Anda di halaman 1dari 3

Dwiprabowo

Jurnal dikotil dan monokotil

19 Desember 2016 Dwi prabowo


ANATOMI TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

ANATOMI TUMBUHAN MONOKOTIL dan DIKOTIL


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam mempelajari anatomi tumbuhan monokotil dan dikotil melalui
pengamatan anatomi organ (akar, batang, dan daun), akan dijumpai banyak bentukanbentukan
kelompok sel yang berbeda-beda. Masing-masing kelompok umumnya mempunyai bentuk dan
fungsi yang sama, kelompok sel ini disebut jaringan. Sebuah jaringan didenisikan sebagai kelompok
sel atau vessel yang mempunyai bentuk, ukuran, asal dan perkembangan yang sama, serta
membentuk fungsi yang sama.
1.2 Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memaparkan perbedaan antara tumbuhan monokotil dan
dikotil.
Mengetahui perbedaan penampang akar pada tumbuhan Zea mays dan Hibiscus rossa.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas
pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas
pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh
terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan
unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan oem yaitu berkas yang berfungsi sebagai
pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
Menurut literatur pada akar tumbuhan dikotil, di antara xylem dan oem terdapat kambium,
sedangkan pada akar tumbuhan monokotil di antara xylem dan oem tidak di jumpai kambium.
Kambium merupakan titik pertumbuhan sekunder kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar
membentuk oem. Sedangkan pada batang monokotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan
anatomi batang muda dan batang tua sama. Dan untuk batang dikotil memiliki ikatan pembuluh
angkut dan anatomi batang muda dan batang muda berbeda yaitu di temukannya empelur pada
batang muda dan sebaliknya pada batang tua (Atinirmala, 2006).
Dan secara umum dapat pula dikatakan bahwa tumbuhan dikotil memiliki ciri berupa akar
tunggang, bentuk tulang daun menjari, tidak di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 5 dan biji
berkeping 2(dua), sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki ciri berupa akar serabut, bentuk
tulang daun sejajar, di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 3 dan biji berkeping 1(satu)
(wikipedia, 2008).
Angiospermae terdiri atas satu divisi yaitu Anthophyta (tumbuhan berbunga) yang merupakan 80%
tumbuhan saat ini. Divisi ini dibedakan atas 2 kelas yaitu tumbuhan monokotil (sekitar 65.000
spesies) dan tumbuhan dikotil (sekitar 170.000 spesies). Tumbuhan dikotil dan monokotil dibedakan
atas beberapa hal, antara lain: struktur biji (jumlah kotiledon), struktur bunga, distribusi berkas
pembuluh pada batang, dan struktur akar. giospermae merupakan tumbuhan berpembuluh berbiji
tertutup. Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar, batang, dan daun. Akar, batang dan daun
terdiri dari 3 sistem jaringan yang sama, yaitu: sistem jaringan dermal/penutup, sistem jaringan
pembuluh dan sistem jaringan dasar. Sistem jaringan dermal terdapat pada bagian terluar tubuh
tumbuh-tumbuhan. Pada tubuh tumbuhan primer, sistim jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis,
sedangkan pada tubuh tumbuhan sekunder, epidermis digantikan oleh jaringan periderm. Sistim
jaringan pembuluh terdiri dari xilem dan oem. Xilem berfungsi mengangkut air dan larutan garam
dari akar ke daun melalui batang; sedangkan oem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari
daun ke bagian organ lainnya. Sistim jaringan pembuluh terdapat diantara sistim jaringan dasar,
yang sebagian besar terdiri dari jaringan parenkim. Perbedaan pokok antara ketiga organ tersebut
terdapat pada distribusi relatif sistem jaringan pembuluh dan sistim jaringan dasar. Struktur
Anatomi Akar Secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis, sistem jaringan
dasar berupa korteks, endodermis, dan empulur; serta sistem berkas pembuluh. Pada akar sistem
berkas pembuluh terdiri atas xilem dan oem yang tersusun berselang-seling. Struktur anatomi akar
tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda. Struktur Anatomi Batang Secara umum batang tersusun
atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks
dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan oem. Xilem dan oem
tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan oem tersusun melingkar pada
tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil. Struktur Anatomi Daun Daun tumbuhan
tersusun atas epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata atau trikoma. Sistem jaringan dasar
pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar
(mesol) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang, tidak demikian halnya pada
monokotil khususnya famili Graminae. Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan oem yang
terdapat pada tulang daun (wikipedia, 2008).
BAB III PENUTUP
3.2 Kesimpulan
Perbedaan penampang batang pada Zea mays dan Haliantus annus adalah pembuluh angkutnya,
pada tumbuhan Zea mays atau monokotil letak berkas pembuluh angkutnya tersebar, sedangkan
untuk tumbuhan Haliantus annus letak pembuluh angkutnya teratur.
Perbedaan panampang akar pada Zea mays dan Hibiscus rossa adalah pada monokotil antar
xylem dan oem tidak di jumpai kambium sedangkan pada dikotil antara xylem dan oem di
temukan kambium. Secara umum perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil adalah:
Perbedaan I Tumbuhan Monokotil I Tumbuhan Dikotil
Bentuk akar I Berakar serabut I Berakar tunggang
Bentuk tulang I Bentuk tulang daun sejajar I Bentuk tulang daun menjari I
Kaliptrogen/tudung akar I Di temukannya tudung akar I Tidak di temukan tudung akar
Jumlah kelopak bunga I Bunga kelipatan 3 I Bunga kelipatan 5
Jumlah keping biji I Biji berkeping 1 I Biji berkeping lebih dari 1
Pertumbuhan akar dan batang I Tidak bisa berkembang menjadi besar I Bisa tumbuh menjadi besar
3.3 Saran Penulis sadar bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena
itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar dalam penulisan laporan
selanjutnya dapat lebih baik. Lebih kurangnya penulis minta maaf, sesungguhnya kebenaran hanya
milik Allah. Terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Aryuliana, Diah dkk. 2004. Biologi SMA XI. Surabaya: Erlangga.
Atinirmala, Pratita. 2006. Bilologi Praktis. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Roewitawati, Dyah dkk. 2008. Buku Petunjuk Pratikum Biologi Umum Pertanian. Universitas
Muhammadiyah Malang. Malang
Ross, Cleon W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung. Bandung Wikipedia. 2008.
Iklan

Diterbitkan oleh Dwi prabowo

yakin usaha sampai Lihat semua pos milik Dwi prabowo

BUAT SITUS WEB ATAU BLOG GRATIS DI WORDPRESS.COM. TEMA: BUTTON 2 OLEH
AUTOMATTIC.