Anda di halaman 1dari 18

PENUNTUN PRAKTIKUM

PENYUSUN :

(TIM Mesin dan peralatan I)

LABORATORIUM ALAT DAN MESIN PERTANIAN

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

2017
Usaha keselamatan kerja didalam dan disekitar laboratorium adalah penting sekali,
bukan saja ditujukan untuk melindungi manusia itu sendiri tetapi juga mengamankan
peralatan dari bahaya yang dapat menimbulkan kerugian.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipatuhi untuk keselamatan kerja dalam
mengikuti praktikum :

1. Praktikan harap memasuki ruangan laboratorium tepat pada jadwal (jam dan hari)
yang sudah ditetapkan oleh asisten.
2. Memakai baju praktikum dan sepatu, apabila ada diantara praktikan yang tidak
memakai atribut tersebut, maka tidak di izinkan memasuki ruangan laboratorium
3. Sebelum memasuki ruangan. praktikan harap mematuhi semua arahan dan
himbauan asisten.
4. Menjaga ketenangan dan ketentraman ruangan sewaktu proses praktikum sedang
berlangsung
5. Mendengarkan semua instruksi dengan baik yang diberikan asisten, agar tidak
terjadi kesalahpahaman yang dapat mengakibatkan hal-hal negative (merugikan)
6. Dilarang menyentuh, memegang mengambil peralatan laboratorium alsintan dan
perbengkelan tanpa seizin asisten
7. Jangan bercanda gurau dengan peralatan mesin yang sedang aktif (hidup) maupun
yang non-aktif atau menganggu praktikan lain yang sedang mengoperasikan
peralatan. Karena dapat menyebabkan kecelakaan yang serius.
8. Bagi praktikan yang belum memahami dan tidak mengerti petunjuk penggunaan
peralatan pertanian, tidak diperkenankan mengoperasikan sendiri dan tunggu
instruksi dari asisten
9. Jagalah kebersihan ruangan dan peralatan sesudah mengikuti praktikum

Catatan :

Apabila para praktikan tidak mengindahkan/mematuhi keselamatan kerja yang tertera


diatas maka asisten berhak mengeluarkan praktikan secara tegas, karena koord/laboran
dan asisten tidak bertanggunag jawab kepada pihak manapun apabila terjadi hal-hal
negative pada praktikan tersebut.

Laboran,

Yusran Akbar, S.TP., MP


PRAKTIKUM 1 DAN 2

PENGENALAN DAN PENGOPERASIAN TRAKTOR

Secara umum mesin dan alat berat yang dipergunakan dibidang pertanian disebut
traktor. Kata ini berasal dari traction engine yang berarti mesin penghasil traksi. Karena
pada dasarnya kegiatan pra panen dibidng pertanian adalah berhubungan dengan kegiatan
menarik yang membajak lahan, menanam dan menyiangi gulma. Secara umum traktor
mempunyai 5 bagian utama yakni ;

1. Penggerak (engine), biasanya berupa motor bakar, dan yang paling banyak adalah
motor bakar diesel.
2. Rangka (chasis, merupakan tempat melekatnya komponen-komponen pembangun
traktor, chasis harus terbuat dari bahan yang kuat dan tahan korosi.
3. Penutup (canopy), berguna untuk kenyamanan operator, terkadang ada canopy yang
tertutup rapat yang berguna untuk melindungi operator dari suara gaduh.
4. Roda, menentukan bergeraknya suatu traktor dengan adanya traksi antara roda
dengan tanah. Roda bisa berupa roda ban, roda rantai, roda besi dan untuk pada
tanah sawah yang berair dapat dipakai roda pembantu berupa roda apung yang
terbuat dari besi yang mempunyai sirip.
5. Intrumen-instrumen yang diperlukn sesuai dengan kegunaannya. Intrumen dapat
digolongkan atas dua macam yakni yang berfungsi sebagai kendali dalm
pengoperasian seperti stir, pedal gas, rem lampu dan lain-lain. Dan yang berfungsi
sebagai alat ukur untuk mengethui kondisi kerja suatu traktor seperti penduga
tekanan oli, penduga bahan-bahan bakar, speedometer dan lain-lain.

Tujuan

- Agar mahasiswa dapat mengenal dan menyebutkan bagian-bagian traktor


- Agar mahasiwa dapat mengoperasian traktor

Alat dan bahan

- Traktor roda dua


- Traktor roda empat
- Alat tulis

Pengoperasian traktor roda dua (hand traktor)

1. Periksalah engine dan semua bagian traktor sehingga yakin dalam keadaan kondisi
baik. Pasanglah tuas standar.
2. Yakinlah bahwa tuas personeling dalam posisi netral dan kopling dalam posisi tak
tersambung.
3. Nyalakan motor traktor dengan cara mengengkol. Mula-mula engkol dipasang pada
poros engkol ( balanced crank shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit, engol mulai
diputar berlahan dan semakin cepat sampai putarannya cukup untuk menghidupkan
motor. Sewaktu pemutarannya jangan lupa menarik alat penghilang kompresi
(dekompresi level)
4. Naikkanlah putaran motor dengan cara mengatur tuas gas yang biasanya terletak
pada stang kemudi kanan.
5. Setelah melepas tuas standar, peganglah stang kemudi dengn sedikit menekannya
hingg batas pinggang agar diperoleh keseimbangan. Pasanglah tuas perseneling pada
kecepatan yang diinginkan.
6. Dengan satu tangan masih tetap memegang stang kemudi, tangan yang lainnya
memasangkan kopling utama sehingga traktor bergerak. Segera kedu tangan
memegang stang kemudi. Dan ikutilah gerak traktor dengan melangkah.
7. Membelokkan arah dapat dilakuakan dengan menekan kopling pada stang kemudi.
Jika ingin belok kekanan maka tekanlah kopling kanan dan bila ingin belok ke kiri
maka tekanlah kopling kiri.
8. Untuk bergerak mundur, turunkanlah putaran motor, trik tuas kopling utama, tekan
kedua kopling pada stang sehingga traktor berhenti. Kemudian pasanglh porseneling
pada posisi reverse (R)
9. Pasangkan kopling utama, maka traktor kan mundur dan sudah tentu operator juga
harus mundur, pastikan bahwa traktor dapat dihentikan setiap saat pada waktu
mundur.
10. Untuk menghentikan, tarik tuas kopling utama, putar tuas gas sehingga motor dalam
putaran idle, pasangkan tuas perseneling pada posisi netral.
11. Pasangkan tuas standard an matikan motor penggerak.
A. Pengoperasian traktor roda empat
1. Menghidupkan motor
Periksalah motor dan semua bagian traktor sehingga yakin dalam kondisi
baik. Naiklh dari sebelah kiri traktor
Duduklah ditempt duduk
Rangkailah pedal rem kanan-kiri menjadi satu dengan memasang rem parker
Semua tongkat pengatur harus pada posisi netral
Masukkan kunci kontak dan putar kekanan kearah on
Injak penuh pedal kopling dan putar kunci kontak kekiri kearah preheat
selama kurang lebih 10-20 detik
Putar kunci kontk kearah kanan keposisi tar, maka starter motor akan
memutar mesin. Setelah mesin hidup segera lepaskan kunci kontak sehingga
kunci kontak akan kembali keposisi on dengan sendirinya. Setelh mesin
hidup, lampu pengontrol tekanan oli harus padam, bila tetap menyala,
matikan segera mesin dan periksa system pelumasan

2. menghidupkan motor pada waktu batere 9accu) lemah

Trik tombol dekompresi


Injak pedal kopling (dengan kaki kiri) dan putarlah kunci kontak keposisi star
Sesudah motor berputr dengan cept selama 3-5 detik doronglah tombol
dekompresi, bila perlu panaskan lebih dahulu ruang bakar

3. mematikan traktor

Turunkan kecepatan motor dengan jalan mendorong handel akselerasi


kedepan atau dengan melepaskan pedal akselersi
Tarik keatas tuas untuk mematikan motor
Setelah motor mati putar dan tarik keluar kunci kontak

4. mengenderai traktor

Injk penuh pedal kopling dengan kaki kiri


Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama (dengan lengan kiri) dan
tongkat pengubah kecepatn PTO ke kecepatan yang diinginkan
Lepas rem parker
Naikkan putaran motor dengan menginjak pedal gas kaki (kaki kanan) atau
menaikkan tuas gas tangan (tangan kanan). Untuk transportasi sebaiknya
menggunakan gas kaki
Pastikan keadaan sekitar aman, perlahan angkan kaki kiri dari pedal kopling
sampai separuhnya sehingga traktorv bergerak tanpa terhentak. Setelah
bergerk maju, lepaskn kaki dari pedal kopling
Yng perlu diperhatiakan
- jangan berjalan deng rem prkir masih terpasang
- jangan selalu meletakkan kaki pada pedal kopling selama menjalankan
traktor
Petunjuk keamanan kerja
- melepskan pedal kopling secara tiba-tiba akan menyebabkan traktor
melompat kedepan
- pemindahan kedepan hanya bisa dilakukan pada waktu traktor berhenti
Hubungkan pengunci pedal kiri dan kanan pada waktu berjalan dijalan umum
- hanya operatorlah yang diizinkan diatas traktor
- hindarilah menjalankan traktor ditepi parit atau selokan dimana bagian tepi
ini mudah longsor dan bisa menyebabkan terguling kedalam parit
- bila berbelok dan turunkan kecepatan motor dan pindahkan tongkat
pengubah kecepatan keposisi low
- Jangan menjalankan traktor dijalan umum sementara implement masih
berputar/ bergerak
- sehabis menggunakan pengunci differensial, yakinlah bahwa pengunci ini
sudah terlepas kembali
- pada jalan-jalan yang menurun gunakan gigi rendah untuk memperlambat
jalannya traktor, jangan terus menerus menggunakan rem

5. gerak mundur
Turunkan putaran motor dan injak pedal kopling dalam dan injak pedal rem
(kaki kanan)
Masukkan perseneling keposisi reverse (R)
Setelah yakin mundur aman, injak pedal gas dan lepaskan pedal kopling
pelahan-lahan, maka traktor akan mundur dan pastikan bahwa traktor dapat
dihentikan setiap saat pada waktu mundur

6. Menghentikan traktor

Kurangi kecepatan motor


Injaklah kedua pedal kopling kemudian injak pedal rem, maka traktor akan
berhenti
Pindahkan tongkat pengubah kecepatan utama dan PTO ke posisi netral dan
lepaskan pedal kopling
Hubungkan kembali pengunci pedal kiri dan kanan, kemudian pasang rem
parker
Matikan motor dan turun dari sebelah kiri traktor
Petunjuk keamanan kerja :
- pada waktu parker ditempat yang tidak rata (miring)selain memasang rem
parker pasang juga ganjal kayu pada roda traktor
- sebelum meninggalkan traktor mtikan dahulu traktor dan turunkan
implement sampai menyentuh tanah untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkn
PRAKTIKUM 3

CARA PEMASANGAN RD/BAN BESI, GANDENGAN (TRAILER), BJAK SINGKAL


DAN ROTARI

A. Tujuan praktikum

Untuk mengetahui bgaimana cara-cara pemasangan Roda/ ban besi, gandengan,bajak

singkal Dan rotary dengan lancar dan benar sebelum pengolahn tanah pertama dan
pengolahan tanah kedua.

B. Dasar teori

Ban besi adalah suatu alat pemindah dan menempuh jarak diarel perkebunan dan
perswahan untuk menghindari terjadinya slep sewaktu pembajakan dilakukan.
Pemasangan ban ini harus sangat diperhatikan karena apabila terbalik maka akan terjadi
geledek dan sangat mempengaruhi pengoperasian di dalam pembajakan.

Gandengan trailer adalah suatu alat pengangkutan, baik dari hasil pertanian atau
barang-barang lainnya, dengan berat tertentu sesuai daya tampung kapasitas/batas muatan
maksimum gandengan tersebut.

Bajak singkal merupakn salah satu alat pertanian yang paling penting, karena
memiliki fungsi sebagai pengubah sifat fisik tanah dengan cara ditarik, bajak ini akan
menggeruk, memotong, membalikkan, memecah tanah sekaigus menutup gulma dan
menjadikannya kompos pada pengolahan tanah pertama dan tanahnya masih berbentuk
bongkahan-bongkahan besar dan tidak rata.

Bajak rotary merupakan lat pengolah tanah kedua yang berfungsi sebagi penghancur,
meratakan tanah dan menyaring gulma sehingga tanah tersebut menjadi butiran-butirn
kecil/halus dan bersih dari gulma setelah pengolahan pertama dilakukan.

C. Alat dan bahan


Hand traktor, ban besi, triler, bajak singkal, dan rotary
Kain lap dan peralatan kunci perkakas
D. Cara-cara pemasngan roda/ban besi, gandengan, bajak singkal dan rotri
a. Roda besi
Dipstikan agar posisi traktor dlam keadan diam(tidak bergerak/bergeser)
Diperhatikan bilah mata ban jangan sampai terbalik posisinya
Diangkat salah satu porseneling depan kiri/kanan dengan dongkrak lalu
lepaskanlah baut/mur pengikatnya
Dipasang ban tersebut sesuai lubag baut/mur pengikat di porseneling dan
kencangkan baut/mur tersebut dengan kuat dan sempurna
Traktor siap untuk dijalankan
b. Gandengan (trailer)
Dipastikn agar posisi traktor gar dalam keadaan diam
Dilepaskan pin pengikat yang terpasang sebelumnya di traktor
Ditarik gandengan dan diluruskn dengan traktor sehingga lubang pin
kelihatan llu pasangkan pin tresebut sampai betul-betul terbenam
Gandengn siap untuk dioperasikan
c. Bajak singkal
Dipastikn posisi traktor dalam keadaan diam
Dilepaskan sebelumnya pin yang dipasngkan di traktor
Diangkat bjak singkal sampai mulut lubang pin kelihatan lalu pasangkan
pin tersebut sampai betul-betul terbenam
Bajak singkal siap untuk dioperasikan
d. Baja rotary
Dipastikan agar osisi traktor dalam keadaan diam
Dilepaskan baut pengikat yang tarpsang sebelumnya di traktor
Diangkat bajak rotary ini sampai mulut lubang baut kelihatan lalu
pasangkan baut tersebut dengan hati-hati jangan sampai miring karena
dapat merusak baut pengikatnya dan kencangkan sampai betul-betul kuat
dan sempurna
Bajak rotary siap diopersikan
PRAKTIKUM 4

PENGENALAN ALAT PENGOLAH TANAH PERTAMA

Pengolah tanah merupakan bagian prose terbert dari keseluruhan proses budidaya
pertanian dimana proses ini mengkonsumsi energy sekitar 1/3 dari keseluruhan energy yang
dibutuhkan dalam proses budidaya pertanian. Pengolahan tnah pertama bisa disebut
dengan istilah pembajakan. Alat pengolah tanah pertama adalah alat-alat yang pertama
sekali digunakan untuk mengolah tanah yang berfungsi memotong, membalik, memecah
atau membongkar tanh. Sehingga dari prinsip krjanya ini, alat pengolah tanah pertama
dapat dibagi atas tiga :

1. Alat pembalik tanah semisal bajak singkal dan bajak piring


2. Alat penghancur tanah semisal bajak rotari
3. Alat pembongkar tanah semisal bajak chisel, bajak subsoil dan bajak raksasa

Bajak singkal merupakan salah satu alat tertua yang juga dianggap sebagai alat pengolah
tanah yang paling penting, karena memiliki fungsi mengubah sifat fisik tanah dengan cara
ditarik. Bajak singkal akan memotong, membalik dan memecah tanah sekaligus menutup
gulma dan menjadikannya kompos dibawah tanah. Bajak ini sangat cocok dipergunakan
dilahan basah. Kebanyakan bajak singkal dirancang untuk membalik tanah hanya kearah
kanan.

Bajak piring berfungsi memotong, memecahkan dan membalik tanah dengan perputaran
piringan. Piringan pada bajak piring memerlukan hanya sedikit tenaga dan memiliki
kemampuan penyesuaian terhadap lahan yang diolah sehingga bajak ini dipergunakan pada
lahan yang tidak dapat dipergunakan bajak singkal

Bajak rotary adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda dengan
bajak piringan yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri dari pisau-pisau
yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerkkan
oleh suatu motor, bajak ini hanya ditemui pada pengolahan tanah sawah untuk pertanaman
padi.
Bajak chisel berbentuk tajak yang tersusun pada suatu rangka. Digunakan untuk
memecah tanah yang keras sampai kedalaman sekitar 18 inci. Diperlengkapi dengan dua
buah roda yang berguna untuk transportasi dan mengatur kedalaman pemech tanah. Jarak
antara tajak dapat beragam dari sampai 2 inci. Alat ini tidak membalik tanah seperti bajak
yang lain, tetapi hanya memecah tanah yang sering dipergunkan sebelum pembajakan
tanah dimulai.

Bajak subsoil seperti chisel tapi lebih besar dan memecah tanah lebih dalam yakni
sampai kedalaman 20-36 inchi. Alat ini juga sering digunakan untuk memecah hardpan atau
untuk memperbaiki drainase tanah.

Bajak raksasa bentuknya sangat besar dan digunakan untuk membalik tanah pada
kedalaman 100-180 cm. dengan alat ini, tanah subur yang ada didalamnya dapat diangkat
keatas permukaan tanah. Dapat berbentuk bajak singkal atau bajak piringan.

A. Tujuan
- Agar mahasiwa dapat menyebutkan macam-macam alat pengolah tanah pertama
- Agar mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian dari alat pengolah tanah pertama
B. Alat dan bahan
- Meteran
- Kain lap
- Alat tulis
C. Pengamatan alat pengolah tanah pertama
PRAKTIKUM 5

PENGENALAN ALAT PENGOLAH TANAH KEDUA

DAN ALAT TRAKSI

Alat pengolah tanah kedua adalah alat-alat yang digunakan setelah pembajakan.
Pengolhan tanah kedua berfungsi menggemburkan dan meratakan tanah, memperbaiki tata
air, menghancurkan dan mencampur sisa tanaman dengan lapisan tanah atas :

1. Garu piring, dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong gulma pada
permukaan tanah, menghancurkan permukaan tanah sehingga keratin tanah lebih
berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan atau
untuk menutup biji-bijian yang ditanam secara sebar.
2. Garu paku, mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri atas beberapa baris
gigi yang diikat pada rangka. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan
tanah tanah setelah pembajakn, juga dapat digunakan untuk penyiangan pada
tanaman yang baru tumbuh.
3. Garu pegas, sangat cocok untuk lahan yang berbatu dan dipenuhi akar, karena
giginya yang cepat memegas apabila ada gangguan. Kegunaannya sama dengan garu
paku, bahkan penyiangannya lebih baik karena dapat masuk kedalam tanah lebih
dalam
4. Garu rotary, dapat bekerja pada pengolahan primer dan sekunder. Jika dikerjakan
pada pengolahan tanah sekunder disebut garu rotary. Selama bekerja, kedalaman
kerja, lebar kerja,kecepatan kerja da putaran poros rotary harus disesuaikan. Untuk
penyesuaian kedalaman kerja, dipergunakan penyesuaian tuas dengan kendali
hidroulik tiga titik gandeng.
5. Garu khusus, yang termasuk kedalam garu khusus adalah : weeder-mulche, untuk
penyiangan, pembuatan mulsa, dan pemecah tanah dipermukaan dan soil sureon,
merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada rangka plat, digunakan untuk
memecah bongkahan tanah dipermukaan tanah dan untuk meratakan tanah
6. Land rollers dan pulverizers, merupakan piring-piring atau roda-roda yang disusun
rapat pada satu as. Pinggiran piring dapat tajam atau bergirigi. Digunakan untuk
menyelesaikan proses pengolahan tanah untuk persemaian.
Alat traksi adalah alat untuk menggerakkan suatu kendaraan dengan menggunakan
gaya reaksi dari permukaan pendukung. Efisiensi traksi tergantung dari : a) diameter
roda, b) lebar roda, c) berat roda, d) tipe pembungkus roda, e) kecepatan gerak, f)
tipe dan keadaan tanah, g) kemiringan lereng dan h) tinggi tempat pemasangan alat.
Secara umum alat traksi pada traktor terbagi atas dua yakni roda (yang terdiri atas
roda ban karet dan roda besi) dan rantai.

A. Tujuan
- Agar mahasiswa dapat menyebutkan macam-macam alat pengolh tanah kedu dan
macam-macam alat alat penghasil traksi
- Agar mahasiswa dapat menngetahui bagian-bagian dari alat pengolah tanah kedua
dan bagian-bagian dari alat penghasil traksi
B. Alat dan bahan
- Alat pengolah tanah kedua : garu rotary, pelumpur, pembuat alur
- Alat penghasil traksi : roda karet dan ban besi
- Meteran
- Kain lap
- Alat tulis
C. Pengamatan alat pengolah tanah kedua
PRAKTIKUM 6

PENGUKURAN SLIP TRAKTOR RODA DUA

Rendahnya efisiensi penyaluran tenaga melalui drawbar terjadi karena kehilangan


tenaga pada transmisi yang diperlukan untuk menanggulangi rolling resistance dan slip
yang terjadi. Dari table dua. Koefisiensi rulling resistence, nilai rolling dapat ditentukan
dengan bantuan rumus :

RR = X G

Dimana : RR = rolling resistance (kg)

= koefisien rolling resistance (table koefisien rolling resistance)

G = massa traktor (kg)

Table 2. koefisien rolling resistance untuk ban angin

Nilai drawbar pull masih dapat terus meningkat sampi maksimum yakni sampai slip roda
mencapai 30%, slip optimum adalah 10%-17% terjadi pada saat effisiensi traksi
maksimum. Tenaga maksimum pada efisiensi traksi maksimum dicapai pada
perbandingn yang tepat antara beban, slip, kecepatan kerja, dan tenaga tarik.
A. Tujuan
- Agar mahasiswa dapat membuktikan adanya slip roda trktor saat bekerja dan dapat
menghitung besarnya slip pada berbagai landasan.
B. Alat dan bahan
- Traktor roda dua
- Pita ukur
- Patok kayu
- Alat tulis
C. Menghitung slip
PRAKTIKUM 7

PENGUKURAN KAPASITAS LAPANG PEMBAJAKAN

Kapasitas kerja suatu alat atau mesin didenifisikan sebagai kemampuan alat dan
mesin dalam menghasilkan suatu produk persatuan waktu (jam). Dari satuan kapasitas
kerja dapat dikonversikn menjadi satuan produk per kw per jam, bila alat/mesin itu
menggunakan daya penggerak motor. Jadi, satuan kapasitas kerja menjadi : Ha/kw.jam,
kg/kw.jam atau lt/kw.jam

Kapasitas lapang dapat dibagi atas dua macm yakni kapasitas lapang teoritis (KLT) dan
kapasitas lapang efektif (KLE). KLT diartikan sebagai kemmpuan kerja suatu alat dalam
suatu bidng tanah jika mesin penggerak maju sepenuh waktu dan alat bekerja dalam
lebar maksimum. Sementara KLE diartikan sebagai rata-rata dari kemampuan kerja alat
dilapang untuk menyelesaikan suatu bidang tanah

Kapasitas dari alat-alat pertanian dapat dinytakan dalam arce/jam atau hektar/jam
merupakan fungsi dari factor-faktor berikut ;

a. Lebar jejak (lebar jejak terukur)


b. Keceptan maju
c. Persentase dari waktu yang hilang

Dari factor-faktor yang ini, persentase dari waktu yang hilang yang paling sulit untuk
dinilai. Waktu yang hilang biasanya diguanakan untuk :

a. Penyesuaian/ penyetelan alat


b. Pelumasan yang bekerja
c. Memperbaiki kerusakan lapang
d. Berputar diujung
e. Menambah air radiatornya waktu bekerja
f. Menambah biji-bijian dan pupuk
g. Membongkar muatan hasil panen
h. Menunggu kendaraan pengangkut hasil-hasil panen dan sebagainya
Kapasitas optimum dari peralatan pertanian tergantung dari factor-faktor :

a. Jumlah hari kering untuk bekerja


b. Kecepatan bekerja
c. Waktu yang tersedia untuk operasi lapang
d. Persentsai keuntungan yang akan didapat

Khusus untuk mendapatkan efisiensi kerja yang tinggi hendaknya dilakukan :

a. Pemeliharaan traktor dan alat-alatnya dengan seksama


b. Pemilihn operator/driver yang cakap dan berpengalaman
c. Pengerjaan tanah dilakukan berdasarkan keadaan areal lapangan
A. Tujuan
- Agar mahasiwa dapat membedakan KLT dan KLE
- Agar mahasiwa dapat menghitung KLT dan KLE dan menentukan efektifitas kerja
B. Alat dan bahan
- Traktor roda dua
- Bajak singkal
- Pita ukur
- 2 buah stop watch
- 8 batang patok kayu
- Alat tulis

Catatan :

Untuk mempercepat proses kerja praktikan dapat menyiapkan beberapa tali raffia
sebagai alat ukur seperti :

- Seuntas tli raffia sepanjang 7 m yang kedua ujungnya diberi patok kayu
- 3 untas tali raffia sepanjang 7 m yang salah satunya ujung diberi patok kayu

C. Menghitung slip dan kapasitas lapang pembajakan


PRAKTIKUM 8

PENGENALAN ALSIN PENANAM

Suatu alsin penanam secara umum harus mampu melakukan fungsi ekanik berikut :

1. Membuat alur untuk biji atau benih sampai kedalaman tertentu


2. Mengatur jumlah biji atau benih yang akan ditanam
3. Meletakkan biji atau benih dalam alur pada tempat yang dikehendaki
4. Menutup biji atau benih dan mengeraskan tanah sekitr biji atau benih sesuai dengan
tipe biji atau benih yang ditanam

Fungsi-fungsi diatas dapat dicapai dengan adanya komponen utama untuk alat/mesin
pertanian. Sehingga umumnya alat tanam mempunyai komponen utama sebagai berikut
:

1. Hopper, adalah tempat meletakkan bagian tumbuhan yang akan ditanam


2. Penjatah, berfungsi engatur jumlah bagian tumbuhan yang akan masuk ke bagian
penyalur
3. Penyalur, berfungsi menyalurkan bagian tumbuhan menuju lubang tanam
4. Membuka alur (+ pemadat tanah), berfungsi membuat alur penanam
5. Penutup alur, berfungsi menutup alur penanam
6. System transmisi, berfungsi menyalurkan daya
7. Marker, sebagai penanda dalam proses penanam
A. Tujuan
- Agar mahasiswa dapat mengenal bagian-bagian penting dari sebuah alsin penanam
- Agar mahasiswa mampu mengoperasikan alsin penanam khususnya penanam padi
dan biji-bijian
B. Alat dan Bahan
- Rice transplanter
- Tugal semi mekanis
- Kain lap
- Alat tulis
C. Cara pengopersian dan evaluasi alsin tanam