Anda di halaman 1dari 13

PENGAMATAN ASAM MALAT PADA TANAMAN CAM

Oleh :

Dheasy Indriyani B1A016021


Dita Anggraeni K. B1A016022
Yosi Herliani B1A016023
Wafi Dwi S. B1A016024
Rombongan :V
Kelompok :5
Asisten : Fatkhul Jannah

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN 1

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO

2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman adalah mahluk hidup yang dapat makanannya sendiri dengan


fotosintesis. Ada 3 jenis tanaman dilihat dari cara berfotosintesis dan gula yang
dihasilkan. Tipe pertama adalah C3. C adalah lambang kimia untuk karbon, yang
berarti tanaman tersebut menghasilkan gula berkarbon 3. Sekitar 80% tanaman
didunia menggunakan proses ini. Mereka mengambil CO2 saat siang hari. Jenis
kedua adalah C4. Sesuai dengan tipenya, tanaman ini menghasilkan gula berkarbon
4. Tipe C4 ini juga mengambil CO2, pada siang hari. Ada kurang lebih 15% tanaman
yang mengunakan tipe ini (Budiarti, 2008).
Tipe crassulacean acid metabolism ( CAM) merupakan tipe yang terakhir.
Tanaman ini mengambil CO2 pada malam hari, dan mengunakannya untuk
fotosistensis pada siang harinya. Meski tidak menguarkan oksigen dimalam hari,
namun dengan memakan CO2 yang beredar, tanaman ini sudah membantu kita
semua menghirup udara bersih, lebih sehat, menyejukkan dan menyegarkan bumi,
tempat tinggal dan ruangan. Tumbuhan CAM yang dapat mudah ditemukan adalah
nanas, kaktus, dan bunga lili (Budiarti, 2008).
CAM merupakan adaptasi fotosintetik yang paling penting. Adaptasi fotosintetik
kedua untuk kondisi yang gersang telah berkembang pada tumbuhan sukulen
(tumbuhan penyimpanan air), bermacam-macam kaktus, nenas, dan perwakilan
beberapa famili tumbuhan lainnya. Tumbuhan-tumbuhan ini membuka stomatanya
pada malam hari dan menutupnya pada siang hari, yang merupakan seperti kebalikan
perilaku tumbuhan lain. Menutup stomata selama siang hari membantu tumbuhan
gurun menghemat air, tetapi juga mencegah CO2 memasuki daunnya. Selama malam
hari, ketika stomata tumbuhan itu terbuka, tumbuhan ini mengambil CO2 dan
memasukannya ke dalam berbagai asam organik. Cara fiksasi karbon ini disebut
metabolisme asam krasulase, atau crassulacean acid metabolism (CAM) (Campbell,
N. A, 2000).
Sel mesofil tumbuhan CAM menyimpan asam organik yang dibuatnya selama
malam hari di dalam vakoulanya hingga pagi, ketika stomata tertutup. Pada siang
hari, ketika reaksi terang dapat memasok ATP dan NADPH untuk siklus Calvin,
CO2 dilepas dari asam organik yang dibuat pada malam hari itu sebelum dimasukkan
ke dalam gula dalam kloroplas
Nama sukulen berasal dari bahasa Latin, succos, yang berarti juice. Kaktus dan lidah
buaya termasuk dalam tanaman sukulen. Sesuai namanya, tanaman ini sanggup
menyimpan makanan atau air di dalam tubuhnya sebagai cadangan. Makanan
tersebut disimpan di dalam akar (misalnya pada Ceropegia), batang (pada
kebanyakan kaktus), atau daun (pada tanaman Haworthia, Lithops) (Sri Lestari,
2007).

B. Tujuan

Adapun tujuan diadakannya praktikum ini adalah untuk mengetahui fluktuasi


kandungan asam malat pada tanaman CAM.
II. TELAAH PUSTAKA

Tanaman CAM (Crassulation Acid Metabolism Plants) pada dasarnya


adalah tanaman sukulen yaitu tanaman yang berdaun atau berbatang tebal yang
bertranspirasi rendah. Dalam kondisi kering, stomata pada malam hari akan terbuka
untuk mengabsorbsi CO2 dan menutup pada siang hari untuk mengurangi transpirasi.
Fiksasi CO2 tanaman CAM sama seperti tanaman C4, hanya saja terjadinya pada
malam hari dan energi yang dibutuhkan diperoleh dari glikolisis. Namun dalam
kondisi cukup lemah, banyak spesies CAM merubah fungsistomata dan karboksilasi
seperti tanaman C3. Tanaman CAM juga mempunyai metode fisiologis untuk
mereduksi kehilangan air dan menghindari kekeringan. (Salisburry, 1998).
Asam malat (malic acid) adalah asam dikarboksilat yang memberikan rasa
asam dan getir dalam berbagai buah seperti apel hijau dan anggur. Asam malat juga
dapat dicampur dengan beberapa perasa makanan untuk memberikan berbagai jenis
sensasi rasa. Jenis asam ini memiliki rantai senyawa dasar yang mencakup atom
karbon terikat dengan ikatan ganda atom oksigen serta senyawa hidroksida Asam
malat merupakan senyawa organik yang memiliki rumus kimia
HO2CCH2CHOHCO2H. Zat ini juga memainkan peran dalam pembentukan
adenosin trifosfat (ATP). Asam malat merupakan senyawa alami yang ditemukan
dalam banyak buah. Buah-buahan lain yang juga mengandung asam malat
diantaranya adalah apel, nanas, aprikot, gooseberry, raspberry, ceri, dan lemon. Apel
adalah salah satu sumber makanan terbaik yang mengandung asam malat (malic
acid). Asam malat berguna untuk meningkatkan produksi energi dalam sel,
meringankan gejala fibromyalgia, dan sindrom kelelahan kronis (Wilbraham &
Antony, 1992). Asimilat merupakan energi, dan energi tersebut akan digunakan
untuk tiga kegiatan, yaitu: (1) sebagian energi akan dipergunakan pertumbuhan, (2)
sebagian lagi akan disimpan sebagai cadangan makanan dan (3) sebagian energi akan
disimpan sebagai sink yang merupakan bentuk hasil ekonomis tanaman. Mengingat
asimilat juga digunakan sebagai energy dalam pertumbuhan, maka baik tidaknya
pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman akan sangat ditentukan oleh banyak
sedikitnya asimilat yang dapat dihasilkan (Permadi et al., 2016).
Perbedaan yang mendasar antara tanaman tipe C3, C4 dan CAM adalah pada
reaksi yang terjadi di dalamnya. Yang dimana pada tanaman yang bertipe C3 produk
awal reduksi CO2 (fiksasi CO2) adalah asam 3-fosfogliserat atau PGA. Terdiri atas
sekumpulan reaksi kimia yang berlangsung di dalam stroma kloroplas yang tidak
membutuhkan energi dari cahaya mataharai secara langsung. Sumber energi yang
diperlukan berasal dari fase terang fotosintesis. Sekumpulan reaksi tersebut terjadi
secara simultan dan berkelanjutan. Memerlukan energi sebanyak 3 ATP.
TANAMAN C3 TANAMAN C4 TANAMAN CAM
(DAUR CALVIN) (DAUR HATCH-SLACK) (METABOLISME ASAM
CRASSULACEAE)
1. Produk awal reduksi CO2 (fiksasi 1. Produk awal reduksi 1. Memiliki daun yang
CO2) adalah asam 3-fosfogliserat CO2 (fiksasi CO2) adalah cukup tebal sehingga laju
atau PGA. asam oksaloasetat, malat, transpirasinya rendah.
2. Terdiri atas sekumpulan reaksi dan aspartat ( hasilnya 2. Stomatanya membuka
kimia yang berlangsung di dalam berupa asam-asam yang pada malam hari.
stroma kloroplas yang tidak berkarbon C4). 3. Pati diuraikan melalui
membutuhkan energi dari cahaya 2. Reaksinya berlangsung proses glikolisis dan
mataharai secara langsung. di mesofil daun, yang membentuk PEP.
3. Sumber energi yang diperlukan terlebih dahulu bereaksi 4. CO2 yang masuk setelah
berasal dari fase terang fotosintesis. dengan H2O membentuk bereaksi dengan air
4. Memerlukan energi sebanyak 3 HCO3 dengan bantuan seperti pada tanaman
ATP. enzim karbonik anhidrase. C4difiksasi oleh PEP dan
5.PGAL yang dihasilkan dapat 3. Memiliki sel seludang di diubah menjadi malat.
digunakan dalam peristiwa yaitu samping mesofil. 5. Pada siang hari malat
sebagai bahan membangun 4. Tiap molekul CO2 yang berdifusi secara pasif
komponen struktural sel, untuk difiksasi memerlukan 2 keluar dari vakuola dan
pemeliharaan sel dan disimpan ATP. mengalami
dalam bentuk pati. 5. Tanaman c4 juga dekarboksilasi.
6. Reaksi yang terjadi adalah: mengalami siklus calvin 6. Melakukan proses yang
2C3H5O3-P P-C6H10O6-P seperti peda tanaman C3 sama dengan tanaman C3
dengan bantuan enzim pada siang hari yaitu daur
P Rubisko Calvin.
C6H11O6-P 6. Reaksi yang terjadi 7. Melakukan proses yang
C6H11O6 adalah: sama dengan tanaman C4
6CO2 + 30 ATP + pada malam hari yaitu
P 12NADPH 12H+ + daur Hatch Slack.
24H2O

C6H12O6 + 30ADP +
30Pi + NADPH+
PGAL yang dihasilkan dapat digunakan dalam peristiwa yaitu sebagai bahan
membangun komponen struktural sel, untuk pemeliharaan sel dan disimpan dalam
bentuk pati. Pada tanaman tipe C4 yang menjadi cirinya adalah produk awal reduksi
CO2 (fiksasi CO2) adalah asam oksaloasetat, malat, dan aspartat ( hasilnya berupa
asam-asam yang berkarbon C4). Reaksinya berlangsung di mesofil daun, yang
terlebih dahulu bereaksi dengan H2O membentuk HCO3 dengan bantuan enzim
karbonik anhidrase. Memiliki sel seludang di samping mesofil. Tiap molekul CO2
yang difiksasi memerlukan 2 ATP. Tanaman c4 juga mengalami siklus calvin seperti
peda tanaman C3 dengan bantuan enzim Rubisko. Pada tanaman tipe CAM yang
menjadi ciri mendasarnya adalah memiliki daun yang cukup tebal sehingga laju
transpirasinya rendah. Stomatanya membuka pada malam hari. Pati diuraikan melalui
proses glikolisis dan membentuk PEP. CO2 yang masuk setelah bereaksi dengan air
seperti pada tanaman C4 difiksasi oleh PEP dan diubah menjadi malat. Pada siang
hari malat berdifusi secara pasif keluar dari vakuola dan mengalami dekarboksilasi.
Melakukan proses yang sama dengan tanaman C3 pada siang hari yaitu daur Calvin.
Melakukan proses yang sama dengan tanaman C4 pada malam hari yaitu daur Hatch
dan Slack (Wibraham & Antony, 1992).
Metabolisme asam Crassulacean (CAM) adalah mode khusus fotosintesis yang
menampilkan serapan CO2 nokturnal, memudahkan peningkatan efisiensi
penggunaan air (WUE), dan memungkinkan tanaman CAM untuk Menghuni
lingkungan terbatas air seperti padang pasir -gersang atau hutan kering musiman.
Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan global sekarang berubah tantangan
sekarang untuk sistem produksi pertanian untuk meningkatkan makanan, pakan,
pakan ternak, serat, dan produksi bahan bakar. Satu Pendekatan untuk memenuhi
tantangan ini adalah untuk meningkatkan ketergantungan pada CAM tanaman,
seperti Agave dan Opuntia, untuk produksi biomassa pada semi kering, ditinggalkan,
marjinal, atau terdegradasi lahan pertanian. Utama Upaya penelitian sekarang sedang
dilakukan untuk menilai produktivitas Spesies tanaman CAM dan untuk
memanfaatkan WUE CAM dengan rekayasa jalur ini ke makanan, pakan, dan
tanaman bioenergi yang ada. Sebuah Peningkatan pemahaman tentang CAM
memiliki potensi keuntungan tinggi investasi penelitian (Yang et al., 2015).
III. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah erlenmeyer, buret & statif,
pipet tetes, gelas ukur, gunting, kertas saring, alat tulis dan label.
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah potongan daun nanas
(Ananas comosus), larutan NaOH 0,01 N, indikator pp, dan akuades.

B. Metode

Metode yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Sampel daun pada pukul 06.00, 09.00, 12.00, 15.00, 18.00, 21.00, 24.00, dan
03.00 ditimbang masing-masing sebanyak 1 g selanjutnya daun diiris-iris
dengan luas 1 mm2.
2. Sampel daun yang telah diiris-iris dimasukkan ke dalam erlenmeyer 100 ml,
lalu ditambah dengan akuades sebanyak 20 ml. Ekstraksi dilakukan dengan
cara pemanasan selama 15 menit. Ekstrak dituang ke dalam erlenmeyer lain.
Ulangi ekstraksi dengan 10 ml akuades hingga sampel tampak berwarna
putih/tidak berwarna.
3. Ekstrak dikumpulkan hingga volume ekstrak sebesar 50 ml. Apabila volume
ekstrak kurang dari 50 ml, maka ditambahkan akuades hingga volume ekstrak
50 ml.
4. Diambil 10 ml ekstrak dan ditambahkan 1% indikator pp sebanyak 5 tetes.
Ekstrak dititrasi dengan NaOH 0,01 N, titrasi dihentikan jika mencapai titik
titrasi ( terjadi perubahan warna merah jambu).
Perhitungan kadar asam malat :
% asam malat = V x N x FP x 67 X 100%
W
Keterangan :
V = Volume NaOH
Fp = Faktor pengenceran (bila ada)
W = Berat sampel
N = Normalitas NaOH
67 adalah nilai kesetaraan asam malat
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Gambar 4.1.1 Gambar 4.1.2


Sampel daun pukul 24.00 Sampel daun pukul 24.00
Sebelum titrasi Sesudah titrasi

Tabel 4.1
Kelompok Jam % Asam malat
1 06.00 335%
2 09.00 482%
4 12.00 375%
4 15.00 247,9%
1 18.00 160,8%
2 21.00 382%
5 24.00 428%
3 03.00 234,5%
kandungan asam malat
600%

500%

400%
% asam malat

300%

200%

100%

0%
06.00 09.00 12.00 15.00 18.00 21.00 24.00 03.00
waktu pengamatan

Perhitungan kelompok 5 :

% asam malat = V x N x FP x 67 X 100%


W

= 6,4 x 0,01 x 1 x 100%


1
= 428,8%
A. Pembahasan

Tumbuhan lain yang tergolong sukulen (penyimpan air) misalnya kaktus dan
nanas memiliki adaptasi fotosintesis yang berbeda lagi. Tidak seperti tumbuhan
umumnya, kelompok tumbuhan ini membuka stomata pada malam hari dan menutup
pada siang hari. Stomata yang menutup pada siang hari membuat tumbuhan mampu
menekan penguapan sehingga menghemat air, tetapi mencegah masuknya CO2. Saat
stomata terbuka pada malam hari, CO2 di sitoplasma sel-sel mesofil akan diikat oleh
PEP dengan bantuan enzim PEP karboksilase sehingga terbentuk oksaloasetat
kemudian diubah menjadi malat (persis seperti tumbuhan C-4). Selanjutnya malat
yang terbentuk disimpan dalam vakuola sel mesofil hingga pagi hari. Pada siang hari
saat reaksi terang menyediakan ATP dan NADPH untuk siklus Calvin-Benson, malat
dipecah lagi menjadi CO2 dan piruvat. CO2 masuk ke siklus Calvin-Benson di
stroma kloroplas, sedangkan piruvat akan digunakan untuk membentuk kembali PEP.
Model metabolisme ini disebut Crassulacean Acid Metabolism (CAM) karena
pertamakali diketahui terjadi pada kelompok tumbuhan famili Crassulaceae. Jadi
maksud penamaannya berarti: metabolisme asam pada tumbuhan Crassulaceae dan
bukan metabolisme asam Crassulaceae (Lakitan, 2007).
Faktor yang mempengaruhi kandungan asam malat pada tanaman CAM
dipengaruhi oleh perbedaan jalur fotosintesis antara bagian tanaman yang berbeda.
Jumlah asam malat yang tinggi pada batang menunjukkan aktivitas pengambilan
CO2 di malam hari. Jumlah asam malat ketika tanaman tercekam kekeringan
menunjukkan peningkatan, baik di daun maupun batang. Hal ini menunjukkan
adanya kemungkinan plastisitas jalur fotosintesis C3 ke CAM di daun. Akan tetapi
secara anatomi, daun tidak sukulen sehingga asam malat yang disimpan terbatas
jumlahnya (Hastilestari, 2015).
Berdasarkan data rombongan yang diperoleh pada praktikum tanaman dengan
tingkat presentase tinggi terdapat pada tanaman pukul 09.00. Menurut, Salisburry
(1998), bahwa tanaman CAM pada dasarnya adalah tanaman sukulen yaitu tanaman
yang berdaun atau berbatang tebal yang bertranspirasi rendah. Dalam kondisi kering,
stomata pada malam hari akan terbuka untuk mengabsorbsi CO2 dan menutup pada
siang hari untuk mengurangi transpirasi. Fiksasi CO2 tanaman CAM seperti tanaman
C4, hanya saja terjadi pada malam hari dan energi yang dibutuhkan dari proses
glikolisis. Namun dalam kondisi lemah, banyak spesies CAM berubah fungsi
stomata dan karboksilasi seperti tanaman C3. Tanaman CAM juga metode fisiologis
untuk mereduksi kehilangan air dan menghindari kekeringan.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengamatan asam malat


pada tanman CAM, di perlakuan waktu yang berbeda, didapatkan hasil kenaikan atau
fluktuasi asam malat pada pukul 09.00 pagi.

B. Saran

Agar hasilnya sesuai prosedur, praktikan bekerja dengan hati-hati dan teliti, agar

hasilnya sesuai.
DAFTAR REFERENSI

Budiarti. 2008. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.

Hastilestari, B.R. 2015. Plastisitas sistem fotosintesis pada tanaman CAM. Pros.
Sem. Nas. Masy. Biodiv. Indon. l(4), pp :864-867.

Lakitan, 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Grafindo, Jakarta.


Permadi. D. Y, Setyono Yudo Tyasmoro & Bambang Guritno. 2016. PENGARUH
DOSIS PUPUK N DAN TANAMAN SELA KACANG TANAH (Arachis
hypogaea L.) PADA PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG
(Zea mays L.) YANG DITANAM SECARA TUMPANGSARI. Jurnal Produksi
Tanaman Vol. 4 No. 617-623 ISSN:2527-8452.

Salisburry, Frank B. 1998. Photosynthesis 6th Edition. Cambridge University Press.


London

Sitompul, SM. 1995. Fisiologi Tanaman Tropis. Universitas Mataram. Lombok.

Xiaohan Yang, dkk. 2015. A roadmap for research on crassulacean acid metabolism
(CAM) to enhance sustainable food and bioenergy production in a hotter, drier
world. New Phytologist (2015) 207: 491504.

Wilbraham, Antony C, 1992. Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung.