejang, tidak mampu makan, berbaring di
ranjang rumah sakit selama sembilan tahun hingga meninggal.

Selama masa penderitaannya, Deedat juga dikunjungi oleh orang-orang Kristen untuk
mendoakannya. Ia juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa ulama yang diwariskan
kepada anak-anaknya. Hal ini karena seluruh harta kekayaan dari royalti hasil penjualan buku-
bukunya yang sangat lari telah habis dipakai untuk biaya perawatan selama sakitnya.

Saya dulu pengagum Ahmad Deedat dan membaca buku-bukunya. Ternyata isinya hujatan
sampah, sumpah serapah pepesan kosong.

Haleluyah!
Bab Satu
Muhammad SAW dalam Bible - Isa al-Masih dalam Al-Qur'an

Inilah tema debat antara saya dan team saya, Josua Tewuh dan Anwar Chen, menghadapi
Ustadz Insan Mokoginta.

Thema ini sudah diperdebatkan berabad-abad antara pendeta Kristen dan ulama Islam. Pihak
yang menantang selalu adalah kaum Muslim. Mereka penasaran untuk membuktikan bahwa
ada nubuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Alkitab) akan datang seorang Nabi
setelah Yesus Kristus, namanya AHMAD (tafsir = Muhammad).

Dan ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah
kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan
seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad." Maka tatkala Rasul itu
datang kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir
yang nyata." (QS 61:6). Setelah saya memeluk Kristen, saya membuka Injil dan tak menemukan
satu ayat pun di mana Yesus meramalkan kedatangan Muhammad. Klaim Al-Qur'an bahwa
Muhammad dikenal oleh orang Yahudi dan Kristen seperti mereka mengenal anaknya sendiri.
Tidak satu ayat pun baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang menyebutkan
ciri Muhammad. Semua klaim itu hanya isapan jempol.

Orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal
anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan
kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS Al-Baqarah: 146). Saya tidak menemukan ayat
dalam Alkitab yang menyebutkan karakter dan ciri Muhammad atau menyebutkan namanya.
Apakah karena nama Muhammad tidak disebutkan lalu Al-Qur'an menuduh Alkitab sudah
dipalsukan? Ayat Al-Qur'an ini juga menuduh orang Yahudi dan Kristen telah
menyembunyikan kebenaran. Siapa yang menyembunyikannya? Tahun berapa dipalsukan?
Zaman siapa? Apa saja ayat yang disembunyikan itu? Dan mana yang asli? Semua tuduhan
dalam Al-Qur'an tidak bisa dibuktikan. Terlalu bias. Secara empiris tidak bisa dilacak. Allah
Maha Tahu, tapi Allah lempar batu sembunyi tangan, menuduh tapi tidak ada bukti. Kalau
pemalsuan Alkitab terjadi di zaman Muhammad, karena nama Muhamma tidak disebut dalam
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Muhammad lahir tahun 571 M), kok cepat sekali dihapus
oleh pendeta Yahudi dan Nasrani? Apalagi andaikata menunggu 40 tahun lagi sampai dia
terkenal, baru kemudian menghapus nama Muhammad dalam Alkitab. Hal ini sama sekali
tidak masuk akal. Kalau pemalsuan Alkitab terjadi di zaman Muhammad, maka pastilah yang
pertama kali melakukannya adalah orang Yahudi dan Kristen di Madinah dan Mekkah.

Maka Alkitab yang dipalsukan itu pasti ketahuan oleh pendeta Yahudi dan Kristen di tempat
lain, misalnya Syria, Libanon, Turki, dan negara lain. Pasti ketahuan karena Perjanjian Lama
dan Perjanjian Baru berbahasa Ibrani banyak dihafal oleh orang Kristen di Palestina, Beirut,
Mesir. Ulama Islam bertanggung jawab untuk meluruskan tuduhan Al-Qur'an yang
mengatakan Alktiab telah dipalsukan karena tuduhan Al-Qur'an ini telah menimbulkan
kecurigaan dari generasi ke generasi sepanjang zaman. Jangan sampai ulama Islam ikutan
menuduh Alkitab sudah dipalsukan. Justru merekalah yang ikut menjerumuskan umat untuk
menuduh dan menciptkana stigma bahwa Alkitab yang ada di tangan orang Yahudi dan
Nasrani telah dipalsukan. Tuduhan ini sudah berlangsung selama lima belas abad, tapi tidak
terbukti.

Selama ini yang mengajak debat adalah mantan Kristen yang menjadi kutu loncat ke Islam.
Seolah-olah perbuatan mereka benar dan bagus menurut Al-Qur'an dan Alkitab. Mereka yang
pindah dari Kristen ke Islam sudah jelas belum membaca Alkitab, bahwa Firman Tuhan tidak
pernah diturunkan kepada bangsa Arab.

Mari kita kutip Firman Tuhan dalam kitab Zabur:

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya


kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak
mereka kenal. Haleluya! (Mazmur 147:19-20).

Allah hanya memberikan wahyu kepada Bani Israel. Bangsa Arab, Mesir, Syria, Indonesia, tidak
kenal hukum YAHWE. Mereka hidup dalam kebodohan. Zaman jahiliyah. Zaman kawin tanpa
hukum. Zaman menghina wanita, zaman poligami. Zaman batu. Hukum padang pasir. Zama
kuda gigit besi. Lagu padang pasir, perilaku Abunawas. Ayat ini mematahkan seluruh debat
antara Kristen dan Islam, karena tidak diperlukan lagi ajaran dari nabi dan rasul setelah Yesus
Kristus. Tidak ada nabi Arab. Tidak ada lagi Mesias. Teteles tay, wes rampung, SELESAI!

Tidak Ada Nabi Arab

Kitab suci agama manapun tidak bisa menilai Alkitab. Ajaran agama manapun tetap keliru jika
melihat Alkitab. Al-Qur'an bukan alat untuk menyangkal Alkitab sebagai wahyu Allah. Apalagi
kalau kita selidiki dari 25 nabi yang diceritakan dan dipercaya umat Islam, 24 orang adalah
bukan dari Arab, tapi dari Alkitab hampir semuanya dari bani Israel, dan beberapa orang tak
dikenal. Hanya satu orang 'nabi' Arab. Inilah masalah utama yang tidak dipahami oleh orang
Islam sedunia. Jangankan orang Islam, orang Kristen saja kaget kalau membaca Mazmur 147
bahwa tidak ada nabi Arab. Banyak buku apolegetis yang ditulis oleh orang Kristen yang sejak
lahir tidak pernah mengutip ayat ini. Maka dari itu, Waraqah bin Naufal mendukung kenabian
Muhammad karena sudah tua dan matanya rabun karena glukoma sehingga tidak pernah
membaca seluruh Alkitab. Bila Waraqah bin Naufal masih hidup ketika hukum Alkitab
dijungkir-balikkan oleh Muhammad, maka dia tentu akan menyesal telah mengucapkan
dukungan kepadanya. Seluruh hukum Islam mengambil setengah dari Alkitab, seperti: hukum
makanan, hukum waris, hukum ibadah. Hukum perkawinan juga separuh dari hukum Alkitab.
Semua ibadah dan bentuknya mengambil ibadah kaum jahiliyah seperti haji, perang, pergaulan
dan lain. Satu sisi Al-Qur'an ingin supaya semua Muslim menerapkan Islam kaffah, Islam
sepenuhnya. Berikut ayatnya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu
musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah, ayat 208). Akan tetapi hukum jahiliyah yang
diambil oleh Muhammad contohnya adalah tidur dengan budak tanpa menikah terlebih
dahulu. Itu yang dilakukan Muhammad terhadap Maryam Qibtiyah. Apakah hukum Jahiliyah
yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi
orang yang yakin? (QS Al-Maedah, ayat 50). Kaum Muslimin Indonesia jelas memakai hukum
Pancasila, hukum jahiliyah. Jika demikian, bagaimana posisi Muslimin Indonesia? Anda
simpulkan sendiri! Kalau Anda tidak bisa menyimpulkan sendiri, maka saya bantu. Mereka
adalah KAFIR, menurut Al-Qur'an.

Insan Mokoginta dan temannya telah menipu orang Muslim dan juga orang Kristen, seolah-
olah masuk Islam adalah benar. Debat mereka seakan-akan sesuai dengan Alkitab yang mereka
kutip. Mereka memakai kacamata kuda dalam membaca Al-Qur'an dan Alkitab. Contoh,
mereka mengutip Injil Yohanes 16:7 yang berbunyi: "Namun benar yang Kukatakan ini
kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi,
Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia
kepadamu." Kata penghibur yang saya tebalkan menurut mereka adalah Muhammad. Ini
adalah kebodohan Insan Mokoginta dan temannya dan pendahulunya, karena Roh Penghibur
dalam Injil Yohanes itu adalah Roh Kudus. Mereka tidak baca ayat selanjutnya dan tidak
mengutip semuanya. Kata "Aku (Yesus) akan mengutus Dia (Roh Kudus) kepadamu" tidak
dikutip oleh mereka. Muhammad bukan roh penghibur. Menghibur siapa dia? Menghibur
dengan apa? Roh Menakutkan bisa jadi. Sewaktu masih Kristen dulu, Insan Mokoginta dan
Syamsul Arifin Nababan tidak menyimak lagu penutup tatkala gembala mengutus dengan
pujian: ~~ Hormat bagi Allah Bapa, hormat bagi AnakNya, ~~ hormat bagi Roh Penghibur, ~~
ketiganya yang Esa. ~~ Haleluyah ~~ haleluyah ~~ ketiganya yang Esa. ~~ Amin. Insan
Mokoginta juga dipastikan tidak baca ancaman Allah dalam Al-Qur'an bahwa orang Kristen
masuk Islam adalah orang yang terkutuk sampai hari kiamat. Dan hendaklah ORANG
PENGIKUT INJIL, MEMUTUSKAN PERKARA MENURUT APA YANG DITURUNKAN
ALLAH DI DALAMNYA. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang yang FASIK. (QS Al Maedah, ayat 47)

Apalagi Alkitab sangat membenci orang yang meninggalkan Yesus Kristus, karena mereka
meninggalkan kebenaran. "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi
melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia
memiliki Bapa maupun Anak" (2 Yohanes: 8-9). Jadi bila ada orang Kristen pindah keyakinan
maka mereka tidak memiliki Allah, tidak punya Tuhan. "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak
Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal
Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah
Allah yang benar dan hidup yang kekal." (1 Yohanes 5:20)

Apakah Insan Mokoginta tidak baca ayat ini? Ataukah dia memang semula orang Islam tapi
ngaku dari Katolik?

Insan Mokoginta adalah Antikris fenomenal abad ini. Dia bahkan menyombongkan diri bahwa
bukunya tidak ada yang menghina Yesus! Pak Insan, apakah meninggalkan Yesus itu bukan
menghina? Tapi dia tidak sadar. "Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu
akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau
meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan
Allah semesta alam" (Yeremia 2:19). "Mereka murtad dan berkhianat seperti nenek moyang
mereka, berubah seperti busur yang memperdaya" (Mazmur 78:57); "Di jalan kebenaran
terhadap hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut" (Amsal 12:28); "Orang-orang yang
berdosa terkejut di Sion orang-orang murtad diliputi kegentaran. Mereka berkata: "Siapakah di
antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang
dapat tinggal di perapian yang abadi ini?" (Yesaya 33:14). Neraka adalah tempat tinggal orang
yang murtad dari Tuhan Yesus.

Saudara kekasih dalam Yesus, "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara
yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah
dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa" (2 Tesalonika 2:3); "dari mereka yang
meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap" (ayat ini khusus untuk Insan
Mokoginta cs) (Amsal 2:13); "Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang
mati" (Amsal 5:5); "Jalan kebenaran terhadap hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut"
(Amsal 12:28); "Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut" (ayat ini khusus
untuk para teroris) (Amsal 16:25). Amrozi dan temannya pelaku Bom Bali adalah contohnya.
Dia mengira berjalan di jalan lurus, eh malah dihukum mati, dan masuk neraka abadi.

Apakah mereka sudah membaca buku Dialog dengan Saddam Husein? Sudah! Hal ini karena
saya telah membagikan buku itu kepada mereka. Tapi mengapa mereka tidak bertobat? Karena
mereka malu! Insan Mokoginta sudah nyaman dengan posisinya yang diundang ke mana,
khotbah di masjid. Bahkan mereka dapat Mu'allaf Award, suatu penghargaan tertinggi bagi
mantan Kristen yang mampu 'mempertahankan' aqidah Islam. Seperti Insan Mokoginta, Hj.
Irene Handono, biarawati gadungan, H. Syamsul Arifin Nababan juga mendapat award
tersebut. Tetapi mengapa saya tak mendapat MURTAD AWARD? Apakah Departemen Agama
tidak menghargai saya yang telah mempertahankan keyakinan Kristen selama ini? Katanya
Departemen Agama punya semua agama. Atau orang Kristen takut menganugerahkan award
itu pada saya. Takut gereja mereka dibakar oleh orang berjubah.

Tapi biarlah saya tidak mendapat hadiah dari dunia karena Tuhan Yesus sudah
mempersiapkan semua penyambutan untuk saya. Hari itu adalah perayaan besar bagi semua
orang kudus menyambut kedatangan saya, manusia HINA. Mereka bertempik sorak, mereka
menangis memeluk saya. Mereka menari dan menyanyi, "Soraklah Haleluyah, soraklah
haleluyah, haleluyah ... haleluyah ... haleluyah ..." Pembaca budiman, peristiwa itu nanti akan
terjadi kalau saya sudah ada di Surga. Terima kasih, Tuhan!!!

Sementara itu, Insan Mokoginta dan temannya sedunia sedih dengan muka pucat pasi,
wajahnya ngeri menghadap neraka yang menyala, karena mereka adalah orang yang dibutakan
oleh ilah zaman ini. Dia tidak melihat kedatangan Tuhan. Itulah hari Tuhan. Bergembiralah
kamu dengan kejahatan hatimu.

Debat akan berlanjut, tapi saya sudah tidak mau berdebat lagi. Cukup saya jadi jago debat
nomer 1 di Indonesia. Pernah suatu kali setelah selesai debat, saya cegat Insan Mokoginta dan
saya bertanya, "Pak Insan, kalau ada laki umur 52 tahun, kawin dengan perempuan umu 6
tahun, lalu tidur sebagai suami istri umur 9 tahun, apakah bapak hormat kepada laki itu? Apa
yang ada dalam hati orang itu tatkala tidur dengan perempuan kelas 2 SD? Insan Mokoginta
tidak menjawab pertanyaan saya, sama seperti materia debat saya di dalam ruangan tadi tak
ditanggapinya. Kalau dijawab maka akan mempermalukan diri sendiri, jika tidak dijawab maka
membuka aib. Pertanyaan saya bergincu tahi di bibir.

"Ini bukan tempat berdebat!" katanya.

"Justru di sini tempat berdebat, Pak!" Jawab saya. "Bapak hormat tidak?" Dia diam saja dan
menyuruh buku karangannya agar segera ditutup. Dia menulis buku best seller berjudul
"Akhirnya Seisi Rumah Masuk Islam."

Saya pegang buku itu dan saya bayar, lalu saya tanya kepada dua perempuan berjilbab,
"Siapakah yang menulis buku ini?" Mereka tidak menjawab, hanya menunjukkan ke arah Insan
Mokoginta.

"Bapak yang menulis buku ini?" Tanya saya. Dia diam saja.

Saya berkata lagi, "Mbah Insan, setelah debat hari ini, tidak ada lagi orang Kristen masuk Islam!
Yang ada adalah ... orang Islam berbondong-bondong masuk Kristen. Catat baik, Pak!" Pak
Insan tetap diam. Sama seperti waktu debat, Insan Mokoginta, Syamsul Arifin Nababan, Pdt.
Yudi Maulana sebagai lawan debat saya hari itu tidak berani mengomentari materi yang saya
sampaikan hingga usai acara. Saya harus mengatakan bahwa Firman Tuhan hanya
dipercayakan kepada Bani Israel karena keterangan ini mematahkan langsung thema debat hari
itu.

Insan Mokoginta mau membuktikan secara terbalik bahwa memang benar bahwa nama
Muhammad yang diramalkan akan datang. Hal ini tidak akan terbukti, karena tidak ada nama
Muhammad dalam Alkitab, tidak ada nubuatan Muhammad dalam Alkitab. Carilah dari kitab
Kejadian sampai Wahyu, nama itu tidak akan ditemukan! Carilah memakai kaca pembesar,
sambil nungging juga tetap tidak ketemu. Tidak ada, Mbah Insan! Sudah banyak sarjana
Muslim yang akhirnya berbalik masuk Kristen karena mencoba belajar Injil. Jumlah mereka
bukan satu atau dua orang saja, tapi ribuan sarjana Muslim terima Yesus Kristus. Di Mesir,
mereka berbondong-bondong masuk Kristen, di Iran sudah terjadi 400.000 orang terima Yesus,
di Yordania 40.000 orang. Di Indonesia tidak lama lagi semua akan berbondong-bondong
menjadi pengikut Isa Al-Masih. Apalagi orang Islam sendiri sudah muak dengan sikap FPI,
teroris, pembakaran gereja, kerusuhan, demo, yang semuanya dilakukan oleh kaum berjubah,
orang yang membenci toleransi dan perdamaian. Mereka adalah manusi apokrif yang
berpakaian alim tapi bermental fasik. Mulut mereka memanggil Tuhan, tapi kelakukan mereka
primitif.

Saya yakin terorisme tidak pernah musnah di muka bumi ini, karena ada ayat Al-Qur'an yang
mereka baca setiap hari. Ayat dari Allah itu memerintahkan mereka memerangi orang yang
berbeda agama. Mereka baru berhenti melakukan terorisme jika mereka terima Yesus sebagai
Juru Selamat.

Insan Mokoginta telah menulis banyak buku dan mengadakan debat dengan banyak pendeta di
kota besar dan mengklaim bahwa pihak Islam menang. Saya sudah menghindar untuk tidak
mau meladeni debat dengan Pak Insan dan kaum Muslimin. Setelah mereka tahu bahwa saya
adalah seorang guru tafsir dan hadits, mereka semakin penasaran. Setahu mereka menunggu
giliran untuk berdebat dengan saya, lalu mencari waktu yang tepat untuk bertemu. Selama ini
saya pikir tidak ada gunanya dan tidak efektif untuk menjangkau jiwa dengan debat. Tidak
banyak orang yang bertobat karena berdebat. Kondisi ini sangat saya sadari, tetapi akhirnya
saya harus menerima tantangan mereka kali ini. Biarlah mereka merasakan betapa kerasnya
balasan Allah terhadap orang yang ngotot.

Saya akan putuskan urat leher mereka yang mencari popularitas dengan cara berdebat, padahal
mereka berkata, "Saya telah membuat pendeta tidak berkutik di meja debat." Insan Mokoginta
bahkan membuat sayembara yang menyatakan bahwa kalau pendeta bisa menjawab
pertanyaannya, maka dia akan memberi mobil BMW seri terbaru." Saya berkata kepadanya,
"Hai Insan Mokoginta, bawa saja mobilmu ke neraka sebab saya tidak tergiur dengan apapun
yang engkau tawarkan. Kamu boleh menang debat dengan pendeta yang tidak tahu Islam.
Namun dengan saya, urusannya akan lain. Panitia pun akan menyesal telah mengundang saya,
dan tidak akan pernah mempertemukan saya dengan kamu lagi. Hal ini karena kamu kalah
total."

Silakan lihat video perdebatan di Internet. Kalau yang menaikkan video itu ke internet adalah
pihak Insan Mokoginta, maka pasti sudah diedit. Tapi coba lihat video yang belum diedit, wah
seru. Panitia debat juga curang dalam menetapkan tempat berlansungnya acara. Awalnya
berkata di Taman Ismail Marzuki, lalu dipingpong ke Senayan, terus ke gedung Sarinah.

Sampai di Sarinah, Pak Mokoginta meminta kepada panitia untuk disiapkan proyektor LCD.
Saya langsung bilang tidak usah pakai LCD, kita debat langsung, debat tangan kosong. Bapak
tanya apa, saya langsung jawab. Kalau perlu kedua belah pihak tak usah bawa Al-Qur'an dan
Alkitab. Mereka tidak setuju.

Permintaan saya membuat panitia kerepotan. Mereka bersikap tegang dan tidak mengabulkan
keinginan saya. Pihak Insan Mokoginta juga bersikap sama dan megnatakan kalau materi debat
tidak mereka tayangkan maka bisa kacau. Akhirnya saya mengalah, mereka boleh pakai LCD.

Moderator debat adalah Dr. Ahmad Fatoni, dosen UIN Syarif Hidayatulah dan beliau memberi
kesempatan bicara pertama kepada pihak Kristen dan Pdt. Luga Tambunan lalu berbicara. Luga
Tambunan memaparkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan bukan seperti yang
dipahami Al-Qur'an.

Al-Qur'an tidak pernah menyebutkan inti ajaran Yesus. Al-Qur'an hanya sibuk menangkis
pertanyaan orang Kristen dan Yahudi yang meragukan kenabian Muhammad. Pertanyaan
yang paling besar adalah apakah Muhammad punya mukjizat atau tidak. Hal ini karena
mukjizat merupakan syarat kenabian yang mutlak. Pertama, seorang nabi harus dinubuatkan
oleh nabi sebelumnya lewat Wahyu Allah. Muhammad tidak dinubuatkan oleh Bani Israel atau
nabi manapun. Bahkan 600 tahun setelah Yesus, barulah lahir Muhammad. Masa antara Yesus
dengan Muhammad adalah fatratan nabi, masa fakum, masa tidak ada nabi. Dalam Perjanjian
Baru, Yesus hanya menubuatkan nabi palsu akan datang setelah Dia. Aneh, mengapa ada
istilah fatratan nabi?

Kedua, seorang nabi harus bernubuat sesuatu pada masa hidupnya. Semua nubuatan
Muhammad meleset. Dia bernubuat bahwa Yahudi akan pecah menjadi 71 golongan, Kristen
pecah menjadi 72 golongan, Islam pecah menjadi 73 golongan. Tapi apa hasilnya? Semua
meleset. Namu ustadz pasti bisa membela diri dengan jawaban Abunawas. Yesus bernubuat
jangka pendek dengan berkata kepada Petrus: engkau akan menyangkali Aku tiga kali sebelum
ayam berkokok. Nubuatan ini terjadi. Dia tahu apa yang terjadi di rumah orang pada waktu itu.
Dan masih banyak lagi nubuatanNya yang terjadi.

Ketiga, seorang nabi harus bermukjizat untuk ditunjukkan kepada umat ketika dia diutus.
Fungsi mukjizat adalah sebagai tanda dari Allah bahwa orang itu adalah Utusan Allah. "Jika
sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak
difirmankan TUHAN? --apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya
itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN;
dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."
(Ulangan 18:21-22). Tapi tidak ada satu pun mukjizat yang diperbuat oleh Muhammad seperti
lazimnya para nabi di Alkitab mendemonstrasikan mukjizat kepada umatnya waktu itu. Jika
seorang nabi mengatakan sesuatu tapi tidak terjadi, maka ia akan mati. "Tetapi seorang nabi,
yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan
untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati"
(Ulangan 18:20). Ayat ini pas untuk nabi dari Arab. Muhammad mati diracun oleh wanita
Yahudi bernama Zainab binti Harits yang ditawan dalam pertempuran Khaibar. Zainab
melakukan itu karena merasa dendam sebab seluruh keluarganya mati dibunuh. Ketika ditanya
mengapa dia membubuhkan racun dalam makanan nabi, dia menjawab, "Kalau dia nabi, maka
pasti dia tidak akan mati." Tapi beberapa hari kemudian Muhammad meninggal dunia.

Orang Islam selalu beralasan bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar dari Muhammad.
Akan tetapi Al-Qur'an mengandung cacat sejarah, geografis, doktrin, bahkan gramatikal dan
lain sebagainya. Al-Qur'an telah mengambil keuntungan dengan pertikaian dari dalam antara
orang Kristen masa itu, tentang Tritunggal, Roh Kudus. Contoh kesalahan fatal Al-Qur'an
adalah pernyataannya bahwa Maryam ibu Yesus adalah Miryam saudara Harun yaitu kakak
Musa, pahahal masa antara Harun dengan Yesus adalah 1500 tahun. Mungkinkah Maryam
mengandung Yesus selama 15 abad? Apakah Maryam ibu Yesus itu sama dengan Miryam
kakak Musa? Al-Qur'an melakukan kesalahan fatal dengan menyebut Miryam saudara Harun
sebagai Maryam ibu Yesus Kristus. Maryam saudara Harun itu bukan Maria atau Maryam ibu
Yesus. Ini adalah benat kusut sejarah Al-Qur'an yang tidak bisa diurai kembali meskipun semua
ulama di dunia berkumpul untuk menjawabna. Dalam catatan kaki Al-Qur'an terjemahan
Departemen Agama RI, disebut bahwa Maryam adalah saudara Harun karena ketaatannya. Ini
adalah catatan kaki tak bertanggung jawab karena tidak ada dasar dari hadits nabi mereka.

Dikatakan bahwa Al-Qur'an itu dari Allah. Al-Qur'an sendiri menyatakan demikian "Maka
apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi
Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya" (QS An-Nisaa, ayat
82) Ternyata bukan hanya satu atau dua hal bertentangan saja yang saya temukan, melainkan
banyak sekali. Dalam buku Dialog dengan Saddam Husein, sayapaparkan 40 masalah kontradiksi
Al-Qur'an yang tidak bisa dijawab oleh ulama atau ahli tafsir Al-Qur'an. Saya menantang
siapapun yang mampu menjawab buku itu dengan data dan fakta sejarah yang benar. Jika
mampu menunjukkannya, maka saya masuk Islam lagi. Di internet, seorang berpakaian PNS
menjawab saya bahwa ada satu ayat di Al-Qur'an yang menyebut ada api dalam air. Dia
rupanya tidak mendengar baik perkataan saya. Jika Yesus membuat burung dari tanah liat lalu
ditipu burung itu bisa terbang, saya meminta Muhammad membuat lalat yang bisa terbang.
Tak ada satu ayat pun dalam Al-Qur'an yang menceritakan mukjizat yang dilakukan
Muhammad. Tidak ada satu pun mukjizat! Mukjizat adalah materai dari Allah untuk mengakui
seseorang sebagai nabi. Manusia bisa percaya bahwa orang ini adalah utusan Allah yang sah
karena dia melakukan mukjizat. Jika orang ini tidak mempunyai mukjizat, maka dia bukanlah
utusan Allah. Jadi mukjizat itu bukan berupa kitab suci. Insan Mokoginta tidak mengerti
definisi mukjizat.

Keempat, seorang nabi harus disaksikan oleh nabi lain. Tidak ada seorang nabi pun yang
menyaksikan Muhammad. Ini penting karena jika nabi itu melenceng dalam pengajaran dan
perbuatannya, maka dia akan ditegur oleh nabi lain yang juga utusan Allah. "Maka jika kamu
(Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka
tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Alkitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah
datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk
orang-orang yang ragu-ragu" (QS Yunus, ayat 94). Setelah membaca Alkitab, saya bertambah
ragu. Muhammad menikah dengan Zainab binti Jahsyi, yang adalah istri dari anak angkatnya.
Di hari Zainab diceraikan, di hari itu pula Muhammad masuk ke kamar Zainab untuk
dinikahkan oleh Allah dan saksinya adalah Malaikat Jibril (QS 33:37), tanpa saksi manusia,
tanpa masa iddah seperti yang diajarkan dalam Islam. Tidak ada nabi Bani Israel yang
dinikahkan oleh Allah dan saksinya adalah malaikat. Tidak ada syariat sejak jaman Adam
sampai hair ini yang menyatakan hal seperti yang telah dicontohkan oleh nabi Islam. Tidak ada
satu pun sahabat nabi yang berani menegur karena Muhammad mendapat wahyu dari Allah.
Menurut Allah, maksud perkawinan ini adalah agar tidak ada keberatan bagi mukmin
mengawini bekas istri anak angkat. Tapi mengapa harus nabi yang dijadikan contoh? Mengapa
bukan sahabatnya yang lain untuk mematahkan adat istiadat Arab itu? Di saat itu Muhammad
sudah memiliki sebelas orang istri, sedangkan Al-Qur'an hanya memperbolehkan sampai
empat istri. Lalu turun ayat yang melarang Muhammad kawin lagi (QS 33:52), kecuali hamba
sahaya yang kamu miliki. Ada larangan kawin, akan tetapi tetap boleh kawin lagi dengan
hamba sahaya.

Kelima, seorang nabi harus berasal dari Bani Israel. Muhammad bukanlah dari Bani Israel, tapi
dari Bani Ismael. Jika lima syarat dan tanda di atas tidak terpenuhi, maka dia itu bukanlah
seorang nabi.

Pembaca saya persilakan menonton perdebatan saya dengan mereka di Youtube. Belum juga
sebulan video itu diunggah di internet, serentak delapan keluarga Muslim beralih masuk
Kristen. "Pak Syaifuddin, saya ngeri menonton debat Bapak dengan Insan Mokoginta. Ternyata
Al-Qur'an mengutuk saya karena pindah ke agama Islam. Saya tobat, Pak!" begitu SMS seorang
teman dari Manado yang sudah delapan tahun pindah agama. Saya tidak tahu lagi berita debat
itu. Yang jelas, akan lebih banyak orang lagi yang bertobat terima Yesus. Haleluyah!
Bab Dua
Penurunan Wahyu

Setelah menjadi pemeluk Kristen, saya menyelidiki secara seksama bagaimana malaikat bergaul
dengan para utusan Allah dalam Alkitab. Saya melihat perbedaan jauh akan sifat dan karakter
malaikat di Alkitab dengan malaikat yang diceritakan dalam Islam. Pertanyaan yang mendasar
dalam bab ini adalah: BENARKAH AL-QUR'AN ITU FIRMAN ALLAH? Pertanyaan ini juga
bisa dibalik agar seimbang melihat masalahnya: BENARKAH ALKITAB ITU FIRMAN ALLAH?
Al-Qur'an hanya berisi caci-maki terhadap orang Yahudi dan Nasrani dan hal ini tidak pernah
dilakukan oleh nabi dalam Alkitab. Benarkah ini wahyu Allah?

Dalam kitab Shahih Bukhari bab Wahyu Turun, diriwayatkan demikian: Dari Aisyah Ummul
Mu'minin. Katanya Harits bin Hisyam RA. bertanya kepada Rasulullah SAW, bagaimana
caranya wahyu turun kepada Anda? Jawab Rasulullah SAW, "Kadang wahyu itu turun datang
kepadaku seperti bunyi lonceng. Itulah yang sangat berat bagiku. Setelah bunyi itu berhenti,
lantas aku mengerti katanya. Kadang malaikat menjelma seperti seorang laki datang
kepadaku. Dia berbicara kepadaku dan aku mengerti apa yang dikatakannya." Kata Aisyah RA,
"Aku pernah melihat nabi, ketika wahyu turun kepada beliau pada suatu hari yang amat
dingin. Setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi nabi bersimbah peluh."

"Dari Aisyah Ummul Mu'minin, katanya: "Wahyu yang mula turun kepada Rasulullah SAW
ialah berupa mimpi baik waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau,
seperti jelasnya cuaca pagi. Semenjak itu hati beliau tertarik hendak mengasingkan diri ke Gua
Hira. Di situ beliau beribadat beberapa malam, tidak pulang ke rumah istrinya. Untuk itu beliau
membawa perbekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis, beliau kembali kepada Khadijah,
untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya. Kemudian beliau kembali ke Gua Hira, hingga
suatu ketika datang kepadanya Al-Haq (wahyu), yaitu sewaktu beliau masih berada di Gua
Hira." Malaikat datang kepadanya lalu katanya, "Bacalah!"

Jawab nabi, "Aku tidak pandai membaca."

Kata nabi selanjutnya menceritakan, "Aku ditarik dan dicekiknya sehingga aku kepayahan.
Kemudia aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca."

"Bacalah!" katanya.

Jawabku, "Aku tidak pandai membaca."

Aku ditarik dan dicekiknya pula sampai aku kepayahan dan disuruhnya lagi membaca.
"Bacalah!" katanya.

Kujawab, "Aku tidak pandai membaca."

Aku ditarik dan dicekiknya untuk ketiga kalinya, kemudian dielpaskan seraya berkata: iqra'
bismi rabbikalladzi khalaq, khalaqal insaan min 'alaq. Iqra' warabbukal akram! Bacalah dengan
nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah!
Demi Tuhanmu yang Maha Mulia.

Setelah itu Nabi pulang ke rumah Khadijah binti Khuwailid, lalu berkata, "Selimuti aku!
Selimuti aku!"

Lantas diselimuti oleh Khadijah, hingga hilang rasa takutnya. Kata Nabi SAW kepada Khadijah
setelah diceritakan semua kejadian yang baru dialaminya, "Sesungguhnya aku cemas terhadap
diriku."

Kata Khadijah, "Jangan takut! Demi Allah! Tuhan sekali-kali tidak akan membinasakan Anda.
Anda selalu menghubungkan tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara,
mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang
kesusahan karena menegakkan kebenaran."

Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul
Uzza, yaitu anak paman Khadijah, yang telah memeluk Nasrani (Kristen) pada masa jahiliyah.
Ia pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani. Maka disalinnya kitab Injil dari bahasa Ibrani
seberapa dikehendaki Allah yang dapat disalinnya. Usianya telah lanjut dan matanya telah
buta.

Kata Khadijah kepada Waraqah, "Hai anak pamanku, dengarkanlah khabar dari anak
saudaramu (Muhammad) ini."

Kata Waraqah kepada Nabi, "Wahai anak saudaraku! Apakah yang telah terjadi atas diri
Anda?"

Lalu Rasulullah SAW menceritakan kepadanya semua peristiwa yang telah dialaminya.

Waraqah berkata, "Inilah Namus yang pernah diutus Allah kepada Musa. Wahai, semoga saya
masih hidup ketika itu, yaitu saat Anda diusir oleh kaum Anda."

Maka bertanya Rasulullah SAW, "Apakah mereka akan mengusir aku?

Jawab Waraqah, "Ya, betul! Belum pernah seorang jua pun yang diberi wahyu seperti Anda
yang tidak dimusuhi orang. Apabila saya masih hidup, niscaya saya akan menolong Anda
sekuat-kuatnya."

Tidak berapa lama kemudian, Waraqah meninggal dunia dan wahyu pun terputus untuk
sementara waktu.

Jika kita cermati proses pewahyuan Al-Qur'an, maka jelas sekali tampak perbedaannya dengan
Alkitab.

1. Muhammad 'mencari' Tuhan dan pergi ke Gua Hira dan bersemedhi di sana untuk beberapa
waktu. Tidak begitu dengan nabi dalam Alkitab yang dikunjungi langsung oleh malaikat dan
Tuhan sendiri yang lalu berbicara kepada mereka. Para nabi itu tidak perlu pergi mencari
Tuhan karena mereka adalah orang pilihan Tuhan. "Bukan kamu yang memilih Aku, tapi Aku
yang memilih kamu" (Yohanes 15:16). "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah
sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan"
(Kejadian 13:14).

2. 'Jibril' yang datang kepada Muhammad langsung mendekapnya dan menyuruhnya


membaca. Nabi berkata: maa ana bi qoori'in, saya tidak pandai membaca. Nabi sudah
menjawab bahwa dia tidak pandai membaca tapi masih saja tetap disuruh sampai tiga kali!
Malaikat aneh bin bingung! Malah didekapnya nabi sampai kepayahan. Malaikat macam apa
ini? Sudah tahu orang itu tidak bisa baca, tapi masih disuruh baca lagi. Apakah malaikat tidak
dengar? Kalau dalam Alkitab, malaikat selalu datang dengan menyampaikan salam, memberi
kabar keselamatan dan kedamaian serta memperkenalkan diri. Dengan demikian, tidak perlu
istri yang membenarkan kenabian kita, apalagi minta pendapat kepada pendeta Nasrani. Tapi
pengikut Muhammad di zaman akhir ini banyak membunuh pendeta. Mereka tidak bersyukur
kepada pendeta yang berjasa membenarkan 'kenabian' Muhammad. Ironis! Terlepas dari
pembelaan orang Islam bahwa nabi buta huruf sehingga mana mungkin dia membuat dan
mengarang Al-Qur'an, akan tetapi pembaca tahu bahwa Al-Qur'an itu dibacakan oleh
Muhammad lalu ditulis oleh penulis wahyu. Pembaca boleh menilai sendiri. Tidak ada sahabat
yang melihat ketika Jibril menyampaikan wahyu kepada Muhammad.

3. Setelah menerima wahyu, Muhammad sering merasa ketakutan sehingga dia sangat khawatir
akan keselamatan dirinya. Dia meminta istrinya untuk menyelimutinya. Zammiluny!
Zammiluny! Zammiluny! Lalu Khadijah menyelimutinya. Ini sangat berbeda dengan malaikat
yang datang kepada para nabi Bani Israel, yang setelah memperkenalkan diri dan
menyampaikan salam, biasanya berkata: "Jangan takut!" Contohnya seperti perkataan malaikat
kepada Hagar, "Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia
berbaring" (Kejadian 21:17). Contoh lain adalah perkataan malaikat kepada Maria, "Jangan
takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah" (Lukas 1:31).

4. Pendeta Waraqah bin Naufal membenarkan bahwa Namus (malaikat) yang datang kepada
Muhammad adalah malaikat yang sama dengan yang datang kepada Musa. Nyatalah bahwa
pendeta tersebut tidak pernah membaca Alkitab yang mengatakan bahwa Firman Tuhan tidak
pernah dibacakan kepada bangsa manapun selain Bani Israel. Banyak ayat Alkitab yang
mengatakan bahwa Firman Tuhan tidak diturunkan kepada orang Mesir, Syria, atau Arab.
Waraqah adalah pendeta yang tidak mengenal Alkitab dengan benar. Muhammad seharusnya
tidak memerlukan seorang pendeta untuk membenarkan kenabiannya.

5. Orang yang menguatkan kenabian Muhammad adalah istrinya, Khadijah, dan bukan nabi
yang lain. Ini berbeda dengan semua nabi utusan Allah yang selalu disertai nabi yang lain.
Khadijah hanyalah seorang ibu rumah tangga, wanita awam, saudagar belaka. Di zaman
Muhammad tidak ada saksi dari nabi lain seperti lazimnya para nabi Bani Israel yang diutus.
Tuhan atau malaikat selalu memanggil nama orang itu, misalnya "Lalu TUHAN memanggil:
Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hambaMu ini mendengar!" (1
Samuel 3:10). Karena Tuhan sendiri yang berbicara langsung kepada nabi pilihannya, maka Dia
selalu memanggil nama nabi tersebut. Seorang malaikat tidak mungkin datang pada seseorang
lalu menyuruh orang itu membaca dan lalu mencekiknya. Tidak ada manusia lain yang
menyaksikan seorang malaikat datang menyampaikan wahyu pertama kepada Muhammad.
Dan juga tiada Tuhan yang memanggil nama Muhammad. Ayat Al-Qur'an tidak menyebut
nama Muhammad dan selalu saja memakai kata ganti orang ketiga yakni "dia" (Muhammad).
Hanya ada dua ayat yang jelas menyebut nama Muhammad. Hanya ada satu nama sahabatnya
yang disebut dalam Al-Qur'an yaitu Zaid bin Muhammad, anak angkatnya.

6. Semua nabi dalam Alkitab memperlihatkan tanda-tanda mukjizat dari Tuhan. Misalnya Musa
memperlihatkan tongkat berubah menjadi ular. Isa Almasih membuat burung dari tanah liat
yang setelah ditiupNya, burung itu bisa langsung terbang. Insan Mokoginta berkata, "Ingat
bahwa mukjizat itu terjadi atas izin Allah." Hai Insan Mokoginta, kalau Muhammad itu nabi
Allah, mengapa Allah tidak mengizinkannya? Orang Yahudi dan Nasrani memintanya agar
memperlihatkan mukjizat tapi selalu dijawab oleh Allah: "Dan mereka berkata: "Mengapa tidak
diturunkan kepadanya suatu keterangan dari Tuhannya?" Maka katakanlah: "Sesungguhnya
yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu
termasuk orang yang menunggu" (QS 10:20). Apakah ini jawaban dari Allah atau jawaban dari
Muhammad? Kalau dilihat dari susunan kalimatnya, ini pasti bukan jawaban dari Allah,
melainkan dari Muhammad. Jadi sampai hari ini kaum Muslimin sedang menunggu mukjizat
dari nabi Muhammad. Insan Mokoginta membela diri bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat
terbesar dari nabi Muhammad. Wah, ini adalah jawaban Abunawas karena Al-Qur'an
mengandung ratusan kesalahan sejarah dan cerita. Kalau tidak ada Alkitab, ulama Islam tidak
bisa menyusun urutan nabi berdasarkan waktu kedatangan mereka yang diceritakan dalam Al-
Qur'an. Hal ini karena Muhammad sendiri tidak tahu-menahu tentang urutan hidup para nabi
berdasarkan zaman. Jika kita membaca Al-Qur'an, maka akan terlihat jelas sekali kekacauan
urutan penyebutan nabi-nabi. Andaikata Muhammad bisa membaca dan mempelajari Alkitab
dengan berbagai paradigmanya, tentu dia tidak akan melakukan kesalahan konyol yang
dituangkannya sebagai wahyu Allah. Semua yang saya katakan bisa dibuktikan dan bisa diuji
ulang oleh siapapun. Insan Mokoginta jangan tersinggung. Apakah Allah lupa dengan apa
yang disampaikan kepada nabi sebelum Muhammad? Al-Qur'an bukanlah mukjizat karena
kitab suci bukan termasuk kategori mukjizat.

Al-Qur'an yang kita lihat sekarang ini telah banyak diperbaiki oleh ulama Islam agar bisa
dibaca dan dieja oleh orang non-Arab. Syamsul Arifin Nababan merasa bangga karena mengira
Al-Qur'an adalah kitab suci yang paling murni karena tidak ada campur tangan manusia, Allah
sendiri yang menurunka, dan Allah sendiri yang menjaga Al-Qur'an dari penyelewengan.
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar
memeliharanya" (QS 15:9). BAGAIMANA CARA MEMELIHARANYA? Ada satu surat yang
diturunkan oleh Allah yaitu Alwilayah yang tidak termasuk dalam Al-Qur'an kaum Sunni
sekarang. Surat ini dahulu disembunyikan oleh Ali bin Abi Thalib. Lalu terjadi perang saudara
yang hebat yang menyebabkan banyak penghafal Al-Qur'an meninggal dunia. Permusuhan
antara Sunni dan Syiah juga terjadi karena hal ini. Kedua cucu nabi yakni Hasan dan Husain
juga mati di Karbala karena mempertahankan kebenaran Al-Qur'an. Mana yang benar, Pak
Ustadz Syamsul Arifin Nababan? Al-Qur'an Syiah yang terdiri dari 115 surat atau Al-Qur'an
Sunni yang terdiri dari 114 surat? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab, Pak! Sampai rontok jenggot
kita sekalipun, pertanyaan ini tetap tidak terjawab.

Inikah cara Allah memelihara Al-Qur'an? Melalui terbunuhnya cucu kesayangan nabi? Nabi
memuji-muji Hasan dan Husain sebagai manusia surga, akan tetapi yang membunuh mereka
adalah kaum Sunni. Apakah kaum Sunni akan masuk neraka karenanya? Pedang tidak pernah
berhenti menaungi keturunan Muhammad dan pengikutnya sampai sekarang. Negara Arab
tidak pernah berhenti berperang melawan diri mereka sendiri sampai kiamat. Seperti yang
disabdakan oleh Yesus, "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa
menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang" (Matius 26:52). Jika pak Insan adalah
gentelman, maka segeralah terima Yesus lagi.

Al-Qur'an yang ada sekarang adalah mash-haf Utsmani. Utsman bin Affan yang menggantikan
Umar bin Khattab, mengambil langkah untuk menghindarkan kekacauan umat Islam saat itu. Ia
menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai ketua panitia penulisan ulang Al-Qur'an. Utsman meminta
naskah milik Hafsah dan memerintahkan Zaid untuk menulis ulang Al-Qur'an dari naskah itu.
Setelah pekerjaan ini selesai dilaksanakan, Utsman mengambil keputusan drastis dengan
membakar semua naskah Al-Qur'an yang ada di tangan sahabat yang lain, termasuk yang
masih dalam bentuk asli yang ditulis pada daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang
unta, tulang kambing. Berbagai tanda titik, baris, huruf vokal a, i, u, pada Al-Qur'an sekarang
adalah hasil karangan Abul Aswad Al-Duali. Lalu tambahan keterangannya itu disempurnakan
lagi oleh Nashri bin Ashim, lalu oleh Yahya bin Ya'mar dan seterusnya lagi sampai abad ke 2
Hijriyah.

Saya percaya, jika orang Islam membaca Alkitab, maka mereka akan menemukan
KEBENARAN. Setelah menemukan kebenaran, maka mereka akan merasa geli kalau membaca
Al-Qur'an lagi. Sekarang jika saya membaca Al-Qur'an, maka keterangannya terasa lucu dan
aneh. Banyak ayat Al-Qur'an yang hanya meniru Alkitab, akan tetapi Allah lalu menuduh
Alkitab telah dipalsukan oleh pendeta. Kalau Allah itu Maha Tahu, mengapa tidak
menyebutkan nama pendeta kurang ajar yang telah memalsukan Alkitab? Mengapa Allah yang
Maha Tahu bersikap tidak mau tahu dengan tidak menyebutkan nama pendeta durhaka yang
telah memalsukan Alkitab? Semua pendeta dalam agama Kristen memiliki nama. Al-Qur'an
telah menimbulkan rasa curiga besar pada dunia dengan ungkapan dan tuduhan yang tidak
bisa ditelusuri, disenarai. Akibatnya, pendeta Yahudi dan Kristen menjadi tertuduh selamanya.

Jika Isa Almasih, Yesus Kristus datang kembali, Dia akan berkata: "Hai Pak Kiai, Al-Qur'an
yang ada di tanganmu itu bukan kata Saya. Muhammad meminjam nama nabi Alkitab lalu
mengarang seolah-olah nabi itu berkata bla-bla ... padahal nabi itu tidak pernah berkata seperti
itu." Contoh kata dan doa Nabi Nuh yang tidak ada dalam Alkitab: Nuh berkata: "Ya Tuhanku,
janganlah Engkau biarkan seorang pun diantara orang kafir itu tinggal di atas bumi" (QS
70:26). Mana ada nabi Alkitab berdoa seperti itu? Ini hanya dongeng saja seperti yang dikatakan
oleh orang Yahudi kepada Muhammad sebagai berikut "Dongengan orang dahulu,
dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan
petang" (QS 25:5) (doa Nabi Nuh ini dikutip oleh khotib di shalat Jum'at untuk memanaskan
hati jemaat agar mau menjadi sukarelawan ke Palestina).

Dalam naskah Al-Qur'an itu juga masih kita dapati proses seleksi demi menjaga Persatuan
Umat Islam. Dulu ada naskah Al-Qur'an milik Ubay bin Ka'ab, ada naskah milik Ibnu Mas'ud,
ada naskah milik Ali bin Abi Thalib. Mengenai perbedaannya bisa dilihat contohnya dari teks
standar Surat Ali Imron, ayat 19 yang berbunyi innad dina indallahil
Islam, yang artinya adalah sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanya Islam, tapi
dalam naskah Ibnu Mas'ud tertulis innad dina indal lahil hanafiyy yang artinya adalah
sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah yang lurus. Terlebih lagi, ada naskah
yang berkaitan dengan wasiat Nabi bahwa yang menggantikan beliau setelah wafat kelak
adalah Ali bin Abi Thalib. Surat Alwilayah dicari-cari untuk dimusnahkan tetapi lolos dari
sensor. Maka dari tiulah Al-Qur'an milik Syiah berjumlah 115 surat. Ada pula naskah Al-Qur'an
Ya'fur yang dibakar.

Orang Islam akan marah kalau ada seseorang yang mengatakan bahwa Al-Qur'an sudah
dipalsukan atau dibakar dan diinjak-injak. Bahkan ada 24 mahasiswa di Malang dipenjara
massal karena terdapat rekaman video mereka menginjak-injak Al-Qur'an. Tapi ada seorang
yang membakar Al-Qur'an dan naskah asli yang tidak dimarahi, malah dipuji-puji. Orang ini
adalah Utsman bin Affan. Saya sarankan kepada Anda untuk membuka buku Islam, hadis
Bukhari dan Muslim, internet yang ditulis oleh orang Islam. Keterangan ini ada di situ!
Keterangan yang ditulis orang Kristen juga ada. Semuanya lengkap.

Dalam peristiwa pengumpulan Al-Qur'an, banyak naskah bersejarah dikumpulkan, bukan


untuk diperbaiki, melainkan dimusnahkan semuanya. Dalam sejarah Kristen, tidak pernah ada
yang mencoba menstandardkan menjadi hanya satu salinan Alkitab saja, lalu menghancurkan
yang lain. Alkitab Khatolik dan Alkitab Protestan tetap ada perbedaan. Bahkan Injil Barnabas
masih bisa ditemukan, walaupun Injil ini palsu. Injil Barnabas ditulis oleh Musthafa de Arande
atau Musthafa Al-Arnadi di abad ke-15 untuk memperkuat Islam.

Pertanyaan yang lalu timbul adalah: mengapa Utsman menstandardkan Al-Qur'an sehingga
hanya ada satu salinan saja yang dia anggap paling benar? Mengapa dia berani mengambil
keputusan dramatis dengan memusnahkan manuskrip yang lain? Mengapa tidak dibiarkan saja
agar menjadi bukti bahwa semua manuskrip itu tetap terjaga? Atau mengapa tidak disimpan
saja dalam Ka'bah?

Jawabannya sudah jelas karena banyak pertentangan dan perbedaan yang muncul dalam
kalangan umat Muslim mengenai Al-Qur'an. Perbedaan dan pertentangan itu sangat serius
antara naskah yang satu dan yang lain sehingga semua naskah dikumpulkan bukan untuk
diperbaiki melainkan untuk dimusnahkan. Mengapa? Karena satu naskah saja sudah begitu
banyak pertentangan, apalagi banyak naskah.

Setelah semua naskah dimusnahkan, tidak ada lagi naskah yang sesuai dan rinci seperti salinan
Qur'an yang dimiliki Hafsah, karena terbukti semua naskah Qur'an termasuk milik Ibnu
Mas'ud diperintahkan untuk dibakar habis. Padahal ketika Muhammad masih hidup, setiap
tahun dia mengulangi lagi murtal Qur'an bersama Jibril dan Ibnu Mas'ud selalu hadir di situ
(sumber: kitab Tabaqat al-Kabir, vol. 2, hal. 441).

Muhammad bersabda: "Belajarlah Al-Qur'an dari empat orang ini: Abdullah bin Mas'ud, dia
mulai dari orang ini - Salim kawan Abu Hudzaifah, Muadz bin Jabbal, dan Ubay bin Ka'ab"
(Sahih Bukhari, vol. 5, hal. 96, 97; Sahih Muslim, vol. 4, hal 1313).

Setelah standardisasi Al-Qur'an dilakukan, buku itu masih ditarik kembali untuk diperbaiki
oleh Zaid bin Tsabit karena ada ayat yang hilang. Beliau berkata: "Sebuah ayat dari Surat Al-
Ahzab telah hilang oleh saya ketika menyalin Al-Qur'an, dan saya selalu mendengar Rasul
Allah menceritakannya. Jadi kami menyelidikinya dan menemukannya ada pada Khuzaimah
bin Tsabit Al-Anshori.

Masih banyak bukti Al-Qur'an pada masa abad pertama Hijriyah yang bertentangan dengan
naskah yang lain. Bahkan yang lebih mengherankan adalah bahwa naskah Qur'an kuno yang
dimiliki Salim, Ubay bin Ka'ab, Mu'adz bin Jabbal, Ali bin Abu Thalib, Ibnu Mas'ud seling
berbeda satu sama lain. Haleluyah!
Bab Tiga
Firman Tuhan Tidak Berubah

Insan Mokoginta sesumbar bahwa kalau ada orang Kristen hafal Alkitab walau satu halaman
saja, maka dia akan memberi hadiah besar. Sedangkan orang Islam bisa hafal seluruh Al-
Qur'an. Apakah dengan begitu membenarkan bahwa Al-Qur'an itu Firman Allah? Bahwa Al-
Qur'an merupakan mukjizat walaupun 95% umat Muslim tidak mengerti artinya? Apakah yang
penting hanya pahala mampu menghafal saja?

Bahasa Arab adalah rumpun bahasa semitik, sama seperti bahasa Ibrani, bahasa Aram (bahasa
ibu Yesus Kristus) dan semua bahasa di sekitar daerah itu. Cara pengucapannya berirama dan
bersambung, maka mudah untuk dihafal. Insan Mokoginta tidak tahu bahwa Alkitab juga
dihafal di luar kepala oleh orang Yahudi dalam bahasa Ibrani. Otak orang Yahudi itu lebih
canggih daripada otak orang Arab. Dalam upacara Barmisweh, seorang anak usia 12 tahun
mampu menghafal Taurat di luar kepala, sehingga dia mendapat banyak hadiah yang
dilemparkan padanya oleh keluarganya sebagai rasa gembira. Setelah itu anak tersebut
menghilang untuk mengkaji Alkitab di bawah bimbingan seorang nabi, ulama, atau imam
sampai mereka kenal Firman Tuhan dengan baik. Hal ini serupa dengan upacara khatamal
Qur'an yang saya alami dulu, di mana saya merampungkan membaca Al-Qur'an dari awal
sampai tamat di usia 12 tahun. Setelah itu saya dianggap telah dewasa untuk
mempertanggungjawabkan perbuatan saya kepada keluarga dan masyarakat. Setelah itu saya
baru dikenal lagi lewat tulisan saya di majalah, koran, atau khotbah di mesjid. Bedanya
sekarang saya lebih dikenal di gereja, internet, karena tulisan dan khotbah saya.

Saudara Muslim berargumen bahwa nabi terdahulu diutus hanya untuk kaumnya dan Yesus
hanya untuk Bani Israel. Lalu mereka mencari potongan ayat dalam Alkitab untuk mendukung
pendapat picik mereka. Mereka tidak melihat emas yang dihafal oleh semua orang Kristen
bahwa Yesus menyuruh para muridNYa untuk pergi dan menjadikan semua bangsa muridNya.
Kata semua bangsa itu berarti seluruh dunia. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).

Saya bertanya: Pak Insan Mokoginta, apakah ayat itu palsu? Apakah Firman Allah itu hanya
untuk Bani Israel? Apakah ayat ini sudah kadaluwarsa? Apakah Firman Tuhan itu tidak
berlaku lagi? Jangan mengutip ayat semau perut kalian.

Saudara Muslim perlu memperhatikan apa yang saya uraikan berikut ini, bahwa buku yang
ditulis oleh Insan Mokoginta hanya berisi sampah.

Alkitab adalah satunya kebenaran Wahyu. Firman Tuhan tidak pernah berubah dari dulu
sampai sekarang dan selamanya. "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan
berlalu" (Matius 24:35). Seluruh pengajaran Alkitab itu terjamin kebenaran cerita, sejarah,
doktrin, harmoni, keteraturannya dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Isinya tidak
plin-plan dan selalu konsisten dari kitab Kejadian sampai Wahyu. "Lebih mudah langit dan
bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal" (Lukas 16:17). "Rumput menjadi
kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya" (Yesaya 40:8).
Hal ini karena ""Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliannya seperti
bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk
selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu" (1 Petrus 1: 24-25). "...
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat
kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan
kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan
demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2
Timotius 3:15-17)

Apakah ayat di atas hanya untuk MASA itu saja?

Inspirasi atau Wahyu

Dalam Islam, orang yang tahu persis bahwasanya seuatu wahyu turun hanyalah Muhammad
saja karena tidak ada saksi seorang pun. Para penulis wahyu menulis menurut apa yang
diimlakan oleh Muhammad pada mereka.

Zaid bin Tsabit mengatakan: "Suatu hari saya didekati Muhammad yang lalu berkata: Tulislah
apa yang telah diturunkan kepadaku, "Mereka yang hanya duduk diam di dalam iman tidak
dapat disamakan dengan mereka yang bertempur di jalan Allah. Diantara mereka pada waktu
ia sedang mendiktekannya kepadaku adalah Ibn Ummi Maktum, seorang tunanetra. Ia berkata
kepada utusan Allah, "Tetapi aku buta." Lalu Muhammad berkata kepada Zaid, tambahkan
pada ayat itu, kecuali mereka yang cacat."
(Azzamakhsyari, vol. I, hal. 53)

Apakah ini wahyu Allah atau saran spontan dari sahabat? Silakan Anda pikir sendiri. Hal ini
dapat Anda bedakan jika Anda pernah membaca Alkitab. Ini juga menunjukkan bahwa hanya
Muhammad seorang saja yang menyaksikan perkatannya sendiri sebagai wahyu sambil
mengatasnamakan Jibril. Bahwa Jibril mendapatkan wahyu dari Allah juga tidak bisa
disaksikan siapaun. Nabi terdahulu selalu mendapat wahyu langsung dari Yang Maha Tinggi
tanpa perantaraan malaikat. Jikalau malaikat sendiri yang berbicara pada orang tersebut, maka
ada saksi yang melihatnya. Kalau memang wahyu itu dari Allah, tentu Jibril akan
memperkenalkan diri saat menyampaikan wahyu yang pertama.

Abdullah bin Sa'd adalah salah seorang penulis wahyu yang dipakai Muhammad, tapi lalu
murtad karena menemukan kenyataan bahwa tidak ada pewahyuan dan tidak ada Jibril.
Abdullah bin Sa'd berkata: "Muhammad sebelumnya selalu berkata kepadaku untuk menulis
pada setiap akhir bagian: ALLAH ADALAH PENYAYANG DAN ADIL, tapi aku menulisnya
dengan PENGAMPUNAN DAN PENUH BELAS KASIHAN. Lalu Muhammad menjawab, "Itu
sama saja" (Muhammad al-Ghozali, A Compelling True Story, Christ, Muhammad and I, hal. 69).

Akibat kejadian itu, Abdullah bin Sa'd melarikan diri karena terancam akan dibunuh. Ini
perkataan bin Sa'd: Jika Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad, Ia tentu juga akan
menurunkan kepadaku. Ketika Muhammad berkata, 'Allah mendengar dan mengetahui
segalanya', aku menulis: Allah mengetahui dan adil. Jawabnya seperti biasa: 'bin S'ad, tulislah
apapun yang kau kehendaki'. Lalu turunlah ayat berikut: "Dan siapakah yang lebih zalim
daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: Telah
diwahyukan kepada saya, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang
yang berkata: Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah. Alangkah
dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan
sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):
Keluarkanlah nyawamu Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan,
karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena)
kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS 6:93)

Pembaca tentu tahu resiko yang harus ditanggung bin Sa'd, yakni ancaman bunuh. Jibril selalu
siap dengan ayat untuk membenarkan pembunuhan terhadap bin Sa'd. Apa lagi dosanya
adalah sesumbar bahwa dia bisa menyaingi tuannya sebagai penerima wahyu. Muhammad
tega membunuh orang yang sudah bertahun-tahun menuliskan wahyu untuknya. Semua kitab
sejarah nabi menulis hal ini, tapi Muslim malu untuk membahasnya. Kisah ini membuat saya
merasa miris karena melampaui batas. "Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan Al-
Qur'an kepadamu, karena kamu adalah kaum yang melampaui batas?" (QS 43:5)

Tentu masih banyak ayat Al-Qur'an yang turun dari Jibril karena pengaruh para sahabatnya.
Seperti kisah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Contoh di atas menjadi bukti kuat bahwa Al-
Qur'an sangat diragukan sebagai wahyu Allah. Berikut saya juga tambahkan informasi yang
menguatkan topik ini lewat wanita.

Ummu Salamah adalah salah seorang istri Nabi yang memberikan kontribusi untuk melengkapi
Al-Qur'an. Ummu Salamah bertanya, "Wahai utusan Allah, aku tidak pernah mendengar sosok
wanita dibicarakan setelah masa Hijrah." Lalu turunlah ayat berikut: "Maka Tuhan mereka
memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-
nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan,
(karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang
berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang
dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku
masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di
sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik {QS 3:195).

Ummu Salamah sekali lagi mengusulkan kepada Nabi agar ditambah lagi ayat untuk wanita.
Maka turun lagi pula wahyu dadakan: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim,
laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam
ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki
dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan
perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki
dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka
ampunan dan pahala yang besar" (QS 33:35). Meskipun sudah ditambah, tetap saja tidak ada
wahyu yang mengatakan bahwa wanita di surga akan menikah dengan bidadara, seperti laki
akan menikmati fasilitas surga tidur dengan 72 bidadari. Jadi janji Al-Qur'an hanya untuk laki
saja.

Tidaklah lengkap kalau kita tidak menulis tentang Aisyah sebagai istri yang selalu dimanja dan
banyak meriwayatkan Hadits. Diceritakan bahwa: "Aku bersama utusan Allah ketika sebuah
penyerangan sedang berlangsung. Ia seperti biasa melakukan hubungan intim denganku setiap
malam. Tetapi ketika pagi hari tiba, ia tidak menemukan air untuk bersuci, bersembahyang.
Aku berkata kepadanya: "Muhammad, bukankah kita terbuat dari pasir?" Dan ia menjawab,
"Ya, benar." Lalu aku berkata: "Kalau begitu kenapa bingung, engkau dan orang-orangmu
membutuhkan air dan tidak menemukannya, sedangkan pasir selalu ada di sana. Gunakanlah
pasir." Maka turunlah ayat ini: "Hai orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu
dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, sedang kamu dalam
keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau
kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah
kamu dengan tanah yang baik; sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha
Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Tayammum adalah membasuh muka dengan debu atau pasir, menggantikan air dalam bersuci
ketika menunaikan sholat. Bagaimana orang bisa bersuci dengan debu? Bukankah itu hanya
menambah diri menjadi semakin kotor? Muhammad membuat syariat sendiri yang tidak
dicontohkan nabi di Alkitab. Aneh, mau bersih tapi malah dikotori dengan tanah. Syariatnya
siapa ini?

Ada satu doktrin dalam Islam mengenai Al-Qur'an yang berbeda total dengan Alkitab, yaitu
Nasikh-Mansukh atau Hapus-Menghapuskan.

Hapus-Menghapuskan

Doktrin Hapus-Menghapuskan ini ada dalam Al-Qur'an. Ini berarti ada dua Allah yang
membingungkan. Yang pertama adalah Allah yang menurunkan Alkitab, yang kedua adalah
Allah yang menurunkan Al-Qur'an. Dalam Al-Qur'an, Allah seenaknya mengganti ayat yang
telah diturunkan kepada Muhammad dengan ayat yang baru. Dengan demikian, Muhammad
memiliki hak untuk menghapuskan dan membatalkan ayat di dalam Al-Qur'an sesuai dengan
kehendaknya. Beberapa kritikus menyatakan bahwa tuhannya Muhammad akan membacakan
ayat lalu membatalkan ayat yang baru saja diturunkan dan menghapuskan dengan ayat yang
lain. Alasannya adalah Allah menggantikan suatu ayat dengan ayat yang lebih bagus. Dan
Allah Maha Kuasa.

Pada satu simpul, keseluruhan panggilan kenabian Muhammad harus diteliti secara kritis.
Semua thema pengajarannya bisa dites, diteliti, diuji. Setelah Muhammad hijrah ke Yatsrib,
yang sekarang dikenal sebagai Madinah, Muhammad banyak mendapat tantangan dari kaum
Yahudi dan Nasrani, dan mereka sudah mendengar ayat Qur'an yang diturunkan. Kaum
Yahudi dan Nasarani memberikan pertanyaan diagnosa mengenai ajaran kenabian kepada
Muhammad. Mereka sangat mengenal gaya dan kebiasaan Muhammad tatkala menyampaikan
wahyu kepada pengikutnya. Ia terbiasa membatalkan atau menarik suatu ayat tidak lama
kemudian. Karena kebiasaan ini, maka orang Yahudi dan Nasrani menjadi bingung dan
bersikap plin-plan. Mereka tidak bisa larut sepenuhnya ke tengah Muslim, tapi juga tidak bisa
meninggalkan Yesus Kristus. Bagaimana bisa larut kalau melihat Al-Qur'an semacam ini?
Satunya cara adalah menjadi bunglon atau munafik. Muhammad menempelkan sifat munafik
kepada mereka yang terpaksa diterima. "Di antara manusia ada yang mengatakan: Kami
beriman kepada Allah dan Hari kemudian, pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-
orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal
mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada
penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan
mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di
muka bumi. Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan
perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: Berimanlah kamu sebagaimana
orang-orang lain telah beriman. Mereka menjawab: Akan berimankah kami sebagaimana
orang-orang yang bodoh itu telah beriman? Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang
yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang
beriman, mereka mengatakan: Kami telah beriman. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-
syaitan mereka, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami
hanyalah berolok-olok (QS 2:8-14).

Seperti biasanya, Jibril selalu siap siaga untuk menolong Muhammad keluar dari dilema, serta
meyakinkan orang bahwa Allah-lah, dan bukan Muhammad, yang menghapuskan ayat itu.
"Ayat mana saja yang Kami nasakhkan (hapuskan), atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami
datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu
mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?" (QS 2:106). Memang
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tapi bukan untuk menghapus ayat yang sudah
disampaikan. Memang Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara, tapi tidau untuk
mengubah hukum yang sudah ditetapkan sejak awal mula dunia diciptakan. Al-Qur'an telah
mengubah semua hukum dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Lokasi, musim, geografi,
semua dikacaukan oleh Al-Qur'an. Inikah buku yang disebut sebagai penyempurna Alkitab?
Menyempurnakan dengan cara menghapus dan menggoibkan ayat yang telah disampaikan?
Apakah Al-Qur'an yang seperti ini bisa dianggap sebagai mukjizat?

As-Suyuthi dalam Al-Itqan mengakatan "pencabutan berarti penghapusan atau pembatalan."


Penghapusan berarti perubahan seperti yang digunakan dalam Surat Alhajj (22) ayat 52. Dr.
Ahmad Shalabi menuturkan bahwa pencabutan berarti menggoibkan alias menghilangkan
sesuatu dan menggantikannya dengan sesuatu yang lain. "Dan apabila Kami letakkan suatu
ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang
diturunkan-Nya, mereka berkata: Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan
saja. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui" (QS 16:1010). Ini salah satu ayat yang
menyebabkan orang Yahudi mentertawakan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad
karena ayatnya bisa digantikan.
Tetapi bagaimana mungkin Tuhan bisa keliru menurunkan wahyu dan menggantikannya
dengan yang lain dan memberikan yang lebih baik? Kemudian setelah beberapa hari diubah
lagi? Apakah wahyu Allah yang baru itu lebih bagus daripada yang lama? Ini membuktikan
kalau Tuhannya Muhammad itu tidak Maha Tahu dan tidak Maha Kuasa, dan adalah Allah
yang sewenang-wenang mengubah ayatnya. Anda tidak bisa mencari ayat yang menghapus
ayat lain dalam Alkitab.

Masih adakah saudara Muslim yang berani menuduh Alkitab telah dipalsukan? Padahal sudah
jelas bahwa tidak ada kasus Hapus-Menghapuskan dalam Alkitab dan tak ada bukti orang
Kristen mengubah Alkitab.

Bila kita membaca Al-Qur'an dengan seksama, lalu membaca Alkitab, maka kita bisa
menyimpulkan bahwa ada dua Allah: Allah yang menurunkan Al-Qur'an dan satu lagi adalah
Allah yang menurunkan Alkitab. Belum lagi jika ditambah bahwa isi Al-Qur'an itu saling
bertentangan, dan ini berarti Allah yang telah menurunkan Al-Qur'an juga bukan satu, tapi
lebih. Atau setidaknya Allah bingung dalam menyampaikan wahyu. Allah yang menurunkan
ayat Al-Qur'an yang lama itu berbeda dengan Allah yang menurunkan ayat Al-Qur'an yang
baru dan juga bertentangan dengan Allah yang mewahyukan Alkitab.

Itulah sebabnya ketika orang Yahudi dan Nasrani diberi kitab Al-Qur'an untuk dibaca, mereka
membuang kitab (Al-Qur'an) di belakang punggung mereka. Hal ini sama seperti saya yang
sudah tidak percaya lagi dengan Al-Qur'an sehingga tidak sholat lagi sampai jidat hitam. "Dan
setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab)
yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan
kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu
adalah kitab Allah)" (QS 1:101).

Para sarjana Muslim yang sudah mendalami Alkitab tidak mungkin lagi bisa percaya pada Al-
Qur'an. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan media massa telah mengubah wajah dunia
dan keimanan manusia. Siapa saja boleh membuka buku Hadis Sohih dan bisa membaca
sejarah Muhammad dengan bebas di internet. Termasuk juga keterangan bagaimana
Muhammad mengerahkan tentara untuk membunuh orang Yahudi dan Nasrani tanpa belas
kasihan. "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab
(yaitu): Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu
menyembunyikannya, lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan
mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka
terima" (QS 3:187). Tapi ketika orang Yahudi dan Nasrani menerangkan isi Alkitab bahwa tidak
ada nubuatan mengenai Muhammad, dia marah.

Allah yang menurunkan Al-Qur'an menuduh Alkitab sudah dipalsukan. Tapi di sisi lain Allah
dalam Al-Qur'an memuji-muji Alkitab sebagai cahaya.

Apakah Al-Qur'an itu Firman Allah? Ataukah itu adalah ucapan Nabi? Mari kita baca ayatnya:
innahu laquli rasuulin kariim yang berarti "sesungguhnya Al-Quran itu
perkataan rasul yang mulia" (QS 69:40). Perkataan ini sama dengan ayat lain dalam Surat At-
Takwir (81) ayat 19 yang berbunyi
" sesungguhnya Al Quran itu benar-benar
firman utusan yang mulia". Beberapa ayat Al-Qur'an saya tuliskan dalam bahasa Arab supaya
pembaca meneliti lebih lanjut dan lihat bagaimana penerjemah mengalihbahasakan.
Terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia banyak yang diplintir, dipelesetkan, dikasih
tanda dalam kurung. Saya juga sertakan cara membacanya bagi yang tidak dapat membaca
huruf hijaiyah.

Dalam pernyataan Alkitab sebagai Firman Tuhan semesta alam, dinyatakan dengan sangat
tegas bahwa tidak mungkin Firman Tuhan berubah, dan FirmanNya tidak dipercayakan
kepada bangsa lain. Orang Yahudi dan Kristen sudah mempunyai patokan buku yakni Alkitab,
yang sekarang di tangan kami ini, dan sudah ada jauh sebelum Muhammad lahir di dunia dan
juga sudah dimiliki oleh orang Arab. Jadi kitab ini tidak mungkin dipalsukan seperti tuduhan
Al-Qur'an yang tanpa alasan dan tanpa bukti. Kalau dilakukan penelitian sekalipun, niscaya
tidak mungkin terbukti.

Berikut ini adalah beberapa istilah yang dipakai Al-Qur'an untuk menuduh Alkitab telah
dipalsukan, sebagai dakwaan dan alasan, preseden sebelum orang Yahudi dan Kristen
dihancurkan:

1. Segolongan Ahli Kitab


Bahwasanya ada segolongan Ahli Kitab yang telah memalsukan isi Alkitab dan berusaha
menyesatkan orang Islam. "Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal
mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak
menyadarinya" (QS 3:69). Segolongan, kata ayat itu. Golongan yang mana? Tidak ada
penjelasannya! "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal
segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka
memahaminya, sedang mereka mengetahui?" (QS 2:75). Masih banyak lagi ayat serupa itu di
Al-Qur'an.

2. Sebahagian Diantara Mereka


"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal
Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian
diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui" (QS 2:146). Kata
"sebahagian" ini menimbulkan tanda tanya besar tentang siapakah yang telah
menyembunyikan Alkitab? Dan sejauh mana sebahagian Ahli Kitab mengetahui ciri
Muhammad? Hal ini tidak bisa dilacak oleh siapapun. "Dan apabila diturunkan suatu surat,
maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: Siapakah di antara kamu
yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini? Adapun orang-orang yang beriman,
maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira" (QS 9:124). Tapi saya bilang
kepada anak saya yakni Saddam Husain dan Mu'ammar Kadafi: "Kalian anakku akan kecewa
menjadi Muslim, karena kalian akan dibelenggu oleh roh agamawi yaitu kesulitan
melaksanakan kewajiban agama, misalnya sholat lima waktu. Atau keinginanmu untuk naik
haji. Abi bukan tidak mau memberikan ONH, tapi lebih baik dipakai untuk kuliah S-3 supaya
kalian pintar."
3. Memutar-mutar Lidahnya
"Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al
Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan
dari Al Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia
bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui" (QS
3:78). Ini teknik yang sangat akurat untuk menimbulkan kerancuan supaya kaum awam
percaya bahwa Alkitab telah dipalsukan. Bagaimana cara membaca dengan memutar-mutar
lidah? Siapakah orang Yahudi dan Nasrani yang membaca Alkitab dengan memutar-mutar
lidahnya? Maksud sebenarnya apa? Apakah ini artinya membaca sambil mempelesetkan
bacaannya? Ayat apa saja yang dibaca dengan memutar-mutar lidah? Tidak ada penjelasan
apapun dari Muhammad. Ini adalah sebuah tuduhan sadis yang datang dari Allahnya
Muhammad.

4. Apakah Kamu Tidak Melihat Orang yang ...


"Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)?
Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu
tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar)" (QS 4:44).
Pada ayat ini dinyatakan bahwa yang disembunyikan adalah isi Alkitabnya. Bagian Alkitab
manakah yang telah disembunyikan itu? Dipastikan tidak ada seorang pun sarjana Muslim
yang mampu menjawab hal ini, apalagi Insan Mokoginta yang tidak memiliki kapasitas untuk
menjawabnya. Bahagian Alkitab mana yang dijual dengan kesesatan?

5. Al-Qur'an adalah yang Membenarkan Alkitab


"Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami
turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah
muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah
mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti
berlaku" (QS 4:47) Allah akan memutar muka orang Ahli Kitab yang tidak percaya kepada Al-
Qur'an. Dengan begitu, orang yang tidak percaya kepada Al-Qur'an badannya akan berjalan ke
depan, tetapi mukanya menghadap ke belakang. Wah, itu pasti orang yang telah dipancung
oleh teroris, kemudian dioperasi dokter, tapi salah melakukan operasinya sebab waktu
dioperasi pasiennya tidur telungkup. Hasil operasinya adalah seperti yang dijabarkan di ayat
itu. Muhammad menggunakan kata KAMI karena dia tidak berani menggunakan kata ALLAH
secara langsung untuk tujuan politis tersembunyi. Pembaca boleh melihat susunan redaksi
dalam Al-Qur'an.

6. Nabi Mengajak Orang Yahudi dan Nasrani Bermubahalah


Mubahalah adalah semacam sumpah pocong. Sumpah ini dilakukan oleh dua pihak yang
bertikai dan Allah akan mengutuk pihak yang kedapatan berbohong. "Siapa yang
membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka
katakanlah (kepadanya): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-
isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita
bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-
orang yang dusta" (QS 3:61). Informasi yang disampaikan Al-Quran dan Alkitab berbeda jauh.
Contohnya adalah keterangan tentang Isa Almasih. Al-Qur'an mengatakan Yesus lahir di
bawah pohon korma, sedangkan Alkitab mengatakan Yesus lahir dalam palungan di kandang
domba. Al-Qur'an mengatakan ibu Yesus adalah Maryam saudara Harun, kakak Musa. Hal ini
tidak mungkin karena Maryam yang mengandung Yesus hidup 1500 tahun sesudah Miryam
saudara Harun. Adakah ulama Islam yang mampu menjawab kekacauan sejarah Isa Almasih
ini dengan data akurat sepaya saya masuk Islam lagi? Kalau begitu, siapakah yang berbohong?
Alkitab atau Al-Qur'ankah yang berbohong? Orang Kristen tidak perlu sumpah pocong atau
bermubahalah. Alkitab berkata: "Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu
bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah
kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena
hukuman" (Yakobus 5:12). Atau apakah Pak Insan Mokoginta mau menolong saya? Tidak perlu
bermubahalah, Pak Insan, tapi saya hanya boleh memiliki satu istri, maka jelas saya kalah, Pak!
Belum lagi jika anak kita dikumpulkan untuk bermubahalah, bisa KO saya. Anak saya tiga
orang dari satu istri, sedangkan Pak Insa mempunyai 12 anak karena boleh dari empat istri.
Saya kalah, Pak. Tapi kalau saya hidup di zaman Muhammad, saya pasti siap bermubahalah
dengan kaum Muslimin.

7. Nama Murid Yesus Disebut Hawariyyun


"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: Siapakah yang
akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah? Para hawariyyin
(sahabat-sahabat setia) menjawab: Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman
kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah
diri" (QS 3:52). Inilah gaya bahasa dan istilah Al-Qur'an yang tidak mau 'jlimet' untuk
menyebut nama murid Yesus. Satu orang yang diserupakan Allah menggantikan Yesus di atas
kayu salib, tapi tidak disebutkan siapa nama orang itu. Dengan redaksi semacam ini, Allah
yang Maha Tahu menjadi tidak 'tahu' nama orang yang diserupakan tersebut. Masih banyak
istilah mengambang lainnya dengan tujuan bias untuk merusak nilai Alkitab yang ada di
tangan orang Yahudi dan Kristen. Akhirnya, semua isi Al-Qur'an yang berkaitan dengan
Alkitab tidak bisa dipercaya, mengambang, mendua, penuh misteri, teka-teki. Hal ini berbeda
jauh dengan Alkitab yang isinya jelas, terus-terang. "Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan
dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah
kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" (Bilangan 12:8). "Jawab Yesus kepadanya: "Aku
berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait
Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-
sembunyi" (Yohanes 18:20).

Setelah berhasil menuduh Alkitab telah dipalsukan, barulah Muhammad punya alasan untuk
menyerang mereka, karena orang Yahudi dan Kristen yang telah memalsukan Alkitab adalah
kafir. Seluruh isi Surat Madaniyah hanyalah kesibukan Allah menjawab sanggahan dan
penolakan orang Yahudi dan Nasrani terhadap kenabian Muhammad. Kewalahan sudah Nabi
dan penulis wahyu dalam membantah dan membela diri atas nama Allah. Jibril dengan segera
memberi solusi dengan membacakan ayat. Contohnya pada saat orang Yahudi dan Nasrani
bertanya tentang roh, maka turunlah wahyu: "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah: Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit (QS 17:85). Muhammad tidak bisa menjawab pertanyaan tentang Roh dari
orang Yahudi dan Nasrani. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru membahas dengan terperinci
dan jelas bagaimanakah hidup menurut roh, bagaimana membedakan roh, apakah hukum roh,
bagaimana fenomena roh, apakah yang bukan hakekat roh. Andaikata Al-Qur'an itu dari Allah
maka tentunya mengandung jawaban semua ketubuhan orang yang mau percaya kepada
firman Tuhan. Tapi jawaban Allah malahan membuat orang putus asa dan malas untuk
bertanya lagi, padahal mereka mau mencari jawaban. Muhammad melarang kaum Muslimin
banyak bertanya dengan alasan orang Yahudi dan Nasrani dihancurkan oleh Allah sebab
mereka banyak bertanya kepada nabi mereka. Itulah sebabnya Muhammad mengeluarkan
ucapan bahwa ada tiga perkara yang dibenci Allah: (1) Menghamburkan harta; (2) Banyak
bicara; (3) Banyak tanya tentang agama (Hadis Shohih Bukhari, jilid II, hal. 763).

Al-Qur'an juga menggunakan kata umpan untuk mengaburkan karakter kehidupan sosial
orang Yahudi dan Nasrani waktu itu, dengan menyebut mereka sebagai: ingkar, kepala batu,
najis, kafir, telah membunuh para nabi, makan riba. Bahkan Al-Qur'an menggunakan sumpah
serapah agar orang Yahudi menjadi ciut nyalinya. Hal ini dilakukan agar orang Yahudi dan
Nasrani tidak mengolok-olog lagi wahyu yang diturunkan kepada Muhammad. Al-Qur'an
menggunakan kata keras terhadap yang belum beragama dan juga kaum Ahli Kitab (Yahudi
dan Nasrani): "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang
musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah
seburuk-buruk makhluk" (QS 98:6).

Begitulah cara Al-Qur'an untuk mencari alasan bagi Muhammad mengusir orang Yahudi dari
kampung halaman mereka. Dan ini juga dilakukan Muhammad agar orang Yahudi dan Nasrani
percaya kepada Al-Qur'an. "Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari
malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi
orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang
yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-
orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit
dan orang-orang kafir (mengatakan): Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini
sebagai suatu perumpamaan? Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada
yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah
peringatan bagi manusia" (QS 74:31).

Selain tidak tahu tentang roh, Muhammad juga tidak tahu tentang malaikat. Jumlah 10 orang
malaikat yang disebut dalam Islam berikut namanya itu adalah malaikat yang dibuat oleh
Muhammad. Muhammad mengaku tidak tahu menahu mengenai malaikat: "Aku tiada
mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al malaul ala (malaikat) itu ketika mereka
berbantah-bantahan" (QS 38:69). Bukti akan hal ini tampak saat wahyu pertama turun di mana
Jibril tidak memperkenalkan diri. Nama Jibril baru dikenal Muslimin setelah tiga tahun
kemudian. Haleluyah!
Bab 4
Pujian - Senda Gurau

Saya belajar terus untuk membandingkan Alkitab dengan Al-Qur'an. Setiap ayat Alkitab saya
renungkan, dan pasti memori dan benak kembali kepada Al-Qur'an dan apa saja pelajaran yang
pernah saya sampaikan kepada murid saya selama dua puluh tahun sebagai Muslim. Dulu
saya matian membela Al-Qur'an dan seluruh doktrin Islam. Saya kira memang wajib membela
Allah dan Rasul. Wajib pula membela agama. Tapi setelah membaca Alkitab, saya tahu bahwa
kita tidak perlu membela Allah, Rasul, dan agama. Apa kuasa manusia dalam membela Allah?
Siapa manusia yang bisa membela Rasul? Bukankah Allah Maha Kuasa? Bukankah Nabi dan
Rasul itu utusan Allah? Kenapa harus dibela? Membela agama? Hati kita miris mendengar
berita ISIS membunuh, membakar hidup orang Kristen di Syria, Irak, Mesir. Herannya saya
mengapa FPI tidak demo? Mengapa diam saja? Apakah Habib Rizieq sudah buta dan tuli?
Summum bukmun umyun, wa habib Rizieq la yarji'? (dari Q 2:18 Summum bukmun 'Umyun fa
hum laa yarji' (Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang
benar))

Setiap hari saya rajin membaca Alkitab seperti dahulu membaca Al-Qur'an setiap malam. Tapi
setiap kali saya mendapatkan beberapa perbedaan pola pikir dan ajaran lalu, sejenak saya
berhenti untuk menganalisa dan mendalaminya.

Pantaslah mengapa orang Yahudi menjadi sangat cerdas, karena kebenaran paradigma Alkitab
yang Ilahiyah. Saya berjanji akan banyak menulis topik Alkitab yang tidak ada dalam Al-
Qur'an. Banyak ragam pengajaran yang tidak dibahas dan dibicarakan dalam Al-Qur'an. Dari
perbandingan itu, pahamlah kita mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang
Firman Tuhan dan mana yang bukan. Alasan mengapa Al-Qur'an sangat sensitif dengan orang
Yahudi dan Nasrani adalah karena Muhammad tidak tahan kuping mendengar banyaknya
pertanyaan yang meragukan kenabian beliau.

Ketika Muhammad menyebarkan pahamnya di Mekah selama 12 tahun, dia hanya mendapat
pengikut kurang dari seratus orang. Propaganda dilakukan secara intensif, harta dan tenaga
dikeluarkan secara masif. Orang suku Quraisy merayu Muhammad agar meninggalkan
ajarannya. Tapi Muhammad dan pengikutnya tidak gentar sedikitpun. Turun ayat yang
terkenal: Laku diinukum waliyadiin, bagimu agamamu, bagiku agamaku. Inilah ayat emas
yang digunakan saudara Muslim dalam membela diri kalau kepepet saat dialog soal agama.
Banyak konsep Alkitab yang tidak dipahami serius oleh kaum Kedar. Jika orang Islam ditanya
siapa ibu Nabi Muhammad, mereka pasti susah payah menyebutnya, tapi anak Sekolah Minggu
kalau ditanya siapa ibu Yesus pasti bisa serentak menjawab.

Keadaan berbeda ketika Muhammad berada di Medinah. Masalah yang dihadapinya kompleks
dan beragam, tapi intinya adalah keraguan akan kenabiannya. Orang Yahudi sangat
meremehkan Muhammad, karena tidak mampu menunjukkan bukti kenabian seperti tradisi
nabi dalam Alkitab.
Di Medinah, Muhammadlah yang mengajak orang Yahudi berdamai dalam keagamaan, tapi
tentu saja orang Yahudi dan Kristen tidak sudi. Ta'aalau ilaa kalimatin sawaa, marilah kita
kepada satu kata, seia sekata ... Orang Yahudi dan Nasrani terkenal dengan tradisi firman.
"Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka
beriman (pula) dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka,
mereka berkata: Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu
kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang
membenarkan(nya)" (QS 28:52-53). Mereka tidak mungkin menerima Al-Qur'an karena jauh
sebelum Muhammad ada, orang Yahudi dan Nasrani sudah lebih dahulu berserah diri, telah
MUSLIM sebelum Islam datang.

Umat Islam terkenal mempertahankan 'kebenaran' Al-Qur'an dengan membabi-buta. Seolah-


olah pembelaan mereka adalah sebuah setting berpikir ilahi, walaupun pembelaan mereka
bertentangan dengan Al-Qur'an itu sendiri. Dari zaman ke zaman ditulis oleh mereka bahwa
semua nabi hanya diutus pada zamannya. Syariat nabi itu hanya berlaku pada zamannya dan
tidak berlaku lagi pada zaman sekarang. Alkitab hanya berlaku pada masanya, begitu kata
mereka. Mereka tidak paham bahwa FIRMAN Tuhan tidak berubah, tetap untuk selamanya
(baca Bab Tiga).

Al-Qur'an terjemahan Departemen Agama RI tahun 1972 sampai 980-an masih memuat
muqaddimah bahwa nabi terdahulu hanya untuk zaman itu. Tapi setelah ketahuan bahwa
ayat Alkitab yang menjadi rujukan oleh Departemen Agama ternyata dipotong-potong, dikutip
separuh, maka bab tersebut sudah tidak ada lagi dalam cetakan baru. Mereka malu.

Berikut kita bicarakan bagaimana Al-Qur'an mempertahankan diri dari gempuran orang
Yahudi dan Nasrani yang tetap menolak kenabiannya dan juga klaim bahwa Yahudi adalah
manusia pilihan. Di satu sisi, Al-Qur'an mengakui semua kelebihan orang Yahudi, tapi di sisi
lain mengutuk orang Yahudi. Demikian juga Al-Qur'an mengakui kebenaran Alkitab, tapi juga
mengatakan bahwa Alkitab sudah dipalsukan. Atau lebih tepatnya, Muhammad sendiri yang
menjawab lewat Al-Qur'an.

1. Al-Qur'an menantang orang Yahudi untuk membuktikan diri sebagai manusia pilihan.
"Katakanlah: Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa
sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka
harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar (QS 62:6). Tentu saja
tidak ada orang yang mau mati dong. Tapi ayat ini bernada mengancam sehingga orang
Yahudi menjadi ketakutan. Harus diakui, orang Yahudi merupakan manusia pilihan. Kemajian
dunia ini terjadi karena mereka. Yang membuat pesawat terbang adalah keturunan Yahudi.
Saya berandai, kalau tidak ada pesawat terbang, lalu apakah kalau naik haji harus memakai
onta? Kapan sampainya?

2. Muhammad mengajukan argumen bahwa memeluk agama mana saja, asalkan berbuat baik,
maka orang itu masuk surga. "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,
orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari
Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati"
(QS 2:62). Ayat ini menyebutkan bahwa orang Yahudi dan Nasrani masuk surga. Ini adalah
sebuah kompromi besar yang dilakukan oleh Muhammad dalam rangka mempersatukan
masyarakat Madinah. Tapi tentu saja orang Yahudi tidak tergiur. Ayat ini menyebutkan bahwa
bukan agama Islam saja yang diridhai Allah. Asalkan seseorang beriman kepada Allah, hari
kemudian, beramal saleh, maka orang itu dapat pahala. Kalau sudah dapat pahala, nantinya
ditimbang beratnya, setelah itu masuk surga!

34. Muhammad didebat oleh orang Yahudi tentang siapakah Ibrahim, Ishak, dan Yakub?
Apakah mereka juga Muslim? Maksudnya adalah samakah apa yang diajarkan Ibrahim dengan
apa yang diajarkan Muhammad? Jawab Al-Qur'an: agama mereka adalah Islam. "Ibrahim
bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang
lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-
orang musyrik" (QS 3:67). Muhammad disuruh Allah untuk mengatakan bahwa "Katakanlah:
Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang
diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan
kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun
di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.
3:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (QS 3:84-85).
Dalam ayat ini, Muhammad tidak paham bahwa Yahudi itu adalah sebutan untuk keturunan
suku Yehuda, keturunan Ibrahim. Israel adalah cucu Ibrahim. Adalah masuk akal bahwasanya
Al-Qur'an menolak bahwa Ibrahim tidak beragama Yahudi, karena tidak tahu urutan zaman
para nabi. Banyak sekali pembelaan diri Muhammad bahwa dia hanya manusia biasa, hanya
menyampaikan peringatan, tidak mendapat upah dari apa yang disampaikannya, tetapi dia
memiliki harta rampasan yang berkelimpahan, juga tawanan, emas, hewan, tanah, dan rumah.

4. Muhammad meyakinkan orang Yahudi bahwa Al-Qur'an tidak berubah dan agar mereka
tidak ragu menerima Al-Qur'an. "Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,
padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-
orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran
itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk
orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang
benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang
Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui" (QS 6:114-115). Tidak mungkin orang Yahudi bisa
percaya bahwa Al-Qur'an itu dari Allah. Tetap saja bujukan Muhammad tidak berhasil.

5. Al-Qur'an membenarkan Alkitab. Bagaimana cara Al-Qur'an membenarkan Alkitab tidaklah


jelas. Hal apa yang dibenarkan juga samar. "Dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu
yaitu Al kitab ( Al Quran ) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang
sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha mengetahui lagi maha melihat hamba-
hambanya" (QS 35:31). Kenyataannya, Al-Qur'an malahan mengacaukan hukum Alkitab,
hukum keluarga, hukum makan, tata ibadah, arah kiblat, hukum waris, dll.
6. Muhammad disuruh konfirmasi kepada orang Yahudi dan Nasrani tentang Al-Qur'an yang
diturunkan kepadanya. "Kami tiada mengutus rasul- rasul sebelum kamu ( Muhammad ),
melainkan beberapa orang laki- laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah
olehmu kepada orang- orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui" (QS 21:7). Muhammad
buta tentang segala hal mengenai kenabian. Syarat seorang nabi adalah mengadakan mukjizat.
Muhamma bahkan ragu dengan Al-Qur'an sehingga dia matian mengatakan bahwa Al-Qur'an
itu adalah kebenaran dari Tuhan. Kalau dia adalah seorang Nabi, maka dia tidak perlu
bersumpah-serapah untuk wahyu yang diturunkan kepadanya (lihat QS 10:94). Tapi menurut
saya, sesungguhnya Al-Qur'an itu hanyalah petunjuk bagi kaum Muslim untuk mencari
kebenaran yang ada dalam Alkitab.

7. Muhammad merasa putus asa dalam usahanya meyakinkan kaum Yahudi dan Nasrani untuk
percaya kepada Al-Qur'an. Sewaktu perang memberangus mereka, hanya ada dua orang
Yahudi yang masuk Islam karena takut dibunuh. 900 orang dibantai sehari dalam perang
melawan Bani Yahudi Qurayza. Orang Yahudi yang masuk Islam tentu adalah jemaat biasa,
bukan pendeta. "Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al
Quran, mereka beriman dengan Al Quran itu. Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan
kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa
yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan" (QS 28:52,54). Zaman sekarang
ada beberapa pendeta yang masuk Islam, dan itu pasti karena urusan pertu atau urusan bawah
perut. Tapi kalau ada orang Islam masuk Kristen, mungkin alasan pertamanya adalah karena
urusan bawah perut, tapi setelah ibadah di gereja dengan nyaman, mendengar pendeta
berkhotbah, mengerti kebenaran, apalagi jika yang khotbah adalah mantan ustadz, wah jadi
bertambah kuat imannya kepada Yesus. Mereka menjadi Kristen karena urusan atas perut.

Banyak sekali ayat Al-Qur'an yang tidak sesuai lagi dengan zaman dan teknologi sekarang.
Tapi kaum Muslimin tetap teguh dengan Islam meskipun sudah banyak ayat dalam kitab suci
mereka yang meragukan.

Kasus terorisme yang melanda dunia menyadarkan banyak Muslim untuk pindah iman
menjadi pengikut Yesus. Mereka berbondong-bondong mengungsi sambil meneteskan air mata
dan keluar dari kolam baptisan, lalu meninggalkan rumah dan desa mereka menuju negeri
yang menampung mereka. Kesedihan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tapi inilah cara
Tuhan bekerja bersama kita untuk menerima mereka. Inilah cara Tuhan menyadarikan kita
akan panggilan Amanat Agung.

Berikut ini saya akan kutip ayat Al-Qur'an yang dipakai khotbah Jum'atan oleh khotib seluruh
dunia tentang tuduhan kepalsuan Al-Qur'an. Hal ini dibahas agar jangan ada maling teriak
maling, jeruk minum jeruk. Jangan ada lagi yang bilang Alkitab sudah dipalsukan.

1. Muhammad membuat-buat Al-Qur'an, "Bahkan mereka mengatakan: Muhammad telah


membuat-buat Al Quran itu, Katakanlah: (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh
surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu
sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar (QS 11:13).
Muhammad menantang orang Yahudi dan Kristen untuk membuat sepuluh surat saja. Orang
Yahudi tidak usah membuat-buat wahyu, karena sudah ada Alkitab yang jumlah isinya tiga
kali jumlah isi Al-Qur'an. Meskipun Alkitab ditulis oleh nabi dalam masa yang berbeda-beda,
isinya tetap konsisten.

2. Orang kafir berkata: "Dan orang-orang kafir berkata: Al Quran ini tidak lain hanyalah
kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain; maka
sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar. Dan mereka
berkata: Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka
dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang (QS 25:4-5). Kalau saudara kita
para Muslim yang rajin membaca Al-Qur'an itu membaca Alkitab dan lalu
membandingkannya, maka mereka akan segera tahu bahwa Al-Qur'an hanya berisi dongeng
dan cerita palsu. Contohnya, Muhammad naik ke langit dengan kendaraan kuda berkepala
wanita cantik. Ini hanya dongeng saja, saudara! "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-
ayat Kami, mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengar, kalau kami menhendaki
niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan
orang-orang purbakala (QS 8:31). "Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata:
dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala (QS 68:15). Kalau ayat Al-Qur'an dibacakan
kepada orang Islam, pengikut Muhammad segera percaya karena mereka belum pernah
mendengar cerita seperti yang dibacakan Muhammad. Apalagi kalau dilagukan dengan
keindahan susunan kata dan syair. Masih banyak lagi ayat ya ng lain yang berbunyi sama.

3. Muhammad mendapat serangan bahwa Al-Qur'an itu adalah: "Bahkan mereka berkata (pula):
(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri
seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana
rasul-rasul yang telah lalu di-utus (QS 21:5). Muhammad tidak bisa menjawab semua
tantangan ini. Al-Qur'an adalah mimpi yang susah diurai. Al-Qur'an telah memporak-
porandakan kehidupan dan budaya di Timur Tengah. Palestina telah menjadi sengketa abadi
justru setelah Al-Qur'an datang. Palestina menjadi tanah dengan dua sertifikat. Sertifikat
pertama adalah Alkitab yang mengatakan bahwa Palestina adalah tanah Israel. Sertifikat kedua
adalah Al-Qur'an yang mengklaim bahwa Palestina adalah milik Islam. Perang selama empat
belas abad terjadi untuk merebutkan tanah Palestina. Namun tidak ada hakim di dunia ini yang
bisa menentukan sertifikat mana yang asli. Tapi setolol-tololnya manusia, dia pasti bisa
memastikan bahwa sertifikat pertamalah yang asli, sedangkan sertifikat yang dikeluarkan
selanjutnya adalah palsu.

4. "Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu
menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan
menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu
bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu" (QS 5:68). Ayat Al-Qur'an bukan saja
menambah kekafiran orang Yahudi dan Nasrani terhadap Muhammad, tapi juga orang Islam
menjadi semakin kafir dari Al-Qur'an karena memang susah diterapkan. Bagaimana
memberlakukan hukum Islam di negara Pancasila? Sementara itu perintah Al-Qur'an adalah
wajib hukumnya untuk memberlakukan Hukum Islam bagi umat Islam. Kalau tidak
memberlakukan Hukum Islam, maka orang Islam itu adalah KAFIR. "... Barangsiapa yang
tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang
yang kafir" (QS 5:44). Perintah dalam Islam membuat orang Islam semakin susah hidup.

Haleluyah
Bab Lima
Tauhid atau Syirik

Tauhid artinya adalah mengesakan Allah dalam sifatNya, dalam menyembahNya, dan dalam
segala sesuatu anasir mengimaniNya. laa ilaha illal lah, tidak ada Tuhan selain
Allah. , laa haula wa laa quwwat illa bil lahi, tidak ada kekuatan selain
Allah.

Tapi ternyata banyak keterangan Al-Qur'an yang sangat bertentangan dengan ajaran Tauhid
Alkitab. Allah dalam Alkitab adalah Esa tanpa tedeng aling-aling. Berikut adalah hal yang
bertentangan dengan TAUHID.

Pertama: Sujud kepada Adam

Allah itu Esa dalam Perkataan, Perbuatan, dan KetetapanNya. Maka Esa pula sifat Allah. Sejak
kanak ajaran ini sangat saya banggakan. Inilah doktrin yang mengagumkan sekali dan
fantastik untuk dipertahankan. Al-Qur'an menuduh bahwa orang Yahudi mengatakan Uzair
anak Allah (tidak ada keterangan seperti itu dalam Alkitab) dan orang Kristen mengatakan
Yesus anak Allah. Jadi kemurnian ketauhidan dalam ajaran Yahudi dan Kristen telah tercemari
dengan pendapat ini. Saya belajar pada fakultas perbandingan agama. Saya menelusuri agama
Hindu, Budha, Konghucu, Shinto, bahkan juga aliran kepercayaan. Semuanya saya perhatikan
dengan baik. Namun tidak ada yang membuat saya bangga kecuali ajaran Tauhid dalam Islam.

Apa yang saya banggakan selama ini menjadi hancur berkeping-keping setelah saya menelaah
isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya juga belajar ulang Al-Qur'an dengan lebih giat lagi
daripada sebelumnya. Ketiga anak saya beri nama: Fikri Khomeini, Saddam Husain, Mu'ammar
Kadafi. Saya benci dengan orang Kristen. Saya mau jadikan ketiga anak saya ini teroris besar
untuk membunuh semua orang Kristen. Tulisan saya yang tersebat di majalah dan koran
Islam bisa dibaca, betapa saya bangga dengan Islam. Tapi saya lalu berbalik arah, melakukan
metanoia. Saya tobat tersungkur di bawah Islam. Saya telah disalibkan bersama Kristus. Bagiku
hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan.

Ada satu kisah aneh dalam Al-Qur'an tatkala Allah memerintah kepada semua malaikat untuk
sujud kepada Adam. Saya tidak tahu bagaimana kisah ini bisa muncul dalam Al-Qur'an
sebagai Firman Allah. Kisah ini juga tidak ada sababun nuzulnya (sebab turunnya ayat). Jika
kita telusuri dalam Alkitab, tidak akan ditemukan malaikat sujud kepada Adam. Tapi dalam
Al-Qur'an jelas Allah memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepada Adam. Kata sujud
di ayat ini bukan kiasan, tapi benar sujud. Semua ayat yang berkaitan dengan perintah Allah
untuk sujud kepada Adam menggunakan kata sebenarnya, tidak bisa dikiaskan, atau sujud
dalam pengertian lain. Sungguh hal ini amat fatal, bertentangan dengan Tauhid.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau? Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui (QS 2:30).

Jika kita mengikui tauhid murni, saya akan setuju dengan Iblis. Siapapun tidak boleh sujud
kepada Adam karena dia manusia. Kita hanya sujud kepada Allah. Ini sangat bertentangan
dengan Alkitab.

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian
Kami katakan kepada para malaikat: Bersujudlah kamu kepada Adam, maka merekapun
bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: Apakah
yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis Saya
lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah
(QS 7:11-12). Iblis menyombongkan diri sehingga dia tidak akan pernah masuk surga.

Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka
sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-
orang yang kafir (QS. 2: 34).

Tapi pada ayat yang lain akan kita temukan betapa kontradiksinya kisah Iblis itu karena ALlah
hanya menyuruh untuk menyembah Allah semata. Muhammad pernah bersabda, "Kalau saja
manusia boleh sujud kepada manusia, aku perintahkan kepada wanita untuk sujud kepada
suaminya." Allah dalam Islam koq tidak sepintar Muhammad? Pengertian sujud lebih spesifik
dan total daripada sekedar kata sembah. Sujud berarti tunduk sampai kepala di tanah.

----------------
Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku
akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, Hadits ini hasan. Diriwayatkan pula
oleh Abu Dawud dan lafadznya:




sumber: HR. At-Tirmidzi no. 1159 dan Ibnu Majah no. 1853, kata Al-Imam Al-Albani t dalam
Shahih Sunan At-Tirmidzi, Hasan Shahih.

niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan
kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.5
Dalam Al-Musnad dari Anas z bahwasanya Nabi n bersabda:























sumber: HR. Abu Dawud no. 2140, dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Sunan Abi
Dawud.
Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya
pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan
istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat
yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut
suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri
menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan
hak suaminya.
sumber: HR. Ahmad (3/159), dishahihkan Al-Haitsami (4/9), Al-Mundziri (3/55), dan Abu
Nuaim dalam Ad-Dalail (137). Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad (10/513), cet. Darul
Hadits, Al-Qahirah.

Dalam Al-Musnad dan Sunan Ibni Majah, dari Aisyah x dari Nabi n, beliau bersabda:


Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain
niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya. Seandainya seorang
suami memerintahkan istrinya untuk pindah dari gunung merah menuju gunung hitam dan
dari gunung hitam menuju gunung merah maka si istri harus melakukannya.
sumber: HR. Ahmad (6/76) dan Ibnu Majah no. 1852, didhaifkan Al-Imam Al-Albani t dalam
Dhaif Sunan Ibni Majah.
------------

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di
antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka
sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia" (QS 17:23). Dan
juga ayat "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah
Aku saja" (QS 29:56). "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah
sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari
kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?" (QS 46:5).

Dalam agama mana saja tidak pernah Tuhan memerintahkan makhluk menyembah kepada
makhluk. Tidak pernah Tuhan membuat perintah untuk sujud kepada ciptaanNya. Terlebih lagi
ada perintah khusus kepada semua makhluk untuk hanya sujud kepada Allah saja.

"Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang
melata di bumi dan para malaikat, sedang mereka tidak menyombongkan diri" (QS 16:49). Ayat
yang memerintahkan malaikat sujud kepada Adam bertentangan secara diametral dengan sifat
Allah yang Esa, Kudus, dan Suci. Allah memerintahkan hanya kepada Dialah para makhluk
bersujud, termasuk malaikat juga harus sujud hanya kepada Allah.

Dosen tafsir saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Dia diam seribu bahasa. Saya memang
mahasiswa yang kritis. Skripsi saya berjudul Kedudukan Wanita Menurut Islam dan Kristen.
Karena pendapat saya tidak sesuai dengan ajaran Muhammadiyah, skripsi itu harus dikoreksi
total. Saya tidak mau koreksi. Saya tetap dengan pendapat saya. Tidak lulus juga tidak apa.
Sebulan saya biarkan saja , tapi akhirnya dosen saya menyerah dan saya pun lulus. Karena jika
tidak lulus, maka biaya studi harus ditanggung Muhammadiyah satu tahun lagi, dan
pengabdian saja juga tertunda.

Perintah Allah untuk sujud kepada Adam adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Al-
Qur'an dalam menjaga Tauhid. Apakah mungkin karena terlalu banyak topik pembahasan
sehingga Muhammad tidak menguasai apa y ang telah diturunkan kepadanya? Terlebih lagi,
masalah sujud kepada Adam ini tidak selaras dengan Alkitab. Tidak masuk akal.

Kedua: Mencium Hajaral Aswad

Tidak ada ulama Islam yang mampu memberikan jawaban memuaskan kalau ditanya: kenapa
orang Islam kalau naik haji harus mencium batu hitam? Semua Muslim sewaktu thawaf
berlomba-lomba untuk mencium batu hitam itu.

Dalam Islam, ritual atas nama Allah ada hubungannya dengan pemujaan berhala yang telah
berjalan sebelum Muhammad. Praktek menyembah berhala hijrah sekali setahun di Ka'bah,
puasa Ramadhan, lari keliling Ka'bah 7 kali, mencium batu hitam, mencukur rambut,
menyembelih kambing, lari antara bukit Safa dan Marwa, sholat 5 waktu menghadap Ka'bah,
semuanya diikuti secara ketat oleh Muslim. Semua ibadah haji sudah dipraktekkan oleh orang
Arab purba.

Ibadah semacam ini tidak dikenal dalam agama Yahudi dan Kristen. Semua bentuk ibadah
dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen sudah mapan gerakan, bacaan, dan waktunya sejak
ribuan tahun sebelumnya. Karena itu tidak perlu ada nabi baru dan ajaran baru. Setelah
Perjanjian Baru ada, tidak diperlukan lagi syariat yang baru.

Mencium batu hitam adalah salah satu amal yang merusak kemurnian Tauhid. Ini adalah syirik
yang amat buruk. Tidak ada bentuk ibadah dalam kepercayaan Yahudi dan Kristen yang
mencium batu hitam.

Hal ini dilakukan hanya karena ingin mengikuti perbuatan Muhammad mencium batu itu, lain
tidak. Umar bin Khattab berkata, "Kalau bukan karena Muhammad mencium batu hitam, saya
tidak akan mencium kamu." Ini adalah ucapan Umar yang sangat terkenal.

Sewaktu masih SMA di Bima, saya mempunyai seorang guru Kemuhammadiyaan bernama
Abdul Qadir. Beliau mengatakan bahwa jika seseorang mempunyai cincin batu dan lalu
beranggapan batu itu memiliki khasiat, maka itu adalah perbuatan syirik. Bagaimana dengan
Muhammad? Muhammad tidak bisa mengendalikan ajarannya sendiri.

Mencium hajaral aswad adalah ittiba' rasul atau mengikuti rasul. Umar bin Khattab juga tidak
bisa menjawab mengapa harus mencium batu hitam. Tapi jika hal ini ditanyakan kepada ulama
Islam zaman sekarang, maka mereka pasti mempunyai jawaban yang 'masuk akal.' Bahasa
dalam Alkitab itu indah dan mudah dimengerti, tidak kaku seperti idiom yang dipakai dalam
Al-Qur'an. Jika ada pertanyaan dalam memahami Al-Qur'an maka semua harus tunggu
jawaban dari kiai. Tidak begitu dengan Alkitab yang bisa dimengerti langsung oleh orang
awam. Hal ini karena ada Roh Kudus yang menuntun umatnya untuk mengerti. Bahasa Alkitab
itu sederhana, praktis, dan mudah dimengerti. Kalau ada kata sujud kepadamu, maka kata ini
berarti takluk atau tunduk dan tidak perlu sujud sampai jidah kita menghitam atau kapalan.
Hal ini karena kegiatan menyembah dilakukan dalam roh dan kebenaran dan bukan
menyembah Allah dalam bentuk kegiatan fisik. Syamsul Arifin Nababan begitu rajinnya
bersholat sampai dahinya menjadi hitam. Allah itu adalah ROH, maka harus disembah dalam
roh dan kebenaran.

Sebelum Islam datang, terdapat 360 berhala yang menjadi sesembahan kaum Quraish di sekitar
Ka'bah. Hajaral Aswad adalah salah satu berhala yang dipuja sebelum jaman Islam. Tahun ke-9
Hijriyah, Muhammad mampu kembali ke Mekkah sebagai pemimpin baru. Dia lalu
menghancurkan semua berhala, akan tetapi Hajaral Aswad, batu hitam yang terletak di pojok
Ka'bah, selamat dan tidak dihancurkan.

Nama Allah tidak disebut saat Al-Qur'an pertama kali turun. Surat pertama yakni Al-Alaq tidak
mengenal nama Allah, dan hanya disebutkan Rabb adalah Tuhan. Setelah surat pertama turun,
Waraqah bin Naufal meninggal dan wahyu berhenti untuk sementara. Baru setelah itu nama
Allah muncul dan dikenal dalam ayat selanjutnya.

Siapakah sebenarnya Allah SWT? Bagaimanakah sejarahnya? Kita berhutang budi pada
arkeolog Nabatean, naskah autoratif Ibrani Perjanjian Lama dan sejarawan Arab. Ba'al adalah
dewa sesembahan bangsa Moab.

Dalam perjalanan ke Suriah, Khuza'ah dan Jurhum meminta penduduk Moab untuk
memberikan salah satu patung dewa sesembahan mereka. Maka bangas itu memberikan
patung Hubal yang lalu diletakkan di dalam Ka'bah. Keterangan tentang Ba'al bisa kita baca
dalam Hakim 10:6 sebagai berikut: "Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata
TUHAN; mereka beribadah kepada para Baal dan para Asytoret, kepada para allah orang
Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon dan para allah
orang Filistin, tetapi TUHAN ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah."

Hakim 2:11 menyatakan "Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan
mereka beribadah kepada para Baal." Lalu ayat 13 : "Demikianlah mereka meninggalkan
TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret." Hakim 3:7 menyatakan "Orang Israel
melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan
beribadah kepada para Baal dan para Asyera."

Selanjutnya Hakim 6:25 menyatakan "Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya:
"Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur
tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang
di dekatnya."
Hubal adalah nama Arab untuk Ba'al.

Ka'bah adalah tempat persemayan Hubal, dewa Arab purba tertinggi dan sesembahan utama
masyarakat Quraish. Menurut legenda, sekembalinya Qusayy dari perjalanan ke Syria, ia
membawa tiga dewi sesembahan ke Hijaz (Mekkah) yaitu Al-Lat, Al-Uzza, Al-Manat, juga
memahkotai dewa Hubal dalam Ka'bah.

Hubal adalah dewa sesembahan penduduk Mekah yang ditempatkan di dalam Ka'bah.

Khuza'ah dan Jurhum membawa Ba'al sekembalinya mereka dari Syria dan memahkotainya di
Ka'bah sebagai dewa utama Mekkah. (Martin Lings, hal. 5).

Ba'a dalam dialek Arab adalah Hubal atau Huwa Baal yang artinya adalah Dia Baal.

Allah SWT, Evolusi Akhir

Muhammad menghancurkan pemujaan bagi Al-Lat, Al-Uzza, dan Al-Manat, namun berhenti
menyerang sekte pemuja Hubal. Ahli sejarah Islam Julius Wellhausen menduga bahwa Hubal
adalah tak lain daripada Allah, dewa masyarakat Mekah.

Dewi Al-Lat diasosiasikan dengan matahari. Ritual Islam lari dari Arafat ke Muzdalifah dan
dari Muzdalifah ke Mina harus selesai setelah matahari terbenam dan sebelum terbit. Ini
diinstruksikan oleh Muhammad, seperti ritual Arab Jahiliyah sebelum Islam. Pemujaan bulan
juga dilakukan dengan nama Hilal (= bulan baru), atau bulan sabit, clurit kata orang Madura,
Qamar (= bulan purnama).

Islam meminjam nama Allah dari suku Arab purba. Nama ini bervariasi di kalangan berbagai
suku Nabatean. Pada akhirnya nama itu diaplikasikan kepada satu sesembahan yang adalah
'satunya' dan 'yang utama'.

Konsep Allah sebagai terminologi Arab untuk Tuhan yang Maha Tinggi sudah familiar dalam
masyarakat Arab di masa Muhammad. Yang dilakukan Muhammad adalah memberikan
makna baru untuk membersihkannya dari atribut politheisme (H.A.R. Gibb, Mohammedanism:
An Historical Survey, hal. 5). Jadi Allah sudah ada sebelum Islam. Allah sudah dikenal jauh
sebelum Muhammad. Ayahnya Muhammad bernama Abdullah ( Abdullah) yang
berarti Hamba Allah atau Budak Allah.

Pemerintah Malaysia melarang orang Kristen menggunakan nama Allah dalam ibadah mereka.
Sekarang juga di Indonesia sudah ada sinyal untuk melarang umat Kristen memakai nama
Allah. Hal ini karena orang Islam menganggap Allah adalah Tuhannya mereka saja. Syirik
hukumnya jika menduakan Allah dengan dewa lain. Mengapa Pemerintah ikut campur?
Terserah orang mau memberi nama siapa yang disembahnya!
Pada musim haji wada' di kala thawaf Muhammad mencium batu hitam di pojok Ka'bah. Guru
tauhid saya mengajarkan bahwa punya cincin dan menganggapya berkhasiat atau berpamor
bagi pemakainya saja sudah termasuk syirik, apalagi mencium Hajaral Aswad. Apakah
mencium Hajaral Aswad bukan syirik?

Ketiga: Percaya Muhammad Naik Buraq

Dalam kisah Isra' dan Mi'raj, Muhammad naik buraq dari masjidil Haram di Mekah ke masjidil
Aqsha di Palestina. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Sya'ban, tahun 12 Kenabian. Buraq
adalah kendaraan kuda berkepala perempuan yang amat cantik.

Mengapa kendaraan kuda itu berkepala wanita yang cantik? Jawabannya adalah karena
Muhammad menyukai wanita, bahkan hidupnya dikelilingi oleh istri yang cantik dan molek.
Muhammad hanya menikah dengan wanita tua yaitu Khadijah, janda usia 40 tahun. Setelah
Khadijah meninggal, Muhammad menikah dengan janda muda. Aisyah adalah satunya
istrinya yang perawan. Dia dinikahi Muhammad sewaktu berusia 6 tahun dan ditiduri saat usia
9 tahun, kira kelas 2 SD.

Percaya kepada cerita kuda berkepala wanita adalah bentuk lain dari syirik kepada Allah.
Cerita takhayul ini bertentangan dengan ajaran Tauhid. Tauhid adalah satu ajaran utama yang
dijaga sejak awal Islam. Tapi mengapa Muhammad menceritakan dia naik kendaraan kuda
berkepala perempuan?

Semua ulama sepakat akan kebenaran kisah buraq yakni kuda berkepala wanita yang
dikendarai Muhammad bersama Jibril dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Tidak ada pertentangan
pendapat akan hal ini. Yang dipertentangkan hanyalah bilamana buraq digambarkan. Kaum
Muslimin pasti menuduh orang Yahudilah yang membuat gambar itu. Muslim selalu saja
menuduh bahwa kaum Yahudi dan Nasrani membenci kaum Muslimin dan ini merupakan
alasan klasik.

Dahulu di rumah orang Islam selalu dipasang gambar buraq Nabi Muhammad. Tapi sekarang
mereka malu hati untuk menjual atau memasang gambar buraq di rumah mereka.

Keempat: Jin Menerima Wahyu

Hal yang aneh dalam Al-Qur'an adalah bahwa jin menerima wahyu dari Allah bahwa golongan
jin juga memiliki rasul dan nabi. Tidak ada kisah dalam Alkitab bahwa bangsa jin, setan,
kuntilanak mendapatkan wahyu. Jin dan sebangsanya adalah musuh Allah. Dalam kitab
Taurat, Zabur, dan Injil tidak pernah ditemukan satu ayatpun tentang jin menerima wahyu.

Mari kita baca ayatnya: "Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-
rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi
peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: Kami menjadi
saksi atas diri kami sendiri, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi
atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir" (QS 6:130).

Jika saudara pernah membaca Alkitab, maka bisa dipastikan bahwa saudara tidak akan pernah
menemukan ada Firman Allah yang dipercayakan kepada jin. Orang Yahudi dan Kristen
bukanlah orang naif yang bisa percaya begitu saja pada sebuah kitab suci yang berkompromi
dengan bangsa jin.

Diceritakan dalam Al-Qur'an bahwa ketika Muhammad berdiri untuk sholat, "Dan bahwasanya
tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja
jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya" (QS 72:19). Jika jin ada yang beriman kepada
Allah, mengapa mereka hanya mengerumuni saja? Mengapa tidak ikut sholat berjemaah
dengan Muhammad?

Ketika Muhammad membaca Al-Qur'an, serombongan jin datang kepadanya. "Dan ketika Kami
hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka
menghadiri pembacaan lalu mereka berkata: Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).
Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
Mereka berkata: Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab yang telah
diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin
kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang
menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-
dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih" (QS 46:29-31). Alkitab mengatakan
bahwa bangsa jin tidak akan diampuni dosanya.

Jin tahu bahwa dia pasti diseret ke jahannam, dan itu tidak perlu dijelaskan Al-Qur'an lagi.
"Dan mereka adakan nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui
bahwa mereka benar-benar akan diseret" (QS 37:159).

Dari zaman Adam sampai zaman Yahya, baru Muhammad sajalah Nabi yang bercerita bahwa
jin menerima wahyu. Apakah Allah lupa dengan segala yang difirmankanNya kepada nabi
yang terdahulu? Bahkan dalam Al-Qur'an, surat ke 71 dinamakan Al-Jin. Percaya bahwa Jin
menerima wahyu adalah kebodohan iman.
Bab Enam
Perang dan Kasih

Tidak ada agama yang memerintahkan berperang. Agama Yahudi juga tidak memerintahkan
berperang. Apalagi agama Kristen jelas tidak memerintahkan berperang, karena tidak ada satu
ayat pun dalam Injil yang membolehkan peperangan. Kalau ada orang Kristen berperang, itu
pasti bukan perintah Yesus tapi perintah hawa nafsu mereka saja. Tidak ada ayat dalam
Perjanjian Baru yang mengijinkan terjadinya peperangan antara Protestan dan Katholik
beberapa abad yang lalu. Memang ada ayat yang lebih sadis dalam Perjanjian Lama untuk
membunuh bahkan segala ternak juga mesti ditumpas. Okelah, memang ada ayat teror dalam
Perjanjian Lama, tapi siapakah yang melakukan eksekusi terhadap ayat itu? Orang Yahudi?
Orang Kristen? Orang Islam? Atau siapa?

Akan tetapi dalam Islam, Allah memberi ijin untuk menumpas orang karena mereka adalah
seburuk-buruknya binatang. "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi
Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman" (QS 8:55). Orang kafir
harus dibunuh di manapun mereka berada. "Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-
Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya ..." (QS 3:152). Orang
Yahudi banyak yang mati dibunuh pada hari itu. "Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab
yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia
memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian
yang lain kamu tawan" (QS 33:26). Bahkan Nabi tidak boleh mempunyai tawanan dalam
peperangan sampai lawan dilumpuhkan.

"Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan
musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah
menghendaki akhirat. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS 8:67). Ayat ini
menyebut bahwa seorang nabi harus memusnahkan semua musuhnya. Tidak ada ampun bagi
orang Yahudi dan Nasrani di sekitar Madinah untuk tidak dimusnahkan.

Perjanjian Baru menghentikan semua nafsu manusia untuk saling membunuh. TELAH
SELESAI. "Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup
di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan
matanya" (1 Yohanes 2:11). "Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang
pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki
hidup yang kekal di dalam dirinya" (1 Yohanes 3:15). Adakah ayat DAMAI seperti yang
diperintahkan oleh Yesus Kristus?

Seluruh perintah apa saja yang berkaitan dengan membunuh dalam Perjanjian Lama oleh
Tuhan telah dihentikan dengan ayat damai: "Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu:
"Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-
Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat f hari ini, tidak akan kamu lihat
lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja"
(Keluaran 14:13,14).
Tuhanlah yang berperang untuk Israel. Itulah sebabnya walaupun dikeroyok oleh semua
bangsa Arab dan dikelilingi oleh musuh yang besar, orang Israel tetap menang. Ada 22 negara
Arab, berbahasa Arab, beragama Islam, tapi mereka tidak bisa bersatu dalam menghadapi satu
negara Yahudi. Mengapa? Karena itulah penggenapan nubuatan Alkitab, bahwa mereka adalah
turunan 'keledai liar.' "Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab
TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. Seorang laki-laki yang lakunya
seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan
tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang
semua saudaranya" (Kejadian 16:11-12).

Israel tidak bisa dihapuskan oleh kekuatan apapun karena negara Israel sudah dinubuatkan
oleh Alkitab bahwa bangsa Israel akan dikumpulkan lagi setelah diserakkan ke segala penjuru
bumi. "Tetapi kamu akan Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus
pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat tandus dan kota-kotamu akan
menjadi reruntuhan" (Imamat 26:33). Bangsa Israel dikumpulkan kembali oleh Allah dan pada
tahun 1948 berdirilah negara Israel. "maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu
dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke
mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-orang yang terhalau dari
padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau
kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau. TUHAN, Allahmu, akan membawa
engkau masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyangmu, dan engkaupun akan
memilikinya pula. Ia akan berbuat baik kepadamu dan membuat engkau banyak melebihi
nenek moyangmu" (Ulangan 30:3-5). Berdirinya Israel di tahun 1948 adalah penggenapan
nubuat Alkitab.

Kristen adalah Kasih, ajaran kasih harus disebarkan dengan kasih. Yesus Kristus tidak pernah
membawa pedang. Jangankan membawa pedang, pisau dapur saja tidak pernah dibawa Yesus
untuk menakut-nakuti orang agar mengikuti Dia. Yesus Kristus tidak pernah memerintahkan
berperang. Syamsul Arifin Nababan mengutip Injil bahwa Yesus tidak membawa damai, tapi
pedang. Memang tertulis begitu dalam Matius 10:34, "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku
datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai,
melainkan pedang." Syamsul Arifin Nababan tidak membaca ayat selanjutnya karena
kacamatanya jatuh. Mestinya dia melanjutkan ayat berikutnya, "Sebab Aku datang untuk
memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu
mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa
atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya
laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku" (Matius 10:35-37).
Kesalahan kutip semacam ini bukan hanya dilakukan oleh Syamsul Arifin Nababan saja, tapi
semua kaum Muslim yang bernafsu merusak Kristen juga melakukan kesalahan yang sama.
Ayat di atas menggunakan gaya bahasa tingkat tinggi. Semua kaum Muslim menggunakan ayat
ini untuk bela diri semata.
Maksud ayat ini bukan berarti Yesus membawa pedang, tapi siapapun yang menerima Yesus
sebagai Tuhan dan Juru Selamat akan dimusuhi oleh keluarga sendiri. Itulah maksudnya
Ustadz H. Syamsul Arifin Nababan.

Hal itulah yang saya alami setelah masuk Kristen di mana saya dimusuhi oleh teman, saudara,
dan keluarga. Ipar sangat benci dengan saya, mereka mengancam akan memutilasi saya kalau
ketemu. Saya baru saja tiba di kampung kelahiran, langsung datang kepala desa, Pimpinan
Muhammadiyah, polisi yang mencegah saya untk menginap di kampung ini karena massa FPI
sudah siap akan membunuh saya.

Yesus Kristus tidak pernah membawa pedang, tapi Muhammad melakukan 27 kali peperangan.
Dia menjadi panglima perang dari ratusan kali ekspedisi yang dikirimnya. Waktu itu ada lima
suku Yahudi yang tinggal di Madinah, namun semuanya dimusnahkan dengan berbagai alasan
yang terlalu dibesarkan. Itu sebabnya Israel sampai hari ini sangat benci dengan Arab karena
dendam sejarah masa lampau.

Bagaimana bisa menghentikan terorisme? Selalu saja ada ayat Al-Qur'an yang bisa dibaca untuk
mendukung mereka melakukan ancaman kepada orang yang berbeda keyakinan. "Dan
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-
kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan
orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa
saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan
kamu tidak akan dianiaya" (QS 8:60). Ada ayat yang dapat kita lihat


turhibuuna bihi aduwwullah wa aduwwukum yang artinya adalah: kamu menggetarkan
musuh Allah dan musuhmu. Kata turhibuun adalah bentuk kata kerja mudlori' yang artinya
adalah menteror. Irhabiyuun artinya adalah kaum teroris. Tapi dalam terjemahan Al-Qur'an
Departemen Agama, kata ini diperhalus menjadi menggetarkan.

Islam tidak bisa dipisahkan dari perang karena kita sucinya mengobarkan semangat untuk itu.
Bahkan Allah sendiri yang mewajibkan jihad fi sabilillah.

Islam berkembang dalam serangan pertama selama 100 tahun awal dan menaklukkan Timur
Tengah, Afrika Utara, Spanyol, Persia, dan sebagian Asia Tengah. Serangan gelombang kedua
terjadi bersamaan dengan invasi bangsa Mongol dan akhirnya banyak dari bangsa ini yang
masuk Islam sebagai agama yang membenarkan penyerbuan mereka. Di tahun 1453, Turki
Ottoman menaklukkan Konstantinopel dan membuka jalan untuk memperluas wilayah dan
kekuasaan. Di tahun 1973, harga minyak naik dan seluruh dunia Islam mendapat untung dari
krisis ini. Kaum Muslim menyebar dan tinggal di negara yang penduduknya mayoritas
Kristen. Banyak orang Kristen yang pindah keyakinan. Mereka terjamin oleh hukum dan
demokrasi beragama, demokrasi berusaha, demokrasi beribadah. Hal ini sama dengan orang
Islam yang tinggal di Manado, Kalimanta, Medan, atau Nias. Walau hanya tiga keluarga saja,
mereka dengan gampang bisa membangun mesjid. Tapi kalau di Jawa? Di tanah Sunda? Di
Bogor? Di Bekasi? Jakarta? 2000 gereja ditutup oleh kelompok berjubah!
Beberapa orang Muslim mengatakan bahwa Islam adalah agama yang toleran dan Islam adalah
agama yang cinta damai. Dalam Al-Qur'an dikatakan bahwa orang yang paling dekat
persaudaraan dengan orang Islam adalah orang Kristen (QW 5:82). Memang ayat tersebut ada
dalam Al-Qur'an untuk mengajak hidup damai dengan seksama, cinta damai, tidak ada
paksaan dalam agama.
laa ikraa ha fid din artinya: tidak ada paksaan dalam
agama (QS 2:256). Tapi ayat ini dipakai ketika Muhammad dan pengikutnya masih minoritas,
ketika baru hijrah ke Madinah. Kalau sudah jadi mayoritas, maka lain ceritanya.

"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang
pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi
kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS 9:39)

Bahkan berperang sudah dijanjikan pahala dan keuntungan dalam Taurat dan Injil.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh
atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al
Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang
besar" (QS 9:111).

Ayat Al-Qur'an ini menyebutkan bahwa Injil membenarkan berperang. Mereka membunuh
atau terbunuh. Saya asuransikan bahwa tidak ada satu ayat pun dalam Injil yang berkata
seperti itu. Apakah Allah lupa dengan isi kitab Injil? Bagaimana mungkin Al-Qur'a mengatakan
bahwa Injil juga memberi pahala bagi orang yang berperang di jalan Allah?

Justru sebaliknya, Yesus memerintahkan Petrus untuk memasukkan pedang ke dalam


sarungnya, karena Petrus memotong telinga kanan Malkhus, hamba Imam Besar. Kata Yesus
kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan
Bapa kepada-Ku?" (Yohanes 18:11) betapa indahnya kata ini.

Saya belum pernah membaca ada perintah berperang dalam Injil. Sewaktu Yesus ditangkap
oleh serombongan orang yang membawa pedang dan pentungan, semacam FPI zaman itu,
dikisahkan: "Kata Yesus kepada mereka: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang
lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku ada
di tengah-tengah kamu mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi
haruslah digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci" (Markus 14:48-49).

Mengapa Yahudi Menang Perang?

1. Siapa yang mengutuk Israel, terkutuklah ia. Jangankan memerangi Israel, mengutuk mereka
saja sudah terkutuk apalagi kalau berperang dengan mereka. Inilah Firman Tuhan yang tidak
diketahui oleh kaum Muslimin yang suka mengutuk Israel. Bahkan bangsa Indonesia ikut
mengutuk Israel. Dan akan terjadi penggenapan firman ini pada setiap Muslim yang
menyerang Israel. "Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud
kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu.
Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah
ia" (Kejadian 27:29).

2. Yang berperang adalah Tuhan. Bangsa yang tidak percaya berperang dengan kekuatan
sendiri, yaitu kekuatan manusia. Tapi yang berperang untuk Israel adalah Tuhan sendiri. Ia
berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-
temurun" (Keluaran 17:16). Sejak proklamasi kemerdekaan Israel pada tanggal 14 Mei, 1948,
Israel dikeroyok 22 bangsa Ismael, berbahasa Arab, beragama Islam, tapi selalu menang. Israel
seorang diri saja, tapi tetap bertahan dan malahan bertambah kuat. "Sesungguhnya Aku
membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi
pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung" (Zakaria 12:2).
Kaum Ismael terus menyerang. "Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi
batu untuk diangkat bagi segala bangsa" (Zakaria 12:3). Bahkan seluruh dunia menyerang
Israel. Tuhan berjanji bahwa Yerusalem akan dibuat menjadi batu untuk diangkut seluruh
bangsa. "Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan
berkumpul melawannya" (Zakaria 12:3). "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku
akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda,
Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta" (Zakaria
12:4). Pemimpin bangsa Ismael telah dibuat Allah menjadi gila. Seharusnya mereka memerangi
Israel tapi mereka malahan berantem antara sesama mereka. Mesir melawan Libya, Iran
memusuhi Irak, Yordania melawan Syria, Arab Saudi melawan Iran. Sekarang muncul lagi ISIS,
yang merupakan metamorfosa baru dari mimpi membangun kejayaan Islam sebagai imperium
dunia setelah runtuhnya Turki Utsmani di tahun 1924. "Jikalau bukan TUHAN yang memihak
kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-
hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan kita,
dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air
yang meluap-luap itu. Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi
gigi mereka! Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus,
dan kitapun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit
dan bumi" (Mazmur 124:2-8).

3. Bangsa pilihan Tuhan. Al-Qur'an mendukung bahwa Israel adalah bangsa pilihan. "Dan
ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yaqub yang mempunyai perbuatan-
perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan
mereka dengan akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan kepada negeri akhirat. Dan
sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling
baik" (QS 28:45-47). Meskipun Al-Qur'an berkata seperti itu, tetap saja bangsa Arab
bermusuhan dengan Israel sebagai manusia pilihan. Apalagi Alkitab lebih jelas lagi
menempatkan Israel sebagai pilihan Tuhan sejak awal. "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi
TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas
muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya" (Ulangan 7:6). "Kamulah anak-anak
TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di
atas dahimu karena kematian seseorang" (Ulangan 14:1).
4. Israel adalah Hamba Tuhan. "Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah
Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung
bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau
hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; janganlah takut, sebab Aku
menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan
akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang
membawa kemenangan. Sesungguhnya, semua orang yang bangkit amarahnya terhadap
engkau akan mendapat malu dan kena noda; orang-orang yang membantah engkau akan
seperti tidak ada dan akan binasa; engkau akan mencari orang-orang yang berkelahi dengan
engkau, tetapi tidak akan menemui mereka; orang-orang yang berperang melawan engkau
akan seperti tidak ada dan hampa. Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan
kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." Janganlah
takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah
firman TUHAN, dan yang menebus m engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel" (Yesaya
41:8-14).

5. Tidak ada yang sama dengan Israel. "Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama
dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan
pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan
berjejak di bukit-bukit mereka" (Ulangan 33:29).

Bukti tampak pada lima kali perang dengan bangsa Arab, di mana Israel selalu menang.

1. Perang Kemerdekaan, November 1947- Juli, 1949


2. Perang Sinai, Oktober, 1956
3. Perang Enam Hari, 5 - 10 Juni, 1967
4. Perang Lawan Mesir dan Sekutunya, 1969-1970
5. Perang Yom Kippur, 6 - 25 Oktober, 1973

Mengapa Arab Selalu Kalah?

Ini adalah nubuatan Alkitab tentang Arab dan keturunan Ismael, yaitu Kedar. Semua nubuatan
Alkitab pasti berlaku sampai kapanpun. "Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi
kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku
mengabarkannya kepadamu" (Yesaya 42:9) "Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan
kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk
Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!" (Yesaya 42:11).

Bangsa Arab selalu kalah karena:

1. Perilaku mereka seperti keledai liar. Keledai adalah contoh binatang yang tidak melihat ke
depan hingga suka menabrak sana dan sini, berpandangan sempit, suka berantem dengan
saudara sendiri. "Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu;
tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di
tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya" (Kejadian 16:12). Apa yang
dikatakan dalam ayat ini adalah gambaran umum bangsa Arab dan Alkitab tidak pernah salah
dalam menubuatkan sesuatu. Mereka seperti keledai liar, suka melawan tiap orang, orang lain
melawan Arab, dan di tempat kediamannya melawan saudaranya sendiri.

2. Orang Kedar membenci perdamaian. "Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang
asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar! Cukup lama aku tinggal
bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian. Aku ini suka perdamaian,
tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang" (Mazmur 120:5-7). Bangsa
Arab itu sukanya berperang, maka lambang dan bendera mereka selalu pedang bersilang. Atau
kalau tidak, lambang bulan sabit, atau clurit.

3. Orang Kedar adalah tukang Zina. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Arab suka
berzina. Walaupun dia taat beragama, tapi hal berzina jalan terus. Ini satu nubuatan Alkitab
tentang keturunan itu. Allah menegur Israel dengan mengumpamakan mereka seperti
persundalan orang Arab. "Layangkanlah matamu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di
manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di pinggir jalan-jalan engkau duduk menantikan
kekasih, seperti seorang Arab di padang gurun. Engkau telah mencemarkan negeri dengan
zinahmu dan dengan kejahatanmu" (Yeremia 3:2). "Ia berahi kepada kawan-kawannya
bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda"(Yehezkiel
23:20). Roh zina sangat menguasai bangsa Arab. TKW yang dikirim ke Arab Saudi, sering
diperkosa. Bulan lalu ada 234 TKW yang sedang menanti hukuman pancung karena
membunuh tuannya. Siang kerja dengan tuan putri, malam diperkosa tuan putra. Kalau kita ke
Puncak atau Cipanas, banyak sekali kaum Kedar yang mencari wanita pribumi untuk kawin
kontrak atau nikah mut'ah selama sebulan atau dua bulan lalu ditinggal kembali ke Arab. Oleh
karena itu, kalau ada orang Islam masuk Kristen, pendeta harus mendoakan doa pelepasan dan
melayaninya untuk memutuskan Roh Zina. Hal ini penting karena akan percuma dia masuk
Kristen kalau roh lama masih ada dalam dirinya. Roh Zina sangat menguasai keturunan Ismael,
yaitu kaum Muslimin.

4. Tidak mendapatkan hak dan tidak akan tinggal di Yerusalem. "Aku menjawab mereka,
kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya,
telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di
Yerusalem!" (Nehemia 2:20). "Tidak lagi akan kaulihat bangsa yang biadab itu, bangsa yang
logatnya samar, sehingga tidak dapat dipahami, yang bahasanya gagap, sehingga tiada yang
mengerti. Pandanglah Sion, kota pertemuan raya kita! Matamu akan melihat Yerusalem, tempat
kediaman yang aman, kemah yang tidak berpindah-pindah, yang patoknya tidak dicabut untuk
seterusnya, dan semua talinya tidak akan putus. Di situ kita akan melihat betapa mulia TUHAN
kita: seperti tempat yang penuh sungai dan aliran yang lebar; perahu dayung tidak melaluinya,
dan kapal besar tidak menyeberanginya. Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang
memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita. Tali-talimu
sudah kendor, tidak dapat mengikat teguh tiang layar di tempatnya, tidak dapat
membentangkan layar. Pada waktu itu orang akan membagi-bagi rampasan banyak-banyak,
dan orang-orang lumpuh akan menjarah jarahan. Tidak seorangpun yang tinggal di situ akan
berkata: "Aku sakit," dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya" (Yesaya 33:19-24).
YERUSALEM BARU.

5. Tidak boleh hidup di hadapan Tuhan. "Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya
Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" (Kejadian 17:18). "Abraham memberikan segala
harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-
gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu ia
hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur" (Kejadian
25:5-6). Itu sebabnya, orang Islam harus masuk Kristen supaya berkenaan hidupnya di hadapan
Tuhan, agar disebut turunan Abraham. "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu
juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah" (Galatia 3:29).

6. Tidak semua anak Abraham adalah Turunan Abraham. "dan juga tidak semua yang
terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan
disebut keturunanmu" (Roma 9:7). "Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah
yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku
akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk
keturunannya" (Kejadian 17:19).

Haleluyah!
Bab Tujuh
Kontradiksi dalam Al-Qur'an

Terlalu banyak kontradiksi dalam Al-Qur'an yang saya temukan, sehingga bukan salah saya
kalau saya pindah ke dalam ajaran Kristen. Secara keseluruhan ada sekitar 200 kejanggalan,
baik dalam sejarah, geografi, doktrin, kisah yang saling bertentangan.

Ada beberapa ayat yang menyejukkan hati sebagai ayat toleransi. Misalnya, "Tidak ada paksaan
untuk agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu
barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia
telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS 2:256).

Lalu ayat berikut: "Kemudian jika mereka mendebat kamu, maka katakanlah: Aku
menyerahkan diriku kepada Allah dan orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah
kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: Apakah
kamu masuk Islam. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat
petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan. Dan
Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya" (QS 3:20).

Kenyataan yang sebenarnya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dengan ayat
tersebut. Seperti yang sudah saya kutip dalam buku Saddam Husain, perbedaannya sangat
mengerikan. Bacalah ayat di bawah ini.

"Hai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap
keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang
seburuk-buruknya" (QS 9:73).

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu
menjadi sama. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong, hingga
mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di
mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka
menjadi pelindung, dan jangan menjadi penolong" (QS 4:89).

Setiap ayat yang keras boleh digunakan sesuai kondisi zaman itu. Dan setiap orang boleh
menafsirkan Al-Qur'an untuk kepentingannya. Malahan dalam haditsnya, Muhammad
memerintahkan untuk menumpas orang kafir yang harus dikaitkan dengan menjunjung dirinya
sama dengan Allah. Aku diperintahkan untuk memerangi orang sampai mereka mengatakan,
Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Hari Penghakiman

Ibn Abbas mengatakan bahwa kontradiksi hari penghakiman dalam Al-Qur'an bahwa hanya
Allah yang tahu. "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu" (QS
3:5)

Ayat ini mengatakan bahwa masa penghakiman adalah 1000 tahun. Keterangan ini
bertentangan dengan ayat berikut yang mengatakan bahwa masa penghakiman adalah 50.000
tahun. "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang
kadarnya limapuluh ribu tahun" (QS 70:4).

Di satu sisi Al-Qur'an menggunakan istilah Hapus-Menghapuskan, tapi di sisi lain kontradiksi
ayat Al-Qur'an dijelaskan sebagai Hanya Allah yang Tahu. Jelaslah kedua penjelasan ini
bertentangan sekali tapi Ibn Abbas malah menyuruh orang bertanya kepada Allah. Betapa
mudahnya orang Islam berkelit dari kekacauan ayat yang bertolak-belakang. Padahal jawaban
sederhana adalah yang seperti tuduhan yang dilakukan oleh orang Islam kepada orang Kristen:
KITABMU PALSU! Allah pasti tahu. Manusia lebih tahu lagi. Saya malah berusaha sampai
tahu!

1. "Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab diantara mereka pada hari
itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya" (QA 23:101) Ayat ini mengatakan bahwa kalau
sangkakala sudah ditiup, maka tidak ada hubungan pertalian antara manusia. Tapi keterangan
ini bertentangan dengan ayat: "Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang
lain berbantah-batahan" (QS 32:27).

2. "Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam
enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya
seorang penolong pun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak
memperhatikan?" (QS 32:4). Keterangan ini bertentangan dengan: "Katakanlah: "Sesungguhnya
patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu
bagiNya? Demikian itu adalah Rabb semesta alam" (QS 41:9).

3 "... maka kawinilah wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu
takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja. Ayat ini memperbolehkan Muslim
beristri dua, tiga, empat, asalkan bisa berlaku adil kepada beberapa orang istri. Tapi di ayat
yang lain dinyatakan bahwa tidak mungkin bisa berlaku adil kepada istri poligami kita. Bahkan
Muhammad sendiri tidak dapat berlakuk adil. "Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku
adil diantara istri-istri, walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah
kamu terlalu cenderung, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung ... " (QS 4:129).
Bagaimana ayat ini bisa diterapkan? Anda bingung? Apalagi saya, yang lebih bingung.

4. Dalam QS 90:1 dinyatakan bahwa Muhammad mengatakan ia tidak bersumpah dengan kota
ini, yakni Mekkah. "Aku tidak bersumpah dengan kota ini". Akan tetapi ayat ini bertentangan
dengan ayat berikutnya: "Demi Tin dan Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi konta ini yang
aman" (QS 95:1-3)

Mungkinkan nabi Tuhan bersumpah dengan benda yang lebih hina daripada dirinya? Atau
mengapa Allah bersumpah dengan buah Tin dan Zaytun? Di mana pun, sumpah haruslah
ditegakkan di atas otoritas yang tertinggi daripada orang yang bersumpah. Mengapa? Karena
otoritas tertinggi itu berwenang untuk menjadi saksi sumpah kita itu. Anda sebagai manusia
tidak mungkin bersumpah demi Anjing! Demi kutu busuk!

Lagipula sungguh mustahil bahwa Tuhan perlu bersumpah demi ciptaanNya sendiri. Ia tidak
perlu bersumpah. Tapi semua sumpah Allah dalam Al-Qur'an menggunakan ciptaanNya
sendiri. Kalau pun Allah bersumpah, maka dia tentu bersumpah demi diriNya sendiri. Sumpah
yang dilakukan Allah di Al-Qur'an hanyalah wahyu akal-akalan saja. Banyak teman yang
meninggalkan Islam karena Al-Qur'an hanya berisi "sumpah serapah buatan manusia".

Alkitab berkata: "Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu
menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhir segala bantahan" (Ibrani 6:16).

"Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya
sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi daripadaNya" (Ibrani 6:13).

Ada lagi ayat yang tidak sesuai dengan pengetahuan modern karena menyatakan matahari
adalah titik edar alam semesta. Al-Qur'an mengatakan bahwa matahari berlari pada
peredarannya. Sedangkan ilmu pengetahuan membuktikan bahwa matahari itu diam di
tempatnya, tidak punya garis edar.

"Dan matahari berlari di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui."

Ayat ini muncul karena orang Arab hanya melihat bayangan matahari. Pagi di Timur, sore di
Barat. Karena itulah matahari dikatakan berlari. Oleh Departemen Agama RI, kata berlari
diterjemahkan sebagai BERJALAN. wasyamsu tajrii limus tawarril lahaa, yang artinya adalah:
matahari berlari di tempat edarnya. Kata tajrii berarti lari. Kata ini berasal dari jara = yajri yang
artinya adalah berlari.

Al-Qur'an mengatakan bahwa matahari terbenam dalam lumpur hitam. "Hingga apabila dia
telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang
berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain,
kamu boleh menyksa atau boelh berbuat kebaikan terhadap mereka" (QS 18:86).
Bab Delapan
Mustahil Kristen Bisa Menjawab

Ada sebelas pertanyaan yang disayembarakan oleh Insan Mokoginta kepada orang Kristen. Jika
ada orang Kristen yang bisa menjawabnya, maka akan diberi hadiah Rp. 10 juta untuk setiap
pertanyaan. Jika mampu menjawab sepuluh pertanyaan, maka akan dikasih lagi hadiah mobil
BMW terbaru seri 320i. Inilah bentuk provokasi Insan Mokoginta setelah masuk Islam.

Kaum Muslimin yang membaca buku Insan Mokoginta akan terpesona, lalu berdecak kagum.
Akan tetapi isi buku itu sebenarnya tidak mendalam dan tidak berdampak karena tidak
berbobot. Semua tulisannya hanya sampah. Sebelas pertanyaan Insan Mokoginta juga sudah
dijawab secara terbuka oleh Pendeta Joshua Tewuh lewat radio Pelita Kasih. Semua pertanyaan
itu dikutip dari buku Ahmad Deedat. Insan Mokoginta tidak tahu ayat Alkitab lain yang juga
tidak dibaca oleh Ahmad Deedat. Begitulah cara Tuhan mempermalukan dirinya.

Berikut adalah contoh caranya membahas ayat Alkitab: "... Dia (Muhammad) tampak bersinar
dari pegunungan Para (di Arab) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus
(mengacu pada saat penaklukkan Mekkah oleh Muhammad)" (Ulangan 33:2). Ini adalah
pendapat Ahmad Deedat. Betapa begonya Ahmad Deedat sehingga bisa mengatakan bahwa
pegunungan Paran itu terletak di Arab. Paran itu berada di Semenanjung Sinai, dan jelas tidak
mungkin terletak di Mekkah atau sekitar Mekkah. Penakluk Mekkah itu bukan orang kudus
karena mereka adalah pembantai manusia lain. Istilah orang kudus dalam terminologi Alkitab
adalah orang yang bersih tangan, hati, dan pikirannya. Mereka hanya mengurus kegiatan
ibadah.

Perlu diingat bahwa semua tulisan dalam kurung adalah imajinasi Ahmad Deedat sendiri yang
tidak ada dalam Alkitab. Tambahan kata dalam kurung ini merupakan satu usaha yang amat
licik dan keji. Dia bukan saja berbohong tapi juga berhasil membuat perangkap kemacetan
berpikir umat Islam dalam kebohongannya itu. Hal yang sama dilakukan juga oleh Insan
Mokoginta dan kawannya.

Mungkin juga ada beberapa orang Kristen yang kagum dan bahkan ada yang ikut masuk Islam
karena membaca bukunya. Tapi saya langsung mengerti betapa pemahaman theologi Insan
Mokoginta, Syamsul Arifin Nababan, atau pendeta Yudi Maulana masih rendah. Logika mereka
bagaikan logika anak SD. Inilah jawaban saya bagi pertanyaan provokatif Insan Mokoginta:

1. Mana pengakuan Yesus di Alkitab bahwa dia beragama Kristen?


Yesus tidak membawa agama Kristen. Yesus bukan tokoh agama. Yesus tidak mendirikan
agama. Yesus juga tidak mendirikan agama Yahudi, Islam, Hindu. Misinya adalah
menunjukkan jalan agar masuk surga yang selama ini terputus karena dosa umat manusia sejak
Adam, Abraham, sampai kepada kesudahan hidup umat manusia. Yesus Kristus membangun
jalan ke surga melalui diriNya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun
yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6). Yesus Kristus juga tidak
ada agamanya. Tapi orang Islam mengatakan bahwa Yesus beragama Islam. Betapa anehnya
pernyataan ini karena Yesus sudah ada terlebih dahulu sebelum Islam itu ada. Jadi pertanyaan
ini jelas salah.

Yesus datang untuk menyempurnakan Hukum Taurat. Tidak ada keselamatan dan tidak ada
jaminan masuk surga kecuali lewat Yesus. "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga
selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan
kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). Sebaliknya,
tidak ada jaminan masuk surga karena ikut Muhammad sebab Muhammad sendiri tidak tahu
bagaimana nasibnya. "Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan
aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak terhadapmu. Aku tidak
lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang
pemberi peringatan yang menjelaskan" (QS 46:9). Ayat ini menunjukkan bahwa Muhammad
tidak tahu apakah dia masuk surga atau tidak. "Berkatalah Muhammad: Demi Allah aku hanya
mengharapkan kebaikan, Demi Allah, biarpun aku seorang utusan Allah, aku tidak mengetahui
apa yang diperbuat terhadapku" (Hadis Shohih Bukhari II/650).

Kalau Nabi Muhammad saja tidak tahu bagaimana nasibnya, bagaimana dengan nasib
umatnya? Bagaimana dengan saya? Saya hanyalah pengikut Nabi dari Arab, dan saya hanya
orang Indonesia! Bagaimana nasib saya setelah selama 40 tahun menjadi orang Islam? Karena
itulah saya banting haluan dan segera pindah dari Islam lalu ikut Yesus. Mengapa ikut Yesus
walaupun Yesus tidak beragama? Ya, memang Yesus tidak membawa agama Kristen. Lalu
Kristen itu apa? Kristen itu berasal dari kata CHRIST-IN atau IN-CHRIST, yang artinya adalah
DI DALAM YESUS atau yang ada dalam setiap orang yang percaya adalah Dia, yaitu Yesus
Kristus, sang Mesias yang telah dijanjikan. Jika begitu, mengapa Kartu Penduduk semua orang
Kristen menyatakan beragama Kristen. Itu dilakukan supaya sama dengan penduduk Indonesia
yang lain. Istilah agama itu bersumber dari Islam karena Islam adalah agama. Semua agama
adalah ciptaan manusia. Semua ibadah agama adalah buatan dan rekayasa manusia.

Insan Mokoginta mengatakan bahwa Paulus dan Barnabaslah yang memberi nama Kristen
kepada murid Yesus. Ini bohong besar! Paulus dan Barnabas dijuluki orang lain sebagai
Kristen, dan julukan ini diterapkan bagi semua pengikut Yesus. Nama KRISTEN semula adalah
ejekan tapi akhirnya julukan itu menjadikan umat pengikut Yesus merasa bangga dan senang.
"Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu
mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah,
bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang
dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah
bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan
jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid
itu untuk pertama kalinya disebut Kristen" (Kisah Para Rasul 11:23-26). Pantas saja dia masuk
Islam, karena pa Moko tidak tahu Alkitab. Di Islam dia tidak tahu Al-Qur'an, di Kristen dia
tidak membaca Alkitab. Lebay memang.

Saya bangga disebut Kristen, dan saya memperkenalkan diri sebagai orang Kristen tulen. Saya
tidak pindah agama, tapi pindah dari gelap menuju terang, dari ketidakpastian menjadi
kepastian masuk surga yang sudah disiapkan Yesus bagi saya. Saya pindah dari ajaran Nabi
Arab kepada ajaran Nabi Yerusalem. Jadi jawaban bagi pertanyaan di atas adalah: TIDAK
ADA!

2. Mana ajaran Yesus ketika Dia berumur 13 sampai 29 tahun?


Ada masa total 17 tahun dalam kehidupan Yesus yang tidak dikisahkan. Seorang anak Yahudi
usia 12 tahun sudah harus hafal Taurat, atau minimal 10 perintah Tuhan. Hal ini sama dengan
saya yang pada usia 12 tahun sudah khatam Al-Qur'an. Selanjutnya saya tidak dikenal lagi
karena berguru kepada seorang Kiai, sampai selesai kuliah. Lalu saya mengajar, khotbah di
mesjid dan menulis di koran dan majalah. Dari usia 13 sampai 29 tahun, Yesus tidak mengajar
karena semua sudah ada waktunya. Tatkala mengadakan mukjizat di perkawinan Kana,
ibuNya mendesak agar mengubah air menjadi anggur. Yesus menjawab, belum waktunya, Ibu.

Tidak ada ajaran Yesus selama 17 tahun. Selama tiga tahun pelayananNya saja sudah setebal
Perjanjian Baru, apalagi kalau sampai 17 tahun mengajar. Untuk memahami ajaran Yesus
selama 3 tahun saja Insan Mokoginta tidak mampu sehingga murtad meninggalkan Yesus,
apalagi ditambah sampai tujuhbelas tahun. Membaca ajaran tiga tahun saja tidak bisa dilakukan
Insan Mokoginta, apalagi ajaran tujuhbelas tahun. Bisa klenger kamu, Pak Ustadz. Ada yang
bilang bahwa di usia tersebut Yesus pergi ke India dan keliling Asia. Itu sah saja. Yang jelas,
setiap anak Yahudi yang telah menyelesaikan upacara barmisweh pasti berguru kepada
seorang ulama, nabi atau imam. Selama kanak, Yesus tinggal bersama orangtuaNya. Yusuf dan
Maria adalah pasangan yang cinta Tuhan dan taat perintahNya. Yesus selalu dibawa dalam
perayaan hari besar, upacara tahunan ke Yerusalem. Kemanapun mereka merantau, mereka
tetap ke Yerusalem untuk ziarah atau mengikuti upacara kebaktian Yahudi. Maria adalah salah
satu wanita memenuhi kualifikasi suci dan murni. Dia sangat mencintai Tuhan dan
menerungkan Taurat siang dan malam. Yusuf adalah tukang kayu terkenal, mebel yang
dibuatnya berkualitas. Sebagai anak Yusuf, pastilah Yesus membantu dan ikut bekerja bersama
orangtuaNya. Sampai tiba waktu Yesus untuk melayani. Hal ini memang berbeda dengan
sejarah hidup Muhammad yang memang lengkap. Dari lahir sampai meninggal, ada tertulis
semua. Contohnya, bagaimana Muhammad menerima wahyu, bagaimana Muhammad
menikah dengan Aisyah (6 tahun) dan menidurinya sebagai suami istri saat Aisyah berusia 9
tahun atau kira baru kelas 2 SD, bagaimana dia menikah dengan Zainab, menantunya sendiri,
tanpa wali dan saksi. Juga bagaimana dia menikah pada musim haji yang diharamkan menikah.
Juga bagaimana dia membunuh warga bani Quraidzah dan mengusir suku Yahudi yang
menertawakan kenabiannya, hingga sampai hari ini tdiak ada seorang Yahudi pun tinggal di
Saudi. Sebaliknya, banyak orang Arab di Betlehem, Yerusalem, Palestina. Manakah teladan
Muhammad dari usia 12 tahun sampai 39 tahun? Dari masa sebelum kenabiannya, tidak ada
yang bisa diambil teladannya. Setelah menjadi Nabi saja juga tidak bisa diambil teladannya. Ini
adalah pertanyaan yang mengada-ada.

3. Mana ayat yang menunjukkan ucapan Yesus: Akulah Allahmu, Tuhanmu, maka
sembahlah Aku saja.
Pertanyaan ini lagi memperlihatkan bahwa si pemurtad ini bodohnya dobel, maka wajarlah
mengapa dia menjadi Muslim. Ada orang keren yang tampak berwibawa, tapi ketika dia buka
mulut, malah menunjukkan kebodohannya. Si pendengar kagum sekali karena dia pun sama
bodoh. Dalam masyarakat Kristen pun juga banyak orang yang sama seperti Insan Mokoginta.
Mereka mengaku sebagai Hamba Tuhan tapi tidak membaca Alkitab. Ada pendeta yang juga
ikutan dengan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengaku bahwa Dia adalah Allah. Jika
pendeta sampai berkata begitu, maka dia itu sama bodohnya dengan Mokoginta. Coba baca
baik Yohanes 13:13 yang menyatakan: "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu
tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Ayat tersebut adalah pengakuan terus terang
dari Yesus bahwa diriNya adalah Tuhan. Lalu pada ayat 14 dinyatakan: "Jadi jikalau Aku
membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling
membasuh kakimu."

Insan Mokoginta telah memperbodoh orang Islam yang tidak pernah membaca Alkitab,
sehingga latah mengikuti buku si pembohong. Jika ingin menanyakan dalil bahwa Yesus
adalah Allah, maka dalilnya banyak sekali. Salah satu contohnya adalah kisah Thomas yang
awalnya tidak percaya bahwa Yesus benar sudah bangkit dari kematian. Dia berkata: "Sebelum
saya melihat dengan mata kepala sendiri dan mencucukkan jariku ke tanganNya yang
berlubang paku dan lambungNya bekas tombak tentara Romawi, aku takkan percaya." Tetapi
Yesus lalu muncul di dalam rumah yang terkunci, tempat di mana muridNya berkumpul.
Yesus berkata kepada Thomas: "Cucukkanlah jarimu ke tangan dan lambungKu." Thomas tidak
melakukannya. Mengapa Thomas tidak mau mencucukkan jarinya? Seketika itu juga Thomas
sujud menyembah serta memberikan konvensi (pengakuan kepercayaan = syahadat) dengan
berkata: "Ya Tuhan dan Allahku!" Yesus tidak menolak penyembahan Thomas dan
meneguhkan dengan mengatakan: "karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.
Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Apakah dalil ini bukan bukti kalau Yesus itu Tuhan? Mana uang hadiahnya, eh orang murtad?
Apakah ini bukan bukti? Yesus adalah manusia paling jujur, tanpa dosa. Segala perkataan dan
perbuatan yang keluar dariNya adalah suci, adalah Firman yang memerdekakan. Jadi Yesus
adalah Allah atau Bapa itu sendiri. Dengan kata lain, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes
10:30). Bahkan Al-Qur'an juga mengatakan bahwa ia suci. "Ia berkata: "Sesungguhnya aku ini
hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki yang suci" (QS
19:19).

4. Mana dalil Firman Allah dalam Alkitab yang menyatakan Akulah yang mewahyukan
Alkitab, Aku pula yang menjaganya?
Pertanyaan ini muncul karena ada ayat dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Kami-lah yang
menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar memeliharanya" (QS 15:9). Kita yakin
dan percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, Allah pula yang mewahyukanNya. Hai Insan
Mokoginta, inilah jaminan Yesus sebagai Allah yang mengatakan: "Karena Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, saut iota atau satu titik
pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (Matius 5:18).

Ada banyak ayat Al-Qur'an yang saling bertentangan. Inikah jaminan Allah yang memelihara
Al-Qur'an? Wakut debat dengan saya, mengapa tidak menanggapi makalah saya? Kalau
pertanyaan ini diajukan kepada orang Kristen, ya jelas tidak ada ayat seperti itu. Kalau saya
bertanya kepada orang Islam: manakah ayat Alkitab yang mengatakan Abraham dibakar
dengan api? Jelas keterangan itu tidak ada dalam Alkitab, karena tidak ada sejarah dunia yang
mengatakan Abraham dibakar dengan api. Demikian juga tidak ada kisah Abraham dibakar
dengan api dalam Alkitab. Ini sungguh cerita aneh. Atau inikah Al-Qur'an sebagai mukjizat
Allah?

Kalau orang Islam membaca Alkitab lalu membandingkannya dengan Al-Qur'an, maka orang
itu akan segera bisa menarik kesimpulan bahwa Al-Qur'an itu bukanlah Firman Allah, tapi
adalah perkataan Muhammad. Firman Allah yang diilhamkan itu tertulis / Logos diterima nabi
dan rasul Tuhan. Tuhan juga memberikan dengan pengertian, pewahyuan, atau penyingkapan.
Firman yang tertulis menjadi lengkap dengan pengertiannya, atau istilahnya adalah Rhema.
Tida ada Rhema tanpa Logos. Jadi dari Logos menjadi Rhema. Kalau ada orang yang berkata,
oh saya mendapat Rhema tapi tidak ada ayat yang tertulis dalam Alkitab, maka itu pernyataan
itu disebut sebagai Rhema dari orang murtad. Atau Rhema dari makhluk gaib. Alkitab berkata,
"Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci" (Lukas 24:25). Hanya
Tuhan yang dapat membuka pikiran seseorang sehingga memperoleh Rhema. "Sebab sekalipun
mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur
kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia dan hati mereka yang bodoh menjadi
gelap" (Roma 1:21).

Insan Mokoginta selalu sholat, tapi pikirannya tumpul. "Tetapi pikiran mereka telah menjadi
tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika
mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat
menyingkapkannya" (2 Korintus 3:14). Bahkan sampai hari ini, kedegilan hati mereka seperti
awan gelap di atas langit hidupnya. Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak
mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Matius 22:29). Syarat bagi Insan Mokoginta adalah
tobat dan berbalik. "Tetapi apabila hati seorang berbalik pada Tuhan, maka selubung itu
diambil dari padanya" (2 Korintus 3:16).

Musa menuliskan semua Firman yang keluar dari mulut Allah. "Tetapi apabila Musa masuk
menghadap TUHAN untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkanyalah selubung itu sampai ia
keluar; dan apabila ia keluar dikatakanyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan
kepadanya" (Keluaran 34:28). Banyak ayat di mana Tuhan sendiri yang menyuruh menulis.
"Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada
loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya" (Habakuk 2:2). Alkitab ditulis pada loh-
loh batu, sementara waktu pengumpulan Al-Qur'an banyak ayat yang hilang dan tidak
lengkap. Muhammad sendiri buta huruf, hanya bisa mendikte lalu penulis wahyu menulisnya.
Muhammad tidak bisa mengontrol semuanya.

5. Mana perintah Yesus maupun Tuhan dalam Alkitab untuk beribadah pada hari Minggu?
Pertanyaan ini keliru. Mestinya pertanyaannya berbunyi: mana perintah mengkuduskan hari
Minggu? Tapi perintah Alkitab adalah mengkuduskan hari Sabat. Orang Yahudi juga menuduh
orang Kristen melanggar perintah Tuhan.

Hari Minggu adalah hari yang ditetapkan Tuhan untuk beribadah. Sejak kapan? Sejak
kebangkitan Yesus di hari Pertama atau Yaumul Ahad atau hari Minggu. Ini adalah hari yang
diperingati orang Kristen sebagai hari kemenangan dari maut. "Ia telah bangkit mengalahkan
maut." Dan ini berarti Yesus adalah Mesias yang dijanjikan sebagai Juru Selamat. Dialah Allah
yang datang dalam rupa manusia. "Dan pagi-pagi benar pada hari Pertama Minggu itu, setelah
matahari terbit, pergila mereka ke kubur". Kata Pertama Minggu itu dalam Alkitab berbahasa
Arab adalah wathala'a fajrul ahad - setelah semburat fajar Ahad, setelah matahari terbit. Dalam
bahasa Indonesia, hari Ahad adalah hari Minggu. Setelah Yesus bangkit pagi di hari pertama
Minggu itu, Ia mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Jadi setelah
kebangkitan Yesus pada hari Pertama, hari Ahad, hari Minggu, mulai dari saat itulah dibangun
tradisi oleh muridnya untuk berkumpul, berdoa, bersekutu, dan beribadah kepada Tuhan.

Hari Sabat adalah hari ke tujuh. Tetapi Yesus belum tampil pada hari Sabat karena saat itu Dia
masih berada dalam dunia orang mati. Pilar utama keKristenan adalah kebangkitan Yesus, dan
bukan kelahiranNya. Orang Kristen tidak percaya kepada Yesus yang mati dan tidak bangkit
lagi. Semua pendiri agama mati dan tidak bangkit lagi. Budha Gautama mati dan tidak bangkit.
Muhammad juga mati dan sampai sekarang tidak pernah bangkit. "Dan kesejahteraan semoga
dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku
dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33). Jadi Yesus memang bangkit. Yohanes 20:19-22
menyatakan: "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu, berkumpullah
murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut
kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah
mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia
menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita
ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama
seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah
berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: terimalah Roh Kudus."

Yesus dahulu sering masuk Bait Allah milik orang Yahudi dan menginjili di situ. Setelah
bangkit, Yesus selalu datang kepada muridNya. Setelah itu, para murid tidak bergabung lagi
dengan orang Yahudi yang telah membunuh Yesus dan membenci mereka. Ini sama halnya
seperti orang Kristen tidak mungkin meminjam mesjid untuk ibadah hari Pertama, karena
orang Islam membenci orang Kristen. "Delapan hari kemudian murid-murid berada kembali
dalam rumah yang terkunci dan Yesus berada bersama mereka lagi meskipun pintu terkunci.
Sebelum ibadah dimulai, Yesus berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah
tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau
tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
(Yohanes 20:26-28). (?)

6. Mana dalilnya di dalam Alkitab bahwa Yesus itu 100% Tuhan dan 100% manusia?
Banyak ayatnya dalam Alkitab, dari Perjanjian Lama, apalagi dalam Perjanjian Baru. "Sebab
seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang
pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah
yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" (Yesaya 9:5, 3:16). Mana lagi dalinya? "Dan
sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa
manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat,
diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam
dunia, diangkat dalam kemuliaan" (1 Timotius 3:16). Keterangan keadaan Yesus sebagai Roh
dan hakekat Allah adalah Roh dinyatakan sebagai: "Roh Tuhan ada pada-Ku" (Lukas 4:18). Ia
menyatakan diriNya dalam 100% rupa manusia di Filipi 2:6-8 yang menyatakan: "yang
walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik
yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil
rupa seorang hamba, menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia
telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Apakah ada lagi dalilnya? "Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah
mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di
dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup
yang kekal." (?) Masih banyak lagi dalilnya. "Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai
selamanya, Amin" (Roma 9:5). "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan
dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu" (Yohanes 13:14).

Terlebih lagi dalam Al-Qur'an yang menyatakan Isa Almasih sebagai yang terkemuka di dunia
dan akhirat (QS 3:45). Mengapa bukan Muhammad yang terkemuka di dunia dan akhirat?
Hadis Muslim no. 127 menyatakan: Isa adalah hakim yang adil. Mengapa bukan Muhammad
yang menjadi hakim? Muslim bisa berkata: "Tapi angka 100% tidak ditulis, Pak." Saya juga bisa
balik bertanya: mana dalilnya dalam Al-Qur'an bahwa Muhammad itu 100% Nabi? Adakah
nabi lain yang menyaksikan kenabiannya? Tidak ada! Insan Mokoginta itu bersikap terlalu
sensasional.

7. Mana dalilnya asal percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin masuk
surga?
Banyak sekali dalilnya. Orang Kristen hanya mengikuti apa yang dikatakan Alkitab. "Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai HIDUP YANG KEKAL"
(Yohanes 6:47). Mana lagi dalilnya?

"Dan Aku memberikan HIDUP YANG KEKAL kepada mereka dan mereka pasti tidak akan
binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku"
(Yohanes 10:28). Kata 'tidak akan binasa' artinya adalah tidak akan masuk neraka.

"Lebih-lebih, karena KITA SEKARANG TELAH DIBENARKAN OLEH DARAH-NYA, KITA


PASTI AKAN DISELAMATKAN DARI MURKA ALLAH. Sebab jikalau kita, ketika masih
seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang
telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!" (Roma 5:9,10).

"Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah,
tahu, bahwa KAMU MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL" (1 Yohanes 5:13).

"Karena siapa yang percaya pada nama Anak Allah, yaitu Yesus, DIA MEMPUNYAI HIDUP
YANG KEKAL"
"Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan ENGKAU AKAN SELAMAT,
engkau dan seisi rumahmu" (Kisah Para Rasul 16:31).

Orang Islam itu manusia dalil yang selalu bertanya soal dalil. Sholat ada dalilnya tapi hampir
100% Muslim tidak sholat. Masjid dibangung di mana, tetapi sepi jemaat. Orang Kristen juga
begitu. Sudah ada dalilnya, tapi masih ada yang murtad. Kalau ada dalil Yesus merokok, maka
saya pasti merokok. Kalau anda percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi, pasti
anda masuk surga. Haleluyah!

8. Mana foto asli Yesus dan siapa yang memotretnya?


Jawabannya adalah tidak ada, Pak! Bapak tahu bahwa sewaktu di jaman Yesus belum ada
kamera. Mengapa bertanya siapa yang memotret? Lalu mengapa ada foto Yesus di kalender
atau majalah atau ada film tentang Yesus? Itu bukan potret Yesus. Itu adalah karya seni dari
orang yang kagum dengan kisah Yesus yang disampaikan oleh Alkitab, yang dikhotbahkan
oleh hamba Tuhan. Mereka melihat kebaikan Yesus, merasakan anugerahNya, sebagai karya
agung selama masih hidup di dunia. Orang sakit sembuh, orang tuli mendengar, orang lumpuh
berjalan, orang mati bangkit dan hidup kembali. Ini bukan mematikan orang hidup, Pak! Kalau
itu sih, bukan mukjizat tapi malahan bencana. Kalau mematikan orang hidup, saya juga bisa,
Pak!

Di negara Islam Syiah, wajah Muhammad dilukis. Wajah cucu Nabi yakin Hasan dan Husein
juga dilukis. Wajah wali songo juga ada. Kendaraan buraq yang ditunggangi Nabi sewaktu Isra'
Mi'raj juga ada gambarnya berupa seekor kuda berkepala wanita cantik. Bukankah cerita buraq
ini seperti sindiran bagi Al-Qur'an? "Dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang telah
diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu" (QS
16:24). Jadi semua gambar Yesus itu bukan foto aslinya, tapi hasil karya seni.

9. Mana dalilnya dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan mana
perintah untuk merayakan Natal?
Tidak ada masalah dengan Natal dan juga dengan tanggal 25 Desember, karena tidak ada
larangan Yesus untuk merayakan Natal. Seharusnya orang Islam seluruh dunia juga wajib
merayakan Natal karena hanya Yesus yang diceritakan kelahirannya dalam Al-Qur'an. "Dan
kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku
meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali" (QS 19:33). Tidak ada perintah
dalam Al-Qur'an dan Hadis untuk merayakan Maulud Nabi. Justru merayakan Maulud Nabi
merupakan perbuatan bid'ah, dan perbuatan bid'ah ancamannya adalah neraka. Muhammad
berkata: (?) (?) kullu bid'atin dlolalatin wa kullu dlolalatin fin nar, semua bid'ah adalah sesat, semua
yang sesat adalah neraka. Pertanyaan nomer 9 ini harus diarahkan pada diri Bapak sendiri
sebagai umat Islam. Sebelum Bapak bertanya, sudah saya jawab. Itulah sebabnya mengapa
orang Muhammadiyah di Indonesia tidak ada yang merayakan Maulud Nabi. Mereka
menganggap itu bid'ah.

Orang pengagum nama YAHWEH (Saksi Yehovah) tidak merayakan Natal. Bahkan ada juga
sebagian pendeta yang terseret dengan pertanyaan di atas sehingga tidak mau terlibat
merayakan Natal. Berhentilah menjadi orang bodoh, dan jangan terprovokasi dengan apapun
kata orang. Kristen bukan apa kata orang. Hal ini sederhana saja. Orang Kristen percaya bahwa
Yesus pernah lahir di bumi dan ini adalah moment yang tidak boleh disia-siakan untuk
memberitakan kabar tentang Yesus kepada dunia. Dan memang banyak sekali orang Islam
masuk Kristen karena acara Natal. Itulah sebabnya mengapa MUI mengharamkan orang Islam
mengikuti acara Natalan bersama, padahal kelahiran Yesus ditulis dalam Al-Qur'an. (?) (?)
wassalaamu ala yaumi wulidtu wa yauma amuutu wa yauma ab 'atsu hayya, yang artinya adalah:
"Kesejahteraanlah pada hari aku lahir, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku hidup
kembali" (?) (?) Kata wassalamu yang ditulis tebal itu diterjemahkan oleh Departemen Agama
sebagai Kesejahteraanlah, padahal seharusnya diterjemahkan sebagai ===
KESELAMATANLAH ===. Departemen Agama telah salah menerjemahkan, tapi mereka
tidak berani mengubah tulisan Arabnya karena banyak orang yang hafal Al-Qur'an.

Tanggal 25 Desember adalah kesepakatan ketua gereja sebagai keseragaman perayaan. Ada
yang bilang bahwa itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari. Yang benar saja! Siapa yang
memberitahu hari lahirnya Dewa Matahari? Itu hanya dongeng saja. Apakah memang
Mbahnya Dewa Matahari bilang kalau cucunya lahir di tanggal 25 Desember? Orang Kristen
tidak merayakan kelahiran Dewa Matahari. Banyak orang Kristen yang merayakan Natal mulai
dari bulan November sampai Februari. Yang terpenting dari semua ini bukanlah perayaan
Natalnya, tapi bahwa Yesus lahir dalam hidup seseorang. "Hari ini telah lahir bagimu Juru
Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas 2:11). Jadi yang terpenting adalah HARI
INI. Kapan Yesus lahir dalam hidup saya? 4 Maret 2006, itulah hari lahir saya. Itulah hari
Natalnya Yesus dalam umur saya, dalam hati saya. Kapankah hari Natal? HARI INI? Kapan?
HARI INI. (?) (?) wulida lakumul yauma fi madinati Dawuda mukhallisun huwal masiihur rabb,
artinya "Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas
2:11). Yesus LAHIR, MATI, dan BANGKIT (QS 19:33). Yang penting bukan Natalnya, bukan
mauludnya. Semua orang lahir dan mati, dan tidak bangkit. Muhammad lahir, mati, dan belum
bangkit. Tapi Yesus memiliki kuasa KEBANGKITAN.

10. Buktikan siapa yang hafal Alkitab walaupun satu surat saja di luar kepala.
Memang tidak ada yang hafal Alkitab dalam bahasa Indonesia walaupun satu surat yang
pendek. Tapi saya hafal ayat emas dalam Alkitab dalam bahasa Arab. Bahasa Arab gampang
dihafal, bahasa Ibrani juga gampang dihafalkan. Banyak orang Kristen Arab yang hafal Alkitab
di Mesir, Syria, Yordania, dan lain. Anak Israel selalu menghafal Taurat sejak kecil. Hal ini
sama dengan orang Islam yang menghafal Al-Qur'an dan surat pendek sejak masih balita.
Alkitab bukanlah mantra untuk dihafal. Banyak orang Islam yang menjadikan ayat Al-Qur'an
sebagai mantra. Sewaktu kecil saya dikasih mantra: Bismillah kali kote wawi ma nggoncu kuta tis
tiramu wali hak, Bareka laailahaa illal lah, bareka Muhammadar rasulullah." Mantra ini disebut
mantra sapu jagat yang digunakan untuk mengatasi penyakit apapun, akan tetapi orang yang
menderita sakit tetap saja sakit. Orang Kristen dipanggil bukan untuk menghafal ayat Alkitab,
tapi untuk mengerti ayat tersebut. Kami disuruh bersekutu dengan Firman Tuhan supaya kami
mengerti FirmanNya. Kami harus membaca Firman Tuhan agar bisa mengerti dan
menghayatinya siang dan malam. Dengan kerendahan hati, kami meminta kepada Tuhan agar
diberi pengertian, lalu minta dimampukan untuk melakukannya.
11. Mana bukti ucapan yang mengatakan bahwa ada tertulis bahwa Mesias harus
menderita dan bangkit dari orang mati pada hari yang ketiga?
Ini adalah pertanyaan bodoh yang terakhir. Insan Mokoginta hanya menjiplak saja pertanyaan
dari para pendahulunya yang sama tidak membaca Alkitab dengan baik. Walaupun
pertanyaan ini bodoh, tapi harus harus dijawab dengan cerdas. Yesus berkata bahwa seluruh
Perjanjian Lama, mulai dari Taurat Musa sampai kitab Maleakhi, berbicara tentang Mesias yang
dijanjikan. "Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-
Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku" (Yohanes 5:46). Kemudian dalam Mazmur 22:2
dinyatakan: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi
Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku." Ini adalah nubuatan tentang erangan Yesus di atas
kayu salib. Ayat itu bukan tentang Daud, tapi tentang erangan Mesias yang akan datang.

"Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya,
seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia
akan menamakan Dia Imanuel" (Yesaya 7:14). Dalam kitab para nabi, ada sekitar 300 ayat
nubuatan tentang Mesias lalu digenapi secara sempurna oleh seseorang bernama Yesus, dan itu
jauh dari kebetulan. Erangan Yesus di Mazmur 22:2 itu digenapi dalam Markus 15:34 yang
berbunyi: "Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama
sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Rentang
waktu antara Daud dengan Yesus adalah seribu tahun. Kejadian 3:15 berbunyi: "Aku akan
mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan
keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan
tumitnya." Ayat ini digenapi dalam Wahyu 12:17 yang berbunyi: "Maka marahlah naga itu
kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-
hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus." Lukas 24:26 menyatakan: "Bukankah Mesias
harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya?" Lukas 24:46
menyatakan: "Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan
bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga." Ada lagi keterangan dari Yesaya 53:3-5
yang berbunyi: "Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang
biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia
dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang
ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah,
dipukul dan ditindas Allah. Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia
diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." Kisah Para Rasul 3:18
menyatakan: "Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah
difirmankanNya dahulu dengan perantaraan nabi-nabiNya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-
Nya harus menderita." Kisah Para Rasul 17:3 menyatakan: "Ia menerangkannya kepada mereka
dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia
berkata: "Inilah Mesias, yaitu Kristus, yang kuberitakan kepadamu.""

Inilah jawaban untuk sebelas pertanyaan ustazd Insan Mokoginta. Pertanyaan ini harus dijawab
supaya jangan menjadi preseden buruk di belakang hari bahwa orang Kristen tidak mampu
menjawab. Jika tidak dijawab, maka orang seperti dia akan muncul di kemudian hari dengan
meminjam pertanyaan dia untuk ditembakkan kepada orang Kristen dan mengakibatkan orang
Kristen itu murtad dan lalu membuat pertanyaan lain yang mustahil bisa dijawab. Bagi Tuhan
tidak ada yang mustahil. Alkitab adalah Firman Tuhan. Jikalau orang membaca Alkitab
sehingga ingin menanyakan apa saja tentang isinya, maka jawabannya sebenarnya ada dalam
Alkitab itu. Insa Mokoginta adalah salah seorang Anti Kristus kondang yang harus diberi
pelajaran!

Banyak buku dan pertanyaan yang dibuat-buat oleh Insan Mokoginta yang tidak membaca
Alkitab secara tuntas. Kalau dia membaca seluruh Alkitab dan mengerti isinya, mustahil dia
bisa pindah agama. Rupanya dia dulu adalah pendeta urusan perut dan bahwa perut, sehingga
dia pindah agama.

Motivasi sebelas pertanyaan tendensius di atas hanya dikarang untuk sekedar menaikkan
namanya yang sudah mulai pudar karena tidak ada lagi yang mengundang dia ceramah atau
debat sehingga bukunya laku dijual. Dia tidak tahu bahwa pertanyaan itu adalah bumerang
bagi dirinya sendiri. Pertanyaan yang dia kira akan menghancurkan Kristen justru sebaliknya
menghantam dirinya sendiri. Orang Islam itu buta huruf akan Alkitab. Selain itu, para kiai
melarang mereka membaca Alkitab. Di lain pihak, orang Kristen juga buta huruf tentang Al-
Qur'an. Di kalangan Islam, Insan Mokoginta sangat terkenal karena logika dia yang sangat
canggih mempelesetkan Alkitab, padahal kenyataannya adalah NOL BESAR. Sebenarnya dia
itu menipu orang Islam, membohongi orang Kristen, sementara dia sendiri tidak sadar akan apa
yang dilakukannya. Memang mereka yang berpindah kepada agama baru merasa percaya
bahwa berita bohong itu baik. Mari kita baca dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya orang-orang
yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa
berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu . Tiap-tiap seseorang
dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang
mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang
besar" (QS 24:11). Berita bohong itu baik?

Haleluyah!
Bab Sembilan
Perkawinan-Perkawinan Muhammad

Perkawinan Muhammad adalah hal yang paling meragukan dari perihal kenabiannya, apalagi
jika dibandingkan dengan sejarah para nabi terdahulu. Bahkan jika dilihat dari syariat yang
ditetapkan oleh Islam sendiri, perkawinan Muhammad sangat kontroversial. Tapi Muhammad
mempunyai hak khusus sebagai Nabi. Ada ayat yang diturunkan di mana Allah melindungi
agar posisi Muhammad tetap eksis. Satu ayat yang sangat terkenal dalam memberikan
kekebalan hukum tersendiri kepada Muhammad adalah:

"Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu
berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu
peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan anak-anak perempuan dari
saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-
anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara
perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu'min yang
menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan
bagimu, bukan untuk semua orang mu'min. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang
Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki
supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang" (QS 33:50).

Kata yang saya tebalkan adalah hak khusus Nabi, dan bukan untuk mu'min yang lain. Jadi
ayat ini memberikan kekebalan yang hanya berlaku sekali saja karena Muhammad adalah Nabi
terakhir. Kasus Eyang Subur yang ketahuan mempunyai istri sembilan orang menjadi berita
nasional. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memerintahkannya untuk menceraikan lima istri,
sehingga tersisa empat, karena hanya Muhammad saja yang berhak untuk mempunyai istri
lebih dari empat. Dalam Al-Qur'an tertulis bahwa Muslim hanya boleh mempunyai empat istri
saja. Tentu saja istri yang diceraikan Eyang Subur menangis. MUI pura tidak tahu kalau Raja
Arab Saudi, Abdul Aziz mempunyai 12 istri dan 30 anak. Mengapa Eyang Subur yang hanya
mempunyai sembilan istri saja disuruh menceraikan lima orang istrinya? Mengapa Insan
Mokoginta tidak membela Eyang Subur?

Banyak kasus perkawinan Muhammad yang membuat Allah ikut campur tangan, mengurus
dan membelanya, meskipun hal itu bertentangan dengan hukum Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru, bahkan hukum dalam Al-Qur'an. Allah dalam Alkitab tidak pernah direpotkan
oleh nabiNya dengan urusan membela perkara seperti Allah dalam Al-Qur'an yang membela
Muhammad habisan. Ini merupakan hal yang sangat ironis yang bisa disimak jika Anda
membaca dengan teliti. Kaum Muslim lalu menjawab bahwa nabi Sulaiman mempunyai 1000
istri dan gundik. Salomo atau Sulaiman menurut Alkitab bukan Nabi tapi Raja. Pada waktu itu
belum ada larangan poligami. Al-Qur'an tidak tahu kategori, mana nabi, mana raja. Daud
adalah Raja. Ibrahim juga istrinya tiga, tapi orang Islam hanya tahu istri Ibrahim dua orang.
Orang Yahudi dan Nasrani menampik Al-Qur'an mentah, "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu
tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil,
dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang
diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada
kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih terhadap orang-orang kafir itu."

Dalam bab ini saya akan mengutip sembilan kasus perkawinan Muhammad untuk dikaji lewat
kacamata logika atau iman atau nurani. Muhammad menikah pertama kali sewaktu umur 25
tahun dengan Khadija binti Khuwalid. Khadija adalah seorang janda kaya raya bekas istri
seorang Kristen. Usia Khadija adalah 40 tahun.

1. Aisyah binti Abu Bakar Assidiq


Semua ahli sejarah Islam sepakat bahwa Muhammad langsung menikah setelah Khadija
meninggal. Mereka juga menyepakati bahwa Khaulah binti Hakim Al-Silmiya bertanya kepada
Muhammad: "Apakah engkau ingin menikahi seorang perawan atau janda?" Khaulah berkata
lagi: "Yang perawan adalah Aisyah dan yang bukan perawan adalah Saudah binti Zam'a;
ambillah siapapun yang engkau inginkan." Sang Nabi menjawab, "Saya akan menikahi
keduanya. Katakan kepada mereka." Khaulah melakukannya dengan baik. Muhammad
menikahi Aisyah pada umur 6 tahun dan tidur sebagai suami istri pada umur 9 tahun. Di
manakah ada aturan pada zaman ini seorang umur 52 tahun menikah dengan anak umur 6
tahun? Bagaimana dengan Syeikh Puji yang menikah dengan perawan umur 12 tahun di
Semarang? Bukankah dia meneladani Nabi? Kok malah dilarang dan dimasukkan penjara?
Aneh tapi nyata.

Ulama Muslim membenarkan perkawinan itu: "Allah menuntun dia dalam pernikahan itu."
Kita membutuhkan sebuah jawaban yang datang dari hati nurani dan kebenaran, dan bukan
dari fanatisme buta, rasa malu, ketakutan, atau harga diri sekalipun. Saudara saya yang
bernama Ali Al-Atas bersedia masuk Islam lagi kalau ada saudara Mulsim yang bersedia
memberikan anak perempuannya yang berumur 6 tahun untuk dinikahinya, seperti yang
disunnahkan oleh Muhammad. Sekarang dia ada di Bali setelah dibacok oleh teroris di Jakarta.

Di usianya yang 18 tahun, Aisyah menjadi janda. Nasibnya sangat mengenaskan karena dalam
usia semuda itu dia tidak boleh menikah lagi. Semua janda Muhammad dilarang menikah lagi.

2. Zainab binti Jahsy


Pernikahan keempat ini berbau mesum karena tanpa wali dan saksi sebagai syarat syahnya
sebuah pernikahan. Sebagaimana alasan ulama Muslimin, perkawinan ini adalah untuk
menguatkan pertalian dan kesukuan. Coba tanyakan kepada diri Anda sendiri adakah
hubungan perkawinan dengan kenabian?

Khadijah, istri pertama Muhammad, membeli seorang budak yang lalu dihadiahkan kepada
suaminya untuk melayaninya. Namun setelah mendapatkan panggilan kenabian, Muhammad
mengadopsi budak itu sebagai anak dan dia bersumpah di depan umum: "Dia mewarisiku, dan
aku mewarisinya." Setelah itu Zaid dikenal dengan nama Zaid bin Muhammad. Muhammad
lalu menikahkannya dengan Zainab binti Jahsy.

Suatu hari, Muhammad pergi mengunjungi Zaid. Ketika dia memasuki rumah Zaid, ternyata
Zaid sedang tidak ada di rumah. Muhammad melihat Zainab sedang setengah bugil di balik
tirai, namun dia takut untuk masuk. Sebelum pergi, ia berkata kepada Zainab: subhanal lah yaa
muqallibal quluub, terpujilah Allah yang menggoncangkan hati. Zainab senang dengan
kunjungan itu dan memberitahu suaminya. Zaid langsung menemui ayah angkatnya, dan
berkata: "Apakah engkau menginginkan aku menceraikannya untukmu?" Muhammad
menjawab: "Tahanlah terus istrimu dan bertaqwalah kepada Allah." Pada awalnya ini
merupakan sikap mulia ayahnya. Tapi lain di mulut, lain di hati. Sebagaimana yang ditulis oleh
sejarawan Islam bernama Az-Zamakhsayari: "Penampilan luar Muhammad berbeda dengan
yang ada di dalam hatinya." Karena sebenarnya Muhammad jatuh cinta pada Zainab, tapi dia
ragu untuk mengambil istri anak angkatnya. Tapi Allah malahan memarahi Muhammad yang
ragu untuk mengawini Zainab. Turunlah ayat, "Dan ketika kamu berkata kepada orang yang
Allah telah melimpahkan ni'mat kepadanya dan kamu telah memberi ni'mat kepadanya:
"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di
dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang
Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan
terhadap istrinya, Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang
mu'min untuk istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah
menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi."

Justru Allah yang menginginkan wanita itu untuk meninggalkan suaminya, meninggalkan
semua moralitas kesatriaan, agar Muhammad mendapatkannya. Mengapa Allah berubah
pikiran semudah itu? Penulis buku Hayatu Muhammad, Haikal, membantah cerita ini sebagai
rekayasa kaum missionaris dan peneliti Barat untuk menjatuhkan Islam dan Nabinya. Tapi Dr.
Bint Ashati berkata: "Orang-orang tersebut mengisahkan cerita ini sebelum dunia
mendengarkan Perang Salib, penginjilan, dan missionaris Barat. ... Mengapa kita harus
menyangkal bahwa sang Rasul adalah manusia yang melihat Zainab dan mengaguminya ...
Muhammad tidak pernah menyatakan dirinya sempurna, tanpa nafsu manusia." Kisah ini fakta
dan bukan rekayasa missionaris atau rekayasa saya atau penginjil. Zainab sendiri bercerita
tentang perkawinannya dengan Muhammad: "Setelah bercerai, langsung dan lihatlah, Rasul
Allah memasuki rumah saya saat saya sedang tidak berjilbab dan saya bertanya kepadanya,
"Apakah akan seperti ini tanpa wali dan saksi?" Dia menjawab kepada saya: "Allah adalah
walinya dan Jibril adalah saksinya." Jika ada pernikahan seperti ini, nikah apa namanya?

Akitab jawaban Muhammad ini, Zainab menyombongkan diri di depan istri Nabi yang lain.
Katanya, "Ayahmu yang memberikan kamu dalam pernikahan, namun untuk saya, Langitlah
yang memberikan saya dalam pernikahan dengan Rasul Allah." Al-Halabia mencatat dalam
bukunya, "Jika Muhammad bernafsu atas wanita yang sudah menikah, menjadi keharusan bagi
suaminya untuk menceraikannya baginya (Muhammad)." Sementara ada Nabi lain yang datang
sebelum Muhammad dengan kekudusanNya berkata: "Kamu telah mendengar firman: Jangan
berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta
menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Matius 5:27,28).

3. Safiyah binti Huyay


Safiyah adalah istri kepala suku Yahudi Khaibar. Di tahun 7 Hijriyah, Muhammad (60 tahun)
melakukan serangan terhadap Khaibar. Kaum Muslimin mendapat banyak rampasan, banyak
yang tewas, dan wanita Yahudi dijadikan tawanan. Safiyah, suaminya (Kinana) dan ayahnya
juga ditawan. Muhammad memerintahkan ayahnya dibunuh. Kinana akan dibebaskan jikalau
dia bersedia menunjukkan Kanzun yaitu tempat penyimpanan harta bawah tanah. Setelah dia
memberitahukan harta emas permata, Muhammad ingkar janji dan memerintahkan Kinana
dibunuh, lalu dia menikahi istrinya (Safiyah). Ummu Salamah memuji kecantikan Safiyah:
"Saya tidak pernah melihat dalam hidup saya wanita yang lebih cantik daripada Safiyah."
Ketika Muhammad menikahinya, Safiyah baru berumur 17 tahun, dan masih dalam bulan
pertama pernikahannya dengan Kinana. Tiga tahun kemudian, Safiyah menjadi janda untuk
keduakalinya. Tapi kali ini dia tidak diperbolehkan kawin lagi. Inikah model perkawinan yang
disunahkan Nabi? Apakah Muslim masih juga mengimani bahwa pernikahan ini bertujuan
memperkuat ikatan Islam dengan suku lain? Ataukah karena Nabi berbelas kasihan kepada
janda? Muhammad tidak pernah mewahyukan Firman Allah yang ini: "Janganlah mengingini
rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya
perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu." Ayat ini
adalah dari kitab Keluaran 20:17.

4. Juwairiyah binti Al-Haritsa


Juwairiyah berumur 20 tahun saat bertemu dengan Muhammad. Aisyah sebagai ibu para
mukmin berkata: "Ketika Rasul Allah membagi-bagikan tawanan dari Mustaliq, Juwairiyah
diberikan kepada Tsabit bin Qais. Aisyah cemburu berat dan berkata: "Tidak seorang pun yang
melihatnya yang tidak mengaguminya. Dia masih berusia duapuluh tahunan. Ketika saya
melihat dari pintu rumah saya, saya sangat benci. Karena saya yakin Rasul Allah melihat dalam
dirinya, apa yang saya lihat dari kecantikannya."

5. Ummu Salamah
Ummu Salamah adalah wanita cantik yang dikawini Muhammad. Lagi Aisyah menjadi tumbal
kesedihan perkawinannya. Aisyah berkisah: "Ketika Rasul Allah menikahi Ummu Salamah,
saya terpuruk dalam kesedihan yang dalam saat dia membicarakan kecantikannya. Namun
ketiksa saya melihatnya, saya melihat apa yang dia gambarkan."

Ummu Salamah adalah anak perempuan dari saudara perempuan Utsman bin Affan, Kalifah
ketiga dari Muhammad. Ketika Muhammad melihat Ummu Salamah untuk pertama kalinya di
rumah Utsman, dia lalu menginginkannya. Esok harinya Muhammad memerintahkan
suaminya Gassan bin Mughirah untuk membawa bendera di garis depan pertempuran. Dia
melakukannya dan dia tewas dalam pertempuran itu. Sehari setelah itu, Muhammad menikah
dengan Ummu Salamah. Begitulah cara kisah bagaimana Ummu Salamah menjadi istrinya.
Aneh benar kehidupan sang Nabi ini. Sungguh ajaib bilamana semua perkawinannya atas
perintah Allah demi agama yang diturunkannya. Lebih ganjil lagi bilamana ulama Muslim
mengatakan itu adalah belas kasihan sang Nabi kepada para janda pejuang Islam. Tuhan
macam apakah yang tidak mempunyai pekerjaan lain selain memastikan kepuasan seks
Nabinya? Tuhan macam apakah yang memastikan seorang suami dibunuh, atau seorang istri
diceraikan agar sang Nabi mendapatkan wanita yang diincarnya? Tuhan saya ada di atas segala
kompromi seks, di atas segala kelicikan dan rekayasa pembunuhan manusia atas nama agama.
Mari saudaraku, kita berpikir jujur. Merataplah atas kesalahan sejarah ini. Tidak mungkin Allah
merestui rekayasa mengirim seorang suami di garis depatn pertempuran, tapi ini adalah
instruksi sang Nabi Islam. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh Daud ketika melihat
Betseba sedang mandi telanjang dari atas sotoh rumahnya. Daud lalu memanggil Betseba dan
berzina dengannya. Ternyata Betseba adalah istri Uria. Untuk melancarkan niat memuaskan
nafsu seksnya, Daud mengirim pesan kepada anak buahnya untuk menempatkan Uria di garis
depan pertempuran dan Uria pun mati. Tapi berbeda dengan Allah dalam Alkitab. Allah murka
kepada Daud yang bernafsu kepada istri orang lain. Walaupun Daud disayang Tuhan, tapi
Tuhan tidak membiarkan perselingkuhan terjadi begitu saja. Sebaliknya, Tuhan menegur dan
menghukum Daud dengan tegas. Ancaman Tuhan berkumandang di seluruh Israel.

"Setelah itu TUHAN mengutus Nabi Natan menemui Daud. Natan pergi kepadanya dan
berkata, "Ada dua orang yang tinggal dalam satu kota; yang seorang kaya dan yang seorang
lagi miskin. Si kaya mempunyai banyak ternak dan domba, sedang si miskin hanya mempunyai
seekor anak domba, yang dibelinya. Anak domba itu dipeliharanya sampai menjadi besar
dalam rumahnya bersama-sama dengan anak-anaknya. Anak domba itu diberi makan dari
makanan orang itu, malahan minum dari cangkirnya, dan tidur dalam pangkuannya; pendek
kata, dibuatnya seperti anak perempuannya sendiri. Pada suatu hari si kaya kedatangan tamu.
Si kaya tidak mau memotong domba atau lembunya sendiri supaya dimasak untuk tamunya.
Tetapi ia mengambil anak domba si miskin itu, lalu dimasaknya untuk tamunya." Mendengar
itu Daud menjadi sangat marah karena perbuatan si kaya itu dan ia berkata, "Kejam sekali
orang kaya itu! Demi TUHAN yang hidup, orang itu harus mengganti anak domba itu empat
kali lipat dan ia harus dihukum mati!" Kata Natan kepada Daud, "Bagindalah orang itu! Dan
inilah yang dikatakan TUHAN, Allah Israel, 'Engkau sudah Kuangkat menjadi raja atas Israel
dan Kuselamatkan dari Saul. Kerajaan Saul dan istri-istrinya telah Kuberikan kepadamu,
bahkan engkau Kuangkat menjadi raja atas Israel dan Yehuda. Seandainya itu belum cukup,
pasti akan Kuberikan lagi kepadamu sebanyak itu. Mengapa engkau tidak mempedulikan
perintah-perintah-Ku? Mengapa kaulakukan kejahatan itu? Uria kausuruh bunuh dalam
pertempuran; kaubiarkan dia dibunuh oleh orang Amon, dan kauambil istrinya!" (2 Samuel
12:9-10).

Daud menangis dan meratap. "Basuhlah segala kejahatanku; bersihkanlah aku dari dosaku.
Sebab kuakui kesalahan-kesalahanku, dosaku selalu kuingat-ingat. Terhadap Engkau, terhadap
Engkau saja aku berdosa, dan kulakukan apa yang Kauanggap jahat. Maka pantaslah Engkau
menghukum aku, adillah keputusan-Mu. Ciptakanlah hati yang murni bagiku, ya Allah,
perbaruilah batinku dengan semangat yang tabah" (Mazmur 51:2-6,12)

Hukuman kepada Daud adalah pedang tidak pernah menyingkir dari keturunannya. Apakah
saudaraku Muslim tidak menyadari bahwa Muhammad dan keturunannya tidak pernah jauh
dari pedang? Anaknya, cucu kesayangannya Muhammad, Hasan dan Husain mati ditusuk
pedang di Karbala. Pengganti Muhammad kemudian yakni Umar, Utsman, Ali semuanya
berujung mati pada pedang. Bahkan Aisyah ummul mukminin, ibu para Muslimin, menjadi
panglima perang Jamal, di mana banyak penghafal Al-Qur'an tewas berlumur darah. Apakah
saudara Muslim tidak sadar dengan teguran Tuhan kepada keturunan sang Nabi itu? Mustikah
teguran itu berlangsung sampai Tuhan datang untuk keduakalinya? Sampai kiamat pedang
akan terus menaungi keturunan Muhammad dan pengikutnya. Mesir hancur, Irak berantakan,
Libya porak poranda, Syria kacau balau, ISIS mengganas. ISIS akan menyerbu Arab Saudi
karena sumber duit dari minyak dan haji yang ada di situ! Apakah saudara Muslim belum
sadar dengan keadaan dunia karena sebuah arajan dan kitab sucinya? Apakah saudara Muslim
tidak bertanya apakah kontribusi Islam bagi dunia selain TERORISME?

6. Saudah binti Zam'a


Saudah merupakan satunya istri Nabi yang tidak cantik. Banyak ahli sejarah mengatakan dia
memiliki pribadi nan elok dan inner beauty. Namun Muhammad terkejut setelah mengetahui
bahwa Saudah tidak cantik di malam perkawinan. Muhammad marah kepada Khaulah. Ibnu
Hajjar Al-Asqalani menjelaskan kisahnya: "Khaulah, untuk memperbaiki kesalahannya, ia
menawarkan dirinya kepada dia (Muhammad), dan dia hidup bersamanya sebagai suami dan
istri, dan itu hanya terjadi setelah dua bulan perkawinannya dengan Saudah." Dr. Bint Al-Shati
menulis: "Ketika suatu malam dengan Saudah di mana dia akan tidur dengannya, Muhammad
memberitahu keputusannya untuk menceraikannya. Saudah terkejut mendengar hal ini dan
merasa seolah-olah rumahnya roboh menimpa dirinya. Dia memohon kepadanya, "Tolong,
simpan aku, wahai Rasul Allah." Muhammad menjawab: "Dengan satu syarat, bahwa kamu
memberikan jatah malam-malammu kepada Aisyah." Daripada menghabiskan malam-malam
dengan Saudah, dia memilih menghabiskan dengan Aisyah ditambah dengan malam jatah
untuk Aisyah sendiri. Saudah sepakat, dan berkata: "Mulai sekarang, saya tidak mengingini apa
yang disukai oleh seorang wanita, karena memberikan jatah malam saya kepada Aisyah."
Akibatnya, Muhammad menyimpannya sebagai seorang istri tapi tidak lagi dikunjungi."

Secara fisik dia bernasib malang, namun dia memiliki jiwa, karakter, dan moral yang baik.
Tetapi bagi sang Nabi, soal karakter, keelokan jiwa, dan keindahan sifat tidak menjadi syarat.
Dia malah mengancam akan menceraikan Saudah, jika jatuh malamnya tidak diberikan kepada
Aisyah.

7. Ummu Habibah
Sebelum menikah dengan Nabi, Ummu Habibah adalah istri dari Ubaidillah bin Jahsy.
Ubaidillah adalah anak dari bibi Muhammad sendiri, dan sekaligus saudara kandung dari
Zainab yang dikawini Muhammad seminggu sebelumnya. Ternyata Ubaidillah menantang
Muhammad dengan berkata kepadanya: "Engkau bukanlah seorang Nabi ataupun Rasul Allah.
Berhentilah berkata demikian. Saya mengimani Al-Masih karena Dia adalah KEBENARAN,
tetapi engkau adalah orang yang mementingkan diri sendiri. Maka ada ayat Al-Qur'an yang
menceritakan perkataan Ubaidillah ini: "Berkatalah orang-orang kafir: Kamu bukan seorang
yang dijadikan Rasul. Katakanlah: Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan
antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab (QS 13:43). Ubaidillah dipaksa pergi dan
Muhammad menikahi istrinya. Ummu Habibah adalah wanita yang cantik dan saat itu dia baru
berusia 23 tahun. Ubaidillah mengembara ke Syria dan menurunkan anak yang menjadi
Hamba Tuhan.

8. Maryam Qibtiyah
Nama asli Maryam adalah Maria, dan dia adalah seorang wanita Kristen dari Mesir. Amur bin
Al-Ash membawa sebuah surat dari Muhammad kepada Muqauqis, sang penguasa Mesir.
Surat itu memerintahkannya untuk memeluk Islam. Muqauqis mengetahui benar kelemahan
Muhammad. Untuk menghindari resiko menolak Islam, dia memberi Muhammad hadiah
berupa dua orang perempuan kakak beradik yang sangat cantik. Jika bukan karena Al-Qur'an
yang melarang menikahi dua orang perempuan bersaudara, dan juga teguran dari mertuanya
yakni Umar bin Khattab, maka Muhammad tentu akan mengawini kedua perempuan itu.
Muhammad sudah cukup puas dengan Maria, dan dia terus mengunjunginya dan
menghabiskan waktu siang dan malam tanpa bosan. Suatu kali dia ingin bertemu dengan Maria
di rumah Hafsah. Saat itu Hafsah sedang tidak ada di rumahnya. Ketika Hafsah tiba pulang,
dia menemukan Muhammad sedang berhubungan intim dengan Maria di tempat tidurnya
sendiri. Dia berkata kepada suaminya: "Di dalam rumahku, dan di atas tempat tidurku dan
pada hari giliranku engkau tidur dengan budakku ..." Muhammad yang menerima wahyu Allah
berkata: "Rahasiakanlah dan jangan berkata kepada siapapun. Jangan katakan kepada Aisyah,
karena dia sangat takut kepada Aisyah. Lihat QS 66:2-3. Dia lalu berjanji kepada Hafsah: "Saya
tidak akan menyentuh Maryam lagi. Dan saya nyatakan kepadamu dan ayahmu serta ayah
Aisyah bahwa mereka berdua akan memimpin bangsaku setelah aku. Saya tinggalkan hal ini
kepada mereka." Tetapi Hafsah memberitahu Aisyah dan akibatnya Muhammad menceraikan
Hafsah.

Ketikah mendengar kabar mengenai perceraian Muhammad dan Hafsah, Umar (ayah dari
Hafsah) sangat marah dan nyaris meninggalkan Islam. Ketika Muhammad tahu reaksi Umar,
dia mengambil kembali Hafsah dengan sebuah perintah dari 'Jibril' yang berkata kepadanya:
"Hafsah akan menjadi istrimu pada hari pengangkatan." Apakah begini sikap Nabi besar? Yang
besar karena dapat menyelamatkan semua konflik kawin-mawin yang dia ulahi sendiri? Seperti
biasa, turunlah ayat pembelaan dari Allah karena Muhammad terlanjur mengharamkan dirinya
berhubungan intim dengan Maryam. "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang
Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS 66:1)

Allah belum puas dengan itu, sehingga Dia menegur Hafsah dan Aisyah lewat ayat: "Jika kamu
berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk
menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka
sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin
yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. Jika Nabi
menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang
lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang
mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan" (QS 66:4,5). Jadi
Muhammad memerlukan Firman dari Allah untuk melawan dua istrinya, sekaligus membunuh
karakter mereka. Dan Allah berjanji untuk menukar mereka dengan istri baru yang perawan
atau janda. Allah menyerahkan diriNya, Jibril dan seluruh orang beriman untuk membela sang
Nabi.

Banyak sekali keganjilan mengenai kehidupan Nabi, tapi lebih ganjil lagi jika melihat umat
Islam tetap berjalan dan beriman setelah membaca realitas kehidupan Nabi Arab. Saya yakin
bahwa tuhan dengan kualitas seperti itu bukanlah Tuhan. Ini tak lain adalah jebakan yang
saling menipu dari atas ke bawah, dari Muhammad ke sahabatnya.
Dalam kenyataannya, banyak Muslim terpelajar yang tahu persis sejarah hidup Muhammad
tetapi terperangkap dalam retorika, pidato, ceramah, teror, intimidasi dan ketakutan yang
meliputi seluruh hidup mereka. Kematian adalah hukuman bagi mereka yang meninggalkan
Islam. Sejarah mencatat bahwa Abu Bakar, pengganti Muhammad, memerintahkan sepuluh
ribu orang dibunuh dalam waktu tiga hari karena mereka meninggalkan Islam.

9. Maimunah binti Al-Harits


Kisah Maimunah merupakan kisah terakhir dari rentetan kisah yang menyakiti hati wanita
manapun.Saya sudah banyak mempelajari tentang Muhammad, baik ketika masih Islam
maupun setelah menjadi pengikut Yesus. Sosok Muhammad jadi bertambah jelas terlebih lagi
setelah membandingkan ajaran Al-Qur'an dan Alkitab. Kisah Maimunah memperjelas bahwa
Muhammad mempunyai aturan tersendiri bagi dirinya, dan hukum pengharaman bagi
umatnya tidak berlaku bagi dirinya. Kaum Muslimin tahu bahwa haram hukumnya untuk
menikah pada musim haji. Aturan ini sudah berlaku sejak zaman haji jahiliyah, namun
Muhammad menikahi Maimunah pada musim haji.

Suatu saat Maimunah berada di atas untanya. Ketika dia melihat Nabi, dia lalu menjatuhkan
dirinya di hadapan Muhammad dan berkata: "Onta dan apa saja yang ada di atasnya adalah
milik Nabi." Muhammad sempat mengingatkan Maimunah bahwa saat itu adalah musim haji,
namun Maimunah menjawab bahwa dia tidak mau menunggu lama.

Apakah mungkin bagi Muhammad untuk menahan diri sampai akhir musim haji? Pengalaman
sebelumnya membuktikan dua hal: (1) dia tidak dapat menolak kecantikan wanita, dan (2) dia
selalu tersedia solusi untuknya. Sore hari itu juga, sang Nabi berkata kepada Maimunah:
"Sebuah ayat diturunkan kepadaku. ... dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya
kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk
semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada
mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi
kesempitan bagimu" (QS 33:50). Selanjutnya, paman Muhammad yakni Al-Abbas meresmikan
perkawinan Muhammad hari itu juga.

Demikianlah urusan kawin-mawin yang dilakukan oleh sang Nabi Arab itu. Sekali lagi mari
kita renungkan kisah perkawinan Nabi dengan kepala dingin dan hati lebar. Saya persilakan
saudara untuk melakukan penelitian sejarah dan menyelidiki buku hadis dan sejarah
Muhammad. Dengan luasnya ilmu pengetahuan, pengaruh media, dan canggihnya teknologi
internet, maka penelitian tentang Islam bisa dilakukan dengan mudah. Saya berharap tulisan ini
keliru, tetapi saya mengumpulkan data tulisan dari referensi yang tidak keliru. Dan ini bukan
kelirumulogi. Akhirnya...

Kebenaran akan berbicara tentang dirinya sendiri. Dan kebenaran adakan memerdekakan.
Sebelum saya tutup bab ini, ada pertanyaan yang lebih penting: Mengapa orang Islam tidak
tahu cerita ini? Jawabannya: semua ulama Islam tahu, tapi sengaja menutup cerita ini rapat
kepada umat. Tidak ada khotbah atau seminar yang boleh membahas perkawinan Nabi.
Haleluyah!
Bab Sepuluh
AL-QUR'AN MENGUBAH ALKITAB

Dalam bab ini kita akan melihat beberapa kesalahan Al-Qur'an dari berbagai segi. Tidak semua
kesalahan dibahas dan hanya beberapa saja yang dapat ditulis dalam buku ini. Umat Muslim
sangat bangga dengan kebenaran Al-Qur'an yang mereka yakini sebagai kitab yang tidak
tertandingi. Al-Qur'an menyatakan sayembara bahwa tidak ada seorang pun yang dapat
meniru, melampaui, dan menyaingi kehebatan Al-Qur'an, walaupun semua orang tolong-
menolong untuk menciptakan semisal Al-Qur'an. Bahkan jikalau jin kut lomba membuat Al-
Qur'an sekalipun, tetap tidak bisa!

"Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al
Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun
sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain (QS 17:88)

"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan
melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-
perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir" (QS 59:21)

"Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami,
buatlah satu surat yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah,
jika kamu orang-orang yang benar" (QS 2:23)

Namun dengan berjalannya waktu dan semakin majunya ilmu pengetahuan, semakin nampak
pula bahwa Al-Qur'an tidak tahan uji.

Untuk menutup keraguan umat, Muhammad dan pengikutnya mencari sasaran musuh
bersama, yaitu menuduh bahwa Alkitab telah dipalsukan. Hal ini berimbas sampai pada
keyakinan bahwa seluruh ajaran Alkitab yang diikuti oleh umat Yahudi dan Nasrani menjadi
sesat. Umat Islam yakin bahwa Alkitab telah diubah oleh tangan mereka karena isinya tidak
sesuai dengan Al-Qur'an.

Muslim lupa bahwa sebagian orang di zaman Muhammad telah mempelajari Alkitab dan
mendapatkan terang dari Alkitab. Pendeta Waraqah bin Naufal, Khadijah (istri Muhammad),
dan suami pertama Khadijah adalah orang yang mengetahui bahwa Alkitab dan tidak
menuduh Alkitab dipalsukan. Tetapi mengapa begitu mereka meninggal dan setelah
Muhammad tinggal di Medinah, dia menjadi benci dengan Alkitab?

Kisah Abraham Dijungkirbalikkan

Semua letak geografis di mana Abraham dulu berada telah dirubah posisinya menjadi di tanah
Arab dalam Al-Qur'an. Anda akan melihat bagaimana Al-Qur'an meyakinkan Muslim dan
menyesatkan mereka dengan kisah yang tidak masuk akal. Muhammad mendapat posisi
strategis melalui kisah Abraham.
"Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-
sama dengan dia; Abram berumur m tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang
didapat p mereka dan orang-orang q yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke
tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat
dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu"
(Kejadian 12:4-6).

Dari Haran mereka masuk ke tanah Kanaah, dekat Sikhem, di mana Tuhan berbicara dengan
menampakkan diriNya kepada Abram. Dan Abram membuat mezbah di situ. Lalu Abram
berpindah ke dekat Betel dimana dia mendirikan mezbah bagi keluarga dan keturunannya.
Mustahil mezbah didirikan untuk pertama kalinya di Mekah seperti yang dinyatakan di Al-
Qur'an. Bahkan menurut Islam sendiri, Tuhan tidak pernah muncul dan menampakkan diriNya
di Mekah kepada nabi manapun, termasuk Muhammad.

Masa kelaparan melanda negeri di mana Abraham tinggal sehingga dia pergi menuju Mesir
untuk tinggal sebagai orang asing. Setelah itu Abraham kembali ke Kanaan, di mana Tuhan
berkata padanya: "Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab
kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan
menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah
mezbah di situ bagi TUHAN" (Kejadian 13:17-18).

Sangat lucu kalau tiba tanpa bukti apapun, Al-Qur'an menyatakan bahwa Baitullah di Mekah
adalah mezbah yang pertama di dunia yang dibangun oleh Abraham dan Ismael.
"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah
Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia"
(QS 3:96). Dengan ayat ini, Muhammad mengatakan bahwa Abraham tidak pernah beribadah
dan tinggal puluhan tahun di Kanaan.

Abraham sangat cinta Tuhan dan berhubungan erat dengan Tuhan. Mereka bercakap-cakap
dengan intim sebagai sahabat. "Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan
Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan
yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu. Lagi kata Abram: "Engkau tidak
memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.""
(Kejadian 15:2-3).

Abraham tidak pernah pergi ke Mekkah dan tidak ditemukan bukti bahwa dia pernah ke tanah
Arab.

Karena Sara mandul, maka dia meminta Abraham untuk mengambil Hagar, budak Sara yang
diberikan Firaun ketika di Mesir, untuk menjadi istrinya sehingga memberikan keturunan.
"Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu bahwa ia
mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu" (Kejadian 16:4). Hagar
memandang rendah tuannya.
"Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung
jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa
ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; Tuhan kiranya yang menjadi Hakim antara
aku dan engkau. Kata Abram kepada Sarai: Hambamu itu di bawah kekuasaanmu;
perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari
meninggalkannya." (Kejadian 16:6). Tetapi malaikat memerintahkan Hagar untuk kembali pada
Sarai, nyonyanya itu.

Apa yang kita lihat dalam pasal awal Taurat ini? Hagar dan keturunannya hanya mendapat
hadiah saja, dan tidak mendapat warisan. Mereka bukanlah ahli waris dari kekayaan apalagi
kenabian Abraham. "Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, 6tetapi kepada
anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian
ia menyuruh mereka -- masih pada waktu ia hidup -- meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi
ke sebelah timur, ke Tanah Timur" (Kejadian 25:5). Hagar menjadi sombong dan melawan
dengan cara memandang rendah nyonyanya sendiri. Sifat itu lalu menurun pada keturunannya
dari jaman dahulu sampai sekarang.

Tiga belas tahun kemudian, lahirlah Ishak. Saat itu, Abraham berumur 99 tahun dan Sara
berumur 90 tahun. Kisahnya berlanjut: "Berkatalah Sara kepada Abraham: Usirlah hamba
perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-
sama dengan anakku Ishak. Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan
budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau
mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak"
(Kejadian 21:10-12). Abraham menuruti permintaan Sara untuk mengusir Hagar dan Ismael
karena Tuhan juga berkata begitu, meskipun hati Abraham sebal. Abraham taat pada Tuhan.

"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya
kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah
perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba"
(Kejadian 21:14).

Muhammad menyelewengkan kisah ini dengan mengatakan bahwa Abraham ikut mengantar
Hagar dan Ismael sampai ke Mekkah. Ini tak masuk akal mengingat Abraham tidak mungkin
meninggalkan Sara dan Ishak hanya untuk mengantar Hagar yang sekedar budak saja dan
sempat berdosa karena bersikap sombong, memandang enteng Sara sebagai nyonyanya.

Gurun Bersyeba secara geografis diubah menjadi bukit Shafa dan Marwah. Lalu dikisahkan
bahwa karena kekuarangan air, Hagar berlari dari satu bukit ke bukit lainnya. Ini lalu dikenal
sebagai upacara Sa'i ketika Muslim naik haji. Dikisahkan bahwa saat Ismael menendang-
nendang pasir, muncullah mata air zam-zam. Jarak antara Gurun Bersyeba dengan bukit Shafa
dan Marwa di Mekkah adalah ribuan mil.

Ketika Ishak berumur 7 tahun, Tuhan memerintahkan Abraham membawa anak itu ke Gunung
Moria, di mana ia harus mempersembahkan anak itu kepada Tuhan sebagai korban. Abraham
patuh kepada perintah Tuhan. Hal ini bukanlah sebuah mimpi seperti yang diceritakan Al-
Qur'an, yang bahkan tidak bernai menyebut nama anak yang diminta Tuhan untuk
dikorbankan bagiNya. "Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.
Maka fikirkanlah apa pendapatmu! Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang
sabar (QS 37:102).

Abraham tidak pernah ke Mekah dan tidak pernah mengorbankan Ismael. Seluruh hidup
Abraham dihabiskan di Kanaan, kecuali saat dia berkunjung singkat ke Mesir karena kelaparan
melanda Kanaan.

Ismael juga tidak pernah tinggal di Mekkah seperti yang didongengkan oleh Muhammad
dengan sesuka hatinya. Semua keterangan menjadi rancu dan aneh karena klaim cerita dan
kisah yang dipaksakan. Perhatikan perintah Allah yang amat ganjil berikut.

"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia
dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah
Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang
yang thawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud (QS 2:125).

Muhammad meminjam nama Ibrahim untuk memperkuat doktrinnya. Ibrahim tidak pernah
melakukan ibadah sholat seperti yang diajarkan Nabi Muhammad. Abraham tidak pernah
Thawaf, Sa'i, wukuf, tahalul. Tidak mungkin Abraham beribadah mengelilingi bangunan kubus
bercat hitam (Ka'bah) tujuh kali. Terlebih lagi mencium batu hitam seperti apa yang dilakukan
Muhammad. Dalam ibadah orang Yahudi dan Kristen tidak ada kegiatan mencium batu hitam.
Muhammad menadapatkan inspirasi shalat setelah tahun ke 12 kenabiannya. Jadi selama 12
tahun menjadi Nabi, dia tidak pernah shalat, tidak pernah puasa.

Muhammad naik haji setelah mampu menguasai Ka'bah. Jadi semua bentuk ibadah dalam
Islam tidak ada yang sesuai dengan ibadah orang Yahudi dan Nasrani. Dari Nabi satu ke Nabi
yang lain, semua bentuk ibadah sudah ada sebelum Muhammad itu lahir. Ibadah dalam
kepercayaan Yahudi dan Kristen sudah mapan, sehingga tak perlu naik bouraq untuk
menerima perintah ibadah. Muhammad mendapatkan rangkaian ibadah itu secara berangsur-
angsur.

Selain itu juga terdapa cerita dalam Al-Qur'an di mana Abraham dibakar dengan api oleh Raja
Namruz. Tidak ada Raja Namruz di zama Abraham. Semua kisah itu tak berdasar, karangan
manusia saja, atau bisikan makhluk halus. Tidak ada cerita Abraham dibakar dengan api dalam
Alkitab.

Haleluyah!
Bab Sebelas
Allah Esa atau Trinitas

Oleh teman dekat, saya diminta untuk harus membahas bab ini. Pembahasan masalah ini
membuat banyak Muslim bingung. Bahkan orang Kristen pun tak kurang bingungnya.
Kedatangan Muhammad dengan ucapan dan kata sederhana dianggap sebagai kebenaran
Allah, padahal Muhammad tidak mampu menjelaskan siapakah Allah itu. Islam juga tidak bisa
menjelaskan kebenaran Allah. Sifat ayat Al-Qur'an yang ambivalen, mendua, dan saling
bertentangan pada akhirnya membingungkan kaum Muslim itu sendiri. Tetapi Muslim yang
sudah terbuka hatinya akan lebih mudah menerima Yesus. Saya akan mencboa menerangkan
masalah besar yang diangkat oleh Al-Qur'an untuk menentang keKristenan.

Pembahasan ini ditinjau dari ayat Al-Qur'an dalam bahasa Arabnya, dan bukan dari terjemahan
Departemen Agama yang sudah dimasuki tafsiran penerjemahnya. Al-Qur'an terjemahan
Departemen Agama juga berubah-ubah sesuai dengan pergesekan kajian orang Kristen
terhadap Al-Qur'an dari tahun ke tahun. Buku ini juga akan mengubah terjemahan Al-Qur'an
dari Departemen Agama di tahun ke depan. Perubahan terjemahan Al-Qur'an tidak terjadi di
Indonesia saja, tapi juga pada berbagai bahasa dunia. Semua ayat Al-Qur'an yang
bersinggungan dengan Kristen mereka ubah.

Allah yang Alkitabiah dan Trinitas

Ajaran Trinitas tidak ada dalam Alkitab. Trinitas hanyalah tafsiran dari ayat Alkitab setelah
ratusan tahun kemudian. Mari kita baca ayat berikut yang menurut saya sangat indah karena
bermakna Alkitabiah yang murni. Al-Qur'an tidak bisa menghindari untuk tidak menulisnya.

"Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang
disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya" (QS 4:171).

Dalam ayat ini, Tuhan sedang berbicara mengenai FirmanNya yang diutus, dan Roh Kudus,
dalam kesatuan Tuhan. Sederhana. Hal ini sama dengan Anda mengalikan 1 kali 1 kali 1 sama
dengan 1. Dan Anda ulang lagi, hasilnya tetap satu, karena Allah itu adalah Roh. Karena itulah
bukan 1 tambah 1 tambah 1 sama dengan 3. Muhammad berkata Allah itu adalah Dzat. Dzat itu
ada tiga jenis: dzat padat, dzat cair, dzat gas. Kalau Allah itu dzat apa? Dalam ayat di atas,
penulis Al-Qur'an mengutip dari narasumber Nasrani sepotong dengan cara sendiri dan
mengungkapkan dengan cara sendiri juga. Dia mengutip sepotong saja dan tidak secara
berkelanjutan dan bertanggung-jawab. Semua potongan ayat Alkitab yang berkaitan dengan
theologi lalu dituliskan dalam Al-Qur'an, dan tetap dianggap oleh umat Islam sebagai 'cerita
dari para nabi'. Keterangan tentang Allah inilah yang diyakini kaum Muslim: Dia pencipta
langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunya anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia
menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. Muhammad tidak
mewariskan dialog ketuhanan yang kompleks karena dia hanya mampu berpikir sederhana
atau bermain pedang.
Al-Qur'an menuduh orang Kristen telah menambah partner bagi Tuhan atau menyekutukan
Tuhan dengan yang lain (syirik). Mengapa terjadi tuduhan itu? Hal ini karena Al-Qur'an
menganggap bahwa Allah itu adalah Dzat, sehingga Allah itu tentunya makhluk biologis.
Orang Islam tidak bisa menerima keteranga: Yesus Anak Allah. Mereka mengira Yesus Anak
Allah secara biologis. Padahal kalau mereka membaca ayat Alkitab yang lain akan jelas bahwa
siapapun yang dituntun Roh Allah adalah anak Allah. Hal ini diterangkan di Roma 8:14 dan
banyak ayat lainnya. Orang Islam bersikap bisu dan tulis ketika bertemu dengan ayat seperti
berikut: "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya" (Yohanes 1:12).

Apakah perbedaan antara nabi lain dengan Yesus Kristus? Dalam Yesus ada Roh Allah. "Roh
Tuhan ada padaKu ..." (Lukas 4:18). Karena Roh Tuhan ada padaNya, maka Dia dengan mudah
dapat melakukan perbuatan ajaib seperti orang tuli mendengar, orang buta melihat, orang bisa
berbicara, bahkan orang mati hidup kembali. Sedangkan nabi lain memiliki roh ciptaan:
"Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi
dan yang menciptakan roh dalam diri manusia" (Zakaria 12:1). Roh manusia ini diciptakan
karena hubungan suami istri, dan roh ini ada pada seluruh manusia. Tapi kalau kita semua
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita akan sama dengan Kristus dalam
hal melakukan perbuatan ajaib, melakukan mujizat, serta memiliki hidup kekal. Jika begitu,
mengapa nabi sebelum Yesus bisa melakukan mujizat? Jawabnya adalah karena mereka adalah
orang pilihan Allah. Mujizat adalah materai sebagai utusan Allah. Yesus dalam
memperlihatkan mujizat tidak pernah komat-kamit seperti dukun. Dia hanya berkata: Sembuh!
Lalu sembuhlah orang yang ditolongnya. Bahkan seorang wanita yang mengalami pendarahan
selama 12 tahun langsung sembuh ketika dia menyentuh jumbai jubahNya. Mengapa hal ini
bisa terjadi? Karena Dia adalah KalimatNya. Di seluruh Perjanjian Baru, Yesus selalu berkata:
Aku berkata kepadamu. Yesus adalah Firman Tuhan itu sendiri, sehingga Dia tidak berkata:
Allah berfirman ... seperti yang ditulis dalam Perjanjian Lama dan Al-Qur'an.

Tiga Perbuatan Besar dari Allah

Allah tidak hanya diketahui dan dikenal melalui namaNya saja, tapi terutama dari perbuatan
atau karyaNya. Seluruh Alkitab menceritakan perbuatan Allah. Ayat pertama dari Alkibat saja
sudah dimulai dengan pernyataan tentang apa yang telah Allah perbuat: "Pada mulanya Allah
menciptakan ..." (Kejadian 1:1), dan ayat terakhir juga menyatakan apa yang akan Allah
perbuat: "Aku datang segera ..." (Wahyu 22:20).

Dari semua perbuatan Allah itu, ada perbuatan yang besar (1 Petrus 2:9) seperti:

1. Menciptakan langit dan bumi serta seluruh isinya dan memeliharanya


2. Menebus dan menyelamatkan ciptaanNya dari dosa dan kebinasaan
3. Memperbaharui dan memulihkan kembali ciptaanNya

Allah Mencipta dan Memelihara


Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Semua ciptaan Allah itu baik, bahkan
amat baik. Namun oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa, maka semuanya berada di bawah
kutuk dan akan binasa. Namun Allah tetap mengasihi semua ciptaanNya itu dan
memeliharanya dengan setia. Allah tidak membuang sama sekali ciptaanNya.

Allah Menebus dan Menyelamatkan

Karena Allah tetap mengasihi semua ciptaanNya, maka Allah mau menyelamatkannya dari
kebinasaan. Untuk itu Allah menebusnya dari kuasa dosa dan maut. Menebus artinya
mengambil kembali sesuatu yang tadinya adalah milik kita dengan membayar harga
tebusannya. Allah berencana untuk menebus dan menyelamatkan semua ciptaanNya. Itulah
Rencana Keselamatan dari Allah untuk dunia ini. Rencana itu mulai dilaksanakan dengan
memilih dan memanggil Abraham dan melalui Abraham ini lahirlah umat Israel. Dari Israel
inilah lahir Yesus Kristus. Oleh dan di dalam Yesus ini - dalam kematian dan kebangkitanNya -
dunia ini dan segenap isinya ditebus dan diselamatkan dari kebinasaan. Jadi harga tebusan
yang Allah bayar ialah PutraNya sendiri, Yesus Kristus, yang harus turun ke dalam dunia
menjadi sama dengan manusia. Jadi Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang datang ke dalam
dunia dalam rupa manusia, dan menjadi Penebus dan Penyelamat dunia.

Allah Memperbaharui dan Memulihkan

Oleh penebusan dan penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus, maka semua ciptaan Allah itu
telah kembali menjadi milik Allah. Namun kerusakan akibat dosa itu masih ada dan terasa
dalam kehidupan ciptaanNya. Maka Allah lalu bekerja lagi untuk memperbaharui dan
memulihkan kembali semua ciptaanNya itu. Dan itu Allah lakukan dalam kuasa Roh
KudusNya yang diutusNya ke dalam dunia ini. Roh Kudus itu bekerja di dalam dunia dan di
dalam persekutuan orang yang percaya kepada Yesus Kristus yaitu Gereja. Pekerjaan
pembaharuan dan pemulihan itu akan "tuntas" ketika Yesus Kristus datang kembali. Pada saat
itulah akan tercipta Langit Baru, Bumi Baru dan Manusia Baru.

Yesus Disebut sebagai Tuhan

Kesalahpahaman Muslim adalah Allah dan Tuhan adalah sama, tidak terpisahkan. Bagi
Muslim, yang disebut sebagai Allah itu adalah Tuhan, dan yang disebut sebagai Tuhan itu
adalah Allah. Maka mereka berkata: Tiada Tuhan selain Allah. Kalau begitu, apa bedanya
antara Allah dengan Tuhan?

Mari kita lihat keterangan dari Alkitab:

"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang
kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kisah Rasul 2:36)
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala
sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-
Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Bagaimana menyederhanakan rumusan: Bapa, Anak, dan Roh Kudus sehingga mudah
dimengerti saudara Muslim?

TIADA ALLAH KECUALI YESUS KRISTUS. "Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala
... " (1 Tawarikh 16:26). Allah bangsa lain adalah patung pahatan. Allah bangsa Jahiliyah adalah
batu hitam. "Mereka berbicara tentang Allah Yerusalem seperti tentang para allah bangsa-
bangsa di dunia, adalah buatan tangan manusia" (2 Tawarikh 32:19).

Gereja merumuskan bahwa Allah itu adalah Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Rumusan ini
dibuat dengan bertolak dari kesaksian Alkitab tentang Tiga Perbuatan Besar dari Allah itu. Hal
ini tidak berarti bahwa ada tiga Allah yang dipercayai Gereja. Allah itu esa (Ulangan 6:4). Dan
Allah yang esa itu dialami, dihayati oleh dan hadir dalam hidup manusia dalam tiga
keberadaan, atau tiga "cara hadir". Ia hadir sebagai Pencipta dan Pemelihara, sekaligus sebagai
Penebus dan Penyelamat, sekaligus sebagai Pembaharu, Penyempurna, dan Pemulih. Tegasnya,
Allah yang esa itu hadir dalam tiga cara. Karena itulah, Gereja merumuskan bahwa Allah itu
ada dan hadir diantara kita sebagai Bapa, sebagai Anak, dan sebagai Roh Kudus. Atau Bapa,
Anak, dan Roh Kudus.

"Bapa" adalah gelar dan bukan istilah biologis berdasarkan keturunan. Gelar itu digunakan
untuk menyatakan bahwa Allah adalah sumber dan asal mual serta pemelihara bagi anaknya.
"Bapa" juga adalah gelar untuk menyatakan bahwa Allah itu jauh lebih "tinggi" di atas kita, dan
kita menjunjung dan menghormatiNya. Hal ini seperti kalau kita menyapa seseorang dengan
sebutan "Bapa", misalnya Bapa Pendeta, Bapa Presiden, dll. Sebutan Bapa di sini bukanlah
istilah biologis - keturunan, melainkan gelar untuk menjunjung dan menghormati seseorang.

"Anak" merupakan gelar juga untuk menunjukkan bahwa Yesus Kristus itu berasal dan datang
dari Allah dan memiliki hakikat yang sama dengan Allah. Hal ini seperti kalau kita mengatakan
bahwa "si A" adalah "anak Ambon", dan maksud sebenarnya adalah ia datang dari Ambon,
memiliki sifat dan watak budaya orang Ambon. Begitu juga dengan Yesus Kristus, yang
walaupun hadir dan nampak sebagai manusia, namun orang yang percaya kepadaNya yakin
bahwa Ia adalah Allah yang datang ke dalam dunia dalam wujud manusia. Selama Ia ada di
dunia ini, Ia disebut "Anak Allah", tapi begitu selesai karyaNya di dunia ini dan kembali ke
Surga, Ia bukan lagi "Anak Allah", melainkan Ia adalah "Allah." Hal ini seperti si A tadi yang
disebut sebagai "anak Ambon" . Dia disebut sebagai "anak Ambon" hanya sewaktu ia berada di
luar Ambon, dan kalau ia kembali ke Ambon, maka di Ambon ia tidak lagi disebut sebagai
"anak Ambon" tetapi "orang Ambon".

"Roh Kudus" adalah sebutan bagi Allah dalam karyaNya sebagai "Penolong dan Penghibur"
(Yohanes 14:25). Roh inilah yang membimbing dan menerapkan hidup baru dalam Kristus di
dalam diri manusia.
"Tiga Oknum" atau "Tiga Cara Berada"

Allah itu esa, tetapi Ia mempunyai tiga pribadi atau oknum. Ia adalah Allah Bapa yang ada dan
hadir dengan kita dalam FirmanNya yang telah menjadi manusia yaitu Yesus Kristus, yang kita
kenal melalui Alkitab, dan yang sekaligus hadir sebagai kuasa Roh yang bekerja di dalam hati
kita. Jadi singkatnya: Allah Bapa adalah Allah yang ada di atas kita, dan Putra adalah Allah
yang ada di dekat kita, dan Roh Kudus adalah Allah yang ada di dalam kita. Yang ada
bukanlah tiga Allah, tapi satu Allah saja. Ketiganya itu esa, berbeda tapi tak terpisah, satu tapi
tak tercampur.

Illustrasi matahari dapat dipakai untuk memahami hal ini. Kita mengalami kehadiran matahari
dalam hidup kita melalui tiga cara: (1) benda, di mana matahari itu sendiri berada jauh di atas
kita; (2) sinar dan cahayanya yang ada di sekitar kita; (3) panasnya yang tidak terlihat tapi
terasa di kulit kita. Ketiga unsur matahari itu satu tetapi tidak berbaur, berbeda tetapi tidak
terpisah. Ketiga-tiganya hadir dan berfungsi dalam hidup kita.

Allah dan Logika Manusia

Seringkali Allah disalahpahami dan karena itu sering ditolak karena "tidak masuk akal". Tetapi
sebenarnya itu adalah kesalahan kita: Allah ingin dipahami berdasarkan akal, padahal akal
manusia itu terbatas, karena manusia memang terbatas. Terlebih sukar lagi jika kita mencoba
memahami Allah yang Maha Besar berdasarkan "matematika". Kita hanya percaya karena hal
itu dikatakan dalam Alkitab. Kita patu merenungkan apa yang dikatakan dalam 1 Korintus
13:12 yang berbunyi: "Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-
samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal
dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri
dikenal."

Perlu dicatat bahwa di sepanjang sejarah Gereja, telah ada usaha untuk menjelaskan Allah ini
secara logika, namun semua usaha itu tidak pernah memuaskan. Terlebih lagi ada usaha yang
sampai bertentangan dengan Alkitab, khususnya mengenai keilahian dan kemanusiaan Yesus
Kristus. Dua diantara banyak ajaran yang tidak sesuai dengan Alkitab itu ialah:

Pertama, yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah manusia biasa, yang "dimasuki" oleh Allah.
Kedua, Yesus adalah Allah yang datang ke dalam dunia dengan tubuh semu (maya), jadi bukan
tubuh manusia yang sejati.

Kedua ajaran ini tidak sesuai dengan kesaksian Alkibat sebab yang kita yakini ialah Yesus
adalah benar Allah dan benar manusia.

Ada juga ajaran lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal itu ada, tapi ketiganya hadir
secara bergiliran. Pada waktu Perjanjian Lama, Allah Bapa yang hadir. Pada waktu Perjanjian
Baru, Allah Anak yang hadir. Dan sekarang, Allah Roh Kudus yang hadir. Ajaran ini juga tidak
sesuai dengan Alkitab, sebab Alkitab menyaksikan bahwa ketiga-tiganya: Bapa, Anak, dan Roh
Kudus selalu hadir bersama-sama serentak dan sekaligus.

Nah, daripada kita berusaha menjelaskan atau memahami Allah secara logika, namun kita
menjadi salah mengerti dan sesat, lebih baik kita tinggal percaya saja. Sebab iman, bukanlah
"mengerti dulu baru percaya" melainkan "percaya dulu baru mengerti". Ajaran Trinitas ini
bukan berarti irrasional atau tidak masuk akal, melainkan tidak terjangkau oleh akal.

Bagi saudara Kristen yang baru, bab ini sangat membantu untuk mengerti apa yang selama ini
tidak Anda pahami. Bukan pikiranmu, buka hatimu, buka telingamu untuk semua hikmat dari
Tuhan. Belajarlah walau dari mulut anjing. Tuntu ilmu walau ke Mekkah. Wa man saro wa
shola. Man jadda wa jada. Siapa berjalan akan sampai. Siapa bersungguh-sungguh akan sukses.

Allah itu Roh

Agama dunia dengan kitab sucinya membuat konsep yang jauh dari kebenaran. Kekristenan
adalah keyakinan yang bersumber dari Alkitab, sehingga harus kembali kepada apa kata
Alkitab, dan bukan dari konsep atas kesepakatan orang dalam gereja.

Allah itu Roh, Allah itu bukan benda, bukan dzat. Karena Allah itu Roh, maka mudah
memahaminya. Dia adalah Roh, dengan begitu tentunya bersatu secara Roh juga. Dia itu Esa,
bukan satu. Esa adalah cara bersatunya roh. Itu sebabnya orang Kristen kalau menyembah
Tuhan harus menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Orang Kristen tidak boleh menyembah
dalam bentuk fisik, seperti menyembah sampai jidat hitam, atau berpakaian baju koko dari
Tiongkok, kopiah harus putih, sarungan, jenggotan. Kalau kamu datang menyembah dalam
keadaan susah, janganlah pura bahagia, tapi datanglah dengan rohmu yang sedang susah dan
sampaikan kepada Tuhan mengapa kamu susah. Tuhan akan mengubahmu, memulihkanmu,
membuatmu sukacita. Nanti dengarkan baik firman Tuhan yang disampaikan oleh hambat
Tuhan dalam khotbahnya.

Menyembah Tuhan dalam Kristen tidak perlu basuh, bersih fisik, karena Tuhan melihat hati
manusia. Dia tidak melihat baju kita sewaktu masuk gereja, meskipun kita melihat cara
berpakaian orang yang masuk gereja lebih bagus daripada orang yang masuk mesjid, yang
mengenakan kopiah bau yang tidak pernah dicuci selama bertahun-tahun. Allah melihat hati
karena Allah itu roh. "Bahkan, sekalipun engkau mencuci dirimu dengan air abu, dan dengan
banyak sabun, namun noda kesalahanmu tetap ada di depan mata-Ku, demikianlah firman
Tuhan ALLAH" (Yeremia 2:222). Apa gunanya membasuh wajah, tapi membenci orang yang
beragama lain? Apa gunanya kumur tapi masih suka memfitnah? Apa gunanya cuci tangan
tapi suka mencuri?

Allah yang Esa, Oneness of God (kesatuan dalam Tuhan)


"Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Dialah Tuhan Yang Esa." "Hear, O Israel! The
Lord our God is one Lord." Sheema, Yisrael! Adonai Elohune, Adonai echad! (Ulangan 6:4 =
Markus 12:29)

Perhatikan kata berikut ini:


One = satu
Only = hanya
Alone = sendiri
Echad = unified = terpadu, bersatu

Joint in one (united) artinya adalah digabungkan menjadi satu atau disatukan. Contoh disatukan
bisa dilihat di Kejadian 2:24 yang berbunyi: "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan
ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."
Contoh lain juga terdapat di Yehezkiel 37:17 yang berbunyi: "Gabungkanlah keduanya menjadi
satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu." Juga di 1 Korintus 12:20 yang
berbunyi: "Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh."

Jangan Melampaui yang Ada Tertulis

Mari kita kembali kepada dasar kebenaran Alkitab. Apakah yang tertulis - hurufiah - dalam
Alkitab? 1 Korintus 4:6 menyatakan: "Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku
sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya
ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang
menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain."

1 Timotius 6:20-21 menyatakan: "Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan
kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-
pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang
mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai
kamu!" Kata seperti omong kosong, omongan palsu, bohong yang tidak berdasarkan
kebenaran, semuanya tidak berasal dari Firman Tuhan. Demikian juga kata yang penuh
pertentangan, perdebatan, adu argumentasi yang penuh asumsi dan penafsiran yang salah. 2
Korintus 4:13 menyatakan: "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada
tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami
juga berkata-kata." Saat beragumentasi dengan iblis, Yesus tetap mengatakan apa yang sudah
tertulis: "Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis ..." (Matius 4:4), kemudian di ayat ke 7: "Yesus
berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: ...". Ini adalah teladan bagi orang percaya untuk lebih
benar melihat Alkitab sebagai sumber hidup dan iman.

Tuhan itu Esa dan itu berarti hanya ada satu pribadi. Yesaya 44:24 menyatakan: "Beginilah
firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah
TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang
menghamparkan bumi --siapakah yang mendampingi Aku? -- Yesaya 37:16 menyatakan: ""Ya
TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah
Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi." Kemudian Yesaya
37 ayat 20 berbunyi: "Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari
tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah
TUHAN." Dia tetap sendiri dalam mencipta, seperti yang dinyatakan Yesaya 63:7-9 sebagai
berikut: "Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN
yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukan TUHAN kepada kita, dan kebajikan yang
besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya
dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. Bukankah Ia berfirman: "Sungguh, merekalah
umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang," maka Ia menjadi Juruselamat mereka
dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang
menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-
Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala."

Dia satunya dan namaNya diterangkan di Zakharia 14:9 sebagai berikut: "Maka Tuhan akan
menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhan adalah satu-satunya dan nama-Nya
satu-satunya." Wahyu 4:2 menyatakan: "Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah
takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang."

Berdasarkan ayat yang tersurat tentang ke-esa-an Allah maka kesimpulan yang benar adalah
bahwa Tuhan itu:
seorang diri
sendiri saja
satu-satunya
namaNya satu-satunya
duduk di satu takhta di Surga
seorang yang duduk di atas takhta itu
seorang yakni satu pribadi

Kehendak Allah dinyatakan di 1 Timotius 2:3-5 sebagai berikut: "Itulah yang baik dan yang
berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang
diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula
Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Tuhan itu ESA dinyatakan di Markus 12:28-32 sebagai berikut: "Lalu seorang ahli Taurat, yang
mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi
jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah
yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel,
Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada
hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada
Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain
kecuali Dia." Yesus Kristus adalah perwujudan Allah, dan bukan pribadi yang lain dari Allah.
Ibrani 1:1-3 menyatakan: "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai
cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman
akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan
sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada
dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa,
Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi."

Yesus adalah pernyataan diri Allah dalam rupa manusia. 1 Timotius 3:16 menerangkan hal ini
sebagai berikut: "Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan
diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada
malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang
dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Tuhan itu ESA, karena itu ESA juga PribadiNya. Jika kita percaya kepada satu Tuhan, itu berarti
kita menyembah Allah yang Tunggal, bukan Allah yang Tritunggal.

Tritunggal dicetuskan oleh Tertulianus, dipopulerkan oleh Athansius, diterima oleh Katolik,
diwariskan kepada Protestan dan difanatiki oleh Advent lalu dikeramatkan oleh Kharismatik.

Begitulah keterangan saya tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapa Gereja dan jasa mereka
dan doa mereka untuk saya dan Anda.

Mari kembalikan pemahaman kepada apa yang tertulis, yakni Kebenaran Alkitab!

Haleluyah!
Kesimpulan dan Penutup

Di luar Alkitab tidak ada kebenaran wahyu. Alkitab adalah kebenaran wahyu. Firman Tuhan
hanya ada di Alkitab. Firman Tuhan hanya diberikan dan dipercayakan kepada Bani Israel.

Saya tidak mau lagi berdebat dengan mereka, karena thema debat hanya itu saja dan mereka
hanya meniru pendahulu mereka. Tidak ada hal yang baru. Kepada saudara di Surabaya dari
Abdullah Wasia'an Foundation Center, lupakan berdebat dengan saya. Mereka tidak mau
berdebat tentang "Siapakah Muhammad", "Benarkah Al-Qur'an", "Apakah Islam?" Mereka
hanya mau berdebat tentang "Siapakah Yesus", "Alkibat Sudah Dipalsukan", "Kristen itu Sesat!"

Al-Qur'an tidak membenarkan Alkitab. Sejak zaman Adam, Nuh, Abraham, Musa sampai Isa,
tidak diperbolehkan untuk tidur dengan budak. Tapi hukum Al-Qur'an menghalalkannya.
Alkitab mengharamkan apapun bentuk pencurian tapi hukum fa'i ditetapkan dalam Al-Qur'an
untuk mengambil harta penduduk kota. Ini juga menerapkan hukum jahiliyah.

Tidak ada nubuatan Alkitab tentang kedatangan Muhammad. Yesus adalah sang Alfa, sang
Omega, yang Awal dan yang Akhir. Yesus hanya menubuatkan mesias palsu. Akan datang
waktunya bahwa orang yang membunuh pengikut Yesus dengan menyebut nama Allah
mengira bahwa itu adalah berbuat bakti bagi Tuhan.

Paradigma Al-Qur'an dan Alkitab sangat berbeda bagaikan sejauh langit dari bumi. Al-Qur'an
memperbolehkan Muslim untuk menghunus pedang, tapi Yesus memerintahkan: Sarungkan
pedangmu. Satu agama yang memperbolehkan berperang hanyalah Islam.

Memang ada ayat perang dalam Perjanjian Lama, bahkan yang lebih sadis daripada Al-Qur'an.
Tetapi siapakah eksekutor dari ayat sadis itu? Orang Kristenkah?

Semua bentuk ibadah dalam Islam tidak dikenal dalam Alkitab. Shalat diperintahkan setelah 12
tahun Muhammad menjadi Nabi baru. Menurut pengakuannya, dia baru dipanggil setelah 12
tahun menjadi Nabi untuk menghadap Allah dan menerima perintah lima kali shalat sehari
semalam. Anehnya, tidak ada orang Islam yang benar rajin shalat. Ibadah dalam islam semua
meniru ibadah orang jahiliyah yang telah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun
sebelum itu. Ibadah dalam Yahudi dan Nasrani sudah mapan: pujian, doa, firman. Semua
dijelaskan dalam bahasa yang dimengerti oleh jemaah. Saat ibadah, umat bisa mengarah ke
mana saja, boleh ke arah Timur, Barat, Utara, Selatan, tidak masalah. Hal ini karena Tuhan ada
di mana. Tidak ada tuntunan doa masuk WC, doa tidur, doa senggama, doa makan. Yang ada
hanyalah jika ingin berdoa, silakan berdoa, terserah bagaimana cara berdoanya! Juga
diperbolehkan berdoa dengan bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Jawa, asalkan dirimu
mengerti. Setelah itu barulah mendengarkan Firmat Tuhan dari pendeta yang mengutip dan
menguraikan Alkitab.

Tiada Allah selain Yesus. Allah bangsa lain adalah berhala.

Allah yang Esa yang disembah dalam Yesus Kristus. Amen.


Haleluyah!

Jerusalem Baru, 4 Maret 2015

Saifuddin Ibrahim