Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis.
Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan
mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat
dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur
di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri
maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa
membangun konsentrasi kita sendiri.
Membaca merupakan kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman
yang baik dan menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan berpasrah diri. Untuk memperoleh
itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan menjadi bahan yang bermakna. Bagaimana
kita bisa memperoleh makna yang terkandung jika hanya diam, sementara teks bacaan adalah
benda mati ? jadi, kitalah yang sebenarnya aktif.
Bahkan bukan hanya pemahaman yang di tuntut dalam membaca, melainkan juga
penggolahan bahan bacaan secara kritis dan kreatif. Membaca bukan hanya proses mengingat,
melainkan juga proses kerja mental yang melibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis dan kreatif
seperti yang telah di singgung di atas tadi.
Atau lebih berarti bila ia mampu menerapkanya dalam kehidupan secara nyata. Tak bisa
di pungkiri saat ini bahwa pengajaran membaca itu telah berakhir bila seseorang dapat
memvokalkan simbol-simbol tulis. Jangan heran bila ada seorang murid SMA atau MA masih
terbiasa membaca buku pelajarannya dengan suara keras, Tak bisa di salahkan mereka itu.
Sebab, selama itu pula tak ada yang mengoreksi Membaca sangat berpengaruh basar pada
kehidupan sehari-hari, itulah makanya seseorang yang pengetahuannya luas dan Aktual selalu
membaca , mambaca, dan membaca terus.

1
B. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ada dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Apa yang di maksud dengan membaca dan membaca cepat.
2. Bagaimana manfaat-manfaat membaca dan membaca cepat.
3. Apa tujuan membaca dan membaca cepat.
4. Apa saja hambatan-hampatan dalam membaca dan membaca cepat dan cara
memngatasinnya.

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan di dalam makalah ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah-masalah yang ada dalam membaca dan
membaca lanjut maupun cara mengatasinnya.
2. Agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang membaca.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Membaca
Definisi membaca menurut para ahli :
1. Tampubolon (1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan
mental untuk menemukan makna dari tulisan, maupun dalam kegiatan itu terjadi proses
pengenalan huruf-huruf
2. Smith (ginting, 2005) bahewa membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman
dari teks yang tertulis.
3. Burn, Roy dan ross (1984) merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian
mengintererpretasikan simbol, atau kata yang di lihat atau mempersepsikan, mengenali
hubungan antara kata-kata yang di tulis oleh penulis.
4. Tarigan (1985) adalah suatu proses yang dilakukan serta di pergunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri
dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat
pada lambang-lambang tertulis.
5. Bonomo (tarigan, 1985) adalah memetik serta memahami arti makna yang terkandung di
dalam bahan tulis
6. Davies (sugiarto,2001) adalah suatu proses mental atau proses kognetif yang didalamnya
seorang pembaca di harapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.
7. Cole (1963) menjelaskan bahwa membaca juga dapat menimbulkan rasa aman dan
merelasikan diri dalam kehidupan pribadi seperti hubungan yang lebih baik dengan keluarga
dan kelompok, perubahan sikap, ide-ide baru serta semakin menghargai berbagai aktifitas
dalam kehidupan.

Berbagai definisi tentang membaca telah dipaparkan di atas, dan dapat disimpulkan bahwa
membaca adalah kegiatan fisik atau mental, yang menuntut seseorang untuk
menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif dan kritis sebagai pola komunikasi
dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan memperoleh informasi
sebagai proses tranmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran
sepanjang hayat (life-long learning).

3
B. Manfaat Membaca
Betapa pun besarnya manfaat dari membaca buku, jika masyarakatnya kurang memiliki
kesadaran tentang pentingnya membaca buku, terciptanya suatu peradaban yang lebih baik
menjadi suatu keniscayaan. Disamping faktor lain yang menjadi penyebab kurangnya minat
baca, di antaranya budaya menonton lebih mendominasi dari pada budaya baca, mahalnya
harga kertas yang berimbas harga-harga buku menjadi mahal, dan kurangnya sosialisasi dari
pemerintah tentang pentingnya membaca buku.
Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang
pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat
baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus
banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi.
Jepang, Amerika, Jerman, dan negara maju lainnya yang masyarakatnya punya tradisi
membaca buku, begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan
buku sebagai sahabat yang menemani mereka kemana pun mereka pergi, ketika antre membeli
karcis, menunggu kereta, di dalam bus, mereka manfaatkan waktu dengan kegiatan produktif
yakni membaca buku. Di Indonesia kebiasaan ini belum tampak.
Menumbuhkan kebiasaan membaca harus dimulai dari keluarga. Orang tua berperan
penting dalam menumbuhkan kegemaran membaca buku anak-anaknya. Untuk menjadikan
anak memiliki kegemaran membaca, memang tidak semudah membalikkan telapak
tangan. Pepatah Inggris mengatakan we first make our habits, then our habits make us. Sebuah
watak akan muncul, bila kita membentuk kebiasaan terlebih dahulu. Artinya, bila orang tua
ingin anaknya mempunyai kegemaran membaca buku, maka membaca buku perlu dibiasakan
sejak kecil.
Disamping perlunya keteladanan dari orang tua sendiri.Saat ini, biaya pendidikan kian
membumbung. Hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmati pendidikan formal sampai
jenjang perguruan tinggi. Bagi mereka yang belum beruntung dari aspek ekonomi, sehingga
tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi, mestinya tidak berkecil hati. Membaca buku
menjadi alternatif untuk bisa menjadi terpelajar layaknya orang yang mengikuti pendidikan
formal.
Di bawah ini yang merupakan salah satu manfaat membaca sebagai berikut :

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.


2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan
orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam
bertutur kata.
5. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan
pemahaman.
7. Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan
orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.

4
8. Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk
mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai
disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan
menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
10. Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai
tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk
menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis diantara baris demi baris
(memahami apa yang tersirat).
Setelah kita mengetahui manfaat membaca selanjutnya kita harus mengetahui tujuan
membaca itu apa, karena bagaimana kita membaca tidak mengetahui tujuan membaca itu
seperti apa.

C. Tujuan membaca
Dengan berinisiatif untuk mengadakan perpustakaan / koleksi buku bacaan di rumah,
apa berarti kita telah / ingin menjadi seorang kutu buku? Satu hal yang perlu kita sadari di sini
bahwa membaca itu bukan tujuan. Membaca adalah salah satu bekal atau jalan untuk mencapai
tujuan. Tujuannya adalah agar kita terbiasa dengan pola hidup yang mengedepankan kapasitas
intelektual, nalar yang sehat, mandiri dalam mengambil keputusan, berwawasan luas, dan kaya
referensi dalam mengatasi persoalan.
Jadi, mau kita menjadi kutu buku atau tidak, sejauh praktek hidupnya nanti itu menjadi
lebih baik, berarti kita sudah pada track yang tepat. Tapi kalau membaca hanya untuk
membaca, ini sama seperti sindiran Kitab Suci yang mengatakan bagai keledai mengangkut
buku di kepalanya. Buku itu tak mencerahkan dia, melainkan malah membebani hidupnya.
Supaya kita tercerahkan hidup dari bacaan, yang perlu kita perhatikan adalah memilih
materi bacaan. Kata Jim Rohn, membaca itu sangat penting, tetapi yang lebih sangat penting
lagi adalah memilih bacaan yang pas. Biasanya, bacaan yang tidak sesuai dengan keadaan kita
hanya berguna dipakai untuk bercakap-cakap atau kurang ngefek pada perbaikan praktek
hidup.
Karena itu, koleksi buku yang kita persiapkan di rumah pun perlu kita sesuaikan
dengan kebutuhan perkembangan kita atau anak kita. Yang ideal, koleksi buku itu perlu ada
bacaan umum (pengetahuan umum) dan bacaan khusus yang sesuai dengan minat, bakat, hobi,
atau kebutuhannya, misalnya cerita pahlawan yang membangkitkan, dan lain-lain.

D. Hambatan Hambatan Membaca


1. Rendahnya Motivasi
Sering kali saat membaca, kita tidak memiliki motivasi yang kuat atas bahan bacaan.
Motivasi yang kurang ini secara mental akan membuat kita membaca dengan lambat dan otak
tidak dirangsang untuk bekerja dan memahami apa yang kita baca.
Kunci untuk mengatasi hambatan ini adalah : selalu tanyakan pada diri kita sendiri
AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku?) saat membaca satu bacaan. Pakailah 5W+1H untuk
mematok target kapan bahan bacaan itu akan diselesaikan.

5
2. Sulit Berkonsentrasi
Ketika kita tidak berkonsentrasi, informasi yang diterima oleh mata yang diteruskan
ke otak tidak mendapat perhatian yang cukup sehingga kita kehilangan pemahaman atas bahan
bacaan dan harus mengulangnya berkali-kali. Pengulangan ini disebut sebagairegresi.
Kunci untuk mengatasi hambatan ini adalah mencari suasana yang menyenangkan dan
nyaman saat membaca, yang jauh dari kebisingan dan mempunyai cahaya penerangan yang
cukup. Agar bisa menyerap informasi dengan maksimal, posisi alfa (posisi duduk tegak, rileks,
dengan kedua telapan kaki menyentuh lantai) saat membaca sangat dianjurkan.

E. Kebiasaan Buruk Dalam Membaca Dan Tips Mengatasinya


1. Vokalisasi ( Membaca dengan bersuara)
Yakni mengucapkan kata demi kata secara lengkap, bisa dengan bersuara lantang,
ataupun dengan suara samar/tidak jelas (menggumam). Untuk mengetahui apakah kita
mengucapkan kata-kata atau tidak, letakkan tangan di leher ketika membaca. Bila getaran
terasa di jakun, itu berarti kita membaca dengan bersuara.
Tips Mengatasinya :
Lakukan gerakan seperti meniup (bibir bersiul) pada saat membaca, dan letakkan
tangan di leher.
2. Gerakan Bibir
Menggerakkan bibir pada saat membaca, walaupun tanpa bersuara, juga akan membuat
kecepatan baca menjadi melambat 4 kali dibandingkan jika membaca dengan diam/tanpa
bersuara.
Tips Mengatasinya :
Rapatkan bibir kuat-kuat. Tekanlah lidah ke langit-langit atas, Mengunyah permen
karet, Bibir dalam posisi bersiul, tapi tanpa suara.
3. Gerakan Kepala
Saat masa kanak-kanak, jangkauan penglihatan kita tidak memungkinkan menguasai
penampang bacaan (dari kiri hingga kanan). Karena itulah kita menggerakkan kepala dari kiri
dan kanan untuk membaca baris-baris bacaan secara lengkap. Saat dewasa, jangkauan
penglihatan kita telah mampu menguasai penampang tersebut secara optimal, sehingga
seharusnya mata saja yang bergerak. Namun demikian, karena kebiasaan masa kecil, kita masih
sering menggerak- gerakkan kepala dengan menggesernya.
Tips Mengatasinya :
- Letakkan telunjuk jari ke pipi dan sandarkan siku tangan ke meja selama membaca. Apabila
terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala, itu berarti Anda masih menggerakkan kepala dalam
membaca. Usahakanlah untuk menghentikannya.
- Tangan memegang dagu, seperti memegang jenggot. Bila kepala Anda bergerak, terasa dagu
Anda juga bergeser. Usahakanlah untuk menghentikan gerakan itu.
- Letakkan ujung Jari di hidung. Bila kepala anda bergerak, anda akan menyadarinya.
Berusahalah untuk menghentikannya.

6
4. Menunjuk Dengan Jari
Kebiasaan ini timbul karena saat masih belajar membaca, kita selalu menunjuk kata
demi kata dengan jari, agar tak ada kata yang terlewati. Kebiasaan ini sering dipertahankan
hingga dewasa, padahal sangat menghambat kecepatan baca, Karena gerakan tangan lebih
lambat dari pada gerakan mata.
Tips Mengatasinya :
Memasukkan tangan ke saku ketika membaca, Memegang buku selama membaca.
5. Regresi
Dalam membaca, mata bergerak dari kiri ke kanan untuk menangkap kata-kata yang
terletak berikutnya. Namun sering mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang
suatu kata atau beberapa kata sebelumnya. Kebiasaan inilah yang disebut dengan regresi. Hal
ini kebanyakan dilakukan karena merasa kurang yakin dalam memahami kata atau kalimat
sebelumnya.
Tips Mengatasinya :
- Menanamkan kepercayaan diri pada saat membaca. Jangan terpaku pada detail.
- Bila anda merasa ada yang terlewati, biarkan saja.
- Berkonsentrasilah dalam membaca, jangan sampai melamun.
6. Subvokalisasi
Yakni melafalkan kata-kata dalam batin/pikiran. Kebiasaan ini juga menghambat
karena konsentrasi akan lebih terfokus pada bagaimana melafalkan dengan benar, dan
bukannya memahami ide yang terkandung dalam kata-kata tersebut.
Tips Mengatasinya :
- Memperlebar jangkauan pandangan mata (fiksasi), sehingga mata dapat menangkap beberapa
kata sekaligus. Dengan cara ini, otak akan menyerap informasi berdasarkan ide garis besarnya
yang terdiri dari gabungan kata, dan tak terpaku pada pelafalannya.

F. Fungsi Membaca
Kemampuan membaca merupakan kemampuan dasar, karena hampir semua
kemampuan untuk mendapatkan informasi bergantung pada kemampuan tersebut.
Kegiatan membaca mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya
nalar kita. Contoh : membaca buku-buku pelajaran, karya ilmiah, tesis, skrifsi , dll. (Amir,
1996:4)
2. Fungsi pemacu kreatifitas
Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakan diri kita untuk berkarya didukung
oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata.Contoh buku ilmiah, bacaan sastra.

7
3. Fungsi praktis
Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam
kehidupan, misal : teknik memotret, cara merawat tanaman, resep membuat masakan dan
minuman, dll.
4. Fungsi religious
Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas
budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Fungsi informative
Dengan banyak membaca bacaan, informasi lebih cepat kita dapatkan.Contoh : dengan
membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau
kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Fungsi Rekreatif
Membaca digunakan sebagai upaya menghibur diri, mengadakan tamasya yang
mengasyikan.Contoh : novel-novel, cerita humor, karya sastra, dll.
7. Fungsi Sosial
Kegiatan membaca mempuyai fungsi sosial yang tinggi manakala dilaksanakan secara
lisan atau nyaring. Dengan demikian, kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan
oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan befikir. Contoh : pembacaan berita,
pengumuman, dll.
8. Fungsi pembunuh sepi
Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu,
mengisi waktu luang.Contoh : membaca majalah, surat kabar, dll.(Amir, 1996:5)

G. Jenis-Jenis Membaca
1. Membaca Nyaring
Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring)
kepada orang lain. Karena tujuan utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca
bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi
bahasa saja, melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar pesan-
pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambing-lambang bunyi bahasa tersebut
dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang mendengarnya. Dengan
demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah.
Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan
dengan membaca dalam hati.
2. Membaca dalam Hati
Membaca dalam hati atau membaca diam, memang tidak ada suara yang keluar, yang
aktif bekerja adalah mata dan otak saja, Tampubolon (1998:21). Ikhwal diamnya alat ucap ini
saat melakukan membaca dalam hati perlu perlu dicermati oleh guru, sebab hingga saat ini
masih banyak siswa saat mereka membaca dalam hati, tetapi pada saat yang sama alat ucap
mereka turut aktif. Misalnya, membaca sambil bersuara seperti berbisik, atau dengan bibir
bergerak-gerak, atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan, atau membaca
sambil menunjuk baris bacaan dengan jari, pensil, atau alat ucap lainnya. Hal-hal semacam ini
secara perlahan harus segera dihilangkan karena akan menghambat lancarnya membaca dalam
hati.

8
3. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa
diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-
bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam
memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.
4. Membaca Intensif
Membaca intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara
saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari
bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk
menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

H. Teknik Membaca
Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi yang dibutuhkan sudah ditentukan
lebih dahulu. Konsentrasi perhatian dan pikiran dapat diarahkan pada informasi itu.
Teknik-teknik membaca yang umum dikenal adalah sebagai berikut :
a) Teknik baca-pilih atau selecting
Yaitu membaca bahan bacaan atau bagian-bagian bacaan yang dianggap relevan atau
mengandung informasi yang dibutuhkan pembaca. Dalam hal ini, sebelum membaca, pembaca
telah melakukan pemilihan/seleksi bahan terlebih dahulu.
b) Teknik baca-lompat atau skipping
Yaitu membaca dengan loncat-loncatan. Maksudnya, bagian-bagian yang dianggap
tidak relevan dengan keperluan atau bagian-bagian yang sudah dikenal/difahami tidak
dihiraukan. Bagian bacaan yang demikian dilompati untuk mencapai efektivitas dan efesiensi
membaca.
c) Teknik baca-layap atau skimming
Lebih dikenal dengan istilah membaca sekilas, yaitu membaca dengan cepat atau
menjelajah untuk memperoleh gambaran umum isi buku atau bacaan laiannya secara
menyeluruh. Selain itu, teknik ini juga dapat diterapkan sebagai dasar memprediksi apakah
suatu bacaan atau bagian-bagian tertentu dari bacaannya itu berisi informasi tertentu. Seorang
pembaca yang menggunakan teknik skimming hanya memetik ide-ide pokok bacaan atau hal-
hal penting atau intisari suatu bacaan. Teknik ini dipergunakan untuk mengenali topik,
mengetahui pendapat orang (opini), mengetahui bagian penting tanpa harus membaca seluruh
bacaan, atau menyegarkan apa yang pernah dibaca, misalnya dalam persiapan ujian atau
ceramah.
d) Teknik baca-tatap atau scanning atau dikenal juga dengan istilah sepintas
Yaitu suatu teknik pembacaan sekilas cepat, tetapi teliti dengan maksud untuk
memperoleh informasi khusus/tertentu dari bacaan. Membaca yang menggunakan teknik ini
akan langsung membaca bagian tertentu dari bacaan yang berisi informasi/fakta yang
diperlukannya tanpa menghiraukan bagian-bagian lain yang dianggapnya tidak relevan.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ada pun pengertian membaca sebagai berikut, Membaca adalah merupakan aktivitas
yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor yang datangnya dari dalam diri pembaca dan
faktor luar. Dalam pengertian awam, membaca membaca adalah proses produksi yang
menghasilkan pengetahuan, pengalaman, dan sikap-sikap yang baru.
Dalam membaca banyak mengalami kebiasaan-kebiasaan buruk seperti : Vokalisasi,
Sup Vokalisasi, Gerakan bibir, Gerakan kepala dan regresi atau pengulangan kata. Dan
memberikan solusinya untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain membaca, terdapat juga bermacam-macam tehnik dan fungsi dalam membaca
seperti, Teknik baca-pilih atau selecting, Teknik baca-lompat atau skipping, Teknik baca-layap
atau skimming, Teknik baca-tatap atau scanning atau dikenal juga dengan istilah sepintas.

B. Saran
Membaca sangat penting bagi kita, karena dengan membaca kita bisa memperoleh manfaat
yang salah satunya dapat menambah pengetahuan kita. Untuk itu mari kita membaca, mambaca
dan terus mambaca.

10
DAFTAR PUSTAKA

Rahim, Farida. 2009. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
https://www.scribd.com/doc/230944401/CONTOH-MAKALAH-MEMBACA
http://lifeiseducation09.blogspot.com
http://nengdwicokstr.blogspot.com
http://sobarudin.blogspot.com

11