Anda di halaman 1dari 13

AKUNTANSI LINGKUNGAN

A. PANDANGAN TERHADAP ISU-ISU LINGKUNGAN


Adapun alasan yang mendasari kenapa organisasi dan akuntan harus
perduli persoalan lingkungan yaitu Pertama banyak para steakhoder
perusahaan baik dari sisi internal maupun eksternal menunjukkan
peningkatan kepentingan mereka tehadap kinerja lingkungan dari sebuah
organisasi, khususnya perusahaan sektor swasta. Misalnya, jika dilihat dari
sisi steakholder internal, barangkali para karyawan dipengaruhi oleh polusi
dalam lingkungan kerja. Sebaliknya dari sisi steakholder eksternal termasuk
di dalamnya sebagai komunitas masyarakat telah dipengaruhi oleh polusi
lokal, kelompok aktivis lingkungan, regulasi pemeritah, steakholder, investor,
pelanggan, supplier dan lainnya.
Ada berberapa tekanan lingkungan pada tingkat internasional
mencakup :
1. Tekanan supply chain, seperti perusahaan besar yang mengharuskan
peralatan mereka sesuai dengan standar sistem manajemen lingkungan
(SML) berlandaskan pada standar organisasi internasional.
2. Tekanan pengungkapan dari berbagai steakholder terhadap
perusahaan-perusahaan untuk melaporkan kinerja lingkungan publik
mereka pada akun keuangan tahunan dan pelaporan atau dalam
pengungkapan laporan kinerja lingkungan perusahaan, sebagai contoh
lewat Guideines of the Global Reporting Initiative, contoh lainnya
adalah tekanan keuangan lewat worlwide growth of socially
responsible investment (SRI) funds, sistem rating investasi seperti the
Dow Jones Sustainability Index dan kebijakan yang mengharuskan
pengungkapan investasi.
3. Tekanan pengendalian regulasi, sebagai contoh the RoHS Directive, a
European Union (EU) regulation yang secara langsung digunakan
pada substansi hazardous tertentu dalam peralatan listrik dan elektrik
yang dijual di Uni Eropa.
4. Tekanan pajak lingkungan, sebgai contoh, pemerintah mengenakan
pajak terkait lingkungan seperti pajak karbon,pajak penggunaan
energi, pajak tanah dan pembayaran emisi lainnya.
5. Tekanan cap dan perdagangan, seperti cap emisi dan aspek
perdagangan dari protokol Kyoto.

Sejak tahun 1970an, tekanan undang-undang lingkungan terus


meningkat, secara luas juga berdampak terhadap biaya-biaya yang melekat
pada regulasi. Pada tahun 1990an, perusahaan terus meningkatkan temuannya
dalam berberapa hal yang dapat menciptakan nilai untuk para pemegang
saham dan pelanggan mereka dengan cara memenuhi regulasi yang ada. Isu-
isu lingkungan secara langsung maupun tidak, telah masuk dalam performa
ekonomi suatu usaha/kegiatan maupun organisasi. Peningkatan kebijakan
lingkungan usaha dan informasi telah mampu memberikan keuntungan bagi
investor maupun pelaku bisnis berdasarkan perlindungan lingkungan produk.
Apabila menggunakan metode perhitungan akuntansi konvensional, dampak
keuangan dalam pengambilan keputusan terkait dengan isu-isu lingkungan
seringkali salah dalam perhitungannya akibat adanya hidden maupun cost
overhead cost. Adanya keterbatasan sistem akuntansi konvensional dan
praktiknya, membuat lebih sulit untuk secara efektif mengumpulkan dan
mengevaluasi data terkait dengan lingkungan.
Publikasi terbaru dari pemerintah Inggris melaporkan bahwa
perusahaan menghabiskan rata-rata 30 persen banyaknya energi melalui
praktik-praktik yang tidak efisien. Dengan manajemen energi yng baik,kita
dapat mengurangi dampak lingkungan dari produksi energi.sebanyak 30
persen dan engeluaran energi organisasi sebanyak 30 persen. Karena
kegagalan mengubah praktik akuntansi untuk memasukan lingkungan,
organisasi-organisasi tidak sadar akan berdampak pada akun laba-rugi dan
berdampak pada neraca lingkungan terkait dengan kegiatan. Keterbatasan-
keterbatasan ini dapat mengarahkan manajemen kepada kehilangan,
ketidakpastian atau kesalahan dalam menafsirkan informasi. Sebagai
hasilnya, para manager dapat menjadi salah paham mengenai konsekuensi-
konsekuensi negatif keuangan dari lingkungan, dan biaya-biaya serta
manfaat-manfaat potensial dari perbaikan lingkungan. Oleh karena itu,
perusahaan secara terus menerus dipaksa untuk mengatur biaya lingkungan
dengan baik. Analis keuangan juga awalnya percaya bahwa kinerja
lingkungan yang baik berhubungan terhadap kinerja keuangan.

PROGRAM-PROGRAM LINGKUNGAN DI INDONESIA


Program-program yang dikoordinasikan oleh Bapedal, program-
program tersebut antara lain meliputi :

1. Analisis Menegnai Dampak Lingkungan (AMDAL)


2. Program Kali Bersih (PROKASIH)
3. Program Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
4. ADIPURA
5. Produksi bersih (PRODUKSIH)
6. Program Penilaian Kinerja Lingkungan (PROPER)
7. Pengambangan Audit Lingkungan
8. Pengendalian Dampak Sekala Kecil
9. Pengendalian Kerusakan Lingkungan
10. Pengendalian Pencemaran Kerja
11. Pengendalian Pencemaran Laut dan Pesisir
12. Pembinaan Laboratorium Lingkungan
13. Pengambangan Sumber Daya Manusia dan di Bidang Pengendalian
Dampak Lingkungan
14. Ekolabel
15. Sistem Informasi Bapedal
16. Pengembangan Instrumen-instrumen Ekonomi.
B. KONSEP AKUNTANSI DAN BAHASA
Akuntansi pada umumnya merupakan suatu sistem untuk
menghasilkan informasi keuangan yang digunakan oleh para pemakainya
dalam proses pengembalian keputusan bisnis. Bahasa digunakan untuk
menjelaskan sistem akuntansi dan juga berbagai kegiatan. Dua akuntan dalam
negara yang memiliki perbedaan bahasa akuntasi dan praktik. Kategori luas
kedua dari akuntansi bahwa secara khusus mengambil tempat pada suatu
organisasi merupakan akuntansi manajemen (AM) dan akuntansi
keuangan (AK). Pelaporan keuangan merupakan regulasi oleh hukum
nasional dan standar internasional, yang menspesifikasikan bagaimana
perbedaan item keuangan harus di perlakukan. Informasi keuangan melalui
pelaporan keuangan adalah hasil dari sistem informasi keuangan yang
memiliki tujuan berbeda diantaranya :
1. Menyediakan informasi laporan keuangan yang dapat dipercaya dan
bermanfaat bagi investor, juga kreditor untuk dasar pengambilan
keputusan.
2. Menyediakan informasi posisi keuangan perusahaan dengan
menunjukan sumber-sumber ekonomi perusahaan serta asal kekeyaan
tersebut.
3. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukan prestasi
perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukan
kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang-hutangnya.
5. Menyediakan sumber informasi keuangan yang dapat menunjukan
sumber-sumber pendanaan perusahaan.
6. Menyediakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam
memperkirakan aliran kas masuk ke dalam perusahaan.

Akuntansi manajemen secara khusus terfokus pada keputusan-


keputusan informasi yang dibutuhkan managemen internal. Akuntansi
manajemen terfokus pada informasi keuangan dan non keuangan yang
membentuk keputusan manajemen dan aktifitas seperti perencanaan dan
penganggaran, menjamin efisiensi penggunaan sumberdaya, pengukuran
kinerja dan formulasi terhadap kebijakan dan strategi bisnis.

C. AKUNTANSI LINGKUNGAN
Konsep akuntansi lingkungan sebenarnya sudah berkembang sejak
tahun 1970-an di Eropa. Pada pertengan tahun 1990-an komite standar
akuntansi internasional the international standars committee (IASC)
mengembangkan konsep tentang prinsip-prinsip akuntansi internasional.
Termasuk di dalamnya pengembangan akuntansi linngkungan dan audit hak-
hak azasi manusia. Disamping itu, standar industri juga semakin berkembang
dan auditor profesional seperti the American Institute of certified publik
auditor (AICPA) mengeluarkan prinsip-prinsip universal tentang audit
lingkungan. Pada tahun 1999 Badan ingkungan Hidup Jepang (The
Environmental Agency) yang kemudian berubah menjadi Kementrian
Lingkungan Hidup ( Ministry of Environment/MOE) mengeluarkan panduan
akuntansi lingkungan (environmental accounting guidelines) pada bulan mei
tahun 2000. Panduan ini kemudian disempurnakan lagi pada tahun 2002 dan
2005. Semua perusahaan di Jepang diwajibkan menerapkan akuntansi
lingkungan. Perusahaan-perusahaan besar Jepang seperti Fuji Xerox mulai
menempatkan posisi akuntansi lingkungan sederajat dengan akuntansi
keuangan.
Latar belakang pentingnya akuntansi lingkungan pada dasarnya
menuntut kesadaran penuh perusahaan-perusahaan maupun organisasi lainnya
yang telah mengambil manfaat dari lingkungan. Data akuntansi lingkungan
tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan atau internal organisasi lainnya
tetapi juga digunakan untuk seluruh publik. Alasan kenapa perusahaan perlu
untuk mempertimbangkan pengapdosian akuntansi lingkungan sebagai bagian
dari sistem akutansi perusahaan, antara lain :
1. Memungkinkan secara signifikan mengurangi dan menghapus biaya-
biaya lingkungan
2. Biaya dan manfaat lingkungan mungkin kelihatanya melebihi jumlah
nilai rekening/akun.
3. Memungkinkan pendapat dihasilkan dari biaya-biaya lingkungan.
4. Memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan yang selama ini mungkin
mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan
keberhasilan bisnis perusahaan.
5. Diharapkan menghasilkan biaya atau harga yang lebih akurat terhadap
produk dari proses lingkungan yang diinginkan.
6. Memungkinkan keuntungan yang lebih bersaing sebagaimana
pelanggan mengharapkan produk/jasa lingkungan yang lebih
bersahabat.
7. Dapat mendukung pengembangan dan jalannya sistem manajemen
lingkungan yang menghendaki aturan untuk berberapa jenis
perusahaan.

KONTEKS, KONSEP DAN BAHASA AKUNTANSI LINGKUNGAN


Akuntansi lingkungan adalah istilah luas yang digunakan dalam
jumlah konteks yang berbeda, seperti :
1. Penilaian dan pengungkapan lingkungan terkait informasi keuangan
dalam konteks akuntansi dan pelaporan.
2. Penilaian dan penggunaan lingkungan terkait informasi fisik dan
keuangan dalam konteks Akuntans Manajemen Lingkungan.
3. Estimasi atas kelompok eksternal lingkungan dan biaya-biaya sering
mengacu pada Full Cost Accounting (FCA).

D. TUJUAN KONSEP AKUNTANSI KEUANGAN


Maksud dan tujuan dikembangkan akuntansi lingkungan antara lain meliputi :
1. Akuntansi lingkungan merupakan sebuah alat manajemen lingkungan
2. Akuntansi lingkungan sebagai alat komunikasi dengan masyarakat.
Keutamaan konsep akuntansi lingkungan yaitu :
1. Evaluasi integrasi dampak lingkungan
2. Penentuan Target : Identifikasi faktor-faktor utama yang berdampak
pada lingkungan (tindakan perencanaan lingkungan)
3. Pertimbangan pengkuran : Pilih alat ukur untuk mengurangin dampak
lingkungan.
4. Penialaian Administrasi : Menghasilkan segmen akuntansi lingkungan
dan evaluasi dampak lingkungan untuk menetapkan target-target di
masing-masing alat ukur (Simulasi)
5. Memilih alat ukur : Menghasilakn segmen akuntansi untuk mengukur
masing-masing divisi.
6. Implementasi alat ukur : Implementasi alat ukur di masing-masing
divisi.
7. Review kinerja : menghasilkan segemen akuntansi lingkungan eveluasi
hasil dampak lingkungan dari implementasi alat-alat ukur dan
mengevaluasi kontribusinya yang dapat mendukung prestasi
manajemen lingkungan.

E. PENTINGNYA AKUNTANSI LINGKUNGAN


Akuntansi lingkungan dapat mendukung akuntansi pendapatan,
akuntansi keuangan maupun bisnis internal akuntansi manajerial. Fokus
utamannya didasarkan pada penerapan akuntansi lingkungan sebagai suatu
alat komunikasi manajerial untuk pengambilan keputusan bisnis internal.
Akuntansi lingkungan merupakan istilah yang berkaitan dengan
dimasukkannya biaya lingkungan ke dalam praktik akuntansi perusahaan atau
lembaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah dampak yang timbul dari sisi
keuangan maupun non keuangan yang harus dipikul sebagai akibat dari
kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan. Yang menjadi tolak ukur
pentingnya akuntansi lingkungan berkaitan dengan pertanggungjawaban
akuntansi lingkungan itu sendiri. Di dalam menyesesaikan kegiatan
konservasi lingkungan, sebuah perusahaan atau organisasi lainya dapat secara
akurat mengidentifikasi dan mengukur investasi dari biaya-biaya yang
berhubungan dengan kegiatan konservasi lingkungan, dan dapat
mempersiapkan serta melakukan analisis data. Akuntansi lingkungan juga
memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan
rasional. Di samping itu, perusahaan-perusahaan dan organisasi lainnya
diperlukan untuk mempunyai pertanggungjawaban bagi stakeholder, ketika
sumberdaya lingkungan digunakan (barang-barang publik) untuk kegiatan
bisnis mereka. Akuntansi lingkungan membantu perusahaan-perusahaan dan
organisasi lainnya menaikkan kepercayaan dan keyakinan mereka
sehubungan dengan penerimaan penilaian yang lebih adil. Dampak
lingkungan merupakan beban terhadap lingkungan dari operasi bisnis atau
kegiatan manusia lainnya yang secara potensial merupakan duri yang dapat
merintangi pemeliharaan lingkungan yang baik. Menurut United States
Environment Protection Agency (USEPA) fungsi akuntansi lingkungan
adalah Satu fungsi penting tentang akuntansi lingkungan adalah untuk
menggambarkan biaya-biaya lingkungan supaya diperlihatkan oleh para
stakeholder perusahaan yang mampu mendorong pengidentifikasian cara-cara
mengurangi atau menghindari biaya-biaya ketika pada waktu yang bersamaan
sedang memperbaiki kualiatas lingkungan. United States Environmental
Protection Agency (EPA) menambahakan lagi bahwa istilah akuntansi
lingkungan dibagi menjadi dua dimensi utama. Pertama, akuntansi
berdampak lingkungan merupakan biaya yang secara langsung berdampak
pada perusahaan secara menyeluruh (dalam hal ini disebut dengan istilah
biaya pribadi ). Kedua, akuntansi lingkungan juga meliputi biaya-biaya
individu, masyarakat maupun lingkungan suatu perusahaan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan. Akuntansi lingkungan juga merupakan suatu bidang
yang terus berkembang dalam mengidentifikasi pengukuran-pengukuran dan
mengomunikasikan biaya-biaya aktual perusahaan atau dampak potensial
lingkungan.
Sistem akuntansi lingkungan terdiri atas lingkungan :
1. Akuntansi lingkungan kovensional mengukur dampak-dampak dari
lingkungan alam pada suatu perusahaan dalam istilah-istilah keuangan.
2. Akuntansi Ekologis mencoba untuk mengukur dampak suatu
perusahaan berdasarkan lingkungan, tetapi pengukuran dilakukan dalam
bentuk unit fisik (sisa barang produksi dalam kilogram, pemakaian
energi dalam kilojoules), akan tetapi standar pengukuran yang
digunakan bukan dalam bentuk satuan keuangan.

Lingkup akuntansi lingkungan dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1. Bagian pertama didasarkan pada kegiatan akuntansi lingkungan suatu


perusahaan baik secara nasional maupun regional.
2. Bagian kedua berkaitan dengan akuntansi lingkungan untuk
perusahaan-perusahaan dan organisasi lainnya.

Pada dasarnya penjelasan mengenai konsep akuntansi lingkungan harus


mengikuti berberpa faktor berikut, antara lain :

1. Biaya konversasi lingkungan (diukur dengan menggunakan nilai suatuan


uang).
2. Keuntungan konservasi lingkungan (diukur dengan unit fisik).
3. Keuntungan ekonomi dari kegiatan konservasi lingkungan (diukur dengan
nilai satuan uang/rupiah).

Karakteristik kualitatif dari informasi yang disajikan dalam laporan


keuangan merupakan faktor paling penting yang harus diperhatikan dalam
menyajikan laporan keuangan. FASB dan SFAC No. 2 menyebutkan bahwa
karakteristik kualitatif dimaksud untuk memberi kriteria dasar dalam memilih :

a. Alternatif metode akuntansi dan pelaporan keuangan


b. Persyaratan pengungkapan (disclosure)
Pada dasarnya, kriteria tersebut digunakan untuk menunjukan jenis
informasi relevan dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Sedangkan
informasi kualitatif menjelaskan data-data rinci keuangan/biaya yang harus
dikorbankan oleh perusahaan dalam memperbaiki biaya konservasi lingkungan
dan juga membuat perincian keutungan yang diperoleh perusahaan dalam
rangka penggunaan akuntansi lingkungan perusahaan.

F. RISET AKUNTANSI LINGKUNGAN


Karena tidak ada regulasi terhadap sistem akuntansi managerial,
akuntansi lingkungan sama dengan akuntansi managerial, bahwa akuntansi
lingkungan juga belum mempunyai regulasi yang jelas. Pengungkapan dalam
akuntansi lingkungan masih bersifat suka rela. Walaupun tanpa adanya
regulasi, sejumlah organisasi non profit dan para akademik telah
menghasilkan riset dalam area ini. Satu dari peneliti terbaik yang paling
dikenal adalah World Resource Institude yang mempublikasikan Green
Ledgers Case Studies in Corporate Environmental Accounting. Studi mereka
mendukung bahwa biaya lingkungan lebih penting pada perusahaan
berbeda,tergantung penting pada perusahaan berbeda industri, hampir seluruh
jumlah kasus biaya lingkungan lebih luas dari pada apa yang diharapkan.

G. DASAR MENGGUNAKAN AKUNTANSI LINGKUNGAN


Dengan mengidentifikasi dan mengedalikan biaya-biaya lingkungan,
sistem Akuntansi Manajemen Lingkungan dapat membantu manager
lingkungan untuk mengidentifikasi perencanaan produksi pembersih, dan
mengidentifikasi cara-cara baru dan penghematan uang serta memperbaki
kinerja lingkungan pada waktu yang bersamaan. Penggunaan sistematik dari
prinsip Akuntansi Manajemen Lingkungan akan menunjukkan manager
dalam mengidentifikasi biaya-biaya lingkungan yang sedang disembunyikan
dalam sistem akuntansi umum. Dengan demikian tidak mungkin untuk
diketahui dari biaya-biaya yang berhubungan dengan lingkungan aktual.
Akuntansi Manajemen Lingkungan sangat bermanfaat dalam mengevaluasi
tujuan dari aspek lingkungan dan dampak serta perencanaan prioritisasi
tindakan potensial sepanjang implementasi dan operasi suatu sistem
managemen lingkungan (SML). Akuntansi Manajemen Lingkungan dapat
digunakan untuk produk suara, proses atau perencanaan investasi
pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi manajemen lingkungan
merupakan kemampuan bisnis agar lebih baik mengevaluasi damapak
ekonomi dari kinerja lingkungan bisnis mereka.

H. FUNGSI DAN PERAN AKUNTANSI LINGKUNGAN


FUNGSI INTERNAL
Pihak internal adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti
rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi maupun jasa lainnya.
Adapun yang menjadi aktor dan faktor dominan pada fungsi internal ini
adalah pimpinan perusahaan . sebab pimpinan perusahaan merupakan orang
yang bertanggungjawab dalam setiap penggambilan keputusan maupun
penentuan setiap kebijakan internal perusahaan. Fungsi internal
memungkinkan utuk mengatur biaya konversasi lingkungan yang efektif dan
efisien serta sesuai dengan pengambilan keputusan.

FUNGSI EKSTERNAL
Fungsi eksternal merupakan fungsi yang berkaiatan dengan aspek
pelaporan keuangan. SFAC No.1 menjelaskan bahwa pelaporan keuangan
memeberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor, dan
pemakai lainnya dalam menggambil keputusan investasi, kredit dan yang
serupa secara rasional. Informasi tersebut harus bersifat komprehensif nagi
mereka yang memiliki pemahaman yang rasional tentang kegiatan bisnis dan
ekonomi dan memiliki kemauan untuk mempelajari informasi dengan cara
yang rasional. Faktor penting yang perlu diperhatikan perusahaan adalah
pengungkapan hasil dari kegiatan konservasi lingkungan dalam bentuk data
akuntansi. Informasi yang di ungkapkan merupakan hasil yang diukur secara
kuantitatif dari kegiatan konservasi lingkungan. Fungsi eksternal memberi
kewenangan bagi perusahaan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan
stakeholder. Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan informasi tentang
bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan
kepada pemilik atas pemakaian sumber ekonomi yang dipercayakan
kepadanya.
Dapat dikatakan bahwa investor, rekan bisnis institusi keuangan
sebagian besar memusatkan perhatian mereka berdasarkan pada pandangan
nilai perusahaan dari prespektif aspek keuangan perusahaan atau organisasi
lainnya. Akibatnya, mereka dihadapkan pada isu-isu seperti efektifitas
investasi dari biaya konservasi lingkungan, apakah hasil investasi cukup
sejalan dengan rencana awal dan dapat diperbandingkan dengan
kecenderungan pada perusahaan lain, dan apakah resiko lingkungan
tersembunyi, secara serius dapat mempengaruhi nilai perusahaan dimasa
mendatang sesuai dengan yang diinginkan.

I. MENGHUBUNGKAN AKUNTANSI LINGKUNGAN TERHADAP


STRATEGI BINIS
Strategi bisnis khususnya dapat terfokus pada penialain keseluruhan
biaya dimana kasus biaya lingkungan eksternal dilahirkan oleh masyarakat
diabaikan. Atau biaya lingkungan eksternal dapat termasuk ke dalam
kerangka penialain biaya lingkungan produksi lebih luas. Pendekatan
selanjutnya akhirnya memimpin ke kategori dari sustainaibilitas akuntansi
dan pelaporan yaitu berada di luar lingkup rekening.keberhasilan di dalam
menghubungkan manajemen biaya strategik terhadap akuntansi lingkungan
akan bergantung pada setidaknya lima faktor berikut :
1. Motivasi untuk perlindungan lingkungan dan atau inisiatif pencegahan
polusi :
Motivasi untuk menghubungkan akuntansi lingkungan ke stategi bisnis
perlu dipertimbangkan
2. Sebuah prosedur sistematis untuk pengindetifikasian biaya :
Sistem untuk pengumpulan informasi kritis untuk keberhasilan dari
suatu inisiatif akuntansi lingkungan.
3. Dapat dicapai tetapi menuntut tujuan dan sasaran :
Penggunaan manajerial terhadap informasi akuntansi biaya lingkungan
harus berhubungan dengan tujuan yang dapat dicapai tapi menuntut
tidak hanya tujuan kinerja lingkungan tetapi juga tujuan produktivitas
dan probabilitas untuk perusahaan, Fuller (1999) menyarankan enam
area berikut dimana informasi akuntansi biaya lingkungan dapat
mendukung pemasaran dan keputusan manajerial :
a. Keputusan berbagi produk
b. Memilih input manufakturing
c. Menilai proyek pencegah polusi
d. Mengevaluasi hak suara manajemen
e. Membandingkan biaya lingkungan ke seberang fasilitas dan harga
produk
f. Menambahkan desain produk atau jasa
4. Integrasi dari berbagai stategi perusahaan pada organisasi secara
keseluruhan dan : integrasi dari strategi perusahaan. Schaltergger,
Muller dan Hindrichsen (1996) membantah keuntungan dari evaluasi
pilihan strategis setidaknya pada tiga tingkt perusahaan, bisnis dan
produk. Pilihan strategis anatara lain mengcakup pilihan dari bisnis baru
untuk dimasuki. Strategi bisnis mungkin berkaitan dengan keputusan-
keputusan bebagai produk.
5. Sistem pelaporan menyediakan sebuah monitoring dan koreksi istem
umpan balik untuk strategi : pada tingkat strategi produk, pilihan
meliputi peningkatan mutu lingkungan atau diskontinuitas dari produk
pada alasan-alasan lingkungan atau lainnya.