Anda di halaman 1dari 7

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

REVIEW ARTIKEL
A STUDY OF THE RELATIONSHIP BETWEEN CORPORATE GOVERNANCE
STRUCTURES AND THE EXTENT OF VOLUNTARY DISCLOSURE

OLEH:
KELOMPOK 5

Ida Ayu Trisna Yudi Asri (1681611001/ 02)


Ni Made Sintya Surya Dewi (1681611003/ 04)
Made Yessi Puspitha (1681611009/ 10)
Ni Made Wiwekandari (1681611010/ 11)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
1. RINGKASAN
1.1 Hal Yang Diuji Dalam Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah praktek corporate governance dapat
memperkuat atau memperlemah praktik earning management pada nilai perusahaan. Dengan
secara spesifik, praktek corporate governance yang diproksi dengan komisaris independen,
kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kualitas audit.
1.2 Penelitian-Penelitian Sebelumnya
Jensen dan Meckling (1976) menemukan bahwa kepemilikan manajerial berhasil menjadi
mekanisme untuk mengurangi masalah keagenan dari manajer dengan menyelaraskan
kepentingan-kepentingan manajer dengan pemegang saham. Teoh dan Wong (1993) berargumen
bahwa kualitas audit berhubungan positif dengan kualitas earnings. Dechow dkk (1996) bahwa
perusahaan memanipulasi laba lebih besar kemungkinannya apabila memiliki dewan komisaris
yang didominasi oleh manajemen dan lebih besar kemungkinannya memiliki Chief Executive
Officer (CEO) yang merangkap menjadi chairman of board. Johnson dkk (2000) memberikan
bukti bahwa rendahnya kualitas corporate governace dalam suatu negara berdampak negatif
pada pasar saham dan nilai tukar mata uang negara bersangkutan pada masa krisis di Asia.
Klapper dan Love (2002) menemukan adanya hubungan positif antara corporate governance
dengan kinerja perusahaan. Balsam dkk (2002) menemukan hubungan yang negatif antar
discretionary accrual. Watfield et al (1995) Gabrielsen, et al (1997), Wedari (2004), Midiastuty
dan Machfoedz (2003) menemukan hubungan praktek corporate governance memiliki hubungan
yang signifikan terhadap earnings management. Wedari (2004) yang menyimpulkan bahwa
komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap discretionary accruals.
Watfield et al (1995) kepemilikan manajerial berhubungan dengan negatif dengan discretionary
accrual. Sedangkan, Siregar dan Bachtiar (2004); Darmawati (2003) memaparkan bahwa tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara praktek corporate governance terhadap earnings
manajement.
1.3 Skema Riset
Skema yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Kerangka Berpikir
Kajian Teoritis : Kajian Empiris:
Teori Agensi
Jensen Meckling (1976)
Corporate
Rumusan Masalah Teoh dan Wong (1993)
Governance
Watfield, et al (1995)
Earning
Gabrielsen, et al (1997)
Management
Hipotesis Johnson dkk (2000)
Nilai Perusahaan
Klapper dan Love (2002)
Kepemilikan
Balsam dkk (2002)
manajerial
Uji Statistik Wedari ( 2004)
Kepemilikan
Midiastuty dan Machfoedz (2003)
institusional
Siregar dan Bachtiar (2004)
Hasil Darmawati (2003)

Kesimpulan dan Saran


Konsep Penelitian

Variabel Independen: Variabel Dependen:


Praktik earning management Nilai perusahaan

Variabel Moderasi:
Praktek corporate governance
1.4 Alat Analisis
Penelitian ini menggunakan pengujian analisis regresi linear berganda. Sebelum melakukan
analisis regresi berganda, dilakukan pengujian asumsi klasik (asumsi heteroskedasitas dan
autokorelasi, multikolinearitas antar variabel independen) agar memenuhi sifat estimasi regresi
bersifat BLUES (Best Linear Unbiased Estimator).
1.5 Hasil Uji Hipotesis
H1: Hasil pengujian model pertama menunjukkan bahwa variabel eanings management,
variabel kontrol ukuran perusahaan yang secara statistik signifikan dengan earnings
management berpengaruh secara negatif terhadap nilai perusahaan.
H2: Pada pengujian model regresi kedua, kepemilikan manajerial dan kualitas audit
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan manajerial berpengaruh negatif
terhadap nilai perusahaan sedangkan kualitas audit berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan.
H3: Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa Komisaris Independen, Kualitas audit dan
Kepemilikan Institusional merupakan variabel pemoderasi antara Earnings Management dan Nilai
Perusahaan, sedangkan Kepemilikan Manajerial bukan merupakan variabel pemoderasi.
1.6 Simpulan Hasil Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) earnings management berpengaruh positif secara
signifikan terhadap nilai perusahaan, 2) variabel corporate governance yang mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap nilai perusahaan bervariasi tergantung model regresinya, 3)
komisaris independen, kualitas audit dan kepemilikan institusional merupakan variabel
pemoderasi antara earnings management dan nilai perusahaan, sedangkan kepemilikan
manajerial bukan merupakan variabel pemoderasi.

2. MOTIVASI PENELITIAN
Salah satu cara yang dilakukan manajemen dala proses penyusunan laporan keuangan yang
dapat mempengaruhi tingkat laba yang ditampilkan adalah Earnings Management yang
diharapkan dapat meningkatkan Nilai Perusahaan pada saat tertentu. Namun, Earnings
Management dapat menimbulkan masalah masalah keagenan (agency cost) yang dipicu dari
adanya pemisahan peran atau perbedaan kepentingan antara pemegang saham (principal) dengan
pengelola / manajemen perusahaan (agent). Hubungan praktek Corporate Governance memiliki
hubungan yang signifikan terhadap Earnings Management seperti penelitian yang dilakukan
Watfield et al., 1995, Gabrielsen, et al, 1997, Wedari 2004, Midiastuty dan Machfoedz, 2003.
Sedangkan menurut Siregar dan Bachtiar, 2004; Darmawati, 2003, tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara praktek Corporate Governance terhadap Earnings Manajement. Akibat adanya
ketidak konsistenan hasil penelitian, maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini.
3. MASALAH PENELITIAN
Masalah dalam penelitian ini yaitu:
1) Apakah earnings management berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan ?
2) Apakah praktek corporate governance berpengaruh positif baik secara bersama-sama
maupun parsial terhadap nilai perusahaan?
3) Apakah pengaruh earnings management terhadap nilai perusahaan diperlemah dengan
praktek corporate governance yang diproksi dengan komisaris independen, kepemilikan
manajerial, kepemilikan institusional dan kualitas audit?

4. LANDASAN THEORY
4.1 Teori Agency: Perspektif teori agensi merupakan dasar yang digunakan untuk memahami isu
corporate governanace dan earnings management. Adanya pemisahan kepemilikan oleh
principal dengan pengendalian oleh agen dalam sebuah organisasi cenderung menimbulkan
konflik keagenen diantara prinsipal dan agen.
4.2 Corporate Governance: Penelitian mengenai corporate governance menghasilkan berbagai
mekanisme yang bertujuan untuk meyakinkan bahwa tindakan manajemen selaras dengan
kepentingan shareholders (terutama minority interest).
4.3 Earning Management: Para manajer memiliki fleksibilitas untuk memilih beberapa
alternatif dalam mencatat transaksi sekaligus memilih opsi-opsi yang ada dalam perlakuan
akuntansi. Fleksibilitas ini digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengelola laba.
4.4 Nilai Perusahaan: Nilai-nilai perusahaan adalah dengan menggunakan Tobins Q. Rasio ini
merupakan konsep yang berharga karena menunjukkan estimasi pasar keuangan saat ini
tentang nilai hasil pengembalian dari setiap dolar investasi inkremental.
4.5 Kepemilikan Institusional: Investor institusional yang sering disebut sebagai investor yang
canggih (sophisticated) sehingga seharusnya lebih dapat menggunakan informasi periode
sekarang dalam memprediksi laba masa depan dibanding investor non instusional.
4.6 Kepemilikan Manajerial: Jensen dan Meckling (1976) menemukan bahwa kepemilikan
manajerial berhasil menjadi mekanisme untuk mengurangi masalah keagenan dari manajer
dengan menyelaraskan kepentingan manajer dengan pemegang saham.
4.7 Kualitas Audit: Teoh dan Wong (1993) berargumen bahwa kualitas audit berhubungan
positif dengan kualitas earnings yang diukur dengan Earnings Response Coeficient (ERC).
Karena pada saat penelitian ini Big six telah berubah menjadi big four, juga diduga bahwa
klien dari auditor non big four cenderung lebih tinggi dalam melakukan earnings
management.
4.8 Komisaris Independen: Teoh dan Wong (1993) berargumen bahwa kualitas audit
berhubungan positif dengan kualitas earnings yang diukur dengan Earnings Response
Coeficient (ERC). Karena pada saat penelitian ini Big six telah berubah menjadi big four,
juga diduga bahwa klien dari auditor non big four cenderung lebih tinggi dalam melakukan
earnings management.
5. HIPOTESIS
H1: Earnings management berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
H2: Praktek corporate governance berpengaruh positif baik secara bersamasama maupun
parsial terhadap nilai perusahaan.
H3: Pengaruh earnings management terhadap nilai perusahaan diperlemah dengan adanya
praktek corporate governance yang diproksi dengan komisaris independen,
kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kualitas audit.
6. KARAKTERISTIK PENELITIAN
6.1 Rantai Kausal dan Validitas Logika
Penelitian ini memiliki rantai kausal dan validitas logika yang baik karena peneliti telah
menjelaskan pendahuluan, landasan teori, dan pengembangan hipotesis, mengenai variabel
dependen dan independen. Penelitian ini menguji peran praktek corporate governance (yang
diproksikan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, direktur independen luar, kualitas
audit) sebagai variabel yang memoderasi pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan.

6.2 Pengendalian Variabel Extraneous


Variabel extraneous adalah variabel yang berada di luar kajian utama penelitian. Variabel
ekstraneous dalam penelitian ini dikendalikan menggunakan metode random sampling. Dalam
pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling dengan kriteria sebagai
berikut: (1) Perusahaan non keuangan yang telah listing di Bursa Efek Jakarta tahun 2004, 2005,
dan 2006, (2) Perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan (annual report) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember selama periode pengamatan 2004, 2005, dan 2006. Proses pengambilan
dilakukan secara random, dan (3) Perusahaan yang memiliki data mengenai komisaris
independen, Kepemilikan Institusional, kepemilikan manajerial dan auditor. Selain itu, variabel
extraneous dikendalikan oleh adanya variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan.

6.3 Validitas Internal


Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi antar desain penelitian. Validitas
internal pada penelitian ini tidak tercapai karena penelitian ini tidak dapat membuktikan
pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan dan hasil pengujian model regresi kedua,
dari empat variabel praktek corporate governance, peneliti hanya bisa menunjukkan dua variabel
yang berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan arah yang berbeda.

6.4 Validitas Eksternal


Validitas eksternal dari hasil riset merupakan kemampuan data untuk digeneralisasi
terhadap orang-orang, tempat dan waktu (generalizability). Validitas eksternal dari penelitian ini
rendah karena sampel hanya dilakukan pada perusahaan non keuangan saja dan pemilihan tahun
penelitian hanya 2004-2006 sehingga hasil dari penelitian ini kurang dapat menggambarkan
kondisi seluruh perusahaan di BEJ.

6.5 Pengumpulan dan Analisis Data


Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data kuantatif yang diperoleh dari Pusat
Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia yang berupa Laporan Tahunan yang dikeluarkan
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEJ, Indonesian Capital Market Directory (ICMD),
JSX Statistics, Fact Book dan Daftar Kurs Efek (DKE). Analisis data yang digunakan adalah
ordinary least square, t-test dan F-test.
6.6 Uji Statistik
Metode analisis yang digunakan adalah ordinary least square. Berdasarkan pengembangan
hipotesis maka dapat diterapkan sebagai berikut:
Qit = 0 + 1 EMit+2 UPit
Qit = 0 + 1 KomIndit + +2 KepManit + 3KAit+ 4 KepInstit + 5 UPit
Qit = 0 + 1 EMit +2 KomIndit + 3 KepManit + 4KAit+ 5 KepInsit+ 6 EM*KomIndit
+ 7 EM*KepManit + 8 EMit*KAit+ 9 EMit* KepInsit +10 UPit
Dalam pengujian ini juga akan diuji terpenuhinya asumsi BLUE (Best Linear Unbiased
Estimate). Pada model juga dilakukan uji R square dan ANOVA atau F test.
6.7 Konsistensi Antara Masalah Penelitian, Hipotesis dan Analisis Data
Dalam penelitian ini terdapat konsistensi antara masalah penelitian, hipotesis, dan analisis
data. Hipotesis yang diajukan telah sesuai dengan masalah penelitian, dan data yang
dikumpulkan telah dianalisis dengan baik menggunakan ordinary least square, t-test dan F-test
sehingga mampu memberikan bukti untuk mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan.
6.8 Konsistensi Hasil Pengujian dan Kesimpulan
Sudah terdapat konsistensi antara hasil pengujian dan simpulan. Dimana hasil pengujian
dan simpulan sama-sama menjabarkan hasil dari hipotesis penelitian secara sistematik dan
terstruktur.
6.9 Implikasi Kebijakan
Hasil penelitian ini memberikan manfaat kepada para pemakai laporan keuangan dan
manajemen perusahaan dalam memahami peranan praktek corporate governance terhadap
praktek manajemen laba yang dilakukan perusahaan dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan
sehingga perusahaan dapat menerapkan praktek corporate governance dengan lebih baik lagi.
Referensi:
Herawati, Vinola. 2008. Peran Praktek Corporate Governance Sebagai Moderating Variabel Dari
Pengaruh Earnings Management Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuanga. Vol
10(2).