Anda di halaman 1dari 3

TEKNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM PEMBERIAN

INFORMASI DAN EDUKASI


No. Dokumen No. Revisi Halaman

43/KPWT/III/2014 00 1 dari 3
Ditetapkan,
SPO Tanggal Terbit Chief Executive Officer
12 MARET 2014

KEPERAWATAN Ditinjau Kembali


11 MARET 2017 Drg. Yusrahma Nurina, MARS

Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari


seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain
Pengertian
tersebut mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau
informasi
1. Sebagai panduan petugas kesehatan dalam memberikan informasi dan
edukasi kepada pasien dan keluarga yang diselenggarakan secara
interdisplin, sehingga proses edukasi dapat dilaksanakan secara
terstruktur dan terorganisir.
2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dan
Tujuan
keluarga, sehingga dapat berpartisipasi dalam proses perawatan dan
pengambilan keputusan yang diperlukan untuk kesehatannya.
3. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien dan
keluarga, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kesehatan berkelanjutan
di rumah setelah pasien pulang dari perawatan di rumah sakit.
Kebijakan Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien
Prosedur 1. Asesmen Kebutuhan Edukasi Pasien Dan Keluarga
1.1. Setiap pasien yang menggunakan jasa pelayanan wajib mendapatkan
informasi dan edukasi kesehatan dari petugas kesehatan sesuai
kebutuhannya
1.2. Pemberian edukasi harus berdasarkan asesmen kebutuhan edukasi
yang dilakukan oleh perawat yang bertanggung jawab terhadap pasien
tersebut
1.3. Asesmen dapat dilakukan kepada pasien dan atau keluarga atau orang
yang dapat membantu pasien saat pasien dalam perawatan atau saat
pasien membutuhkan perawatan lanjutan di rumah
1.4. Sebagai pendukung data untuk kelancaran proses edukasi, sebelumnya
perawat perlu melakukan asesmen tentang:
1.4.1. Tingkat pendidikan formal
1.4.2. Kemampuan membaca
1.4.3. Bahasa yang digunakan sehari-hari
1.4.4. Agama dan keyakinan serta nilai budaya
1.4.5. Pilihan pembelajaran yang diinginkan
1.4.6. Hambatan emosional dan motivasi
1.4.7. Keterbatasan fisik & kognitif
1.4.8. Kesediaan pasien untuk menerima informasi

1.5. Perawat perlu melakukan asesmen kepada pasien/keluarga terkait


pengetahuan dan atau keterampilan yang dibutuhkan pasien/keluarga
sesuai dengan penyakitnya (diagnosa medis), antara lain tentang :
1.5.1. Penggunaan obat-obatan yang didapat pasien secara efektif dan
PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

43/KPWT/III/2014 00 2 dari 3

aman (bukan hanya obat yang direspkan untuk pulang) termasuk


potensi efek samping obat
1.5.2. Penggunaan peralatan medis secara efektif dan aman
1.5.3. Potensi interaksi antara obat yang diresepkan dengan obat lain
(termasuk obat yang tidak diresepkan) serta makanan
1.5.4. Diet dan nutrisi
1.5.5. Pengelolaan nyeri dan
1.5.6. Teknik rehabilitasi

1.6. Hasil asesmen didokumentasikan pada form Edukasi pasien dan


keluarga, termasuk tanda tangan perawat yang mengkaji dan pasien /
keluarga yang dikaji saat itu
1.7. Perawat yang melakukan asesmen kebutuhan edukasi, harus
berkoordinasi dengan edukator terkait untuk pemberian materi edukasi
kepada pasien dan keluarga atau yang mewakilinya

2. Penyampaian Informasi Dan Edukasi Yang Efektif


2.1. Edukasi kesehatan diberikan oleh petugas kesehatan (Edukator), sesuai
dengan hasil pengkajian yang telah dilakukan oleh perawat
2.2. Informasi dan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga diberikan
oleh petugas kesehatan sesuai kompetensi dan kewenangannya serta
memiliki kompetensi komunikasi skill yang baik
2.3. Dalam proses informasi dan edukasi petugas medis/kesehatan lainnya
harus :
2.3.1. Menyiapkan material informasi dan edukasi sesuai kebutuhan atau
pilihan pasien/keluarga
2.3.2. Menyiapkan waktu yang cukup untuk pemberian informasi dan
edukasi
2.3.3. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh
pasien dan keluarga
2.3.4. Berfokus pada pengetahuan dan keterampilan spesifik yang
dibutuhkan pasien dan keluarga sehingga mereka dapat
berpartispasi dalam pengambilan keputusan selama proses
perawatan dan asuhan berkelanjutan dirumah
2.3.5. Mendorong pasien dan keluarga untuk berpartisipasi dalam proses
pelayanan dengan memberi kesempatan untuk mengeluarkan
pendapat dan mengajukan pertanyaan saat proses edukasi,
sehingga mereka mendapatkan pemahaman yang benar terkait
dengan kesehatanya.

2.4. Metode pemberian informasi dan edukasi dapat diberikan dengan cara
penjelasan/ Instruksi secara verbal kepada perorangan atau kelompok,
informasi/instruksi tertulis, leaflet, brosur dll
2.5. Tempat pemberian informasi dan edukasi dapat dilakukan di ruangan
khusus, kamar pasien atau di ruangan/tempat pelayanan kesehatan
lainnya yang ada di lingkungan SSMH
2.6. Pemberian edukasi didokumentasikan oleh edukator dalam form edukasi
pasien dan keluarga
2.7. Untuk pasien yang direncanakan tindakan operasi dan anastesi, dokter
PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman

43/KPWT/III/2014 00 3 dari 3

penanggung jawab pasien akan memberikan


imformasi/edukasi/penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
dan didokumentasikan pada form informed consent (lihat kebijakan
informed consent)

3. Verifikasi Hasil Informasi Dan Edukasi


3.1. Setiap edukator bertanggung jawab untuk mengevaluasi keefektifan dari
hasil edukasi yang telah diberikan dengan cara meminta pasien dan
atau keluarga untuk menjelaskan kembali/ mengulangi materi yang
sudah diberikan atau mendemontrasikan kembali pelatihan yang telah
dipeolehnya.
3.2. Jika pasien/keluarga dapat menjelaskan kembali materi sesuai atau
dapat
3.3. Bila pasien dan keluarga belum faham maka edukasi kepada pasien dan
keluarga dapat diulangi sampai dengan faham dan mampu
melakukannya sendiri

Unit Terkait Seluruh Unit Pelayanan