Anda di halaman 1dari 5

Tahapan Perencanaan Strategis

Kasus pada DELL CORPORATION


(Tugas Mata Kuliah Manajemen Strategik)

DISUSUN OLEH:
1. GALUH DYAH P 040831089
2. FAJRINNA RAHMI 040831114
3. DIETA INDRATIE 040331140
4. MARIA NC 040831144

S1 AKUNTANSI ALIH JENIS


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
2010
1984
Pada umur 19 tahun, Michael Dell mendirikan perusahaan Dell
Computer dengan modal awal sebesar $ 1.000 dengan visi dan
konsep bisnis sederhana – Bahwa Personal Computer dapar
dirakit berdasarkan pesanan dan dijual langsung ke customer.
Dell percaya bahwa:
1. Dengan memotong jalur distribusi dan dealer retail dapat
menghilangkan biaya kenaikan oleh penjualan.
2. Merakit berdasarkan pesanan dapat mengurangi secara
material cost komputer dan resiko yang berkaitan dengan
penyimpanan dalam jumlah yang banyak pada sparepart,
komponen dan produk jadi.

1985
Dell membuat system komputer pertama sendiri.

1988
Dell berhasil menaikan modalnya sebesar $ 30 juta saat IPO.
Saat ini modalnya telah mencapai $ 85 juta.
1998
Dell berhasil meraih 12% bagian dari pasar PC di US dan menjadi
market leader di bisnis komputer bersama Compaq dan IBM
sampai sekarang.

Company Tour
• Overview : We Make Computing Easy. Like it should be
• Focus : Our Direct Connection
• Leadership : Why We’re the Industry Leader – Our Product
& Service
• Result: We Know Enterprise Computing Firsthand
• Global: We’re Close to Customers Around the World

Keunggulan Kompetitif:
• Dell memproduks komputer dengan lebih sederhana
dengan komitmen persediaan Just in time.
• Dell Computer berpartner dengan PC Supplier ternama
dengan mutu dan kualitas produk yang terjamin dalam
membangun supply Chainnya.
• Dell menggunakan teknologi dan membagi informasi baik
dengan supplier yang menjadi partrner maupun dengan
customer untuk menghilangkan batasan di supplier-
manufacturer-customer value chain yang menjadi
karakteristik model bisnis Dell.
• Penjualan langsung ke customer memberikan Dell
memahami lebih cepat tentang pemilihan dan kebutuhan
dari customernya.
Namun, semua keunggulan kompetitif ini tidak bisa diterapkan
dikawasan Asia Pasific. Mengapa?

Perbedaan Budaya dan Pola Konsumsi antara Pembeli


USA, Eropa dengan Asia
• Masyarakat Asia belum terbiasa berbelanja online dengan
menggunakan kartu kredit.
• Tingkat pengetahuan tentang computer yang masih
rendah.
• Kebiasaan Masyarakat Asia melihat barang/produk, harga
sebelum mengambil keputusan untuk membeli.

Hal ini mengakibatkan penjualan di Asia jauh dibawah


competitor.
Dell akhirnya merubah tradisi yang telah berjalan selama 23
tahun, dengan menjual produk secara retail di Asia.

Audit Eksternal
Faktor Lingkungan
1. Faktor Demografis
• Populasi Benua Asia adalah terbesar di dunia.
• Peluang utama terdapat di kota-kota besar dimana
pendapatan masyakatnya tinggi.
2. Faktor Sosial
• Ekspektasi Pembeli dengan mencoba produk
sebelum membeli.
3. Faktor Ekonomi
• Pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan di Asia,
terutama India, China, Jepang dan Indonesia
• Market Komputer akan terus menaik di masa yang
akan datang.
• Pendapatan perkapita yang rendah dan tidak merata
4. Faktor Teknologi
• Masih sedikit masyarakat Asia yang memiliki
komputer.
• Akses dan penggunaan internet yang semakin
meningkat.
5. Faktor Politik dan Hukum
• Hukum dan Peraturan yang tidak konsisten,
• Bisnis berdasarkan hubungan relasi.
• Hak Intelektual yang beresiko tinggi.
6. Faktor Global
• Peluang dalam penjualan karena market share Dell
masih rendah.
• Kemampuan China untuk memproduksi produk
murah (low cost product)

Audit Eksternal
Lima Kekuatan Porter - 1
1. Ancaman Terhadap pendatang baru TINGGI.
• Kompetitor Lokal maupun Luar
• IBM, Acer, Hp dan Toshiba sudah mempunyai
pasarnya masing-masing.
• Hambatan dari kebijakan pemerintah dan birokrasi.
• Hambatan potesial juga berupa:
i. Sulit untuk memperoleh access ke distribusi
chanel
ii. Skala Ekonomi (Pabrik Lokal)
2. Posisi Tawar Supplier RENDAH
Kebanyakan kompetitor menerapkan integrasi vertikal
3. Posisi Tawar Customer TERBATAS
Merek ternama dan difrensiasi produk tidak menjadi acuan.
4. Subtitusi TIDAK ADA
5. Persaingan Komptetif SANGAT KETAT
• Potensi pertumbuhan laba yang tinggi sejalan
dengan pertumbuhan industri.
• Adanya tekanan harga dari produk lokal.
• Tingginya biaya tetap dari kapasitas produksi
• Strategi kepentingan (Stakesholder) yang tinggi.
• Respon kompetitif yang agresif

Audit Internal
Analisa Value Chain
1. Aktivitas Primer
• Operasi – Proses Pabrikasi yang berbiaya rendah.
• Outbond Logistic – Model Penjualan Langsung
• Service – Respon yang tinggi terhadapa kebutuhan
customer.
2. Aktivitas Pendukung
• Pengembangan IT – Inovasi penggunaan website dan
Infrastruktur IT.
• Infrastruktur Perusahaan – komitmen pada visi dan
team manajemen.

ANALISIS SWOT
Strengths:
1. Reputasi yang tinggi
2. Kemampuan build to order dan JIT
3. Penghasil keuntungan terbesar
4. Performance produk yang tinggi
Weaknesses
1. Merek yang belum dikenal luas.
2. Model direct sales yang masih awam
3. Harga lebih mahal
Oppurtunities:
1. Jumlah populasi Asia yang besar.
2. Potesi penjualan di kota-kota besar.
3. Pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
4. Pertumbuhan pemakai computer yang terus bertambah
dari tahun ke tahun.
Threats:
1. Pendapatan per kapita rendah.
2. Proteksi property intektual yang rendah dari pemerintah.
3. Persaingan yang ketat antar kompetitor.
4. Lenovo – IBM bergabung.

Kesimpulan Masalah
Dell berhadapan dengan rival dari Perusahaan PC Asia seperti
Acer, Toshiba dan Lenovo. Pasar Dell yang mendominasi High
end customer tidak menjangkau Low end. Pasar Asia tidak
berpatokan pada merek tetapi lebih kepada harga dan fisik
produk.