Anda di halaman 1dari 6

SINTESIS METIL ESTER DENGAN METODE TRANSESTERIFIKASI

Ervin Crespo*, Dwi Fitriani, Jeny Clarita, Icha Novianti, Nico Gustian,
Nikmatun Khasanah, Sri Radianti, Vania Antonius, Wanda Rossalina,
Juniarti Citra.

Program Studi Kimia


Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura

Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi


Email: e2204.crespo@gmail.com

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan tentang sintesis metil ester dengan metode
transesterifikasi, yang bertujuan untuk mempelajari reaksi transesterifikasi
dalam pembuatan senyawa metil ester dan membedakan reaksi
esterifikasi dengan treansesterifiikasi. Reaksi transesterifikasi merupakan
reaksi alkoholisis yakni penggantian gugus alkohol dari ester. Pada
percobaan ini, jenis alkohol yang digunakan ialah metanol sedangkan
senyawa ester yang ditransesterifikasikan dengan metanol tersebut ialah
minyak kelapa sawit. Adapun prosedur kerjanya meliputi pembuatan
larutan Kalium Metanolat dan reaksi transesterifikasi. Pada tahapan
prosedur , pengadukan dilakukan selama 1 jam dengan magnetic stirrer.

Kata kunci:

PENDAHULUAN labu leher tiga, magnetic stirrer,


pipet volume, dan termometer.
Latar belakang Bahan-bahan yang digunakan
Tujuan antara lain: aquades, asam sulfat
Prinsip (H2SO4), kalium hidroksida
(KOH), kloroform, metanol, dan
METODOLOGI minyak kelapa sawit.
Alat dan Bahan Prosedur kerja
Alat-alat yang digunakan yaitu: Pembuatan Larutan Potassium
alat refluks, batang pengaduk, Metanolat
beaker gelas, botol aquades, Pertama-tama, 40 mL
corong pemisah, kompressor, Metanol dimasukkan ke dalam
labu leher tiga. Ke dalam metanol
dimasukkan KOH anhidrat
sebanyak 0,4 gram sambil
dilakukan pengadukan dengan
magnetic stirer selama 1 jam dan
sampai semua KOH larut.
Kemudian 10 mL minyak kelapa
sawit ditambahkan ke dalam
labu tersebut dan dilakukan
pengadukan selama 1 jam.
Setelah itu didinginkan. Mulut
labu ditutup untuk mencegah
penguapan.

Prosedur reaksi Transesterifikasi


Sampel yang berupa metal
ester dan sisa-sisa reaktan
dimasukkan dalam corong pisah
kapasitas 250 mL, selanjutnya
ditambahkan 10 mL akuades dan
ditambahkan 1 mL HCl 5M.
Kemudian lapisan yang terbentuk
yaitu lapisan atas (Lapisan
organik) dan lapisan bawah
(lapisan air) dipisahkan. Lapisan
organik yang masih yang masih
mengandung ester dan minyak
diekstrak dengan 10 mL dietil
HASIL DAN PEMBAHASAN
eter, selanjutnya akan terbentuk
Data Pengamatan
dua lapisan lagi yaitu lapisan
Pembuatan larutan Potassium
organik dan air. Lapisan organik
Metnolat
kemudian dicuci dengan 10 mL
No. Perlakuan Hasil
akuades (2 kali) lalu ditambahkan
Pengamatan
Na2SO4 anhidrous secukupnya.
1. 40 mL labu alas
Selanjutnya metanol bulat diganti
dimasukkan dengan labu
Rangkaian alat ke dalam alas tiga
labu alas
bulat
kapasitas
100 mL
2. Ke dalam Diaduk
metanol, dengan
dimasukkan magnetic pula dua berwarna
KOH 0,4 stirrer, lapisan kuning dan
gram sambil dipanaskan yakni terdapat
dilakukan 1 jam organik dan busa.
pengadukan dengan air
dan mulut suhu awal 4. Lapisan Tidak terjadi
labu ditutup 65oC . organik pemisahan,
untuk setelah dicuci larutan
mencegah diaduk dengan 10 bercampur
penguapan larutan mL Akuades merata.
berwarna (2 kali) lalu
sedikit ditambahka
kekuningan. n Na2SO4
5. Larutan Tidak
Prosedur reaksi transesterifikasi disaring dan dilakukan
No Perlakuan Hasil pelarut karena
. Pengamata diuapkan larutan tidak
n pada udara terpisah.
1. sampel Volume terbuka
campuran minyak 20
metil ester mL, diaduk Pembahasan
dan sisa selama 1 Metil ester (biodiesel)
sisa reaktan jam. Warna adalah senyawa ester alkil dari
dimasukkan larutan minyak nabati dengan alkohol
ke dalam kuning
yang dihasilkan melalui proses
corong keruh .
pisah, lalu Setelah transesterifikasi atau esterifikasi.
ditambahka beberapa Metil ester terbentuk melalui
n akuades waktu , reaksi antara senyawa ester
10 mL, dan larutan tidak (CPO) dengan senyawa alkohol
1 mL Asam keruh lagi (metanol) sehingga dapat
sulfat dan membentuk ester baru berupa
berwarna
metil ester (Arita, 2008).
orange
2 Lapisan Lapisan Pada percobaan yang
yang organik di dilakukan, metil ester dibuat
terbentuk atas dengan proses atau metode
dipisahkan sedangkan transesterifikasi. Transesterifikasi
air di adalah penggantian gugus
lapisan alkohol dari ester dengan alkohol
bawah
lain dalam suatu proses
3. Lapisan Diekstrak
organik dengan 10 (Hambali, 2006). Transesterifikasi
diekstrak mL juga disebut alkoholisis, yakni
dengan 10 kloroform. tahap konversi dari trigliserida
mL dietil Setelah menjadi alkil ester, melalui reaksi
eter , dikocok, dengan alkohol dan
terbentuk larutan
menghasilkan produk samping Pembuatan Larutan Potassium
yaitu gliserol (Hikmah, 2010). Metanolat
Proses transesterifikasi Pertama-tama, 40 mL
dipengaruhi oleh beberapa faktor Metanol dimasukkan ke dalam
antara lain pengaruh air dan labu leher tiga. Fungsi
asam lemak bebas, penambahan metanol adalah
perbandingan molar antara sebagai reaktan untuk proses
alkohol dengan bahan mentah, pembentukan metil ester.
jenis alkohol, jenis katalis, dan Metanol adalah senyawa yang
temperatur (Freedman, 1984). berupa cairan tidak berwarna,
Pada umumnya semakin tinggi jernih, bau khas, memiliki titik
kandungan air dan atau asam didih 64,7oC (Daintith, 1997). Ke
lemak bebas pada proses dalam metanol dimasukkan KOH
tersebut akan menyebabkan anhidrat sebanyak 0,4 gram.
penurunan hasil senyawa metil Penambahan Kalium Hidroksida
ester. Pada perbandingan molar berfungsi sebagai katalis basa
antara alkohol dengan bahan, dalam proses transesterifikasi.
penggunaan alkohol berlebih Kalium hidroksida merupakan
menggeser reaksi kesetimbangan senyawa anorganik yang berupa
ke arah kanan dan memperbesar padatan putih, higroskopis, tak
metil ester yang terbentuk. berbau, dan memiliki densitas
Adapun katalis yang digunakan sebesar 2.044 g/cm3
adalah katalis basa, karena (Daintith,1997).
katalis basa dapat menetralkan Kemudian dilakukan
asam lemak, sehingga metil ester pengadukan dan pemanasan
yang dihasilkan dapat meningkat. pada suhu 65oC dengan
Secara umum, prinsip magnetic stirer selama 1 jam dan
transesterifikasi ialah reaksi sampai semua KOH larut.
alkohol dengan trigliserida Pengadukan berfungsi agar
menghasilkan metil ester dan campuran homogen dan untuk
gliserol dengan bantuan katalis mempercepat terjadinya reaksi, di
basa. Alkohol yang digunakan mana pada saat pengadukan laju
ialah methanol dan atau etanol. reaksi akan meningkat karena
Pada proses transesterifikasi, tumbukan antarpartikel akan
bahan baku yang akan digunakan semakin sering (Brady, 1999).
pada reaksi transesterifikasi Pengadukan campuran
harus memiliki kandungan asam menggunakan magnetic stirrer,
lemak bebas kurang dari 2% hal tersebut bertujuan agar
untuk mencegah pembentukan pengadukan tetap konstan pada
sabun (Arita, 2008). waktu tertentu. Pemanasan
dilakukan pada suhu 65oC tidak
boleh kurang atau lebih.
Pemanasan pada suhu tersebut Selanjutnya 10 mL minyak
bertujuan untuk menguapkan kelapa sawit ditambahkan ke
metanol (Titik didih 65oC), apabila dalam labu tersebut dan
kurang dari suhu tersebut maka dilakukan pengadukan selama 1
metanol masih tersisa dalam jam. Minyak kelapa sawit yang
campurannya, dan jika lebih dari ditambahkan berfungsi sebagai
suhu tersebut maka metil ester ester yang kemudia
yang terbentuk akan rusak. Setelah itu didinginkan.
Pengadukan dilakukan selama 1 Mulut labu ditutup untuk
jam, hal tersebut bertujuan agar mencegah penguapan.
hasil metil ester yang diperoleh
akan lebih banyak.