Anda di halaman 1dari 11

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA


DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
PANDUAN SKILL LAB BLOK 21 2017
WAWANCARA PSIKIATRIK

I. PENDAHULUAN
I.1. Definisi
Wawancara adalah tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara dengan
responden, dalam hal ini dokter sebagai pewawancara dan pasien sebagai
responden. Wawancara dalam psikiatrik bertujuan untuk menggali data yang
diperlukan untuk mengerti dan mengobati pasien dan dalam proses untuk
meningkatkan pengertian dan kepatuhan pasien terhadap saran dokter.

I.2. Komponen wawancara


1. Rapport
2. Riwayat psikiatrikus
3. Screening diagnosis
4. Rencana terapi

1. Rapport
Rapport adalah respon perasaan yang harmonis dan bersifat spontan dan
sadar, yang mampu menunjang perkembangan hubungan terapeutik yang
konstruktif.

Cara untuk membina rapport:


Menempatkan pasien dan pemeriksa dalam keadaan yang nyaman
Mencari kesulitan pasien dan menunjukkan empati
Evaluasi insight pasien dan menjadi teman
Menunjukkan kemampuan diri
Menunjukkan peran diri
Menyeimbangkan peran emphatic listener, expert dan authority

Hal yang harus diperhatikan dalam membina rapport:


Empati
Transference
Counter transference
Peran sakit
Latar belakang pasien (pendidikan, sosioekonomi, sukubangsa, agama)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
Pertanyaan terbuka dan tertutup

2. Riwayat psikiatrikus
Riwayat psikiatrikus mencakup riwayat penyakit penyakit dahulu, riwayat
penyakit saat ini, riwayat organobiologi, riwayat penyakit psikiatrik dalam
keluarga, aspek sosial dan aspek perkembangan pasien. Data-data ini
diperlukan untuk membantu membina hubungan terapi yang konstruktif dan
sebagai dasar untuk menggali tanda dan gejala yang dimiliki pasien saat ini.

3. Screening diagnosis
Pada tahap ini diperlukan kemampuan untuk mengingat kriteria diagnostik
berdasarkan ppdgj atau DSM-IV.

a. Penyalahgunaan zat
Toleransi
Withdrawal syndrome
Penggunaan zat tertentu yang berlebihan
Pasien pernah mencoba untuk berhenti namun
gagal
Gangguan interaksi sosial, interpersonal dan
pekerjaan

b. Psikosis
Waham
Halusinasi
speech disorganization
behaviour disorganization
gejala negatif
Yang berlangsung selama 1 bulan gejala diatas dan 6 bulan untuk
gangguan sosial, pekerjaan dan interpesonal.

b. Gangguan mood
Depresi mayor:
- gangguan tidur
- anhedonia
- perasaan bersalah
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
- defisit energi
- gangguan konsentrasi
- penurunan atau peningkatan nafsu makan
- retardasi atau agitasi psikomotor
- ide-ide bunuh diri
empat dari gejala diatas ditambah dengan mood depresi atau anhedonia
yang berlangsung selama 2 minggu.

Distimia:
- gangguan nafsu makan
- gangguan konsentrasi
- putus asa
- defisit energi
- perasaan tidak berguna
- gangguan tidur
dua dari gejala diatas ditambah mood depresi yang berlangsung selama 2
tahun.

Manik:
- distraktibilitas
- grandiosa
- Flight of ideas
- Peningkatan aktifitas
- Penurunan kebutuhan tidur
- Banyak bicara
Tiga dari gejala diatas ditambah mood yang elevasi atau 4 dari gejala
diatas ditambah mood yang iritabel.

c. Serangan panik:
- palpitasi
- nyeri dada
- nausea
- kesulitan bernafas
- sensasi tercekik
- melayang
- parestesi
- terguncang
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
- merasa takut mati
- berkeringat
- derealisasi/depersonalisasi

d. Gangguan obsesif kompulsif:


- Tindakan berulang mencuci dan membersihkan rumah
- Tindakan berulang mengecek pintu
- Mental ritual

IV. Rencana terapi


Setelah menegakkan dignosis, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah
membuat rencana terapi terhadap pasien. Apapun rencana terapi harus
diberitahukan kepada pasien dan pastikan bahwa pasien mematuhi semua
rencana terapi yang sudah disusun.

I.3. Tahapan wawancara


1. Tahap pembukaan (5-10 menit)
Merupakan tahap dimana pewawancara berkenalan dengan pasien, belajar
memahami sedikit situasi kehidupan pasien, kemudian diam dan memberikan
pasien kesempatan untuk berbicara. Pada tahap ini diharapkan pewawancara
memiliki hipotesis mengenai diagnosis pasien.
2. Tahap isi (30-40 menit)
Tahap isi merupakan tahap dimana pewawancara membuat prioritas
pertanyaan yang sesuai dengan hipotesis diagnosis pewawancara pada tahap
pembukaan. Menggali tanda dan gejala yang ada pada pasien yang dibutuhkan
untuk menunjang penegakkan diagnosis.
3. Tahap penutup (5-10 menit)
Tahap penutup terdiri dari dua komponen:
a. Diskusi mengenai penilaian terhadap tanda dan gejala yang dimiliki pasien
b. Diskusi mengenai rencana terapi

I.4. Tehnik wawancara


Tehnik wawancara yang utama dibagi menjadi 2, yakni:
1. Disorder-centered interviewing
- berdasarkan medical model
- gangguan jiwa diperlakukan seperti gangguan fisik biologis
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
- mencari tanda dan gejala, bukan etiologi
- didorong oleh help-seeking behavior
- pasien harus kooperatif dan komunikatif
- membutuhkan pengetahuan kriteria diagnostik dan topik yang harus
dicapai
- menggunakan pertanyaan terbuka dan diikuti pertanyaan tertutup
dan tidak mengarah berkisar gangguannya
- bisa dicapai beberapa tahun awal latihan

2. Patient-centered intervewing
- berdasarkan introspective model
- menekankan individualitas pengalaman pasien
- attends to the intrapsychic battle of conflicts
- untuk pasien yang tertutup, baik oleh status mentalnya atau
kepribadian utamanya
- mengunakan pertanyaan yang tidak terstruktur, terbuka dengan
luas tidak dibatasi dan mendorong asosiasi bebas
- perlu pengetahuan coping mechanism, transference dan cara
mengatasinya
- membutuhkan latihan sepanjang hayat

I.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi isi dan proses wawancara


1. Kepribadian pasien
2. Situasi klinis, termasuk apakah pasien ditemui di bangsal
umum, bangsal psikiatrik, UGD, bentuk dan jenis pertanyaan
3. Faktor tehnik, seperti interupsi telpon, membuat catatan,
kenyamanan ruangan
4. Pemilihan waktu melakukan wawancara, apakah pada fase
akut atau selama remisi
5. Gaya, orientasi dan pengalaman pewawancara

II. Tujuan Umum


1. Mahasiswa menguasai tehnik wawancara yang baik dan mampu
melakukan wawancara terhadap pasien psikiatrik.
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
2. Mahasiswa mampu melakukan penilaian status mental berdasarkan hasil
wawancara untuk menegakkan diagnosis yang tepat.

III. Learning Objective


Setelah melakukan kegiatan skill lab ini mahasiswa diharapkan mampu:
1. Melakukan alloanamnesis untuk memperoleh informasi-informasi yang
berkaitan dengan gangguan jiwa yang terjadi pada pasien.
2. Membina rapport yang baik dengan pasien dan melakukan
autoanamnesis.
3. Melakukan obervasi keadaan umum dan keadaan spesifik pasien
psikiatrik.
4. Melakukan penilaian terhadap hasil observasi keadaan umum dan
keadaan spesifik pasien psikiatrik.
5. Menegakkan diagnosis yang tepat berdasarkan alloanamnesis,
autoanamnesis dan obervasi.

IV. Rancangan Acara Pembelajaran


Skill lab Pemeriksaan Jiwa 1:
Waktu
Kegiatan Pengajar
Kelas Alpha Kelas Beta

13.00-13.30 15.00-15.30 Kuliah pengantar dr.Abdullah Sahab, Sp.KJ, MARS

13.30-14.00 15.30-16.00 Pemutaran video wawancara Tim


pemeriksaan jiwa

14.00-15.00 16.00-17.00 Autoanamnesis dan obervasi Tim


pasien psikiatrik yang dilakukan
oleh mahasiswa dengan dibimbing
oleh instruktur.
Diskusi mengenai proses
wawancara.

Skill Lab Pemeriksaan Jiwa 2 (Metode deteksi 2 menit):

Waktu
Kegiatan Pengajar
Kelas Alpha Kelas Beta
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
13.00-13.30 15.00-15.30 Kuliah pengantar dr.Abdullah Sahab, Sp.KJ, MARS

13.30-14.00 15.30-16.00 Pemutaran video wawancara Tim


pemeriksaan jiwa

14.00-15.00 16.00-17.00 Autoanamnesis dan obervasi Tim


pasien psikiatrik berdasarkan
metode deteksi 2 menit yang
dilakukan oleh mahasiswa dengan
dibimbing oleh instruktur.
Diskusi mengenai proses
wawancara.

V. Sarana dan Alat yang diperlukan


1. Ruang dengan kapasitas 100-150 tempat duduk
2. Alat audiovisual lengkap
3. Standar pasien sebanyak 7-8 orang

VI. Prosedur
No Langkah/tugas
1. Mahasiswa dibagi dalam 7-8 kelompok dan bergabung sesuai dengan
kelompoknya masing-masing.
2. Mahasiswa menuju tempat wawancara sesuai dengan kelompoknya masing-
masing.
3. Mahasiswa menunjuk salah satu wakil untuk melakukan wawancara
terhadap pasien psikiatrik.
4. Mahasiswa mengatur posisi yang nyaman untuk melakukan wawancara.
5. Mahasiswa melakukan wawancara
5.1. Alloanamnesis
5.1.1. Sebab utama
5.1.2. Keluhan utama
5.1.3. Riwayat Perjalanan Penyakit
1. Onset
2. Stresor
3. Deskripsi gejala
4. Penilaian fungsi interpersonal, sosial, pekerjaan
5. Eksaserbasi:
- Frekuensi
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
- Riwayat terapi
- Diagnosis
- Indikasi pulang
6. Penilaian GAF scale
5.1.4. Riwayat premorbid, riwayat keluarga, riwayat pendidikan,
riwayat pekerjaan, riwayat pendidikan, riwayat sosial ekonomi
5.1.5. Riwayat Penyakit dahulu

5.2. Autoanamnesis dan observasi


5.2.1. Membina rapport yang baik secepat mungkin
5.2.2. Perkenalan diri dan meminta izin untuk melakukan wawancara
5.2.3. Melakukan screening
- orientasi personal, tempat dan waktu
- daya ingat
- dugaan taraf intelegensia
5.2.4. Evaluasi insight (bandingkan dengan alloanamnesis)
5.2.5. Evaluasi keluhan yang disampaikan pasien (bandingkan dengan
alloanamnesis)
5.2.6. Eksplorasi:
- gejala-gejala yang diperoleh dari hasil alloanamnesis
- keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pasien
- gejala psikosis (waham, halusinasi)
- ide-ide bunuh diri
- gejala-gejala yang mungkin ada pada pasien (pola sentral,
disosiatif, anxietas)
5.2.7. Evaluasi discriminative judgement
5.2.8. Berikan kesempatan pada pasien untuk bertanya dan jawab
pertanyaan pasien dengan penuh keyakinan dan bila
memungkinkan berikan harapan
5.2.9. Penutupan
- sampaikan ucapan terima kasih kepada pasien
- meminta persetujuan kepada pasien untuk melakukan
wawancara berikutnya suatu waktu
Catatan:
1. Follow up kembali jawaban pasien
yang samar-samar
2. Gunakan pertanyaan terbuka dan
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
tertutup pada tempatnya
3. Jangan takut untuk bertanya mengenai
sesuatu yang memalukan dan diduga akan memancing agitasi, namun
tanyakan pertanyaan tersebut pada akhir wawancara.
4. Apabila pasien teragitasi:
- bersiap mencari perlindungan
- tetap tenang dan jangan terpancing
- alihkan perhatian atau topik pembicaraan
1. Bingung ditengah anamnesis:
- tanyakan hal yang ringan
- biarkan pasien bercerita panjang lebar

VI. Pelaksanaan
1. Lama waktu pelaksanaan: 150 menit
2. Jadwal pelaksanaan: 18 dan 31 Oktober 2017
3. Tempat pelaksanaan: FK UNSRI Palembang
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
Check List Wawancara Pemeriksaan Pasien Jiwa

No Pemeriksaan Yes/no
1. Membangun raport yang baik
a. Mengucapkan salam
b. Perkenalan
Memberitahu nama pemeriksa
Jelaskan status pemeriksa
Mengecek identitas pasien
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
Status pernikahan :
Suku :
Pekerjaan :
Pendidikan :
Alamat :
Informed consent
2. Menentukan Keluhan Utama dan Sebab utama
3. Menentukan kemungkinan diagnosis banding berdasarkan keluhan utama
4. Menyingkirkan diagnosis banding dengan menggunakan pertanyaan yang detail dan
spesifik
Riwayat penyakit sekarang
Onset
Stresor
Gejala
Gangguan fungsi pekerjaan
Gangguan fungsi merawat diri
Gangguan fungsi interpersonal
Riwayat pengobatan
Riwayat penyakit dahulu (fisik dan mental)
Riwayat penyalahgunaan zat
Riwayat dalam keluarga
6. Menyimpulkan hasil wawancara
Keluhan utama
RPS dan RPD singkat
Status Mental
Sensorium dan kognisi
Penampilan
Bicara
Emosi
Pikiran
Persepsi
Perilaku
Reality testing ability (RTA)
7. Memberikan kesempatan pasien untuk bertanya
8. Memberikan edukasi singkat
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
DEPARTMENT OF PSYCHIATRY
FACULTY OF MEDICINE SRIWIJAYA UNIVERSITY
Address : RS dr.Ernaldi Bahar Jl.Tembus Alang-Alang Lebar No.02
RT.20 RW.04 Kel.Alang-Alang Lebar Kec. Alang-Alang Lebar
===================================================================
HASIL PEMERIKSAAN PSIKIATRIKUS

1. Identitas :
2. Sebab utama :
3. Keluhan utama :
4. Riwayat Penyakit Sekarang :
5. Riwayat Penyakit Dahulu :
6. Riwayat Penyalahgunaan Zat :
7. Riwayat dalam keluarga :
8. Status Psikiatrikus :
9. Diagnosis :
10. Penatalaksanaan :