Anda di halaman 1dari 10

ACARA II.

UJI KEMURNIAN BENIH

A. Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui cara menghitung


kemurnian benih dan dapat mengetahui
komposisi dan suatu contoh benih.
B. Pelaksanaan Praktikum
1. Hari/Tanggal Praktikum : Senin , 9 Oktober 2017 pukul 12.30
14.00 Wita.
2. Tempat Praktikum
: Laboratorium Pemuliaan dan Teknologi
Benih Fakultas Pertanian, Universitas
Mataram.

C. Tinjauan Pustaka
Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu
pada ketentuan Internasional Seed Testing Association (ISTA) sehingga
diperoleh sertifikasi benih yang bertujuan memelihara kemurnian dan mutu
benih dari varietas unggul, serta menyediakan benih secara kontinyu kepada
petani. Sebagai langkah pertama dalam pengujian mutu benih adalah
menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi
persyaratan yang telah ditentukan oleh ISTA. Tujuan penarikan contoh adalah
untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam
jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih. Pada prinsipnya,
pengambilan contoh dilakukan dari beberapa bagian dari suatu kelompok
benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan
dengan mengambil benih dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam
jumlah yang sama. Pengujian benih di laboratorium bertujuan untuk
mendapatkan keterangan tentang multi suatu benih digunakan untuk keperluan
penanaman (Darutiyastireni, 2010).
Untuk analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan
menjadi 3 komponen sebagai berikut : a) Benih murni, adalah segala macam
biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies yang sedang diuji. Yang termasuk
benihmurni diantaranya adalah Benih masak utuh, Benih yang berukuran
kecil, mengkerut, tidak masak, Benih yang telah berkecambah sebelum diuji,
Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang
sesungguhnya, Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat
dikenali. b) Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut
tercampur dalam contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji. c) Kotoran
benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh.
Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah: Benih dan bagian benih,
Benih tanpa kulit benih, Benih yang terlihat bukan benih sejati , Biji hampa
tanpa lembaga pecahan benih = 0,5 ukuran normal, Cangkang benih, kulit
benih, bahan lain, sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai,
dll (Nasrudinb,2009).
Pengujian benih sangat berperan penting, terujinya benih berarti
terhindarnya para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam
pelaksanaan usaha taninya. Selain itu benih yang baik atau unggul ditunjang
dengan kultur teknik yang mantap, akan dapat meningkatkan berbagai
produk pertanian (Kartasapoetra, 2003).
Faktor kehilangan yang diperbolehkan 5%, jika terdapat kehilangan
berat > 5% dari berat contoh kerja awal, maka analisis diulang dengan
menggunakan contoh kerja baru. Jika faktor kehilangan 5% maka analisis
kemurnian tersebut diteruskan dengan menghitung presentase ketiga
komponen tersebut (Wina, 2009).
D. Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan :
- Meja analisis kemurnian benih
- Pinset
- Timbangan
- Petridis
Bahan yang digunakan :
- Benih Padi ( Oryza sativa )
- Benih Kacang Hijau ( Vigna radiata)
- Benih Kacang Tanah ( Arachis hypogeae )

E. Cara Kerja
1. Disiapkan berat awal yang akan diuji dalam wadah (petridish).
2. Ditimbang betar contoh uji tersebut dengan timbangan analitik berat
total).
3. Dipisahkan komponen uji, kemudian timbang
- Benih murni = a g
- Benih spesies = b g
- Benih gulma = c g
- Bahan lain atau kotoran = d g
4. Dipersentasekan dari berat komponen b,c dan d di atas dari berat total
dan pesentase benih murni (a) adalah 100 % - total persentase b,c, dan d.
F. Hasil Pengamatan

Padi KH KT
Kelompok
a b c d a b c d a b c d
27 64,72 5,29 0 4,26 135,84 9,89 0,45 3,5 91,21 4,31 0,09 0,75
28 59,72 6,33 0,33 8,42 137,2 6,2 0,52 5,8 95,84 1,12 0,37 2,92
29 58,92 10,67 0 5 138,08 9,87 0 2,34 95,88 2,06 0,11 2,26
30 63,18 7,1 0,04 4,12 137,47 8,05 1,26 3,27 96,66 0,76 0,59 2,44
31 66,09 6,33 0 1,72 132,69 8,68 7,51 0,28 96,74 1,8 0,73 1,23
32 63 7,55 0,12 3,31 142,93 6,2 0,12 0,71 97,23 1,2 0,38 1,16
33 63,3 7,05 0,17 2,75 133,77 7,62 0,76 5,01 93,87 2,19 0,71 2,07
34 68,52 3,13 0 2,78 133,13 9,38 0,31 3,24 95,35 1,74 0 2,55
35 58,48 4,53 0,07 10,85 132,87 9,68 0,74 6,76 95,65 1,84 0,19 2,34
36 58,75 7,61 0,09 7,81 139,42 5,98 0,45 3,77 95,81 0,89 0,01 2,26
37
38 60,67 8,05 4,95 0,78 191,83 4,65 2,32 0,07 95,22 1,04 3,66 0,57
39 64,67 2,95 0 6,83 137,5 7,71 1,04 2,46 96,45 0,93 0,51 2,01
40 63,02 4,68 0,55 5,48 136,36 5,9 0 6,03 96,01 2,48 0,02 1,24
x 62,51 6,25 0,47 4,92 141,01 7,69 1,19 3,33 95,84 1,72 0,57 1,83

Ket :
a = Benih Murni
b = Benh spesies lain
c = Biji Gulma
d =Kotoran

Tabel Analisis Gelombang dan kelompok

Kelompok KA %
Padi Kacang Hijau Kacang Tanah Padi Kacang Hijau Kacang Tanah
a= c=
a= 58,92 c= 0 a = 138,08 c=0 95,88 0,11
79,15% 91,86% 95,57%
d= d=
b= 10,67 d b = 9,87 2,34 b= 2,06 2,26
Gelombong KA %
Padi Kacang Hijau Kacang Tanah Padi Kacang Hijau Kacang Tanah
a= c c= c=
62,51 =0,47 a= 141,01 1,19 a= 95,84 0,57
76,77% 84,72% 95,88%
d= d=
b= 6,25 4,92 b= 7,69 d=3,33 b=1,72 1,83
a. Data Gelombang
Padi

6,25
= 100 % = 8,33 %
75

6,25
= 100 % = 8, 33 %
75
4,93
= 100 % = 6,57%
75
= 100 % ( 8,33 + 8,33 + 6,57) %
= 100 % 23,23%
= 76, 77 %

Kacang Tanah
1,72
= 100 % = 1, 72 %
100
0, 57
= 100 % = 0,57%
100
1,83
= 100 % = 1,83 %
100
= 100% (1,72 + 0,57 + 1,83)
= 100% 4,12%
= 95 ,88%

Kacang Hijau
7,69
= 100% = 5,13 %
150
1,19
= 100% = 7,93 %
150
3,33
= 100% = 2,22%
150
= 100% (5,13 + 7,93 + 2,22)%
= 100% 15,28
= 84,72 %
b. Data Kelompok
Padi

10,67
= 100% = 14,23%
75
0
= 100% = 0 %
75
5
= 100% = 6,67 %
75
= 100 % (14,23 + 0 + 6,67)%

= 100% - 20,9%

= 79,1 %

Kacang Tanah

2,06
= 100% = 2,06%
100
0,11
= 100% = 0,11%
100
2,26
= 100% = 2,26 %
100
= 100 % (2.06 + 0,11 + 2,26)%

= 100% - 4,43%

= 95,57%

Kacang Hijau

9,87
= 100% = 6,58 %
150
0
= 150 100% = 0 %

2,34
= 100% = 1,56%
150
= 100 % (6,58 + 0 + 1,56)%

= 100% - 8,14%
= 91,86%

G. Pembahasan

Standar kemurnian benih merupakan revisi dari SNI 01-6233.3-2000,


yang didalamnya meliputi acuan normatif, istilah dan definisi, syarat mutu,
cara pemeriksaan lapangan, cara pengambilan contoh benih, cara analisa
mutu, penandaan, pengemasan, dan rekomendasi. Benih padi kelas benih
sebar (BR) adalah keturunan pertama dari benih penjenis (BS), benih dasar
(BD) dan benih pokok (BP) yang diproduksi sesuai dengan ketentuan yang
berlaku, sehingga keaslian varietas dapat dipelihara. Persyaratan mutu terdiri
dari syarat mutu di lapangan dan mutu di laboratorium. Syarat mutu di
lapangan meliputi campuran varietas lain/tipe simpang dengan batas
maksimum 0.5%, Isolasi jarak dengan batas minimum 3 m, dan Isolasi waktu
dengan batas minimum 30 hari. Persyaratan mutu di laboratorium meliputi
kadar air dengan batas maksimum 13,0%, Benih murni dengan batas
minimum 98,0%, Daya berkecambah minimum 80,0%, Kotoran benih
maksimum 2,0%, Biji benih tanaman lain 0,0%, Biji gulma 0,0%.

Dari praktikum yang telah dilakukan, metode yang digunakan yaitu


metode simplo serta benih yang digunakan yaitu Padi (Oryza sativa), Kacang
Hijau (Vigna radiata), dan Kacang Tanah (Arachis hypogeae). Hasil yang
diperoleh dari data kelompok dan gelombang masing masing sampel benih
yang diambil memiliki persentase kemurnian berbeda yaitu, Data Gelombang
pada benih padi : benih murni 76,77 %, benih spesies 8,33%, gulma 8,33%,
kotoran 6,57%. Kacang Hijau : benih murni 84,72% , benih spesies
5,13%,gulma 7,93%, kotoran 2,22%. Kacang Tanah : benih murni 95,88%,
benih spesies 1,72%,gulma 0,57%,kotoran 1,83%. Berdasarkan data
gelombang diatas bahwa , benih padi , kacang hijau dan kacang tanah kurang
bekualitas karena tidak memenuhi standar kualitas ISTA. Benih padi, kacang
hijau dan kacang tanah yang mutunya kurang baik disebabkan oleh faktor
kotoran dulma dan spesies lainnya. Sedangkan pada data kelompok
didapatkan hasil persentase yaitu, benih padi : benih murni 79,1% ,benih
spesies 14,23%, gulma 0%, kotoran 6,67%. Kacang Tanah : benih murni
95,57%, benih spesies 2,06%, gulma 0,11%, kotoran 2,26%. Kacang Hijau :
benih murni 91,86%, benih spesies 6,58%, gulma 0%, kotoran 2,22%. Benih
padi,kacang tanah, dan kacang hijau mempunyai mutu yang kurang baik.
Berdasarkan analisis kemurnian benih didapatkan persentase kemurnian benih
yang paling baik pada data gelmbang maupun kelompok yaitu, pada benih
kacang tanah dengan persentase masing masing adalah 95,88% dan 91,86%.
H. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diatas, dapat dimpulkan
yaitu :
1. Untuk menentukan komposisi benih dari benih Padi, kacang tanah dan
kacang hijau, terlebih dahulu menentukan persentase benih murni,
benih tanaman lain dan kotoran yang terdapat pada benih.
2. Hasil pesentase Kacang Tanah : benih murni 95,88%, benih spesies
1,72%,gulma 0,57%,kotoran 1,83%.
3. Mutu benih yang kita praktikum kali ini adalah mutu fisik benih yang
murni karena factor kehilangan benih tidak lebih besar dari 5 %
sehingga benih yang kita gunakan pada praktikum kali ini adalah benih
yang mutu fisiknya baik,namun dengan nilai kemurniannya rata-rata
(95 %) kalau sudah mencapai tingkat kemurniannya (95 %) maka
benih tersebut dikatakan benih yang varietas kemurniaannya sangat
baik atu bagus.
DAFTAR PUSTAKA

Darutiyastireni. 2010. Pengujian kemurnian benih. http://darutiyastireni-


smartgirl. blogspot. com/2010/01/pengujian-kemurnian-benih. html, di akses pada
tanggal 10 Oktober 2017.

Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih Pengelolaan Benih dan Tuntunan


Praktikum. Rineka Cipta. Jakarta.

Nasrudinb, 2009, Kemurnian Benih,


http://teknologibenih.blogspot.com/2009/10/ pengambilan-contoh-benih.html, di akses
pada tanggal 10 Oktober 2017

Wina. 2009. Pengujian Kemurnian Benih. IPB : Bogor