Anda di halaman 1dari 20

A.

Definisi Bencana Alam

Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu


peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan
aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya
manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan
dan struktural, bahkan sampai kematian.
Bencana alam juga dapat diartikan sebagai bencana yang diakibatkan oleh
gejala alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa
terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia
(nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru
dapat menyebutnya sebagai bencana.
Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau
menghindari bencana dan daya tahan mereka. Pemahaman ini berhubungan dengan
pernyataan: "bencana muncul bila ancaman bahaya bertemu dengan
ketidakberdayaan". Dengan demikian, aktivitas alam yang berbahaya tidak akan
menjadi bencana alam di daerah tanpa ketidakberdayaan manusia, misalnya gempa
bumi di wilayah tak berpenghuni. Konsekuensinya, pemakaian istilah "alam" juga
ditentang karena peristiwa tersebut bukan hanya bahaya atau malapetaka tanpa
keterlibatan manusia. Besarnya potensi kerugian juga tergantung pada bentuk
bahayanya sendiri, mulai dari kebakaran, yang mengancam bangunan individual,
sampai peristiwa tubrukan meteor besar yang berpotensi mengakhiri peradaban umat
manusia.
1. Gunung Meletus.
a. Defenisi
Gunung meletus adalah gunung yang memuntahkan materi-materi dari
dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas,
lahar dingin, magma, dan lain sebagainya. Gunung meletus terjadi akibat
endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang
bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi
terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras
sejauh radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh
radius 90 km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta
benda yang besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias
mempengaruhi putaran iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi berupa:
Gas vulkanik adalah gas-gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung
berapi yang dikeluarkan antara lain carbon monoksida (CO),
Carbondioksida(Co2), Hidrogen Sulfida (H2S), sulfurdioksida(SO2) dan
nitrogen (NO2) yang membahayakan manusia.
Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan
melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir jauh dari
sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada sedangkan lava kental
mengalir tidak jauh dari sumbernya.
Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi masyarakat yang tingla di
lereng gunung berapi. Lahar adalah banjir Bandang di lereng gunung yang
terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah.
Dikenal sebagai lahar letusan dan lahar hujan. Lahar letusan terjadi apabila
gunung berapi yang memiliki danau kawah meletus, sehingga air danau yang
panas bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan terjadi karena
percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar puncaknya.
Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus. Karena
hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer
jauhnya. Dampak abu letusan permasalahan pernafasan, kesulitan penglihatan,
pencemaran sumber air bersih, menyebabkan badai listrik, mengganggu kerja
mesin dan kendaraan bermotor, merusak atap, merusak ladang, merusak
infrastruktur tubuh.
Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan
panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang
panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan disekitar sungai
dari lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil
yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam. Awan
panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang
dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar
akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai
puluhan, ratusan bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan
angin. Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang
terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga menyebabkan sesak
sampai tidak bernafas.
b. Tips Menghadapi Letusan Gunung Merapi
Sebelum letusan:
a) Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah masing-
masing serta bagan alur keadaan darurat
b) Waspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunung api yaitu :
Lahar dan banjir bandang
Longsor dan hujan batu (material gunung api)
Gempa bumi
Hujan abu dan hujan asam
Tsunami
c) Lakukan rencana evakuasi
Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api,
harus ingat route mana yang aman untuk dilalui.
Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi
Apabila anggota keluarga tidak berkumpul ketika terjadi letusan
(misalnya yang dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang
sekolah) usahakan untuk berkumpul dalam keluarga jangan
terpisah.
Mintalah keluarga yang tinggal berjauhan untuk saling mengontak
sebagai hubungan keluarga sebab sehabis terjadi bencana biasanya
lebih mudah untuk kontak jarak jauh. Tiap anggota keluarga
usahakan untuk mengetahui nama, alamat dan nomor
telepon anggota keluarga yang lain.
d) Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
Batere/ senter dan extra batu batere
Obat-obatan untuk pertolongan pertama
Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
Pembuka kaleng
Masker debu
Sepatu
Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu.
e) Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan
bencana.
f) Walaupun tampaknya lebih aman untuk tinggal di dalam rumah sampai
gunungapi berhenti meletus, tapi apabila anda tinggal di daerah rawan
bahaya gunungapi akan sangat berbahaya. Patuhi instruksi yang
berwenang dan lakukan secepatnya.

Selama letusan:
a) Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
b) Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang
berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.
c) Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang
terlindung
d) Apabila berada di ruang terbuka:
Cari ruang perlindungan
Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar
seperti bola.
Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran
lahar.Cari tempat yang lebih tinggi terutama
Lindungi diri anda dari hujan
Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk
melindungi pernapasan anda
Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar
adanya aliran lahar
e) Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga
yang berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api
f) Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari
gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang,
kebakaran hutan bahkan aliran awan panas yang mematikan dapat
mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus.
Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba
mendekati gunung api yang sedang meletus merupakan ide yang dapat
membawa maut.
g) Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik cepat-cepat cari
daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan jauhi
jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang besar ,
membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api
lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam.
Awan panas yang mengandung debu gunungapi dapat membakar
tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat. Dengarkan berita dari
radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api.

Pasca letusan:
a) Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu.
b) Apabila berada di luar ruangan:
tutup mulut dan hidung anda. Debu gunung api dapat
mengiritasi system pernapasan anda.
Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat
mengakibatkan runtuhnya atap bangunan. Hati-hati ketika
bekerja di atap bangunan rumah.
c) Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang lebat.
d) Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat
merusak mesin kendaraan tersebut.
e) Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat mungkin
kontak dengan debu gunung api.
f) Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman di luar
rumah.
g) Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan
pertolongan seperti orang tua, orang yang cacat fisik, anak-anak yang
tidak memiliki orang tua dan sebagainya.
2. Banjir
a. Definisi
Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering)
karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air
yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai, atau
pecahnya bendungan sungai.
b. Penyebab banjir
Curah hujan dalam jangka waktu panjang
Erosi tanah menyisakan batuan, hingga tidak ada resapan air.
Buruknya penanganan sampah, hingga sumber saluran-saluran air
tersumbat.
Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi
jalan / tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada.
Bendungan dan saluran air rusak.
Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap
air.
Pembabatan hutan secara liar (Illegal logging).
Didaerah bebatuan daya serap air sangat kurang, mengakibatkan banjir
kiriman atau banjir bandang.
c. Penanggulangan banjir
a) Metode Penanggulangan secara Filosofis
- Memindahkan warga dari daerah rawan banjir. Cara ini cukup mahal
dan belum tentu warga bersedia pindah, walau setiap tahun rumahnya
terendam banjir.
- Memindahkan banjir keluar dari warga. Cara ini sangat mahal, tetapi
sedang populer dilakukan para insinyur banjir, yaitu normalisasi sungai,
mengeruk endapan lumpur, menyodet-nyodet sungai. Faktanya banjir
masih terus akrab melanda permukiman warga.
- Hidup akrab bersama banjir. Cara ini paling murah dan kehidupan
sehari-hari warga menjadi aman walau banjir datang, yaitu dengan
membangun rumah-rumah panggung setinggi di atas muka air banjir.
b) Metode Penanggulangan secara Normatif
- Manajemen di hilir di daerah rawan banjir, antara lain pembuatan peta
banjir, membangun sistem peringatan dini bencana banjir, sosialisasi
sistem evakuasi banjir, kelembagaan penanganan banjir, rekonstruksi
rumah akrab banjir, peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat
dalam penanggulangan banjir, serta kemungkinan asuransi bencana
banjir.
- Manajemen di hulu daerah aliran sungai, antara lain pengedalian erosi,
pengendalian perizinan pemanfaatan lahan, tidak membuang sampah
dan limbah ke sungai, kelembagaan konservasi, pengamanan kawasan
lindung, peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam
kegiatan konservasi.
d. Pencegahan banjir
Disiplin Membuang Sampah
Dibutuhkan kedisiplinan warga untuk membuang sampah di tempat sampah
dan berakhir di tempat pembuangan akhir sampah.
Pembersihan Saluran Air
Tanggul-tanggul sebagai penahan membutuhkan perawatan. Tanaman-
tanaman sekitar sungai pun perlu ditanam sebanyak mungkin yang
fungsinya untuk memperkuat bantaran sungai. Tentu saja bantaran sungai
yang kuat ini akan mencegah longsornya tanah di bantaran ke sungai. Jika
longsor, pun akan menghambat air mengalir. Itu juga akan menyebabkan
banjir.
Kerja Sama yang Baik dari Seluruh Pihak
Bila kerja sama warga di suatu wilayah dapat terjalin dengan baik,
pencegahan banjir ini bisa dilakukan dengan mudah. Tentu saja jalinan
warga dan pemerintah tetap harus dilakukan. Bila ada pembangunan di
suatu wilayah oleh proyek tertentu dan hal itu akan mengganggu lancarnya
saluran air, tentu warga harus segera melaporkan ke pemerintah untuk
diadakan sebuah tindakan yang tepat.

3. Tanah Longsor
a. Defenisi
Tanah longsor adalah tanah yang turun atau jatuh dari tempat yang tinggi ke
tempat yang lebih rendah. Masalahnya jika ada orang atau pemukiman di atas tanah
yang longsor atau di bawah tanah yang jatuh maka sangat berbahaya. Tidak hanya
tanah saja yang longsor karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut
longsor menghancurkan apa saja yang ada di bawahnya.Longsor atau sering disebut
gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan asa
batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau
gumpalan besar tanah.
b. Sebab terjadinya tanah longsor
Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu
faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-
faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor
pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.
Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang
memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor
lainnya yang turut berpengaruh :
Erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang
menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam
Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang
diakibatkan hujan lebat
Gempa Bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan
longsornya lereng-lereng yang lemah
Gunung Berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan
lebat dan aliran debu-debu
Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak,
dan bahkan petir
Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan
atau salju.
c. Dampak yang diakibatkan tanah longsor
Dampak yang diakibatkan oleh bencana tanah longsor adalah korban
meninggal dan hancurnya rumah yang tertimpa longsoran tanah. Dampak
negative yang lain yaitu rusaknya lahan hutan dan pertanian yang berada
dilokasi tanah longsor. Akibat longsoran tanah kadang menutup badan jalan
sehingga terhambatnya arus lalu lintas yang menghubungkan ke wilayah
yang lain.

d. Cara penanggulangan bencana tanah longsor


Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman
dan fasilitas utama lainnya.
Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air
permukaan maupun air tanah. Fungsi drainase adalah untuk
menjauhkan airn dari lereng, menghidari air meresap ke dalam
lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi
drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan
air ke dalam tanah.
Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras -
teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam
tanah).
Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan
jarak tanam yang tepat (khusus untuk lereng curam, dengan
kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar 80% sebaiknya tanaman
tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang lebih
pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.
Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan.
Pengenalan daerah rawan longsor.
Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara
cepat kedalam tanah.
Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya
liquefaction.
Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel.
Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

4. Gempa Bumi
2. Definisi
Gempa bumi adalah suatu peristiwa alam dimana terjadi
getaran pada permukaan bumi akibat adanya pelepasan energi secara tiba-
tiba dari pusat gempa. Energi yang dilepaskan tersebut merambat melalui
tanah dalam bentuk gelombang getaran. Gelombang getaran yang sampai ke
permukaan bumi disebut gempa bumi.
3. Penyebab Terjadinya Gempa
Runtuhnya gua-gua besar yang berada di bawah permukaan
tanah. Namun, kenyataannya keruntuhan yng menyebabkan
terjadinya gempa bumi tidak pernah terjadi.
Tabrakan meteor pada permukaan bumi. Bumi merupakan salah
satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata surya
kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi
orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi
dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh
ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor cukup besar.
Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali
terjadi. Kejadian ini sangat jarang terjadi dan pengaruhnya juga tidak
terlalu besar.
Letusan gunung berapi. Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Gempa
bumi jenis ini disebut gempa vulkanik dan jarang terjadi bila
dibandingkan dengan gempa tektonik. Ketika gunung berapi
meletus maka getaran dan goncangan letusannya bisa terasa
sampai dengan sejauh 20 mil.
Kegiatan tektonik. Semua gempa bumi yang memiliki efek yang cukup
besar berasal dari kegiatan tektonik. Gaya-gaya tektonik biasa
disebabkan oleh proses pembentukan gunung, pembentukan patahan,
gerakan-gerakan patahan lempeng bumi, dan tarikan atau tekanan
bagian-bagian benua yang besar. Gempa ini merupakan gempa yang
umumnya berkekuatan lebih dari 5 skala Richter.
4. Karakteristik Gempa bumi
Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
Lokasi kejadian tertentu
Akibatnya dapat menimbulkan bencana
Berpotensi terulang lagi
Belum dapat diprediksi
Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi
5. Jenis Gempa Bumi
Berdasarkan penyebabnya :
Gempa bumi tektonik
Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu
pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai
kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini
banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi, getaran gempa
Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian Bumi. Gempa bumi
tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran
lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba.
Gempa bumi tumbukan
Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang
jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang terjadi
Gempa bumi runtuhan
Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
Gempa bumi buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas
dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan
ke permukaan bumi.
Gempa bumi vulkanik (gunung api)
Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi
sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka
akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan
terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar
gunung api tersebut
Berdasarkan Kedalaman :
Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih
dari 300 km di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya
tidak terlalu berbahaya.
Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada
antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi
menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya
lebih terasa.
Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada
kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya
menimbulkan kerusakan yang besar.
Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa
Gelombang Primer
Gelombang primer (gelombang lungitudinal) adalah gelombang atau
getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14
km/detik. Getaran ini berasal dari hiposentrum.
Gelombang Sekunder
Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau
getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang
sudah berkurang,yakni 4-7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat
merambat melalui lapisan cair.
6. Cara Menghadapi Gempa Bumi
Bila berada di dalam rumah: Jangan panik dan jangan berlari keluar,
berlindunglah dibawah meja atau tempat tidur, Bila tidak ada, lindungilah
kepala dengan bantal atau benda lainnya, Jauhi rak buku, lemari dan kaca
jendela, Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda
yang tergantung di dinding dan sebagainya
Bila berada di luar ruangan: Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal,
pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan
sebagainya, Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka, Jauhi rak-rak
dan kaca jendela.
Bila berada di dalam ruangan umum: Jangan panik dan jangan berlari
keluar karena kemungkinan dipenuhi orang, Jauhi benda-benda yang mudah
tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya.
Bila sedang mengendarai kendaraan: Segera hentikan di tempat yang
terbuka, Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan
layang/jembatan penyeberangan.
Bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall:
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan, Ikuti semua
petunjuk dari pegawai atau satpam.
Bila sedang berada di dalam lift: Jangan menggunakan lift saat terjadi
gempabumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat, Jika
anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka
tekanlah semua tombol, Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya
dan mengungsilah., Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung
dengan menggunakan interphone jika tersedia.
Bila sedang berada di dalam kereta api: Berpeganganlah dengan erat pada
tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara
mendadak, Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta,
Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan
mengakibatkan kepanikan.
Bila sedang berada di gunung/pantai: Ada kemungkinan lonsor terjadi dari
atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman, Di pesisir pantai,
bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-
tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
7. Akibat gempa bumi
Kehilangan jiwa atau cacat jasmani
Keruntuhan dan kerusakan dari lingkungan alam dan konstruksi.
Dari segi teknis dan finansial, kita hanya dapat mereduksi bahaya gempa
ini untuk gempa-gempa besar. Pada dasarnya perencanaan struktur tahan
gempa adalah untuk mengurangi korban jiwa, baik yang disebabkan
oleh keruntuhan struktur atau kerusakan sekunder seperti
reruntuhan bangunan atau kebakaran, dan untuk mengurangi
kerusakan dan kehilangan konstruksi.

5. Pengertian Angin Topan


a. Defenisi
Angin topan adalah pusaran angin. kencang dengan kecepatan angin 120
km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis diantara garis balik
utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan
khatulistiwa. Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu
sistem cuaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini
umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem
tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.
b. Penyebab Terjadinya Angin Topan
Angin terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara atau
perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Hal ini berkaitan
dengan besarnya energi panas matahari yang di terima oleh permukaan
bumi. Pada suatu wilayah, daerah yang menerima energi panas matahari
lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan
udara yang cenderung lebih rendah. Perbedaan suhu dan tekanan udara akan
terjadi antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah
lain yang lebih sedikit menerima energi panas, yang berakibat akan terjadi
aliran udara pada wilayah tersebut.
Setiap kali memasuki musim panas, datang angin topan yang
menyebabkan pohon-pohon tumbang serta ombak menghancurkan rumah-
rumah. Yang paling parah angin topan mampu membuat mobil-mobil
bertebangan. Mengapa angin topan yang mengerikan itu bisa terjadi? Angin
topan terjadi di laut di sekitar daerah katulistiwa, kira-kira pada 5 LU. Di
sana suhu air laut sangat hangat sampai melebihi 27 C. Jika suhunya
memanas, udara akan mengalir naik ke atas.
Karena udara banyak naik, maka tekanan udara di atas tinggi dan
tekanan udara di bawah rendah. Udara yang naik lama-kelamaan
mendingin, lalu turun, sementara udara yang menghangat naik ke atas.
Proses naik turunya udara dingin dan hangat ini terjadi berulang-ulang, dan
tekanan uap yang membawa energi sangat besar dan suhu udara menjadi
sangat rendah, sehingga menghasilkan gumpalan udara yang berputar yang
sangat membahayakan. Gumpalan udara inilah yang disebut angin topan.
c. Gejala dan Peringatan Dini
Angin topan tropis dapat terjadi secara mendadak, tetapi sebagian
besar badai tersebut terbentuk melalui suatu proses selama beberapa jam
atau hari yang dapat dipantau melalui satelit cuaca. Monitoring dengan
satelit dapat untuk mengetahui arah angin topan sehingga cukup waktu
untuk memberikan peringatan dini. Meskipun demikian perubahan sistem
cuaca sangat kompleks sehingga sulit dibuat prediksi secara cepat dan
akurat

d. Dampak terhadap Lingkungan Hidup Angin Topan


Tidak bisa dipungkiri bahwa kecepatan angin akan berpengaruh
pada banyak hal. Berikut ini adalah beberapa hal yang terjadi sebagai
akibat pengaruh kecepatan angin.
Bidang Perhubungan
Kecepatan angin sangat mempengaruhi kelancaran jalur
penerbangan. Selain kecepatan angin, faktor cuaca dan iklim juga
berperan dalam bidang perhubungan terutama untuk transportasi. Selain
mempengaruhi kelancaran jalur penerbangan, kecepatan angin juga
sangta berpengaruh pada transportasi laut.
Bidang Telekomunikasi
Selain faktor iklim dan cuaca, kecepatan angin juga berpengaruh
pada bidang telekomunikasi. Kecepatan angin yang merupakan akibat
dari proses-proses yang terjadi di atmosfer atau lapisan udara bisa
mempengaruhi lapisan ionosfer yang mengandung partikel-partikel
ionisasi dan bermuatan listrik dimana dengan adanya lapisan ionosfer
ini kita bisa mendengarkan siaran radio/menonton televisi.
Bidang Pariwisata
Kecepatan angin, banyaknya cahaya matahari, cuaca cerah, serta
udara yang sejuk/panas/kering sangat mempengaruhi pelaksanaan
wisata, baik wisata darat maupun laut. Dengan cuaca dan iklim yang
bersahabat serta kecepatan angin yang sedang maka pelaksanaan wisata
akan semakin dinikmati
Bidang Pertanian
Kecepatan angin yang ideal adalah 19-35 km/jam. Pada keadaan
kecepatan angin yang tidak kencang, serangga penyerbuk bisa lebih
aktif membantu terjadinya persarian bunga. Sedangkan pada keadaan
kecepatan angin kencang, kehadiran serangga penyerbuk menjadi
berkurang sehingga akan berpengaruh terhadap keberhasilan
penangkaran benih.
Akibat yang timbul pada bangunan:
1. Bangunan terangkat
2. Bangunan bergeser dari pondasinya
3. Robohnya bangunan
4. Atap terangkat
5. Bangunan rusak
e. Usaha Pencegahan bencana dan saat terjadinya
bencana Tindakan pencegahan mengurangi kerugian
Membuat struktur bangunan yang memenuhi syarat teknis untuk
mampu bertahan terhadap gaya angin.
Perlunya penerapan aturan standar bangunan yang memperhitungkan
beban angin khususnya di daerah yang rawan angin topan
Penempatan lokasi pembangunan fasilitas yang penting pada daerah
yang terlindung dari serangan angin topan.
Penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam gaya angin.
Pembuatan bangunan umum yang cukup luas yang dapat digunakan
sebagai tempat penampungan sementara bagi orang maupun barang saat
terjadi serangan angin topan.
Pengamanan/perkuatan bagian-bagian yang mudah diterbangkan angin
yang dapat membahayakan diri atau orang lain disekitarnya.
Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin topan, mengetahui bagaimana
cara penyelamatan diri.
Pengamanan barang-barang disekitar rumah agar terikat/dibangun
secara kuat sehingga tidak diterbangkan angin
Untuk para nelayan, supaya menambatkan atau mengikat kuat kapal-
kapalnya.

f. Tindakan Pencegahan Sebelum datangnya angin


Mengikuti / menyimak siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan
terkini cuaca setempat.
Mewaspadai terhadap perubahan cuaca.
Mewaspadai terhadap angin topan yang mendekat.
Mewaspadai terhadap tanda-tanda bahaya sebagai berikut :
Mewaspadai Langit lebih gelap, sering berwarna kehijauan.
Mewaspadai terjadinya hujan es dengan butiran besar.
Mewaspadai awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar.
Mewaspadai Suara keras dan bergemuruh di awan.
Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan (bunker) bila ada angin topan
mendekat.

g. Tindakan yang harus dilakukan pada saat datangnya angin


1. Jika berada di dalam bangunan (rumah, gedung perkantoran, sekolah,
rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit) maka
yang anda harus lakukan adalah :
segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk
menghadapi keadaan tersebut (sebuah ruangan yang dianggap
paling aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai
yang paling bawah. Semakin banyak sekat dinding antara diri
anda dengan dinding terluar gedung semakin aman.
Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk
melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka
jendela.
2. Jika berada di dalam kendaraan segeralah hentikan dan tinggalkan
kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti
yang telah disebutkan di atas.
3. Jika berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka
yang anda harus lakukan adalah :
Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air
terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher
dengan menggunakan lengan anda
Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau
sejenisnya. Anda akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar
dan rendah
Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan
menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang
berpenduduk padat atau yang bangunannya banyak. Segera
tinggalkan kendaraan anda untuk mencari tempat perlindungan
terdekat.
Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting
beliung. Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius
Dalam setiap kejadian bencana di Indonesia ada beberapa pihak yang
bekerja sama dalam melakukan usaha-usaha penanganannya. Adalah hak
masyarakat untuk menghubungi instansi terkait ini karena keberadaan
pihak-pihak ini adalah untuk mendampingi masyarakat dalam usaha
penanggulangan bencana. Hubungan di antara pihak-pihak ini sebaiknya
dirintis dalam tahap persiapan sebelum bencana. Untuk memperkuat kesiap-
siagaan, masyarakat bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan dari instansi
terkait.
6. Peran Perawat
Seorang perawat, khususnya perawat komunitas memiliki tanggung jawab
peran dalam membantu mengatasi ancaman bencana baik selama tahap preimpact,
impact/emergency, dan postimpact.
1. Pre-impact
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan perawat dalam masa pra bencana ini,
antara lain:
a) Mengenali instruksi ancaman bahaya;
b) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan saat fase emergency (makanan, air,
obat-obatan, pakaian dan selimut, serta tenda)
c) Melatih penanganan pertama korban bencana.
d) Berkoordinasi berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan, palang
merah nasional maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam
memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman
bencana kepada masyarakat
e) Pendidikan kesehatan diarahkan kepada :
Usaha pertolongan diri sendiri (pada masyarakat tersebut)
pelatihan pertolongan pertama dalam keluarga seperti menolong
anggota keluarga dengan kecurigaan fraktur tulang , perdarahan, dan
pertolongan pertama luka bakar
memberikan beberapa alamat dan nomor telepon darurat seperti dinas
kebakaran, RS dan ambulans.
Memberikan informasi tentang perlengkapan yang dapat dibawa (misal
pakaian seperlunya, portable radio, senter, baterai)
Memberikan informasi tempat-tempat alternatif penampungan atau
posko-posko bencana.
2. Impact
Biasanya pertolongan pertama pada korban bencana dilakukan tepat setelah
keadaan stabil. Setelah bencana mulai stabil, masing-masing bidang tim survey
mulai melakukan pengkajian cepat terhadap kerusakan-kerusakan, begitu juga
perawat sebagai bagian dari tim kesehatan. Perawat harus melakukan
pengkajian secara cepat untuk memutuskan tindakan pertolongan pertama. Ada
saat dimana seleksi pasien untuk penanganan segera (emergency) akan lebih
efektif (Triase), meliputi :
a. Merah ( paling penting, prioritas utama )
Biasanya merah adalah keadaan yang mengancam kehidupan sebagian
besar pasien mengalami hipoksia, syok, trauma dada, perdarahan internal,
trauma kepala dengan kehilangan kesadaran, luka bakar derajat I-II
b. Kuning ( penting, prioritas kedua )
Prioritas kedua meliputi injury dengan efek sistemik namun belum jatuh ke
keadaan syok karena dalam keadaan ini sebenarnya pasien masih dapat
bertahan selama 30-60 menit. Injury tersebut antara lain fraktur tulang
multipel, fraktur terbuka, cedera medulla spinalis, laserasi, luka bakar
derajat II
c. Hijau ( prioritas ketiga )
Yang termasuk kategori ini adalah fraktur tertutup, luka bakar minor, minor
laserasi, kontusio, abrasio, dan dislokasi
d. Hitam ( meninggal )
Ini adalah korban bencana yang tidak dapat selamat dari bencana,
ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.
Peran perawat di dalam posko pengungsian dan posko bencana :
a. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan cek kesehatan sehari-
hari.
b. Tetap menyusun rencana prioritas asuhan keperawatan harian.
c. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang memerlukan
penanganan kesehatan di RS.
d. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian.
e. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan, makanan khusus bayi,
peralatan kesehatan.
f. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan cek kesehatan sehari-
hari
g. Tetap menyusun rencana prioritas asuhan keperawatan harian
h. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang memerlukan
penanganan kesehatan di RS
i. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian
j. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan, makanan khusus bayi,
peralatan kesehatan.
3. Post-impact
a. Bencana tentu memberikan bekas khusus bagi keadaan fisik, sosial, dan
psikologis korban.
b. Selama masa perbaikan perawat membantu masyarakat untuk kembali pada
kehidupan normal.
c. Beberapa penyakit dan kondisi fisik mungkin memerlukan jangka waktu
yang lama untuk normal kembali bahkan terdapat keadaan dimana
kecacatan terjadi.