Anda di halaman 1dari 2

LUH MADE NIA SARI DEVI

1402305004

BEBAN KERJA KOGNITIF FISIOTERAPIS

Beban kerja kognitif adalah beban kerja yang berkaitan dengan proses mental manusia,
termasuk di dalamnya adalah persepsi, interpretasi, ingatan, dan reaksi, dan juga interaksi
manusia-mesin. Teori beban kerja kognitif (cognitive load theory) adalah teori psikologis yang
menjelaskan tentang besarnya beban yang terjadi dalam kognitif manusia yang disebabkan oleh
tuntutan tugas yang melebihi kapasitasnya.Teori beban kerja kognitif (cognitive load theory)
menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Hal terpenting yang
dinyatakan oleh teori beban kerja kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas
memori kerja, visual maupun auditori, seharusnya menjadi pokok pikiran ketika seseorang
hendak mendesain sesuatu pesan instruksional.

Beban mental adalah bagian beban kognitif yang berasal dari interaksi antara tugas dan
karakteristik subyek. Berdasarkan model Paas and van Merrienboers (1994), beban mental
dapat ditentukan pada dasar pengetahuan kita tentang tugas dan karakteristk subyek. Usaha
mental adalah aspek beban kognitif yang mengacu pada kapasitas kognitif yang sebenarnya
dialokasikan untuk mengakomodasi permintaan atas paksaan tugas; dengan demikian dapat
dianggap sebagai refleksi beban kognitif aktual. Usaha mental diukur ketika peserta sedang
mengerjakan sebuah tugas. Performansi, juga merupakan aspek beban kognitif, dapat
didefinisikan sebagai prestasi belajar. Hal ini dapat ditentukan ketika orang-orang sedang
mengerjakan pada suatu tugas atau setelahnya.

Seorang fisioterapis tentunya pasti memiliki beban kerja kognitif yang mencakup hal-
hal yang seperti disebutkan di atas, yaitu :

Beban saat mendiagnosa pasien terlebih pasien memiliki banyak keluhan dan setelah
dilakukan berbagai macam pemeriksaan dan tes spesifik hasilnya selalu positif ataupun
sebaliknya, fisioterapis akan merasa ragu dalam menentukan diagnosis dan tentunya hal
ini akan berpengaruh terhadap intervensi yang akan diberikan selanjutnya, maka dari itu
fisioterapis harus kembali memutar otak dan mengingat pengalaman dengan pasien-pasien
sebelumnya. Tentunya hal ini menjadi beban kerja kognitif tersendiri untuk seorang
fisioterapis.
Beban saat menentukan intervensi yang tepat untuk pasien, apalagi pasien sudah datang
berkali-kali ke klinik namun belum ada hasil yang signifikan ke arah kesembuhan. Selain
itu, pasien seringkali juga menanyakan bagaimana prognosis dari penyakitnya, tentu hal
ini menjadi beban kerja kognitif tersendiri bagi fisioterapis
Beban yang mungkin juga sering terjadi yaitu beban interaksi fisioterapis dengan
modalitas yang digunakan dalam terapi. Saat awal menjadi fisioterapi tentu ini merupakan
hal yang menjadi beban tersendiri dimana seorang fisioterapis harus mengerti betul
bagaimana cara mengoperasikan berbagai macam modalitas (IR, TENS, US, SWD, MWD,
dll) yang memiliki fungsi dan sistem serta cara pengoperasian yang berbeda-beda tiap
jenisnya, bahkan saat ini karena sudah sangat banyak merk dari masing-masing modalitas
yang beredar di pasaran, cara pengoperasian satu jenis modalitas akan berbeda antar satu
merk dengan merk lainnya yang tentunya seorang fisioterapis harus cepat menyesuaikan
diri. Belum lagi beban saat modalitas yang digunakan fisioterapis mengalami kerusakan
pasti akan membuat suatu pressure tersendiri bagi seorang fisioterapis.