Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN BENGKEL LISTRIK

Instalasi Penerangan 3 Fasa

Disusun Oleh :Muhammad Rafli .Y. (1641150050)

KGS.M.Faydl Albab (1641150130)

Eva Zuhana .M. (1641150102)

Abudzar Giffari (1541150088)

Hafid Abibie (1641150091)

Moch.Robbi Budianto (1641150008)

Dosen Pembimbing :Drs.Hari Sucipto,M.M.

Kelas :2B

SISTIM KELISTRIKAN

POLITEKNIK NEGERI MALANG 2016/2017


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan belajar bengkel listrik merupakan mata kuliah yang paling berhubungan
dengan pekerjaan listrik di lapangan. Di dalam mata kuliah bengkel listrik inilah selain
mahasiswa dikenalkan dengan dasar-dasar listrik serta komponen-komponen yang
behubungan dengan pekerjaan listrik dan penunjangnya, mahasiswa juga dilatih untuk
menggunakan mengaplikasikan peralatan kerja sesuai fungsinya.

Pada bengkel listrik semester ini, mahasiswa akan dilatih praktek instalasi penerangan 3
fasa. Mahasiswa akan dilatih untuk melakukan perencanaan lokasi, komponen yang
dibutuhkan serta pemasangannya. Diharapkan dengan diadakan praktek instalasi listrik 3
fasa ini, kompetensi mahasiswa di bidang instalasi listrik akan semaikn baik.

1.2 Rumusan Masalah


Berikut adalah beberapa rumusan masalah dari pelaksanakan praktikum pemasangan

Instalasi Penerangan 3 Fasa In Plaster:

a. Bagaimana pemasangan instalasi penerangan 3 fasa?

1.3 Tujuan
Praktek instalasi listrik 3 fasa ini diadakan dengan tujuan :
a. Untuk mengetahui cara pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in.
BAB II

METODE PRAKTIKUM

2.1 Alat Pelindung Diri ( APD )


a. Pakaian praktikum / pakaian bengkel
b. Safety shoes
c. Kacamata pelindung
d. Helm safety

2.2 Daftar material

No. Material Kebutuhan


1. Kabel NYA 1,5 mm2 merah 450/750 V 7 meter
2. Kabel NYA 1,5 mm2 kuning 450/750V 7 meter
3. Kabel NYA 1,5 mm2 hitam 450/750 V 7 meter
4. Kabel NYA 1,5 mm2 biru 450/750 V 7 meter
5. Kabel NYA 1,5 mm2 hijau kuning 450/750 V 7 meter
6. Fitting lampu E27 4 A/250 V 3 buah
7. Saklar tukar 10A/250 V 2 buah
8. Saklar seri 10A/250V 1 buah
9. Kotak kontak 16A/250V 1 buah
10. Box panel 1 buah
11. Fuse 10A/500V 3 buah
12. MCB 3 fasa Schneider c60a/c10a 400 V 1 buah
13. MCB 1 fasa 1 buah
14. Line up teminal 800 V 5 buah
15. Profil dudukan MCB, fuse, dan terminal 2 buah
16. kWh meter 1 buah
17. MCB 3 fasa Schneider c60a/c10a 400 V 1 buah
18. Terminal blok 1 buah
19. Lampu pijar E27 40 W/220 V 3 buah
20. Heater gun 1 buah
21. Sekrup Secukupnya

2.3 Daftar alat kerja

No. Material Kebutuhan


1. Tang kombinasi 1 buah
2. Tang lancip 1 buah
3. Tang potong 1 buah
4. Tang kupas 1 buah
5. Obeng plus 1 buah
6. Obeng nomor 1 1 buah
7. Obeng nomor 2 1 buah
8. Obeng nomor 3 1 buah

2.4 Daftar alat ukur

No. Material Kebutuhan Kondisi


1. Multimeter 1 buah Baik
2. Merger Analog 1 buah Baik
3. Clamp meter 1 buah Baik
4. Three phase indicator 1 buah Baik
5. Tespen 1 buah Baik
BAB III

DASAR TEORI

3.1 Instalasi Penerangan 3 fasa

Instalasi dalam listrik terdapat dua jenis yaitu instalasi On Plaster dan instalasi In Plaster.

Berbeda dengan instalasi di luar tembok (on plaster) yang penempatan pipa pipa (dengan
penghantar NYA atau kabel-kabel untuk pengaman didalamnya) menyusuri tiap sudut dinding
atau langit-langit, pemasangan instalasi dalam tembok ini (in plaster) harus membuat ruangan
dalam tembok. Tujuan pembuatan ini adalah untuk memberikan tempat bagi bahan-bahan listrik
yang akan dipasang. Selain itu untuk menempatkan komponen-komponen instalasi dibutuhkan
sebuah dos.

Jika pemasangan instalasi di luar tembok menggunakan klem maka untuk pemasangan
instalasi dalam tembok menggunakan paku. Fungsi paku adalah untuk menahan agar pipa dan
dos yang terpasang tidak goyah sebelum dilapisi semen. Gambar di bawah memperlihatkan
pemasangan pipa dan dos dalam instalasi dalam tembok.
3.2 Praktek Bengkel Listrik

Praktek bengkel listrik 3 pada jobsheet pertama ini dilakukan untuk mengaplikasikan dari
teori penerangan tiga phasa pada suatu praktik nyata. Dengan praktik ini mahasiswa dapat
mengerti cara mengaplikasikan dan merangkai instalasi tiga phasa in plaster.

3.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan,
keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi
proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.
K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, dan orang lain yang juga mungkin
terpengaruh kondisi lingkungan kerja.

Tujuan kesehatan keselamatan kerja diantaranya melindungi para pekerja dan orang lain
di tempat kerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan
efisien, dan menjamin proses produksi berjalan lancar.

3.4 Bahan Kerja

3.4.1 Fitting Lampu E27

Fitting lampu adalah alat listrik yang berfungsi sebagai dudukan lampu, lampu
pijar, neon, TL, downlight dan jenis lampu lainnya.

Dan untuk jenis fitting yang dipakai dalam praktikum bengkel III yang pertama
ini digunakan fitting E27 atau fitting edition 27. Fitting ini memiliki diameter
sepanjang 27 cm.

3.4.2 Saklar Tukar


Saklar tukar adalah saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan
dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda.

3.4.3 Saklar Seri


Saklar seri ini gunanya untuk memutuskan dan menghubungkan dua buah kelompok
lampu secara bergantian. Misalnya Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang
terdapat pada taman dapat hidup sendiri-sendiri atau seluruhnya dihidupkan pada waktu
bersamaan.

3.4.4 Kotak Kontak atau Stopkontak


Kotak kontak merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagai muara
penghubung antara peralatan listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung
dengan kotak kontak maka diperlukan kabel atau tusuk kontak yang ditancapkan
pada stop kontak.
Macam dari kotak kontak ada dua, yaitu:
a. Kotak kontak in bow, yaitu kotak kontak yang dipasang di dalam tembok.
b. Kotak kontak out bow, yaitu kotak kontak yang dipasang diluar tembok atau
diletakan diluar tembok jika berfungsi sebagai kotak kontak portable.

3.4.5 Fuse

Fuse atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Sekering adalah komponen
yang berfungsi sebagai pengaman dalam Rangkaian Elektronika maupun perangkat
listrik. Fuse (Sekering) pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek yang
akan meleleh dan terputus jika dialiri oleh Arus Listrik yang berlebihan ataupun
terjadinya hubungan arus pendek (short circuit) dalam sebuah peralatan listrik /
Elektronika. Dengan putusnya Fuse (sekering) tersebut, Arus listrik yang berlebihan
tersebut tidak dapat masuk ke dalam Rangkaian Elektronika sehingga tidak merusak
komponen-komponenyang terdapat dalam rangkaian Elektronika yang bersangkutan.
Fuse (Sekering) terdiri dari 2 Terminal dan biasanya dipasang secara Seri dengan
Rangkaian Elektronika / Listrik yang akan dilindunginya sehingga apabila Fuse
(Sekering) tersebut terputus maka akan terjadi Open Circuit yang memutuskan
hubungan aliran listrik agar arus listrik tidak dapat mengalir masuk ke dalam
Rangkaian yang dilindunginya.
Bentuk Fuse (Sekering) yang paling sering ditemukan adalah berbentuk tabung
(silinder) dan Pisau (Blade Type). Fuse yang berbentuk tabung atau silinder sering
ditemukan di peralatan listrik Rumah Tangga sedangkan Fuse yang berbentuk Pisau
(blade) lebih sering digunakan di bidang Otomotif (kendaraan bermotor).
Nilai Fuse biasanya tertera pada badan Fuse itu sendiri ataupun diukir pada
Terminal Fuse, nilai Fuse diantaranya terdiri dari Arus Listrik (dalam satuan Ampere
(A) ataupun miliAmpere (mA) dan Tegangan (dalam satuan Volt (V) ataupun
miliVolt (mV).
3.4.6 Benang

Benang instalasi berfungsi sebagai alat pengikat pada sambungan kabel yang
suda dipilin (sambungan ekor babi). Penggunaan benang instalasi saat ini sudah tidak
popular lagi karena sudah digantikan dengan isolasi pita yang lebih praktis. Benang
instalasi terbuat dari serat ataupun wool. Pemasangan benang instalasi harus hati
hati karena dapat berakibat fatal. Kabel instalasi dipasang dengan cara membelitkan
benang ke kabel yang sudah dipilin terlebih dahulu.
3.4.7 Kabel NYA
N : kabel standar penghantar tembaga
Y : selubung isolasi dari PVC
A : selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya goni/jute)
Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar atau
kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam sesuai
dengan peraturan PUIL.. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat,
tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. Agar aman
memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau
saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila
ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

3.4.8 Lampu Pijar

Lampu pijar adalah sumber cahaya buatan yang dihasilkan melalui penyaluran
arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya.
Kaca yang menyelubungi filamen panas tersebut menghalangi udara untuk
berhubungan dengannya sehingga filamen tidak akan langsung rusak akibat
teroksidasi.
.
3.5 Alat Pengukur dan Pembatas (APP)
3.5.1 Ketentuan Mengenai APP
1. Badan (body) terdiri dari :
a. Bagian atas
b. Bagian bawah
2. Kumparan arus terdiri dari :
a. Pada kwh metter 1 fasa kumparan arus 1 set
b. Pada kwh metter 3 pasa 3 kawat kumparan arus 2 set.
c. Pada kwh metter 3 pasa 4 kawat kumparan arus 3 set.
Pada kumparan arus dilengkapi dengan kawat tahanan atau lempengan besi
yang berfungsi sebagai pengatur cosines phi (faktor kerja). Kumparan tegangan
terdiri dari : Pada kwh 1 phasa
3. Piringan
Piringan kwh meter ditempatkan dengan 2 buah bantalan (atas dan bawah) yang
digunakan agar piringan kwh meter dapat berputar dengan mendapat gesekan
sekecil mungkin.
4. Circuit breaker (MCB)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas
memutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen
atau bila terjadi gangguan hubungan singkat dari suatu peralatan listrik rumah.
Saat melakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya
dimatikan

5. Meter listrik
Sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan.
Satuannya dalam kwh (kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka
yang tercatat.Petugas PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat
angka-angka ini.
6. Spin control
Merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi
pemakaian daya listrik. Semakin besar daya yang digunakan maka perputaran
akan semakin cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh meter listrik
dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB
7. Pengaman listrik (sekring atau panel hubung bagi)
Fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila masalah seperti hubung
pendek diperalatan listrik dengan cara memutuskan arus listriknya.

3.6 Alat Ukur


3.6.1 Multimeter

Multimeter atau yang juga dikenal sebagai AVO meter adalah sebagai sebuah alat
ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik, tegangan listrik, dan resistansi
atau ketahanan suatu benda yang biasa disebut avometer. Tidak hanya itu saja
fungsinya, alat ini juga mampu mengukur induktansi, frekuensi, temperature dan
masih banyak lagi, karena alas an itulah mengapa alat ini disebut sebagai
multimeter.

3.6.2 Insulation Tester


Insulation terster merupakan peralatan yang digunakan untuk menghitung tahanan
isolasi antara penghantar fasa-netral dan penghantar fasa-PE.

3.6.3 Tespen
Tespen merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya tegangan
pada suatu penghantar.
3.7 Peralatan Kerja
3.7.1 Obeng

Alat ini digunakan untuk membuka atau memasang atau mengencangkan sekerup
yang kepalanya beralur. Ujung obeng ini yang digunakan sebagai pengencang atau
pengendor sekerup tersebut. Bentuknya ada yang menyerupai kembang dan sering
disebut obeng kembang atau obeng plus dan digunakan untuk mengencangkan/
mengendorkan ujung sekerup yang beralur seperti kembang. Bentuk yang lain adalah
pipih dan sering disebut obeng minus atau obeng plat dan digunakan untuk
mengencangkan/ mengendorkan ujung sekerup yang beralur lurus.

3.7.2 Tang
3.7.2.1 Tang Potong

Tang potong adalah tang yang memiliki funsi sebagai alat bantu untuk
mempermudah pekerja/teknisi untuk memotongkabel atau penghantar lainnya.
3.7.2.2 Tang Kombinasi
Tang kombinasi adalah tang yang memiliki kombinasi bentuk dari tang
cucut/lancip, tang potong, dan tang kopas.
3.7.2.3 Tang Cucut/Lancip

Tang cucut atau lancip adalah tang yang memiliki unjung berbentuk
runcing atau cucut. Tang ini memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk
membengkokkan penghantar atau membentuk penghantar menjadi bentuk yang
diinginkan, seperti untuk membuat mata itik.
3.7.2.4 Tang Kupas

Tang kupas adalah tang yang berfungsi untuk membantu pekerja/teknisi


untuk mengupas isolasi dari penghantar.
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Langkah Kerja

Berikut langkah-langkah pemasangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster pada bengkel


listrik Politeknik Negri Malang Gedung AK 1.06:

1. Merencanakan dan menggambar diagram lokasi dan diagram pengawatan pada kertas
mengenai rancangan instalasi penerangan 3 fasa in plaster yang akan dipasang.
2. Mendata dan menyiapkan komponen yang dibutuhkan (Bill of Quantity).
3. Memakai dan memperhatikan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memulai pekerjaan.
4. Memasang komponen yang telah didapat pada bidang kerja.
5. Merencanakan dan membuat panel.
6. Melaksanakan commissioning dalam keadaan tidak bertegangan meliputi Pemeriksaan
Kontinuitas dan Pemeriksaan Tahanan Isolasi.
7. Pemasangan kWh-meter.
8. Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan tanpa beban meliputi
Pemeriksaan Urutan Fasa dan Pemeriksaan Nominal Tegangan.
9. Penyambungan kWh-meter dengan sumber tegangan.
10. Memasang Lampu dan Heater sebagai beban untuk membuktikan pemasangan instalasi
benar-benar berhasil.
11. Melaksanakan commissioning dalam keadaan bertegangan dan berbeban yang meliputi
Pemeriksaan Nominal Tegangan, Pemeriksaan Arus, dan Pemeriksaan Beban.

4.2 Standart Operasional Prosedur (SOP)


a. SOP Pengujian Kontinuitas
Pengujian kontinuitas ini menggunakan alat Ohmmeter.
Berikut ini Standart Operasional Prosedur dari pengujian kontinuitas, yaitu:
1. Memastikan bahwa semua rangkaian sudah tersambung dengan baik dan tidak
terhubung dengan sumber tegangan.
2. mengatur range Ohmmeter pada range terkecil.
3. Menguji rangkaian dengan menghubungkan setiap probe pada setiap sambungan.
4. Jika ohmmeter menunjukkan nilai resistansi yang sangat kecil, maka rangkaian yang
Anda buat sudah tersambung dengan baik.Jika ohmmeter menunjukkan nilai
resistansi yang sangat besar, maka rangkaian belum tersambung dengan baik dan
perlu diperbaiki.
BAB V

DOKUMENTASI