Anda di halaman 1dari 20

BAB X SISTEM AMR

Sistem AMR adalah sistem pembacaan atau pengambilan data hasil pengukuran
meter elektronik (ME) secara terpusat dan otomatis dari jarak jauh (remote) melalui media
komunikasi tertentu, menggunakan software tertentu, yang dilengkapi dengan kemampuan
untuk pengolahan data. Maksud dan tujuan penerapan AMR merupakan suatu usaha untuk
1. Menurunkan susut kWh distribusi melalui pengukuran yang akurat (internal)
2. Meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan (eksternal)

KONFIGURASI SISTEM AMR


PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur

KANTOR DISTRIBUSI JAWA TIMUR


MODUL MODUL
AMR WEB DB SERVER DMR

` `

WAN

AMR di APJ PONOROGO AMR di APJ SBU AMR di APJ SBS AMR di APJ BANYUWANGI

MODUL DMR
` DB SERVER DB SERVER
` MODUL DMR
` MODUL DMR
` MODUL DMR

DB SERVER DB SERVER

FEP AMR FEP AMR FEP AMR FEP AMR

DLPD
DLPD

Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2 Meter di plgn2

PSTN/ PSTN/ PSTN/ PSTN/ PSTN/ PSTN/ PSTN/ PSTN/


GSM GSM GSM GSM GSM GSM GSM GSM

Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter Meter

Gambar 156 Konfigurasi AMR

Keuntungan dari AMR, yakni :


1. Kemampuan AMR menginformasikan indikasi adanya peyimpangan pemakaian
energi oleh pelanggan dapat membantu PLN dalam menekan susut dan
meningkatkan pendapatan
2. Dari sisi pelanggan juga terpuaskan karena pembacaan data meter menjadi
sangat akurat , sehingga kesalahan baca yang sering dikeluhkan tidak terjadi lagi.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 174


APP + AMR AKURASI
= PENGUKURA
N

APP harus dapat menjamin energi listrik yang tersalur ke pelanggan terukur secara akurat
dan tidak ada energi tersalur yang tidak terukur.
AMR harus mampu menciptakan revenue assurance ( dapat memantau secara cepat jika
ada kelainan / pelanggaran di pelanggan sehingga revenue terjamin tidak berkurang )

10.1 KOMPONEN PENDUKUNG AMR

Komponen pendukung AMR adalah


1. Perangkat Keras (Hardware), seperti Meter Elektronik atau ME, Modem, Komputer
Client, Server, dan Media komunikasi.
2. Perangkat Lunak (Software) , seperti software meter dan software aplikasi.
3. User / Pelaksana.

10.1.1. Perangkat Keras

1. METER ELEKTRONIK
Meter Elektronik disingkat ME adalah alat ukur besaran besaran listrik secara digital
dimana selain mengukur dan menampilkan hasilnya, dapat juga menyimpan hasilnya ke
dalam memori internal serta dapat terhubung dengan modem, contoh ME antara lain
SIEMENS ZMD405CT, EDMI MK6 , ELSTER, ADD, ELSTER dan ACTARIS SL7000.
Fasilitas pada Meter Elektronik :
a. Memori non volatile memungkinkan meter dapat merekam data . Kemampuan
meter elektronik dalam melakukan perekaman data melalui media memori non
volatile, memungkinkan user untuk menganalisa data-data yang tersimpan . Data
yang disimpan dan ditampilkan dalam memori meter adalah data profile (load
profile), data event dan data stand baca meter.
b. I / O digunakan sesuai kebutuhan.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 175


Parameterisasi Meter Elektronik
Keanekaragaman meter elektronik dengan berbagai fitur yang dapat berkomunikasi
dengan Aplikasi AMR dapat menimbulkan masalah-masalah yang rumit, jika tidak ada
standar setting yang diterapkan.
Untuk itu, agar meter elektronik yang beragam tersebut dapat dibaca dan diolah datanya
oleh Aplikasi AMR, agar mengikuti standar sebagai berikut :

a. Setting stand billing


Stand billing adalah nilai pemakaian energi listrik sejak mulai aktif digunakan
sampai saat ini dimana nilai tersebut tersimpan di memori meter secara silih
berganti. Stand billing yang digunakan adalah stand selfread yang disetting pada
tanggal dan jam tertentu yang terjadi sekali dalam sebulan.

Tabel 14 Setting stand billing pada meter elektronik

JENIS
STAND METER SATUAN DIRECTION
TARIF
Tgl Jam Periode Billing dd-mmm-yy hh:nn:ss
Energi Aktif Rate A LWBP kWh Export
Energi Aktif Rate B WBP kWh Export
Energi Aktif Rate C . ..
Energi Aktif Rate D . ..
Energi Aktif Total TOTAL kWh Export

Energi Reaktif Rate A LWBP kVARh Export


Energi Reaktif Rate B WBP kVARh Export
Energi Reaktif Rate C .
Energi Reaktif Rate D . .
Energi Reaktif Total TOTAL kVARh Export

kVA Max LWBP kVA Export


Tanggal kVA Max LWBP dd-mmm-yy hh:nn:ss -
kVA Max WBP KVA Export
Tanggal kVA Max WBP dd-mmm-yy hh:nn:ss -
kVA Max KVA Export
Tanggal kVA Max dd-mmm-yy hh:nn:ss -

Simple Inspiring Performing Phenomenal 176


b. Max Demand
Max Demand adalah nilai beban puncak energi listrik dalam periode tertentu yang
juga tersimpan di memori meter secara berkala silih berganti.

Tabel 15 Setting Max Demand pada meter elektronik

MAX DEMAND SATUAN/FORMAT DIRECTION


TGL
kVA Max LWBP Kva Export
Tanggal kVA Max LWBP dd-mmm-yy hh:nn:ss -
kVA Max WBP KVA Export
Tanggal kVA Max WBP dd-mmm-yy hh:nn:ss -
kVA Max KVA Export
Tanggal kVA Max dd-mmm-yy hh:nn:ss -

c. Instantaneous
Instantaneous adalah nilai energi listrik saat dibaca sekarang dan selalu berubah
selaras dengan penggunaan listrik oleh pelanggan atau nilai yang tampil di layar
meter.

Tabel 16 Setting Instantaneous pada meter elektronik

BESARAN LISTRIK SATUAN DIRECTION


Tanggal & Jam Meter dd-mmm-yy hh:nn:ss
Arus Phase R Ampere
Arus Phase S Ampere
Arus Phase T Ampere
Tegangan Phase R Volt
Tegangan Phase S Volt
Tegangan Phase T Volt
Sudut Arus (RST) Degree terhadap Sumbu-X+ Clockwise
Sudut Tegangan (RST) Degree terhadap Sumbu-X+ Clockwise
Power Factor - Export
Frekuensi Hertz
Beban Aktif Kw Export
Beban Reaktif kVAR Export
Beban Kapasitif Kva Export

d. Load Profile
Load Profile adalah nilai pemakaian energi listrik per interval waktu yang tersimpan di
memori meter secara silih berganti.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 177


Tabel 17 Setting Load Profile pada meter elektronik

PARAMETER SATUAN STANDAR


Interval Semua Chanel 15 Menit,30 menit, 60 menit
Jumlah Chanel 12 Channel
Metric dan Satuan Chanel 1. kWh Export
2. kWh Import
3. +kVarh
4. kVarh
5. IR (ampere)
6. IS (ampere)
7. IT (ampere)
8. VR (volt)
9. VS (volt)
10. VT (volt)
11. PF
12. VAh

2. MODEM
MODEM (MODULATOR / DEMODULATOR) adalah salah satu perangkat komunikasi
yang berfungsi untuk menggabungkan dan memisahkan data dengan gelombang media
komunikasi sehingga data dikirim dan diterima.
Berdasarkan sistem komunikasinya, modem dibedakan menjadi 2 ( dua ), yaitu :
a. MODEM PSTN :
Modem yang menggunakan media komunikasi PSTN ( Public Switch Telephone
Network ) atau sistem telepon yang menggunakan kabel tembaga untuk
mentransmisikan sinyal analog.
Contoh Modem PSTN yang pernah digunakan dalam sistem AMR : U.S. Robotik 56k
Faxmodem , ZyXELL U-336s.
b. MODEM GSM
Modem yang menggunakan media komunikasi GSM ( Global System for Mobile
Comunication ) atau standar komunikasi seluler digital yang bekerja pada frekuensi
900 Mhz.
Contoh modem yang digunakan pada sistem AMR saat ini : Siemen MC35i, Fargo
Maestro 20, Wavecom, dll.

Beberapa istilah yang berkaitan dengan MODEM :


a. Baut Rate : kecepatan data yang dapat ditransfer melalui sebuah interface serial.
Contoh : 2400 bps (bits per second) dan 9600 bps.
b. AT Command ( Attention Command ) : perintah-perintah khusus yang dipakai
untuk men-setting modem.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 178


c. SIM (Subscriber Identity Module) Card : kartu komunikasi yang berisi antara lain ,
informasi mengenai nomor telepon dan memori data lainnya serta layanan yang
tercakup dalam layanan.
d. Operator Komunikasi : penyedia layanan komunikasi.

Untuk berkomunikasi dengan meter elektronik (ME), modem menggunakan kabel data. Type
kabel data yang digunakan saat ini adalah RS 232, RJ 45, RJ 11.

Gambar 157 Modem

Fitur Aplikasi Modem AMR :


a. Otomatis hapus SMS
b. Konfigurasi melalui SMS ( dg password)
c. Pemblokiran Pemanggil ( CSD/GPRS)
d. Remote Chech Sinyal dan monitoring pulsa
e. Support GPRS ( Fixed dan Dinamik )
f. Client atau Server
g. Flexibel GPRS AMR ( Deltawye, Aisystem, Wlis )
h. Auto Switch CSD GPRS
i. Auto Connect GPRS
j. Soft Reset ( Counter & Clock )
k. Hard Reset ( Power Supply )

Fitur Umum MODEM :


a. Cinterion Module
b. GSM/GPRS Quad Band Class 12
c. TCP/IP Stack
d. Java ME
e. Java Upgrade OTA Remote update
f. Standard Konektor
g. Bersertifikat CE, Postel

Simple Inspiring Performing Phenomenal 179


3. FRONT END PROSESSOR ( FEP )
Adalah perangkat yang berfungsi membaca meter elektronik, mengumpulkan,
menyimpan dan menampilkan semua besaran listrik dan energi sesuai setting meter
tersebut. FEP dan Meter Elektronik harus dikoneksikan dalam sistem komunikasi yang
baik melalui media Direct Cable, PSTN maupun GSM.
Minimum requirement :
a. Operating System : Windows NT/2000 service pack 4
b. Prosessor : Pentium III, 1 Ghz
c. Main Memory : 256 MB
d. Hardisk : 20 GB
e. Model / Type : Industrial PC atau Server

4. DATA BASE SERVER


AMR dilengkapi dengan Data Base Server yang menggunakan Oracle. Dengan database
ini diharapkan manajemen penyimpanan data akan lebih optimal dan aman serta bisa
diintegrasikan dengan sistem informasi yang telah diimplementasikan oleh PT
PLN(Persero). Kapasitas data maksimum yang dapat ditampung oleh Database ini
adalah sejumlah 10.000 unit data meter.
Minimum Requirement :
a. Operating System : Windows NT/2000 service pack 4
b. Database System : Oracle Server Enterprise Edition
c. Prosessor : Pentium IV, 2 Ghz
d. Main Memory : 1024 MB
e. Hardisk : 80 GB
f. Model / Type : Industrial PC atau Server

5. PC CLINT (Data Management)


Perangkat yang berfungsi memberikan fasilitas kepada operator , antara lain untuk :
a. Melakukan pencetakan report summary dan executive report
b. Melakukan pencetakan stand untuk billing.
Minimum requirement :
a. Operating System : Windows 9.x / Me / 2000 / Xp
b. Prosessor : Pentium III
c. Main Memory : 128 MB
d. Hardisk : 10 GB

Simple Inspiring Performing Phenomenal 180


10.1.2 PERANGKAT LUNAK

1. SOFTWARE METER
Setiap meter elektronik mempunyai software masing-masing. Software tersebut bersifat
unique, hanya dapat dipakai oleh dan untuk meter yang bersangkutan

MERK ME SW Konfigurasi SW Baca


EDMI Eziview Eziview
ELSTER PMU LRU
LANDYS & GYR MAP 120 MAP 110
ITRON AIMS Se@metris
WASION WPMS WISEAM

Ada juga software baca yang bisa digunakan untuk semua meter yaitu :
a. Deltawye
b. Castalia
c. Aisytem

2. SOFTWARE APLIKASI
Software ini bersifat khusus yang digunakan untuk membaca berbagai macam tipe /
meter. Software aplikasi yang dipergunakan :
a. Di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur : AISYSTEM
b. Di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah : AMETYS
c. Di PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat : WLIS

10.2. APLIKASI AMR

1. FRONT END PROSESSOR


Front End Prosessor (FEP) adalah aplikasi yang berfungsi sebagai terminal pembaca
(collecting data) Meter Elektronik Pelanggan AMR, secara automatic dan terjadwal.
Kemampuan Aplikasi adalah dapat melakukan collecting data Multi-meter dalam waktu
bersamaan / Multiport (tergantung jumlah port) dan dapat difungsikan secara Multimode
(CSD/GPRS/TCP-IP)

Meter Elektronik Support :


a. L & G : ZMD ; ZMG
b. ACTARIS : SL 7000 ; ACE 6000

Simple Inspiring Performing Phenomenal 181


c. EDMI : MK6 ; MK10
d. ISKRA : MT 830; MT831; MT372
e. ELSTER : A1K7
f. WEISHENG : DTSD341
g. SECURE : PRODIGY

2. DATA MANAGEMENT & REPORT


Data Management & Report (DMR) adalah aplikasi yang berfungsi sebagai pengolah dan
penampil data hasil recording meter elektronik (Load Profile, Stand, Event,
Instantaneous) yang telah tersimpan dalam Database Server. Aplikasi DMR digunakan
untuk monitoring dan analisa evaluasi data meter pelanggan.
Kemampuan Aplikasi DMR :
a. Dapat menampilkan data Load Profile dan Power Quality baik berupa tabel maupun
grafik.
b. Dapat menampilkan DLPD, antara lain :
1. Tegangan / arus di luar batas treshold yang ditentukan
2. Beban antar fasa yang tidak seimbang
3. Pemakaian beban di luar batas daya kontrak
c. Fleksibilitas dalam menentukan laporan stand meter masing-masing pelanggan.
d. Menampilkan trend penjualan energi bulanan maupun tahunan untuk yang bisa dipilih
untuk masing-masing pelanggan, kelompok pelanggan, maupun total semua
pelanggan.
e. Dilengkapi dengan level security dan user logger untuk pengamanan system.

3. TRANSFER STAND
Transfer Stand adalah aplikasi yang berfungsi pengirim nilai stand meter ( Stand
LWBP,WBP,Stand kVArh, Nilai kVA Max ), ke sistem pengolah data billing AP2T.

4. ADAM SYSTEM
Aplikasi Automatic Detection & Alam Management (ADAM) System, dibangun di atas
system AMR, berfungsi mendeteksi adanya pelanggaran pemakaian listrik oleh
pelanggan (DLPD), permasalahan pada sistem AMR dan koneksinya, serta informasi
penting lainnya yang berguna untuk meningkatkan pendapatan PLN dan pengawasan
terhadap peralatan ukur dan AMR.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 182


SMS
GSM /CDMA
line
DataBase ADAM
Server Server
FEP (eksisting)
(eksisting) SMS

LAN/Intranet
SMS

PC Client / ADAM Viewer Browser


(Eksisting) Browser

Meter Elektronik

Gambar 158 Konfigurasi Adam Sistem

a. KEMAMPUAN AUTOMATIC DETECTION


1. Fleksibilitas dalam penentuan kriteria DLPD
2. Automatic Detection DLPD setiap hari.
3. Fleksibilitas dalam penentuan PIC terkait informasi DLPD untuk masing-masing
kriteria yang dibedakan dalam layer dan person
4. Automatic Massage Delivery

b. KEMAMPUAN ALARM MANAGEMENT


1. Berbasis web agar memudahkan mobilitas dalam penanganan informasi DLPD
2. Melakukan informasi DLPD via e-mail dan sms
3. Dilengkapi SOP untuk memudahkan masing masing PIC dalam menangani
DLPD

5. TIME SYNCRONIZER SYSTEM (TSS)


Latar belakang TSS, yakni :
1. Spesifikasi Meter Digital yang memiliki toleransi waktu yang berbeda-beda.
2. Belum tersedianya waktu sistem yang menjadi rujukan untuk sinkronisasi waktu.
Tujuan TSS, yakni :
1. Mengurangi perbendaan waktu antar meter
2. Menyamakan waktu antara server, ME dan PC Client.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 183


Time Syncronizer System adalah sistem yang digunakan untuk pengendalian
sinkronisasi waktu server, meter elektronik maupun PC Client. Time Syncronizer
System terintegrasi dengan sistem Automatic Meter Reading.

DB Server
(Client TSS) WEB Server
(Client TSS)

NoteBook PMR
(Client TSS)

LAN AMR

`
GPS Receiver
PSTN, GSM

PC Client
FEP AMR (Client TSS)
(Client TSS)

Server TSS

Gambar 159 Konstruksi Sistem

Start

Informasi Satelit
Informasi Tanggal pancarkan
Waktu data $GPRMC

TSS
$GPRMC,161229.487,A,3723.2475,N,12158.3416,W,0.13,309.62,120598,,*10 terima
data
GPS Receiver $GPRMC

Data
$GPRMC
valid?

Ya
Tdk
Sinkronisasi waktu sistem
TSS Server

Finish

Gambar 160 Flowchart Sinkronisasi Waktu SERVER TSS

Simple Inspiring Performing Phenomenal 184


Start

Jadwal
sinkronisasi?
Tdk
Ya

Baca waktu sistem Server TSS

Baca waktu meter elektronik


secara pooling
Server TSS

Ya Sinkronisasi waktu ME
Tthrlow < |Tserver TME| < Tthrhigh
secara otomatis

PSTN, GSM
Tdk

Ya Sinkronisasi waktu ME
|Tserver TME| >= Tthrhigh dengan persetujuan
user
GPS Receiver
Tdk

Ya Sinkronisasi waktu dg
|Tserver TME| <= Tthrlow persetujuan user atau
abaikan

Finish

Gambar 161 Flowchart Sikronisasi Waktu Meter Elektronika

Start

Jadwal
sinkronisasi?
Tdk
(Client TSS)
Ya

Sinkronisasi
otomatis?
Tdk
Server TSS
Ya

Request time Rekam


waktu
Sistem
Server
LAN AMR TSS
Syncronize time client

GPS Receiver Sinkronisasi waktu sistem


Client TSS

Finish

Gambar 162 Flowchart Sikronisasi Waktu Client TSS

6. SISTEM KOMUNIKASI
Sistem komunikasi data yang menggunakan gelombang radio telah mengalami beberapa
perubahan. Dan sistem komunikasi data yang telah digunakan oleh sistem AMR juga
mengikuti perkembangan hal tsb yaitu :
1. Sistem Circuit Switched Data ( CSD),
2. Sistem Global Position Radio for Mobile ( GPRS )

Simple Inspiring Performing Phenomenal 185


SINKRONISASI TSS-SERVER
Baca Jadwal Simpan Simpan Simpan Status Simpan
Sinkronisasi TSS $GPRMC $GPRMC Sinkronisasi System Activity
Server Fail Success TSS Server Log

Tidak

Saat Ya Ya
Baca Parse data Sinkronisasi
$GPRMC Sinkronisasi
$GPRMC
Valid
GPS TSS Server
$GPRMC TSS Server
Receiver
Tidak

Set Jadwal Sinkronisasi Jadwal


TSS Server Sinkronisasi TSS
Server

Jadwal
Set Jadwal Sinkronisasi ME
Sinkronisasi ME
USER-SETUP

Set Enable/Disable ME Daftar Status ME Simpan User


tersinkron tersinkron Activity Log

Daftar Status
Set Enable/Disable TSS
TSS Client
Client tersinkron
tersinkron

Set Port komunikasi Port komunikasi

Gambar 163 Flowchart Fungsi-fungsi Sikronisasi Waktu

ad.1. Circuit Switched Data ( CSD )


Circuit Swicthed Data atau yang lebih sering disebut dengan CSD adalah bentuk
asli dari transmisi data yg dikembangkan untuk sistem ponsel berbasis TDMA (
Time Division Multiple Access ) seperti GSM ( Global System for Mobile ). CSD
menggunakan slot waktu radio tunggal untuk mengirim 9.6 kbit/s data transmisi
ke jaringan GSM dan Switching Subsystem di mana dia dapat disambungkan
melalui sebuah modem biasa yang sejenis ke PSTN memungkinkan panggilan
langsung untuk setiap layanan dial up.

Keuntungan CSD :
Sebelum CSD, transmisi data melalui sistem telepon selular dilakukan dengan
menggunakan modem, baik dibangun ke dalam telepon atau melekat padanya.
Sistem tersebut dibatasi oleh kualitas sinyal audio menjadi 2,4 kbit / s atau
kurang. Dengan diperkenalkannya transmisi digital dalam sistem berbasis TDMA
seperti GSM, CSD disediakan hampir akses langsung ke sinyal digital yang
mendasari, memungkinkan untuk kecepatan yang lebih tinggi. Pada saat yang
sama, percakapan yang berorientasi pada audio kompresi digunakan dalam
jaringan GSM yang sebenarnya berarti bahwa kecepatan data menggunakan
modem tradisional terhubung ke ponsel akan lebih rendah dibandingkan dengan
sistem analog yang lebih tua.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 186


Mekanika CSD :
CSD panggilan mirip dengan panggilan suara normal dalam jaringan GSM.
Sebuah dedicated slot waktu radio tunggal dialokasikan antara telepon dan base
station. Sebuah dedicated "sub-slot waktu" (16 kbit / s) dialokasikan dari base
station ke transcoder, dan akhirnya slot waktu lain (64 kbit / s) dialokasikan dari
transcoder ke Mobile Switching Centre (MSC).
Pada MSC, adalah mungkin untuk menggunakan modem untuk mengkonversi ke
sinyal "analog", meskipun hal ini biasanya akan benar-benar akan dikodekan
sebagai sinyal PCM digital ketika dikirim dari MSC. Hal ini juga memungkinkan
untuk langsung menggunakan sinyal digital sebagai sinyal ISDN data dan feed ke
setara dengan akses remote server.

AMR menggunakan CSD :

Gambar 164 AMR yang menggunakanCSD

1. Rata rata pengambilan data : 5 menit / meter


2. Total waktu untuk pengambilan data 100 meter : 100 x 5 = 500 menit / 8
jam 20 menit

Simple Inspiring Performing Phenomenal 187


ad. 2 GPRS ( General Packet Radio Seevice )
GPRS adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan
data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data
atau CSD. Penggabungan layanan telepon seluler dengan GPRS (General
Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru yang disebut 2.5G. Sistem
GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang
berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol
(WAP) dan World Wide Web (WWW ).
GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang
menggunakan prinsip 'tunnelling'. Ia menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju
datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6 kbps yang
dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM. Kanal-kanal radio ganda dapat
dialokasikan bagi seorang pengguna dan kanal yang sama dapat pula digunakan
dengan berbagi antar pengguna sehingga menjadi sangat efisien. Dari segi
biaya, harga mengacu pada volume penggunaan. Penggunanya ditarik biaya
dalam kaitannya dengan banyaknya byte yang dikirim atau diterima, tanpa
memperdulikan panggilan, dengan demikian dimungkinkan GPRS akan menjadi
lebih cenderung dipilih oleh pelanggan untuk mengaksesnya daripada layanan-
layanan IP.
GPRS merupakan teknologi baru yang memungkinkan para operator jaringan
komunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju bit yang lebih tinggi
dengan tarif rendah ,sehingga membuat layanan data menjadi menarik bagi
pasar massal. Para operator jaringan komunikasi bergerak di luar negeri kini
melihat GPRS sebagai kunci untuk mengembangkan pasar komunikasi bergerak
menjadi pesaing baru di lahan yang pernah menjadi milik jaringan kabel, yakni
layanan internet. Kondisi ini dimungkinkan karena ledakan penggunaan internet
melalui jaringan kabel (telepon) dapat pula dilakukan melalui jaringan bergerak.
Layanan bergerak yang kini sukses di pasar adalah, laporan cuaca, pemesanan
makanan, berita olah raga sampai ke berita-berita penting harian. Dari
perkembangan tersebut, dapat dirasakan dampaknya pada kemunculan
berbeagai provider HP yang bersaing menawarkan tarif GPRS yang semakin
terjangkau.
Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115
kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke

Simple Inspiring Performing Phenomenal 188


komputer, ''notebook'' dan ''handheld computer''. Namun, dalam
implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut :
1. Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS
2. Software yang dipergunakan
3. Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan

Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses
GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki
kecepatan 9,6 kbps.

Perbedaan GPRS dan WAP


WAP adalah teknologi seperti WWW dan merupakan protokol untuk mengakses
internet melalui HP, sedangkan GPRS adalah teknologi koneksi yang digunakan
oleh HP tersebut menuju jalur internet. Misalnya, kita menggunakan broadband
pada PC yang terkoneksi ke Speedy.
1 Komponen Utama
Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah:
a. GGSN (Gateway GPRS Support Node) : gerbang penghubung jaringan
GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai
interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network
screening, user screening, address mapping.
b. SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan
BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk
mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi
pelanggan baru.
c. PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan
GPRS

2 Cara Kerja
SGSN bertugas:
a. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area
b. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data
pelanggan GPRS (management mobility)
c. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi
tanggung jawabnya (location management)
d. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi frame relay
melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 189


GGSN bertugas:
a. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau
mobile service provider
b. Memutakhirkan informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units ) ke
SGSN.

GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk


mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data
yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu
ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat
mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan
melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP seperti
08063464xxx. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi
secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori,
lebih murah daripada biaya akses CSD. GPRS didesain untuk menyediakan
layanan transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang
lebih baik dari GSM. Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan
menggunakan coding scheme (CS) yang berbeda dari GSM.

3 Cara Pemasangan
Untuk dapat menggunakan GPRS (khususnya pada handphone yang
mendukung) diperlukan setting terlebih dahulu. Cara setting GPRS terdapat di
masing-masing operator. Setting GPRS di HP dapat dilakukan dengan
otomatis dan manual. Setting GPRS secara otomatis dapat dilakukan dengan
mengirimkan SMS ke provider yang anda miliki, tarifnya bervariasi antar
provider, dan format pesan yang dikirimkan juga berbeda-beda tergantung
dari setiap provider. Sementara, untuk setting GPRS secara manual HP cukup
mengikuti petunjuk setting default yang terdapat di HP, tanpa perlu
mengubah-ubahnya lagi. Jika ingin memakai HP untuk koneksi Internet dari
PC, anda hanya perlu untuk mengeset GPRS saja, tanpa perlu mengeset
WAP ataupun MMS. Tiga hal yang harus diketahui adalah access point
name, username, dan password. Selanjutnya, untuk menggunakan GPRS di
komputer, dapat menyambungkan handphone yang telah tersetting GPRS itu
dengan komputer yang telah tersetting. Cukup memasukkan angka dialling
misalnya 08096470 dan klik tombol dial, maka permintaan kita akan segara
disambungkan. Saat ini, GPRS di Indonesia kalah bersaing dengan teknologi

Simple Inspiring Performing Phenomenal 190


2,75G, 3G, 3,5G, dan 4G yang memang pengembangan lebih lanjut dari
GPRS.

AMR menggunakan GPRS :

Gateway

Gambar 165 AMR yang menggunakan GPRS

1. Meter dengan smart GPRS Modem


2. Hanya sebuah peralatan TCP/IP yang terinstall pada AMR, misalnya : 3G,
ADSL, WAN, FO, dll
3. Protokol TCP/IP mengijinkan untuk membuka beberapa koneksi secara
serempak
4. Rata rata waktu pengambilan data : 5 menit / meter
5. Total waktu pengambilan data 100 meter : 5 x 100 : 100 = 5 menit . Hanya
5 menit

SISTEM PENGAMAN AMR


Sistem Pengaman AMR dibagi menjadi 2 ,yaitu :
a. Sistem Pengaman Meter Elektronik, dilakukan dengan cara membatasi akses pada
hardware dan software meter elektronik.
b. Sistem Pengaman Hardware & Software AMR, dilakukan dengan cara
membatasi akses pada aplikasi system AMR & DMR dan ruang pusat kendali
AMR.

Simple Inspiring Performing Phenomenal 191


Tabel 18 Perbandingan antara CSD dan GPRS

CSD GPRS Keterangan


Point to point : 1 kWh dalam sekali waktu
Point to multipoint : membaca kWh lebih
Point to
Jaringan Point to Point dari 100 titik serentak untuk kecepatan 1
Multipoint
Mbps
Tarif Time Packet Waktu atau paket data bukan masalah
GPRS mampu bekerja dengan sinyal
Signal Min 16 bar Min 10 bar
minimum 10 bar
Waktu download
Waktu baca bulan masalah, CSD dan
Load Profile :
+/- 5 menit +/- 5 menit GPRS memerlukan waktu yang sama.
12ch/15mnt/1 bln
Untuk mendownload 12ch/15 mnit/1 bln
4 koneksi Maksimum
Koneksi dalam untuk 600 unit, CSD memerlukan 625
dalam 1 PC sampai 100
sekali waktu menit , GPRS 2 Mbps memerlukan waktu
hardware koneksi
15 menit.

Sistem Pengaman Meter Elektronik


Selain segel metrologi, Meter elektronik harus diamankan dari orang-orang yang
tidak bertanggung jawab yang ingin merubah setting baik hardware maupun software
.
Tabel 19 Pengaman Meter Elektronik

KEWENANGAN SOFTWARE
SECURITY
NO FIELD ADMIN SUPERVISOR READER
SW HW MODIF BACA MODIF BACA MODIF BACA
1 REGISTER V V V V V V
2 LOAD PROFILE V V V V V V
3 EVENT V V V V V V
4 TIME OF USE V V V V V
5 CT VT RATIO V V V V V V
6 DISPLAY V V V V V V
7 BILLING RESET V V V V V V
8 CLOCK V V V V V V
9 COMMUNICAT ION V V V V V V

Sistem Pengaman Hardware & Software AMR


1. Sistem Pengaman Software meliputi :
a. Login dan level akses & log aktivitas user
b. Update antivirus secara otomatis
c. Firewall (Netscreen)

Simple Inspiring Performing Phenomenal 192


2. Sistem Pengaman Hardware meliputi :
a. Sistem pengaman elektronik pada pusat kendali
b. Perangkat server pada panel terkunci.

Tabel 20 Batasan akses untuk setiap user

PLIKASI ADMIN MANAGER OPERATOR USER SPV

Seluruh Menu
Hanya Menu
AMR Seluruh Menu kecuali
Baca & Laporan
Aktivitas User
Stand Meter
Seluruh Menu Bulanan, Stand
Load Profile &
DMR Seluru Fitur kecuali Meter Kumulatif
Instantaneous
Aktivitas User Bulanan & Grafik
Beban
Seluruh
DMI Seluruh Data Seluruh Menu Seluruh Menu Seluruh Menu
Menu
DLPD WEB Seluruh Menu
DLPD
Seluruh Menu
DESKTOP
AM3 Seluruh Menu
TRANSFER
Seluruh Menu
STAND
TIME
SYNCRONI Seluruh Menu
ZE SISTEM

Simple Inspiring Performing Phenomenal 193