Anda di halaman 1dari 4

Kontrol dan monitoring kualitas air pada Aquaculture berbasis Web

Monitoring dan kontrol kualitas air pada Aquaculture benih ikan botia berbasis Web

Parameter yang akan diatur :

1.pH

2.Suhu

3.Oksigen

4.Flow

Control dan monitoring ini dilakukan berdasarkan habitat ekosistem ikan tertentu

Parameter yang akan dikontrol yaitu suhu,ph,oxygen dan juga aliran

Dengan menggunakan sensor:

pH: sensor analog pH meter DF Robot yang dapat melakukan pengukuran pH dari 1 hingga 14

Suhu: sensor suhu DS18B20 (-55 C hingga 125 C)

Oksigen: DO Atlas Scientific (0,01 hingga 35,99 mg/L)

Flow : flow meter merk OOTDTY


Quarium boyu : ASD5-1 (7.6L)

Untuk monitoring nya yaitu dengan menggunakan modul nodemcu untuk komunikasi antara arduino
dan android , data suhu,ph, dan oksigen dapat dimonitoring secara real time dalam jangkauan yang jauh
, untuk monitoring secara langsungnya yaitu melalui lcd yang akan dipasang pada aquarium .

Atau monitoringnya dengan melihat di database mysql (berbasis web server)

Untuk pengembangannya dapat juga ditambahkan dengan SMS alert (peringatan )


Cara kerja alat secara umum :

Dalam sebuah aquarium terdapat beberapa sensor yang digunakan sebagai parameter uji kualitas
air aquarium . Sensor tersebut terdiri dari sensor pH,suhu,oksigen dan aliran air . Nilai
ph,suhu,oksigen dan aliran air diatur sesuai dengan nilai yang diinginkan. Output yang dihasilkan
oleh sensor akan mengaktifkan actuator yang berbeda . Dengan sensor pH nilai pH akan diukur
setiap saat, nilai pH diatur pada range xpH-xpH apabila air tersebut dengan pH rendah maka akan
mengaktifkan actuator valve yang akan membuka keran yang akan mengalirkan cairan penetral
pH untuk mengembalikan kondisi pH, Sebaliknya jika pH dinilai terlalu tinggi maka actuator valve
akan mengalirkan cairan pH penetral pH. Sensor suhu yang digunakan adalah sensor suhu
DS18B20 sensor ini memiliki kemampuan tahan terhadap air. Suhu dalam aquarium nilainya dijaga dr
24 derajat celcius 28 derajat celcius . Apabila suhu dalam aquarium dinilai terlalu rendah maka
actuator berupa heater akan aktif sampai suhu yang diinginkan tercapai. Dengan sensor oksigen DO
dari Atlas Scientific dengan probe range sensitivitas 0 - 20 mg/l nilainya akan diatur sesuai dengan
yang diinginkan , jika oksigen yang diinginkan belum tercapai maka akan mengaktifkan .. .
Pengaturan aliran air dalam aquarium juga harus diatur tidak boleh terlalu cepat
,maka akan mengaktifkan actuator.
Data dari hasil monitoring dikirim secara nirkabel dari mikrokontroller ke web dengan menggunakan
komunikasi GSM/GPRS menggunakan core IC SIM900A. Data akan diupdate secara realtime dan
ditampilkan dalam bentuk grafik, gauge dan data text pada sebuah aplikasi dekstop, disimpan pada
data logger SD card dan database MySQL.

Alat yang diperlukan


1. Arduino uno / mega
2.Sensor ph,oksigen,flow meter,DO
3. SIM 900A
4. RTC
5.Modul SD Car24
6.Aktuator Valve
7.Selang
8.Filter
9.Akuarium
Range suhu = 24-30
Oksigennya = 3-7 ppm
PH = 6.5 8
Pengukuran suhu dilakukan tiap hari dan ph seminggu sekali
Untuk filternya memakai kerang , atau bisa juga dengan menggunakan cairan
Air yang digunakan sebaiknya mengalir karena jika air mengalir oksigennya lebih baik .
Airnya dibersihkan secara manual setiap hari. Dibuang kotorannya terus diganti diisi sebanyak yang
dibuang.
Alat yang diperlukan dan estimasi harga
1. Arduino uno / mega
2.Sensor
ph, = 900.000
suhu = 30.000
oksigen =4.500.000
flow meter
4. RTC = 40.000
5.Modul SD Card =25.000
6..Heater aquarium = 60.000
7.Selang =
8.Filter = 60.000
9.Akuarium =300.000
10. Aerator ( untuk oksigen) 1 output = 35.000
11. nodemcu/esp untuk ke webnya