Anda di halaman 1dari 2

Notulensi Rapat Penyusunan Visi Misi Sasaran dan Tujuan (VMTS) dan Rencana Strategis

Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Jember tanggal 22 Januari 2014 di


Fakultas Hukum Universitas Jember

1. Dwi Susanti dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jember menyarankan agar Fakultas
Hukum bisa menjalin kerjasama dengan banyak Pemda di Indonesia. Selain itu, Pemda
Jember juga berkomitmen untuk mendukung tujuan Fakultas Hukum Universitas Jember
menjadi perguruan tinggi yang unggul di Kawasan Asia Tenggara. Satu hal yang bisa
dilakukan untuk membentuk kolaborasi antara Fakultas Hukum dengan Pemda Jember
adalah mengembangkan Jember Fashion Carnival bersama-sama. Hal ini bisa dilakukan
misalnya dengan menyesuaikan acara konferensi fakultas hukum dengan JFC.
2. Subekti Pelaku Usaha menyarankan agar Fakultas Hukum Universitas Jember agar
mempunyai mata kuliah yang fokus dibidang ekonomi internasional karena dalam lima
atau sepuluh tahun ke depan para pelaku usaha membutuhkan karyawan yang dapat
menangani isu-isu terkait ekonomi antar negara. Selain itu, dia juga menyarankan agar
fakultas hukum memberlakukan syarat minimal penguasaan bahasa asing kepada
mahasiswa.
3. Hendra Budi Sasmita dari Peradi Jember menyarankan fakultas hukum untuk fokus
dibidang pembentukan dan pengembangan kemampuan ahli hukum di bidang penyusunan
kontrak berbahasa asing karena untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang
memungkinkan para pelaku/pengusaha/perusahaan asing berinvestasi di Indonesia. Dia
juga menyarankan agar para mahasiswa mempunyai kemampuan bahasa asing yang bagus
agar dapat bekerja di advokat/pengacara niaga di Indonesia maupun di kawasan Asia
Tenggara.
4. Dwi Andika Perbankan/BNI. Menyarankan agar Fakultas Hukum UNEJ memberikan
ruang yang cukup bagi mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir/skripsi yang fokus
pada permasalahan-permasalahan di dunia perbankan seperti adanya money laundering
maupun dana-dana korupsi yang disimpan atau di sembunyikan oleh pelaku di bank.
Selain itu, dunia perbankan juga membutuhkan legal drafter untuk keperluan pembentukan
nota kesepahaman maupun kontrak dengan pihak lain,
5. Edi Santoso dari Dirjend Peraturan Perundang-Undangan menyarankan kepada Fakultas
Hukum UNEJ untuk mengajarkan mata kuliah dan keahlian di bidang penyusunan
draft/rancangan peraturan perundang-undangan karena program legislasi nasional
mengharuskan pemerintah untuk cepat merespon realitas sosial di Indonesia dan juga
mengamandemen peraturan yang memerlukan pembaharuan. Era otonomi menurutnya
juga mengharuskan pemerintah pusat untuk bisa mempunyai harmoni produk legislasi
antara pusat dan daerah.
6. Shininta Pelaku usaha di mebel di Jepara, alumni Fakultas Hukum tahun 1987 sangat
mengharapkan fakultas hukum dapat meluluskan sarjana yang mempunyai keahlian
dibidang penyusunan kontrak kerja karena sebagai pelaku ekspor impor furniture ke
Singapura dan Jepang, dia membutuhkan legal drafter yang mampu memahami hukum
internasional dan hukum kontrak antar negara.
7. Sumali Pengadilan Negeri Denpasar berharap ada kerjasama antara fakultas hukum
dengan PN Denpasar terkait kejahatan narkotika, kejahatan terhadap anak karena ada
banyak kasus yang ditangani oleh pengadilan terkait dengan model kejahatan itu. Selain
itu, para pihak yang diajukan atau mengajukan perkara di pengadilan juga ada yang
berwarga negara asing. Oleh karena itu, kemampuan bahasa asing juga bisa membantu.
8. Abdul Latif Mahkamah Agung menjelaskan kalau Indonesia sudah meratifikasi beberapa
instrument internasional dimana kebijakan ini memerlukan kerja keras dari institusi
peradilan untuk menafsirkan norma hukum nasional dan internasional. Oleh karena itu,
MA berharap fakultas hukum mempunyai mata kuliah yang fokus pada kajian
perbandingan hukum antar negara-negara dan juga perbandingan hukum nasional dan
internasional.
9. Sugeng Santoso Pengadilan Negeri Surabaya berharap fakultas hukum dapat membentuk
karakter mahasiswa dan ahli hukum yang anti korupsi. Oleh karena itu dia menyarankan
agar fakultas hukum menawarkan mata kuliah yang fokus mengkaji kejahatan yang
dilakukan oleh pihak korporasi maupun jenis kejahatan lain yang menghilangkan uang
negara.
10. Saiful Pelaku Usaha di Jember. Dia ingin mengembangkan usahanya dibidang
ekspor kopi ke mancanegara. Saat ini dia sudah mengirim kopi ke berbagai daerah di
Indonesia. Dia berharap ada alumni fakultas hukum yang menjadi diplomat atau atase
perdagangan di kedutaan Indonesia di luar negeri.