Anda di halaman 1dari 8

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

REVIEW JURNAL
COUNTRY-SPESIFIC FACTORS RELATED TO FINANCIAL REPORTING AND THE
VALUE RELEVANCE OF ACCOUNTING DATA

OLEH:
KELOMPOK 5

Ida Ayu Trisna Yudi Asri (1681611001/ 02)


Ni Made Sintya Surya Dewi (1681611003/ 04)
Made Yessi Puspitha (1681611009/ 10)
Ni Made Wiwekandari (1681611010/ 11)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
1. RINGKASAN
1.1 Hal Yang Diuji Dalam Penelitian
Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara ukuran relevansi nilai data akuntansi
dengan beberapa faktor spesifik dari suatu negara. Relevansi nilai atau kemampuan data atau
informasi akuntansi untuk menjelaskan nilai perusahaan yang dapat dilihat dari variabel
akuntansi, yaitu earnings dan book value of equity untuk pengembalian sekuritas (security
returns). Terdapat lima faktor spesifik yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain Source of GAAP,
Accounting Cluster, Financial-Tax Alignment, Spending on Auditor Services dan Principal Factor.
1.2 Penelitian-Penelitian Sebelumnya
Mueller, Gernon dan Meek (1994) menemukan bahwa terdapat permintaan yang lebih
rendah untuk menerbitkan laporan keuangan yang memiliki relevansi nilai yang cenderung
terjadi pada negara yang menganut sistem bank-oriented. Choi dan Mueller (1991) serta Joos dan
Lang (1994) memiliki temuan penelitian bahwa relevansi nilai cenderung lebih rendah ketika
peraturan pajak secara signifikan mempengaruhi pengukuran akuntansi keuangan. Alford, Jones,
Leftwich dan Zmijewski (1993) menghasilkan temuan bahwa relevansi nilai data akuntansi
keuangan untuk negara-negara yang dipertimbangkan lebih dipengaruhi oleh nilai akrual
dibandingkan nilai kas. Joos dan Lang (1994) serta Gray, Campbell dan Shaw (1984)
menemukan bahwa aturan akuntansi di negara-negara yang menganut sistem bank-oriented
cenderung menekankan penilaian terhadap item neraca. Kothari dan Sloan (1992) serta Jacobson
dan Aaker (1993) juga menemukan bahwa hubungan antara angka akuntansi dan metrik pasar
saham, seperti tingkat pengembalian (return), dipengaruhi oleh perbedaan antar-negara dan
sejauh mana informasi di laporan keuangan. Sedangkan Choi, Harris, Leisenring dan Wyatt
(1992) menghasilkan temuan bahwa negara-negara dengan tuntutan publikasi laporan keuangan
yang rendah cenderung menggunakan praktik akuntansi dengan relevansi nilai yang rendah pula.
1.3 Skema Riset
Skema yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Konsep Penelitian
1. Debt to Asset Ratio
2. Domestic Firms to Population Ratio
3. Sources of GAAP Security Return
4. Accounting Cluster
5. Financial-Tax Alignment
6. Spending on Auditor Services
Kerangka Berpikir
1.4Teoritis :
Kajian Kajian Empiris:
1.5
Country-Specific Factors
1.6 System : Bank or Market Oriented
Financial Gray, Campbell dan Shaw
Financial
1.7 Reporting: Source of GAAP, (1984)
Accounting
Rumusan Masalah Choi dan Mueller (1991)
1.8 Cluster, Financial-Tax
Aligment,Principal
1.9 Factor, Spending on Choi dan Mueller (1992)
Auditing
1.10 Services Hipotesis Choi, Harris, Leisenring dan
Value Relevance of Accounting Data Wyatt (1992)
Value Relevance of Earnings Alford, Jones, Leftwich dan
Value Relevance of Accruals Uji Statistik Zmijewski (1993)
Combined Value Relevance Jacobson dan Aaker (1993)
Konsep
EarningPenelitian
& Book Value of Equity
Hasil Joos dan Lang (1994)
Control for the Price Leading Financial
Mueller, Gernon dan Meek
Reporting
1.4 Alat Effect
Analisis (1994)
Kesimpulan dan Saran
Penelitian ini menggunakan pengujian Spearman Correlations untuk mengetahui apakah
ada keterkaitan yang kuat pada sebagian besar variabel yang berbeda. Kemudian, penelitian ini
juga menggunakan Factor Analysis untuk menyelidiki apakah variabel-variabel yang digunakan
dapat mewakili faktor spesifik pada negara-negara yang diuji. Untuk menguji relevansi nilai laba
menggunakan Regression Approach untuk membandingkan kekuatan penjelas pada laba di
negara-negara yang berbeda, disesuaikan dengan perbedaan tahun, industri dan ukuran
perusahaannya, serta Hedge Portfolio Approach untuk mengontrol perbedaan antarnegara dalam
penyebaran market-adjusted returns. Analisis regresi 15 bulan dan 24 bulan market-adjusted
returns juga digunakan untuk menghitung Price Leading Financial Report Effect.
1.5 Hasil Uji Hipotesis
1) Hipotesis 1 diterima, yaitu value relevance dan financial reporting berhubungan dengan
country-specific factors. Seluruh korelasi berada pada arah yang diperkirakan dan
signifikan pada tingkat yang ditentukan.
2) Hipotesis 2 diterima, yaitu terdapat hubungan antara value relevance dan country-specific
factors dengan kontrol price leading financial report effects.
1.6 Simpulan Hasil Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai relevansi laporan keuangan lebih rendah: (1)
untuk negara-negara dengan sistem keuangan yang berorientasi pada bank dibandingkan dengan
berorientasi pada pasar; (2) pada kondisi badan di sektor swasta yang tidak terlibat dalam proses
penetapan standar; (3) pada kondisi praktik akuntansi mengikuti model negara Continental yang
bertentangan dengan model British-America; (4) pada kondisi peraturan pajak memiliki
pengaruh lebih besar pada pengukuran akuntansi keuangan; dan (5) pada kondisi pengeluaran
pada jasa audit relatif rendah. Selain itu, hasil yang kuat untuk pengukuran-pengukuran alternatif
data akuntansi keuangan (pengukuran relevansi nilai) dan hasil penelitian memiliki indikasi yang
kuat untuk menggunakan pengukuran relevansi nilai yang disesuaikan untuk mengontrol efek
price leading financial reports.
2. MOTIVASI PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kembali dan melakukan pengembangan
penelitian tentang hubungan relevansi nilai data akuntansi keuangan dengan beberapa faktor
spesifik dari suatu negara yang pernah diterapkan. Peneliti juga termotivasi karena masih terjadi
perdebatan dan menjadi pertanyaan apakah relevansi nilai dari laporan keuangan tersebut dapat
diterima sebagai acuan pengaturan standar pelaporan keuangan.
3. MASALAH PENELITIAN
Permasalahan dalam penelitian ini adalah peneliti ingin menguji hubungan antara ukuran-
ukuran dari relevansi nilai data akuntansi keuangan dengan lima faktor spesifik dari negara
(country-specific factors).
4. LANDASAN TEORI
1) Country-Specific Factors
(1) Financial System Menurut Berglof (1990) terdapat dua jenis sistem keuangan, yaitu
bank-oriented yang sangat terkait dengan dunia bisnis karena memasok sebagian besar
kebutuhan modal bisnis tersebut karena bank telah terkonsentrasi pada utang jangka
panjang dan bank juga memiliki akses langsung terhadap informasi perusahaan sehingga
mengurangi permintaan untuk mempublikasikan laporan keuangan. Di sisi lain, sistem
market-oriented terkait dengan investor yang sangat beragam tanpa akses langsung
terhadap informasi perusahaan. Padahal, para investor cenderung sangat bergantung pada
pengungkapan informasi akuntansi yang akan digunakan untuk monitoring. Oleh karena
itu, sistem market-oriented diharapkan dapat menunjukkan relevansi nilai yang lebih baik
dari negara yang menganut sistem bank-oriented. Peneliti menggunakan dua pengukuran
terkait hal ini, yaitu menggunakan Debt-to-Asset Ratio (DAR) dan Domestic Firms-to-
Population Ratio.
2) Financial Reporting
(1) Source of GAAP Pengukuran didasarkan pada pengaturan standar, apakah hanya
berdasarkan peraturan pemerintahan atau melibatkan pihak swasta.
(2) Accounting Cluster Pengukuran didasarkan pada pengelompokkan praktik akuntansi
Continental atau British-American. Model Continental memiliki kecenderungan peran
profesi akuntansi yang terbatas, sedangkan model British-American cenderung didominasi
oleh peran profesi akuntansi, sedangkan peran pemerintah terbatas, selain itu model ini
menekankan pada kepentingan pasar modal dan penyajian yang jujur, wajar dan dapat
diaudit.
(3) Financial-Tax Alignment Pengukuran didasarkan pada keselarasan pajak dan keuangan,
apakah keselarasannya dinilai tinggi atau rendah.
(4) Spending on Auditing Services Pengukuran didasarkan pada total biaya dari 10
perusahaan akuntan terbesar suatu negara sebagai persentase dari produk domestik bruto.
(5) Principal Factor Merupakan faktor utama yang diperoleh dari analisis faktor dengan
masukan dari 6 variabel di atas.
3) Value Relevance of Accounting Data
(1) Value Relevance of Earnings Pengukuran didasarkan pada 2 metode, yaitu Regression
Approach dan Hedge Portfolio Approach.
(2) Value Relevance of Accruals Relevansi nilai akrual dinilai berdasarkan pengaruh praktik
akuntansi yang terutama mempengaruhi akrual dan bukan cash, sehingga peneliti menguji
secara berbeda hubungan antara relevansi nilai akrual dan country-specific factors.
(3) Combined Value Relevance Earning & Book Value of Equity Akuntansi dalam sistem
keuangan berbasis bank-oriented cenderung menekankan penilaian pada neraca untuk
memastikan apakah perusahaan mempertahankan sumber yang cukup untuk membayar
utang, sehingga peneliti mempertimbangkan relevansi nilai dari laba dan nilai buku
ekuitas.
(4) Control for the Price Leading Financial Report Effect Pengukuran didasarkan pada
analisis regresi 15 bulan dan 24 bulan market-adjusted returns.
5. HIPOTESIS
H1 : Terdapat hubungan antara value relevance dan financial reporting dengan country-
specific factors.
H2 : Terdapat hubungan antara value relevance dan country-specific factors dengan
kontrol price leading financial report effects.
6. KARAKTERISTIK PENELITIAN
6.1 Rantai Kausal dan Validitas Logika
Penelitian ini menjelaskan rantai kausal dan validitas logika dengan baik karena peneliti
melakukan pemaparan diawali dengan pendahuluan termasuk didalamnya memaparkan masalah
penelitian dimana masalah yang dipaparkan cukup jelas dan dapat menjawab masalah penelitian,
dilanjutkan dengan pemaparan kajian pustaka, pengembangan hipotesis.
6.2 Pengendalian Variabel Extraneous
Variabel extraneous dalam penelitian ini dapat dikendalikan dengan melakukan
pengambilan sampel melalui metode purposive sampling dengan kriteria 1) Negara yang diteliti
harus memiliki minimal 60 perusahaan yang layak diobservasi pada tahun amatan, 2) Perusahaan
yang digunakan adalah dari sektor manufaktur. Peneliti juga memperoleh data akuntansi, harga
saham dan return saham tahun 1986-1995 dari Global Vantage Database. Selain itu, peneliti
menggunakan kriteria Alford, Jones, Leftwich dan Zmijewski (AJLZ) yang berfokus pada
perusahaan industri di setiap negara yang diteliti. Untuk setiap tahunnya, peneliti mempersiapkan
data untuk sampel, antara lain perhitungan tingkat perubahan arus kas, laba dan operasional
tahunan, serta nilai pasar ekuitas pada awal tahun fiskal dan return saham biasa selama 15 bulan
terakhir dari tiga bulan setelah tahun buku berakhir.
6.3 Validitas internal
Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi antar desain penelitian. Penelitian ini
memiliki tingkat validitas internal yang tinggi karena variabel-variabel yang diteliti sudah
didukung dengan teori dari penelitian sebelumnya dan pengukuran yang jelas. Kemudian,
peneliti juga mengembangkan hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya, sehingga
hipotesis ini kemudian dapat diuji secara empiris menggunakan uji statistik yang relevan. Oleh
karena itu, dalam penelitian ini dianggap terdapat konsistensi antara tujuan penelitian, teori,
hipotesis dan analisis data dalam penelitian.
6.4 Validitas Eksternal
Validitas eksternal berkaitan dengan sejauh mana kemampuan data untuk digeneralisasi
terhadap orang-orang, tempat, dan waktu (generalizability) penelitian diambil. Peneliti memilih
perusahaan yang hanya berfokus pada industri sehingga hasil penelitian ini belum dapat
digeneralisasi untuk semua jenis perusahaan.
6.5 Pengumpulan dan Analisis Data
Peneliti mengumpulkan data akuntansi, harga saham, dan return saham melalui database
Global Vantage 1995. Data yang dikumpulkan dari tahun 1986-1995. Analisis data mengenai
masing-masing observasi firm-year dilakukan dengan perhitungan level dan perubahan laba
tahunan dan aliran kas dari operasi, nilai pasar ekuitas di awal tahun fiskal dan return saham.
6.6 Uji Statistik
Penelitian ini menggunakan pengujian Spearman Correlations untuk mengetahui apakah
ada keterkaitan yang kuat pada sebagian besar variabel yang berbeda, serta menggunakan Factor
Analysis untuk menyelidiki apakah variabel-variabel yang digunakan dapat mewakili faktor
spesifik pada negara-negara yang diuji. Selain melakukan pengujian terhadap kelima hipotesis,
dengan menggunakan persamaan regresi yang diestimasi dengan pooled time series dan cross
section. Namun, dilakukan juga pengujian tambahan untuk mengontrol pengaruh price leading
financial reports terhadap hubungan pengukuran relevansi nilai dan faktor spesifik negara.
6.7 Konsistensi antara Masalah Penelitian, Hipotesis dan Analisis Data
Terdapat kekonsistenan antara masalah penelitian, hipotesis, dan analisis data dalam
penelitian ini. Hipotesis yang diajukan telah sesuai dengan masalah penelitian dan data penelitian
telah telah dianalisis dengan baik sehingga mampu memberikan bukti untuk mendukung atau
menolak hipotesis yang diajukan.
6.8 Konsistensi Hasil Pengujian dengan Simpulan
Hasil pengujian penelitian dan kesimpulan yang dipaparkan dalam penelitian telah
konsisten. Hasil pengujian telah dijelaskan secara rinci kemudian disimpulkan dengan baik dan
lebih ringkas. Konsistensi penelitian ini terlihat dari hasil pengujian dan kesimpulan.
6.9 Implikasi kebijakan
Implikasi kebijakan pada penelitian ini adalah riset ini memberikan informasi mengenai
hubungan antara ukuran relevansi nilai data akuntansi dan beberapa faktor spesifik dari negara
yang disarankan dalam penelitian sebelumnya. Riset ini juga dapat menjadi pertimbangan
perusahaan untuk dapat menerapkan sistem pelaporan keuangan yang tepat agar memperoleh
relevansi nilai yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Ashiq dan Hwang, Lee-Seok. 1999. Country-Specific Factors Related to Financial
Reporting and {PRIVATE} the Value Relevance of Accounting Data.