Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA BERMAIN (SAB)

MENEMPEL GAMBAR

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Anak


di Ruang 15 RS dr. SAIFUL ANWAR Malang

Disusun Oleh :

FUTURA HAVEZ SHELDA


ANESIA AYU KUSUMA PRATIWI
NEINA MAYA DAMAYANTI
TYAS VIBRIANTI

RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG

2017
HALAMAN PENGESAHAN

SATUAN ACARA BERMAIN (SAB)

MENEMPEL GAMBAR

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Anak


di Ruang 15 RSUD DR SAIFUL ANWAR Malang

Disusun Oleh :

FUTURA HAVEZ SHELDA


ANESIA AYU KUSUMA PRATIWI
NEINA MAYA DAMAYANTI
TYAS VIBRIANTI

Telah diperiksa kelengkapannya pada :

Hari :

Tanggal :

Dan dinyatakan memenuhi kompetensi

Perseptor Akademik, Perseptor Klinik,

( ) ( )

NIP. NIP.
RENCANA KEGIATAN SATUAN ACARA BERMAIN
DI RUANG 15 RS DR. SAIFUL ANWAR MALANG

1. Topik :
Penerapan terapi bermain dengan kegiatan menempel gambar

2. Tujuan Umum :
Setelah diberikan terapi bermain, diharapkan kreatifitas anak berkembang baik dan dapat
membantu mengurangi tingkat kecemasan atau ketakutan yang dirasakan oleh anak-anak
akibat hospitalisasi
3. Tujuan Khusus :
Memilih dan menggunting gambar yang telah dipilih
Mengleskan lem pada balik gambar yang telah dipotong
Menentukan dan menempel gambar pada tempat yang telah ditentukan
4. Landasan teori :
Bermaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan untuk
memperoleh kesenangan (Foster, 1989). Bermain merupakan cerminan kemampuan fisik,
intelektual, emosional, dan sosial.
Berdasarkan pemeriksaan DDST/Denver II permainan bermain dengan menempel
gambarn dilakukan oleh anak mulai usia pra sekolah (3-6 tahun). Karakteristik bermain pada
anak usia preschool adalah cooperatif play, anak bermain bersama dengan jenis permainan
yang terorgainisasi dan terencana.
Bermain bagi anak merupakan kegiatan yang tidak hanya sekedar mengisi waktu
tetapi kebutuhan anak seperti halnya makan, minum, kasih sayang.Anak memerlukan variasi
permainan untuk kesehatan fisik, mental, emosi, intelektual, kreatifitas dan sosial. Pada anak
pra sekolah tujuan kegiatan bermain adalah :
a. Mengembangkan kemampuan motorik
b. Merangsang daya imajinasi
c. Menumbuhkan sportivitas
d. Mengembangkan kepercayaan diri
e. Mengembangkan kreatifitas
f. Memprekenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan
5. Prinsip bermain yang dilakukan, adalah :
1. Tidak banyak mengeluarkan energi, singkat, dan sederhana.
2. Mempertimbangkan keamanan.
3. Kelompok umur / usia klien sama.
4. Melibatkan orang tua.
5. Tidak bertentangan dengan pengobatan.
6. Kriteria Anggota bermain :
a. Usia pra sekolah ( 3-6 tahun)
b. Keadaan umum : cukup baik, kooperatif, dan tidak berpenyakit menular
c. Menyetujui/ bersedia
d. Tidak ada gangguan pada fungsi motorik ektremitas atas yang menganggu pergerakan
7. Proses seleksi :
a. Merekrut anak yang berusia prasekolah
b. Identifikasi anak yang termasuk kriteria anggota bermain
c. Membuat kontrak dengan anak dan orang tua yang menyetujui untuk bermain
1) Mendahului dengan ajakan bermain
2) Setelah anak menyetujui bermain, baru kita laksanakan terapi bermain di ruang yang
telah ditentukan
8. Struktur Kelompok :
a. Tempat bermain : Tempat bermain di Ruang 15
b. Pelaksanaan : Kamis, 14 September 2017
c. Lamanya bermain : 30 menit (pukul 10.00 10.30 WIB )
9. Alokasi waktu :
5 menit persiapan
20 menit pelaksanaan
5 menit evaluasi
Jumlah anggota : 10 anak
Alat Bantu : kerangka gambar dan kertas warna
Pengorganisasian
10. Pengorganiasaian :
Leader :
Fasilitator :
Observer :
11. Diskripsi Tugas :
a. Leader :
Mengkoordinir seluruh kegiatan
Memimpin permainan
b. Fasilitator
Memotivasi anggota dalam perkenalan kelompok
Memotivasi dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan terapi bermain
Bertanggung jawab terhadap proses antisipasi masalah
c. Observer
Mengamati semua proses yang berkaitan dengan waktu, tempat dan jalannya
kegiatan
Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota kelompok sebagai
evaluasi kelompok
12. Kegiatan permainan :
a. Pra interaksi
Leader mengorganisir kegiatan, peralatan dan pembagian tugas
Menata ruang bermain
Mengajak anak untuk menyetujui bermain ke ruang bermain
b. Proses kerja
Leader mengenalkan diri dan team bermain
Leader menetapkan kontrak waktu untuk bermain
Fasilitator memulai memimpin menempel gambar
Selama permainan fasilitator :
- Mengaktifkan anak-anak berperan serta
- Memberikan reward bila anak mampu menempel gambar dengan baik
- Menggunakan gerakan-gerakan yang dimengerti dan dapat diikuti
- Mengembangkan pola permainan menyusun gambar yang dapat diikuti oleh anak
yaitu dengan menyusun gambar sesuai kreatifitas dan imajinasinya
Selama permainan observer mengamati respon anak
c. Terminasi
Observer meminta anak satu persatu mengembalikan hasil penempelan warna yang
sudah disusun kepada fasilitator
Eksplorasi anak setelah melakukan permainan menyusun gambar sesuai kreatifitas
dan imajinasinya
Salam penutup
13. Kriteria evaluasi
a. Struktur
Persiapan pasien
Keluarga bersedia mengikutsertakan anak dalam kelompok bermain
Anak bersedia dan mau terlibat langsung dalam permainan
Anak siap untuk melakukan permainan menempel gambar
Lingkungan
Lingkungan bermain menunjang
Anak dapat terfokus perhatiannya pada fasilitator tanpa ada gangguan
Media
Anak dapat menempel gambar dengan cepat dan benar
b. Proses
Fasilitator memperkenalkan anak-anak yang ikut bermain
Fasilitator memperagakan bagaimana cara menempel gambar
Anak mampu menempel gambar sesuai yang diperagakan / diinstruksikan
Anak dapat aktif menempel gambar sesuai kreatifitas dan imajinasinya sesuai
yang diinstruksikan oleh petugas
Anak mampu bertahan dalam permainan sampai permainan selesai
c. Hasil
Anak mampu menyusun dan menempel gambar sesuai kreatifitas dan
imajinasinya yang difasilitasi oleh leader
Anak tidak ragu-ragu menempel gambar sesuai kreatifitas dan imajinasinya
Anak dapat mewarnai gambar sesuai kreatifitas dan imajinasinya tanpa ada
kelelahan
TERAPI AKTIVITAS BERMAIN MENEMPEL GAMBAR
1. Konsep Bermain

1.1 Pengertian Bermain


Bermain merupakan aspek yang penting dalam kehidupan anak dan salah satu
cara yang efektif untuk mengurangi stress. Saat sakit dan dirawat di rumah sakit
merupakan suatu krisis pada kehidupan anak dan sering menyebabkan stress yang
terbesar, dengan bermain ketakutan dan kecemasan dapat diminimalkan
(Hockenberry dan Wilson, 2009).

1.2 Fungsi Bermain di Rumah Sakit


Menurut Journal of Music Therapy bahwa terapi aktivitas bermain pada anak-anak
didesain untuk membantu seorang anak memverbalisasikan pengalaman di rumah
sakit sehingga mereka dapat mengatasi trauma saat di rumah sakit (Froehlich, 1984).
Menurut Hockenberry dan Wilson (2009) bermain secara umum berfungsi untuk
menstimulus perkembangan pada diri anak, diantaranya adalah perkembangan
sensori dan motoric, intelektual, meningkatkan kemampuan sosialisasi, meningkatkan
kreatifitas, membentuk kesadaran diri, sebagai terapi dan untuk perkembangan moral
(Hockenberry dan Wilson, 2009).
Kondisi sakit dan dirawat di rumah sakit bukan alasan bahwa anak harus
dipisahkan dan aktivitas bermainnya.Aktivitas bermain merupakan bagian yang
terintegrasi dalam kehidupan anak dan tidak dapat dipisahkan. Menurut Hockenberry
dan Wilson (2009) aktivitas bermain di rumah sakit sangat penting bagi anak karena
bermain mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai upaya untuk:
a. Memfasilitasi penyesuain diri terhadap situasi yang tidak dikenal.
b. Memberi kesempatan untuk membuat keputusan dan kontrol diri.
c. Memberi kesempatan untuk mempelajari tentang bagian-bagian tubuh,
fungsinya dan penyakit atau kecacatan tubuhnya.
d. Memperbaiki konsep yang salah tentang penggunaan dan tujuan peralatan
dan prosedur medis.
e. Membantu mengurangi stress akibat perpisahan.
f. Memberi hiburan dan relaksasi.
g. Membantu anak merasa lebih nyaman di lingkungan yang aman.
h. Memberi cara untuk mengurangi tekanan dan untuk mengekspresikan
perasaan.
i. Untuk berinteraksi dan mengembangkan sikap-sikap positif terhadap orang
lain.
j. Memberikan cara untuk mengekspresikan ide kreatif dan minat serta memberi
cara untuk mencapai tujuan-tujuan terapeutik.
(Hockenberry dan Wilson, 2009).

1.3 Prinsip Bermain di Rumah Sakit


Tujuan utama terapi bermain adalah untuk memfasilitasi emosional dan fisik anak saat
di rumah sakit. Beberapa penelitian membuktikan kefektifan terapi bermain dalam
mengurangi stress fisiologis dan stress psikologis anak-anak yang mendapatkan
perawatan di rumah sakit. Menurut Hockenberry dan Wilson (2009) dalam memberikan
aktivitas bermain di rumah sakit ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh
perawat anak diantaranya adalah upayakan aktivitas bermain yang diberikan tidak
membutuhkan banyak energy, singkat, dan sederhana.Hal yang paling penting
dipertimbangkan perawat adalah keamanan dan infeksi silang. Jika aktivitas bermain
diselenggarakan dalam bentuk kelompok, maka upayakan kelompok umur yang sama
serta libatkan keluarga dan orang tua untuk pendampingan anak selama proses bermain
(Hockenberry dan Wilson, 2009).

1.4 Jenis Permainan Anak Prasekolah


Jenis permainan pada anak usia prasekolah sesuai dengan karakteristik aktivitas
bermain yang imitative, imaginative dan dramatic. Jenis permaianan yang sesuai adalah
permainan pakaian boneka, mainan rumah tangga, telepon, binatang dan peralatan
peternakan, kereta api, truk, pesawat terbang, boneka tangan, kit dokter dan perawat,
sangat membantu dalam mengekspresikan diri pada anak (Hockenberry dan Wilson,
2009).

2. Permainan Menempel
Alat permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya serta
berguna untuk:
a. Pengembangan aspek fisik kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang
pertumbuhan fisik anak terdiri dari motoric kasar dan motoric halus.
b. Pengembangan bahasa dengan melatih berbicara, menggunkan kalimat yang
benar. Contoh alat permainan: buku,bergambar, buku cerita, majalah, radio, tape,
TV.
c. Pengembangan aspek kognitif yaitu dengan penjelasan suara, ukuran, bentuk,
warna. Contoh alat permainan yaitu buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka,
pensil warna, radio.
d. Pengembangan aspek sosial khususnya dalam hubungan dengan interaksi ibu
dan anak, keluarga, dan masyarakat. Contoh alat permainan: alat permainan yang
dapat dipakai bersama, misalkan kotak pasir, bola, dan tali.
Menempel sangat baik diberikan pada anak terutama pada usia 2-5 tahun.
Hal ini untuk melatih kecerdasan dalam merangkai gambar juga kecermatan
dalam memungut dan menepatkan gambar pada tempatnya. Bermain menempel
dapat melatih motorik halus anak .
DAFTAR PUSTAKA

Hockenberry, M.E., Wilson,D., Winkelstein, M.L., Schwartz,P. 2011. Wongs Essential of


Pediatric Nursing (8th Edition St.Louis: Mosby Elsevier.

Soetjiningsih. 2010. Tumbuh kembang Anak. Jakarta: EGC.