Anda di halaman 1dari 19

HIDRODINAMIKA DANAU

STUDI KASUS DANAU LIMBOTO GORONTALO

DOSEN:
Ir. Dantje Kardana N, M.Sc, Ph.D
Dr. Ir. Yadi Suryadi, MT

DISUSUN OLEH:

MUH FAJRIN WAHAB (25015012)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL
KELOMPOK KEAHLIAN TEKNIK SUMBER DAYA AIR
2017
1. Dengan menggunakan Google Earth, masing-masing peserta ujian diharuskan
memilih salah satu danau yang ada di Indonesia, sebagai objek kajian. Setelah danau
yang menjadi objek kajian diperoleh, buat uraian tentang Jenis danau terkait proses
pembentukannya (Tektonik, volcanic, dll), pemanfatan danau, infrastukture yang
sudah dibangun terkait pemanfaatan danau.

Danau Limboto

Danau Limboto, yang terletak di antara Kota Gorontalo dan Kabupaten


Gorontalo adalah salah satu danau yang penting, khususnya bagi kehidupan
masyarakat di wilayah ini. Perubahan penggunaan lahan dan aktifitas manusia yang
ada di sekitar wilayah danau ini akan mempengaruhi terhadap ekosistem danau
tersebut. Danau Limboto memiliki daerah tangkapan aliran seluas 920 km2, termasuk
luas permukaan air danau yang bervariasi mulai 25 km2 dalam musim kemarau
sampai 50 km2 pada waktu banjir dalam musim hujan. Daerah tangkapan Danau
Limboto ini terdiri dari 23 sistem sungai (DAS) yang mengalir ke dalam danau dari arah
utara, barat, dan selatan. Danau ini secara hidrologis mempunyai peran yang sangat
penting bagi Kota Gorontalo, yakni sebagai waduk yang dapat mengendalikan banjir.
Kota Gorontalo terletak pada dataran rendah pada bagian hilir sistem sungai Bone-
Bolango. Dengan keadaan yang demikian, maka kota ini secara geomorfologis
merupakan daerah rawan banjir, karena letaknya pada dataran banjir. Sejalan dengan
perkembangan kota dan pertambahan penduduk setiap tahunnya menyebabkan
kebutuhan lahan sangat besar sehingga mengakibatkan alih fungsi lahan di daerah
danau, yakni pemanfaatan lahan perairan menjadi permukiman, jalan sekaligus
sebagai kawasan pembuangan limbah domestik.
Tingkat sedimentasi yang terjadi menurut studi JICA (2002) adalah 1- 2 juta
m3/tahun. Rentang nilai ini sangat kasar sehingga perlu diteliti lebih dalam sesuai
dengan rekomendasi JICA (2002) Vol 4. Sementara itu, berdasarkan kajian yang
dilakukan oleh Perencanaan Konservasi Lingkungan Perairan Danau Limboto
(2008) melaporkan perkiraan jumlah sedimen yang mengendap dalam danau adalah
sebesar 4,729 mm/tahun. Lihawa (2009) juga melaporkan bahwa perkiraan jumlah
sedimen yang keluar dari sub DAS Alo-Pohu saja adalah sebesar 38,68 ton/ha/tahun.
Dengan luas total sub DAS Alo-Pohu sebesar 48.828 ha maka total sedimen yang
dihasilkan adalah sebesar 1,2 juta m3/tahun. DAS Alo-Pohu hanya merupakan salah
satu sub DAS tangkapan Danau Limboto.Kenyataan ini (dari sudut sedimentasi), tentu
akan sulit menggambarkan dan menganalisis seberapa serius serta seberapa cepat
dampak yang akan ditimbulkan oleh proses pelenyapan danau ini.

Proses Pembentukan Danau


Danau Limboto yang terletak di Gorontalo merupakan danau tektonik, yang
dimaksud dengan danau tektonik adalah danau yang terbentuk akibat
peristiwa tektonik seperti gempa bumi.

Pemanfaatan Danau
- Pengendali banjir
- Imbuhan air tanah
- Budidaya perikanan dengan jaring apung dan perikanan tangkap
- Sumber irigasi pertanian
- Pariwisata
2. Dari Google Earth tentukan Luas DAS Danau dan Elevasi Normal M.A Danau. Panjang
sungai utama DAS Danau (luas A km2) diperkirakan sebesar L=1.4*A0.6 km. Cari
informasi tentang kedalaman dan Kurva tampungan Volume Danau, jika tidak
ditemukan gunakan tabel ditunjukan pada Tabel 1 (file excell diberikan), masukan
elevasi M.A Danau dan Las Genangan Danau (Ha), maka tabel hubungan elevasi, luas
(Ha) dan Volume (Juta m3) akan diperoleh.
Selanjutnya dengan jika distribusi hujan total dengan durasi 1 jam ditunjukan pada
Tabel 2 (file excell diberikan), selanjutnya anda diminta melakukan hal-hal sbb

Luas Das Danau Adalah 828,09 km2


a. ujan effektif yang terjadi jika infiltrasi dihitung dengan metoda Horton (fo = 80%,
fc = 4 mm dan k = 1 mm/jam).
fc = 4 mm
fo = 80%
k = 1 mm/jam

Berdasarkan data yang didapat dari https://earthexplorer.usgs.gov/ untuk


daerah Danau Limboto didapat data curah hujan maksimum tahunan

Tahun Precipitation
2004 91.02167951
2005 68.35900244
2006 51.94475532
2007 155.7672552
2008 183.6622008
2009 106.2549648
2010 175.676598
2011 48.5698662
2012 178.1740944
2013 52.04431076
curah hujan maksimum tahunan

Dari data curah hujan maksimum tahunan diatas dicari curah hujan frekuensi
untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun.

Kala Ulang T Distribusi Probabilitas Diprogram Oleh : BaR

(Tahun) t Lognormal Lognormal Log


Normal Gumbel I Pearson III
2 Paramet. 3 Paramet. Pearson III
2 0.0000 111.1 99.0 109.1 103.4 109.0 98.3
5 0.8416 159.0 148.5 158.2 171.3 158.3 155.5
10 1.2816 184.0 183.5 185.1 216.2 185.2 196.9
20 1.6449 204.6 218.7 208.1 259.3 208.1 238.7
25 1.7507 210.7 230.1 214.9 273.0 214.9 252.4
50 2.0537 227.9 266.3 234.6 315.1 234.6 295.7
100 2.3263 243.4 303.7 252.8 356.9 252.6 340.7
500 2.8782 274.7 396.2 290.6 453.4 290.3 452.1
1000 3.0902 286.8 438.9 305.6 495.0 305.1 503.5
Penyimpangan Maksimum 14.74 19.03 15.21 11.25 15.16 16.36
Delta Kritis (Sig. Level 5 %) 40.9 40.9 40.9 40.9 40.9 40.9
hasil analisis frekuensi
Dari data tersebut diambil hasil dari metode Gumbel I karena memiliki
penyimpangan maksimum terkecil, Selanjutnya dilakukan perhitungan hujan
efektif
Hujan Harian Maximum Rencana (mm)
Tr=2 Tr=5 Tr=10 Tr=25 Tr=50 Tr=100
7.643 9.491 10.782 12.493 13.829 15.219
13.687 16.996 19.308 22.371 24.763 27.252
52.657 65.389 74.283 86.070 95.271 104.847
9.601 11.922 13.544 15.693 17.371 19.117
6.454 8.015 9.105 10.550 11.678 12.852
5.642 7.006 7.959 9.222 10.208 11.234
95.684 118.820 134.981 156.400 173.118 190.520
Distribusi Hujan Total

Dari curah hujan periode ulang dimasukkan untuk pembagian hujan jam-jaman

Tr=2 Tr=5 Tr=10 Tr=25 Tr=50 Tr=100


Percentage 103.4 171.3 216.2 273 315.1 356.9
8.0 8.260 13.683 17.270 21.807 25.170 28.509
14.3 14.790 24.503 30.925 39.050 45.072 51.051
55.0 56.903 94.270 118.979 150.238 173.406 196.410
10.0 10.375 17.188 21.693 27.393 31.617 35.811
6.7 6.975 11.555 14.584 18.415 21.255 24.075
5.9 6.097 10.101 12.748 16.097 18.580 21.044
100.000 103.400 171.300 216.200 273.000 315.100 356.900
pembagian hujan jam-jaman

Infiltrasi
F0 6.607669 10.94675 13.81603 17.44578 20.13613 22.80732
Jam Tr=2 Tr=5 Tr=10 Tr=25 Tr=50 Tr=100
1 5.64836 8.39118 10.2049 12.4994 14.2 15.8885
2 4.6064 5.61543 6.28266 7.12674 7.75236 8.37353
3 4.22308 4.59428 4.83974 5.15026 5.38042 5.60893
4 4.08207 4.21862 4.30892 4.42316 4.50783 4.59189
5 4.03019 4.08043 4.11365 4.15567 4.18682 4.21775
6 4.01111 4.02959 4.04181 4.05727 4.06873 4.0801
Perhitungan infiltrasi
Hujan Efektif (setelah dikurangkan dengan abstraksi)

Tr=2 Tr=5 Tr=10 Tr=25 Tr=50 Tr=100

2.611 5.292 7.065 9.308 10.970 12.621


10.184 18.887 24.643 31.923 37.320 42.677
52.680 89.676 114.140 145.087 168.026 190.801
6.293 12.969 17.384 22.969 27.109 31.219
2.945 7.475 10.470 14.260 17.068 19.857
2.086 6.071 8.706 12.040 14.511 16.964

76.799 140.370 182.408 235.588 275.004 314.139


Hujan Effektif

b. Hitung hidrograph banjir akibat hujan effektif pada pertanyaan 2.a)


menggunakan HSS Nakayasu-ITB, yaitu kurva bentuk HSS menggunakan kurva
Nakayasu, namun debit puncak dihitung dengan cara ITB
(Qp=1/(3.6*Tp)*(ADAS/AHSS).
Dik: Luas Das = 828,09 km2
P. Sungai = L=1.4*A0.6 km
= 78.881 km
Qp = 1/(3.6*Tp)*(ADAS/AHSS).

HSS Cara Nakayasu


I. Karakteristik DAS

1. Nama Sungai = Katulampa


2. Luas daerah aliran Sungai (A) = 828.09 Km2
3. Panjang Sungai Utama (L) = 78.881 Km
4. Tinggi Hujan R = 1.000 mm
5. Durasi Hujan Tr = 1.000 Jam

II. Parameter hidrograf satuan sintetis :


0.21*L0.7 < 15 km
1. T g = 5.1030 Jam
0.4 + 0.058*L > 15 km
2. Tr 0.75*Tg = 3.8273 Jam
3. T 0.8 0.8*Tr = 3.0618 Jam Kecepatan
4. T p Tg+0.8*Tr = 8.1648 Jam 2.684 m/s
9.661 km/jam
5. a = 2.0000

6. T 0.3 a*Tg = 10.2060 Jam


T p+T 0.3 = 18.3709 Jam
T p+T 0.3+1.5*T 0.3 = 33.6799 Jam

7. Volume Hujan DAS = 828,090 m3


8. Qp = 18.310 m3/s
9. Volume HSS = 828,090 m3
10. Tinggi Hujan = 1.000 mm
Ok
Dari hasil perhitungan didapat grafik

c. Masukan HSS pada butir b) kedalam program HEC-HMS (Transform method


gunakan user specified unit hydrograph, dan bentuk HSS didefinisikan dalam
menu paired data manager), bandingkan hasil hydrograph banjirnya dengan
hasil pertanyaan 2.b)

Transform method menggunakan User Specified Unit Hidrograf


Mendefinisikan bentuk HSS pada Paired Data Manager

Setelah di hitung bedasarkan periode ulang TR-2, Tr-5, Tr-10, Tr-25, Tr-50, Tr-100,
didapat hasil,
Dari grafik terlihat hasil kurva dari HSS Nakayasu dan HEC-HMS Saling
berhimpitan

d. Jika outlet danau dianggap sebagai ambang lebar (L= 50 m), elevasi mercu
ambang pada elevasi normal MA Danau, dengan menggunakan program HEC-
HMS hitung debit yang keluar dari danau akibat hujan effektif yang pada soal
2.a), dimana Inflow dihitung dengan HEC-HMS pada pertanyaan 2.c).

Hasil Run di sub-basin


Hasil Run di Danau (Reservoir)

Outflow

Outflow
TR
2 5 10 25 50 100
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
0 0 0 0 0 0
0 0.1 0.1 0.2 0.2 0.3
0.2 0.4 0.6 0.9 1.1 1.3
0.6 1.4 2.1 3.1 3.9 4.7
1.7 4.1 6 8.7 10.9 13.3
4.1 9.8 14.3 20.9 26.2 31.9
8.6 20.6 30.2 44 55.2 67.1
16.2 38.7 56.6 82.1 102.5 124
26.4 62.8 91.4 131.7 164.5 199.4
37.3 88.6 128.7 185.7 231.6 279.3
48.1 114 165.9 238.9 297.1 358.7
58.4 138.2 201.3 288.6 359.1 432.4
67.9 160.4 233 333.9 414.8 498.5
76.5 180.4 261.2 374.3 463.5 557.2
84 198.2 286.1 409.3 506.3 608.2
90.7 213.7 307.9 439.2 543.2 651
37 60.8 74.3 89.3 99.5 109
36.6 60.1 73.4 88.2 98.2 107.4
36.2 59.4 72.5 87 96.8 106
35.9 58.7 71.6 85.9 95.6 104.5
35.5 58 70.7 84.8 94.3 103.1
35.2 57.3 69.8 83.7 93 101.7
34.8 56.6 68.9 82.7 91.8 100.3
34.5 56 68.1 81.6 90.6 99
34.1 55.3 67.3 80.6 89.4 97.6
33.8 54.7 66.4 79.6 88.3 96.3
33.5 54.033333 65.6 78.6 87.1 95

e. Jika ambang lebar pada outlet danau dinaikan 3 meter dari muka air danau saat
ini, dengan menggunakan program HEC-HMS hitung debit yang keluar dari danau
akibat hujan effektif yang dihitung pada soal, bandingkan hasilnya dengan hasil
pertanyaan c).

Hasil Run di sub-basin


Hasil Run di Danau (Reservoir)

Outflow

Perbandingan dengan no 2c

Hec-HMS (User Unit


Hidrograph) Nakayasu

Ambang Lebar
Dinaikkan 3m
f. Buat uraian yang rinci tentang teori dan keimpulan hasil perhitungan pada
pertanyaan a), b), c), d) dan e) tersebut diatas

Uraian rinci tentang teori:


Metode Horton
Model Horton adalah salah satu model infiltrasi yang terkenal dalam hidrologi.
Horton mengakui bahwa kapasitas infiltrasi berkurang seiring dengan
bertambahnya waktu hingga mendekati nilai yang konstant. Ia menyatakan
pandangannya bahwa penurunan kapasitas infiltrasi lebih dikontrol oleh faktor
yang beroperasi di permukaan tanah dibanding dengan proses aliran di dalam
tanah.
Faktor yang berperan untuk pengurangan laju infiltrasi seperti penutupan
retakan tanah oleh koloid tanah dan pembentukan kerak tanah, penghancuran
struktur permukaan lahan dan pengangkutan partikel halus dipermukaan tanah
oleh tetesan air hujan. Model Horton dapat dinyatakan secara matematis
mengikuti persamaan :
= + ( ) ; =
Keterangan
f = laju infiltrasi nyata (cm/h)
fc = laju infiltrasi tetap (cm/h)
fo = laju infiltrasi awal (cm/h)
k = konstanta geofisik
Model ini sangat simpel dan lebih cocok untuk data percobaan. Kelemahan
utama dari model ini terletak pada penentuan parameternya fc ,fo ,k dan
ditentukan dengan data-fitting. Meskipun demikian dengan kemajuan sistem
komputer proses ini dapat dilakukan dengan program spreadsheet sederhana.

Metode Hec HMS


Terdapat bermacam-macam program komputer yang digunakan untuk
memprediksi besarnya debit banjir suatu DAS. Penggunaan program komputer
tersebut berdasarkan pada pemodelan-pemodelan hidrologi yang ada. Dalam hal
ini menggunakan pemodelan program HECHMS. HEC-HMS adalah sebuah program
yang dikembangkan oleh US Army Corps of Engineer. Program ini digunakan untuk
analisa hidrologi dengan mensimulasikan proses curah hujan dan limpasan
langsung (run off) dari sebuah DAS (watershed). (U.S Army Corps of Engineer,
2001)
HEC-HMS mengangkat teori klasik hidrograf satuan untuk digunakan dalam
pemodelannya, antara lain hidrograf satuan sintetik Snyder, Clark, SCS, ataupun
dapat mengembangkan hidrograf satuan lain dengan menggunakan fasilitas user
define hydrograph. (U.S Army Corps of Engineer, 2001). Teori klasik unit hidrograf
di atas berasal dari hubungan antara hujan efektif dengan limpasan. Hubungan
tersebut merupakan salah salah satu komponen model watershed yang umum. (Ir
C.D Soemarto, 1999)
Pemodelan ini memerlukan data curah hujan yang panjang. Unsur lain adalah
tenggang waktu (Time Lag) antara titik berat bidang efektif dengan titik berat
hidrograf, atau antara titik berat hujan efektif dengan puncak hidrograf. (Ir C.D
Soemarto,1999).

Metode Nakayasu
Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu merupakan suatu cara untuk
mendapatkan hidrograf banjir rancangan dalam suatu DAS. Untuk membuat suatu
hidrograf banjir pada sungai, perlu dicari karakteristik atau parameter daerah
pengaliran tersebut. Adapun karakteristik tersebut adalah:
a. Tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak hidrograf (time to
peak magnitute).
b. Tenggang waktu dari titik berat hujan sampai titik berat hidrograf (time log).
c. Tenggang waktu hidrograf ( time base of hydrograf ).
d. Luas daerah pengaliran.
e. Panjang alur sungai utama (lenght of the longest channel ).

Persamaan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu:


Metode ITB
Untuk menganalisis hidrograf satuan sintetis pada suatu DAS dengan cara ITB
perlu diketahui beberapa komponen penting pembentuk hidrograf satuan sintetis
berikut :
1) Tinggi dan Durasi Hujan Satuan.
2) TimeLag (TL), Waktu Puncak (Tp) dan Waktu Dasar (Tb),
3) Bentuk Hidrograf Satuan dan
4) Debit Puncak Hidrograf Satuan
3. Disebelah hilir Danau kajian terdapat bendung tetap yang melayani daerah irigasi
dengan luas 1/5 Luas DAS Danau (1/5 A Hectare)) dengan pola tanam, kebutuan air
irigasi bulanan ditunjukan pada Tabel 3 dan debit yang masuk dari DAS Danau
seluas A diberikan pada Tabel 4. Selanjutnya terdapat intake air baku untuk daerah
perkotaan dengan debit pengambilan (1/5000 A m3/sec. Inflow bulanan rata-rata
yang masuk ke danau (DAS-1) diberikan pada , sedang inflow tambahan dari DAS-2
dan DAS-3 berbanding lurus dengan luas DAS-1. Skema pemanfaatan air danau
ditunjukan pada Gambar 1.

Dengan menggunakan software WEAP untuk kondisi pelimpah berbentuk ambang


lebar pada elevasi yang telah dinaikan 3 m dan outlet 3 m dibawah ambang lebar
outlet danau, anda diminta melakukan hal-hal sbb
Kebutuhan Irigasi
Periode Kebutuan Irigasi
Tanam (lt/det/Ha) m3/det
Jan-1 1.0552 17.4763
Jan-2 1.1052 18.3037
Feb-1 0.6636 10.9909
Feb-2 0.0000 0.0000
Mar-1 1.1264 18.6548
Mar-2 2.0762 34.3849
Apr-1 1.3507 22.3707
Apr-2 1.5269 25.2877
Mei-1 1.2423 20.5746
Mei-2 1.2826 21.2425
Jun-1 0.6852 11.3474
Jun-2 0.0000 0.0000
Jul-1 0.5536 9.1684
Jul-2 0.8092 13.4011
Aug-1 0.9748 16.1440
Aug-2 1.4128 23.3978
Sep-1 1.1656 19.3051
Sep-2 1.1673 19.3325
Oct-1 0.3929 6.5077
Oct-2 0.0000 0.0000
Nov-1 1.0605 17.5645
Nov-2 2.1328 35.3232
Dec-1 1.1710 19.3931
Dec-2 1.2831 21.2510

a) Buat kurva debit bulanan sebelum masuk danau, sedikit dihulu Bendung BD-1
dan sedikit dihulu Bendung BD-2.
Streamflow (below node or reach listed)
Scenario: Reference, All months (12), All Rivers (3)
Sungai Danau Limboto 2 \ Reach
650 Sungai Danau Limboto 6 \ Reach
Sungai Danau Limboto 16 \ Reach
600

550

500

450
Million Cubic Meter

400

350

300

250

200

150

100

50

0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2011
b) Buat tabel dan kurva dan flow duration curve sebelum masuk danau, sedikit
dihulu Bendung BD-1 dan sedikit dihulu Bendung BD-2.
Streamflow (below node or reach listed)
Scenario: Reference, All months (12), All Rivers (3)
Sungai Danau Limboto 2 \ Reach
650 Sungai Danau Limboto 6 \ Reach
Sungai Danau Limboto 16 \ Reach
600

550

500

450
Million Cubic Meter

400

350

300

250

200

150

100

50

0
4% 8% 12% 16% 20% 24% 28% 32% 36% 40% 44% 48% 52% 56% 60% 64% 68% 72% 76% 80% 84% 88% 92% 96%

Tabel Flow Duration Curve


Sungai DAS 1 Sungai DAS 2 Sungai DAS 3
Sebelum Danau Sebelum BD1 Sebelum BD2
4% 408107000 489728400 652970400
8% 391401000 469681200 626241200
12% 361309000 433570800 578093800
16% 346187000 415424400 553898400
20% 331241000 397489300 529985300
24% 323062000 389764293.3 518758293.3
28% 322486000 387674500 516899500
32% 306023000 367227700 489636700
36% 303945000 364734000 486312000
40% 268225000 321870100 429160100
44% 233695000 280434000 373912100
48% 205485000 246582000 328776100
52% 166070000 199284000 265712000
56% 159641000 191569300 255426000
60% 155340000 186408100 248544300
64% 107908000 129489700 172653100
68% 105841000 127009200 169345700
72% 101947000 122336500 163115600
76% 73994400 88793200 118390900
80% 65246600 78295900 104394500
84% 50513500 60616200 80821600
88% 46333200 55599850 74133150
92% 41757800 50109370 66812470
96% 40312800 48375360 64500460
Sum 4916071300 5902067373 7868493673
c) Buat kurva elevasi muka air dan volume tampungan bulanan di danau akibat
pemanfaatan air seperti ditunjukan pada Gambar 1.
Elevasi muka air dan volume tampungan
Reservoir Storage Elevation
Scenario: Reference, All months (12)
Danau Limboto

3.2

3.0

2.8

2.6

2.4

2.2

2.0

1.8
Meter

1.6

1.4

1.2

1.0

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0
Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov
2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2015 2015 2015 2015 2015 2015

volume tampungan bulanan


Reservoir Storage Volume
Scenario: Reference, All months (12)
Danau Limboto
18.0

17.0

16.0

15.0

14.0

13.0

12.0
Million Cubic Meter

11.0

10.0

9.0

8.0

7.0

6.0

5.0

4.0

3.0

2.0

1.0

0.0
Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov Jan Mar May Jul Sep Nov
2010 2010 2010 2010 2010 2010 2011 2011 2011 2011 2011 2011 2012 2012 2012 2012 2012 2012 2013 2013 2013 2013 2013 2013 2014 2014 2014 2014 2014 2014 2015 2015 2015 2015 2015 2015

d) Buat uraian mendetail terhadap hasil-hasil diatas,


Asumsi yang digunakan untuk menghitung keseluruhan proses ini
menggunakan debit Q80%