Anda di halaman 1dari 5

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS

( SLE )

Tanggal Terbit Ditetapkan


PROSEDUR
TETAP Direktur

Pengertian Sistemik Lupus Eritematosus adalah penyakit autoimun sistemik


kronis yang ditandai dengan berbagai macam antibodi membentuk
kompleks imun dan menimbulkan reaksi inflamasi pada berbagai
organ tubuh.
Manifestasi klinisnya sangat luas dikaitkan dengan antibodi yang
terbentuk.
Perjalanan penyakitnya bersifat fluktuatif, ditandai dengan periode
remisi dan eksaserbasi.
Anamnesis Keluhan yangada tidak spesifik, misalnya : kelelahan, mual, nafsu
makan menurun, berat badan menurun, depresi, demam, nyeri
sendi, fotosensitif ( timbulnya ruam kulit akibat sinar matahari ),
rambut rontok, sesak nafas, kejang, dan tergantung organ mana
yang terlibat.
Pemeriksaan Fisik Ruam / eritema pada daerah malar, ulkus pada rongga mulut atau
orofaring, efusi pleural, pembengkakan atau efusi sendi, dan
tergantung organ mana yang terlibat.
Pemeriksaan Laboratorium : Darah Lengkap ( dengan LED ), Urine Lengkap,
Penunjang fungsi ginjal ( RFT ), fungsi hati ( LFT ), CRP, Serum Elektrolit.
Pemeriksaan laboratorium yang lain : ANA tes, anti dsDNA, C3
dan C4, Coomb test ( bila ada AIHA ).
Biopsi kulit.
Radiologi : foto thoraks.
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS
( SLE )

Kriteria Diagnosa Kriteria Diagnosis SLE berdasarkan The American College of


Rheumatology ( revisi tahun 1997 ). Diagnosis ditegakkan bila
didapatkan 4 dari 11 kriteria dibawah ini :
1. Ruam malar
2. Ruam diskoid
3. Fotosensitivitas
4. Ulcerasi di mulut atau nasofaring
5. Artritis
6. Serositis ( pleuritis atau perikarditis )
7. Kelainan ginjal ( proteinuri > 0,5 g/hari atau silinder sel )
8. Kelainan neurologi : kejang-kejang, atau psikosis.
9. Kelainan hematologi : anemia hemolitik, atau leukopenia, atau
limfopenia, atau trombopenia.
10. Kelainan imunologi : sel LE positif atau anti DNA positif, atau
anti Sm positif, tes serologis untuk sifilis positif palsu.
11. Antibodi antinuclear ( ANA ) positif. ( Jika ANA tes negatif
kemungkinan besar bukan SLE ).
Diagnosa Banding Mixed connective tissue disease
Sindroma sjogren
Sindroma antibodi antifosfolipid ( APS )
Fibromialgia ( dengan ANA positif )
Purpura trombositopenik idiopatik
Lupus imbas obat
Artritis Reumatoid dini
Vaskulitis
Penyulit 1. Anemia hemolitik
2. Trombosis
3. Lupus serebral
4. Nefritis lupus
5. Infeksi sekunder
6. Osteonekrosis
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS
( SLE )

Terapi Terapi nonfarmakologi :


- Istirahat yang cukup.
- Proteksi terhadap sinar matahari, ultraviolet, dan sinar
fluoresein.
- Hindari stress mental maupun fisik yang berlebihan.

Terapi farmakologi :
- Pada manifestasi organ nonvital ( kulit, sendi, fatique ) :
klorokuin 4 mg/kgBB/hari.
- Bila mengenai organ vital : prednison 1 - 1,5 mg/kgBB/hari
selama 6 minggu kemudian tappering off.
- Bila terdapat peradangan terbatas pada 1 2 sendi : injeksi
steroid intraartikular.
- Pada kasus berat atau mengancam nyawa : metilprednisolon
1g/hari IV selama 3 hari berturut-turut, lalu prednison 40 60
mg/hari peroral.
- Penggunaan jangka panjang steroid menimbulkan efek
samping antara lain : cushing syndrome, diabetes mellitus,
dislipidemia, osteoporosis, osteoporosis, osteonekrosis,
hipertensi, arterosklerosis, serta meningkatnya resiko infeksi.
Karena itu selama penggunaan steroid harus selalu dipantau
efek sampingnya.
- Bila pemberian glukokortikoid selama 4 minggu tidak
memuaskan, maka dimulai pemberian imunosupresif lain,
misal siklofosfamid 500 1000 mg/m 2 sebulan sekali selama
6 bulan, kemudian tiap 3 bulan sampai 2 tahun.
- Imunosupresan lain yang dapat diberikan : azatioprin,
siklosporin-A.
Edukasi Mengkomunikasikan, menginformasikan, dan mengedukasikan
tentang penyakit, pengobatan, dan prognosisnya.
Istirahat yang cukup
Hindari stress mental maupun fisik yang berlebihan
Hindari paparan sinar matahari yang terlalu banyak
Konsultasi Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Prognosis Tergantung organ yang terlibat, bila organ vital yang terlibat maka
mortalitasnya sangat tinggi.
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS
( SLE )

Referensi Panduan Pelayanan Medik, Perhimpunan Dokter Spesialis


Penyakit Dalam Indonesia ( PAPDI ), Tahun 2008.
Pedoman Diagnosis dan Terapi Bag / SMF Ilmu Penyakit Dalam
Edisi III, Tahun 2008, RSU dr.Soetomo Surabaya.
Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik,
Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia, Tahun 2011.
SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS
( SLE )