Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM DAN PROYEK KIMIA

PENENTUAN pH ASAM ASETAT

OLEH:

TIA RACHMATIKA WAHYUNI

17728251008

PENDIDIKAN KIMIA A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2017
PERCOBAAN II

Penentuan pH Asam Asetat

A. TUJUAN

Menentukan pH asam asetat dengan berbagai konsentrasi.

B. TINJAUAN PUSTAKA

Asam asetat atau lebih di kenal sebagai asam cuka (CH3COOH) adalah suatu
senyawa berbentuk cairan, tak berwarna, berbau menyengat, memiliki rasa asam
yang tajam dan larut di dalam air, alkohol, gliserol, dan eter. Asam asetat mempunyai aplikasi
yang sangat luas di bidang industri dan pangan. Asam asetat merupakan asam lemah yang
terionisasi sebagian dalam air,walaupun demikian, keasaman asam asetat tetap lebih tinggi
dibanding dengan keasaman air.

Beberapa anggota awal dari deret asam karboksilat yakni asam asetat
berwujud cairan tidak berwarna dengan bau tajam. Asam asetat yang menyusun
sekitar 4-5% cuka, memberi ciri bau dan cita rasanya. Asam karboksilat tergolong
polar dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan sesamanya atau dengan
5 molekul lain. Jadi asam karboksilat seperti asam asetat memiliki titik didih
tinggi untuk bobot molekulnya. Asam karboksilat seperti asam asetat mengurai di
dalam air, menghasilkan anion karboksilat dan kation hidronium. Atom hidrogen (H) pada
gugus karboksil (-COOH) dalam asam karboksilat seperti asam asetat dapat
dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asam asetat
adalah asam lemah monoprotik basa konjugasinya adalah asetat (CH3COO-).
Asam asetat adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol.
Asam asetat bercampur dengan mudah dengan pelarut polar atau nonpolar lainnya
seperti air, kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari
asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia dan
laboratorium.

Sifat fisika dari asam asetat adalah bentuk cairan jernih, tidak berwarna,
berbau menyengat, pH asam, memiliki rasa asam yang sangat tajam, mempunyai
titik beku 16,6C, titik didih 118,1C dan larut dalam air, alkohol, dan eter.
Asam asetat di buat dengan fermentasi alkohol oleh bakteri Acetobacter.
Pembuatan dengan cara ini bisa digunakan dalam pembuatan cuka. Asam asetat
mempunyai rumus molekul CH3COOH dan bobot molekul 60,05 (Depkes RI,
1995).

pH (power of hydrogen) digunakan untuk mengukur keasaman suatu zat kimia, yang
ditentukan oleh Soren Peter Lauritz Sorensen. Nilai pH terbentag dari 0 hingga 14, namun
ada pH yang berada di bawah nol dan lebih tinggi dari 14 yag disebut pH ekstrim. Rentag pH
terbagi atas 3, yaitu: (1) pH < 7 = termasuk pH asam (asam kuat dan lemah); (2) pH = 7
termasuk pH netral (garam bersifat kuat dari asam kuat dan basa kuat); (3) pH > 7 = termasuk
pH basa ( basa kuat dan lemah ). Dalam perhitungan pH digunakan konsep logaritma
matematika yaitu: pH = - log [H+]. Untuk menghitung pH asam lemah digunakan Ka, yaitu
tetapan ionisasi asam yag berfungsi dalam menghitug [H+] dalam pH asam lemah. Selajutnya
ada pengertian derajat dionisasi, yaitu kemampuan suatu senyawa untuk mengalami ionisasi
berdasarkan perbandingan antara jumlah zat yang terionisasi dengan jumlah zat yang
dilarutkan. Asam kuat mengalami ionisasi sempurna ( = 1) dan tidak mengalami reaksi
kesetimbangan ( tanda reaksi kesetimbangan = ). Semakin besar Ka maka semakin kuat
asam tersebut. Derajat ionisasi memiliki hubungan dengan tetapan kesetimbagan asam, yang
berguna untuk mencai nilai pH suatu zat kimia. Derajat disosiasi dihitung dari hasil akar dari
pembagian nilai Ka dan konsentrasi asam. Rumus menghitung pH asam lemah yaitu [H+] =
. .

Pengenceran adalah percobaan kimia yang bertujuan untuk mengurangi konsentrasi


zat terlarut suatu zat dengan menambahkan suatu pelarut sambil mengeluarkan panas agar
diperoleh volume akhir yang lebih besar. Rumus pengenceran yaitu: V1 . M1 = V2 . M2 .
Dengan V1 adalah volume zat 1, V2 adalah volume zat 2, M1 konsentrasi zat 1 dan M2
konsentrasi zat 2.

pH Meter adalah jenis alat ukur untuk mengukur derajat keasaman atau
kebasaan suatu cairan berdasarkan percobaan, pada pH meter ada elektroda khusus yang
berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi padat, elektroda (probe pengukur)
terhubung sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Probe adalah
bagian yang sangat penting dari pH meter, berbentuk seperti batang seperti
struktur biasanya terdiri dari kaca. Di bagian bawah probe ada bola lampu, bola
lampu adalah bagian sensitif dari probe yang berisi sensor. Jangan pernah
menyentuh bola dengan tangan dan bersihkan dengan bantuan sebuah kertas
tisu penyerap dengan tangan sangat lembut, berhati-hati untuk tidak
menggosok jaringan terhadap bola kaca untuk menghindari menciptakan statis. Untuk
mengukur pH larutan, probe dicelupkan ke dalam larutan. Probe dipasang
di lengan dikenal sebagai probe lengan. Untuk mengetahui sifat asam basa suatu
larutan atau zat kita dapat menggunakan indikator asam basa. Tetapi indikator
asam basa kurang efektif dalam mengukur nilai pH dari suatu larutan. Sebelum
melakukan pengukuran pH meter harus dikalibrasi untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang tepat, kalibrasi ini dilakukan setiap pengukuran. Untuk
penggunaan normal kalibrasi harus dilakukan pada awal setiap hari . Alasan untuk
ini adalah bahwa elektroda kaca tidak memberikan hasil yang salah walaupun dipakai selama
periode waktu yang lebih lama . Kalibrasi harus dilakukan dengan setidaknya dua
larutan buffer standar yang mencakup rentang nilai pH yang akan diukur . Untuk
tujuan umum buffer pada pH 4,01 dan pH 10,00 dapat diterima . Sehingga penggunaannya
sangat praktis dan nilai pH dari larutan yang diukur pun langsung
terbaca pada layar (Achmad, 1996).

C. ALAT DAN BAHAN

ALAT :

- Labu ukur 100 ml 1 buah


- Gelas Beker 100 ml 5 buah
- Pipet tetes 2 buah
- Ball Pipet 1 buah
- Pipet Volume 1 ml dan 10 ml masing-masing 1 buah
- pH-meter

BAHAN :

- Larutan Asam Cuka (CH3COOH) 2 M


- Akuades
D. CARA KERJA

1. Larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-1, 10-2, 10-3 , 10-4 , dan 10-6 dibuat dengan cara
pengenceran.

Asam Asetat 10-1 M


Larutan asam asetat dengan konsentrasi 2 M diambil 5 ml menggunakan ball pipet
dan pipet volume 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Asam Asetat 10-2 M
Larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-1 M diambil 10 ml menggunakan ball pipet
dan pipet volume 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Asam Asetat 10-3 M
Larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-2 M diambil 10 ml menggunakan ball pipet
dan pipet volume 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Asam Asetat 10-4 M
Larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-3 M diambil 10 ml menggunakan ball pipet
dan pipet volume 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.
Asam Asetat 10-6 M
Larutan asam asetat dengan konsentrasi 10-4 M diambil 1 ml menggunakan ball pipet
dan pipet volume 1 ml kemudian dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml.

2. Masing-masing labu ukur ditambahkan akuades hingga tanda batas.

3. Masing-masing larutan asam asetat dipindahkan ke dalam gelas beker 100 ml.

4. pH meter disiapkan dengan cara dikalibrasi terlebih dahulu dengan larutan buffer hingga
skala pH meter menunjukkan angka 7.

5. Masing-masing larutan asam asetat diukur pH nya kemudian dicatat angkanya dan
dimasukkan pada kolom pH yang pertama.

6. pH meter dikalibrasi dengan larutan buffer lagi untuk pengukuran pH asam asetat yang
kedua.

7. Masing-masing larutan asam asetat diukur pH nya kemudian dicatat angkanya dan
dimasukkan pada kolom pH yang kedua.
E. DATA HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN

1. Data Hasil Pengukuran

Volume pH rata- Gambar


No Konsentrasi pH 1 pH 2
(ml) rata

1. 10-1 100 2,4 2,4 2,4

2. 10-2 100 3 3,1 3,05

3. 10-3 100 4,1 4,4 4,25

4. 10-4 100 6,1 6,4 6,25

5. 10-6 100 6,4 6,5 6,45


2. Perhitungan

A. Pembuatan Larutan CH3COOH (Pegenceran)

a. CH3COOH 10-1 M (Pengenceran larutan CH3COOH 2M)

V1 . M1 = V2 . M 2

V1 . 2 = 100 . 10-1

2 V1 = 10

V1 = 5 ml

(larutan CH3COOH 2M diambil 5 ml dan ditambahkan akuades hingga volume 100 ml)

b. CH3COOH 10-2 M (Pengenceran larutan CH3COOH 10-1 M)

V1 . M1 = V2 . M 2

V1 . 10-1 = 100 . 10-2

10-1 V1 = 1

V1 = 10 ml

(larutan CH3COOH 10-1M diambil 10 ml dan ditambahkan akuades hingga volume 100
ml)

c. CH3COOH 10-3 M (Pengenceran larutan CH3COOH 10-2 M)

V1 . M1 = V2 . M 2

V1 . 10-2 = 100 . 10-3

10-2 V1 = 10-1

V1 = 10 ml

(larutan CH3COOH 10-2M diambil 10 ml dan ditambahkan akuades hingga volume 100
ml)
d. CH3COOH 10-4 M (Pengenceran larutan CH3COOH 10-3 M)

V1 . M1 = V2 . M 2

V1 . 10-3 = 100 . 10-4

10-3 V1 = 10-2

V1 = 10 ml

(larutan CH3COOH 10-3 M diambil 10 ml dan ditambahkan akuades hingga volume 100
ml)

e. CH3COOH 10-6 M (Pengenceran larutan CH3COOH 10-4 M)

V1 . M1 = V2 . M 2

V1 . 10-4 = 100 . 10-6

10-4 V1 = 10-4

V1 = 1 ml

(larutan CH3COOH 10-3 M diambil 1 ml dan ditambahkan akuades hingga volume 100
ml)

B. Perhitungan pH, Asam Asetat Masing-masing Konsentrasi (Ka = 1,754 x 10-5) dengan
reaksi CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)

a. CH3COOH 10-1M

[H+] = .

= 1,754 x 105 . 101

= 1,754 x 106

= 1,32 . 10-3

pH = - log [H+]

= - log 1,32 . 10-3


= 3 log 1,32

= 3 0,12 = 2,88 = 2,9

b. CH3COOH 10-2M

[H+] = .

= 1,754 x 105 . 102

= 1,754 x 107

= 1,32 . 10-3,5

pH = - log [H+]

= - log 1,32 . 10-3,5

= 3,5 log 1,32

= 3,5 0,12 = 3,38 = 3,4

c. CH3COOH 10-3M

[H+] = .

= 1,754 x 105 . 103

= 1,754 x 108

= 1,32 . 10-4

pH = - log [H+]

= - log 1,32 . 10-4

= 4 log 1,32

= 4 0,12 = 3,88 = 3,9


d. CH3COOH 10-4M

[H+] = .

= 1,754 x 105 . 104

= 1,754 x 109

= 1,32 . 10-4,5

pH = - log [H+]

= - log 1,32 . 10-4,5

= 4,5 log 1,32

= 4,5 0,12 = 4,38 = 4,4

e. CH3COOH 10-6M

[H+] = .

= 1,754 x 105 . 106

= 1,754 x 1011

= 1,32 . 10-5,5

pH = - log [H+]

= - log 1,32 . 10-5,5

= 5,5 log 1,32

= 5,5 0,12 = 5,38 = 5,4

C. Perhitungan pH Asam Kuat, Jika Dimisalkan Asam Asetat Adalah Asam Kuat, dengan
Reaksi CH3COOH(aq) CH3COO(aq) + H+(aq)

a. CH3COOH 10-1M

[H+] = . Ma
= 1 . 10-1

= 10-1

pH = - log [10-1]

=1

b. CH3COOH 10-2M

[H+] = . Ma

= 1 . 10-2

= 10-2

pH = - log [10-2]

=2

c. CH3COOH 10-3M

[H+] = . Ma

= 1 . 10-3

= 10-3

pH = - log [10-3]

=3

d. CH3COOH 10-4M

[H+] = . Ma

= 1 . 10-4

= 10-4

pH = - log [10-4]

=4
e. CH3COOH 10-6M

[H+] = . Ma

= 1 . 10-6

= 10-6

pH = - log [10-6]

=6

D. Perhitungan Ka Asam Asetat (CH3COOH) berdasarkan Data Percobaan

Dari berbagai konsentrasi asam asetat didapat nilai pH berdasarkan praktikum yag telah
dilakukan. Dari nilai pH tersebut kita dapat memperoleh konsentrasi kesetimbangan untuk
menghitung nilai Konstanta Ionisasi Asam (Ka) :

a. CH3COOH 10-1M, pH = 2,4

pH = -log [H+]

2,4 = -log [H+] [H+] = 3,98 . 10-3

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)


10-1 0 0
- 3,98 . 10-3 3,98 . 10-3 3,98 . 10-3
____________________________________________________________ +
9,602 . 10-2 3,98 . 10-3 3,98 . 10-3
[H+ ] .[CH3COO ]
Ka = CH3COOH

(3,98 .103 )^2


= = 1,65 . 10-4
9,602 .102

b. CH3COOH 10-2M, pH = 3,05

pH = -log [H+]

3,05 = -log [H+] [H+] = 8,91 . 10-4

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)


10-2 0 0
- 8,91 . 10-4 8,91 . 10-4 8,91 . 10-4
____________________________________________________________ +
9,109 . 10-3 8,91 . 10-4 8,91 . 10-4
[H+ ] .[CH3COO ]
Ka = CH3COOH

(8,91 .104 )^2


= = 8,715 . 10-5
9,101 .103

c. CH3COOH 10-3M, pH = 4,25

pH = -log [H+]

4,25 = -log [H+] [H+] = 5,623 . 10-5

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)


10-3 0 0
- 5,623 . 10-5 5,623 . 10-5 5,623 . 10-5
____________________________________________________________ +
9,44 . 10-4 5,623 . 10-5 5,623 . 10-5
[H+ ] .[CH3COO ]
Ka = CH3COOH

(5,623 .105 )^2


= = 3,349 . 10-6
9 ,44.104

d. CH3COOH 10-4M, pH = 6,25

pH = -log [H+]

6,25 = -log [H+] [H+] = 5,623 . 10-7

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)


10-4 0 0
- 5,623 . 10-7 5,623 . 10-7 5,623 . 10-7
____________________________________________________________ +
9,94 . 10-5 5,623 . 10-7 5,623 . 10-7
[H+ ] .[CH3COO ]
Ka = CH3COOH

(5,623 .107 )^2


= = 3,180 . 10-9
9 ,944.105

e. CH3COOH 10-6M, pH = 6,45

pH = -log [H+]

6,45 = -log [H+] [H+] = 3,548 . 10-7

CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)


10-6 0 0
- 3,548 . 10-7 3,548 . 10-7 3,548 . 10-7
____________________________________________________________ +
6,452 . 10-7 3,548 . 10-7 3,548 . 10-7
[H+ ] .[CH3COO ]
Ka = CH3COOH

(3,548 .107 )^2


= = 1,951 . 10-7
6,452.107

PERBANDINGAN NILAI pH Asam Asetat Lemah Hasil Praktikum dan pH Asam


Kuat dari Perhitungan serta Ka Asam Lemah dari pH Teori

Konsentrasi pH pH Asam Ka Asam pH Asam


No
CH3COOH Praktikum Lemah Lemah Kuat
1. 10-1 2,4 2,9 1,65 . 10-4 1
2. 10-2 3,05 3,4 8,715 . 10-5 2
3. 10-3 4,25 3,9 3,349 . 10-6 3
4. 10-4 6,25 4,4 3,180 . 10-9 4
5. 10-6 6,45 5,4 1,951 . 10-7 6

F. PEMBAHASAN

` Praktikum penentuan pH asam asetat ini dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2017.
Hasil pengukuran tingkat keasaman (pH) asam asetat berdasarkan praktikum didapat dari
nilai yag tertera pada layar pH-meter. Sebelum pengukuran pH asam asetat, dilakukan
kalibrasi menggunakan larutan buffer. Kalibrasi harus dilakukan dengan setidaknya dua
larutan buffer standar yang mencakup rentang nilai pH yang akan diukur . Untuk
tujuan umum buffer pada pH 4,01 dan pH 10,00 dapat diterima . Sehingga penggunaannya
sangat praktis dan nilai pH dari larutan yang diukur pun langsung
terbaca pada layar (Achmad, 1996). Sedangkan dari hasil perhitungan menggunakan
rumus asam lemah. Asam lemah pada praktikum ini yaitu asam asetat ( CH3COOH)
dengan tetapan ionisasi asamnya (Ka) yaitu 1,754 x 10-5. Perhitungan pH asam kuat juga
dilakukan, tujuannya adalah untuk membandingkan nilai pH asam lemah dan pH asam
kuat.

Hasil pengukuran asam asetat dengan konsentrasi 10-1 dengan pH-meter menunjukkan
angka 2,4 dan hasil perhitungan yaitu 2,9 untuk asam lemah dan 1 untuk asam kuat. Hasil
ini menunjukkan keakuratan praktikum yang dilakukan dimana selisih antara hasil pH
praktikum dan perhitungan tidak terlau jauh.

Hasil pengukuran asam asetat dengan konsentrasi 10-2 dengan pH-meter menunjukkan
angka 3,05 dan hasil perhitungan yaitu 3,4 untuk asam lemah. Hasil ini menunjukkan
keakuratan praktikum yang dilakukan dimana selisih antara hasil pH praktikum dan
perhitungan tidak terlau jauh.

Hasil pengukuran asam asetat dengan konsentrasi 10-3 dengan pH-meter menunjukkan
angka 4,25 dan hasil perhitungan yaitu 3,9 untuk asam lemah. Hasil ini menunjukkan
keakuratan praktikum yang dilakukan dimana selisih antara hasil pH praktikum dan
perhitungan tidak terlau jauh.

Hasil pengukuran asam asetat dengan konsentrasi 10-4 dengan pH-meter menunjukkan
angka 6,25 dan hasil perhitungan yaitu 4,4 untuk asam lemah. Hasil ini menunjukkan
kurang keakuratan praktikum yang dilakukan dimana selisih antara hasil pH praktikum
dan perhitungan terlalu jauh. Kesalahan dalam pembuatan larutan dan pengkalibrasian pH-
meter kemungkinan menjadi penyebab ketidak akuratan hasil yang diperoleh pada
pengukuran pH dengan pH-meter.

Hasil pengukuran asam asetat dengan konsentrasi 10-6 dengan pH-meter menunjukkan
angka 6,45 dan hasil perhitungan yaitu 5,4 untuk asam lemah. Hasil ini menunjukkan
kurang keakuratan praktikum yang dilakukan dimana selisih antara hasil pH praktikum
dan perhitungan terlalu jauh. Kesalahan dalam pembuatan larutan dan pengkalibrasian pH-
meter kemungkinan menjadi penyebab ketidak akuratan hasil yang diperoleh pada
pengukuran pH dengan pH-meter.

Selanjutnya dilakukan perhitungan pH asam kuat untuk masing-masing konsentrasi.


Nilai derajat ionisasi () untuk asam kuat adalah 1, sehingga dari konsentrasi 10-1 , 10-2 ,
10-3 , 10-4 dan 10-6 didapat nilai pH masing-masing 1, 2, 3, 4 dan 6. Sedangkan untuk pH
asam lemah didapat masing-masing 2,9; 3,4; 3,9; 4,4 dan 5,4. Hasil tersebut menyatakan
bahwa semakin kecil konsentrasi asam asetat maka nilai pH mendekati 7 (pH netral)
sebaliknya semakin besar konsentrasi asam asetat tersebut maka nilai pH nya mendekati
nilai pH asam kuat.

Dari konsentrasi 10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 dan 10-6 untuk pH asam lemah yang didapat
dari praktikum masing-masing 2,4; 3,05; 4,25; 6,25 dan 6,45 maka didapatkan nilai
konstanta ionisasi asam masing-masing yaitu 1,65 . 10-4; 8,715 . 10-5; 3,349 . 10-6; 3,180 .
10-9 dan 1,951 . 10-7. Dari hasil perhitungan Ka didapatkan hasil bahwa semakin kecil
konstanta kesetimbangan ionisasi asam maka larutan tersebut memiliki tingkat keasaman
yang semakin lemah yang dapat ditunjukka oleh nilai pH yang semakin besar. Kekuatan
asam lemah ini sangat beragam karena beragamnya derajat ionisasi.

Hasil perhitungan nilai pH dan Ka dalam percobaan ini tidak sesuai dengan referensi
yang menyebutkan bahwa nilai Ka asam asetat sebesar 1,754 x 105 namun
kecenderungan besar dan kecilnya nilai Ka dan pH telah sesuai dengan teori.
Ketidaksesuaian ini dikarenakan oleh kesalahan prosedural praktikan yaitu kurang
telitinya praktikan dalam mencampur larutan dimana dalam mencampur seharusnya labu
ukur digoyag-goyang sebanyak 20 kali namun praktikan melakukan kurang dari 20 kali.

G. SIMPULAN

1. Besarnya pH pada beberapa konsentrasi asam asetat yaitu 10-1 , 10-2 , 10-3 , 10-4 dan 10-6
berdasarkan pengukuran berturut-turut adalah 2,4; 3,05; 4,25; 6,25 dan 6,45 serta
berdasarkan perhitungan berturut-turut adalah 2,9; 3,4; 3,9; 4,4 dan 5,4.

2. Semakin kecil konsentrasi asam lemah maka nilai pH mendekati 7 (pH netral)
sebaliknya semakin besar konsentrasi maka nilai pH nya mendekati nilai pH asam kuat.
.3. Semakin kecil konsentrasi suatu larutan asam maka keasaman larutan tersebut juga
berkurang yang ditunjukkan oleh nilai pH yang semakin besar dan Ka yang semakin
kecil begitupula sebaliknya.

H. SARAN

Untuk praktikum penentuan pH asam asetat dengan berbagai konsentrasi selanjutnya


diusahakan lebih teliti dalam membuat larutan dan melakukan pengkalibrasian pH-
meter. Praktikan sebaiknya lebih teliti lagi dalam melihat batas pipet volume dan labu
ukur ketika mengambil larutan serta melakukan pencampuran dengan menggoyangkan
labu ukur minimal 20 kali. Penyetelan skala pada layar pH-meter ketika melakukan
kalibrasi harus benar-benar sampai jarum menunjukkan angka 7 dan sebaiknya lebih
teliti lagi ketika melihat jarum pada layar pH-meter.

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Hiskia. 1996. Kimia Larutan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Sugiyarto, K.H. dan Retno D.S. 2010. Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sutrisno, Hari dan Amanatie. 2016. Diktat Praktikum Kimia. Yogyakarta: Pascasarjana UNY

Yogyakarta, 11 Oktober 2017

Praktikan

Tia Rachmatika Wahyuni


NIM: 17728251008