Anda di halaman 1dari 23

Teknis Pelaksanaan Pendampingan SPMI di

Sekolah Model
Seusai melaksanakan Workshop Sekolah Model dan Workshop
SPMI di 16 Sekolah setiap kabupaten sekolah, maka langkah
selanjutnya adalah pendampingan Pelaksanaan di Sekolah Model.
Untuk Panduan Pelaksanaan bisa di download pada link final-
panduan-pelaksanaan-pendampingan-spmi

Setelah baca-baca Panduan Pelaksanaan Pendampingan SPMI,


ada beberapa hal pokok yang sangat penting dilakukan oleh para
Pendamping (Fasilitator Nasioanal,Fasilitator daerah dan Istilah
sejenisnya yang terlibat) dan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan
Sekolah yaitu:

1. Reviu Paska Pelatihan

Kegiatan 1
Tujuan :

Sekolah dapat menindaklanjuti hasil yang didapatkan selama


pelatihan SPMI.
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:

Melakukan reviu terhadap pemahaman terkait SPMI.


Melakukan reviu rencana tindak lanjut paska pelatihan yang
dibuat oleh sekolah.

Rencana tindak lanjut didalamnya termuat hal-hal berikut:


(1) Pembentukan TPMPS
(2) Sosialisasi SPMI
(3) Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
(4) Perencanaan Pemenuhan Mutu
(5) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu
(6) Evaluasi/Monitoring Pemenuhan Mutu
Pendamping mengajak sekolah mendetailkan rencana dengan
menanyakan apa yang telah dan akan dilakukan, kapan dilakukan,
siapa yang akan dilibatkan dan bagaimana melakukannya terkait 6
(enam) hal diatas.

Mengajak sekolah menyepakati bersama dan berkomitmen untuk


menjalankan kesepakatan hasil reviu.

Kegiatan ini bermanfaat bagi pendamping untuk memahami lebih


dalam terkait kondisi awal tingkat pemahaman, kemampuan dan
komitmen sekolah dalam pelaksanaan SPMI di sekolah sehingga
pendamping dapat menentukan metode apa yang sesuai dengan
kondisi sekolah yang didampingi.

Tujuan :
Sekolah dapat menindaklanjuti hasil yang didapatkan selama
pelatihan SPMI.
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:

Melakukan reviu terhadap pemahaman terkait SPMI.


Melakukan reviu rencana tindak lanjut paska pelatihan yang
dibuat oleh sekolah.

Rencana tindak lanjut didalamnya termuat hal-hal berikut:

1) Pembentukan TPMPS

2) Sosialisasi SPMI

3) Evaluasi Diri Sekolah (EDS)


4) Perencanaan Pemenuhan Mutu

5) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu

6) Evaluasi/Monitoring Pemenuhan Mutu

Pendamping mengajak sekolah mendetailkan rencana dengan


menanyakan apa yang telah dan akan dilakukan, kapan dilakukan,
siapa yang akan dilibatkan dan bagaimana melakukannya terkait 6
(enam) hal diatas.

Mengajak sekolah menyepakati bersama dan berkomitmen untuk


menjalankan kesepakatan hasil reviu.

Kegiatan ini bermanfaat bagi pendamping untuk memahami lebih


dalam terkait kondisi awal tingkat pemahaman, kemampuan dan
komitmen sekolah dalam pelaksanaan SPMI di sekolah sehingga
pendamping dapat menentukan metode apa yang sesuai dengan
kondisi sekolah yang didampingi.

Luaran :

1. Lembar refleksi terhadap hasil pelatihan


2. Rencana Tindak Lanjut yang telah direviu

Kegiatan 2
Tujuan :

Sekolah dapat melakukan pembentukan TPMPS untuk mengawal


SPMI.
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:
1. Menggali kesadaran sekolah akan perlunya organisasi yang
mengawal SPMI.
2. Mengarahkan pembentukan TPMPS.

Pembentukan TPMPS harus memperhatikan hal-hal berikut:

Keanggotaan tim terdiri dari Kepala Sekolah, Guru, Tenaga


Kependidikan, Komite.
Struktur organisasi minimal terdiri dari ketua tim, pengembang
sekolah dan evaluator internal.

Rincian tugas tim minimal memuat di bawah ini:


a) mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu;

b) melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan


supervisi terhadap pelaku pendidikan dalam pengembangan dan
penjaminan mutu pendidikan;

c) melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data


mutu pendidikan;

d) melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan


pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan

e) memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu berdasarkan


hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala Rincian tugas tersebut
terdistribusi ke anggota.

Penyediaan sumber daya untuk keberlangsungan tim

1. Membahas kendala, masalah dan solusi yang timbul dari


kegiatan pembentukan TPMPS.
2. Melakukan reviu terkait bagaimana keterlibatan TPMS dalam
pelaksanaan SPMI dan koordinasi pendampingan.

Luaran :
1. Surat Keputusan Pembentukan TPMPS
2. Struktur Organisasi TPMPS
3. Jurnal Kegiatan TPMPS

2. Reviu Pelaksanaan Sosialisasi SPMI

Tujuan :
Sekolah dapat menyosialisasikan SPMI kepada pemangku
kepentingan.
Sosialisasi SPMI tidak mengharuskan adanya kehadiran
pendamping saat acara berlangsung. Hal ini untuk menumbuhkan
kemandirian, kepercayaan diri, kerjasama, pemahaman,
kemampuan dan komitmen sekolah dalam pelaksanaan SPMI.
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:

Menggali esensi pelaksanaan sosialisasi


Membahas pelaksanaan sosialisasi SPMI.

Pelaksanaan sosialisasi SPMI melibatkan berbagai macam pihak


diantaranya:
(1) Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah
(2) Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan
(3) Pengawas Sekolah
(4) Pejabat Pemerintah Daerah
(5) Orang tua siswa
(6) Komite Sekolah
(7) Dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
(8) Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama

Melakukan reviu dan refleksi pelaksanaan sosialisasi spmi terkait


kendala, masalah, solusi, manfaat serta tanggapan pemangku
kepemangku kepentingan yang terlibat terhadap pelaksanaan
Memberikan masukan dan saran terhadap hasil pelaksanaan
sosialisasi SPMI oleh sekolah kepada pemangku kepentingan
sekolah.
Memperbarui rencana tindak lanjut (jika diperlukan) yang telah
disusun pada kegiatan pendampingan sebelumnya

Luaran :
a. Dokumentasi pelaksanaan sosialisasi
b. Lembar refleksi terhadap pelaksanaan sosialisasi
c. Rencana Tindak Lanjut yang telah direviu dan diperbarui

3. Pendampingan Pemetaan Mutu


Tujuan :

1. Sekolah terampil melakukan EDS dan memiliki profil mutu


berdasarkan SNP.
2. Sekolah terampil membuat analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity and Threat Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan
Ancaman) yang berisi potensi keunggulan berikut faktor-faktor
penghambat baik internal maupun eksternal sekolah
3. Sekolah mampu mengidentifikasi akar permasalahan dalam
pemenuhan SNP.
Kegiatan ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan
internal dan eksternal sekolah.

Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi


kegiatan ini adalah:

Merefleksi pemahaman sekolah terkait tujuan EDS dan kegunaan


profil mutu sekolah.
Menggali pemahaman terhdap indikator-indikator dalam SNP
Mengajak sekolah menentukan indikator mutu berdasarkan SNP
Membahas kendala, masalah dan solusi dalam penentuan
indikator SNP
Mengajak sekolah menyusun atau memilih instrumen EDS yang
sesuai dengan indikator dalam SNP yang telah ditentukan
sebelumnya
Memastikan sekolah menggunakan sumber data EDS yang tepat.
Membantu sekolah dalam memilih teknik pengumpulan data EDS
yang tepat.
Meminta sekolah menyusun gambaran kondisi sekolah sesuai
indikator dan data yang terkumpul
Memastikan pemahaman sekolah telah memahami analisis
SWOT.
Membimbing sekolah melakukan analisis SWOT
Membahas hasil analisis SWOT dan interpretasinya
Mengajak sekolah mengidentifikasikan masalah yang muncul dari
analisis SWOT.
Membimbing sekolah dalam menentukan akar permasalahan dari
setiap masalah utama yang ditemukan.
Meminta sekolah menyusun dokuman hasil pemetaan mutu

Luaran :

Dokumen pemetaan mutu yang memuat

1. Indikator mutu
b. Kondisi mutu sekolah
c. Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman
2. Permasalahan yang ditemukan
e. Akar permasalahan yang teridentifikasi

4. Pendampingan Penyusunan Rencana Pemenuhan


Mutu
Tujuan :

Sekolah dapat menindaklanjuti hasil EDS untuk pemenuhan SNP.


Sekolah terampil melakukan perencanaan untuk mengatasi
permasalah sesuai dengan skala prioritas
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:

1. Mendampingi sekolah dalam melakukan revisi RKAS jika


memungkinkan atau menginventaris kegiatan untuk penyusunan
RKAS tahun m Usulan program dan/atau kegiatan sebagai bahan
penyusunan RKAS tahun berikutnya dipilih berdasarkan tingkat
kemungkinan untuk dilaksanakan.
2. Membahas bersama untuk mengidentifikasi revisi program
dan/atau kegiatan dalam RKAS yang sudah ada.
3. Mendampingi sekolah dalam melakukan kajian RKAS yang ada
disekolah berdasarkan hasil pemetaan dan perencanaan.
4. Mendampingi sekolah dalam mengidentifikasi penanggung jawab,
sasaran dan pihak yang terlibat dalam setiap kegiatan.
5. Mendampingi sekolah dalam menetapkan target output setiap
program dan kegiatan yang direncanakan sekolah
6. Mendampingi sekolah dalam menentukan indikator keberhasilan
program dan kegiatan yang direncanakan sekolah
7. Mendampingi sekolah dalam merencanakan program dan
kegiatan yang relevan untuk menyelesaikan permasalahan
8. Memberi arahan sekolah untuk menyusun skala prioritas
permasalahan yang akan diselesaikan. Penentuan skala prioritas
penanganan masalah dilakukan dengan mem-pertimbangkan
ketersediaan sumberdaya dan tingkat kepentingan.

Membahas kendala, permasalahan dan solusi dalam melakukan


perencanaan pemenuhan mutu.
Meminta sekolah menyusun dokumen perencanaan berdasarkan
kesepakatan selama kegiatan ini.

Luaran :
1. Dokumen rencana pemenuhan yang memuat program, kegiatan,
sasaran, penang-gungjawab, indikator keberhasilan, pihak yang
terlibat dan target yang akan dicapai.
2. Hasil revisi dan usulan RKAS

5. Pendampingan Pelaksanaan Pemenuhan Mutu


Tujuan :

1. Sekolah terampil melaksanakan pemenuhan mutu dalam bidang


manajemen sesuai dengan perencanaan/RKAS.
2. Sekolah terampil dalam melaksanakan pemenuhan mutu dalam
bidang akademik sesuai dengan perencanaan/RKAS.

Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi


kegiatan ini adalah:

1. Mengajak mereviu kesesuaian pelaksanaan program/kegiatan


yang sudah dilakukan dengan perencanaan yang sudah dibuat
baik dari aspek jadwal, biaya dan proses.
2. Mengajak membahas pencapaian indikator mutu yang sesuai
kegiatan yang sedang dilaksanakan
3. Membahas pelaksanaan pemenuhan mutu terkait:
Bedah, penyusunan dan perbaikan dokumen sekolah (KTSP,
Silabus dan RPP).
Pengembangan kompetensi guru.
Membahas hasil pelaksanaan supervisi
pembelajaran/akademik/kelas.
Pengembangan pembelajaran intra dan ekstra kurikuler.
Pengembangan strategi proses pembelajaran.
Pengelolaan sarana-prasarana.
Pengelolaan keuangan.
4. Membahas kendala, masalah dan solusi pelaksanaan kegiatan
pemenuhan.
5. Mengulas keterlibatan dan peran pemangku kepentingan internal
dan eksternal dalam melaksanakan pemenuhan mutu.
6. Memastikan sekolah melakukan tindak lanjut hasil temuan
evaluasi jika telah dilakukan pemantauan dan evaluasi.
7. Mengarahkan sekolah agar menyusun laporan pelaksanaan
kegiatan pemenuhan.

Luaran :
a. Dokumen pelaksanaan pemenuhan
b. Dokumen tindak lanjut evaluasi pelaksanaan
c. Dokumen sekolah (KTSP, Silabus dan RPP) yang diperbaiki
d. Hasil reviu pembahasan kegiatan pemenuhan

6. Pendampingan Evaluasi Pemenuhan Mutu


Tujuan :
Sekolah terampil melakukan evaluasi terhadap pelaksanakan
pemenuhan mutu.
Tugas yang perlu dilakukan oleh pendamping saat mendampingi
kegiatan ini adalah:

1. Mendampingi TPMPS dalam menyusun instrumen evaluasi


pelaksanaan sesuai indikator mutu dan permasalahan yang akan
diselesaikan.
2. Mendampingi TPMPS menyusun rencana pelaksanaan evaluasi
3. Mendampingi TPMPS memantau pelaksanaan evaluasi
4. Mendampingi TPMPS merencanakan tindaklanjut hasil evaluasi.
5. Mendampingi TPMPS menelaah laporan evaluasi .

Luaran :

Dokumen evaluasi yang memuat:


a. Instrumen evaluasi
b. Rencana pelaksanaan evaluasi
c. Skema pelaksanaan evaluasi
d. Hasil tindak lanjut evaluasi
e. Kesimpulan

7. Pelaporan Pendampingan
Penyusunan laporan pendampingan dilakukan oleh pendamping
bersama sekolah. Laporan berisi antara lain latar belakang, dasar
hukum, tujuan, sasaran, pelaksanaan pendampingan dan hasil
pelaksanaan yang berupa lampiran dari setiap kegiatan
pendampingan. Laporan digandakan untuk dikirimkan sebagai
pertanggungjawaban kepada lembaga terkait dan juga sebagai
arsip pendamping dan sekolah.

Itulah tujuh hal pokok yang perlu dilaksanakan dalam


pendampingan SPMI di sekolah Model
Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk
Sekolah Model
Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model
Penjaminan Mutu Pendidikan.

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah adalah


suatu kesatuan unsur yang terdiri atas organisasi, kebijakan, dan
proses terpadu yang mengatur segala kegiatan untuk meningkatkan
mutu Pendidikan Dasar dan Menengah secara sistematis,
terencana dan berkelanjutan.

Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah


bertujuan menjamin pemenuhan standar pada satuan pendidikan
dasar dan menengah secara sistemik, holistik, dan berkelanjutan,
sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu pada satuan
pendidikan secara mandiri.

Sistem penjaminan mutu pendidikan berfungsi sebagai pengendali


penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk
mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Komponen Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan


Menengah

Sistem penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah terdiri


atas dua komponen yaitu Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah sistem penjaminan


mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan
oleh seluruh komponen satuan pendidikan;
Sistem Penjaminan Mutu Eksternal yaitu sistem penjaminan
mutu yang dilaksanakan oleh pemerintah, pemerintah daerah,
lembaga akreditasi dan lembaga standarisasi pendidikan;
Dalam implementasinya sistem penjaminan mutu pendidikan dasar
dan menengah ditunjang oleh Sistem Informasi Penjaminan Mutu
pendidikan dasar dan menengah, seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan


Menengah

Siklus Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Dalam implementasinya, sistem penjaminan mutu pendidikan dasar


dan menengah mengikuti siklus kegiatan sesuai dengan komponen
masing masing. Siklus sistem penjaminan mutu internal terdiri atas :

1. Pemetaan mutu pendidikan yang dilaksanakan oleh satuan


pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan;
2. Pembuatan rencana peningkatan mutu yang dituangkan dalam
Rencana Kerja Sekolah;
3. Pelaksanaan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan satuan
pendidikan maupun proses pembelajaran;
4. Monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan pemenuhan mutu
yang telah dilakukan;
5. Penetapan standar baru dan penyusunan strategi peningkatan
mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.

Sistem Penjaminan Mutu Internal

1. Siklus SPMI di Sekolah

Sistem Penjaminan Mutu Internal seperti digambarkan pada


Gambar 2., merupakan suatu siklus yang kontinu yang
dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan dalam menjamin peningkatan
mutu pendidikan berkelanjutan serta terbangunnya budaya mutu
pendidikan di sekolah. Dalam menjalankan penjaminan mutu
pendidikan di setiap satuan pendidikan merupakan upaya terpadu
dan sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah
yang meliputi Kepala Sekolah, Guru, dan Tenaga
Kependidikan/Tata Usaha, dan bekerja sama dengan komite
sekolah.

Sistem penjaminan mutu pendidikan di sekolah dibagi menjadi lima


tahapan yaitu: i) pemetaan mutu; penyusunan rencana peningkatan
mutu; ii) implementasi rencana peningkatan mutu; iii) evaluasi/audit
internal; dan v) penetapan standar mutu pendidikan. Guna
mengetahui capaian sekolah dalam hal mutu pendidikan pada saat
akan menjalankan SPMI yang pertama kali, langkah pertama yang
dilakukan adalah melakukan pemetaan mutu dengan menggunakan
dokumen evaluasi diri yang di dalamnya termasuk instrumen
evaluasi diri dengan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan
(SNP) sebagai standar minimal dalam penyelenggaraan
pendidikan. Hasil pemetaan mutu selanjutnya dapat dijadikan acuan
di dalam menetapkan visi, misi dan kebijakan sekolah dalam
melakukan peningkatan mutu pendidikan.
Gambar 2.Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Berdasarkan hasil pemetaan mutu pendidikan yang telah dicapai


(sebagai baseline) selanjutnya dilakukan langkah kedua yaitu
penyusunan rencana peningkatan mutu pendidikan yang
dituangkan dalam dokumen perencanaan, pengembangan sekolah
dan rencana aksi. Selanjutnya rencana pemenuhan tersebut
dilanjutkan dengan langkah ketiga yaitu implementasi rencana
peningkatan mutu selama periode tertentu (semester atau tahun
ajaran). Setelah perencanaan dan pengembangan sekolah tersebut
diimplementasikan selama periode tertentu, dilakukan langkah
keempat yaitu evaluasi/ audit secara internal untuk memastikan
bahwa pelaksanaan peningkatan mutu berjalan sesuai dengan
rencana yang telah disusun. Laporan dari hasil evaluasi adalah; (i)
pemenuhan 8 SNP, dan (ii) hasil implementasi dari rencana aksi.
Dari hasil evaluasi/audit kemudian dilakukan langkah kelima yaitu
penetapan standar mutu baru yang lebih tinggi apabila capaian
sekolah telah memenuhi minimal sesuai SNP. Dengan demikian
penerapan sistem penjaminan mutu bukanlah hanya ditujukan
untuk meningkatkan mutu sesuai pada SNP namun mendorong
terciptanya budaya mutu pendidikan dimana semua komponen di
sekolah memiliki jiwa pembelajar dan selalu mengembangkan diri
sesuai dengan perkembangan jaman. Siklus pemenuhan mutu
pada setiap sekolah adalah seperti disajikan pada Gambar.3.

Gambar 3. Siklus Pemenuhan Mutu Secara Berkelanjutan di Satuan


Pendidikan

2. Pembagian Peranan dalam Pengembangan SPMI di Sekolah

Guna melaksanakan sistem penjaminan mutu internal, sekolah


membentuk Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah. Secara
organisasi, posisi dari Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah
adalah seperti disajikan pada Gambar 4.
Gambar 4. Bagan Organisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal

Agar tidak terjadi tumpang-tindih peranan antara kelembagaan


sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dengan kelembagaan
Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah, dilakukan pembagian
peranan sebagai berikut:

Tugas Sekolah :

Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan


mengembangkan SPMI
Menyusun dokumen SPMI
Membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan dalam
Rencana Kerja Sekolah
Melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan satuan
pendidikan maupun proses pembelajaran
Menetapkan standar baru dan menyusun strategi peningkatan
mutu berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi
Membentuk unit penjaminan mutu pada satuan pendidikan; dan
Mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan

Tugas Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah :

Mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat


satuan pendidikan
Melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan, dan
supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan pendidikan dalam
pengembangan penjaminan mutu pendidikan;
Melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan data
mutu pendidikan di satuan pendidikan;
Melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan
pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
Memberikan rekomendasi strategi peningkatan mutu berdasarkan
hasil monitoring dan evaluasi.

3. Hasil Sistem Penjaminan Mutu Internal

Hasil dari Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah terjadinya


peningkatan mutu pendidikan pada level sekolah dari waktu ke
waktu seperti yang terlihat pada Gambar 5. Skor tersebut adalah
untuk setiap standar dari 8 SNP yang telah ditetapkan.
Keberhasilan SPMI di setiap satuan pendidikan ditunjukkan oleh
peningkatan skor dari setiap standar setiap kali dilakukan penilaian.
Namun demikian, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di
sekolah, tidak harus dipaksakan menaikkan skor seluruh 8 standar
pada periode yang sama.

Gambar 5. Hasil Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal


(SPMI) di Setiap Satuan Pendidikan
Untuk melakukan Sistem Penjaminan mutu Pendidikan internal
Sekolah bisa melakukan workshop dengan mengkaji

A. Standar Nasional Pendidikan

Tujuan pengkajian Standar Nasional Pendidikan adalah:

1. Menjelaskan tujan pendidikan nasional Indonesia sebagai akar


dari standar nasional pendidikan
2. Menemukenali prinsip-prinsip dari penyelenggaraan pendidikan
dari peraturan perundang-undangan yang ada.
3. Menggali mutu pendidikan sesuai standar nasional pendidikan.
4. Menyepakati untuk mencapai pendidikan Indonesia yang bermutu
diperlukan acuan yang tepat
5. Menguraikan komponen dan indikator standar nasional
pendidikan di Indonesia

Bahan Bacaan Untuk Membahas Standar Nasional Pendidikan

1. Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 yang telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2013 dan diubah
dengan Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun
2005 Standar Nasional Pendidikan
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006
tentang Standar Isi untuk Pendidikan Dasar dan Menengah
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006
tentang tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Pendidikan
Dasar dan Menengah
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun 2007
tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 54 tahun
2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 67 tahun
2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 68 tahun
2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 69 tahun
2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 70 tahun
2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 81 A
tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 tahun
2013 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada
Pendidikan Dasar dan Menengah
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 57 tahun
2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 58 tahun
2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 59 tahun
2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 60 tahun
2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan
18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 61 tahun
2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada
Pendidikan Dasar dan Menengah
19. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Standar
Nasional Pendidikan 2006
20. Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar
dan Menengah Bab 2 Angka 2.4 Acuan Mutu Pendidikan Dasar
dan Menengah

B. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

Tujuan pengkajian Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan


Menengah adalah;

1) Menjelaskan cara untuk memenuhi standar nasional pendidikan


melalui PMP.

2) Menjelaskan tentang pengertian, tujuan, fungsi, dan komponen


PMP.

3) Menyebutkan pihak-pihak yang berperan dalam pemenuhan


SNP.

4) Menyusun daftar peran para pihak dalam penjaminan mutu


pendidikan

Bahan Bacaan Untuk Pembahasan Sistem Penjaminan Mutu


Pendidikan Dasar dan Menengah adalah Pedoman Umum Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah Bab 2 Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan dan Bab 5 Sistem Informasi
Penjaminan Mutu Pendidikan

C. Sistem Penjaminan Mutu Internal Satuan Pendidikan

Dalam mengkaji Sistem Penjaminan Mutu Internal Satuan


Pendidikan ada lima hal pokok yang perlu dipelajari, yaitu:
1. Konsep Sistem Penjaminan Mutu Internal ; bertujuan
menggambarkan siklus penjaminan mutu internal, menjelaskan
tahapan dalam siklus SPMI dan menjelaskan definisi dan tujuan
masing-masing tahapan dalam siklus dengan benar. Bahan
Bacaannya adalah:

Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan


Menengah Bab 3 Sistem Penjaminan Mutu Internal Pendidikan
Dasar dan Menengah

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan


Bab 2 Angka 2.2 Sistem Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan
dan Angka 2.4 Ukuran Keberhasilan Penjaminan Mutu pada Satuan
Pendidikan

2. Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan; tujuan agar terampil


melakukan Pemetaan mutu/EDS. Bahan Bacaanya adalah:
Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan
Bab 4 Pemetaan Mutu Pendidikan
3. Penyusunan Rencana Pemenuhan Mutu; tujuan agar mampu
menyusun rencana pemenuhan mutu berdasarkan hasil EDS.
bahan Bacaanya adalah: Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan
Mutu oleh Satuan Pendidikan Bab 5 Penyusunan Rencana
Pemenuhan Mutu
4. Pelaksanaan Pemenuhan MutuBahan ; Tujuannya adalah
menjelaskan mekanisme pemenuhan mutu satuan pendidikan
dan menggambarkan teknik dalam membangun partisipasi dalam
menyusun dokumen implementasi. Bahan Bacaannya adalah

Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan


Bab 2 Angka 2.3 Tim Penjaminan Mutu pada Satuan Pendidikan.
Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan
Bab 6 Implementasi Pemenuhan Mutu
Pedoman Umum Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan
Menengah Bab 3 Angka 3.6 Organisasi Sistem Penjaminan Mutu
Internal
5. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pemenuhan Mutu/Audit
Mutu; Tujuannya adalah membuat dokumen rencana evaluasi dan
menjelaskan mekanisme monitoring dan evaluasi/audit pemenuhan
dan peningkatan mutu sesuai rencana.Bahan bacaannya adalah:
Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Mutu oleh Satuan Pendidikan
Bab 7 Evaluasi/Audit Mutu