Anda di halaman 1dari 4

SGD LBM 3

STEP 1

1. Flu like illness : ditandai dengan demam >38 C disertai gejala respiratorik (batuk, pilek, , sakit
tenggorokan, sesak ,dan pneumonia) dan sistemik ( karena infeksi virus dengan ditandai sefalgia
dan mialgia)
2. Trombositopenia : dimana keadaan trombosit menurun, normalnya 150000-450000
3. Leukopenia : keadaan dimana jumlah leukosit menurun, normalnya 4000-11000
4. Limfopenia : keadaan dimana nilai limfositnya menurun (<1500), normalnya 1500-4500

STEP 2

1. Bagaimana cara penularan unggas ke manusia?


2. Apa etiologi dari skenario terebut?
3. Apa faktor resiko dalam skenario tersebut?
4. Bagaimana patogenesis dalam skenario tersebut?
5. Bagaimana patofisiologi dalam skenario?
6. Bagaimana manifestasi klinis dalam skenario?
7. Apa pemeriksaaan fisik dan penunjang untuk menentukan diagnosis dalam skenario?
8. Apa kriteria diagnosis?
9. Apa diagnosis banding dan diagnosis dalam skenario?
10. Bagaimana penatalaksanaan pada skenario?
STEP 3

1. Bagaimana cara penularan unggas ke manusia?


Dari unggas ke manusia
-menyentuh unggas (ayam,burung) secara langsung
-melalui kendaraan yg mengangkut binatang tersebut
-alat-alat ternak
-transmisi : kontak langsung dan lewat udara
Sifat virus influenza diudara :
dapat bertahan diair selama 4 hari apabila suhunya >22 C
Dapat mati diatas pemanasan >80C selama 1 menit
Dapat bertahan hidup dikotoran dan tubuh ayam
Mati dengan sinar UV, detergen, desinfektan (formalin), cairan iodin, dan natrium kalium
hipoklorit (co : pemutih baju)
Dari unggas ke unggas

2. Apa etiologi dari skenario terebut?


-langsung : kontak langsung dengan sesuatu yang terinfeksi (jamur dan bakteri protozoa)
-tidak langsung : melalui udara (virus)

Karena virus influenza, famili dari orthomixovirus, dan untuk kasus ini termasuk tipe A
(H5N1/avian influenza).
Tipe- tipe orthomixovirus :
A : menyerang hewan dan manusia , dibedakan dg tonjolan protein (spikes), spikes ada dua :
hemaglutinin (untuk aglutinasi eritrosit dan terdiri dari 15 macam protein dari H1 sampai
H15)dan neuraminidase (menyeran saraf dan terdiri dari 9 protein N1-N9) dan yg sering terjaid
pd manusia adalah H1-H3 dan N1-N2, maka disebut degan human influenza.
B dan C : menyebabkan penyakit hanya pada manusia dengan gejala yg ringan
3. Apa faktor resiko dalam skenario tersebut?
Berdasar resiko tinggi :
-ada kontak dengan unggas selama 7 hari, terdapat unggas mati karena sakit dan unggas ternak
atau kebun binatang yg terkena flu burung
-kontak dari manusia yg terinfeksi
4. Bagaimana patogenesis dalam skenario tersebut?
Skema izav
Yang sering terinfeksi pada sel epitel kolumner yg bersilia sel membengkakintinya
mengkerutpiknosisterjadi disintegrasisilia menghilangterbentuk badan inklusi
5. Bagaimana patofisiologi dalam skenario?
Nyeri telan : skema yulia
Batuk pliek : virusmelekat pada reseptor pada respiratori (diparu) dan usus (kebanyakn pada
paru) neuraminidase memiliki enzim yg dapat mentransmisikan yang terdapat banyak
mukosa
Sesak dan demam : virus masuk ke sal. Nafas, virus masa inkubasi selama 1-3 hari, setelah
inkubasi replikasi pada epitel sal nafas nekrosis sel (epitel bronkial dan alveoli) inflamasi
suhu tubuh meningkat perdarahan intraalveolar edem alveoli hipoksia sesak nafas
6. Bagaimana manifestasi klinis dalam skenario?
Gejala pada manusia :
-demam tinggi >38C
Sakit tenggokrokan tiba tiba
-batuk berdahak disertai pilek dan nyeri otot
-sakit kepala
-sesak nafas
-nyeri telan
-diare
-konjungtivitis ?
-gangguan ginjal, peningkatan ureum dan kreatinin
Gejala pada unggas yg terinfeksi :
-unggas mendadak mati dalam jumlah yg besar tanpa gejala klinis
-jenggernya bengkak dan berwarna biru, kepala tertunduk karena kesulitan nafas, gelisah
-unggas terdapat luka pada yg tidak ada bulunya dan keluar cairan jerih dan kental dari rongga
mulut
Bila sudah sangat parah akan mengarah ke pneumonia atau radang di paru paru
7. Apa pemeriksaaan fisik dan penunjang untuk menentukan diagnosis dalam skenario?
-px fisik :

-TTV : HR meningkat, suhu menigkat, RR meningkat


-inspeksi : tampak sesak dan nafas cuping hidung
-auskultasi : ronchi basah kasar

-px penunjang :
Radiologi foto thorax : terdapat gambaran infiltratdifus multifokal (bercak) sampi konsolidasi
dengan air bronchogram, pemeriksaaanya dalam PA lateral
Pemeriksaan darah rutin : hb nya meningkat, leukopenia, trombositopenia, limfopenia
Pemeriksaan kimia : ureum dan kreatinin meningkat, penurunan albumin
Pemeriksaan kultur dan serologi
8. Apa kriteria diagnosis?
Skema khum
-pasien observasi : menderita demam >38C, batuk, pilek, sesak nafas, dimana belum jelas ada
tidaknya kontak dg unggas yg mati mendadak, pasien ini masih diobservsi secara klinis
-kasus uspek avian influenza : demam >38C, batuk sakit tenggorokan, pilek, sesak nafas,
leukopenia, pernah kontak dg unggas dan tinggal di pemukiman yg terjadi kematian unggas
jumlah besar
-kasus probable : penderita kasus suspek ditambah satu atau lebih keadaan berupa ditemukan
meningkatnya titer antibodi minimal 4 kali terhadap H5 dalam waktu singkat terjadi pneumonia
-kasus konfirmasi : ditemukan virus H5N1 nya positif, PCR nya positif
9. Apa diagnosis banding dan diagnosis dalam skenario?
DD : selesma (sesak nafas yang diakibatkan oleh virus tipe B dan C)
Dx : flu burung
10. Bagaimana penatalaksanaan pada skenario?
Pencegahan : memusnahkan unggas yg sudah terinfeksi, karantina dan disinfeksi daerah
peternakan, vaksinasi unggas yg sehat
Pada manusia : cuci tangan sbelum kontak langsung dgn unggas, menggunakan APD, imunisasi .

Antitusif (obat batuk) bekerja secara sentral (bekerja di medula oblongata) co : dextrometofan
dan perifer (bekerja di reseptor sal nafas), antipiretik, mukolitik, osetalmifir (inhibitor
neuraminidase agar tdk terjadi transmisi) dosis : 75 mg 2 x sehari dlm 5 hari. Antipiretik (obt anti
demam)