Anda di halaman 1dari 52

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perguruan tinggi mempunyai peran dan andil yang sangat dominan dalam

pengembangan masyarakat disekitarnya. Setiap perguruan tinggi mempunyai

tridarma perguruan tinggi yang mempunyai tugas sebagai lembaga pendidikan,

penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Peran tersebut

sekaligus berupa pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan iman dan

takwa. Salah satu wujud dan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk kuliah

kerja nyata.

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR) sebagai salah satu perguruan

tinggi di Riau juga berperan serta dalam melaksanakan kuliah kerja nyata tersebut.

Kuliah kerja nyata yang lahir dari proses pengembangan, pada hakikatnya adalah

pelaksanaan dari falsalah pendidikan yang berlandaskan pada Undang Undang

Dasar 1945 dan Undang Undang Nomor 22 tahun 1961.

Kuliah kerja nyata merupakan bagianintegral dari kurikulum dan bersifat

intrakurikuler, mencerminkan pelaksanaan amanat rakyat melalui Majelis

Permusyawaratan Rakyat dengan ketetetapan No. IV/ MPR/ 1973 tanggal 22 Maret

1973, yang dikenal dengan GBHN dalam judul Pendidikan, Ilmu Pengetahuan,

Teknologi dan Pembinaan Generasi Muda. Antara lain menyatakan

1
:Meningkatkan peranan perguruan tinggi dalam usaha pembanguan, diarahkan

untuk :

a. Menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pemeliharaan dan pengembangan

ilmu pengetahuan.

b. Mendidik mahasiswa berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung

jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara Indonesia.

c. Menggihkan mahasiswa sehingga bermanfaat bagi usaha pembangunan

nasional dan pembangunan daerah.

Dengan demikian KUKERTA merupakan suatu bagian yang utuh dalam

proses pendidikan.

1.2 Tujuan

KUKERTA Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau bertujuan untuk :

1. Memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa STIFAR melalui

keterlibatannya secara langsung dalam kehidupan masyarakat meliputi:

menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan

pembangunan.

2. Membantu masyarakat melancarkan pembangunan dilokasi masing masing

3. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian mahasiswa dan bertambah luasnya

wawasan mahasiswa

4. Menerapkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat guna membantu

meningkatkan taraf kesehatan

2
5. Meningkatkan hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah,

instansi teknis dan masyarakat, sehingga perguruan tinggi dapat lebih

berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitiannya dengan

tuntunan nyata dari masyarakat yang sedang membangun.

1.3 Manfaat

Adapun manfaat diadakannya KUKERTA Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

adalah sebagai berikut:

a. Mahasiswa

1. Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara

interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan

kerja sama antar sektor.

2. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang kemanfaatan

ilmu, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.

3. Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan

yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

4. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk-beluk

keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.

5. Mendewasakan cara berpkir serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa

dan melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah secara

pragmatis.

3
6. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan

pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu dan teknologi

secara interdisipliner atau antar sektor.

b. Masyarakat dan Pemerintah

1. Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga serta ilmu, teknologi dan seni

dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

2. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,

merumuskan dan melaksanakan pembangunan.

3. Mendapatkan pengalaman dalam mengolah serta menumbuhkan potensi

swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam

pembangunan.

4. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan dalam masyarakat sehingga

terjamin kelanjutan upaya pembangunan, memperoleh manfaat dari bantuan

pikiran, gagasan dan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program dan

proyek pembangunan yang berada dibawah tanggung jawabnya.

c. Perguruan Tinggi

1. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswanya

dengan proses pembangunan di tengah-tengah masyarakat, sehingga

kurikulum materi perkuliahan dan pembangunan ilmu yang diasah di

perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari

pembangunan.

4
2. Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai

contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai

masalah untuk pengembangan penelitian.

3. Melalui kegiatan mahasiswa dapat menelaah dan merumuskan keadaan/

kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu dan

teknologi.

4. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerja sama dengan instansi serta

dinas lain melalui rintisan kerja samadari mahasiswa yang melaksanakan

kuliah kerja nyata.

1.4 Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata

Adapun KUKERTA Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau pada tahun 2017

ini dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu Kecamatan Rokan IV Koto. Kuliah

Kerja Nyata ini dilaksanakan pada tanggal 5 juli 30 Agustus 2017.

5
BAB II

TINJAUAN UMUM LOKASI

2.1 Demografi Desa

Rokan Hulu merupakan salah satu Kabupaten yang dimekarkan dari

Kabupaten Kampar, berdasarkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2008 tentang

Perubahan Ketiga Atas Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang pembentukan

Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten

Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota

Batam. Dalam perkembangannya saat ini Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari 16

Kecamatan, 6 Kelurahan dan 146 Desa, luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu

+7.449,85 km2, dengan jumlah penduduk 474.457 jiwa terdiri dari 245.249 penduduk

laki-laki (51,69 %) dan 229.208 penduduk perempuan (48,31 %).

Kabupaten Rokan Hulu disebelah Utara berbatas dengan Propinsi Sumatra

Utara dan Kabupater Rokan Hilir sebelah Selatan berbatas dengan Kecamatan XIII

Koto dan Kecamatan Bangkinang Barat Kabupaten Kampar, disebelah Barat berbatas

dengan Propinsi Sumatera Barat, dan disebelah Timur berbatas dengan kecamatan

Tapung Kabupaten Kampar.

Dengan jumlah penduduk Tahun 2013 berjumlah 552.558 Jiwa dan luas

wilayah 7.449.85 Km2, Kabupaten Rokan Hulu memiliki berbagai macam suku dan

ragam budaya, sebagian besar merupakan keturunan suku Melayu Rokan dan

Mandailing. Selain itu terdapat pula suku Jawa, Minang Kabau, Sunda, batak dan

6
masih terdapat adanya massyarakat terasing yaitu : Suku Bonai dan Suku Sakai, dua

suku pertama dan suku terakhir merupakan suku asli Rokan Hulu.

Masyarakat Rokan Hulu masih sangat kuat memegang teguh budaya dan

tradisi kesehariannya.Hukum dan Adat masih berpengaruh dalam kehidupan

bermasyarakat, terlihat dengan upacara Perkawinan, Penyambutan Tamu Negeri dan

acara budaya lainnya.

Dalam perjalannya sebagai sebuah Kabupaten Rokan Hulu mempunyai

pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun terakhir rata-rata 6,46% pertahun, dengan mata

pencaharian penduduk bergerak pada bidang pertanian 52,42%, bidang Industri 11,49

%, bidang perdagangan 7,14% dan sektor lain sebesar 28,95%. Jumlah penduduk

kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2016 adalah 476.504 jiwa. Mayoritas penduduk

asli kabupaten Rokan Hulu adalah termasuk salah satu bagian dari Rumpun

Minangkabau. Menurut sejarahnya, dahulu daerah Rokan Hulu disebut Rantau Rokan

atau Luhak Rokan Hulu karena merupakan daerah perantauan orang-orang

Minangkabau pada masa lalu (Rantau Nan Tigo Jurai). Pada masa itu diistilahkan

sebagai Rantau Nan Tigo Kabuang Aie yakni Rantau Timur Minangkabau di sekitar

Kampar dan Kuantan sekarang. Daerah-daerah tersebut meliputi daerah alur sungai

menuju hilir dari sungai-sungai besar yang mengalir ke Pesisir Timur. Diantaranya

adalah Sungai Rokan, Kampar dan Inderagiri (Kuantan), yang kini kesemuanya

masuk di dalam Provinsi Riau. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Rokan Hulu

menggunakan adat istiadat dan bahasa daerah yang termasuk varian Rumpun Budaya

Minangkabau. Utamanya mirip dengan daerah Rao dan Pasaman di Provinsi

7
Sumatera Barat dengan Persukuan, Molayu/Melayu, Kandang Kopuah, Bonuo ampu,

Pungkuik, Moniliang/Mandahiliang, Kuti, Caniago, Piliang, Domo,

Potopang/Petopang, Maih, Soborang, Anak Rajo-rajo, Non Soatuih, Non Limo Puluh,

Molayu Tigo Induk, Molayu Panjang, Molayu Tongah, Ompek Induk, Molayu Bosa,

Bono Ampu, Molayu Ompek Induk, Molayu Pokomo, Piliang Kecil, Domo Kecil,

Molayu Kecil, Molayu Bawah, Molayu Bukik, Aliantan, Suku Tengku Panglimo

Bosa, Suku Maharajo Rokan, Suku Tengku Bosa, Suku Maharajo, dan Bendang.

Di sekitar daerah perbatasan bagian timur dan tenggara, bermukim pula

sedikit suku melayu yang memiliki adat istiadat dan bahasa daerah mirip dengan

tetangganya di Rokan Hilir dan Bengkalis. Namun di sekitar Rokan Hulu sebelah

Utara dan Barat Daya, ditemukan penduduk asli yang memiliki kedekatan sejarah

dengan etnis Rumpun Batak di daerah Padang Lawas di Provinsi Sumatera Utara.

Mereka telah mengalami proses melayunisasi sejak berabad yang lampau, dan tidak

banyak meninggalkan jejak sejarah untuk ditelusuri. Mereka umumnya mengaku

sebagai orang Melayu.

Selain itu juga banyak penduduk bersuku Jawa yang datang lewat program

transmigrasi nasional sejak masa kemerdekaan maupun keturunan para perambah

hutan asal Jawa yang masuk pada masa penjajahan lewat Sumatera Timur. Mereka

tersebar di seluruh wilayah Rokan Hulu, terutama di sentra-sentra lokasi transmigrasi

dan juga di areal perkebunan sebagai tenaga buruh. Juga banyak bermukim para

pendatang asal Sumatera Utara bersuku Batak yang umumnya bekerja di sektor jasa

informal dan perkebunan. Di daerah-daerah perniagaan ditemukan banyak penduduk

8
pendatang bersuku Minangkabau asal Sumatera Barat yang umumnya bekerja sebagai

pedagang. Selain itu juga didapati berbagai etnis Indonesia lainnya yang masuk

kemudian sebagai pendatang. Pada umumnya mereka bekerja sebagai buruh pada

sektor perkebunan.

Kecamatan Rokan IV Koto merupakan salah satu kecamatan dari 16

kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu yang terletak di wilayah selatan Kabupaten

Rokan Hulu. Luas wilayah Kecamatan Rokan IV Koto adalah + 1.130.45 km2 yang

membawahi 13 desa dam 1 kelurahan. Berdasarkan pembentukannya batas

Kecamatan Rokan IV Koto adalah sebagai berikut:

1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu

2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Pendalian IV Koto

3) Sebelah Barat Berbatasan dengan Provinsi Sumatra Barat

4) Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kabun

Kepadatan penduduk di Kecamatan Rokan IV Koto 24 Jiwa/Km2. Jumlah

penduduk Kecamatan Rokan IV Koto sampai dengan Tahun 2013 bulan Februari

sebanyak 23.774 jiwa dan 5.756 KK.Kondisi perekonomian di Kecamatan Rokan IV

Koto pada umumnya sudah menunjukan peningkatan. Masyarakat sudah mulai

berperan aktif dalam perekonomian yang dapat dilihat dari jumlah sarana

perekonomian yang ada di Kecamatan Rokan IV Koto yang terdiri dari 12 unit Pasar

Umum, 645 Kios/Warung, 31 unit KUD. Untuk Kondisi Pendidikan di Kecamatan

Rokan IV Koto terdapat 10 TK, 33 SD/MI, 10 SMP/MTs, dan 4 SMA/MA. Tenaga

Pengajar berjumlah 603 orang dengan jumlah siswa 4.657 orang. Sedangkan dari segi

9
pelayanan kesehatan di Kecamatan Rokan IV Koto terdapat 2 unit Puskesmas, 6 Unit

Pustu, 32 Unit Pos KB, di bantu Tenaga Medis terdiri dari 4 Dokter, 11 Perawat dan

11 Bidan.

Keterbatasan infrastruktur telah dirasakan sejak berdirinya Kabupaten Rokan

Hulu terutama infrastruktur jalan dan jembatan, listrik dan telekomunikasi yang

sampai dengan saat ini baru mampu membangun jalan poros yang menghubungkan

ibukota kecamatan dan ibukota kabupaten. Dari segi sarana dan prasarana kondisi

jalan masih sangat jauh dari apa yang diharapkan, terutama dari desa-desa menuju ke

Kecamatan maupun ke Kabupaten.

Rokan IV Koto adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi

Riau dengan Ibu Kota Kecamatan berada di Rokan.Rokan terletak sekitar 300 KM

dari Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau, Rokan IV Koto terdapat bahan baku

pertambangan yaitu Batu Bara dan Batu Kapur (bahan dasar semen), lokasi batu bara

terdapat di sebelah barat sekitar 20 KM dari Ibu Kota Kecamatan.

Beberapa objek wisata yang terdapat di Rokan yaitu Istana Rokan, Air Terjun

(Ujan Lobek), Makam-makam Raja Rokan, Goa, Wisata alam pemandangan sungai,

Air Terjun Sungai Tolang dan masih banyak lagi.Prospek kedepan di Kecamatan

Rokan IV Koto adalah prosspek eksploitasi batu bara dan pabrik semen yang akan

menjadikan Rokan IV Koto semakin berkembang. Saat ini perkembangan Rokan

sudah semakin pesat, jalan-jalan utama menuju Rokan sudah diperbaiki hampir

sempurna. Rokan IV Koto memiliki beberapa situs cagar budaya terdapatnya sebuah

10
istana kerajaan yang terletak di Desa Rokan Koto Ruang (Rokan), istana ini sejak

dibangun masih memiliki bagian asli seperti dinding dan ukiran-ukirannya.

a) Batas Wilayah Desa

Letak geografi Desa Rokan Koto Ruang, terletak diantara :

Sebelah Utara berbatas dengan : Desa Tanjung Medan

Sebelah selatan berbatas dengan : Desa Cipang Kiri Hilir

Sebelah Barat berbatas dengan : Desa Cipang Kanan

Sebelah Timur berbatas dengan : Kelurahan Rokan

b) Luas Wilayah Desa

Pemukiman : 35 Ha

Pertanian/Perkebunan : 3700 Ha

Perkantoran : 1 Ha

Sekolah : 3 Ha

Jalan : 30 km

Lapangan bola kaki dan bola volly : 2 Ha

Pustu : 0.15 Ha

Posyandu : 0,5 Ha

Mesjid/Musholla : 2 Ha

Lahan Persiapan Sarana Lainnya : 10 Ha

c) Orbitasi

11
Jarak ke ibu kota kecamatan terdekat : 2 km

Lama jarak tempuh ke ibu kota kecamatan : 10 menit

Jarak ke ibu kota kabupetan : 60 km

Lama jarak tempuh ke ibu kota Kabupaten : 120 menit

Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin :

Kepala Keluarga : 585 KK

Laki-laki : 1.174 Jiwa

Perempuan : 1.103 Jiwa

Jumlah : 2.277 Jiwa

2.1.1 Keadaan Sosial

a). Pendidikan

PAUD/TK : 75 Orang

SD : 700 Orang

DII : 38 Orang

SLTP/ MTs : 615 Orang

SLTA/ MA : 415 Orang

S1/ Diploma : 150 Orang

S2 : 2 Orang

Putus Sekolah: 50 Orang

Buta Huruf : 60 Orang

12
b). Lembaga Pendidikan

Gedung SD : 6 Unit Lokasi di Dusun I, II dan Dusun III

Gedung MTS : 1 Unit Lokasi di Dusun II

Gedung PAUD : 3 Unit Lokasi di Dusun I, II dan Dusun III

Gedung TK : 1 Unit Lokasi di Dusun II

MDTA : 3 Unit Lokasi di Dusun I, II dan Dusun III

c). Kesehatan

1. Kematian Bayi

Jumlah Bayi lahir pada tahun ini : 53 Orang

Jumlah Bayi meninggal tahun ini : 0 Orang

2. Kematian Ibu Melahirkan

Jumlah ibu melahirkan tahun ini : 53 Orang

Jumlah ibu melahirkan meninggal tahun ini : 0 Orang

3. Cakupan Imunisasi

Cakupan Imunisasi Polio 3 : 55 Orang

Cakupan Imunisasi DPT-1 : 57 Orang

Cakupan Imunisasi Cacar : 50 Orang

4. Gizi Balita

Jumlah Balita : 195 Orang

13
Balita gizi buruk :0 Orang

Balita gizi baik : 167 Orang

Balita gizi kurang : 28 orang

5. Pemenuhan air bersih

Pengguna sumur galian : 500 KK

Pengguna PAMSIMAS : 85 KK

d). Keagamaan.

Data Keagamaan Desa Rokan Koto Ruang Tahun 2015:

- Islam : 2258 Orang

- Katolik : 0 Orang

- Kristen : 19 Orang

e). Data Tempat Ibadah

Jumlah tempat ibadah :

- Masjid : 5 Buah

- Musholla : 9 Buah

- Gereja :-

2.1.2 Keadaan Ekonomi

a). Pertanian

14
Jenis Tanaman :

Padi sawah : 25 ha

Padi Ladang : 150 ha

Jagung : 0 ha

Palawija : 10 ha

Tembakau : 0 ha

Tebu : 0 ha

Kakao/ Coklat : 0 ha

Sawit : 1.500 ha

Karet : 2.000 ha

Kelapa : 5 ha

Jeruk : 250 ha

Singkong : 2 ha

Lain-lain : 15 ha

b). Peternakan

Jenis ternak :

Kambing : 450 ekor

Sapi : 214 ekor

Kerbau : 9 ekor

Ayam : 1.639 ekor

15
Itik : 255 ekor

Burung : 110 ekor

Lain-lain : 70 ekor

c). Perikanan

Kolam Ikan : 1 ha

Tambak udang : 0 ha

d). Struktur Mata Pencaharian

Jenis Pekerjaan :

Petani : 667 orang

Pedagang : 50 orang

PNS : 72 orang

Tukang : 85 orang

Guru : 85 orang

Bidan/ Perawat : 6 orang

Polri/TNI : 4 orang

Pesiunan : 3 orang

Sopir/ Angkutan : 21 orang

Buruh : 67 orang

Jasa persewaan : 0 orang

Swasta : 58 orang

16
2.2 KONDISI PEMERINTAHAN DESA

2.2.1 Pembagian Wilayah Desa

Desa Rokan Koto Ruang terbagi ke dalam 3 Dusun terdiri dari :

1. Dusun I Kampung Baru : 3 RW dan 6 RT

2. Dusun II Simpang Empat : 2 RW dan 4 RT

3. Dusun III Kampung Tinggi : 2 RW dan 4 RT

2.2.2 Struktur Organisasi Pemerinta han Desa

a. Lembaga Pemerintah Desa

Jumlah Aparatur Desa :

Kepala Desa : 1 Orang

Sekretaris Desa : 1 Orang

Perangkat Desa : 7 Orang

b. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) : 5 Orang

c. Lembaga Kemasyarakatan

LPM : 1 Buah

PKK : 1 Buah

Posyandu : 5 Buah

Pengajian : 6 Buah

17
Arisan : 9 Buah

Simpan Pinjam : 1 Buah

Kelompok Tani : 18 Kelompok

Gapoktan : 1 Kelompok

Karang Taruna : 1 Buah

Arisan Masyarakat : 1 Buah

IPRKR : 1 Buah

Pustu : 1 Buah

Kelompok Perwiritan : 2 Buah

P3A : 1 Buah

LKA : 1 Buah

2.3 PERATURAN-PERATURAN TERKAIT

Menurut Peraturan desa Rokan Koto Ruang tahun 2016 tentang rencana

pembangunan jangka menengah desa (rpjm desa) tahun 2016-2021

Menetapkan: Peraturan Desa Tentang Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Desa Tahun2016-2021.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud:

18
1. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.

2. Daerah adalah Kabupaten Rokan Hulu.

3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

4. Bupati adalah Bupati Rokan Hulu.

5. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Perangkat Daerah.

6. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain,

selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki

batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan

pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa

masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati

dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan

masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik

Indonesia.

8. Pemerintah Desa adalah kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dibantu

perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.

9. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain

adalahlembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang

anggotanyamerupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan

wilayahdan ditetapkan secara demokratis.

19
10. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa, selanjutnya disingkat RPJM Desa,

adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun.

11. Rencana Kerja Pemerintah Desa, selanjutnya disebut RKP Desa, adalah penjabaran

dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

12. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalahmusyawarah

antara Badan Permusyawaratan Desa, Pemerintah Desa, danunsur masyarakat

yang diselenggarakan oleh Badan PermusyawaratanDesa untuk menyepakati

hal yang bersifat strategis.

13. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau yang disebut dengannama

lain adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan Desa,Pemerintah

Desa, dan unsur masyarakat yang diselenggarakan olehPemerintah Desa untuk

menetapkan prioritas, program, kegiatan, dankebutuhan Pembangunan Desa

yang didanai oleh Anggaran Pendapatandan Belanja Desa, swadaya

masyarakat Desa, dan/atau AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah

Kabupaten.

14. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkanoleh

Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan

Desa.

15. Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dankehidupan

untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

20
16. Perencanaan pembangunan desa adalah proses tahapan kegiatan

yangdiselenggarakan oleh pemerintah Desa dengan melibatkan

BadanPermusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif

gunapemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam

rangkamencapai tujuan pembangunan desa.

17. Pembangunan Partisipatif adalah suatu sistem pengelolaan pembangunandi

desa dan kawasan perdesaan yang dikoordinasikan oleh kepala Desadengan

mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan guna

mewujudkan pengarusutamaan perdamaian dan keadilan sosial.

18. Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah upaya mengembangkan kemandirian

dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap,

keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber

daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan

yang sesuai dengan esensi masalah danprioritas kebutuhan masyarakat desa.

19. Pengkajian Keadaan Desa adalah proses penggalian dan pengumpulan data

mengenai keadaan obyektif masyarakat, masalah, potensi, dan berbagai

informasi terkait yang menggambarkan secara jelas dan lengkap kondisi serta

dinamika masyarakat desa.

20. Data desa adalah gambaran menyeluruh mengenai potensi yang meliputi

sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber dana, kelembagaan, sarana

prasarana fisik dan sosial, kearifan lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi,

21
serta permasalahan yang dihadapi desa.

21. Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai

dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan

dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa.

22. Aset Desa adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli Desa,

dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau

perolehan hak lainnya yang sah.

23. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, selanjutnya disebut APB Desa,

adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa.

24. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja

negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran

pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk

membiayai penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan

Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

25. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana perimbangan

yang diterima kabupaten/kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah kabupaten/kota setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.

26. Lembaga Kemasyarakatan desa atau disebut dengan nama lain adalah

lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan

merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat.

22
27. Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang

seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara

langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset,

jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat

Desa.

28. Lembaga Kemasyarakatan desa atau disebut dengan nama lain adalah

lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan

merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat.

29. Lembaga adat Desa adalah merupakan lembaga yang menyelenggarakan

fungsi adat istiadat dan menjadi bagian dari susunan asli Desa yang tumbuh

dan berkembang atas prakarsa masyarakat Desa.

BAB II

TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RPJM DESA

Pasal 2

1. Rancangan RPJM Desa memuat visi dan misi kepala Desa, arah

kebijakanpembangunan Desa, serta rencana kegiatan yang meliputi

bidangpenyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan pembangunan

Desa,pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat

Desa.

2. Kepala Desa menyelenggarakan penyusunan RPJM Desa dengan

mengikutsertakan unsur masyarakat Desa dengan mempertimbangkan

23
kondisi objektif desa dan prioritas program dan kegiatan Pemerintah

Kabupaten Rokan Hulu.

3. Penyusunan RPJM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dilakukandengan kegiatan yang meliputi:

a. Pembentukan tim penyusun RPJM Desa;

b. Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan kabupaten

c. Pengkajian keadaan Desa

d. Penyusunan rencana pembangunan Desa melalui musyawarah Desa

e. Penyusunan rancangan RPJM Desa

f. Penyusunan rencana pembangunan Desa melalui musyawarah

perencanaan pembangunan Desa

g. Penetapan RPJM Desa

4. Kepala Desa menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan

Desa yang diadakan untuk membahas dan menyepakati rancangan RPJM

Desa.

5. Musyawarah perencanaan pembangunan Desa sebagaimana dimaksud pada

ayat 4 diikuti oleh Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan

unsur masyarakat.

6. Kepala Desa menyusun rancangan peraturan Desa tentang RPJM Desa.

7. Rancangan peraturan Desa tentang RPJM Desa sebagaimana dimaksud

pada ayat 6 dibahas dan disepakati bersama oleh kepala Desa dan Badan

24
Permusyawaratan Desa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa tentang

RPJM Desa

BAB III

SISTIMATIKA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA

MENENGAH DESA

Pasal 3

(1) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Rokan Koto Ruang tahun

2016-2021 disusun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Dasar Hukum

1.3. Pengertian

BAB II PROFIL DESA

2.1. Kondisi Desa

2.1.1. Sejarah Desa

2.1.2. Demografi

2.1.3. Keadaan Sosial

2.1.4. Keadaan Ekonomi

2.2. Kondisi Pemerintahan Desa

2.2.1. Pembagian Wilayah Desa

2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

25
BAB III MASALAH DAN POTENSI

3.1. Masalah

3.2. Potensi

BAB IV RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

DESA

4. 1. Visi dan Misi

4.1.1. Visi

4.1.2. Misi

4.2. Kebijakan Pembangunan Desa

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

4.2.2. Arah Kebijakan Keuangan Desa

4.2.3. Program Pembangunan Desa

4.2.4. Strategi Pencapaian

BAB V

PENUTUP

LAMPIRAN

(2) Sistematika sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan landasan

pedoman bagi Pemerintah Desa untuk menyusun RPJM Desa dan

merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Desa ini.

BAB V

PERUBAHAN RPJM DESA

26
Pasal 4

(1). Kepala Desa dapat mengubah RPJM Desa dalam hal:

a. Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis

ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau

b. Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, pemerintah

daerah provinsi, dan/atau pemerintah daerah kabupaten.

(2). Perubahan RPJM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibahas dan

disepakati dalam musyawarah perencanaan pembangunan Desa dan

selanjutnya ditetapkan dengan peraturan Desa.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 5

Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam peraturan ini akan diatur lebih lanjut

dengan Peraturan Desa dan Keputusan Kepala Desa.

Pasal 6

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang

mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dengan

penempatannya dalam Lembaran Desa Rokan Koto Ruang

27
BAB III

TINJAUAN KHUSUS TEMPAT KUKERTA

3.1 Sejarah Desa

Wilayah Desa Rokan Koto Ruang sebelum dimekarkan menjadi desa defenitif

dulunya merupakan wilayah kenegerian rokan yang dipimpin oleh seorang Wali

Nagari, sesuai dengan perkembangan berubah status menjadi Kelurahan Rokan

dipimpin oleh seorang lurah. Seiring dengan perkembangan zaman serta makin

bertambahnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah Kelurahan Rokan sehingga

munculnya inisiatif beberapa kelompok masyarakat untuk memekarkan wilayah

kelurahan menjadi beberapa desa defenitif, setelah melalui tahapan dan proses yang

panjang sesuai aturan pemekaran desa dengan mengusung tiga wilayah dusun yaitu

Dusun Lubuk Mokan,Dusun Sijernih, Dusun Kampung Tinggi dengan nama Desa

Rokan Koto Ruang maka pada Tahun 2003 berdirilah Desa Rokan Koto Ruang.

Nama Desa Rokan Koto Ruang diambil dari nama daerah asal kata yaitu

Rokan, Koto dan Ruang, masing-masing dari kata tersebut memiliki makna dan arti

tersendiri. Asal muasal kata rokan berasal dari nama pohon kayu gokan yang buahnya

manis dan enak untuk dimakan yang konon ceritanya tumbuh di tepi sungai rokan

sekitar Lubuk Mokan sekarang, koto merupakan sebutan untuk kampung/kota

sedangkan ruang memilliki arti tempat berkumpulnya orang-orang/masyarakat dan

merupakan pusat kerajaan rokan yang dikelilingi parit sebagai benteng pertahanan

dari musuh dan parit tersebut masih ada sampai dengan saat sekarang ini,dari sejarah

tersebut diatas maka ditetapkan nama desa yaitu Rokan Koto Ruang.

28
Secara harfiah dan sesuai dengan filosofinya Rokan Koto Ruang mempunyai

arti koto/kampung yang merupakan tempat berkumpul/berhimpun masyarakat pada

masa kerajaan Rokan dahulu dan merupakan pusat dari pemerintahan Kerajaan

Rokan yang dibuktikan dengan masih berdiri kokohnya Istana Kerajaan Rokan.

Sejak dimekarkan Desa Rokan Koto Ruang telah banyak membawa

perubahan diantaranya telah digarap kembali lahan sawah koto yang sudah sekian

lama ditinggalkan oleh petani,terbukanya akses jalan penghubung ibu kota desa

dengan Dusun III Kampung Tinggi,dibangun pemukiman penduduk baru bernama

Perumahan Sosial Pancuran Gading, meningkatnya taraf kehidupan

masyarakat,terbukanya akses bagi perusahaan baik itu perkebunan maupun

pertambangan untuk menggarap lahan serta pembukaan lahan tambang yang ada.

Desa Rokan Koto Ruang merupakan desa yang sangat kaya akan komoditas

pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pengairan dan lain sebagainya.

Diantaranya lahan pertanian padi, sawah,ladang,perkebunan sawit,perkebunan

karet,jeruk dan lahan tambang seperti lahan tambang batu bara,lahan tambang batu

kapur.

3.2 Profil Tempat KUKERTA

3.2.1 Visi dan Misi

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa

depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa.

Penyusunan Visi Desa Rokan Koto Ruang ini dilakukan dengan pendekatan

partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Rokan Koto

29
Ruang seperti pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama,

lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa pada umumnya. Pertimbangan

kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di

kecamatan.

Selain penyusunan visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat

sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh desa agar tercapainya visi

desa tersebut. Visi berada di atas misi. Pernyataan visi kemudian dijabarkan

ke dalam misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana

penyusunan visi, misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan

partisipatif dan pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa Rokan Koto

Ruang.

3.2.1.1 Visi Desa

Berdasarkan kondisi masyarakat desa Rokan Koto Ruang saat ini,

tantangan yang dihadapi 6 tahun mendatang serta dengan memperhitungkan

modal dasar yang dimiliki oleh Desa Rokan Koto Ruang sumber pendapatan

dari PAD, dana desa dari tingkat I, II dan pusat yang amanatnya untuk

pembangunan, oprasional, pemberdayaan aparatur pemerintahan dan

kelembagaan yang ada di desa Rokan Koto Ruang. Visi pembangunan Rokan

Koto Ruang tahun 2016-2021 yakni :

Terwujudnya Desa Rokan Koto Ruang Sejahtera dan Berbudaya Tahun

2021

30
3.2.1.2 Misi Desa

Untuk mencapai tujuan dari visi di atas maka disusunlah misi sebagai

langkah-langkah penjabaran dari visi tersebut di atas sebagai berikut :

Pembangunan Jangka Menengah Desa Rokan Koto Ruang tahun 2016-2021

sebagai berikut.

1. Meningkatkan kinerja pemerintah desa, maksudnya adalah meningkatkan

kualitas sumberdaya manusia yang mampu menguasai IPTEK dengan memiliki

nilai-nilai moral religius.

2. Managemen pembangunan infrastruktur maksudnya adalah mampu

membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara merata yang di dasari

azas keadilan sesuai dengan aturan,norma keagamaan dan adat istiadat.

3. Mewujudkan nilai-nilai kebudayaan masyarakat, maksudnya adalah dengan

budaya mampu bertahan terhadap kemajuan dan ikut berkontribusi serta

memberi ras aman.

4. Mewujudkan kehidupan sosial masyarakat, maksudnya adalah kehidupan

masyarakat yang majemuk dalam kebersamaan untuk mambangun sesuai

dengan kebutuhan.

5. Meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat, maksudnya adalah kondisikan

pendapatan yang mendasar, di dukung usaha sesuai profesi dan kemampuan.

6. Mewujudkan suasana kehidupan masyarakat yang kondusif sesuai dengan

31
norma adat istiadat,agama dan aturan pemerintah demokratis, maksudnya

adalah menjadikan suasana kehidupan masyarakat yang aman,tertib dan damai.

7. Penyelenggaraan pemerintahanyang dinamis sesuai dengan aturan luhur yang

terkandung dalam pancasila dan Undang-undang dasar 1945 maksudnya

adalah menciptakan penyelenggara pemerintahan yang intelektual, disiplin,

transparan, akuntabel dan partisifatif

3.3 Kebijakan Desa

Perencanaan pembangunan desa adalah proses tahapan kegiatan

yangdiselenggarakan oleh pemerintah Desa dengan melibatkan

BadanPermusyawaratan Desa dan unsur masyarakat secara partisipatif

gunapemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangkamencapai tujuan

pembangunan desa.

Tujuan pembangunan desa benar-benar dapat diwujudkan, maka arah

kebijakan pembangunan desa hendaklan beroriantasi kepada azas manfaat yang

berhasil dan berdaya guna. Bukan hanya sekedar keinginan segelintir elit desa, namun

merupakan kebutuhan bersama seluruh masyarakat desa tidak terkecuali masyarakat

miskin dan terpinggirkan.

3.3.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

3.3.1.1 Arah Pengelolaan Pendapatan Desa

1. Pendapatan desa bersumber dari APBD Desa, Pemerintah Kabupaten,

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

32
2. Identifikasi Sumber pendapatan Asli Desa (PAD)

3. Menyusun Regulasi berupa Peraturan Desa untuk dapat mengelola

sumber-sumber pendapatan asli desa

4. Penyiapan perangkat-perangkat yang mengelola pendapatan desa.

5. Semua pendapatan desa wajib dicatat dan dibukukan untuk sebagai

bahan pertanggungjawaban kepala desa kepada masyarakat.

3.3.1.2 Arah Kebijakan Pembangunan

1. Program pelayanan dasar infrastruktur

2. Program Pelayanan Pertanian

3. Program pelayanan perkebunan

4. Program pelayanan dasar kesehatan

5. Program pelayanan dasar pendidikan

6. Program penanggulangan kemiskinan

7. Program penyelenggaraan Pemerintahan desa

8. Program peningkatan kapasitas masyarakat, kelembagaan desa,

aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui

pelatihan-pelatihan

9. Program ekonomi kerakyatan yang produktif

10. Program peningkatan pelayanan masyarakat

11. Program dana bergulir, agribisnis dan manajemen usaha

12. Program pengelolaan tata ruang desa

13. Program penyusunan peraturan desa dan perencanaan pembangunan

33
desa

14. Program penyelenggaraan keagamaan dan akhlakul karimah.

15. Program pemberdayaan lembaga adat

16. Program kerjasama desa dan antar desa

17. Program peningkatan kualitas lingkungan dan perumahan

18. Program peningkatan sarana prasarana olahraga

19. Program pelestarian situs peninggalan bersejarah

20. Program Pengembangan norma adat dan kearifan local

3.3.1.3 Kebijakan Umum Anggaran

Pemerintah desa dan BPD melaksanakan musyawarah guna

membahas danmenyepakati anggaran yang dibutuhkan selama setahun

dengan menggunakan tolak ukur tahun sebelumnya dan kemudian

dituangkan dalam APBD desa.

Arah kebijakan keuangan desa sebagai berikut :

1. Meningkatkan pendapatan masyarakat

2. Meningkatkan pengelolaan keuangan desa yang transparan,

akomodatif dan akuntabel

3. Belanja Kepala Desa dan Perangkat Desa

4. Insentif RW/RT,Guru Paud, dan Guru MDTA/TPA

5. Tunjangan Operasional BPD

6. Program Operasional Pemerintahan Desa

7. Peningkatan kapasitas masyarakat, kelembagaan desa, aparatur desa

34
dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

3.4 Kedudukan, Fungsi, dan Peran

3.4.1 Nama-Nama Aparat Desa Rokan Koto Ruang

Kepala Desa : ALEXUSANANTO S.IP

Sekretaris Desa : AFRIANDI

Kepala Urusan Pemerintahan : DAPURISMAN

Kepala Urusan Umum : AFDIL HAMID

Kepala Urusan Pembangunan : ELEN SUZIANTI

Kepala Urusan Keuangan : IRWAN JAYA

Kepala Dusun

1. Dusun I Kampung Baru : THREENO SATRIA

2. Dusun II Simpang Empat : YURSAL

3. Dusun III Kampung Tinggi : SUDIRMAN

3.4.2 Nama-Nama Anggota Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Rokan Koto

Ruang

Ketua : ARYON FADLI

Wakil Ketua : ELFIANTONI

Sekretaris : YUSNA LENI

35
Anggota : 1. DODI SUKANDI

2. WAFRIZAL

3.5 Produk Unggulan

1. Potensi Sumberdaya Alam

Pasir, batu, pertambangan, perkebunan karet, perkebunan sawit, perkebunan jeruk,

peternakan, pertanian, perikanan, air terjun landasan putri,air terjun ujan lobek, arung jeram, serta

wisata alam lainnya.

2. Sumberdaya Ekonomi

Lahan perkebunan, lahan pertanian, lahan perikanan, BUMDesa, perdagangan dan swasta,

sarana produksi lainnya.

3. Potensi Sumberdaya Manusia

Aparatur Desa, BPD, kelembagaan desa, kader desa, kader posyandu, kader PKK,

pendamping desa, tenaga pendidik, tokoh agama dan tokoh adat, penyuluh pertanian, ,

perkebunan, perikanan, perternakan dll, aparat keamanan (Linmas), pemuda, klub-klub olahraga.

4. Sumberdaya Sosial

Majlis taklim, wirid yassin, guru-guru agama (Ustadz/zah), fasilitas pendidikan agama,

masjid dan mushalla, fasilitas pendidikan umum, peringatan hari besar islam, peringatan hari lahir

desa, peringatan hari besar nasional

36
BAB IV

PELAKSANAAN BIDANG KEGIATAN

4.1 Kegiatan Bidang Kesehatan

Kesehatan merupakan hal yang memiliki perhatian lebih dalam hidup

bermasyarakat.Tujuan dari kegiatan ini adalah mengubah atau mempengaruhi prilaku

manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk lebih mandiri dalam

mencapai tujuan hidup sehat (Anonim, 2002). Adapun kegiatan yang kami lakukan

dalam bidang kesehatan, yakni:

4.1.1 Penyuluhan Tentang Cara Menggunakan Obat yang Tepat

Tujuan Kegiatan : Memberikan pengetahuan tambahan tentang tips penggunaan

obat yang tepat.

Lokasi : Rumah warga Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu Pelaksanaan : Jum;at, 14 Juli 2017.

Peserta : Ibu-ibu pengajian Desa Rokan Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Membuat para ibu mengerti bagaimana cara penggunaan obat

yang tepat.

4.1.2 Imunisasi, Pemberian Vaksin DPT, BCG dan HB O serta Membagikan

Makanan Tambahan pada Anak dan Balita

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh posyandu desa, dan

dilakukan serentak untuk menjaga dan memantau kesehatan balita dan anak.Vaksin

DPT terdiri toxoid difteri, bakteri pertusis dan tetanus toxoid, kadang disebut triple

vaksin, berisi vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT), Tetanus Toksoid (TT) dan

37
Difteri Tetanus (DT). Pemberian DPT, DT, TT dosisnya adalah 0,5 cc. Dalam

pemberiannya biasanya berupa suntikan pada lengan atau paha.

Vaksin BCG adalah vaksin hidup yang berasal dari bakteri. Bentuknya vaksin

beku kering seperti vaksin campak berbentuk bubuk yang berfungsi melindungi anak

terhadap penyakit tuberculosis (TBC).Dibuat dari bibit penyakit hidup yang telah

dilemahkan, ditemukan oleh Calmett Guerint. Sebelum menyuntikan BCG, vaksin

harus lebih dulu dilarutkan dengan 4 cc cairan pelarut (NaCl 0,9%). Vaksin yang

sudah dilarutkan harus digunakan dalam waktu 3 jam. Vaksin akan mudah rusak bila

kena sinar matahari langsung. Tempat penyuntikan adalah bagian lengan kanan atas.

Vaksin Hepatitis B; bibit penyakit yang menyebabkan hepatitis B adalah virus.

Vaksin hepatitis B dibuat dari bagian virus yaitu lapisan paling luar (mantel virus)

yang telah mengalami proses pemurnian. Vaksin hepatitis B akan rusak karena

pembekuan dan pemanasan. Vaksin hepatitis B paling baik disimpan pada temperatur

2,8C. Biasanya tempat penyuntikan di paha 1/3 bagian atas luar.

Tujuan Kegiatan : Untuk mengetahui pentingnya Imunisasi bagi anak dan balita

serta memantau pertumbuhan bagi anak dan balita di desa.

Lokasi : Posyandu Desa Koto Ruang, Puskesmas Pembantu.

Waktu Pelaksanaan : Kamis, 13 Juli 2017; Jumat, 14 Juli 2017; Jumat, 11 Agustus

2017.

Peserta : Balita dan anak Desa Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Memantau pertumbuhan, menjaga kesehatan dan mencegah

penyakit-penyakit sehingga anak dan balita sehat.

38
4.1.3 Kelas Ibu Hamil

Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur

kehamilan antara 4 minggu sampai dengan 36 minggu (menjelang persalinan) dengan

jumlah peserta maksimal 10 orang.

Tujuan kegiatan : Meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu

agar memahami tentang kehamilan.

Lokasi : Kantor Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu pelaksanaan : Sabtu, 15 Juli 2017, Sabtu 12 Agustus 2017.

Peserta : Ibu-ibu hamil Desa Rokan Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Ibu- ibu hamil dapat mengetahui perkembangan kehamilan

sesuai bulan kehamilannya.

4.1.4 Senam Sehat

Tujuan Kegiatan : Untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan masyarakat,

membina dan memupuk persaudaraan.

Lokasi : Kantor Desa Rokan Koto Ruang

Waktu Pelaksanaan : Minggu, 23 Juli 2017; Kamis, 27 Juli 2017; Minggu 30 Juli

2017, dst.

Peserta : Masyarakat di Rokan Koto Ruang

Hasil yang dicapai : Masyarakat merasa lebih sehat dan bugar.

4.1.5. Pengecekan Kadar Glukosa, Tekanan Darah dan Asam Urat

39
Diabetes Militus merupakan penyakit degeneratif serius yang disebabkan oleh

lingkungan, pola hidup yang tidak sehat.Karenanya deteksi dini dan penanganan yang

tepat sangat diperlukan.

Tujuan Kegiatan : Untuk mengetahui informasi kadar gula darah, tekanan darah

dan asam urat.

Lokasi : Kantor Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 15 Juli 2017; Jumat, 4 Agustus 2017; Jumat, 11

Agustus 2017.

Peserta : Masyarakat Rokan Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Dalam kegiatan ini masyarakat mendapatkan semua informasi

tentang kadar glukosa, tekanan darah dan asam urat sehingga

mereka dapat mengontrol dan menjaga kesehatan.

4.1.6 Penanaman Tanaman obat Keluarga (TOGA) Desa Rokan Koto Ruang

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman hasil budidaya

rumahan yang dapat berkhasiat sebagai obat. TOGA pada hakekatnya adalah

sebidang tanah baik dihalaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakanuntuk

membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi

keperluan keluarga akan obat obatan.

Program ini dilaksanakan berdasarkan kepada derajat kesehatan warga Desa

Rokan Koto Ruang yang masih berada dalam taraf rendah dan sulitnya memperoleh

fasilitas kesehatan berupa dokter dan obat obatan.Sehingga diperlukan adanya

40
alternative pengobatan yang dapat dilakukan secara mandiri untuk dapat menciptakan

lingkungan dan masyarakat yang sehat.

Tujuan Kegiatan : Agar masyarakat mengetahui tentang tanaman yang dapat

dijadikan obat yang ada disekitar Desa Rokan Koto Ruang.

Lokasi : Puskesmas Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu pelaksanaan : Senin, 29 Agustus 2016.

Peserta : Mahasiswa/i KUKERTA Desa Rokan Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Masyarakat dapat memanfaatkan tanaman obat yang ada

disekitar rumah dan menjadikannya alternatif pengobatan

tradisional.

4.1.7 Pengobatan Gratis

Tujuan kegiatan : Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan

minat masyarakat untuk berobat, dan mengetahui penyakit

masyarakat lebih awal agak tidak terjadi komplikasi.

Lokasi : Pasar Rokan.

Waktu pelaksanaan : Sabtu, 19 Agustus 2017.

Peserta : Semua masyarakat di Kecamatan Rokan IV Koto.

Hasil yang dicapai : Masyarakat menjadi lebih sehat, dapat hidup dengan lebih

memperhatikan kesehatan.

4.2 Kegiatan Bidang Pendidikan

Pembangunan dibidang pendidikan adalah upaya untuk mencerdaskan

kehidupan bangsa dan meningkakan manusia Indonesia dalam mewujudkan

41
masyarakat yang maju, adil dan makmur.Kegiatan dibidang pendidikan ini

dibutuhkan untuk peningkatan dan penyempurnaan pendidikan nasional, yang

disesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, adat-

istiadat serta kebutuhan pembangunan terutama disekolah-sekolah. Adapun kegiatan

yang kami lakukan adalah:

4.2.1 Kegiatan Membantu Mengajar

Pemebelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan

lingkungan, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. Dan tugas

guru adalah mengkoordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan

perilaku bagi peserta didik.Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai usaha sadar

pendidik untuk membantu peserta didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan

kebutuhan dan minatnya.

Tujuan Kegiatan : Membantu kegiatan mengajar serta membantu

meningkatkan carabelajar siswa-siswi dalam pembelajaran.

Lokasi : SD Sangkir Rimbau Gambut.

Waktu pelaksanaan : Setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Jam 08:00-12:00

Peserta : Siswa-siswi SD Sangkir Rimbau Gambut.

Hasil yang dicapai : Meningkatkan minat, cara belajar siswa/i SD Rimbo

Gambut dalam pembelajaran sehingga dapat menjalankan

tugas sekolah yang diberikan.

4.2.2 Penyuluhan Tentang Cacingan

42
Penelitian menunjukkan bahwa 90% anak Indonesia mengidap cacingan.

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi cacing usus ( Soil

transmitted helmithes ) di dalam tubuh manusia. Meskipun demikian, penyakit

cacingan ini masih sering dianggap sebagai angin lalu tidak hanya oleh masyarakat

tetapi juga pemerintah.Padahal, cacingan dapat mengakibatkan menurunnnya kondisi

kesehatan, gizi dan kecerdasan penderitanya sehingga dipandang sangan merugikan,

karena menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan

darah.Maka dari itu, penyuluhan tentang cacingan ini perlu dilakukan.

Tuajuan Kegiatan : Untuk memberikan informasi kepada siswa-siswi mengenai

pencegahan dan bahaya penyakit cacingan.

Lokasi : SD Sangkir Rimbau Gambut.

Waktu pelaksanaan : Kamis, 20 Juli 2017.

Peserta : Siswa-siswi SD Sangkir di Rimbau Gambut.

Hasil yang dicapai : Siswa-siswi dapat menjaga kebersihan dalam kehidupan

sehari-hari dan peduli terhadap kebersihan lingkungan agar

tidak terkena cacingan.

4.2.3 Penyuluhan 4 Sehat 5 Sempurna

Tujuan Kegiatan : Untuk memberikan pengetahuan pada siswa-siswi tentang

asupan 4 sehat 5 sempurna.

Lokasi : SDN 014 Kampung Tinggi.

Waktu pelaksanaan : Rabu, 26 Juli 2017.

Peserta : Siswa-siswi SDN 014.

43
Hasil yang dicapai : Menambah pengetahuan siswa-siswi tentang asupan yang

sehat dan bergizi.

4.2.4 Penyuluhan Cara Sikat Gigi yang Benar

Tujuan Kegiatan : Untuk membantu ataupun mengajarkan cara menyikat gigi

yang benar pada siswa-siswi PAUD, TK maupun SD.

Lokasi : SD 029, SD 009, SD 014 kampung tinggi, SD marginal

pancuran gading, PAUD istiqomah rokan IV koto, TK

istiqomah rokan IV koto.

Waktu Pelaksanaan : Selasa, 11 Juli 2017; Sabtu, 15 Juli 2017; Rabu, 26 Juli

2017; Senin, 31 Juli 2017; Selas, 15 Agustus 2017; Rabu, 16

Agustus 2017.

Peserta : Seluruh siswa-siswi yang berada di Sekolah.

Hasil yang dicapai : Menambah pengetahuan siswa tentang cara dan manfaat

dari sikat gigi yang benar, sehingga membuat siswa-siswi

yang di PAUD, TK maupun SD dapat menyikat gigi dengan

benar.

4.2.5 Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Benar

Tujuan Kegiatan : Untuk membantu ataupun mengajarakan cara mencuci

tangan Yang benar.

Lokasi : SD 029, SD 009, SD 014 Kampung Tinggi, SD marginal

pancurangading, PAUD Istiqomah Rokan IV koto, TK

Istiqomah Rokan IV Koto.

44
Waktu Pelaksanaan : Selasa, 11 Juli 2017; Sabtu, 15 Juli 2017; Rabu, 26 Juli

2017; Senin, 31 Juli 2017; Selas, 15 Agustus 2017; Rabu, 16

Agustus 2017. Peserta: Seluruh siswa-siswi yang berada di

Sekolah.

Hasil yang dicapai : Menambah pengetahuan siswa-siswi cara dan manfaat dari

sikat gigi yang benar, sehingga membuat siswa-siswi

PAUD, TK maupun SD dapat menyikat gigi dengan benar

4.3 Kegiatan Bidang Keagamaan

Agama merupakan sebuah ikatan dan tuntunan yang harus ada pada setiap

manusia.Pendidikan keagamaan bermuara kepada sesuatu perwujudan dalam

mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tunduk dan patuh atas segala

perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Pentingnya pendidikan keagamaan tidak saja wajib diajarkan kepada mereka

yang sudah dewasa, namun lebih khusus lagi pendidikan keagamaan sudah mesti

diajarkan kepada anak sedini mungkin. Adapun kegitan dilakukan dibidang

keagaman ini adalah Pengajian yang mana pengajian ini merupakan wirid yasin setiap

hari jumat, merupakan budaya yang dilaksanakan sebagai salah satu cara

berkomunikasi dengan Tuhan. Materi tradisi wirid ini mencakup didalamnya

pembacaan surah Yassin bersama-sama.

Tujuan Kegiatan : Untuk meningkatkan keagamaan serta menjalin silaturahim.

Lokasi : Rumah warga desa Koto Ruang.

Waktu pelaksanaan : Jumat, 07 Juli 2017. Jumat, 14 Juli 2017, dsb.

45
Peserta : Ibu-ibu di Desa koto ruang.

Hasil yang dicapai : Menjalin silaturahmi antara mahasiswa dan warga desa serta

menambah pengalaman dan ilmu agama.

4.4 Kegiatan Bidang Sosial

Kegiatan sosial adalah kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh banyak

individu atau sekelompoknya yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan

juga banyak orang tergantung makna dan tujuan dari kegiatan tersebut..Adapun

tujuan umum dari kegiatan dibidang sosial ini adalah untuk menjalin serta

mempererat silaturahmi antar masyarakat dan meningkatkan rasa kekeluargaan,

tolong menolong dan kebersamaan.

4.4.1 Kegiatan Perlombaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 72

17 agustus 1945 adalah dimana presiden pertama kita memproklamasikan

kemerdekaan RI dengan penuh percaya diri dan bangga.Indonesia adalah negara

yang kaya akan sumber daya manusia dan sumber daya alamnya sehingga para

pendahulu kita tidak rela bila negara ini direbut atau dikuasai dengan semangat

nasionalisme para pahlawan rela mengorbankan segala nya untuk membela negara

indonesia.Belajardari pSengalaman sejarah tidak lah berat bagi kita memperingati

hari ulang tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ke - 72. Adapun

lomba yang dilakukan antara lain : makan kerupuk, balap sandal bakiak, balap

karung, joget balon, rebut kursi, pipet karet dan tarik tambang.

46
Tujuan Kegiatan : Untuk meningkatkan rasa kemerdekaan dan rasa cinta pada

tanah air Indonesia sehingga memiliki semangat yang tinggi

untuk menggapai cita-cita.

Lokasi : Halaman Istana Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu pelaksanaan : Jumat, 25 Agustus 2017

Peserta : Seluruh masyarakat Desa Rokan Koto Ruang.

4.4.2 Membuat inovasi

Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau

yang sudah dikenal sebelumnya. Seperti yang kami inovasikan ini ada berbagai

macam, yakni membuat the dari daun jeruk, membuat masker kulit dari daun jeruk,

membuat makanan peyek dari daun jambu biji, membuat tas dari tali kur dan

sebagainya. Diamana inovasi yang kami ajarkan kepada ibu-ibu ini diharapkan akan

bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan kegiatan : Menambah wawasan tentang berbagai hal yang bermanfaat

bagiibu-ibu.

Lokasi : Kantor Desa Rokan Koto Ruang.

Waktu pelaksanaan : Kamis, 24 Agustus 2017

Peserta : Ibu-ibu desa Rokan Koto Ruang.

Hasil yang dicapai : Menambah wawasan ibu-ibu yang ada di Desa Rokan Koto

Ruang tentangpembuatan inovasi dalam berbagai bidang

dan juga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

47
4.5. Kegiatan Bidang Kesenian

4.5.1. Partisipasi dalam Acara Malam Pentas Seni Sanggar Kecamatan

Rokan IV Koto

Rincian Kegiatan : Tampil dalam acara Malam Pentas Seni dengan menampilkan

tariankreasi dan tarian persembahan bersama sanggar Sutan

Panglimo Dalam Rokan IV Koto.

Tujuan Kegiatan : Untuk menampilkan pementasan seni tari kepada masyarakat

Rokan IV koto dan menjalin keakraban serta

persaudaraandengan masyarakat khususnya anggota sanggar

Sutan Panglimo Dalam.

Lokasi : Pasar Rokan.

Waktu Pelaksanaan : 19 Agustus 2017.

Peserta : Perwakilan kelompok dan seluruh anggota sanggar Sutan

Panglimo Dalam.

Hasil yang dicapai : Malam Pentas Seni berjalan dengan lancar, dapat menghibur

masyarakat serta mendapat apresiasi masyarakat atas bakat

seni yang dimiliki mahasiswi-mahasiswi farmasi.

4.5.2. Mengikuti Perlombaan Senam Gemu Famire Tingkat Kecamatan

Rincian Kegiatan : Mengikuti perlombaan senam gemu famire tingkat

kecamatan Rokan IV Koto bersama Ibu-Ibu desa Koto

Ruang.

48
Tujuan Kegiatan : Untuk menambah kebugaran, kesehatan tubuh dan

berpartisipasi dalam acara kecamatan serta meningkatan

keakraban (sosial) bersama masyarakat.

Lokasi : Pasar Rokan.

Waktu Pelaksanaan : 19 Agustus 2017.

Peserta : Semua masyarakat Kecamatan Rokan IV Koto.

Hasil yang dicapai : Masyarakat menjadi lebih sehat dan dapat hidup dengan

lebih memperhatikan kesehatan.

49
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Salah satu bentuk pengabdian kami mahasiswa/i terhadap masyarakat adalah

melalui KUKERTA. Dengan melaksanakan KUKERTA ini kami dapat merasakan

yang dialami masyarakat dan hal ini dapat mewakili keadaan masyarakat secara

umum meskipun kami mengabdikan diri hanya pada satu desa saja. Wujud nyata

pengabdian kami adalah mencoba membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai

permasalahan yang ada di Desa Rokan Koto Ruang seperti pendidikan, kesehatan,

sosial dan keagamaan.Sebagai contoh bentuk nyata pengabdian yang kami lakukan

dibidang kesehatan adalah melakukan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat

serta melakukan pengobatan gratis terhadap masyarakat Desa Rokan Koto Ruang.

Selain itu bukti dari bentuk pengabdian kami terhadap Desa Rokan Koto Ruang juga

kami tunjukkan dari bantuan yang kami lakukan terhadap pemerintahanseperti

membantu kegiatan yang diadakan oleh Desa Rokan Koto Ruang dalam mewujudkan

lingkungan bersihyang dan membantu menjalankanpekerjaan posyandu dalam rangka

menjaga kesehatan masyrakat .

Berhasil dan tercapainya tujuan dari Program KUKERTA yang kami lakukan

tidak lepas dari adanya kerja sama yang baik antara kami mahasiswa/i dengan

perangkat desa,masyarakat dan semua pihak yang membantu dan mendukung

terlaksananya kegiatan yang kami lakukan. Dengan terlaksananya kegiatan Program

50
KUKERTA ini,masyarakat dapat terbantu dengan bertambahnya informasi dan

pengetahuan yang mereka peroleh tentang kesehatan sehingga dapat meningkatkan

kesehatan masyarakat di Desa Rokan Koto Ruang.

Potensi-potensi yang ada di Desa Rokan Koto Ruang ini sudah dikelola dengan

baik oleh masyarakat, sehingga dapat tercapai hasil yang memuaskan, diantaranya:

1. Rokan Koto Ruang merupakan desa yang menjujung tinggi nilai norma agama

dan adat istiadat.

2. Masyarakat Rokan Koto Ruang sangat berantusias dengan kegiatan-kegiatan

yang kami adakan.

3. Masyarakat Rokan Koto Ruang mengajak kami untuk ikut serta dalam

kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Desa.

4. Terjalinnya hubungan silaturahmi antar masyarakat tinggi.

5. Masyarakat yang memberikan respon positif terhadap kegiatan-kegiatan yang

kami lakukan.

6. Warga Desa Rokan Koto Ruang yang sudah mengerti dan memahami

mengenai kesehatanmulai menerapkan pola hidup sehat.

Adapaun masalah yang dihadapi dalam pelaksanakan program KUKERTA yang

kami lakukan sehingga menyebabkan terhambatnya program kerja yang kami

rencanakan,diantaranya :

1. Kurangnya dana

2. Kurang sarana dan prasarana

5.2 Saran

51
Dalam kegiatan yang telah dilaksanakan selama 2 bulan ini, ada beberapa

masukan yang dapat kami berikan diantaranya :

a) Untuk Desa Rokan Koto Ruang

Untuk dapat lebih memperhatikan segala aspek yang ada di desa seperti di

bidang pendidikan,sosial,keagamaan dan kesehatan agar terciptanya masyarakat yang

sehat, maju, aman, dan sejahtera.

b) Untuk peserta KUKERTA selanjutnya

Untuk peserta KUKERTA selanjutnya harus mengerti dan memahami maksud

dan tujuan dari KUKERTA serta harus merencanakan sedemikan rupa rencana

program-program kerja yang lebih baik lagi yang akan dilakukan pada desa agar

waktu 2 bulan yang diberikan cukup untuk melakukan KUKERTA dan dapat

melanjutkan program-program yang sudah kami laksanakan sejauh ini dengan lebih

inovatif, agar semakin bermanfaat bagi masyarakat ke depannya.

52

Beri Nilai